Sistem Monev Kinerja Pembangunan dan Analisa SWOT Setjen MPR-RI
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Sistem Monev Kinerja Pembangunan dan Analisa SWOT Setjen MPR-RI

on

  • 806 views

Bimtek Penyusunan Renstra Setjen MPR-RI di Ibis Slipi Hotel-Jakarta, 22 Maret 2014

Bimtek Penyusunan Renstra Setjen MPR-RI di Ibis Slipi Hotel-Jakarta, 22 Maret 2014

Statistics

Views

Total Views
806
Views on SlideShare
803
Embed Views
3

Actions

Likes
0
Downloads
13
Comments
0

1 Embed 3

http://www.slideee.com 3

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Sistem Monev Kinerja Pembangunan dan Analisa SWOT Setjen MPR-RI Sistem Monev Kinerja Pembangunan dan Analisa SWOT Setjen MPR-RI Presentation Transcript

  • dadang-solihin.blogspot.com 2
  • 33
  • Materi • Monitoring dan Evaluasi Kinerja Pembangunan • Evaluasi Program dan Kegiatan • Indikator Kinerja • Analisa SWOT Setjen MPR- RI 4dadang-solihin.blogspot.com
  • dadang-solihin.blogspot.com 5
  • dadang-solihin.blogspot.com 6
  • Definisi Monitoring • Monitoring secara umum dapat diartikan sebagai fungsi manajemen yang dilakukan pada saat kegiatan sedang berlangsung mencakup aspek-aspek antara lain: – Penelusuran pelaksanaan kegiatan dan keluarannya (fokus pada input, proses dan output) – Pelaporan tentang kemajuan – Indentifikasi masalah-masalah pengelolaan dan pelaksanaan. 7dadang-solihin.blogspot.com
  • Definisi Evaluasi • Proses menentukan nilai atau pentingnya suatu kegiatan, kebijakan, atau program. • Sebuah penilaian yang obyektif dan sistematik terhadap sebuah intervensi yang direncanakan, sedang berlangsung ataupun yang telah diselesaikan. (OECD, 2010) 8dadang-solihin.blogspot.com
  • 9 Jenis Evaluasi menurut waktu pelaksanaan Tahap Perencanaan (ex-ante):  dilakukan sebelum ditetapkannya rencana pembangunan  untuk memilih dan menentukan: 1. skala prioritas dari berbagai alternatif dan 2. kemungkinan cara mencapai tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya Tahap Pelaksanaan (on-going)  Dilaksanakan pada saat pelaksanaan program sudah selesai  Bertujuan untuk menilai hasil pelaksanaan program  Temuan utama berupa capaian-capaian dari pelaksanaan program Tahap Pasca-Pelaksanaan (ex-post)  dilaksanakan setelah pelaksanaan rencana berakhir  untuk melihat apakah pencapaian (output/ outcome/ impact) program mampu mengatasi masalah pembangunan yang ingin dipecahkan  untuk menilai: 1. efisiensi (keluaran dan hasil dibandingkan masukan), 2. efektivitas (hasil dan dampak terhadap sasaran), ataupun 3. manfaat (dampak terhadap kebutuhan) dari suatu program. dadang-solihin.blogspot.com
  • Mengapa Perlu Monev • Review perkembangan/progress • Identifikasi masalah dalam perencanan dan/atau implementasi • Membuat penyesuaian yang dapat membuat “perbedaan” • Membantu mengidentifikasi masalah dan penyebabnya • Memberikan berbagai kemungkinan solusi dalam menyelesaikan masalah • Memunculkan pertanyaan mengenai asumsi dan strategi • Mencerminkan tujuan yang akan dicapai dan bagaimana mencapainya • Memberikan informasi dan pengetahuan mendalam • Meningkatkan kemungkinan dalam membuat perubahan pembangunan yang positif 10dadang-solihin.blogspot.com
  • dadang-solihin.blogspot.com 11 Evaluasi Memberikan Informasi mengenai:  Strategi Apakah yang dilakukan sudah benar?  Operasi Apakah cara yang ditempuh sudah benar?  Pembelajaran Apakah ada cara yang lebih baik?
  • Perbedaan Monitoring dan Evaluasi Aspek Monitoring Evaluasi Tujuan Menilai kemajuan dalam pelaksanaan program yang sedang berjalan Memberikan gambaran pada suatu waktu tertentu mengenai suatu program Fokus • Akuntabilitas penyampaian input program • Dasar untuk aksi perbaikan • Penilaian keberlanjutan program • Akuntablitas penggunaan sumber daya • Pembelajaran tentang hal-hal yang dapat dilakukan lebih baik di masa yang akan datang Cakupan • Apakah pelaksanaan sesuai dengan rencana? • Apakah terdapat penyimpangan? • Apakah penyimpangan tersebut dapat dibenarkan? • Relevansi • Keberhasilan • Efektifitas biaya • Pembelajaran Waktu Pelaksanaan Dilaksanakan terus menerus atau secara berkala selama pelaksanaan program Umumnya dilaksanakan pada pertengahan atau akhir program 12dadang-solihin.blogspot.com
  • Kriteria Evaluasi 1. Relevansi 2. Efektifitas 3. Efisiensi 4. Dampak 5. Keberlanjutan dadang-solihin.blogspot.com 13
  • 14 Kriteria Evaluasi dan Logic Model Output Effectiveness Impact Efficiency Relevance Sustainability Input Project Purpose (Outcome) Overall Goal (Impact) Policy Program Project dadang-solihin.blogspot.com
  • 15 Relevansi  Sejauh mana kegiatan sejalan dengan prioritas dan kebijakan dadang-solihin.blogspot.com Policy Program Project Levels Logframe Overall Goal (Impacts) Relevance Overall Purpose (Outcome) Ouputs Inputs
  • 16 Efektivitas  Suatu ukuran sejauh mana sebuah kegiatan mencapai tujuan dadang-solihin.blogspot.com Policy Program Project Levels Logframe Overall Goal (Impacts) Effectiveness Project Purpose (Outcome) Ouputs Inputs IRR Use of Outputs
  • 17 Efisiensi  Mengukur keluaran, kualitatif dan kuantitatif, dalam hubungan dengan masukan. dadang-solihin.blogspot.com Policy Program Project Levels Logframe Overall Goal (Impacts) Efficiency Project Purpose (Outcome) Ouputs Inputs Project Period Project Cost
  • 18 Dampak  Perubahan positif dan negatif yang dihasilkan oleh sebuah intervensi pembangunan, secara langsung maupun tidak, disengaja maupun tidak dadang-solihin.blogspot.com Policy Program Project Levels Logframe Overall Goal (Impacts) Impacts Project Purpose (Outcome) Ouputs Inputs Changes in Economic, Social, and Environmental Conditions
  • 19 Keberlanjutan  Mengukur apakah manfaat suatu kegiatan dapat terus dinikmati setelah anggaran tidak diberikan lagi (dalam jangka menengah dan jangka panjang) dadang-solihin.blogspot.com Policy Program Project Levels Logframe Overall Goal (Impacts) Sustainability Project Purpose (Outcome) Ouputs Inputs Operation & Maintenance
