Sistem Monitoring dan Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah - Presentation Transcript
Sistem Monitoring dan Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah Drs. H. Dadang Solihin, MA Direktur Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah-Bappenas Raker Forum SKPD Pemda Kabupaten Mamuju Hotel Inna Grand Bali Beach-Sanur, 6 Maret 2009 BAPPENAS
Pergeseran Paradigma: F rom Government to Governance
Permasalahan Pembangunan Daerah
Perencanaan Pembangunan Daerah
Kegagalan Perencanaan
Sistem Monitoring dan Evaluasi Pembangunan
Indikator Kinerja Pembangunan Daerah
Penutup
www.dadangsolihin.com
Pendahuluan
Menggabungkan M&E ke dalam Siklus Manajemen Pembangunan
www.dadangsolihin.com Reporting (4) M & E (1) Planning (2) Budgeting (3) Implementation
Apa Tujuan Pembangunan? ( Todaro: the three objectives of development)
P eningkatan standar hidup (levels of living) setiap orang , baik pendapatannya, tingkat konsumsi pangan, sandang, papan, pelayanan kesehatan, pendidikan, dll.
P enciptaan berbagai kondisi yang memungkinkan tumbuhnya rasa percaya diri (self-esteem) setiap orang .
P eningkatan kebebasan (f reedom/ democracy ) setiap orang.
www.dadangsolihin.com
How?
Mengurangi disparitas atau ketimpangan pembangunan
antar daerah
antar sub daerah
antar warga masyarakat (pemerataan dan keadilan).
Memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.
Menciptakan atau menambah lapangan kerja.
Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat daerah.
Mempertahankan atau menjaga kelestarian sumber daya alam agar bermanfaat bagi generasi sekarang dan generasi masa datang (berkelanjutan).
www.dadangsolihin.com
Pembangunan Daerah (1)
Pembangunan daerah pada hakekatnya adalah upaya terencana untuk meningkatkan kapasitas pemerintahan daerah sehingga tercipta suatu kemampuan yang andal dan profesional dalam:
memberikan pelayanan kepada masyarakat,
mengelola sumber daya ekonomi daerah.
www.dadangsolihin.com
Pembangunan Daerah (2)
Pembangunan daerah juga merupakan upaya untuk memberdayakan masyarakat di seluruh daerah sehingga:
tercipta suatu lingkungan yang memungkinkan masyarakat untuk menikmati kualitas kehidupan yang lebih baik, maju, dan tenteram,
memperluas pilihan yang dapat dilakukan masyarakat bagi peningkatan harkat, martabat, dan harga diri.
www.dadangsolihin.com
Pembangunan Daerah (3)
Pembangunan daerah dilaksanakan melalui penguatan otonomi daerah dan pengelolaan sumber daya yang mengarah pada terwujudnya tata kepemerintahan yang baik (good governance).
Pelaksanaan pembangunan daerah yang baik hanya dapat dilakukan apabila terjadi keseimbangan peran dari tiga pilar, yaitu: pemerintah, dunia usaha swasta , dan masyarakat.
www.dadangsolihin.com
Pembangunan Daerah (4)
Pemerintahan (legislatif, eksekutif, dan yudikatif) memainkan peran yang menjalankan dan menciptakan lingkungan politik dan hukum yang kondusif bagi unsur-unsur lain.
Peran dunia usaha swasta adalah mewujudkan penciptaan lapangan kerja dan pendapatan.
Masyarakat berperan dalam penciptaan interaksi sosial, ekonomi dan politik.
www.dadangsolihin.com
Pergeseran Paradigma: F rom Government to Governance www.dadangsolihin.com Government Governance
Memberikan hak ekslusif bagi negara untuk mengatur hal-hal publik,
Aktor di luarnya hanya dapat disertakan sejauh negara mengijinkannya.
Persoalan-persoalan publik adalah urusan bersama pemerintah, civil society dan dunia usaha sebagai tiga aktor utama.
Pelaku Pembangunan: Paradigma Governance
Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat yang bersendikan transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dsb.
www.dadangsolihin.com
Apabila sendi-sendi tersebut dipenuhi, maka Governance akan Good .
