• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah Perspektif Anggaran Berbasis Kinerja
 

Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah Perspektif Anggaran Berbasis Kinerja

on

  • 2,876 views

Capacity Building DPRD Kota Malang; Hotel Ibis Mangga Dua-Jakarta, 15 Mei 2009

Capacity Building DPRD Kota Malang; Hotel Ibis Mangga Dua-Jakarta, 15 Mei 2009

Statistics

Views

Total Views
2,876
Views on SlideShare
2,867
Embed Views
9

Actions

Likes
5
Downloads
0
Comments
0

2 Embeds 9

http://sofianomicrakyat.blogspot.com 7
http://www.slideshare.net 2

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah Perspektif Anggaran Berbasis Kinerja Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah Perspektif Anggaran Berbasis Kinerja Presentation Transcript

    • BAPPENAS
    • File Presentasi ini bisa didownload di
      • http://www.ziddu.com/download/4741262/2009_020_Ibis_Malang.pdf.html
      www.dadangsolihin.com
    • www.dadangsolihin.com
    • Materi
      • Tujuan dan Permasalahan Pembangunan Daerah
      • Perencanaan Pembangunan Daerah
      • Kegagalan Perencanaan
      • Perwakilan Rakyat
      • Anggaran Berbasis Kinerja dan Aplikasinya dalam Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah
      www.dadangsolihin.com
    •  
    • Apa Tujuan Pembangunan? ( Todaro: the three objectives of development)
      • P eningkatan standar hidup (levels of living) setiap orang , baik pendapatannya, tingkat konsumsi pangan, sandang, papan, pelayanan kesehatan, pendidikan, dll.
      • P enciptaan berbagai kondisi yang memungkinkan tumbuhnya rasa percaya diri (self-esteem) setiap orang .
      • P eningkatan kebebasan (f reedom/ democracy ) setiap orang.
      www.dadangsolihin.com
    • How?
      • Mengurangi disparitas atau ketimpangan pembangunan
        • antar daerah
        • antar sub daerah
        • antar warga masyarakat (pemerataan dan keadilan).
      • Memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.
      • Menciptakan atau menambah lapangan kerja.
      • Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat daerah.
      • Mempertahankan atau menjaga kelestarian sumber daya alam agar bermanfaat bagi generasi sekarang dan generasi masa datang (berkelanjutan).
      www.dadangsolihin.com
    • Pembangunan Daerah (1)
      • Pembangunan daerah pada hakekatnya adalah upaya terencana untuk meningkatkan kapasitas pemerintahan daerah sehingga tercipta suatu kemampuan yang andal dan profesional dalam:
        • memberikan pelayanan kepada masyarakat,
        • mengelola sumber daya ekonomi daerah.
      www.dadangsolihin.com
    • Pembangunan Daerah (2)
      • Pembangunan daerah juga merupakan upaya untuk memberdayakan masyarakat di seluruh daerah sehingga:
        • tercipta suatu lingkungan yang memungkinkan masyarakat untuk menikmati kualitas kehidupan yang lebih baik, maju, dan tenteram,
        • memperluas pilihan yang dapat dilakukan masyarakat bagi peningkatan harkat, martabat, dan harga diri.
      www.dadangsolihin.com
    • Pembangunan Daerah (3)
      • Pembangunan daerah dilaksanakan melalui penguatan otonomi daerah dan pengelolaan sumber daya yang mengarah pada terwujudnya tata kepemerintahan yang baik (good governance).
      • Pelaksanaan pembangunan daerah yang baik hanya dapat dilakukan apabila terjadi keseimbangan peran dari tiga pilar, yaitu: pemerintah, dunia usaha swasta , dan masyarakat.
      www.dadangsolihin.com
    • Pembangunan Daerah (4)
      • Pemerintahan (legislatif, eksekutif, dan yudikatif) memainkan peran yang menjalankan dan menciptakan lingkungan politik dan hukum yang kondusif bagi unsur-unsur lain.
      • Peran dunia usaha swasta adalah mewujudkan penciptaan lapangan kerja dan pendapatan.
      • Masyarakat berperan dalam penciptaan interaksi sosial, ekonomi dan politik.
      www.dadangsolihin.com
    • Pergeseran Paradigma: F rom Government to Governance www.dadangsolihin.com Government Governance
      • Memberikan hak ekslusif bagi negara untuk mengatur hal-hal publik,
      • Aktor di luarnya hanya dapat disertakan sejauh negara mengijinkannya.
      • Persoalan-persoalan publik adalah urusan bersama pemerintah, civil society dan dunia usaha sebagai tiga aktor utama.
    • Pelaku Pembangunan: Paradigma Governance
      • Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat yang bersendikan transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dsb.
      www.dadangsolihin.com
      • Apabila sendi-sendi tersebut dipenuhi, maka Governance akan Good .
      Dunia Usaha Swasta Pemerintah Masyarakat Nilai Pertumbuhan Redistibusi Melalui P elayanan Pasar Kontrol Kontrol Tenaga Kerja
    • Pelaku Pembangunan: Stakeholders www.dadangsolihin.com Executive Judiciary Legislature Public service Military Police organized into: Community-based organizations Non-governmental organizations Professional Associations Religious groups Women’s groups Media Small / medium / large enterprises Multinational Corporations Financial institutions Stock exchange BUSINESS STATE CITIZENS
    • Troika www.dadangsolihin.com
    • Troika: Pola Hubungan a ntara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, d an Masyarakat www.dadangsolihin.com VISI Masyarakat, Bangsa, dan Negara Pemerintah Masyarakat Dunia Usaha Good Governance
    • Perumusan Visi Daerah www.dadangsolihin.com Stakeholders PEMDA
    • Perumusan Visi Daerah www.dadangsolihin.com PEMDA Stakeholders
    • Ternyata Pemerintah Masih Diperlukan www.dadangsolihin.com
    • Permasalahan Pembangunan Daerah (1)
      • Pembangunan Ekonomi
        • Meningkatnya pengangguran dan kemiskinan
        • Menurunnya fungsi intermediasi perbankan untuk mengembangkan sektor riil
        • Pola persebaran investasi untuk PMA dan PMDN secara nasional belum merata dan menunjukkan ketimpangan yang cukup tinggi antarwilayah
      • Pembangunan Sosial
        • Menurunnya kemampuan pemerintah dalam pelayanan-pelayanan sosial dasar (pendidikan, kesehatan dan gizi).
      www.dadangsolihin.com
    • Permasalahan Pembangunan Daerah (2)
      • Pembangunan Prasarana Wilayah
        • Terbatasnya tingkat pelayanan jaringan transportasi antar dan intra wilayah.
