• Save
Perencanaan dan Alokasi Anggaran Pembangunan berbasis Desa dalam APBD
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Perencanaan dan Alokasi Anggaran Pembangunan berbasis Desa dalam APBD

on

  • 7,999 views

Capacity Building Aparatur Pemerintah Daerah di Grand Majesty Hotel-Batam, 3 Desember 2009

Capacity Building Aparatur Pemerintah Daerah di Grand Majesty Hotel-Batam, 3 Desember 2009

Statistics

Views

Total Views
7,999
Views on SlideShare
7,975
Embed Views
24

Actions

Likes
11
Downloads
0
Comments
5

3 Embeds 24

http://www.slideshare.net 17
http://suluhdesa.blogspot.com 6
http://www.health.medicbd.com 1

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Perencanaan dan Alokasi Anggaran Pembangunan berbasis Desa dalam APBD Presentation Transcript

  • 1. BAPPENAS
  • 2. www.dadangsolihin.com
  • 3. Materi
    • Perencanaan Pembangunan Daerah
    • Kegagalan Perencanaan
    • Penjaringan Masalah dan Potensi dengan Mempergunakan:
      • Sketsa Desa
      • Diagram Kelembagaan
      • Kalender Musim
    • Pengelompokan Masalah
    • Penentuan Peringkat Masalah
    • Menentukan Alternatif Tindakan Pemecahan Masalah
    • Membuat Matrik Program dan Kegiatan RPJMDes
    • Proses Penganggaran dan Celah Keterlibatan Publik
    www.dadangsolihin.com
  • 4.  
  • 5. Definisi Perencanaan
    • Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat melalui serangkaian pilihan-pilihan .
      • Menentukan : Menemukan (mengungkapkan dan meyakinkan).
      • Tindakan : Spesifik dan berkaitan dengan persoalan pelaksanaan
      • Tepat : Dikaitkan dengan tindakan
      • Pilihan-pilihan :
        • Pemilihan tujuan dan kriteria
        • Identifikasi seperangkat alternatif yang konsisten dengan preskripsi dengan pemilihan alternatif yang memungkinkan
        • Arahan tindakan mengenai tujuan yang telah ditentukan
    www.dadangsolihin.com
  • 6. Syarat Perencanaan
    • Harus memiliki, mengetahui, dan memperhitungkan:
    • Tujuan akhir yang dikehendaki.
    • Sasaran-sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya (yang mencerminkan pemilihan dari berbagai alternatif).
    • Jangka waktu mencapai sasaran-sasaran tersebut.
    • Masalah-masalah yang dihadapi.
    • Modal atau sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya.
    • kebijakan-kebijakan untuk melaksanakannya.
    • Orang, organisasi, atau badan pelaksananya.
    • Mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pengawasan pelaksanaannya.
    www.dadangsolihin.com
  • 7. Fungsi/Manfaat Perencanaan
    • Sebagai penuntun arah
    • Minimalisasi ketidakpastian
    • Minimalisasi inefisiensi sumberdaya
    • Penetapan standar dan pengawasan kualitas
    www.dadangsolihin.com
  • 8. Tahapan Perencanaan www.dadangsolihin.com
    • Penyusunan Rencana
      • Rancangan Rencana Pembangunan Nasional / Daerah
      • Rancangan Rencana Kerja Dep/Lembaga / SKPD
      • Musyawarah Perencanaan Pembangunan
      • Rancangan Akhir Rencana Pembangunan
    • Penetapan Rencana
      • RPJP Nas dgn UU dan RPJP Daerah dgn Perda
      • RPJM dengan Peraturan Presiden / Kepala Daerah
      • RKP / RKPD dengan Peraturan Presiden / Kepala Daerah
  • 9. Tahapan Perencanaan www.dadangsolihin.com
    • Pengendalian Pelaksanaan Rencana
      • Untuk menjamin bahwa pelaksanaan rencana pembangunan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
      • D ilakukan oleh masing-masing pimpinan SKPD .
    • Evaluasi Pelaksanaan Rencana
    • untuk dapat mengetahui dengan pasti apakah pencapaian hasil, kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam pelaksanaan rencana pembangunan dapat dinilai dan dipelajari untuk perbaikan pelaksanaan rencana pembangunan di masa yang akan datang.
    • Fokus utama evaluasi diarahkan kepada keluaran ( outputs ), hasil ( outcomes ), dan dampak ( impacts ) dari pelaksanaan rencana pembangunan.
  • 10. Proses Perencanaan www.dadangsolihin.com Pendekatan P olitik : P emilihan Presiden/Kepala Daerah menghasilkan rencana pembangunan hasil proses politik ( public choice theory of planning ), khususnya penjabaran Visi dan Misi dalam RPJM /D. Proses Teknokratik : M enggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah oleh lembaga atau satuan kerja yang secara fungsional bertugas untuk itu . Partisipatif : D ilaksanakan dengan melibatkan seluruh stakeholders, antara lain melalui Musrenbang . Proses top-down dan bottom-up : D ilaksanakan menurut jenjang pemerintahan .
  • 11. Ruang Lingkup Perencanaan (UU25/2004) www.dadangsolihin.com NASIONAL DAERAH Dokumen Penetapan Dokumen Penetapan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP-Nasional) UU (Ps. 13 Ayat 1) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJP-Daerah) Perda (Ps. 13 Ayat 2) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM-Nasional) Per Pres (Ps. 19 Ayat 1) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM-Daerah) Peraturan KDH (Ps. 19 Ayat 3) Renstra Kementerian / Lembaga (Renstra KL) Peraturan Pimpinan KL (Ps. 19 Ayat 2) Renstra Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) Peraturan Pimpinan SKPD (Ps. 19 Ayat 4) Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Per Pres (Ps. 26 Ayat 1) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Peraturan KDH (Ps. 26 Ayat 2) Rencana Kerja Kementerian / Lembaga (Renja KL) Peraturan Pimpinan KL (Ps. 21 Ayat 1) Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) Peraturan Pimpinan SKPD ( Ps. 21 Ayat 3)
  • 12.  