Dunia Usaha Swasta Pemerintah Masyarakat Nilai Pertumbuhan Redistibusi Melalui P elayanan Pasar Kontrol Kontrol Tenaga Kerja
Pelaku Pembangunan: Stakeholders www.dadangsolihin.com Executive Judiciary Legislature Public service Military Police organized into: Community-based organizations Non-governmental organizations Professional Associations Religious groups Women’s groups Media Small / medium / large enterprises Multinational Corporations Financial institutions Stock exchange BUSINESS STATE CITIZENS
Troika www.dadangsolihin.com
Troika: Pola Hubungan a ntara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, d an Masyarakat www.dadangsolihin.com VISI Masyarakat, Bangsa, dan Negara Pemerintah Masyarakat Dunia Usaha Good Governance
Ternyata Pemerintah Masih Diperlukan www.dadangsolihin.com
Permasalahan Pembangunan Daerah (1)
Pembangunan Ekonomi
Meningkatnya pengangguran dan kemiskinan
Menurunnya fungsi intermediasi perbankan untuk mengembangkan sektor riil
Pola persebaran investasi untuk PMA dan PMDN secara nasional belum merata dan menunjukkan ketimpangan yang cukup tinggi antarwilayah
Pembangunan Sosial
Menurunnya kemampuan pemerintah dalam pelayanan-pelayanan sosial dasar (pendidikan, kesehatan dan gizi).
www.dadangsolihin.com
Permasalahan Pembangunan Daerah (2)
Pembangunan Prasarana Wilayah
Terbatasnya tingkat pelayanan jaringan transportasi antar dan intra wilayah.
Menurunnya kapasitas pemerintah daerah dalam pengaturan dan pengelolaan infrastruktur.
Menurunnya kapasitas dan ketersediaan sumberdaya tenaga listrik.
Meningkatnya masalah kelangkaan air bersih dan air minum.
Menurunnya kapasitas pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan infrastruktur.
www.dadangsolihin.com
Permasalahan Pembangunan Daerah (3)
Pembangunan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup
Menurunnya kualitas permukiman (kemacetan, kawasan kumuh, pencemaran lingkungan (air, udara, suara, sampah).
Berkurangnya ruang publik dan ruang terbuka hijau (RTH) di wilayah perkotaan.
Alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi lahan permukiman secara signifikan.
www.dadangsolihin.com
Permasalahan Pembangunan Daerah (4)
Pembangunan SDA dan LH (lanjutan)
Meningkatnya urbanisasi dan aglomerasi perkotaan.
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) belum sepenuhnya menjadi acuan dalam pemanfaatan ruang dan fokus hanya pada Perencanaan.
Penurunan luas kawasan Hutan Tropis dan kawasan resapan air, serta meningkatnya DAS kritis.
Kejadian bencana alam gempa, banjir dan longsor yang frekuensinya meningkat dan dampaknya semakin meluas, terutama pada kawasan yang berfungsi lindung.
www.dadangsolihin.com
Permasalahan Pembangunan Daerah (5)
Permasalahan Khusus
Lemahnya daya saing investasi
Pembangunan daerah tertinggal belum ditangani secara terpadu antar sektor dan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha
Pemekaran daerah yang belum mampu menyejahterakan masyarakat
Rendahnya proses pembangunan dan penguatan stabilitas keamanan di daerah perbatasan negara.
www.dadangsolihin.com
Definisi Perencanaan
Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat melalui serangkaian pilihan-pilihan .
Menentukan : Menemukan (mengungkapkan dan meyakinkan).
Tindakan : Spesifik dan berkaitan dengan persoalan pelaksanaan
Tepat : Dikaitkan dengan tindakan
Pilihan-pilihan :
Pemilihan tujuan dan kriteria
Identifikasi seperangkat alternatif yang konsisten dengan preskripsi dengan pemilihan alternatif yang memungkinkan
Arahan tindakan mengenai tujuan yang telah ditentukan
www.dadangsolihin.com
Syarat Perencanaan
Harus memiliki, mengetahui, dan memperhitungkan:
Tujuan akhir yang dikehendaki.
Sasaran-sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya (yang mencerminkan pemilihan dari berbagai alternatif).
Jangka waktu mencapai sasaran-sasaran tersebut.