  • 20 Penilaian Evaluasi (1) Relevance a b c (2) Effectiveness (3) Efficiency (4) Sustainability (4) Sustainability (4) Sustainability A Highly Satisfactory B Satisfactory C Moderately Satisfactory D Unsatisfactory (2) Effectiveness (3) Efficiency (4) Sustainability a b c a b c a b c a b c a b c a b c a b c a b c dadang-solihin.blogspot.com
  • Fokus Monev • monitoring dan evaluasi dapat digunakan sebagai pembelajaran dari apa yang telah dilakukan dan bagaimana hal tersebut dilakukan, dengan memfokuskan pada: – Efisiensi menggambarkan bahwa pemanfaatan input telah sesuai dengan output yang dihasilkan – Efektifitas ada ukuran apakah suatu kegiatan telah mencapai tujuan yang ditetapkan – Impact menggambarkan apakah yang telah dilakukan memberikan perbedaan terhadap masalah yang ingin diselesaikan 21dadang-solihin.blogspot.com
  • Pertanyaan Kunci Monitoring 1. Masalah apa yang timbul ? 2. Apakah proyek berjalan sesuai jadwal ? 3. Apakah proyek menghasilkan Output yang direncanakan ? 4. Apakah anggarannya sesuai dengan rencana ? 5. Apakah strateginya berjalan sesuai dengan rencana? 6. Apakah kelompok sasaran (target group) terlibat dalam aktivitas proyek ? 22dadang-solihin.blogspot.com
  • Tujuan Monitoring 1. Mengkaji apakah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan telah sesuai dengan rencana 2. Mengidentifikasi masalah yang timbul agar langsung dapat diatasi 3. Melakukan penilaian apakah pola kerja dan manajemen yang digunakan sudah tepat untuk mencapai tujuan proyek. 4. Mengetahui kaitan antara kegiatan dengan tujuan untuk memperoleh ukuran kemajuan, 5. Menyesuaikan kegiatan dengan lingkungan yang berubah, tanpa menyimpang dari tujuan. 23dadang-solihin.blogspot.com
  • Tujuan Evaluasi • Tujuan etis. Memberikan laporan pada pemimpin politik (kepala daerah) dan masyarakat tentang bagaimana sebuah kebijakan diterapkan dan hasil yang dicapai. Tujuan ini menggabungkan tujuan untuk pertanggungjawaban yang lebih baik, informatif, etika politik dan penegakkan demokrasi. • Tujuan manajerial. Mencapai pembagian keuangan dan sumber daya manusia yang lebih rasional diantara tindakan yang berbeda dan meningkatkan manajemen layanan publik. • Tujuan keputusan. Membuka jalan terhadap pembuatan keputusan untuk pelanjutan, penghentian atau perubahan sebuah kebijakan. • Tujuan pendidikan dan motivasi. Mendidik dan memotivasi pelaksana umum dan mitra kerja melalui pemahaman terhadap proses dan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh mereka sendiri. 24dadang-solihin.blogspot.com
  • Jenis Evaluasi 1. Evaluasi Formatif – Evaluasi yang fokus pada kinerja yang lebih baik (kebijakan, program atau kegiatan). – Dapat dilaksanakan untuk alasan lain misalnya pemenuhan kelengkapan sarana dan prasana, keperluan pembentukan hukum dan kebijakan, atau evaluasi kegiatan sebagai bagian dari pelaksanaan evaluasi yang lebih lengkap. 2. Evaluasi Sumatif – Evaluasi yang fokuskan pada hasil (akibat). – Evaluasi sumatif ditujukan untuk memberikan informasi tentang kegunaan sebuah program. 25dadang-solihin.blogspot.com 1/2
  • Jenis Evaluasi 3. Evaluasi Prospektif. – Evaluasi prospektif fokus pada pertanyaan: • Apakah kebijakan, program, atau kegiatan tertentu harus evaluasi? • Apakah hasil yang akan diperoleh sesuai dengan upaya atau sumberdaya yang digunakan? – Evaluasi prospektif merupakan sintesis dari informasi hasil monitoring dan penilaian dari studi awal untuk menilai kemungkinan hasil terhadap suatu kebijakan, program atau kegiatan yang baru diusulkan. 26dadang-solihin.blogspot.com 2/2
  • 27 Jenis Evaluasi menurut tujuan • Evaluasi proses: Mengkaji bagaimana program berjalan dengan fokus pada masalah penyampaian pelayanan (service delivery). • Evaluasi biaya-manfaat: Mengkaji biaya program relatif terhadap alternatif penggunaan sumberdaya & manfaat dari program. • Evaluasi dampak: Mengkaji apakah program memberikan pengaruh yg diinginkan terhadap individu, rumahtangga, masyarakat, & kelembagaan. dadang-solihin.blogspot.com
  • Tipe Evaluator 1. Evaluator Internal – Mengetahui lebih banyak tentang sejarah, organisasi, budaya, problem, keberhasilan dan sebagainya. – Menyatu dengan obyek yang dievaluasi. 2. Evaluator Eksternal – Punya kredibilitas yang lebih tinggi dan keahlian yang lebih spesifik. – Tidak terikat dengan keputusan-keputusan administratif dan keuangan. 3. Evaluator Partisipatif – Wakil dari pemerintah dan stakeholderss (termasuk penerima manfaat) bekerjasama dalam merancang dan melaksanakan evaluasi. – Metode partisipatif memungkinkan digunakan dalam evaluasi internal dan eksternal. 28dadang-solihin.blogspot.com
  • Evaluasi Internal dan External Kelebihan Kekurangan Evaluasi Internal • Evaluator cukup mengenal dengan lingkungan yang dievaluasi • Beberapa responden lebih mudah digali informasinya oleh orang dalam daripada orang luar • Biaya lebih rendah dibanding eksternal • Objektifitas tim evaluasi terhadap hasil evaluasi mungkin dapat dipengaruhi berbagai kepentingan • Tim evaluasi mungkin kurang terlatih atau memiliki kemampuan dalam bidang evaluasi Evaluasi Eksternal • Evaluasi dapat lebih objektif • Evaluator memiliki kemampuan dan keterampilan lebih dalam bidang evaluasi • Beberapa responden lebih mudah digali informasi oleh orang luar • Menggunakan evaluator eksternal dapat memberikan kredibilitas lebih terhadap hasil temuan • Evaluasi eksternal dapat memakan biaya yang besar • Evaluator eksternal mungkin salah mengerti keinginan kita terhadap apa yang ingin dievaluasi 29dadang-solihin.blogspot.com
  • Tahapan Evaluasi 1. Menetapkan apa yang akan dievaluasi – Identifikasi program/kegiatan/objek yang akan dievaluasi – Jelaskan uraian program/kegiatan/objek evaluasi – Tentukan fokus yang menjadi perhatian s.d informasinya 2. Menyusun rencana evaluasi – Susun pertanyaan evaluasi – Tetapkan informasi diperlukan untuk pertanyaan – Tentukan kriteria evaluasi – Tentukan bagaimana, dimana, kapan, dari siapa informasi didapat – Identifikasi hambatan pelaksanaan evaluasi 30dadang-solihin.blogspot.com 1/2