  • 13. Kegagalan Perencanaan (1)
    • Penyusunan perencanaan tidak tepat, mungkin karena:
    • informasinya kurang lengkap,
    • metodologinya belum dikuasai,
    • perencanaannya tidak realistis sehingga tidak mungkin pernah bisa terlaksana
    • pengaruh politis terlalu besar sehingga pertimbangan-pertimbangan teknis perencanaan diabaikan.
    www.dadangsolihin.com
  • 14. Kegagalan Perencanaan (2)
    • Perencanaannya mungkin baik, tetapi pelaksanaannya tidak seperti seharusnya.
      • kegagalan terjadi karena tidak berkaitnya perencanaan dengan pelaksanaannya.
      • aparat pelaksana tidak siap atau tidak kompeten,
      • masyarakat tidak punya kesempatan berpartisipasi sehingga tidak mendukungnya.
    www.dadangsolihin.com
  • 15. Kegagalan Perencanaan (3)
    • Perencanaan mengikuti paradigma yang ternyata tidak sesuai dengan kondisi dan perkembangan serta tidak dapat mengatasi masalah mendasar negara berkembang.
    • Misalnya, orientasi semata-mata pada pertumbuhan yang menyebabkan makin melebarnya kesenjangan.
    • Dengan demikian, yang keliru bukan semata-mata perencanaannya, tetapi falsafah atau konsep di balik perencanaan itu.
    www.dadangsolihin.com
  • 16. Kegagalan Perencanaan (4)
    • Karena perencanaan diartikan sebagai pengaturan total kehidupan manusia sampai yang paling kecil sekalipun.
      • Perencanaan di sini tidak memberikan kesempatan berkembangnya prakarsa individu dan pengembangan kapasitas serta potensi masyarakat secara penuh.
      • Sistem ini bertentangan dengan hukum penawaran dan permintaan karena pemerintah mengatur semuanya.
      • Perencanaan seperti inilah yang disebut sebagai sistem perencanaan terpusat (centrally planned system).
    www.dadangsolihin.com
  • 17. Sistem Perencanaan yang Berhasil
    • Sistem perencanaan yang mendorong berkembangnya mekanisme pasar dan peran serta masyarakat.
    • Dalam sistem ini perencanaan dilakukan dengan menentukan sasaran-sasaran secara garis besar, baik di bidang sosial maupun ekonomi, dan pelaku utamanya adalah masyarakat dan usaha swasta.
    www.dadangsolihin.com
  • 18. Perencanaan yang Ideal
    • Prinsip partisipatif: masyarakat yang akan memperoleh manfaat dari perencanaan harus turut serta dalam prosesnya.
    • Prinsip kesinambungan: perencanaan tidak hanya berhenti pada satu tahap; tetapi harus berlanjut sehingga menjamin adanya kemajuan terus-menerus dalam kesejahteraan, dan jangan sampai terjadi kemunduran.
    • Prinsip holistik: masalah dalam perencanaan dan pelaksanaannya tidak dapat hanya dilihat dari satu sisi (atau sektor) tetapi harus dilihat dari berbagai aspek, dan dalam keutuhan konsep secara keseluruhan.
    • Mengandung sistem yang dapat berkembang (a learning and adaptive system).
    • Terbuka dan demokratis ( a pluralistic social setting).
    www.dadangsolihin.com
  • 19.  
  • 20. Sketsa Desa
    • Pengertian
    • Sketsa Desa adalah gambaran desa secara kasar/umum mengenai keadaan sumber daya fisik (alam dan buatan)
    • Tujuan Penggunaan Sketsa Desa
    • Memahami akan jenis, jumlah dan sumber daya di desa
    • Sebagai alat untuk menggali/menjaring masalah yang ada di tingkat dusun (Permasalahan Pengembangan Wilayah, Sosial budaya dan Ekonomi
    • Sebagai alat untuk menggali/menjaring potensi yang ada di tingkat dusun
    • Menyamakan p e rsepsi tentang masalah dan potensi .
