Peningkatan Kinerja dan Penyerapan Anggaran Daerah sebagai Stimulus Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Loading...

Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.

1 comments

Comments 1 - 1 of 1 previous next Post a comment

Post a comment
Embed Video
Edit your comment Cancel

1 Favorite

Peningkatan Kinerja dan Penyerapan Anggaran Daerah sebagai Stimulus Pertumbuhan Ekonomi Daerah - Presentation Transcript

  1. Seminar Tantangan di Tengah Krisis Global Pusdiklat Anggaran Keuangan Hotel Aryaduta-Jakarta, 27 Februar i 2009 BAPPENAS
  2. File Presentasi ini bisa didownload di
    • http://www.ziddu.com/download/4117032/2009_003_Anggaran.pdf.html
    www.dadangsolihin.com
  3. www.dadangsolihin.com
  4. Materi Seminar
    • Pendahuluan
    • Isu dan Masalah Pembangunan Daerah
      • Apa Tujuan Pembangunan?
      • Pembangunan Daerah
      • Pergeseran Paradigma: F rom Government to Governance
      • Permasalahan Pembangunan Daerah
    • Penyerapan Anggaran Daerah
      • Anggaran Daerah yang disimpan di Perbankan
      • Lambatnya Penyerapan Anggaran Daerah
      • Potensi Kerugian akibat Lambatnya Penyerapan Anggaran Daerah
      • Status Kemampuan Keuangan Daerah Berdasarkan Metode Kuadran
      • Peningkatan Penyerapan Anggaran
    • Penutup
    www.dadangsolihin.com
  5. Pendahuluan
    • Salah satu hal yang penting dalam implementasi Otonomi Daerah adalah aspek kemampuan membiayai APBD.
    • Kemandirian fiskal menjadi hal yang sangat penting bagi daerah, terutama terkait dengan sumbangan fiskal daerah terhadap pertumbuhan ekonomi daerah itu sendiri.
    • Besarnya kontribusi pengeluaran pemerintah daerah terhadap pertumbuhan ekonomi daerah selama ini yang cukup besar, seharusnya merupakan sebuah peluang yang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong perekonomian daerah.
    www.dadangsolihin.com
  6. www.dadangsolihin.com
  7. Apa Tujuan Pembangunan? ( Todaro: the three objectives of development)
    • P eningkatan standar hidup (levels of living) setiap orang , baik pendapatannya, tingkat konsumsi pangan, sandang, papan, pelayanan kesehatan, pendidikan, dll.
    • P enciptaan berbagai kondisi yang memungkinkan tumbuhnya rasa percaya diri (self-esteem) setiap orang .
    • P eningkatan kebebasan (f reedom/ democracy ) setiap orang.
    www.dadangsolihin.com
  8. How?
    • Mengurangi disparitas atau ketimpangan pembangunan
      • antar daerah
      • antar sub daerah
      • antar warga masyarakat (pemerataan dan keadilan).
    • Memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.
    • Menciptakan atau menambah lapangan kerja.
    • Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat daerah.
    • Mempertahankan atau menjaga kelestarian sumber daya alam agar bermanfaat bagi generasi sekarang dan generasi masa datang (berkelanjutan).
    www.dadangsolihin.com
  9. Pembangunan Daerah (1)
    • Pembangunan daerah pada hakekatnya adalah upaya terencana untuk meningkatkan kapasitas pemerintahan daerah sehingga tercipta suatu kemampuan yang andal dan profesional dalam:
      • memberikan pelayanan kepada masyarakat,
      • mengelola sumber daya ekonomi daerah.
    www.dadangsolihin.com
  10. Pembangunan Daerah (2)
    • Pembangunan daerah juga merupakan upaya untuk memberdayakan masyarakat di seluruh daerah sehingga:
      • tercipta suatu lingkungan yang memungkinkan masyarakat untuk menikmati kualitas kehidupan yang lebih baik, maju, dan tenteram,
      • memperluas pilihan yang dapat dilakukan masyarakat bagi peningkatan harkat, martabat, dan harga diri.
    www.dadangsolihin.com
  11. Pembangunan Daerah (3)