        • Menurunnya kapasitas pemerintah daerah dalam pengaturan dan pengelolaan infrastruktur.
        • Menurunnya kapasitas dan ketersediaan sumberdaya tenaga listrik.
        • Meningkatnya masalah kelangkaan air bersih dan air minum.
        • Menurunnya kapasitas pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan infrastruktur.
      www.dadangsolihin.com
    • Permasalahan Pembangunan Daerah (3)
      • Pembangunan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup
        • Menurunnya kualitas permukiman (kemacetan, kawasan kumuh, pencemaran lingkungan (air, udara, suara, sampah).
        • Berkurangnya ruang publik dan ruang terbuka hijau (RTH) di wilayah perkotaan.
        • Alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi lahan permukiman secara signifikan.
      www.dadangsolihin.com
    • Permasalahan Pembangunan Daerah (4)
        • Pembangunan SDA dan LH (lanjutan)
        • Meningkatnya urbanisasi dan aglomerasi perkotaan.
        • Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) belum sepenuhnya menjadi acuan dalam pemanfaatan ruang dan fokus hanya pada Perencanaan.
        • Penurunan luas kawasan Hutan Tropis dan kawasan resapan air, serta meningkatnya DAS kritis.
        • Kejadian bencana alam gempa, banjir dan longsor yang frekuensinya meningkat dan dampaknya semakin meluas, terutama pada kawasan yang berfungsi lindung.
      www.dadangsolihin.com
    • Permasalahan Pembangunan Daerah (5)
      • Permasalahan Khusus
      • Lemahnya daya saing investasi
      • Pembangunan daerah tertinggal belum ditangani secara terpadu antar sektor dan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha
      • Pemekaran daerah yang belum mampu menyejahterakan masyarakat
      • Rendahnya proses pembangunan dan penguatan stabilitas keamanan di daerah perbatasan negara.
      www.dadangsolihin.com
    •  
    • Definisi Perencanaan
      • Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat melalui serangkaian pilihan-pilihan .
        • Menentukan : Menemukan (mengungkapkan dan meyakinkan).
        • Tindakan : Spesifik dan berkaitan dengan persoalan pelaksanaan
        • Tepat : Dikaitkan dengan tindakan
        • Pilihan-pilihan :
          • Pemilihan tujuan dan kriteria
          • Identifikasi seperangkat alternatif yang konsisten dengan preskripsi dengan pemilihan alternatif yang memungkinkan
          • Arahan tindakan mengenai tujuan yang telah ditentukan
      www.dadangsolihin.com
    • Syarat Perencanaan
      • Harus memiliki, mengetahui, dan memperhitungkan:
      • Tujuan akhir yang dikehendaki.
      • Sasaran-sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya (yang mencerminkan pemilihan dari berbagai alternatif).
      • Jangka waktu mencapai sasaran-sasaran tersebut.
      • Masalah-masalah yang dihadapi.
      • Modal atau sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya.
      • kebijakan-kebijakan untuk melaksanakannya.
      • Orang, organisasi, atau badan pelaksananya.
      • Mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pengawasan pelaksanaannya.
      www.dadangsolihin.com
    • Fungsi/Manfaat Perencanaan
      • Sebagai penuntun arah
      • Minimalisasi ketidakpastian
      • Minimalisasi inefisiensi sumberdaya
      • Penetapan standar dan pengawasan kualitas
      www.dadangsolihin.com
    •  
    • Kegagalan Perencanaan (1)
      • Penyusunan perencanaan tidak tepat, mungkin karena:
      www.dadangsolihin.com
      • informasinya kurang lengkap,
      • metodologinya belum dikuasai,
      • perencanaannya tidak realistis sehingga tidak mungkin pernah bisa terlaksana
      • pengaruh politis terlalu besar sehingga pertimbangan-pertimbangan teknis perencanaan diabaikan.
    • Kegagalan Perencanaan (2)
      • Perencanaannya mungkin baik, tetapi pelaksanaannya tidak seperti seharusnya.
        • kegagalan terjadi karena tidak berkaitnya perencanaan dengan pelaksanaannya.
        • aparat pelaksana tidak siap atau tidak kompeten,
        • masyarakat tidak punya kesempatan berpartisipasi sehingga tidak mendukungnya.
      www.dadangsolihin.com
    • Kegagalan Perencanaan (3)
      • Perencanaan mengikuti paradigma yang ternyata tidak sesuai dengan kondisi dan perkembangan serta tidak dapat mengatasi masalah mendasar negara berkembang.
      www.dadangsolihin.com
      • Misalnya, orientasi semata-mata pada pertumbuhan yang menyebabkan makin melebarnya kesenjangan.
      • Dengan demikian, yang keliru bukan semata-mata perencanaannya, tetapi falsafah atau konsep di balik perencanaan itu.
    • Kegagalan Perencanaan (4)
      • Karena perencanaan diartikan sebagai pengaturan total kehidupan manusia sampai yang paling kecil sekalipun.
        • Perencanaan di sini tidak memberikan kesempatan berkembangnya prakarsa individu dan pengembangan kapasitas serta potensi masyarakat secara penuh.
