• Save
Perencanaan dan Pelaku Pembangunan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share

Perencanaan dan Pelaku Pembangunan

  • 10,099 views
Uploaded on

Pembangunan bertujuan akhir meningkatkan harkat dan martabat manusia

Pembangunan bertujuan akhir meningkatkan harkat dan martabat manusia

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
10,099
On Slideshare
10,075
From Embeds
24
Number of Embeds
2

Actions

Shares
Downloads
0
Comments
0
Likes
5

Embeds 24

http://www.slideshare.net 13
http://nazipawati.blogspot.com 11

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Musrenbang RPJPD Kabupaten Kutai Kartanegara Tenggarong, 30 Januari 2008 Perencanaan dan Pelaku Pembangunan Drs. H. Dadang Solihin, MA Direktur Sistem dan Pelaporan Evaluasi Kinerja Pembangunan-Bappenas BAPPENAS
  • 2. File Presentasi ini bisa didownload di
    • http://www.ziddu.com/download/4075908/2008_003_Kukar_RPJP.pdf.html
    www.dadangsolihin.com
  • 3. Materi
    • Pola Perubahan y ang Sedang Terjadi
    • Paradigma Pembangunan
    • Pergeseran Paradigma: F rom Government to Governance
    • Pelaku Pembangunan: Paradigma Governance
    • Pelaku Pembangunan: Stakeholders
    • Troika: Pola Hubungan a ntara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, d an Masyarakat
    • Perencanaan
    • Fungsi / Manfaat Perencanaan
    • Syarat Perencanaan
    • Tujuan dan Rencana
    • Sifat Perencanaan
    • Kegagalan Perencanaan
    • Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan
    • Sistem Perencanaan yang Berhasil
    • Perencanaan yang Ideal
    • Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN)
    www.dadangsolihin.com
  • 4. Pola Perubahan y ang Sedang Terjadi
    • P roses transformasi struktural dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern dan dari ekonomi agraris ke ekonomi industri.
    • P roses transformasi dari sistem ekonomi yang didominasi oleh pemerintah ke arah sistem ekonomi pasar, yang masyarakatnya makin berperan sebagai pelaku utama pembangunan .
    • Kedua proses internal tersebut didorong dan dipengaruhi oleh proses eksternal, yaitu proses globalisasi perekonomian dunia, dengan dua ciri dan faktor pendorongnya yaitu perdagangan bebas dan kemajuan teknologi.
    www.dadangsolihin.com
  • 5. Paradigma Pembangunan
    • Pembangunan bertujuan akhir meningkatkan harkat dan martabat manusia;
    • Mengemban misi pemberantasan kemiskinan;
    • Mendorong peningkatan produktivitas secara maksimal dan meningkatkan kontrol atas barang dan jasa;
    • Memelihara konservasi alam (lingkungan) dan menjaga keseimbangan ekosistem;
    • Memperkuat basis civil society dan institusi politik guna mengembangkan demokrasi; dan
    • Merawat stabilitas sosial politik yang kondusif bagi implementasi pembangunan .
    • (Kaushik Basu, On the Goals of Development , 2002).
    www.dadangsolihin.com
  • 6. www.dadangsolihin.com Pergeseran Paradigma: F rom Government to Governance Government Governance
    • Memberikan hak ekslusif bagi negara untuk mengatur hal-hal publik,
    • sementara aktor di luarnya, hanya dapat disertakan sejauh negara mengijinkannya.
    • Persoalan-persoalan publik adalah urusan bersama pemerintah, civil society dan dunia usaha sebagai tiga aktor utama.
  • 7. Pelaku Pembangunan: Paradigma Governance
    • Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat yang bersendikan transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dsb.