  • Tahapan Evaluasi 3. Pengumpulan data – Identifikasi informasi – Pilih instrumen dalam mendapatkan informasi – Pilot test untuk menguji instrumen – Susun kembali instrumen sebagai perbaikan 4. Analisis dan presentasi data – Susun metode analisis dan presentasi data – Buat kesimpulan analisis – Buat laporan hasil evaluasi – Presentasikan dan laporkan secara tertulis 5. Pengambilan keputusan – Tentukan pilihan rekomendasi – Identifikasi area evaluasi 31dadang-solihin.blogspot.com 2/2
  • Perbedaan Pendekatan Evaluasi Pendekatan Tujuan Utama Fokus Pertanyaan Metodologi Goal-based Menilai pencapaian tujuan dan sasaran • Apakah tujuan tercapai? Efisienkah? • Apakah tujuan tersebut sudah sesuai? Membandingkan baseline dan progres data, menemukan cara-cara dalam mengukur indikator Decision making Memberikan informasi • Apakah program efektif? • Perlukah dilanjutkan? • Bagaimana jika program tsb dimodifikasi? • Menilai kisaran opsi yang terkait dengan konteks proyek, input, proses dan hasil. • Membuat beberapa cara konsensus pengambilan keputusan Goal-free Menilai keseluruhan efek dari proyek baik yang diinginkan maupun yang tidak • Apakah hasil keseluruhan dari proyek? • Nilai-nilai apakah yang terdapat disana? • Determinasi independen akan kebutuhan dan ukuran dalam menilai kelayakan proyek. • Teknik kualitatif dan kuantitatif dalam menemukan berbagai kemungkinan hasil. Expert judgement Penggunaan keahlian Bagaimana ahli external menilai proyek ini? Review kritis berdasarkan pengalaman, survey informal dan wawasan mendalam yang subjektif 32dadang-solihin.blogspot.com
  • Sistem Evaluasi dadang-solihin.blogspot.com 33 Terdapat tiga aspek dalam sistem evaluasi: 1. Perencanaan evaluasi 2. Pelaksanaan evaluasi 3. Pemanfaatan hasil evaluasi
  • Perencanaan Evaluasi 1. Melakukan penilaian kesiapan yaitu sebuah kerangka kerja analitis untuk menilai kemampuan dari organisasi dalam melakukan Monitoring dan Evaluasi terhadap “tujuan pembangunan” yang terdapat dalam dokumen perencanaan. 2. Sepakat atas hasil yang dimonitor dan dievaluasi Kesepakatan dalam perumusan “hasil” ditekankan dalam langkah kedua ini karena membuat tujuan yang diharapkan dari tindakan pemerintah menjadi jelas. 34dadang-solihin.blogspot.com 1/2
  • Perencanaan Evaluasi 3. Pemilihan indikator kunci untuk memantau hasil – indikator diperlukan untuk memenuhi tuntutan masyarakat agar pemerintah lebih responsif terhadap usulan konkret masyarakat; – indikator bermanfaat untuk menunjukkan akuntabilitas kepada masyarakat tentang capaian pemerintah; – indikator berguna sebagai cara untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan. 4. Pengumpulan Baseline Data untuk indikator – data yang berguna untuk menentukan posisi kita sekarang secara terukur. 5. Rencana perbaikan-pemilihan sasaran nyata target – Rencana perbaikan terhadap hasil program, kegiatan dan kebijakan diinginkan membutuhkan “target”. – Target adalah tingkatan indikator yang dapat dihitung dan diinginkan oleh pemerintah dan pemerintah daerah untuk dicapai pada waktu tertentu. 35dadang-solihin.blogspot.com 2/2
  • Pelaksanaan Evaluasi 1. Monitoring hasil – Terpilah dua yaitu monitoring dan Evaluasi hasil (terhadap hasil dan dampak) dan M&E pelaksanaan (terhadap masukan, kegiatan dan keluaran). 2. Pelaksanaan evaluasi – Memusatkan perhatian pada peran penting evaluasi sebagai pelengkap informasi tentang masukan dan keluaran. – Meskipun disisi lain, monitoring telah membuka wawasan tentang apa yang dilakukan untuk mencapai hasil dan masukan. 3. Analisa dan pelaporan data – Langkah penting untuk menentukan temuan mana yang akan dilaporkan; kepada siapa laporan P&E ditujukan; dalam format apa dan dengan jeda waktu bagaimana. 36dadang-solihin.blogspot.com
  • Pemanfaatan Hasil Evaluasi 1. Pemanfaatan temuan – Sistem Monev menghasilkan dan menyampaikan informasi berbasis hasil kepada pengguna yang tepat di dalam pemerintahan. 2. Mempertahankan sistem Monitoring dan Evaluasi dalam organisasi – Upaya pengembangan sistem Monev berbasis hasil dalam organisasi pemerintah membutuhkan proses jangka panjang terutama guna memastikan pengambil keputusan benar-benar mempertahankan dan memanfaatkan Monev. 37dadang-solihin.blogspot.com
  • Kondisi Saat Ini dan Harapan Ke Depan dadang-solihin.blogspot.com 38  Monev hanya untuk kepentingan instansi/lembaga lain yang lebih superior  Sistem merupakan bagian dari sub- ordinasi  Menjadi beban Lembaga  Bagian dari kewajiban  Tidak ada reward tapi hanya ada punishment  Tidak adanya keterkaitan antara evaluasi dan perencanaan ke depan  Tidak adanya implikasi/dampak dari pelaksanaan kegiatan evaluasi dengan perencanaan  Sangat Mahal (Biaya dan Waktu)  Monev untuk kepentingan Lembaga sendiri  Sistem yang baku untuk kepentingan nasional dilengkapi dengan kekhasan lokal.  Menjadi kebutuhan  Bagian dari akuntabilitas dan dibuka kepada publik  Menjadi bahan masukan perencanaan ke depan  Ada reward dan punishment berdasar indikator yang jelas Kondisi Saat Ini Harapan Ke Depan
  • 39 Kerangka Konseptual Evaluasi • Menjadi bagian dari desain program • Perencanaan yg baik sejak awal • Dukungan dari pemangku kepentingan • Menjadi bagian dari tanggung jawab pemimpin program • Alokasi sumber daya yg memadai dadang-solihin.blogspot.com
  • Kriteria Evaluasi dadang-solihin.blogspot.com 40  Relevansi Sejauh mana kegiatan sejalan dengan prioritas dan kebijakan  Efektifitas Suatu ukuran sejauh mana sebuah kegiatan mencapai tujuan  Efisiensi Mengukur keluaran, kualitatif dan kuantitatif, dalam hubungan dengan masukan.  Dampak Perubahan positif dan negatif yang dihasilkan oleh sebuah intervensi pembangunan, secara langsung maupun tidak, disengaja maupun tidak  Keberlanjutan Mengukur apakah manfaat suatu kegiatan dapat terus dinikmati setelah anggaran tidak diberikan lagi.