Masalah-masalah yang dihadapi.
Modal atau sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya.
kebijakan-kebijakan untuk melaksanakannya.
Orang, organisasi, atau badan pelaksananya.
Mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pengawasan pelaksanaannya.
www.dadangsolihin.com
Fungsi/Manfaat Perencanaan
Sebagai penuntun arah
Minimalisasi ketidakpastian
Minimalisasi inefisiensi sumberdaya
Penetapan standar dan pengawasan kualitas
www.dadangsolihin.com
Kegagalan Perencanaan (1)
Penyusunan perencanaan tidak tepat, mungkin karena:
informasinya kurang lengkap,
metodologinya belum dikuasai,
perencanaannya tidak realistis sehingga tidak mungkin pernah bisa terlaksana
www.dadangsolihin.com
pengaruh politis terlalu besar sehingga pertimbangan-pertimbangan teknis perencanaan diabaikan.
Kegagalan Perencanaan (2)
Perencanaannya mungkin baik, tetapi pelaksanaannya tidak seperti seharusnya.
kegagalan terjadi karena tidak berkaitnya perencanaan dengan pelaksanaannya.
aparat pelaksana tidak siap atau tidak kompeten,
masyarakat tidak punya kesempatan berpartisipasi sehingga tidak mendukungnya.
www.dadangsolihin.com
Kegagalan Perencanaan (3)
Perencanaan mengikuti paradigma yang ternyata tidak sesuai dengan kondisi dan perkembangan serta tidak dapat mengatasi masalah mendasar negara berkembang.
Misalnya, orientasi semata-mata pada pertumbuhan yang menyebabkan makin melebarnya kesenjangan.
Dengan demikian, yang keliru bukan semata-mata perencanaannya, tetapi falsafah atau konsep di balik perencanaan itu.
www.dadangsolihin.com
Kegagalan Perencanaan (4)
Karena perencanaan diartikan sebagai pengaturan total kehidupan manusia sampai yang paling kecil sekalipun.
Perencanaan di sini tidak memberikan kesempatan berkembangnya prakarsa individu dan pengembangan kapasitas serta potensi masyarakat secara penuh.
Sistem ini bertentangan dengan hukum penawaran dan permintaan karena pemerintah mengatur semuanya.
Perencanaan seperti inilah yang disebut sebagai sistem perencanaan terpusat (centrally planned system).
www.dadangsolihin.com
Sistem Perencanaan yang Berhasil
Sistem perencanaan yang mendorong berkembangnya mekanisme pasar dan peran serta masyarakat.
Dalam sistem ini perencanaan dilakukan dengan menentukan sasaran-sasaran secara garis besar, baik di bidang sosial maupun ekonomi, dan pelaku utamanya adalah masyarakat dan usaha swasta.
www.dadangsolihin.com
Perencanaan yang Ideal
Prinsip partisipatif: masyarakat yang akan memperoleh manfaat dari perencanaan harus turut serta dalam prosesnya.
Prinsip kesinambungan: perencanaan tidak hanya berhenti pada satu tahap; tetapi harus berlanjut sehingga menjamin adanya kemajuan terus-menerus dalam kesejahteraan, dan jangan sampai terjadi kemunduran.
Prinsip holistik: masalah dalam perencanaan dan pelaksanaannya tidak dapat hanya dilihat dari satu sisi (atau sektor) tetapi harus dilihat dari berbagai aspek, dan dalam keutuhan konsep secara keseluruhan.
Mengandung sistem yang dapat berkembang (a learning and adaptive system).
Terbuka dan demokratis ( a pluralistic social setting).