        • Sistem ini bertentangan dengan hukum penawaran dan permintaan karena pemerintah mengatur semuanya.
        • Perencanaan seperti inilah yang disebut sebagai sistem perencanaan terpusat (centrally planned system).
      www.dadangsolihin.com
    • Sistem Perencanaan yang Berhasil
      • Sistem perencanaan yang mendorong berkembangnya mekanisme pasar dan peran serta masyarakat.
      • Dalam sistem ini perencanaan dilakukan dengan menentukan sasaran-sasaran secara garis besar, baik di bidang sosial maupun ekonomi, dan pelaku utamanya adalah masyarakat dan usaha swasta.
      www.dadangsolihin.com
    • Perencanaan yang Ideal
      • Prinsip partisipatif: masyarakat yang akan memperoleh manfaat dari perencanaan harus turut serta dalam prosesnya.
      • Prinsip kesinambungan: perencanaan tidak hanya berhenti pada satu tahap; tetapi harus berlanjut sehingga menjamin adanya kemajuan terus-menerus dalam kesejahteraan, dan jangan sampai terjadi kemunduran.
      • Prinsip holistik: masalah dalam perencanaan dan pelaksanaannya tidak dapat hanya dilihat dari satu sisi (atau sektor) tetapi harus dilihat dari berbagai aspek, dan dalam keutuhan konsep secara keseluruhan.
      • Mengandung sistem yang dapat berkembang (a learning and adaptive system).
      • Terbuka dan demokratis ( a pluralistic social setting).
      www.dadangsolihin.com
    • Perwakilan Rakyat
    • Wadah Perwakilan Rakyat www.dadangsolihin.com Pemerintah Daerah yang dipimpin oleh Kepala Daerah yang dipilih secara langsung oleh rakyat DPRD sebagai organisasi politik Negara yang berpihak dan berjuang untuk kepentingan rakyat B erbagai partai politik yang seharusnya menjadi organisasi politik sipil tertinggi dari rakyat LSM dan berbagai bentuk asosiasi yang menjadi wadah fungsional atas perjuangan kepentingan tertentu B erbagai organisasi kemasyarakatan yang dibentuk mulai dari tingkat dusun sampai tingkat nasional
      • M ana yang paling dekat dengan rakyat dan secara nyata sering memperjuangkan kepentingan rakyat?
      • Organisasi mana yang terkait langsung memperjuangkan kepentingan rakyat?
      • Lembaga dan organisasi mana yang mempunyai sumberdaya pembangunan yang dapat didayagunakan untuk secara nyata dan cepat memenuhi kebutuhan hidup rakyat?
      • Organisasi mana yang mempunyai dasar pijakan kuat dan konkrit di lingkungan rakyat?
    • Struktur dan Kompleksitas Keterwakilan Kepentingan Warga dalam Pembangunan www.dadangsolihin.com Kelompok median pendukung pemilu dan political entrepreneur Sumber : ADEKSI, KAS, GTZ, ProLH (2005) Pemda Kebijakan dan Program Pembangunan DPRD Produk-produk Fungsi DPRD Parpol Program partai dan janji kampanye LSM Kebijakan dan program khusus LSM Ormas Agenda lobi dan tekanan politik Bentuk Kebijakan dan Program Pembangunan Pemda KDH, Sekda, SKPD DPRD Pimpinan, Komisi, Fraksi, Kaukus Parpol Pimpinan Partai, Biro-biro dalam Partai LSM Berbagai bentuk dan jenis LSM Ormas Berbagai bentuk dan jenis Ormas Lembaga Intermediary Gender Laki Perempuan Ekonomi Kaya Miskin Domisili Tetap Tidak Tetap Keamanan Mapan Rentan Organisasi Kelompok Individual Warga Negara dan Kepentingan-kepentingannya Lingkungan Lingkungan yang sehat dan lestari Arena Pembangunan Sosial Kesejahteraan sosial bagi seluruh warga Ekonomi Pertumbuhan dan pemerataan Kelembagaan Pembuatan keputusan partisipatif
    • Kelompok M edian
      • Mereka adalah para pemain politik di tingkat 'meso' atau tengah yang cerdas dalam melihat peluang untuk melakukan perubahan.
      • Motif gerakan dan sasaran mereka seringkali sangat ditentukan pada pemenuhan insentif yang mereka harapkan; bisa insentif politik atau ekonomi.
      • Mereka dapat bergerak seperti 'bola liar' karena mampu masuk dalam berbagai kalangan dengan mudah.
      • Mereka juga bisa menjadi 'penunggang bebas' atau free rider terhadap berbagai organisasi dan program yang sesuai dengan minat dan kepentingan mereka.
      • Pada umumnya, mereka muncul dari 'kelas menengah' di lingkungan ekonomi atau pun lingkungan intelektual.
      www.dadangsolihin.com
    • P endukung P emilu
      • P ada umumnya m ereka mendapatkan akses pemanfaatan fasilitas publik dan sumberdaya pembangunan secara lebih baik dibandingkan dengan masyarakat kebanyakan.
      • Karena posisi yang berada di lapisan tengah, mereka dapat diakses baik oleh para penguasa formal maupun masyarakat luas, sebab keduanya punya ketergantungan terhadap kelompok median ini.
      www.dadangsolihin.com
    • Fungsi DPRD menurut UU
      • Legislasi : kewenangan pembuatan Peraturan Daerah (Perda), yaitu menginisiasi lahirnya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dan juga membahas dan menyetujui/menolak Raperda yang diusulkan oleh eksekutif.
      • Anggaran : kewenangan menyetujui atau menolak dan menetapkan RAPBD menjadi APBD, melalui proses pembahasan Arah Kebijakan Umum, pembahasan rancangan APBD yang diajukan oleh kepala daerah, dan menerapkan Perda tentang APBD.
      • Pengawasan : kewenangan dewan untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan perda dan peraturan lainnya, pengawasan pelaksanaan APBD, mengawasi kebijakan dan kinerja pemerintah daerah dalam pelaksanaan pembangunan daerah, dan kerjasama internasional di daerah.