    www.dadangsolihin.com
  • 21. Tahapan Penggunaan Teknik Sketsa Desa (1)
    • Tahap Persiapan
    • Pilih dan tentukan peserta
    • Persiapkan tempat yang memadai
    • Siapkanlah format masalah Sketsa Desa
    • Jelaskan tujuan kajian dengan Sketsa Desa
    • Siapkan alat yang akan digunakan (spidol, plano)
    • Membagi tugas (fasilitator dan pencatat)
    www.dadangsolihin.com
  • 22. Tahapan Penggunaan Teknik Sketsa Desa (2)
    • Membuat Sketsa Desa
    • Pilihlah salah satu peserta yang paling mengetahui tentang batas-batas wilayah Desa/ Dusun
    • Ajaklah untuk membuat batas Desa / Dusun pada media yang tersedia
    • Sepakati bersama simbol/legenda dan tulis/gambar pada pojok kiri bawah sketsa desa
    • Ajaklah peserta untuk menggambar simbol yang disepakati dalam sketsa yang telah dibuat
    • Ajaklah peserta untuk meneliti kembali sketsa desa yang telah dibuat
    • Ajaklah Peserta untuk melakukan perbaikan kalau memang diperlukan
    www.dadangsolihin.com
  • 23. Jalan Desa Jalan Lingkungan Rumah V V V sawah V V v v v V v v Vv v v v v v v v v v v V v v v v SD N SD N sekolah Tempat ibadah BALAI DESA F F F F F F F F F F F F F F F F v v v v v v v v v v v Vv v v v vvvvvv v vvv v vvvvvvvvvv vv v v v v v v v v v vvv v v v v v vvvvvvvvvvvvvvvv Pos yandu RTM RT 01 RT 02 RT 03 TK HUTAN F F F Ladang Sketsa RW 01 Sungai www.dadangsolihin.com
  • 24. Pengertian
    • Masalah
    • Adalah perbedaan antara yang seharusnya dengan yang sesungguhnya
    • Kebutuhan
    • Kebutuhan adalah sesu a tu jika tidak dipenuhi akan menimbulkan masalah yang berkaitan dengan kelangsungan hidup
    • Keinginan
    • Kebutuhan adalah sesuatu jika tidak dipenuhi tidak menimbulkan masalah
    • Potensi
    • Adalah sumber daya yang tersedia yang mungkin dapat digunakan untuk mengatasi masalah
    www.dadangsolihin.com
  • 25. Bentuk Potensi
    • Potensi SDA : batu, pasir, kayu, dsb
    • Potensi SDM : Swadaya tenaga, Tenaga teknis, dll,
    • Potensi Sumber daya sosial
    www.dadangsolihin.com
  • 26. Menuliskan Pernyataan Masalah dan Potensi
    • Dalam menuliskan harus mencantumkan pokok permasalahan dengan jelas
    • Kapasitas masalah( Panjang, Lebar, Jumlah ) harus dituliskan dengan jelas
    • Lokasi masalah harus dituliskan dengan jelas
    • Masalah dituliskan dalam bentuk kalimat pernyataan
    • Contoh :
    • Tanggul sungai longsor sepanjang 50 M Tinggi 3 M di R W 01 R T 01
    www.dadangsolihin.com
  • 27. Menyusun Sketsa Desa
    • Galilah pengertian tentang Masalah, Kebutuhan, Hak-hak Dasar, Keinginan dan potensi
    • Ajaklah peserta untuk mewawancarai sketsa desa dari arah tetentu
    • Ketika menemui simbol/ legenda tanyakan pada peserta “ adakah masalah (Bidang Pengembangan Wilayah, Sosial Budaya, Ekonomi) pada hal tersebut ? “
    • Ketika menemui masalah, tanyakanlah kepada peserta bagaimana kapasitas masalahnya (berapa banyak, berapa panjang, berapa luas dsb)
    • Rumuskan pernyataan masalahnya dan catat dalam Format 1 Kolom masalah
    • Diskusikan dengan peserta adakah potensi (SDA, SOSIAL, FISKAL, LEMBAGA) yang ada pada mereka dan lingkunganya yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah.
    • Catat potensi yang disepakati dalam format 1 kolom potensi
    • Lakukan hal demikian sampai semua luasan sketsa desa terwawancarai
    www.dadangsolihin.com
  • 28. Format 1: Kajian Sketsa Desa CONTOH www.dadangsolihin.com NO MASALAH POTENSI 1 Tanggul sungai jebol di RW01 R T 02 sepanjang 50 Meter
    • Batu
    • Tenaga
    2 5 Anak balita di RW01 menderita gizi buruk
    • Posyandu
    • Bidang Desa
    3 15 Anak Usia Dini di RW01 belum mendapatkan pelayanan pendidikan
    • Komite sekolah
    • Guru
    • Tk
    4 Jalan Desa sepanjang 700 meter di RW01 banyak berlubang dan becek
    • Pasir
    • Batu
    • Tenaga
    5 TPQ AL Hidayah tidak berjalan aktif
    • Guru
    • Gedung
    6 Lahan sawah seluas 5 H di RW01 R T 02 sering gagal panen kerena serangan hama
    • Kelompok Tani
  • 29.  
  • 30. Pengertian
    • Diagram Kelembagaan adalah gambaran keadaan lembaga yang ada serta peran dan pola hubungan dengan masyarakat
    • Sebagai alat kajian , D iagram Kelembagaan adalah alat untuk mengkaji masalah dan potensi yang berkait dengan kelembagaan .
    www.dadangsolihin.com
  • 31. Jenis-Jenis Lembaga
    • FORMAL : Lembaga yang b erbadan Hukum
    • Contoh
      • Pemerintah Desa
      • BPD
      • LKMD
      • Dll
    • NON FORMAL : Lembaga yang tidak b erbadan h ukum
    • Contoh
      • Kelompok arisan
      • Paguyuban tukang becak
      • Kelompok FB
    www.dadangsolihin.com
  • 32. Tujuan
    • Untuk mengetahui jenis dan jumlah lembaga yang berperan di desa
    • Untuk mengetahui lembaga – lembaga yang mempunyai peranan / manfaat bagi masyarakat
    • Untuk m engetahui pola hubungan lembaga – lembaga yang ada dengan masayarakat
    • Untuk m engetahui masalah dan potensi pada lembaga – lembaga yang ada
    www.dadangsolihin.com
  • 33. Tahapan Teknik Diagram Kelembagaan (1)
    • Persiapan
    • Persiapkan t empat yang memadai
    • Siapkan alat yang akan digunakan (Spidol, Plano, Kertas manila, gunting dan isolatif )
    • Siapkanlah f ormat masalah Diagram K elembagaan
    • Jelaskan tujuan kajian dengan Diagram K elembagaan
    • Membagi tugas (Fasilitator dan Pencatat )
    www.dadangsolihin.com
  • 34. Tahapan Teknik Diagram Kelembagaan (2)
    • Membuat Diagram Kelembagaan
    • Ajaklah peserta untuk mengidentifikasi lembaga yang ada di wilayah mereka
    • Tulislah lembaga yang telah teridentifikasi pada media yang tersedia
    • Buatlah bulatan/lingkaran dari kertas manila dengan ukuran yang berbeda sebanyak lembaga yang teridentifikasi
    • Ajaklah peserta mendiskusikan pengaruh lembaga terhadap kehidupan masyarakat dari yang paling besar sampai yang paling kecil
    • Tuliskan nama lembaga yang pengaruhnya paling besar pada lingkaran yang paling besar demikian seterusnya sampai pada lembaga yang pengaruhnya paling kecil
    www.dadangsolihin.com
  • 35. Membuat Diagram Kelembagaan www.dadangsolihin.com PEMDES PEMDES LKMD LKMD PKK PKK KELOMPOK TANI
  • 36.