www.dadangsolihin.com
www.dadangsolihin.com Monev? + 30 Laws and Regulations regarding M&E Picture from John Mancini, ECM in State and Local Government
Gambaran Sistem M&E (Sekarang dan Akan Datang) www.dadangsolihin.com Sekarang Akan Datang
Adanya berbagai macam peraturan yang mengamanatkan agar sektor (K/L) dan daerah menyusun laporan evaluasi kinerja pembangunan
Depdagri
LAN
Menpan
Departemen Keuangan
Bappenas
Setneg
K/L terkait
Tidak adanya implikasi/dampak dari pelaksanaan kegiatan evaluasi
Sangat Mahal (Biaya dan Waktu)
Evaluasi top-down
Evaluasi fragmentasi 1 waktu
Evaluasi pasif
Kurangnya penghargaan terhadap hasil evaluasi
Satu laporan dapat diakses oleh seluruh institusi (K/L) dan daerah
Evaluasi dapat dilakukan secara komprehensif
Sistem evaluasi yang baru diharapkan mewujudkan integrasi dan saling keterkaitan yang bersinergi dan mempengaruhi antara hasil evaluasi yang satu dengan yang lainnya
Lebih efisien dan biaya rendah
Memperkenalkan evaluasi yang terintegrasi, sistem top-down dan bottom-up
Evaluasi yang kontinu untuk proses pembelajaran institusi
Evaluasi aktif (melibatkan pihak eksternal)
Menciptakan sistem insentif-disinsentif dari hasil evaluasi
Adanya komunitas evaluator
Apa itu Sistem Monitoring
Sistem Monitoring adalah sistem pengumpulan data/informasi secara reguler dan terus-menerus yang dapat menghasilkan indikatorindikator perkembangan dan pencapaian suatu kegiatan program/kegiatan terhadap tujuan yang ditetapkan.
Sistem monitoring mencakup penelusuran pelaksanaan sistem yang dapat dipertanggungjawabkan terhadap target kinerja yang jelas dan konsisten, laporan kemajuan, dan identifikasi masalah.
Secara umum, sistem monitoring (dan evaluasi) terdiri dari empat komponen, yaitu: tujuan ( goal ), sasaran ( target ), indikator ( indicator ), dan masukan ( input) .
www.dadangsolihin.com
Mengapa Monitoring Diperlukan?
Untuk mengetahui:
Apakah tujuan yang ditetapkan akan (cenderung) dapat dicapai?
Mengapa?
Mengapa tidak?
Apakah hambatan-hambatan yang ada dalam pelaksanaan/ implementasi program/ kegiatan?
Apakah koordinasi yang dilakukan efektif?
Apakah terdapat kesenjangan dalam implementasi?
Bagaimana mengatasinya?
www.dadangsolihin.com
Apa itu Evaluasi?
Evaluasi adalah:
suatu proses untuk membuat penilaian secara sistematik
mengenai suatu kebijakan, program atau kegiatan
berdasarkan informasi dan hasil analisis
dibandingkan terhadap relevansi, keefektifan biaya, dan keberhasilannya
untuk keperluan pemangku kepentingan.
www.dadangsolihin.com
Evaluasi Menurut Waktu Pelaksanaan
Evaluasi Formatif:
Dilaksanakan pada waktu pelaksanaan program
Bertujuan memperbaiki pelaksanaan program
Temuan utama berupa masalah-masalah dalam pelaksanaan program.
Evaluasi Summatif:
Dilaksanakan pada saat pelaksanaan program sudah selesai
Bertujuan untuk menilai hasil pelaksanaan program
Temuan utama berupa capaian-capaian dari pelaksanaan program.
www.dadangsolihin.com
Evaluasi Menurut Tujuan
Evaluasi proses:
Mengkaji bagaimana program berjalan dengan fokus pada masalah penyampaian pelayanan ( service delivery ).
Evaluasi biaya-manfaat:
Mengkaji biaya program relatif terhadap alternatif penggunaan sumberdaya dan manfaat dari program.
Evaluasi dampak:
Mengkaji apakah program memberikan pengaruh yang diinginkan terhadap individu, rumahtangga, masyarakat, dan kelembagaan.
www.dadangsolihin.com
Mengapa Perlu Evaluasi?
Apakah desain program-program tersebut sudah tepat?
Jawaban dari pertanyaan ini akan memberikan pembelajaran untuk penyusunan desain suatu program di masa yang akan datang.
Apakah sumberdaya yang tersedia telah digunakan secara efisien?
Jawaban dari pertanyaan ini akan memberikan gambaran mengenai akuntabilitas penggunaan dana publik dalam suatu program.
Apakah hasil yang dicapai telah sesuai dengan yang diharapkan?