  • dadang-solihin.blogspot.com 41
  • Reformasi Sistem Penganggaran PARADIGMA LAMA PARADIGMA BARU Visi:  Melaksanakan rencana pembangunan lima tahunan berdasarkan GBHN Visi:  Melaksanakan program kerja Presiden/KDH terpilih Misi:  Penyelenggaraan pemerintahan umum dan pembangunan  Penganggaran berdasarkan pendekatan menurut pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan Misi:  Pelaksanaan kerangka regulasi, kerangka investasi, dan pelayanan publik yang di tuangkan dalam RKP/D  Anggaran disusun berdasarkan RKP/D dengan mempertimbang- kan kemampuan keuangan negara 42dadang-solihin.blogspot.com 1/2
  • Reformasi Sistem Penganggaran dadang-solihin.blogspot.com 43 Penganggaran Berbasis: 1. Pengeluaran Rutin 2. Pengeluaran Pembangunan Paradigma Lama Penganggaran dengan Pendekatan: 1. Penganggaran Berbasis Kinerja 2. Kerangka Penganggaran Jangka Menengah 3. Anggaran Terpadu Paradigma Baru 2/2
  • Penganggaran Berbasis Kinerja (PBK) dadang-solihin.blogspot.com 44 Tujuan 1. Menunjukan keterkaitan antara pendanaan dan prestasi kinerja yang akan dicapai (directly linkages between performance and budget); 2. Meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam penganggaran (operational efficiency); 3. Meningkatkan fleksibilitas dan akuntabilitas unit kerja dalam melaksanakan tugas dan pengelolaan anggaran (more flexibility and accountability). Landasan Konseptual 1. Alokasi anggaran berorientasi pada kinerja (output and outcome oriented); 2. Fleksibilitas pengelolaan anggaran dengan tetap menjaga prinsip akuntabilitas (let the manager manages); 3. Alokasi anggaran program/kegiatan didasarkan pada tugas-fungsi unit kerja yang dilekatkan pada stuktur organisasi (Money follow function). Tujuan Landasan Konseptual
  • Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (KPJM) dadang-solihin.blogspot.com 45 Tujuan 1. Pengalokasian sumber daya anggaran yang lebih efisien (allocative efficiency) 2. Meningkatkan kualitas perencanaan penganggaran (to improve quality of planning) 3. Lebih fokus terhadap pilihan kebijakan prioritas (best policy option) 4. Meningkatkan disiplin fiskal (fiscal dicipline) 5. Menjamin adanya kesinambungan fiskal (fiscal sustainability) Landasan Konseptual 1. Penerapan sistem rolling budget 2. Mempunyai baseline (angka dasar) 3. Adanya mekanisme penyesuaian angka dasar 4. Penetapan Parameter 5. Adanya mekanisme usulan tambahan anggaran bagi kebijakan baru (additional budget for new initiatives) Tujuan Landasan Konseptual
  • Penganggaran Secara Terpadu • Semua kegiatan instansi pemerintah disusun secara terpadu, termasuk mengintegrasikan anggaran belanja rutin dan anggaran belanja pembangunan. • Tahapan yang diperlukan sebagai bagian upaya jangka panjang untuk membawa penganggaran menjadi lebih transparan, dan memudahkan penyusunan dan pelaksanaan anggaran yang berorientasi kinerja. • Dalam kaitan dengan menghitung biaya input dan menaksir kinerja program, sangat penting untuk mempertimbangkan secara simultan biaya secara keseluruhan, baik yang bersifat investasi maupun biaya yang bersifat operasional. 46dadang-solihin.blogspot.com
  • (R)APBN Prakiraan Maju Implikasi anggaran KPJM Prakiraan Maju Kebijakan ditetapkan sbg baseline 2012 2013 2014 2011 APBN 2011 T0 RAPBN 2012 T+1 Prakiraan Maju 2013 T+2 Prakiraan Maju 2014 T+3 REALISASI 2011 T-1 APBN 2012 T0 RAPBN 2013 T+1 Prakiraan Maju 2014 T+2 Prakiraan Maju 2015 T+3 TA 2011 dan KPJM 2012 - 2014 TA 2012 dan KPJM 2013 - 2015 Rolling Budget 47 KPJM : Ilustrasi dan Cara Kerja dadang-solihin.blogspot.com
  • Prakiraan Maju Kegiatan On-going Kegiatan Ad-hoc Multi- years Project Target Tahunan yg berbeda Angka Prakiraan Maju untuk tahun- tahun berikutnya dihitung berdasarkan: • alokasi anggaran pada tahun berjalan • disesuaikan dengan tingkat inflasi yang digunakan dalam APBN Angka Prakiraan Maju untuk tahun-tahun berikutnya dihitung berdasarkan formula/ model yang telah ditetapkan sesuai dengan karakteristik masing-masing kegiatan 48 Penghitungan Prakiraan Maju dalam KPJM Catatan : Hasil penghitungan prakiraan maju akan menjadi baseline pada tahun ybs. dadang-solihin.blogspot.com
  • Indikator Kinerja • Indikator Kinerja merupakan alat ukur untuk menilai keberhasilan suatu program atau kegiatan. • Indikator Kinerja yang digunakan terdiri dari: – Key Performance Indicator (KPI) diterjemahkan sebagai Indikator Kinerja Utama Program (IKU Program) untuk menilai kinerja program, – Indikator Kinerja Kegiatan (IK Kegiatan) untuk menilai kinerja kegiatan, dan – Indikator Keluaran untuk menilai kinerja subkegiatan (tingkatan di bawah kegiatan). dadang-solihin.blogspot.com 49
  • Standar Biaya • Standar biaya merupakan alat bantu untuk penyusunan anggaran; • Standar biaya merupakan kebutuhan anggaran yang paling efisien untuk menghasilkan keluaran. • Perubahan jumlah/ angka standar biaya dimungkinkan karena adanya perubahan parameter yang dijadikan acuan. Parameter tersebut dapat berupa angka inflasi, keadaan kondisi darurat (force majeur), atau hal lain yang ditetapkan sebagai parameter; • Standar biaya dikaitkan dengan Standar Pelayanan Minimal. dadang-solihin.blogspot.com 50