    • Buat sketsa desa (hanya batas desa/dusunnya saja) tuliskan kata masyarakat ditengahnya )
    • Tanyakan k epada peserta lembaga-lembaga mana yang paling sering berhubungan dengan masyarakat.
    • Tempelkan bulatan yang telah ditulis nama lembaga pada seketsa desa
    • Jika sering berhubungan tempelkan dekat dengan kata masyarakat jika tidak sering berhubungan tempelkan jauh dari kata masyarakat
    • Lakukan hal demikian sampai semua bulatan tertempel pada sketsa desa
    www.dadangsolihin.com Langkah-langkah Kegiatan
  • 37. MASYARAKAT PEMDES LKMD PKK BPD KELOMPOK TANI www.dadangsolihin.com
  • 38. Menggali Masalah dan Potensi
    • Galilah permasalahan dari lembaga yang terindentifikasi dari segi :
      • Struktur Organisasi
      • Kapasitas SDM
      • Managemen Organisasi
      • Regulasi
    • Catatlah semua masalah dan potensi yang tergali dalam Format yang telah disediakan
    www.dadangsolihin.com
  • 39. Format 2: Diagram Kelembagaan CONTOH www.dadangsolihin.com NO NAMA LEMBAGA MASALAH POTENSI 1 PEMDES Administrasi Pemerintahan Desa belum rapi Adanya itikad baik dari perangkat Terjadi kekosongan perangkat sebanyak 2 formasi Bendahara Desa belum menguasai managemen keuangan dengan baik SDM 2 BPD Hubungan BPD dengan Pemdes dan masyarakat belum berjalan secara optimal SDM Kemampuan BPD dalam pembahasan Peraturan desa masih lemah SDM
  • 40.  
  • 41. Kalender M usim
    • Pengertian
    • Kalender musim adalah alat kajian untuk mengetahui kejadian/ kegiatan dalam kehidupan masyarakat berkaitan dengan perubahan waktu
    • Tujuan
    • Untuk Mengetahui kegiatan - kegiatan masyarakat berdasarkan perubahan waktu
    • Untuk mengetahui kejadian - kejadian yang berkaitan dengan kebutuhan dasar yang terjadi secara berulang dalam kehidupan masyarakat
    • Untuk mengetahui masa - masa kritis dalam kehidupan masyarakat
    www.dadangsolihin.com
  • 42. Tahapan Teknik Kalender Musim (1)
    • Persiapan
    • Persiapkan Tempat yang memadai
    • Siapkan alat yang akan digunakan ( Spidol, Plano, Kertas manila, gunting dan isolatif )
    • Siapakan format masalah kalender musim
    • Jelaskan tujuan kajian dengan kalender musim
    • Membagi tugas ( Fasilitator dan Pencatat )
    www.dadangsolihin.com
  • 43. Tahapan Teknik Kalender Musim (2)
    • Membuat Kalender Musim
    • Ajaklah peserta mendiskusikan musim yang ada
    • Hasilnya tuliskan pada kolom yang tersedia
    • Ajaklah pererta untuk mengidentifikasi kejadian - kejadian ( m asalah, kegiatan) penting yang berkaitan dengan kebutuhan dasar yang kejadiannya terus berulang
    • Tuliskanlah dalam kolom masalah/kejadaian pada kalender musim
    • Ajaklah peserta mendiskusikan kapan biasanya kejadian - kejadian tersebut terjadi
    • Tuliskan dengan memberi tanda X pada kolom yang tersedia
    www.dadangsolihin.com
  • 44. Kalender Musim www.dadangsolihin.com Masalah Kemarau / Katiga Penghujan/Rendeng   Wereng/Panca Roba KEGIATAN Ag Sep Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Banjir          * ***  *              Penyakit Diare              * **  ***  *    Paceklik    *  **                    Banyak Kondangan          *  **        * ***        Panen Raya             * ***              Hama Tanaman           * **  *           
  • 45. Menggali Masalah dan Potensi
    • Tanyakan kepada peserta musyawarah berkaitan dengan kejadian/ masalah yang ada
      • Dimana lokasi kejadiannya
      • Siapa yang terkena dampak masalah tersebut
      • Bagaimana kapasitas masalahnya
    • Tanyakan kepada peserta musyawarah potensi apa yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut
    • Tuliskan masalah dan potensi kedalam format masalah dan potensi kalender musim
    www.dadangsolihin.com
  • 46. Format 2: Kalender Musim www.dadangsolihin.com CONTOH NO MASALAH POTENSI 1 Pada musim penghujan Rw 01 / Rt 03 tergenang banjir
    • Batu
    • Pasir
    • Tenaga
    2 Pada musim pancaroba 12 warga Rw 1 Rt 02 terserang diare
    • Posyandu
    • Bidang Desa
    3 Pada musim kemarau terjadi paceklik
    • Lumbung desa
  • 47.  