Jawaban dari pertanyaan ini akan memberikan landasan bagi pengambilan keputusan mengenai apakah suatu program akan dilanjutkan, dan kalau dilajutkan apakah desainnya akan diperbaiki.
www.dadangsolihin.com
Mengapa Enggan Melakukan Evaluasi
Biaya evaluasi mahal.
Evaluasi menghabiskan banyak waktu.
Secara teknis evaluasi sulit dilakukan.
Temuan evaluasi sering bersifat politis.
Laporan evaluasi sering terlambat.
Banyak pelaksana program yang takut bahwa program mereka akan dinilai gagal.
www.dadangsolihin.com
Perbedaan antara Monitoring dan Evaluasi www.dadangsolihin.com Aspek Monitoring Evaluasi
Tujuan
Menilai kemajuan dalam pelaksanaan program yang sedang berjalan Memberikan gambaran pada suatu waktu tertentu mengenai suatu program
Fokus
Akuntabilitas penyampaian input program
Dasar untuk aksi perbaikan
Penilaian keberlanjutan program
Akuntabilitas penggunaan sumberdaya
Pembelajaran tentang hal-hal yang dapat dilakukan lebih baik di masa yang akan datang
Cakupan
Apakah pelaksanaan sesuai dengan rencana?
Apakah terdapat penyimpangan?
Apakah penyimpangan tersebut dapat dibenarkan?
Relevansi
Efektifitas
Efisiensi
Dampak
Keberlanjutan
Waktu pelaksanaan
Dilaksanakan terus-menerus
Dilaksanakan secara berkala selama program berjalan
Umumnya dilaksanakan pada pertengahan dan akhir program
Kriteria Evaluasi
Relevansi
Sejauh mana kegiatan sejalan dengan prioritas dan kebijakan
Efektifitas
Suatu ukuran sejauh mana sebuah kegiatan mencapai tujuan
Efisiensi
Mengukur keluaran, kualitatif dan kuantitatif, dalam hubungan dengan masukan.
Dampak
Perubahan positif dan negatif yang dihasilkan oleh sebuah intervensi pembangunan, secara langsung maupun tidak, disengaja maupun tidak
Keberlanjutan
Mengukur apakah manfaat suatu kegiatan dapat terus dinikmati setelah anggaran tidak diberikan lagi
www.dadangsolihin.com
Jenis Evaluasi www.dadangsolihin.com Tahap Perencanaan ( ex‑ante ) Tahap Pelaksanaan ( on‑going ) Tahap Pasca‑Pelaksanaan ( ex‑post )
dilakukan sebelum ditetapkannya rencana pembangunan
untuk memilih dan menentukan skala prioritas dari berbagai alternatif dan kemungkinan cara mencapai tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya
dilakukan pada saat pelaksanaan rencana pembangunan
untuk menentukan tingkat kemajuan pelaksanaan rencana dibandingkan dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya
Dilaksanakan setelah pelaksanaan rencana berakhir
untuk melihat apakah pencapaian (keluaran/ hasil/ dampak) program mampu mengatasi masalah pembangunan yang ingin dipecahkan
untuk menilai efisiensi (keluaran dan hasil dibandingkan masukan), efektivitas (hasil dan dampak terhadap sasaran), ataupun manfaat (dampak terhadap kebutuhan) dari suatu program.
Kunci Keberhasilan M&E
Keberhasilan institusionalisasi sistem M&E mencakup berbagai upaya menciptakan kesinambungan & menjamin sistem M&E berfungsi baik bagi pemerintah
Ada tiga kunci utama yaitu:
pemanfaatan informasi M&E
kualitas informasi M&E
Kesinambungan M&E
www.dadangsolihin.com
Kendala Pelaksanaan M&E (1)
Anggaran
Apresiasi yang kurang terhadap pentingnya M&E menyebabkan anggaran yang dialokasikan kecil.
SDM
Belum didukung oleh jumlah dan kualitas SDM yang cukup.