  • Evaluasi Kinerja • Evaluasi kinerja merupakan proses penilaian dan pengungkapan masalah implementasi kebijakan untuk memberikan umpan balik bagi peningkatan kualitas kinerja, baik dari sisi efisiensi dan efektivitas dari suatu program/kegiatan. • Cara pelaksanaan evaluasi dapat dilakukan dengan cara membandingkan hasil terhadap target (dari sisi efektivitas) dan realisasi terhadap rencana pemanfaatan sumber daya (dilihat dari sisi efisiensi). • Hasil evaluasi kinerja merupakan umpan balik (feed back) bagi organisasi untuk memperbaiki kinerjanya. dadang-solihin.blogspot.com 51
  • dadang-solihin.blogspot.com 52
  •  Indikator adalah variabel-variabel yang mengindikasi atau memberi petunjuk kepada kita tentang suatu keadaan tertentu, sehingga dapat digunakan untuk mengukur perubahan (Green, 1992). 53dadang-solihin.blogspot.com Pengertian Indikator
  • Pengertian Kinerja  Gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi, dan visi organisasi (LAN, 1999:3)  Outcome hasil kerja keras organisasi dalam mewujudkan tujuan stratejik yang ditetapkan organisasi, kepuasan pelanggan serta kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi masyarakat (Kane dan Johnson, 1995)  Perilaku berkarya, penampilan atau hasil karya. Oleh karena itu kinerja merupakan bentuk bangunan yang multi dimensional, sehingga cara mengukurnya sangat bervariasi tergantung pada banyak faktor (Bates dan Holton 1995). dadang-solihin.blogspot.com 54
  • Pengertian Indikator Kinerja  Indikator Kinerja adalah uraian ringkas dengan menggunakan ukuran kuantitatif atau kualitatif yang mengindikasikan pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah disepakati dan ditetapkan KEGUNAAN  dasar penilaian kinerja, baik dalam tahap perencanaan (ex-ante), pelaksanaan (on-going), maupun setelahnya (ex-post)  petunjuk kemajuan dalam rangka mencapai tujuan atau sasaran dadang-solihin.blogspot.com 55
  • Fungsi Indikator Kinerja • Memperjelas tentang; what, how, who, and when suatu kegiatan dilaksanakan • Menciptakan konsensus yang dibangun oleh stakeholders • Membangun dasar pengukuran, analisis, dan evaluasi kinerja program pembangunan dadang-solihin.blogspot.com 56
  • Kedudukan Indikator Kinerja dadang-solihin.blogspot.com 57 Perencanaan Pelaksanaan monitoring dan Evaluasi Indikator Kinerja KuantitatifKualitatif Sasaran dan Tujuan
  • Kriteria Penyusunan Indikator Kinerja 1. Relevant: indikator terkait secara logis dan langsung dengan tugas institusi, serta realisasi tujuan dan sasaran strategis institusi; 2. Well-defined: definisi indikator jelas dan tidak bermakna ganda sehingga mudah untuk dimengerti dan digunakan; 3. Measurable: indikator yang digunakan diukur dengan skala penilaian tertentu yang disepakati, dapat berupa pengukuran secara kuantitas, kualitas atau harga. – Indikator Kuantitas diukur dengan satuan angka dan unit – Contoh Indikator Kuantitas: jumlah penumpang internasional yang masuk melalui pelabuhan udara dan pelabuhan laut. dadang-solihin.blogspot.com 58 1/3
  • Kriteria Penyusunan Indikator Kinerja – Indikator Kualitas menggambarkan kondisi atau keadaan tertentu yang ingin dicapai (melalui penambahan informasi tentang skala/tingkat pelayanan yang dihasilkan) – Contoh Indikator Kualitas: Proporsi kedatangan penumpang internasional yang diproses melalui imigrasi dalam waktu 30 menit. – Indikator Harga mencerminkan kelayakan biaya yang diperlukan untuk mencapai sasaran kinerja. – Contoh Indikator Harga: Biaya pemrosesan imigrasi per penumpang. 4. Appropriate: indikator yang dipilih harus sesuai dengan upaya peningkatan pelayanan/kinerja dadang-solihin.blogspot.com 59 2/3
  • Kriteria Penyusunan Indikator Kinerja 5. Reliable: indikator yang digunakan akurat dan dapat mengikuti perubahan tingkatan kinerja; 6. Verifiable: memungkinkan proses validasi dalam sistem yang digunakan untuk menghasilkan indikator; 7. Cost-effective: kegunaan indikator sebanding dengan biaya pengumpulan data. dadang-solihin.blogspot.com 60 3/3
  • Logic Model Theory dadang-solihin.blogspot.com 61 Hasil pembangunan yang  diperoleh dari  pencapaian  outcome Apa yang ingin  diubahDAMPAK Manfaat yang diperoleh dalam  jangka menengah untuk  beneficieries tertentu sebagai  hasil dari output Apa yang ingin  dicapai OUTCOME Produk/barang/jasa akhir yang  dihasilkan Apa yang dihasilkan  (barang) atau  dilayani (jasa) OUTPUT Proses/kegiatan   menggunakan input   menghasilkan output yang  diinginkan Apa yang  dikerjakan KEGIATAN Sumberdaya yang memberikan  kontribusi dalam  menghasilkan output Apa yang  digunakan dalam  bekerja INPUT Metode Pelaksanaan MetodePenyusunan Sumber : Framework for Managing Programme Performance Information, National Treasury, Republic of South Africa, May 2007