  • 48. Pengelompokan Masalah
    • Pengertian
    • Pengelompokan masalah adalah suatu kegiatan untuk menghimpun/mendaftar, memeriksa kebenaran, menggabungkan dan mengelompokan masalah dalam sektor dan bidang
    • Tujuan
    • Memperoleh data masalah dan potensi yang akurat dari hasil tiga alat kajian di tingkat dusun
    • Menggabungkan dan mengelompokkan masalah dari hasil kajian di tingkat dusun ke dalam sektor dan bidang (Pengembangan Wilayah, Ekonomi dan Sosial Budaya)
    www.dadangsolihin.com
  • 49. Langkah-Langkah Pengelompokan Masalah
    • Indentifikasikan masalah – masalah yang sama dari hasil penjaringan masalah di tingkat didusun
    • Jadikanlah masalah-masalah yang sama tersebut menjadi satu rumusan masalah
    • Jika langkah 2 telah selesai, kelompokanlah masalah kedalam sektor ( sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, perdagangan, peternakan , pemerintahan, pekerjaan umum, Sumber daya air, dll)
    • Kelompokanlah sektor - sektor yang ada kedalam dalam bidang (Pengembangan wilayah, Sosial budaya, Ekonomi ) tuliskan dalam kolom 2 format 4
    • Periksalah potensi hasil kajian di tingkat dusun (tiga alat kajian ) tuliskanlah dalam tuliskan dalam kolom 2 format 4
    www.dadangsolihin.com
  • 50. Format 4: Pengelompokan Masalah CONTOH www.dadangsolihin.com No Masalah Potensi I BIDANG PENGEMBANGAN WILAYAH 1.1 Pekerjaan Umum 1.1.1 Jalan Desa sepanjang 700 meter di RW 01 banyak berlubang dan becek Tenaga, batu 1.2 Sumber Daya Air 1.2.1 Tanggul sungai jebol di RW 01 Rt 02 sepanjang 50 Meter Tenaga, batu II BIDANG EKONOMI 2.1 Pertanian 2.1.1 Lahan sawah seluas 5Ha di Rw 01 Rt 01 sering gagal panen kerena serangan hama Kelompok tani III BIDANG SOSIAL BUDAYA 3.1 Pendidikan 3.1.1 15 Anak Usia Dini di Rw 01 belum mendapatkan pelayanan pendidikan TK Pertiwi 3.1.1 TPQ AL Hidayah tidak berjalan aktif Gedung dan Ustzad 3.2 Kesehatan 3.2.1 5 Anak balita di Rw 01 menderita gizi buruk Posyandu 3.3 Pemerintahan 3.3.1 Terjadi kekosongan perangkat sebanyak 2 formasi 3.3.2 Bendahara Desa belum menguasai manajemen keuangan dengan baik Ada semangat dan komitmen 3.3.2 Kemampuan BPD dalam pembahasan Peraturan desa masih lemah Ada semangat dan komitmen
  • 51.  
  • 52. Penentuan Tingkat Masalah
    • Pengertian
    • Menentukan Peringkat Masalah adalah suatu kegiatan mengkaji berat ringannya masalah yang sedang dihadapi dengan methode dan teknik tertentu
    • Tujuan
    • Untuk mengetahui bobot masing – masing masalah
    • Menentukan urutan masalah secara tepat berdasar bobot
    • Menentukan urut – urutan masalah yang harus segera diselasaikan
    www.dadangsolihin.com
  • 53. Tahapan Prioritas Masalah
    • Sampaikan terlebih dahulu mengapa harus membuat prioritas masalah
    • Sepakati terlebih dahulu apapun hasil kesepakatan tentang prioritas masalah adalah kesepakatan bersama
    • Sepakati terlebih dahulu kriteria dan bobot
    • Lakukanlah penskoran secara partisipatif
    www.dadangsolihin.com
  • 54. Penentuan Kriteria Peringkat Masalah www.dadangsolihin.com Misal : Pengembangan Wilayah Bidang Ekonomi Bidang Sosial Budaya
    • Tingkat kerusakan
    • Menghambat peningkatan pendapatan
    • Menghambat pemenuhan hak dasar
    • Dampak
    • Dampa k
    • Dampak
    • Pengaruh te r hadap kemiskinan
    • Pengaruh terhadap Kemiskinan
    • Pengaruh terhadap Kemiskinan
  • 55. Pembobotan Masalah
    • Sepakati bobot dan nilai untuk setiap indikator
    • Misal
    • 1. Tingkat kerusakan SKOR
    • - Sangat parah 76 s/d 100
    • - Cukup parah 51 s/d 75
    • - Parah 26 s/d 50
    • - Kurang parah 1 s/d 25
    • 2. Dampak
    • - Dirasakan satu Desa atau lebih
    • - Dirasakan satu RW
    • - Dirasakan satu RT
    • - Dirasakan individu
    • 3. Pengaruh terhadap Kemiskinan:
    • - Sangat berpengaruh
    • - Cukup berpengaruh
    • - Berpengaruh
    • - kurang berpengaruh
    • 4. Pengaruh terhadap pemenuhan hak dasar :
    • - Sangat berpengaruh
    • - Cukup berpengaruh
    • - Berpengaruh
    • - kurang berpengaruh
    • 5. Menghambat peningkatan pendapatan:
    • - sangat menghambat
    • - cukup menghambat
    • - menghambat
    • - kurang menghambat
    Setelah kriteria dan Pembobotan disepakati tulislah di kertas plano dan ditempel di tempat yang dapat dilihat dengan baik oleh semua peserta www.dadangsolihin.com
  • 56. Melakukan Skoring
    • Siapkan Format skoring masalah
    • Salinlah semua kegiatan pada kolom 2 format 2 ke dalam kolom 2 format 5
    • Ajaklah peserta musyawarah melakukan skoring masalah dengan satu kriteria terlebih dahulu
    • Tuliskan skor yang disepakati pada kolom yang tersedia