Kemampuan/ Keahlian
” Tour of duty” PNS, terutama di Pemda
Kurangnya tenaga teknis terlatih
Perlengkapan/ Peralatan
Berkaitan dengan kondisi perekonomian dan infrastruktur wilayah yang masih tertinggal. Mis: listrik, AC, komputer, kendaraan operasional, peralatan telekomunikasi.
www.dadangsolihin.com
Kendala Pelaksanaan M&E (2)
Prosedural
Tidak adanya acuan kerja (Petunjuk Operasional)
Tidak diterimanya laporan Monitoring pelaksanaan kegiatan
Tidak adanya kerangka acuan pelaksanaan evaluasi
Mekanisme pelaporan yang ada inter instansi pemerintah belum memiliki pola yang jelas dan pasti.
Pengiriman
Kondisi geografis
Masih minimnya prasarana dan sarana transportasi/ komunikasi.
www.dadangsolihin.com
Pengertian Indikator Kinerja
Indikator Kinerja adalah uraian ringkas dengan menggunakan ukuran kuantitatif atau kualitatif yang mengindikasikan pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah disepakati dan ditetapkan
KEGUNAAN
dasar penilaian kinerja, baik dalam tahap perencanaan (ex-ante), pelaksanaan (on-going), maupun setelahnya (ex-post)
petunjuk kemajuan dalam rangka mencapai tujuan atau sasaran
www.dadangsolihin.com
Pengertian Kinerja
Gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi, dan visi organisasi (LAN, 1999:3)
Outcome hasil kerja keras organisasi dalam mewujudkan tujuan stratejik yang ditetapkan organisasi, kepuasan pelanggan serta kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi masyarakat (Kane dan Johnson, 1995)
Perilaku berkarya, penampilan atau hasil karya. Oleh karena itu kinerja merupakan bentuk bangunan yang multi dimensional, sehingga cara mengukurnya sangat bervariasi tergantung pada banyak faktor (Bates dan Holton 1995).
www.dadangsolihin.com
Pengembangan Indikator Kinerja
Tidak cukup hanya dengan memfokuskan pada penghitungan biaya keluaran (efisiensi ) . Tujuan kebijakan dan pendekatan program – juga harus dianalisa
Indikator bisa diterapkan untuk: (a) Masukan; (b) Efisiensi – Keluaran; (c) Efektivitas – Hasil; (d) Kualitas; dan (e) Kepuasan Pelanggan.
Bisa dikaitkan dengan kesepakatan kinerja antara Menteri dan Kepala Lembaga dan para pejabat di bawahnya
Indikator memerlukan definisi dan penafsiran yang hati-hati – seringkali diformulasikan, diimplementasikan dan ditafsirkan dengan buruk
Harus dikembangkan untuk masing-masing program/kegiatan – ada yang sulit misalnya pertahanan – beberapa lebih mudah misalnya penyelenggara jasa.
www.dadangsolihin.com
Fungsi Indikator Kinerja
Memperjelas tentang; what, how, who, and when suatu kegiatan dilaksanakan
Menciptakan konsensus yang dibangun oleh stakeholders
Membangun dasar pengukuran, analisis, dan
Evaluasi kinerja program pembangunan
www.dadangsolihin.com
Kedudukan Indikator Kinerja www.dadangsolihin.com Perencanaan Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Indikator Kinerja Kuantitatif Kualitatif Sasaran dan Tujuan
Logic Model Theory www.dadangsolihin.com Hasil pembangunan yang diperoleh dari pencapaian outcome Apa yang ingin diubah IMPACT Manfaat yang diperoleh dalam jangka menengah untuk beneficieries tertentu sebagai hasil dari output Apa yang ingin dicapai OUTCOME Produk/barang/jasa akhir yang dihasilkan Apa yang dihasilkan (barang) atau dilayani (jasa) OUTPUT Proses/kegiatan menggunakan input menghasilkan output yang diinginkan Apa yang dikerjakan KEGIATAN Sumberdaya yang memberikan kontribusi dalam menghasilkan output Apa yang digunakan dalam bekerja INPUT Metode Pelaksanaan Metode Penyusunan Sumber : Framework for Managing Programme Performance Information , National Treasury, Republic of South Africa, May 2007
Indikator Kinerja INPUT
Indikator ini mengukur jumlah sumberdaya seperti anggaran (dana), SDM, peralatan, material, dan masukan lainnya yang dipergunakan untuk melaksanakan kegiatan.