      • Sumber : UU 32/2004
      www.dadangsolihin.com
    • Peran dan Fungsi DPRD (1966-1998)
      • DPRD hanya menyetujui konsep eksekutif karena kapasitas dan kewenangannya terbatas untuk menganalisis kebijakan yang diprakarsai eksekutif.
      • Anggota dewan saat itu tidak memiliki kekuatan dan keahlian untuk melakukan analisa secara independen atau untuk meminta masukan dari masyarakat.
      • Hal ini semakin memperlemah fungsi perwakilan DPRD dan kemampuan mereka dalam memastikan bahwa program, pelayanan, dan anggaran pemerintah daerah telah mencerminkan prioritas konstituen.
      • Pemilihan umum direkayasa secara seksama untuk memilih anggota DPRD yang loyal pada rezim.
      www.dadangsolihin.com
    • Peran dan Fungsi DPRD (Saat Ini)
      • DPRD saat ini lebih cerdas dan kompeten dibandingkan di masa lalu.
      • Anggota DPRD secara aktif terlibat dalam penyusunan peraturan daerah , tidak hanya menyetujui draf yang dipersiapkan oleh pemerintah, dan memainkan peran penting dalam proses penganggaran daerah.
      • Pemerintah daerah berkonsultasi dengan DPRD mengenai keputusan-keputusan kebijakan yang penting dan DPRD secara aktif mengambil bagian dalam perencanaan untuk pengembangan ekonomi dan masyarakat di daerahnya.
      • Melalui pemilihan umum yang jujur dan adil, anggota DPRD kini lebih representatif dibandingkan di masa lalu, di mana masyarakat memiliki harapan yang tinggi terhadap lembaga ini.
      www.dadangsolihin.com
    • Tantangan bagi DPRD yang Efektif (1)
      • Seperti di banyak tempat lain di dunia, para politisi seringkali terlihat sebagai orang-orang yang mengutamakan kepentingan diri sendiri dan mereka tidak terjangkau, terpisah dari realita kemiskinan dan kesengsaraan lain yang masih mewarnai kehidupan sehari-hari di Indonesia.
      • Banyak anggota DPRD merasa mempunyai hak istimewa dan merasa bahwa sebagai wakil terpilih yang berbicara dan bertindak atas nama masyarakat, mereka berhak menuntut perlakuan khusus dan kemudian menjauhkan diri dari masyarakat biasa.
      www.dadangsolihin.com
    • Tantangan bagi DPRD yang Efektif (2)
      • Tuduhan korupsi dan penyalahgunaan sumber daya publik yang terus menghiasi catatan DPRD di daerah juga akan dapat mengikis kepercayaan publik.
      • Menurut data Indonesian Corruption Watch pada Juni 2006, lebih dari 1.000 anggota DPRD di seluruh Indonesia sedang dalam penyelidikan karena tuduhan yang berkaitan dengan korupsi.
      • DPRD banyak yang kurang efektif. Kebanyakan DPRD hanya menyetujui satu atau dua PERDA dalam setahun walaupun merencanakan untuk membuat lebih banyak lagi. Anggaran daerah sering pula tertunda karena keterlambatan DPRD untuk menyetujuinya.
      www.dadangsolihin.com
    • Mengapa Hal Ini Terjadi?
      • Sistem partai yang terpusat membuat anggota DPR/D menjadi lebih berpihak kepada partai sebagai sumber legitimasi daripada berpihak pada pemilih dan masyarakat.
      • Partai politik melihat anggotanya sebagai sumber pengumpulan dana untuk pemilihan umum berikut, sehingga kebanyakan anggota DPRD memang secara teratur harus memberikan sebagian gaji mereka kepada partai.
      • Bagi banyak anggota DPRD, para pemilih hanya perlu dimintai pendapat lima tahun sekali, sebagai bagian dari kampanye pemilihan kembali.
      • “ Hubungan Konstituensi” berarti memelihara kelompok kepentingan tertentu yang mendukung para anggota DPRD untuk dipilih, dan seringkali melibatkan uang.
      www.dadangsolihin.com
    • Kemauan untuk Mereformasi
      • Anggota DPRD yang progresif dan berpikiran reformis semakin sadar bahwa kebutuhan untuk mendengarkan masyarakat tidak hanya terjadi selama kampanye saja tetapi dalam praktek sehari-hari.
      • Anggota DPRD semakin tanggap dan inovatif serta memahami permasalahan yang muncul akibat ketidakpercayaan rakyat pada para politisi.
      • DPRD telah melakukan reformasi di beberapa bidang yang memungkinkan partisipasi masyarakat serta meningkatkan transparansi.
      www.dadangsolihin.com
    • Best Practices (1)
      • Peraturan Daerah tentang Transparansi dan Partisipasi
      • Beberapa Pemda telah mengesahkan Perda yang transparan dan memberikan kesempatan masyarakat untuk dimintai pendapatnya dalam proses pembuatan keputusan.
      • Penggunaan Masa Reses yang Bermakna
      • Setiap tahun, DPRD memiliki dua kali masa reses, untuk melakukan konsultasi dengan para konsituennya.
      • Beberapa DPRD telah menggunakan reses ini dengan sangat baik, misalnya dengan mengikuti Musrenbang di daerah masing-masing.
      www.dadangsolihin.com
    • Best Practices (2)
      • Keterlibatan Publik dalam Penyusunan Peraturan Daerah
      • DPRD dan pemerintah daerah membuka pintunya untuk masukan dari kelompok-kelompok masyarakat sipil.
      • Dalam beberapa kasus, hal ini telah dilembagakan melalui kebijakan lokal untuk melibatkan organisasi masyarakat sipil dalam proses penyusunan peraturan daerah.