    • Lakukanlah hal demikian sehingga semua masalah diberi skor dengan kriteria yang telah disepakati
    • Jika semua masalah telah diberi skor, ajaklah peserta musyawarah untuk menjumlah skor pada setiap masalah dan hasilnya tuliskan pada kolom 7 format 5
    • Jika ada jumlah yang sama, ulanglah kembali pensekoran pada masalah yang mempuyai jumlah skor sama
    • Buatlah ranking berdasar besar kecilnya jumlah skor dan tuliskan pada kolom 8 format 5
    www.dadangsolihin.com
  • 57. Format 5: Skoring Masalah CONTOH www.dadangsolihin.com NO MASALAH KRITERIA PENILAIAN J ml skor Rangking Tingkat Kerusakan Jumlah yang terkena Dampak Pengaruh ter h ada p kemiskinan I BIDANG PENGEMBANGAN WILAYAH 1.1 Pekerjaan Umum 1.1.1 Jalan Desa sepanjang 700 meter di RW 01 banyak berlubang dan becek 60 95 50 205 II 1.2 Sumber Daya Air 1.2.1 Tanggul sungai jebol di RW 01 Rt 02 sepanjang 50 Meter 90 85 40 125 I
  • 58. Format 5: Skoring Masalah www.dadangsolihin.com CONTOH NO MASALAH KRITERIA PENILAIAN Jumlah skor Rangking Menghambat peningkatan pendapatan Menghambat pemenuhan hak dasar Jumlah yang menerima Dampak II BIDANG EKONOMI 2.1 Pertanian 2.1.1 Lahan sawah seluas 5 H di Rw 01 Rt 01 sering gagal panen kerena serangan hama 30 40 50 120 I 2.1.2 2.2 Peternakan 2.2.1 2.3 Perdagangan 2.3.1
  • 59. Format 5: Skoring Masalah www.dadangsolihin.com CONTOH NO MASALAH KRITERIA PENILAIAN Jumlah skor Rangking Menghambat pemenuhan hak dasar Jumlah yang menerima Dampak Pengaruh Thp kemiskinan III BIDANG SOSIAL BUDAYA 3.1 Pendidikan 3.1.1 15 Anak Usia Dini di Rw 01 belum mendapatakan pelayanan pendidikan 10 20 30 60 1 3.1.1 TPQ AL Hidayah tidak berjalan aktif 10 10 3 23 3 3.2 Kesehatan 3.2.1 5 Anak balita di Rw 01 menderita gisi buruk 5 10 10 25 2 3.3 Pemerintahan 3.3.1 Terjadi kekosongan perangkat sebanyak 2 formasi 5 5 10 20 4
  • 60.  
  • 61. Alternatif Tindakan Pemecahan Masalah
    • Pengertian
    • Menyusun alternatif tindakan Pemecahan Masalah adalah serangkaian kegiatan kajian dan analisis masalah, penyebab dan potensi untuk menentukan alternatif tindakan pemecahan masalah
    • Tujuan
    • Untuk mengetahui penyebab mendasar dari setiap masalah
    • Mengetahui potensi yang tepat untuk memecahkan masalah
    • Merumuskan berbagai alternatif tindakan yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah
    www.dadangsolihin.com
  • 62. Merumuskan Alternatif Tindakan Pemecahan Masalah (1)
    • Persiapan
    • Persiapkan Tempat yang memadai
    • Siapkan alat yang akan digunakan ( Spidol, Plano, Kertas manila, gunting dan isolatif )
    • Menyiapkan Format Alternatif Tindakan Pemecahan Masalah
    • Membagi tugas ( Fasilitator dan Pencatat )
    www.dadangsolihin.com
  • 63. Merumuskan Alternatif Tindakan Pemecahan Masalah (2)
    • Langkah-Langkah
    • Tulislah setiap masalah berdasar pada pengelompokan masalah (Format 5 ) pada kolom 2 pada format 6
    • Kajilah penyebab mendasar dari setiap masalah dan hasilnya tuliskan pada kolom 3 format 6
    • Kajilah potensi yang dapat menyelesaikan masalah dan penyebabnya pada setiap masalah, hasilnya tuliskan pada kolom 4 format 6
    • Rumuskanlah alternatif tindakan pemecahan masalah dengan mendasarkan pada penyebabnya dan memperhitungkan potensi yang ada, hasilnya tuliskan pada kolom 5 format 6
    www.dadangsolihin.com
  • 64. Format 6: Alternatif Tindakan Pemecahan Masalah CONTOH www.dadangsolihin.com NO MASALAH PENYEBAB POTENSI ALTERNATIF TINDAKAN PEMECAHAN MASALAH I PENGEMBANGAN WILAYAH 1.1 Pekerjaan Umum 1.1.1 Jalan Desa sepanjang 700 meter di RW 01 banyak berlubang dan becek Tidak ada drainase / saluran pembuangan untukmembuang air yang naik kejalan Tenaga Pembangunan Drainasi jalan sepanjang 700 M jalan masih berupa tanah pengerasan jalan 1.2 Sumber Daya Air 1.2.1 Tanggul sungai jebol di RW 01 Rt 02 sepanjang 50 Meter Tanah tanggul sangat labil Tenaga Pembangunan Talud Sungai sepanjang 50 Meter
  • 65. Format 6: Alternatif Tindakan Pemecahan Masalah www.dadangsolihin.com CONTOH NO MASALAH PENYEBAB POTENSI ALTERNATIF TINDAKAN PEMECAHAN MASALAH II BIDANG EKONOMI 2.1 Pertanian 2.1.1 Hasil panen di lahan persawahan Block silumbu seluas 10 Ha menurun sampai 25% Lahan kurang subur Kelompok Tani Gerakan pengomposan lahan Pada musim tanam kemarau sulit mendapatkan air dan pada musim hujan banjir
    • Normalisasi irigasi
    • Normalisasi drainase
    2.2 Peternakan 2.2.1 Setiap tahun terjadi serangan penyakit “ayam thelo” yang mengakibatkan lebih dari 100 ayam mati di semua wilayah dusun Terkena virus “thelo” Tindakan vaksinasi secara dini
  • 66.  