    • Pembangunan daerah dilaksanakan melalui penguatan otonomi daerah dan pengelolaan sumber daya yang mengarah pada terwujudnya tata kepemerintahan yang baik (good governance).
    • Pelaksanaan pembangunan daerah yang baik hanya dapat dilakukan apabila terjadi keseimbangan peran dari tiga pilar, yaitu: pemerintah, dunia usaha swasta , dan masyarakat.
    www.dadangsolihin.com
  12. Pembangunan Daerah (4)
    • Pemerintahan (legislatif, eksekutif, dan yudikatif) memainkan peran yang menjalankan dan menciptakan lingkungan politik dan hukum yang kondusif bagi unsur-unsur lain.
    • Peran dunia usaha swasta adalah mewujudkan penciptaan lapangan kerja dan pendapatan.
    • Masyarakat berperan dalam penciptaan interaksi sosial, ekonomi dan politik.
    www.dadangsolihin.com
  13. Pergeseran Paradigma: F rom Government to Governance www.dadangsolihin.com Government Governance
    • Memberikan hak ekslusif bagi negara untuk mengatur hal-hal publik,
    • Aktor di luarnya hanya dapat disertakan sejauh negara mengijinkannya.
    • Persoalan-persoalan publik adalah urusan bersama pemerintah, civil society dan dunia usaha sebagai tiga aktor utama.
  14. Pelaku Pembangunan: Paradigma Governance
    • Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat yang bersendikan transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dsb.
    www.dadangsolihin.com
    • Apabila sendi-sendi tersebut dipenuhi, maka Governance akan Good .
    Dunia Usaha Swasta Pemerintah Masyarakat Nilai Pertumbuhan Redistibusi Melalui P elayanan Pasar Kontrol Kontrol Tenaga Kerja
  15. Pelaku Pembangunan: Stakeholders www.dadangsolihin.com Executive Judiciary Legislature Public service Military Police organized into: Community-based organizations Non-governmental organizations Professional Associations Religious groups Women’s groups Media Small / medium / large enterprises Multinational Corporations Financial institutions Stock exchange BUSINESS STATE CITIZENS
  16. Troika www.dadangsolihin.com
  17. Troika: Pola Hubungan a ntara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, d an Masyarakat www.dadangsolihin.com VISI Masyarakat, Bangsa, dan Negara Pemerintah Masyarakat Dunia Usaha Good Governance
  18. Ternyata Pemerintah Masih Diperlukan www.dadangsolihin.com
  19. Permasalahan Pembangunan Daerah (1)
    • Pembangunan Ekonomi
      • Meningkatnya pengangguran dan kemiskinan
      • Menurunnya fungsi intermediasi perbankan untuk mengembangkan sektor riil
      • Pola persebaran investasi untuk PMA dan PMDN secara nasional belum merata dan menunjukkan ketimpangan yang cukup tinggi antarwilayah
    • Pembangunan Sosial
      • Menurunnya kemampuan pemerintah dalam pelayanan-pelayanan sosial dasar (pendidikan, kesehatan dan gizi).
    www.dadangsolihin.com
  20. Permasalahan Pembangunan Daerah (2)
    • Pembangunan Prasarana Wilayah
      • Terbatasnya tingkat pelayanan jaringan transportasi antar dan intra wilayah.
      • Menurunnya kapasitas pemerintah daerah dalam pengaturan dan pengelolaan infrastruktur.
      • Menurunnya kapasitas dan ketersediaan sumberdaya tenaga listrik.
      • Meningkatnya masalah kelangkaan air bersih dan air minum.
      • Menurunnya kapasitas pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan infrastruktur.
    www.dadangsolihin.com
  21. Permasalahan Pembangunan Daerah (3)
    • Pembangunan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup
      • Menurunnya kualitas permukiman (kemacetan, kawasan kumuh, pencemaran lingkungan (air, udara, suara, sampah).
      • Berkurangnya ruang publik dan ruang terbuka hijau (RTH) di wilayah perkotaan.
      • Alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi lahan permukiman secara signifikan.
    www.dadangsolihin.com
  22. Permasalahan Pembangunan Daerah (4)
      • Pembangunan SDA dan LH (lanjutan)
      • Meningkatnya urbanisasi dan aglomerasi perkotaan.
      • Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) belum sepenuhnya menjadi acuan dalam pemanfaatan ruang dan fokus hanya pada Perencanaan.
      • Penurunan luas kawasan Hutan Tropis dan kawasan resapan air, serta meningkatnya DAS kritis.
      • Kejadian bencana alam gempa, banjir dan longsor yang frekuensinya meningkat dan dampaknya semakin meluas, terutama pada kawasan yang berfungsi lindung.
    www.dadangsolihin.com
  23. Permasalahan Pembangunan Daerah (5)
    • Permasalahan Khusus
    • Lemahnya daya saing investasi
    • Pembangunan daerah tertinggal belum ditangani secara terpadu antar sektor dan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha
    • Pemekaran daerah yang belum mampu menyejahterakan masyarakat
    • Rendahnya proses pembangunan dan penguatan stabilitas keamanan di daerah perbatasan negara.
    www.dadangsolihin.com
  24. www.dadangsolihin.com
  25. Anggaran Daerah yang disimpan di Perbankan
    • Penyerapan Anggaran di daerah cenderung menurun. Hal tersebut ditunjukkan dengan peningkatan jumlah dana Pemda yang disimpan di sektor perbankan semakin meningkat.
    www.dadangsolihin.com Tahun Simpanan Anggaran Daerah (dalam Triliun) 2003 21,5 2004 24,6 2005 41,9 2006 68,9 2007 68,3 2008 94,4
  26. Lambatnya Penyerapan Anggaran Daerah
    • Panjangnya mata rantai birokrasi.
    • Berbelitnya mekanisme pencairan dana anggaran.
    • Lambatnya pengesahan APBD.
    • Tidak sedikit daerah yang gagal membelanjakan anggaran sesuai dengan perencanaan dalam APBD.
    www.dadangsolihin.com
    • Daerah tidak mampu menyerap anggaran yang mestinya menjadi stimulus untuk menggerakkan ekonomi di daerah.
  27. Potensi Kerugian akibat Lambatnya Penyerapan Anggaran Daerah (1)
    • Rendahnya efek berganda di dalam perekonomian nasional.
      • Belanja negara ( government spending ) merupakan faktor penting bagi pertumbuhan ekonomi. 
      • Rendahnya pertumbuhan ekonomi pada gilirannya berpengaruh pada rendahnya penciptaan lapangan kerja baru dan mengurangi angka kemiskinan.
      • Salah satu cara memicu pertumbuhan ekonomi adalah melalui belanja barang dan belanja modal oleh pemerintah.
    www.dadangsolihin.com
  28. Potensi Kerugian akibat Lambatnya Penyerapan Anggaran Daerah (2)
    • Anggaran yang telah dikeluarkan pemerintah menjadi mubasir.
      • Dalam menyusun anggaran, pemerintah telah memperhitungkan defisit anggaran yang kemudian dibiayai melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dan utang luar negeri.
      • Ada commitment fee yang harus dibayar pemerintah jika utang sudah cair, sehingga kalau utang itu tidak digunakan, otomatis negara “dirugikan” karena telah membayar commitment fee.
      • Begitu juga dengan biaya yang harus dikeluarkan negara untuk menerbitkan SBN, semuanya menjadi mubasir karena uang yang dihasilkan tidak dipakai untuk keperluan yang produktif.
    www.dadangsolihin.com
  29. Potensi Kerugian akibat Lambatnya Penyerapan Anggaran Daerah (3)
    • Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
      • Dari Rp 45 triliun dana yang tidak diserap daerah (2008), Rp 32 triliun di antaranya atau + 70% disimpan di SBI untuk mendapatkan keuntungan dari bunga.
      • Artinya, otoritas moneter harus membayar bunga atas SBI yang dimiliki pemerintah daerah.
      • Alhasil, bank sentral seolah hanya berperan sebagai “kasir” bagi pemerintah daerah karena bank sentral harus membayar simpanan dalam bentuk SBI tadi sebagai biaya moneter.