    • Apabila sendi-sendi tersebut dipenuhi, maka Governance akan Good .
    www.dadangsolihin.com Dunia Usaha Swasta Pemerintah Masyarakat Nilai Pertumbuhan Redistibusi Melalui P elayanan Pasar Kontrol Kontrol Tenaga Kerja
  • 8. Pelaku Pembangunan: Stakeholders www.dadangsolihin.com Executive Judiciary Legislature Public service Military Police organized into: Community-based organizations Non-governmental organizations Professional Associations Religious groups Women’s groups Media Small / medium / large enterprises Multinational Corporations Financial institutions Stock exchange BUSINESS STATE CITIZENS
  • 9. Troika: Pola Hubungan a ntara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, d an Masyarakat www.dadangsolihin.com VISI Masyarakat, Bangsa, dan Negara Pemerintah Masyarakat Dunia Usaha Good Governance
  • 10. Perencanaan
    • S uatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, m elalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia.
    • P roses pengambilan keputusan dari sejumlah pilihan, untuk mencapai suatu tujuan yang dikehendaki.
    www.dadangsolihin.com crimsonbelt.multiply.com
  • 11. Fungsi / Manfaat Perencanaan
    • Sebagai penuntun arah
    • Minimalisasi k etidakpastian
    • Minimalisasi inefisiensi sumber daya
    • Penetapan s tandar dalam p engawasan k ualitas
    www.dadangsolihin.com
  • 12. Syarat Perencanaan
    • H arus memiliki, mengetahui , dan memperhitungkan :
    • Tujuan akhir yang dikehendaki .
    • Sasaran-sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya (yang mencerminkan pemilihan dari berbagai alternatif) .
    • Jangka waktu mencapai sasaran-sasaran tersebut .
    • Masalah-masalah yang dihadapi .
    • Modal atau sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya .
    • kebijakan-kebijakan untuk melaksanakannya .
    • Orang, organisasi, atau badan pelaksananya .
    • Mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pengawasan pelaksanaannya.
    www.dadangsolihin.com
  • 13. Syarat Perencanaan . . .
    • Faktual dan Realistis
    • Logis dan Rasional
    • Fleksibel
    • Komitmen
    • Komprehensif atau menyeluruh
    www.dadangsolihin.com crimsonbelt.multiply.com
  • 14. Tujuan dan Rencana
    • Tujuan ( Goals )
    • P ada dasarnya adalah hasil akhir yang diharapkan dapat diraih atau dicapai oleh individu, kelompok atau seluruh organisasi.
    • Rencana ( Plans )
    • S egala bentuk konsep dan dokumentasi yang menggambarkan bagaimana tujuan akan dicapai dan bagaimana sumber daya akan dialokasikan, penjadualan dari proses pencapaian tujuan, hingga segala hal yang terkait dengan pencapaian tujuan .
    www.dadangsolihin.com
  • 15. Sifat Perencanaan
    • Dari segi ruang lingkup tujuan dan sasarannya, perencanaan dapat bersifat nasional, sektoral dan spasial.
    • Perencanaan dapat berupa perencanaan agregatif atau komprehensif dan parsial.
    • Dalam jangkauan dan hierarkinya, ada perencanaan tingkat pusat dan tingkat daerah.
    • Dari jangka waktunya, perencanaan dapat bersifat jangka panjang, menengah, atau jangka pendek.
    www.dadangsolihin.com
  • 16. Sifat Perencanaan . . .
    • Dilihat dari arus informasi, perencanaan dapat bersifat dari atas ke bawah (top down), dari bawah ke atas (bottom up), atau kedua-duanya.
    • Dari segi ketetapan atau keluwesan proyeksi ke depannya, perencanaan dapat indikatif atau preskriptif.
    • Berdasarkan sistem politiknya, perencanaan dapat bersifat alokatif, inovatif dan radikal.
    • Produk perencanaan dapat berbentuk rencana (plan), kebijakan, peraturan, alokasi anggaran, program, atau kegiatan (d/h proyek).
    www.dadangsolihin.com
  • 17. Kegagalan Perencanaan
    • Penyusunan perencanaan tidak tepat, mungkin karena:
    www.dadangsolihin.com
    • informasinya kurang lengkap,
    • metodologinya belum dikuasai,
    • perencanaannya tidak realistis sehingga tidak mungkin pernah bisa terlaksana
    • pengaruh politis terlalu besar sehingga pertimbangan-pertimbangan teknis perencanaan diabaikan.
  • 18. Kegagalan Perencanaan
    • Perencanaannya mungkin baik, tetapi pelaksanaannya tidak seperti seharusnya.