  • 67. Langkah-langkah Membuat Matrik Program dan K egiatan (1)
    • Salinlah alternatif tindakan pemecahan masalah (kolom 5 format 6) kedalam kolom 2 format 7
    • Tuliskan volume masing masing kegiatan pada kolom 3 format 7
    • Tuliskan lokasi kegiatan pada kolom 4 format 7
    • Tuliskan V pada 5,6,7,8 dan 9 sesui dengan prioritas masalah dengan memperhitungkan perkiraan pendapatan tahun bersangkutan
    • Tuliskan tanda V pada kolom 10,11 dan 12 sesuai dengan sumber pembiayaan
    www.dadangsolihin.com
  • 68. Langkah-langkah Membuat Matrik Program dan K egiatan (2)
    • Cara menentukan sumber pembiayaan adalah
      • Kewenangan Desa
      • Kemampuan pembiayaan
      • Kemampuan teknis pelaksanaan kegiatan
    • Jika suatu kegiatan memenuhi semua kriteria maka sumber pembiayaan berasal dari APB Desa dan jika salah satu kriteria tidak terpenuhi maka sumber pembiayaan berasal dari APBD/N
    www.dadangsolihin.com
  • 69. Sumber Biaya
    • APBD/APBN:
    • APBD Kabupaten, APBD Propinsi dan APBN (Skala supra desa)
    • Apabila kegiatan tersebut :
    • 1.1. Bukan Kewenangan Desa
    • 1.2. Biayanya terlalu besar / tidak mampu dibiayai desa
    • 1.3. Desa tidak mempunyai kapasitas teknis untuk melaksanakannya
    • APB Desa:
    • 1.1. Kewenangan Desa
    • 1.2. Biayanya terjangkau oleh anggaran Desa
    • 1.3. Desa mempunyai kapasitas teknis untuk melaksanakannya
    • Lainya:
    • Berasal dari selain sumber diatas, misal:
    • Bantuan dari organisasi non pemerintah
    • P erusahaan
    • Bantuan Program ( misal : P2KP, PPK, dll )
    • Pihak ketiga lainnya ( warga perantauan,
    www.dadangsolihin.com
  • 70. RPJMDes TAHUN 2006 - 2010 Desa Ampuh Kecamatan Handal Kabupaten Sakti CONTOH www.dadangsolihin.com N0 BIDANG / KEGIATAN VOL LOKASI TAHUN SUMBER BIAYA INDIKATOR 2006 2007 2008 2009 2010 APBD/ APBN APB Desa Lainnya I PENGEMBANGAN WILAYAH 1.1 Pekerjaan Umum 1.1.1 Pembangunan Drainasi jalan 700 M Rw 01 V V X Terbangunya drainase P 700 m 1.1.2 Pengerasan jalan (makadam) 700 M X 3 M Rw 01 V V V Terbangunnya jalan makadam P 700 m 1.2 Sumber Daya Air 1.2.1 Pembangunan Talud Sungai sepanjang 50 Meter 50 M X 3 M Rw 01 Rt 02 V V Terbangunya Talud sungai P 50 M II BIDANG EKONOMI 2.1 Pertanian 2.1.1 Bantuan pengadaan alat pembasmi hama 10 Buah Desa V V III SOSIAL BUDAYA 3.1 Pendidikan 3.1.1 Sosialisasi pendidikan anak Usia Dini Ls Desa V V Anak terlayani pendidikan 3.1.2 Bantuan APE 10 Buah Desa V V Anak terlayani pendidikan
  • 71.  