      • Dengan memperbolehkan masyarakat terlibat aktif dalam proses pembuatan peraturan daerah, perangkat hukum menjadi lebih mantap dan mudah dilaksanakan.
      www.dadangsolihin.com
    • Best Practices (3)
      • Dengar Pendapat Publik
      • Sudah semakin lazim bagi DPRD untuk berkonsultasi dengan masyarakat melalui dengar pendapat publik.
      • Beberapa DPRD telah memanfaatkan fasilitator dan mekanisme konsultatif yang lebih interaktif dibandingkan dengan komunikasi satu arah tradisional dan sosialisasi dari atas ke bawah.
      • Ruang sidang paripurna DPRD dipersiapkan sedemikian rupa guna meningkatkan komunikasi diantara para peserta, dan pertemuan ini pun difasilitasi oleh fasilitator yang terlatih.
      www.dadangsolihin.com
    • Best Practices (4)
      • Transparansi Anggaran
      • Banyak DPRD kini telah membuka pintu bagi masyarakat untuk mengakses dokumen anggaran, bahkan telah menyebarkannya kepada publik dalam bentuk poster.
      • Beberapa DPRD telah melakukan dialog interaktif melalui program radio untuk membicarakan anggaran daerah.
      • Keterlibatan Masyarakat dalam Proses Penganggaran
      • Di beberapa daerah delegasi yang mewakili masyarakat dari forum Musrenbang dapat mengikuti pertemuan persiapan DPRD untuk Kebijakan Umum Anggaran dalam rangka penyusunan APBD.
      www.dadangsolihin.com
    • Orientasi Dasar Politik DPRD
      • A genda politik yang sangat nyata dan langsung memenuhi kebutuhan warga .
        • Penanggulangan kemiskinan;
        • Peningkatan aksesibilitas dan kualitas pendidikan dan kesehatan;
        • Pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi.
      www.dadangsolihin.com
    • Orientasi Dasar Politik DPRD . . .
      • Argumentasi politik yang dibangun adalah sangat mendasar dan tidak klise.
        • D engan membawa dukungan politik nyata dari warga, anggota DPRD akan dapat memperkuat pijakan mereka dalam proses politik yang berlangsung dalam berbagai sidang DPRD.
        • Dengan informasi dan pengetahuan yang langsung diperoleh dari warga masyarakat, para anggota DPRD akan mampu membawakan semua kepentingan warga ke dalam proses pembuatan Peraturan Daerah, penentuan APBD dan pengawasan politik.
      www.dadangsolihin.com
    • Orientasi Dasar Politik DPRD . . .
      • P emikiran yang selalu mencari upaya perbaikan .
        • A nggota DPRD akan selalu dituntut untuk berpikir positif dan konstruktif dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
        • Sering tanpa disadari kebiasaan ini justru meningkatkan kapasitas modal politik yang memang dibutuhkan oleh anggota DPRD dan struktur politik pendukungnya.
      www.dadangsolihin.com
    • Orientasi Dasar Politik DPRD . . .
      • M embangun dan memperkokoh sistem umpanbalik yang cepat dan efektif .
        • P ara anggota DPRD dan partai politiknya dapat selalu melakukan up-date terhadap informasi dan program kerjanya.
        • Partai politik yang diwakili oleh anggota DPRD tersebut juga secara terus menerus mengevaluasi diri apakah mereka mempunyai akar yang kuat di tingkat akar rumput atau justru berkembang menjadi partai politik yang mengambang.
      www.dadangsolihin.com
    • Siklus Representasi Wakil Rakyat
      • Mandat politik yang bersifat sementara mengandung arti bahwa rakyat hanya memberikan sebagian hak-haknya untuk diwakili oleh anggota DPRD yang terpilih dalam proses pengambilan keputusan.
      • Rakyat masih dapat menggunakan haknya secara langsung untuk mempengaruhi proses pengambilan keputusan.
      • J ika wakil rakyat dianggap tidak dapat mewakili kepentingan mereka yang memilihnya, maka kekuasaan perwakilan itu dapat dicabut oleh para pemilih melalui mekanisme Pemilu lima tahun yang akan datang.
      • Dalam jeda waktu di antara dua pemilihan umum, apabila seorang wakil rakyat tidak dapat mewakili kepentingan para pemilihnya, maka secara politik yang bersangkutan akan mengalami delegitimasi di mata publik.
      www.dadangsolihin.com
    • Siklus Representasi Wakil Rakyat www.dadangsolihin.com Sumber: NDI, LGSP Perlindungan hak-hak Individu dan masyarakat Hubungan dengan Pemilih Hubungan dengan media dan kelompok kepentingan Sumber daya (anggaran, staf, riset dan informasi) R A K Y A T PEMILU DPRD MEMBUAT KEPUTUSAN POLITIK Peningkatan Kesejahteraan Individu dan Masyarakat Fungsi Legislasi Fungsi Anggaran Fungsi Pengawasan Representasi Rakyat (keterwakilan)
    • Indikator Pelaksanaan Mandat yang Baik (1)
      • Dalam pelaksanaan mandat rakyat, dewan selayaknya dapat menghasilkan keputusan politik/ kebijakan publik yang berdampak positif melalui instrumen fungsi-fungsi DPRD, yaitu fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan.
      • Semua pelaksanaan fungsi tersebut merupakan inti dari politik perwakilan.
      • DPRD sebagai representasi rakyat menjalankan amanah keterwakilan, yang mengharuskan seorang wakil rakyat bersikap dan bertindak sesuai dengan kehendak rakyat, yang diartikulasikan melalui peran kelompok-kelompok dalam masyarakat maupun individu-invidu warga negara.
      www.dadangsolihin.com
    • Indikator Pelaksanaan Mandat yang Baik (2)
      • Secara substansial
        • perlindungan hak
        • peningkatan kesejahteraan dalam berbagai aspek
      • Secara prosedural
        • mengikuti prosedur hukum yang benar
        • melibatkan masyarakat di dalam prosesnya
      • K omunikasi dan hubungan dengan konstituen , media serikat , Ormas, LSM, perguruan tinggi , dan lain-lain.