      • kegagalan terjadi karena tidak berkaitnya perencanaan dengan pelaksanaannya.
      • aparat pelaksana tidak siap atau tidak kompeten,
      • masyarakat tidak punya kesempatan berpartisipasi sehingga tidak mendukungnya.
    www.dadangsolihin.com
  • 19. Kegagalan Perencanaan
    • perencanaan mengikuti paradigma yang ternyata tidak sesuai dengan kondisi dan perkembangan serta tidak dapat mengatasi masalah mendasar negara berkembang.
    www.dadangsolihin.com
    • Misalnya, orientasi semata-mata pada pertumbuhan yang menyebabkan makin melebarnya kesenjangan.
    • Dengan demikian, yang keliru bukan semata-mata perencanaannya, tetapi falsafah atau konsep di balik perencanaan itu.
  • 20. Kegagalan Perencanaan
    • karena perencanaan diartikan sebagai pengaturan total kehidupan manusia sampai yang paling kecil sekalipun.
      • Perencanaan di sini tidak memberikan kesempatan berkembangnya prakarsa individu dan pengembangan kapasitas serta potensi masyarakat secara penuh.
      • Sistem ini bertentangan dengan hukum penawaran dan permintaan karena pemerintah mengatur semuanya.
      • Perencanaan seperti inilah yang disebut sebagai sistem perencanaan terpusat (centrally planned system).
    www.dadangsolihin.com
  • 21. Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan
    • Bias pertama
    • A danya kecenderungan berpikir bahwa :
      • dimensi rasional dari pembangunan lebih penting dari dimensi moralnya,
      • dimensi material lebih penting daripada dimensi kelembagaannya, dan
      • dimensi ekonomi lebih penting dari dimensi sosialnya.
    • Akibat dari anggapan itu ialah alokasi sumber daya pembangunan diprioritaskan menurut jalan pikiran yang demikian.
    www.dadangsolihin.com
  • 22. Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan
    • Bias kedua
    • P endekatan pembangunan yang berasal dari atas lebih sempurna daripada pengalaman dan aspirasi pembangunan di tingkat bawah ( grass-root ).
    • Akibatnya kebijakan pembangunan menjadi kurang efektif karena kurang mempertimbangkan kondisi yang nyata dan hidup di masyarakat.
    www.dadangsolihin.com
  • 23. Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan
    • Bias ketiga
    • P embangunan masyarakat banyak di tingkat bawah lebih memerlukan bantuan material daripada keterampilan teknis dan manajerial.
    • Anggapan ini sering mengakibatkan pemborosan sumber daya dan dana, karena :
      • kurang mempersiapkan keterampilan teknis dan manajerial dalam pengembangan sumber daya manusia, dan
      • mengakibatkan makin tertinggalnya masyarakat di lapisan bawah.
    www.dadangsolihin.com
  • 24. Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan
    • Bias keempat
    • T eknologi yang diperkenalkan dari atas selalu jauh lebih ampuh daripada teknologi yang berasal dari masyarakat itu sendiri.
    • Anggapan demikian dapat menyebabkan pendekatan pembangunan yang :
      • terlalu memaksa dan menyamaratakan teknologi tertentu untuk seluruh kawasan pembangunan di tanah air yang sangat luas dan beragam tahap perkembangannya ini.
      • pendekatan pembangunan terlalu mengabaikan potensi teknologi tradisional yang dengan sedikit penyempurnaan dan pembaharuan mungkin lebih efisien dan lebih efektif untuk dimanfaatkan dibandingkan dengan teknologi impor.
    www.dadangsolihin.com
  • 25. Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan
    • Bias kelima
    • L embaga-lembaga yang telah berkembang di kalangan rakyat cenderung tidak efisien dan kurang efektif bahkan menghambat proses pembangunan.
    • Anggapan ini membuat lembaga-lembaga masyarakat di lapisan bawah kurang dimanfaatkan dan kurang ada ikhtiar untuk memperbaharui, memperkuat serta memberdayakannya.