  • Indikator Kinerja INPUT • Indikator ini mengukur jumlah sumberdaya seperti anggaran (dana), SDM, peralatan, material, dan masukan lainnya yang dipergunakan untuk melaksanakan kegiatan. • Dengan meninjau distribusi sumberdaya dapat dianalisis apakah alokasi sumberdaya yang dimiliki telah sesuai dengan rencana stratejik yang ditetapkan Contoh: • Jumlah dana yang dibutuhkan • Tenaga yang terlibat • Peralatan yang digunakan • Jumlah bahan yang digunakan dadang-solihin.blogspot.com 62
  • Indikator Kinerja OUTPUT • Indikator Keluaran dijadikan landasan untuk menilai kemajuan suatu kegiatan apabila tolok ukur dikaitkan dengan sasaran kegiatan yang terdefinisi dengan baik dan terukur. • Oleh karena itu indikator ini harus sesuai dengan lingkup dan sifat kegiatan instansi. Contoh: • Jumlah jasa/kegiatan yang direncanakan – Jumlah orang yang diimunisasi/ vaksinasi – Jumlah permohonan yang diselesaikan – Jumlah pelatihan/ peserta pelatihan – Jumlah jam latihan dalam sebulan • Jumlah barang yang akan dibeli/dihasilkan – Jml pupuk/obat/bibit yang dibeli – Jumlah komputer yang dibeli – Jumlah gedung/jembatan yg dibangun – meter panjang jalanyang dibangun/rehab dadang-solihin.blogspot.com 63
  • Indikator Kinerja OUTCOME • Pengukuran indikator Hasil seringkali rancu dengan pengukuran indikator Keluaran. • Indikator outcome lebih utama daripada sekedar output. Walaupun produk telah berhasil dicapai dengan baik, belum tentu secara outcome kegiatan telah tercapai. • Outcome menggambarkan tingkat pencapaian atas hasil lebih tinggi yang mungkin menyangkut kepentingan banyak pihak. • Dengan indikator outcome instansi dapat mengetahui apakah hasil yang telah diperoleh dalam bentuk output memang dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan memberikan kegunaan yang besar bagi masyarakat. dadang-solihin.blogspot.com 64
  • Contoh: Ukuran Kinerja Indikator Outcome • Jumlah/ % hasil langsung dari kegiatan – Tingkat Pemahaman peserta terhadap materi pelatihan – tingkat kepuasan dari pemohon/pasien (costumer) – kemenangan tim dlm setiap pertandingan • Peningkatan langsung hal-hal yg positif – kenaikan prestasi kelulusan siswa – peningkatan daya tahan bangunan – Penambahan daya tampung siswa • Penurunan langsung hal-hal yang negatif – Penurunan Tingkat Kemacetan – Penurunan Tingkat Pelanggaran Lalu lintas dadang-solihin.blogspot.com 65
  • 66 Menentukan Indikator OutcomeMenentukan Indikator Outcome dadang-solihin.blogspot.com 1. Indikator outcome mencerminkan indikator output terpenting Indikator outcome : 1. Indikator output 1a 2. Indikator output 2b, 2c 3. Indikator output 3b 4. Indikator output 4a OUTPUT 2 Indikator 2a Indikator 2b Indikator 2c OUTPUT 1 Indikator 1a Indikator 1b Indikator 1c OUTPUT 3 Indikator 3a Indikator 3b Indikator 3c OUTPUT 4 Indikator 4a Indikator 4b Indikator 4c OUTCOME 1/3
  • 67dadang-solihin.blogspot.com 2. Indikator outcome merupakan composite index dari indikator output – Indeks gabungan (composite indexes) diperoleh dengan membobot output OUTPUT 2 Indikator : (Ptb) OUTPUT 1 Indikator : (Pta) OUTPUT 3 Indikator : (Ptc) In 0) OUTCOME Indikator : (I = (∑Pt / ∑Pt-1) x 100) Menentukan Indikator OutcomeMenentukan Indikator Outcome 2/3
  • 68dadang-solihin.blogspot.com 3. Indikator outcome merupakan hasil Survei – Indikator output harus mendukung pencapaian outcome, meskipun tidak terkait langsung dalam penyusunan indikator outcome OUTCOME (mis : IHSG, IPM, APK) OUTPUT 3 Indikator output OUTPUT 2 Indikator output OUTPUT 1 Indikator output Menentukan Indikator OutcomeMenentukan Indikator Outcome 3/3
  • Indikator Kinerja IMPACT • Indikator ini memperlihatkan pengaruh yang ditimbulkan dari manfaat yang diperoleh dari hasil kegiatan. • Seperti halnya indikator manfaat, indikator dampak juga baru dapat diketahui dalam jangka waktu menengah dan panjang. • Indikator dampak menunjukkan dasar pemikiran mengapa kegiatan dilaksanakan, menggambarkan aspek makro pelaksanaan kegiatan, tujuan kegiatan secara sektoral, regional dan nasional. Contoh: • Peningkatan hal yg positif dlm jk panjang – % Kenaikan Pendapatan perkapita masyarakat – Peningkatan cadangan pangan – Peningkatan PDRB sektor tertentu • Penurunan hal yang negatif dlm jk panjang – Penurunan Tingkat kemiskinan – Penurunan Tingkat Kematian dadang-solihin.blogspot.com 69
  • Menentukan Target Kinerja • Specific: sifat dan tingkat kinerja dapat diidentifikasi dengan jelas; • Measurable: target kinerja dinyatakan dengan jelas dan terukur baik bagi indikator yang dinyatakan dalam bentuk kuantitas, kualitas dan biaya; • Achievable: target kinerja dapat dicapai terkait dengan kapasitas dan sumber daya yang ada; • Relevant: mencerminkan keterkaitan (relevansi) antara target output dalam rangka mencapai target outcome yang ditetapkan; serta antara target outcome dalam rangka mencapai target impact yang ditetapkan; dan • Time Bond: waktu/periode pencapaian kinerja ditetapkan. dadang-solihin.blogspot.com 70