  • 72. Partisipasi dalam Proses Penyusunan Anggaran
    • Tahapan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) (Bulan Juni)
      • Penyampaian draft KUA (Program Prioritas dan Plafon sementara) di Paripurna DPRD (Biasanya disampaikan oleh Sekretaris Daerah, tergantung daerah masing2)
      • Pembahasan KUA antara Panggar Eksekutif dan Legislatif
      • DPRD melakukan hearing dengan masyarakat
      • Penandatanganan MOU tentang KUA (Program Prioritas dan Plafond sementara)
    www.dadangsolihin.com
  • 73. Celah Keterlibatan Warga dalam Penyusunan KUA
    • Masyarakat (baik individu maupun lembaga) bisa memberikan masukan dan kritik terhadap draft dokumen KUA pada saat hearing di DPRD (Lisan atau Tulisan)
    • Memberi masukan dan hadir selama proses pembahasan (Tulisan atau SMS)
    • Membangun opini publik dengan menggunakan media (Koran atau Radio)
    www.dadangsolihin.com
  • 74. Partisipasi dalam Proses Penetapan Anggaran
    • Penyusunan draft RKA – SKPD/Kerangka Pembiayaan di Internal Pemda (dokumen Rujukan KUA, Program Prioritas dan Plafon sementara dan Dokumen RKPD)
    • Pembahasan hanya melibatkan SKPD dengan Bappeda dan Bagian Keuangan
    • Dokumen keluaran adalah Kerangka Rencana RAPBD
      • Titik kritis pertama, karena bisa terjadi usulan dadakan/ pencoretan rencana kegiatan hasil M usrenbang
    www.dadangsolihin.com
  • 75. Celah yang Bisa Digunakan
    • Masyarakat bisa melakukan komunikasi dengan Dinas/Instansi secara informal untuk konfirmasi tentang rencanan usulan kegiatan atau sekaligus memberikan masukan dan tambahan kegiatan berdasarkan rujukan kepada hasil Musrenbang apabila ada yang terlewat
    • Bangun hubungan secara personal dengan pejabat di SKPD
    • Pembahasan draft RKA-SKPD di DPRD antara SKPD dengan Komisi DPRD
      • Diawali dengan pembahasan secara umum Keranca Rencana RAPBD antara Pangar Eksekutif dan Legislatif,
      • Seluruh SKPD melakukan pembahasan dengan komisi DPRD (mitra kerja) secara bergantian,
    • Hasil pembahasan komisi dikompilasi dan dibahas kembali di Panitia Anggaran dan dijadikan rujukan untuk menyusun draft RAPBD oleh Pangar Eksekutif
    www.dadangsolihin.com
  • 76. Celah Keterlibatan Warga
    • Pada saat pembahasan di Komisi DPRD, masyarakat bisa melakukan pengawalan dengan hadir di tempat pembahasan atau meminta hearing secara resmi ke DPRD
    • Membangun publik Opini dengan tulisan dan di publikasikan ke media (Radio/Koran)
    • Melakukan diskusi dengan anggota Komisi DPRD secara informal
    www.dadangsolihin.com
  • 77. Pembahasan Pendahuluan RAPBD
    • Diawali dengan penyerahan draft RAPBD dari Eksekutif ke Legislatif
    • Pembahasan draft RAPBD oleh Pangar Legislatif dengan SKPD didampingi Pangar Eksekutif (rujukan RKA-SKPD, draft RAPBD)
    • Bersifat konfirmasi dan penajaman dari setiap RKA-SKPD
    • Hasil pembahasan menjadi dokumen RAPBD
      • Titik krusial kedua : Akan terjadi tarik menarik berbagai kepentingan
    www.dadangsolihin.com
  • 78. Celah Keterlibatan Warga
    • DPRD melakukan hearing dengan masyarakat untuk sosialisasi RAPBD
    • Masyarakat bisa melakukan monitoring selama pembahasan, memberi masukan dan sekaligus membangun publik opini melalui media massa
    • Kelompok kepentingan bisa melakukan monitoring di pembahasan yang menjadi minatnya
    www.dadangsolihin.com
  • 79. Pengesahan APBD
    • Diawali dengan Rapat Paripurna DPRD tentang Nota Keuangan dan RAPBD (disampaikan oleh Bupati)
    • Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD di Paripurna DPRD
    • Jawaban Bupati terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi di Paripurna DPRD
    • Pembahasan di Pansus DPRD
      • Antara Panggar Eksekutif dan Legislatif
      • Penyelarasan akhir terhadap RAPBD
    • Pandangan Akhir Fraksi dan Pengambilan Keputusan di Paripurna DPRD
    www.dadangsolihin.com
  • 80. Celah Keterlibatan Warga
    • Masyarakat diundang resmi oleh DPRD pada seluruh Rapat Paripurna. ( M asyarakat tidak bisa memberi masukan, hanya mendengarkan saja)
    • Warga bisa membuat tulisan pada saat Paripurna dan disebarkan ke peserta dan undangan.
    • Masyarakat bisa hadir pada tahapan pembahasan/penyelarasan dan masih bisa memberi masukan melaui surat atau SMS,
    • Masyarakat bisa meminta hearing dengan Panggar DPRD
    www.dadangsolihin.com
  • 81. Pelaksanaan APBD
    • Pemda sebagai pelaksana APBD
    • Membuat Dokumen DASK SKPD, sebagai rujukan pelaksanaan APBD.
    • DPRD melakukan pengawasan/kontrol terhadap pelaksanaan APBD (laporan triwulanan/semesteran)
    • DPRD melakukan kunjungan lapangan
    • Masyarakat (termasuk dunia usaha) bisa terlibat dalam pelaksanaan (sebagai pihak ketiga)
    www.dadangsolihin.com
  • 82. Celah Keterlibatan Warga
    • Monitoring terhadap pelaksanaan kegiatan (apakah sesuai dengan rencana)
    • Lihat alokasi anggaran, apakah sesuai dengan budget yang telah direncanakan
    • Berapa nilai riil kegiatan
    • Apakah tender dilakukan secara transparan dan akuntabel
    • Kalau terjadi dugaan penyimpangan bisa diangkat dan dilaporkan kepada institusi yang berwenang
    www.dadangsolihin.com
  • 83. Evaluasi dan Pengawasan
    • Ada yang bersifat administratif dan politis
      • Administratif oleh Inspektoral
      • Politis oleh DPRD, pada arena LKPJ
    • DPRD melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan APBD triwulanan atau semesteran,
    • Evaluasi satu tahun yaitu pada arena LKPJ
    www.dadangsolihin.com
  • 84. Celah Keterlibatan Warga
    • Pada saat evaluasi tahunan, warga bisa memberi masukan ke DPRD, dengan mengkritisi dokumen LKPJ Bupati dengan melihat pelaksanaan di lapangan
    • Warga bisa memberikan penilaian (melakukan komparasi) antara rencana dan target yang telah disepakati di dokumen KUA dengan dokumen LKPJ
    www.dadangsolihin.com
  • 85. Terima Kasih www.dadangsolihin.com
  • 86. Tentang Narasumber www.dadangsolihin.com