    • Bahkan justru terdapat kecenderungan untuk memperkenalkan lembaga-lembaga baru yang asing dan tidak selalu sejalan dengan nilai dan norma masyarakat.
    www.dadangsolihin.com
  • 26. Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan
    • Bias keenam
    • M asyarakat di lapisan bawah tidak tahu apa yang diperlukannya atau bagaimana memperbaiki nasibnya.
    • Oleh karena itu, mereka harus dituntun dan diberi petunjuk dan tidak perlu dilibatkan dalam perencanaan meskipun yang menyangkut dirinya sendiri.
    • Akibat dari anggapan ini banyak proyek-proyek pembangunan yang ditujukan untuk rakyat, tetapi salah alamat, tidak memecahkan masalah, dan bahkan merugikan rakyat.
    • Bias ini melihat masyarakat sebagai objek dan bukan subjek pembangunan.
    www.dadangsolihin.com
  • 27. Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan
    • Bias ketujuh
    • O rang miskin adalah miskin karena bodoh dan malas. Dengan demikian, cara menanganinya haruslah bersifat paternalistik seperti memperlakukan orang bodoh dan malas, dan bukan dengan memberi kepercayaan.
    • Dengan anggapan demikian masalah kemiskinan dipandang lebih sebagai usaha sosial ( charity ) dan bukan usaha penguatan ekonomi.
    www.dadangsolihin.com
  • 28. Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan
    • Bias kedelapan
    • U kuran efisiensi pembangunan yang salah diterapkan, misalnya ICOR, diartikan bahwa investasi harus selalu diarahkan pada yang segera menghasilkan bagi pertumbuhan.
    • Padahal upaya pemberdayaan masyarakat, akan menghasilkan pertumbuhan, bahkan merupakan sumber pertumbuhan yang lebih lestari ( sustainable ), tetapi umumnya dalam kerangka waktu ( time frame ) yang lebih panjang.
    • Anggapan yang demikian beranjak dari konsep pembangunan yang sangat bersifat teknis dan tidak memahami sisi-sisi sosial budaya dari pembangunan dan potensi yang ada pada rakyat sebagai kekuatan pembangunan.
    www.dadangsolihin.com
  • 29. Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan
    • Bias kesembilan
    • S ektor pertanian dan perdesaan adalah sektor tradisional, kurang produktif, dan memiliki masa investasi yang panjang, karena itu kurang menarik untuk melakukan investasi modal besar-besaran di sektor itu.
    • Oleh karenanya, bermitra dengan petani dan usaha kecil di sektor pertanian dan perdesaan dipandang tidak menguntungkan dan memiliki risiko tinggi.
    • Anggapan ini juga telah mengakibatkan prasangka dan menghambat upaya untuk secara sungguh-sungguh membangun usaha pertanian dan usaha kecil di perdesaan.
    www.dadangsolihin.com
  • 30. Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan
    • Bias kesepuluh
    • Kegiatan investasi makin cenderung terpusat di perkotaan, di sektor industri yang justru banyak disubsidi dan diproteksi, yang akibatnya juga mendorong urbanisasi.
    • Pengalaman Taiwan dan Jepang menunjukkan bahwa investasi di wilayah perdesaan dapat meningkatkan pertumbuhan dan sekaligus pemerataan yang menyebabkan ekonominya menjadi kukuh.
    www.dadangsolihin.com
  • 31. Sistem Perencanaan yang Berhasil
    • Sistem perencanaan yang mendorong berkembangnya mekanisme pasar dan peran serta masyarakat.
    • Dalam sistem ini perencanaan dilakukan dengan menentukan sasaran-sasaran secara garis besar, baik di bidang sosial maupun ekonomi, dan pelaku utamanya adalah masyarakat dan usaha swasta.
    www.dadangsolihin.com
  • 32. Perencanaan yang Ideal
    • Interactive Planning
    • Prinsip partisipatif : masyarakat yang akan memperoleh manfaat dari perencanaan harus turut serta dalam prosesnya.
    • Prinsip kesinambungan : perencanaan tidak hanya berhenti pada satu tahap; tetapi harus berlanjut sehingga menjamin adanya kemajuan terus-menerus dalam kesejahteraan, dan jangan sampai terjadi kemunduran.