  • Informasi Indikator Kinerja 1. Nama indikator: mengidentifikasi nama dan kategori indikator (indikator outcome, output atau mainstreaming); 2. Tujuan/kepentingan: menjelaskan apa yang ingin dicerminkan dari sebuah indikator dan mengapa itu penting; 3. Metode penghitungan: menggambarkan cara penghitungan indikator (jika indikator yang digunakan merupakan hasil perhitungan dari data/informasi yang dikumpulkan); 4. Tipe penghitungan: mengidentifikasi sifat indikator kinerja (bersifat kumulatif atau non-kumulatif); 5. Indikator baru: mengidentifikasi indikator baru atau indikator lama yang berubah sasaran kinerjanya dibanding tahun sebelumnya; dadang-solihin.blogspot.com 71 1/3
  • Informasi Indikator Kinerja 6. Kinerja yang diharapkan: mengidentifikasikan tingkat dan arah kinerja yang diharapkan; 7. Standar indikator: mengidentifikasi standar kinerja yang dapat diterima (benchmark); 8. Penanggungjawab indikator: mengidentifikasi unit organisasi penanggungjawab dalam pendefinisian, analisis data, interpretasi dan pelaporan indikator; 9. Pengelola data indikator: mengidentifikasi unit organisasi penanggungjawab dalam memastikan data indikator telah terkumpul dan tersedia sesuai jadwal; 10. Waktu pelaksanaan pengumpulan data indikator: tanggal yang ditetapkan untuk memulai pengumpulan data indikator; dadang-solihin.blogspot.com 72 2/3
  • Informasi Indikator Kinerja 11. Jadwal pelaporan: mengidentifikasi jadwal pelaporan indikator (apakah dilaporkan pertigabulan, persemester atau pertahun); 12. Sumber pengumpulan data: menggambarkan darimana data/informasi didapat dan bagaimana pengumpulannya; dan 13. Hambatan pengumpulan data: mengidentifikasi hambatan pengumpulan data/informasi terkait pengukuran kinerja. dadang-solihin.blogspot.com 73 3/3
  • 74dadang-solihin.blogspot.com
  • Analisis SWOT • Suatu proses merinci keadaan lingkungan internal dan eksternal. • Guna mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan organisasi ke dalam kategori Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats, • Sebagai dasar untuk menentukan tujuan dan sasaran, serta strategi mencapainya. • Sehingga organisasi memiliki keunggulan meraih masa depan yang lebih baik. dadang-solihin.blogspot.com 75
  • Kerangka Analisis SWOT dadang-solihin.blogspot.com 76 IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR KEBERHASILAN PENILAIAN FAKTOR-FAKTOR KEBERHASILAN FAKTOR KUNCI KEBERHASILAN & PETA POSISI KEKUATAN MERUMUSKAN DAN MENENTUKAN TUJUAN MENENTUKAN SASARAN DAN KINERJA MENYUSUN STRATEGI DAN KEGIATAN RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN MONITORING, EVALUASI DAN PELAPORAN
  • Konsep Analisis SWOT  Siapa mengetahui keadaan medan kekuatan dan peluang yang dapat dimanfaatkan serta kelemahan diri sendiri dan ancaman akan memenangkan pertempuran.  Siapa yang dapat memadukan atau menciptakan: dadang-solihin.blogspot.com 77 1. Strength (Kekuatan) dengan Opportunities (Peluang), dan 2. Meminimalkan Kelemahan (Weakness) dan Ancaman (Threath) Akan memiliki keunggulan meraih sukses yang lebih besar.
  • Teknik Analisis SWOT  Faktor Internal  Faktor-faktor yang ada dalam kontrol atau kewenangan dan tanggung jawab unit yang dipimpin.  Faktor Eksternal  Faktor-faktor yang tidak berada dalam kontrol atau kewenangan dan tanggung jawab unit yang dipimpin dadang-solihin.blogspot.com 78
  • Identifikasi Faktor Internal dadang-solihin.blogspot.com 79 • Teknik Brainstorming • Observasi atau telaahan dokumen atau catatan dalam lembar periksa • Hasil dikelompokan atau diklasifikasikan dalam kategori : • Kekuatan / Strength • Kelemahan / Weaknesses • Faktor internal: 1. Kemampuan melaksanakan atau menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan misi. 2. Sumberdaya yang tersedia dan kondisinya, manusia, material, alat dan teknologi, metode, serta dana. 3. Hubungan kerja 4. Data 5. Informasi, dan lain-lain • Bila mendukung penyelesaian tugas/ pencapaian misi, dikategorikan kekuatan/ strength. • Bila tidak mendukung penyelesaian tugas/terbatas dikategorikan kelemahan/ weaknesses.
  • Identifikasi Faktor Eksternal dadang-solihin.blogspot.com 80 Faktor Eksternal : • Sumberdaya Manusia • Bahan • Pemasok • Pelanggan • Teknologi • Globalisasi • Lingkungan Bersifat Umum Opportunities/Peluang: • Faktor di luar lingkungan organisasi yang memberikan manfaat dikemudian hari dalam mencapai misi. Threats/Ancaman: • Faktor di luar lingkungan organisasi yang dinilai tidak mendatangkan manfaat, atau • Kondisi yang menghalangi atau menimbulkan resiko kegagalan dalam mencapai misi.
  • Penilaian Faktor Keberhasilan dadang-solihin.blogspot.com 81 • Untuk menentukan faktor keberhasilan misi sebagai faktor-faktor strategis, perlu dilakukan penilaian terhadap setiap faktor teridentifikasi. • Faktor strategis bila memiliki nilai lebih dari faktor lain. • Faktor kunci keberhasilan: faktor yang memberikan nilai dukungan tinggi dan keterkaitan tinggi terhadap keberhasilan organisasi sekarang dan yang akan datang.