      • S istem pendukung ( supporting system ) memadai antara lain mencakup anggaran, staf, riset dan informasi.
      www.dadangsolihin.com
    • www.dadangsolihin.com
    • Pengertian Indikator Kinerja
      • Indikator Kinerja adalah uraian ringkas dengan menggunakan ukuran kuantitatif atau kualitatif yang mengindikasikan pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah disepakati dan ditetapkan
      • KEGUNAAN
      • dasar penilaian kinerja, baik dalam tahap perencanaan (ex-ante), pelaksanaan (on-going), maupun setelahnya (ex-post)
      • petunjuk kemajuan dalam rangka mencapai tujuan atau sasaran
      www.dadangsolihin.com
    • Pengertian Kinerja
      • Gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi, dan visi organisasi (LAN, 1999:3)
      • Outcome hasil kerja keras organisasi dalam mewujudkan tujuan stratejik yang ditetapkan organisasi, kepuasan pelanggan serta kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi masyarakat (Kane dan Johnson, 1995)
      • Perilaku berkarya, penampilan atau hasil karya. Oleh karena itu kinerja merupakan bentuk bangunan yang multi dimensional, sehingga cara mengukurnya sangat bervariasi tergantung pada banyak faktor (Bates dan Holton 1995).
      www.dadangsolihin.com
    • Fungsi Indikator Kinerja
      • Memperjelas tentang; what, how, who, and when suatu kegiatan dilaksanakan
      • Menciptakan konsensus yang dibangun oleh stakeholders
      • Membangun dasar pengukuran, analisis, dan evaluasi kinerja program pembangunan
      www.dadangsolihin.com
    • Kedudukan Indikator Kinerja www.dadangsolihin.com Perencanaan Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Indikator Kinerja Kuantitatif Kualitatif Sasaran dan Tujuan
    • Logic Model Theory www.dadangsolihin.com Hasil pembangunan yang diperoleh dari pencapaian outcome Apa yang ingin diubah DAMPAK Manfaat yang diperoleh dalam jangka menengah untuk beneficieries tertentu sebagai hasil dari output Apa yang ingin dicapai OUTCOME Produk/barang/jasa akhir yang dihasilkan Apa yang dihasilkan (barang) atau dilayani (jasa) OUTPUT Proses/kegiatan menggunakan input menghasilkan output yang diinginkan Apa yang dikerjakan KEGIATAN Sumberdaya yang memberikan kontribusi dalam menghasilkan output Apa yang digunakan dalam bekerja INPUT Metode Pelaksanaan Metode Penyusunan Sumber : Framework for Managing Programme Performance Information , National Treasury, Republic of South Africa, May 2007
    • Indikator Kinerja INPUT
      • Indikator ini mengukur jumlah sumberdaya seperti anggaran (dana), SDM, peralatan, material, dan masukan lainnya yang dipergunakan untuk melaksanakan kegiatan.
      • Dengan meninjau distribusi sumberdaya dapat dianalisis apakah alokasi sumberdaya yang dimiliki telah sesuai dengan rencana stratejik yang ditetapkan
      • Contoh:
      • Jumlah dana yang dibutuhkan
      • Tenaga yang terlibat
      • Peralatan yang digunakan
      • Jumlah bahan yang digunakan
      www.dadangsolihin.com
    • Indikator Kinerja OUTPUT
      • Indikator Keluaran dijadikan landasan untuk menilai kemajuan suatu kegiatan apabila tolok ukur dikaitkan dengan sasaran kegiatan yang terdefinisi dengan baik dan terukur.
      • Oleh karena itu indikator ini harus sesuai dengan lingkup dan sifat kegiatan instansi.
      • Contoh:
      • Jumlah jasa/kegiatan yang direncanakan
        • Jumlah orang yang diimunisasi / vaksinasi
        • Jumlah permohonan yang diselesaikan
        • Jumlah pelatihan / peserta pelatihan
        • Jumlah jam latihan dalam sebulan
      • Jumlah barang yang akan dibeli/dihasilkan
        • Jml pupuk/obat/bibit yang dibeli
        • Jumlah komputer yang dibeli
        • Jumlah gedung /jembatan yg dibangun
        • meter panjang jalanyang dibangun/rehab
      www.dadangsolihin.com
    • Indikator Kinerja OUTCOME
      • Pengukuran indikator Hasil seringkali rancu dengan pengukuran indikator Keluaran .
      • Indikator outcome lebih utama daripada sekedar output. Walaupun produk telah berhasil dicapai dengan baik, belum tentu secara outcome kegiatan telah tercapai.
      • Outcome menggambarkan tingkat pencapaian atas hasil lebih tinggi yang mungkin menyangkut kepentingan banyak pihak.
      • Dengan indikator outcome instansi dapat mengetahui apakah hasil yang telah diperoleh dalam bentuk output memang dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan memberikan kegunaan yang besar bagi masyarakat.