    • Prinsip holistik : masalah dalam perencanaan dan pelaksanaannya tidak dapat hanya dilihat dari satu sisi (atau sektor) tetapi harus dilihat dari berbagai aspek, dan dalam keutuhan konsep secara keseluruhan.
    • M engandung sistem yang dapat berkembang (a learning and adaptive system) .
    • T erbuka dan demokratis ( a pluralistic social setting ) .
    www.dadangsolihin.com
  • 33.
    • Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN)
    www.dadangsolihin.com
  • 34. Apa itu SPPN?
    • SPPN adalah
    • satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan
    • untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan
    • yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat di tingkat pusat dan daerah.
    www.dadangsolihin.com SPPN
  • 35. T ujuan SPPN www.dadangsolihin.com
    • M endukung koordinasi antar - pelaku pembangunan .
    • M enjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar - Daerah, antar - ruang, antar - waktu, antar - fungsi pemerintah maupun antara Pusat dan Daerah .
    • M enjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan .
    • M engoptimalkan partisipasi masyarakat .
    • M enjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
  • 36. Proses Perencanaan www.dadangsolihin.com Pendekatan P olitik : P emilihan Presiden/Kepala Daerah menghasilkan rencana pembangunan hasil proses politik ( public choice theory of planning ), khususnya penjabaran Visi dan Misi dalam RPJM /D. Proses Teknokratik : M enggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah oleh lembaga atau satuan kerja yang secara fungsional bertugas untuk itu . Partisipatif : D ilaksanakan dengan melibatkan seluruh stakeholders, antara lain melalui Musrenbang . Proses top-down dan bottom-up : D ilaksanakan menurut jenjang pemerintahan .
  • 37. Ruang Lingkup Perencanaan (UU25/2004) www.dadangsolihin.com NASIONAL DAERAH Dokumen Penetapan Dokumen Penetapan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP-Nasional) UU (Ps. 13 Ayat 1) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJP-Daerah) Perda (Ps. 13 Ayat 2) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM-Nasional) Per Pres (Ps. 19 Ayat 1) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM-Daerah) Peraturan KDH (Ps. 19 Ayat 3) Renstra Kementerian / Lembaga (Renstra KL) Peraturan Pimpinan KL (Ps. 19 Ayat 2) Renstra Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) Peraturan Pimpinan SKPD (Ps. 19 Ayat 4) Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Per Pres (Ps. 26 Ayat 1) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Peraturan KDH (Ps. 26 Ayat 2) Rencana Kerja Kementerian / Lembaga (Renja KL) Peraturan Pimpinan KL (Ps. 21 Ayat 1) Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) Peraturan Pimpinan SKPD ( Ps. 21 Ayat 3)
  • 38. Tahapan Perencanaan
    • Penyusunan Rencana
      • Rancangan Rencana Pembangunan Nasional / Daerah
      • Rancangan Rencana Kerja Dep / Lembaga SKPD
      • Musyawarah Perencanaan Pembangunan
      • Rancangan Akhir Rencana Pembangunan
    • Penetapan Rencana
      • RPJP Nas dgn UU dan RPJP Daerah dgn Perda
      • RPJM dengan Keputusan Presiden / Kepala Daerah
      • RKP / RKPD dengan Kep. Presiden / Kepala Daerah
    • Pengendalian Pelaksanaan Rencana
    • Evaluasi Kinerja
    www.dadangsolihin.com
  • 39. Dokumen Perencanaan Daerah www.dadangsolihin.com Renstra SKPD Renja SKPD RKA SKPD DPA SKPD Pedoman Pedoman Diacu Diperhatikan Diacu RKP RPJM Nasional RPJM Daerah RKP Daerah RAPBD APBD Pedoman Dijabarkan Bahan Bahan Hubungan antar Dokumen RPJP Daerah Pedoman RPJP Nasional Diacu Pedoman
  • 40. U ntuk A pa RPJP?
    • Ada perubahan yang terjadi dengan sangat perlahan namun dalam jangka panjang efeknya sangat besar seperti demografi, sumber alam, ekonomi, dll.
    • Perubahan ini tidak terdeteksi kalau periode analisanya hanya 5 tahun, perlu outlook 20 tahunan.