  • Aspek yang Dinilai 1. Urgensi Faktor terhadap Misi : • NU: Nilai Urgensi • BF: Bobot Faktor 2. Dukungan Faktor terhadap Misi : • N D : Nilai Dukungan • NBD : Nilai Bobot Dukungan 3. Keterkaitan Faktor terhadap Misi : • NK : Nilai Keterkaitan • NRK : Nilai Rata-rata Keterkaitan • NBK : Nilai Bobot Keterkaitan dadang-solihin.blogspot.com 82
  • Cara Penilaian dadang-solihin.blogspot.com 83  Penilaian dilakukan secara kualitatif yang dikuantitatifkan  Model skala nilai : nilai yang diberikan pada suatu faktor secara kualitatif, seperti : 1. Buruk 2. Kurang 3. Cukup 4. Baik 5. Sangat baik  Skala yang dianjurkan rensis likert dalam menilai urgensi, dukungan dan keterkaitan faktor internal dan eksternal dalam mencapai misi digunakan skala nilai 1 – 5. Dikonversikan ke dalam Angka
  • Analisa SWOT dadang-solihin.blogspot.com 84 Threats (Ancaman) Threats (Ancaman) Weaknesses (Kelemahan) Weaknesses (Kelemahan) Strengths (Kekuatan) Strengths (Kekuatan) Strategi ST Gunakan kekuatan untuk menghindari atau mengatasi ancaman Strategi ST Gunakan kekuatan untuk menghindari atau mengatasi ancaman Strategi WT Minimalkan kelemahan dan hindari ancaman Strategi WT Minimalkan kelemahan dan hindari ancaman Strategi WO Atasi kelemahan dengan memanfaatkan peluang Strategi WO Atasi kelemahan dengan memanfaatkan peluang Strategi SO Gunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang Strategi SO Gunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang Opportunities (Peluang) Opportunities (Peluang) INTERNALINTERNAL EKSTERNAL
  • Visi Setjen MPR-RI “Profesional, Modern, dan Akuntabel dalam Melayani MPR–RI” 85dadang-solihin.blogspot.com
  • Strengths (Kekuatan) dadang-solihin.blogspot.com 86 No Strength (Kekuatan) NU BF NUxBF 1 Adanya dukungan anggaran yang memadai 5 60 300 2 Ketersediaan sarana dan prasarana 2 15 30 3 Adanya tugas dan fungsi yang jelas 4 10 40 4 Tersedianya beberapa SDM yang berkualitas 3 10 30 5 Memiliki ciri khas kelembagaan yang unik 1 5 5 Jumlah 100 405
  • Weaknesses (Kelemahan) dadang-solihin.blogspot.com 87 No Weaknesses (Kelemahan) NU BF NUxBF 1 Rendahnya managemen SDM 4 20 80 2 Masih belum tersedianya aturan-aturan dasar seperti Anjab, SOP, dll. 2 3 6 3 Adaya disorientasi dalam bekerja : Seringnya Pejabat dan Pegawai jarang ditempat 5 60 300 4 Kurangnya koordinasi antar unit 3 15 45 5 Kurangnya pemanfaatan IT yang sudah tersedia 1 2 2 Jumlah 100 433
  • Opportunities (Peluang) dadang-solihin.blogspot.com 88 No Opportunities (Peluang) NU BF NUxBF 1 Adanya dasar hukum yang jelas 5 50 250 2 Adanya dukungan dari Anggota 3 15 45 3 Adanya permintaan dan perhatian dari masyarakat terhadap MPR 4 20 80 4 Adanya kunjungan tamu undangan dari dalam dan luar negeri 1 5 5 5 Adanya penilaian kinerja (rewards) dari instansi lain 2 10 20 Jumlah 100 400
  • Threats (Ancaman) dadang-solihin.blogspot.com 89 No Threats (Ancaman) NU BF NUxBF 1 Adanya campur tangan dari Anggota 5 50 250 2 Adanya amandemen pelemahan MPR 2 10 20 3 Adanya rencana penghapusan Setjen MPR 4 20 80 4 Adanya ketidakjelasan standarisasi tunjangan kinerja dalam remunerasi 3 10 30 5 Kurangnya koordinasi antar Sekretariat lembaga parlemen 1 10 10 Jumlah 100 390
  • Strategi Apa yang akan Diterapkan? dadang-solihin.blogspot.com 90 1. Strategi SO Gunakan Kekuatan untuk Memanfaatkan Peluang 2. Strategi WO Atasi Kelemahan dengan Memanfaatkan Peluang 3. Strategi ST Gunakan Kekuatan untuk Menghindari atau Mengatasi Ancaman 4. Strategi WT Minimalkan Kelemahan dan Hindari Ancaman
  • Strategi Apa yang akan Diterapkan? dadang-solihin.blogspot.com 91 1. Strategi SO  S + O = 405 + 400 = 805 2. Strategi WO  W + O = 433 + 400 = 833 3. Strategi ST  S + T = 405 + 390 = 795 4. Strategi WT  W + T = 433 + 390 = 823
  • Kesimpulan: Hasil Environmental Scanning dadang-solihin.blogspot.com 92 1. Rendahnya managemen SDM 2. Masih belum tersedianya aturan-aturan dasar seperti Anjab, SOP, dll. 3. Adaya disorientasi dalam bekerja : Seringnya Pejabat dan Pegawai jarang ditempat 4. Kurangnya koordinasi antar unit 5. Kurangnya pemanfaatan IT yang sudah tersedia 6. Adanya dasar hukum yang jelas 7. Adanya dukungan dari Anggota 8. Adanya permintaan dan perhatian dari masyarakat terhadap MPR 9. Adanya kunjungan tamu undangan dari dalam dan luar negeri 10. Adanya penilaian kinerja (rewards) dari instansi lain
  • Kesimpulan: Strategi WO Atasi Kelemahan dengan memanfaatkan Peluang 1. Kelemahan: – Rendahnya managemen SDM – Masih belum tersedianya aturan-aturan dasar seperti Anjab, SOP, dll. – Adaya disorientasi dalam bekerja : Seringnya Pejabat dan Pegawai jarang ditempat – Kurangnya koordinasi antar unit – Kurangnya pemanfaatan IT yang sudah tersedia 2. Peluang: – Adanya dasar hukum yang jelas – Adanya dukungan dari Anggota – Adanya permintaan dan perhatian dari masyarakat terhadap MPR – Adanya kunjungan tamu undangan dari dalam dan luar negeri – Adanya penilaian kinerja (rewards) dari instansi lain dadang-solihin.blogspot.com 93
  • Tim Perumus SWOT Setjen MPR-RI– 22 Maret 2014 dadang-solihin.blogspot.com 94 1. Muhamad Jaya, S.IP., M.Si. 2. Usep Supriatna, S.Sos., M.Si. 3. Tri Ernawati, S.Sos., M.Si. 4. Anwar Syaddad, S.E., M.M. 5. Titin Hartini, S.Sos. 6. Kartika Indriati S., S.E. 7. Rharas Esthining Palupi, S.H., M.H. 8. Dedy Sofyan Hernowo, S.H. 9. Fajar Supriatna, S.IP. 10. Rika Halimah, S.Sos 11. Endang Ita 12. Susan Andriyani, S.E., M.H. 13. Yuni Wahyuni Widowati, S.E. 14. Rindra Budi Priyatmo, S.H. 15. Rosy Romadiana P., S.IP. 16. Bayu Nugroho, S.H. 17. Deby Wijayanti, S.E. 18. Sutanto, S.AB. 19. Rahma Arifa, S.AP. 20. Nurul Qomariyah, A.Md. 21. Rendy Alvaro, S.Sos. 22. Puji Astuti Murti, S.AB. 23. Sri Kurniasih, A.Md. 24. Agung Prabowo
  • 95dadang-solihin.blogspot.com