Dengan meninjau distribusi sumberdaya dapat dianalisis apakah alokasi sumberdaya yang dimiliki telah sesuai dengan rencana stratejik yang ditetapkan
Contoh:
Jumlah dana yang dibutuhkan
Tenaga yang terlibat
Peralatan yang digunakan
Jumlah bahan yang digunakan
www.dadangsolihin.com
Indikator Kinerja OUTPUT
Indikator Keluaran dijadikan landasan untuk menilai kemajuan suatu kegiatan apabila tolok ukur dikaitkan dengan sasaran kegiatan yang terdefinisi dengan baik dan terukur.
Oleh karena itu indikator ini harus sesuai dengan lingkup dan sifat kegiatan instansi.
Contoh:
Jumlah jasa/kegiatan yang direncanakan
Jumlah orang yang diimunisasi / vaksinasi
Jumlah permohonan yang diselesaikan
Jumlah pelatihan / peserta pelatihan
Jumlah jam latihan dalam sebulan
Jumlah barang yang akan dibeli/dihasilkan
Jml pupuk/obat/bibit yang dibeli
Jumlah komputer yang dibeli
Jumlah gedung /jembatan yg dibangun
meter panjang jalanyang dibangun/rehab
www.dadangsolihin.com
Indikator Kinerja OUTCOME
Pengukuran indikator Hasil seringkali rancu dengan pengukuran indikator Keluaran .
Indikator outcome lebih utama daripada sekedar output. Walaupun produk telah berhasil dicapai dengan baik, belum tentu secara outcome kegiatan telah tercapai.
Outcome menggambarkan tingkat pencapaian atas hasil lebih tinggi yang mungkin menyangkut kepentingan banyak pihak.
Dengan indikator outcome instansi dapat mengetahui apakah hasil yang telah diperoleh dalam bentuk output memang dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan memberikan kegunaan yang besar bagi masyarakat.
www.dadangsolihin.com
Contoh: Ukuran Kinerja Indikator Outcome
Jumlah/ % hasil langsung dari kegiatan
Tingkat Pemahaman peserta terhadap materi pelatihan
Indikator ini memperlihatkan pengaruh yang ditimbulkan dari manfaat yang diperoleh dari hasil kegiatan. Seperti halnya indikator manfaat, indikator dampak juga baru dapat diketahui dalam jangka waktu menengah dan panjang. Indikator dampak menunjukkan dasar pemikiran mengapa kegiatan dilaksanakan, menggambarkan aspek makro pelaksanaan kegiatan, tujuan kegiatan secara sektoral, regional dan nasional.
Contoh:
Peningkatan hal yg positif dlm jk panjang
% Kenaikan Pendapatan perkapita masyarakat
Peningkatan cadangan pangan
Peningkatan PDRB sektor tertentu
Penurunan hal yang negatif dlm jk panjang
Penurunan Tingkat kemiskinan
Penurunan Tingkat Kematian
www.dadangsolihin.com
Persyaratan Indikator Kinerja: SMART
S PESIFIC -jelas, tidak mengundang multi interpretasi
M EASUREABLE -dapat diukur (“What gets measured gets managed”)
A TTAINABLE -dapat dicapai (reasonable cost using and appropriate collection method)
R ELEVANT (information needs of the people who will use the data)
T IMELY -tepat waktu (collected and reported at the right time to influence many manage decision)
www.dadangsolihin.com
Sumber Pembuktian (Means of Verification)
How should the information be collected, eg. sample survey
What source is most appropriate?
Who should do it?
When and How often should the information be collected, analyzed & reported
What formats are required to record the data being collected?
www.dadangsolihin.com
Penutup
Setiap bangsa di seluruh dunia memiliki tujuan pembangunan yang bersifat universal.
Sudah mendesak untuk menggabungkan M&E ke dalam Siklus Manajemen Pembangunan
Dalam usaha melaksanakan pembangunan Daerah, harus memperhitungkan berbagai permasalahan yang ada serta adanya p ergeseran p aradigma d ari Government menjadi Governance
Untuk menghindari terjadinya kegagalan dalam perencanaan pembangunan daerah diperlukan suatu sistem monitoring dan evaluasi pembangunan yang berdasarkan indikator kinerja pembangunan yang SMART.
1 comments
Comments 1 - 1 of 1 previous next Post a comment