    • Semua perubahan ini perlu diantisipasi d an dituangkan dalam rencana jangka panjang.
    www.dadangsolihin.com
  • 41. Penyusunan dan Penetapan R PJP D www.dadangsolihin.com Rancangan RPJPD Musrenbang RPJPD Penyusunan Rancangan Akhir Penetapan Rancangan RPJPD menjadi Perda Proses Teknokratik oleh Bappeda
    • B ahan Rancangan RPJP
    • M elibatkan Masyarakat
    oleh Bappeda oleh DPRD
  • 42. Penyusunan dan Penetapan R PJP D www.dadangsolihin.com SE Mendagri 050/2020/SJ: Tatacara Penyusunan RPJPD
    • Predikisi Kondisi Umum Daerah
    • -------------------------
    • Geomorfologi & LH
    • Ekonomi & SDA
    • Demografi
    • Prasarana&Sarana
    • Dll.
    • Rancangan RPJP
    • ----------------------
    • Merumuskan Gambaran Awal
      • Visi
      • Misi
      • Arah Pemba-ngunan
    Sosialisasi, Konsultasi Publik, dan Jaringasmara Musrenbang Jangka Panjang Daerah
    • Rancangan Akhir RPJPD
    • ----------------------
    • Visi
    • Misi
    • Arah Pemba-ngunan
      • Arah Umum
      • Fungsi / Wilayah
    Penetapan Perda ttg RPJPD ---------------- Perda Ttg RPJP Daerah Rancangan Visi & Misi Rancangan Arah Pembangunan ----------------------- Rencana Tata Ruang Saran, Tanggapan, Rekomendasi Stakeholders Rumusan Hasil Kesepakatan & Komitmen
  • 43. Outline RPJP Daerah
    • BAB I PENDAHULUAN
      • Latar Belakang
      • Maksud dan Tujuan
      • Landasan Hukum
      • Hubungan dengan Dokumen Perencanaan Lainnya
      • Sistematika Penulisan
    • BAB II. KONDISI, ANALISIS, DAN PREDIKSI KONDISI UMUM DAERAH
    • A. Kondisi dan Analisis
      • Geomorfologi dan Lingkungan Hidup
      • Demografi
      • Ekonomi dan Sumber Daya Alam
      • Sosial Budaya dan Politik
      • Prasarana dan Sarana
      • Pemerintahan
      • Data / informasi lannya yang dianggap penting
    • B. Prediksi Kondisi Umum Daerah
    • BAB III. VISI, MISI, DAN ARAH PEMBANGAAUNAN DAERAH
      • Visi
      • Misi
      • Arah Pembangunan Daerah
    www.dadangsolihin.com SE Mendagri 050/2020/SJ
  • 44. Terima kasih www.dadangsolihin.com
  • 45. www.dadangsolihin.com Dadang Solihin currently is Director for System and Reporting of Development Performance Evaluation at Indonesian National Development Planning Agency (Bappenas) . He holds MA degree (Economics), University of Colorado, USA. His previous post is Head, Center for Research Data and Information at DPD Secretariat General as well as Deputy Director for Information of Spatial Planning and Land Use Management at Bappenas.
    • Beside working as Assistant Professor at Graduate School of Asia-Pacific Studies, Waseda University, Tokyo, Japan, he also active as Associate Professor at University of Darma Persada, Jakarta, Indonesia.
    • He got various training around the globe, included Public Officials Capacity Building Training Program for Government Innovation, Seoul –Korea (2007), Advanced International Training Programme of Information Technology Management, at Karlstad City, Sweden (2005); the Training Seminar on Land Use and Management, Taiwan (2004); Developing Multimedia Applications for Managers, Kuala Lumpur, Malaysia (2003); Applied Policy Development Training, Vancouver, Canada (2002); Local Government Administration Training Course, Hiroshima, Japan (2001); and Regional Development and Planning Training Course, Sapporo, Japan (1999). He published more than five books regarding local autonomous.
    • You can reach Dadang Solihin by email at [email_address] or by his mobile at +62812 932 2202
    Dadang Solihin’s Profile