      www.dadangsolihin.com
    • Menentukan Indikator Outcome (1)
      • Indikator outcome mencerminkan indikator output terpenting
      www.dadangsolihin.com
      • Indikator outcome :
      • Indikator output 1a
      • Indikator output 2b, 2c
      • Indikator output 3b
      • Indikator output 4a
      OUTPUT 2 Indikator 2a Indikator 2b Indikator 2c OUTPUT 1 Indikator 1a Indikator 1b Indikator 1c OUTPUT 3 Indikator 3a Indikator 3b Indikator 3c OUTPUT 4 Indikator 4a Indikator 4b Indikator 4c OUTCOME
    • Menentukan Indikator Outcome (2)
      • Indikator outcome merupakan composite index dari indikator output
        • Indeks gabungan ( composite indexes ) diperoleh dengan membobot output
      www.dadangsolihin.com OUTPUT 2 Indikator : (Pt b ) OUTPUT 1 Indikator : (Pt a ) OUTPUT 3 Indikator : (Pt c ) OUTCOME Indikator : ( I = (∑P t / ∑P t-1 ) x 100)
    • Menentukan Indikator Outcome (3)
      • Indikator outcome merupakan hasil Survei
        • Indikator output harus mendukung pencapaian outcome, meskipun tidak terkait langsung dalam penyusunan indikator outcome
      www.dadangsolihin.com OUTCOME (mis : IHSG, IPM, APK) OUTPUT 3 Indikator output OUTPUT 2 Indikator output OUTPUT 1 Indikator output
    • Contoh: Ukuran Kinerja Indikator Outcome
      • Jumlah/ % hasil langsung dari kegiatan
        • Tingkat Pemahaman peserta terhadap materi pelatihan
        • tingkat kepuasan dari pemohon/pasien (costumer)
        • kemenangan tim dlm setiap pertandingan
      • Peningkatan langsung hal-hal yg positif
        • kenaikan prestasi kelulusan siswa
        • peningkatan daya tahan bangunan
        • Penambahan daya tampung siswa
      • Penurunan langsung hal-hal yang negatif
        • Penurunan Tingkat Kemacetan
        • Penurunan Tingkat Pelanggaran Lalu lintas
      www.dadangsolihin.com
    • Indikator Kinerja IMPACT
      • Indikator ini memperlihatkan pengaruh yang ditimbulkan dari manfaat yang diperoleh dari hasil kegiatan. Seperti halnya indikator manfaat, indikator dampak juga baru dapat diketahui dalam jangka waktu menengah dan panjang. Indikator dampak menunjukkan dasar pemikiran mengapa kegiatan dilaksanakan, menggambarkan aspek makro pelaksanaan kegiatan, tujuan kegiatan secara sektoral, regional dan nasional.
      • Contoh:
      • Peningkatan hal yg positif dlm jk panjang
        • % Kenaikan Pendapatan perkapita masyarakat
        • Peningkatan cadangan pangan
        • Peningkatan PDRB sektor tertentu
      • Penurunan hal yang negatif dlm jk panjang
        • Penurunan Tingkat kemiskinan
        • Penurunan Tingkat Kematian
      www.dadangsolihin.com
    • Persyaratan Indikator Kinerja: SMART
      • S PESIFIC -jelas, tidak mengundang multi interpretasi
      • M EASUREABLE -dapat diukur (“What gets measured gets managed”)
      • A TTAINABLE -dapat dicapai (reasonable cost using and appropriate collection method)
      • R ELEVANT (information needs of the people who will use the data)
      • T IMELY -tepat waktu (collected and reported at the right time to influence many manage decision)
      www.dadangsolihin.com
    • Sumber Pembuktian (Means of Verification)
      • How should the information be collected, eg. sample survey
      • What source is most appropriate?
      • Who should do it?
      • When and How often should the information be collected, analyzed & reported
      • What formats are required to record the data being collected?
      www.dadangsolihin.com
    • Langkah-Langkah Menyusun Indikator Kinerja
      • Susun dan tetapkan rencana strategis: visi, misi, tujuan,sasaran dan cara mencapai tujuan/sasaran (kebijakan, program dan kegiatan)
      • Identifikasi data/informasi yang dapat dikembangkan menjadi indikator kinerja.
        • Dalam hal ini data hendaknya relevan, akurat,lengkap dan kemapuan pengetahuan tentang bidang yang akan dibahas akan banyak menolong untuk menyusun dan menetapkan indikator kinerja yang tepat dan relevan.
      • Pilih dan tetapkan indikator kinerja yang paling relevan dan berpengaruh besar terhadap keberhasilan pelaksanaan kebijaksanaan/program/kegiatan.
      www.dadangsolihin.com
    • Anggaran Berbasis Kinerja www.dadangsolihin.com
    • Apa itu ABK?
      • Anggaran Berbasis Kinerja ( Performance Based Budgeting ) adalah penyusunan anggaran yang didasarkan atas perencanaan kinerja.
      • ABK terdiri dari program dan kegiatan yang akan dilaksanakan serta indikator kinerja yang ingin dicapai oleh suatu entitas anggaran ( budget entity ).
      www.dadangsolihin.com
    • Landasan Hukum www.dadangsolihin.com
      • UU 17/2003 tentang Keuangan Negara;
      • UU 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara;
      • UU 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pemb Nasional;
      • UU 15/2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;
      • PP 20/2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah;
      • PP 21/2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran K/L
      Good Governance: discipline, sustainable, transparent, efficient, accountable
      • TAP MPR XI/MPR/1998 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas KKN;
      • UU 28/1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN;
      • Inpres 7/1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah .
    • Pengertian ABK
        • ABK adalah penyusunan anggaran dengan memperhatikan keterkaitan antara pendanaan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan termasuk efisiensi dalam pencapaian hasil dan keluaran tersebut.
        • (Pasal 7 ayat (1) PP 21/2004)
        • Dalam ABK diperlukan indikator kinerja, standar biaya, dan evaluasi kinerja dari setiap program dan jenis kegiatan.
        • (Pasal 7 ayat (2) PP 21/2004)
      www.dadangsolihin.com
    • Tujuan ABK
      • Dengan penyusunan ABK diharapkan rencana dan program-program pembangunan yang disusun dapat mengarah kepada :
        • terwujudnya sasaran yang telah ditetapkan,
        • dicapainya hasil yang optimal dari setiap investasi yang dilakukan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik,
        • tercapainya efisiensi serta peningkatan produktivitas di dalam pengelolaan sumberdaya dan peningkatan kualitas produk serta jasa untuk mewujudkan kesinambungan pembangunan dan kemandirian nasional.
        • mendukung alokasi anggaran terhadap prioritas program dan kegiatan yang akan dilaksanakan.
      www.dadangsolihin.com
    • Reformasi Sistem Penganggaran www.dadangsolihin.com PARADIGMA LAMA PARADIGMA BARU
      • Visi:
      • Melaksanakan rencana pembangunan lima tahunan berdasarkan GBHN
      • Visi:
      • Melaksanakan program kerja presiden terpilih
      • Misi:
      • Penyelenggaraan pemerintahan umum dan pembangunan
      • Penganggaran berdasarkan pendekatan menurut pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan
      • Misi:
      • Pelaksanaan kerangka regulasi serta kerangka investasi dan pelayanan publik yang di tuangkan dalam RKP
      • Anggaran disusun berdasarkan RKP dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan negara
    • Reformasi Sistem Penganggaran www.dadangsolihin.com Paradigma Lama Paradigma Baru
    • Penerapan ABK
      • Mengubah Fokus Pengukuran
      www.dadangsolihin.com FLEKSIBILITAS bergeser Besarnya Jumlah Alokasi Sumber Daya Hasil yang dicapai dari penggunaan sumber daya
    • Latar Belakang: 3 Tuntutan www.dadangsolihin.com Melahirkan sejumlah produk hukum yang melandasi perubahan menuju era reformasi yang mengedepankan: disiplin, kesinambungan, transparan, effisien, dan akuntabel.
      • azas keseimbangan ( checks and balances) dalam penganggaran
      • penerapan tata kepemerintahan yang baik (good governance)
      • Komitmen dalam menggunakan sumber daya yang terbatas.
    • Pendekatan Sistem Penganggaran
      • Anggaran negara mempunyai fungsi otorisasi, perencanaan, pengawasan, alokasi, distribusi, dan stabilisasi
      • Fungsi alokasi dilaksanakan agar sumber daya yang langka dapat dialokasikan secara efisien dan efektif sesuai skala prioritas guna mencapai tujuan negara;
      • Pendekatan tradisional (line item budget) menempatkan klasifikasi ekonomi (jenis-belanja) sebagai instrument utama pengalokasian anggaran;
      • Penerapan prinsip “Good Governance” menuntut penggeseran pendekatan tradisional ke ABK yang didukung dengan pendekatan Penganggaran Terpadu dan Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah.
      www.dadangsolihin.com
    • Manfaat Penerapan ABK (1)
      • Transparansi
      • Meningkatkan transparansi dengan menekankan kejelasan hubungan antara penggunaan anggaran dengan kinerja pemerintah sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dalam pengalokasian anggaran dan pelaksanaannya.
      • Melalui penuangan kebijakan pemerintah ke dalam program-program, pemerintah dapat menunjukkan komitmennya kepada rakyat secara jelas dan mudah dipahami.
      • Penganggaran dan pencatatan akuntansi dapat dilakukan menurut program sehingga pemisahan data biaya dan penerimaan per program memperjelas untuk pengambilan keputusan, di samping memberikan gambaran yang jelas pula mengenai keluaran dan hasil yang diharapkan;
      • Dibandingkan dengan pendekatan tradisional yang lebih mendasarkan pada pengelompokan menurut jenis belanja, penganggaran yang disusun berdasarkan program jelas lebih relevan dan mudah diakses oleh para politisi dan publik.
      www.dadangsolihin.com
    • Manfaat Penerapan ABK (2)
      • Pola Penganggaran
      • Mengubah pola penganggaran dari semula terfokus pada bagaimana mendapatkan anggaran & membelanjakannya menjadi bagaimana membiayai kegiatan berdasarkan program dengan tujuan tertentu sesuai prioritas (money follow function) .
      • Prosesnya dimulai dengan menentukan keluaran dan hasil yang diharapkan sesuai tujuan dan sasaran program, kemudian baru ditetapkan inputnya yang digunakan untuk mencapai tujuan dan sasaran dimaksud.
      • Hal ini tidak berarti bahwa pendekatan tradisional ditinggalkan, akan tetapi tetap digunakan dalam rangka pencatatan dan pengendalian, hanya saja pengelolaannya diserahkan kepada K/L.
      • Tujuan yang luas & strategis ditetapkan oleh pembuat kebijakan, disusul dengan penyusunan program, kegiatan dan sub kegiatan untuk mencapai tujuan dimaksud.
      • Pengukuran kinerja juga bisa disusun guna mengukur efektifitas dari kegiatan pencapaian tujuan yang diinginkan.
      www.dadangsolihin.com
    • Manfaat Penerapan ABK (3)
      • P enentuan Prioritas
      • Pendekatan ABK memberikan peluang kepada Lembaga Penentu/pembuat Kebijakan seperti Kabinet dan DPR untuk dapat menentukan prioritas secara lebih rasional.
      • Hal ini dimungkinkan karena anggaran program pemerintah tidak sekedar menggambarkan pengelompok an menurut organisasi dan jenis belanja, akan tetapi lebih dari itu di dalam program secara jelas tercermin hasil yang diinginkan untuk dicapai.
      • P endekatan ABK membawa kejelasan atas fokus kebijakan pemerintah, bagaimana kegiatan administrasi pendukung menunjang tujuan dan target, serta bagaimana anggaran dibagi diantara berbagai prioritas.
      www.dadangsolihin.com
    • Manfaat Penerapan ABK (4)
      • Efisiensi Birokrasi
      • Penerapan ABK berpotensi besar meningkatkan efisiensi birokrasi. ABK mencerminkan harapan bahwa birokrasi terselenggara dalam performa yang prima yang mendorong terfokuskannya pencapaian hasil.
      • Hal ini terjadi karena dengan adanya lembaga yang bertanggung- jawab atas penyediaan layanan barang dan jasa publik sementara K/L lebih difokuskan pada tanggungjawab pengaturan regulasinya, maka kejelasan pengaturan kewenangan ini akan meningkatkan kualitas pelayanan oleh birokrasi.
      www.dadangsolihin.com
    • Terima Kasih www.dadangsolihin.com
    • Tentang Narasumber www.dadangsolihin.com