    www.dadangsolihin.com
  30. Status Kemampuan Keuangan Daerah Berdasarkan Metode Kuadran
    • Metode kuadran adalah salah satu cara menampilkan peta kemampuan keuangan daerah.
    • Masing-masing kuadran ditentukan oleh besaran nilai pertumbuhan (growth) PAD dan share PAD terhadap APBD.
    • Dengan nilai growth dan share maka dapat diketahui pada kuadran berapa posisi masing-masing provinsi tersebut.
    www.dadangsolihin.com
  31. Penjelasan Kuadran www.dadangsolihin.com KUADRAN II KUADRAN I
    • Kondisi ini belum ideal, tapi daerah punya kemampuan mengembangkan potensi lokal sehingga PAD berpeluang memiliki peran besar dalam APBD.
    • Sumbangan PAD terhadap APBD masih rendah namun pertumbuhan ( growth ) PAD tinggi.
    • Kondisi paling ideal. PAD mengambil peran besar dalam APBD dan daerah punya kemampuan mengembangkan potensi lokal.
    • Kondisi ini ditunjukan dengan besarnya nilai share disertai nilai growth yang tinggi.
    KUADRAN IV KUADRAN III
    • Kondisi ini paling buruk.
    • PAD belum mengambil peran yang besar dalam APBD dan daerah belum punya kemampuan mengembangkan potensi lokal.
    • Sumbangan PAD terhadap APBD rendah dan pertumbuhan PAD rendah.
    • Kondisi ini juga belum ideal. Peran PAD yang besar dalam APBD punya peluang mengecil karena pertumbuhan PADnya kecil.
    • Di sini sumbangan PAD terhadap APBD tinggi, namun pertumbuhan PAD rendah
  32. Posisi Provinsi Berdasarkan Kuadran www.dadangsolihin.com KUADRAN II KUADRAN I
    • Gorontalo
    • NAD
    • Kalteng
    • Kaltim
    • NTB
    • Riau
    • Sulteng
    • Bali
    • Banten
    • Sumsel
    • Yogyakarta
    • Sumbar
    • Kalbar
    • Sulsel
    KUADRAN IV KUADRAN III
    • NTT
    • Sultra
    • Bengkulu
    • Papua
    • Sulut
    • Jabar
    • DKI
    • Kalsel
    • Jateng
    • Lampung
    • Jambi
    • Sumut
    • Jatim
  33. Peningkatan Penyerapan Anggaran
    • Lebih mengefektifkan BUMD yang dimiliki Pemda.
    • Memberikan sanksi tegas kepada daerah yang kemampuannya menyerap anggaran masih rendah, misalnya dengan memotong DAU atau DAK.
    • Pemberian sanksi kepada Pemda yang dianggap lalai dalam memberikan pelayanan publik.
    • Menyusun indikator penyerapan anggaran dan ketepatan menyerahkan APBD, serta indikator kemampuan pemda mencapai target kuantitatif yang ditetapkannya sendiri.
    • Koordinasi K/L untuk mencegah keterlambatan pengesahan APBD oleh daerah.
    www.dadangsolihin.com
  34. Penutup
    • Peningkatan kinerja dan penyerapan anggaran daerah merupakan stimulus pertumbuhan ekonomi daerah.
    • Kemandirian fiskal menjadi hal yang sangat penting bagi daerah, terutama terkait dengan sumbangan fiskal daerah terhadap pertumbuhan ekonomi daerah itu sendiri.
    • Pembangunan Daerah dihadapkan kepada isu dan permasalahan yang menyangkut adanya p ergeseran p aradigma dari Government menjadi Governance .
    • Semua pihak harus bersinergi dalam mencegah keterlambatan penyerapan Anggaran Daerah.
    www.dadangsolihin.com
  35. Terima Kasih www.dadangsolihin.com
  36. Tentang Narasumber www.dadangsolihin.com

+ Dadang SOLIHINDadang SOLIHIN, 8 months ago

custom

1467 views, 1 favs, 0 embeds more stats

Seminar Tantangan di Tengah Krisis Global Pusdiklat more

More info about this document

© All Rights Reserved

Go to text version

  • Total Views 1467
    • 1467 on SlideShare
    • 0 from embeds
  • Comments 1
  • Favorites 1
  • Downloads 0
Most viewed embeds

more

All embeds

less

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate. If needed, use the feedback form to let us know more details.

Cancel
File a copyright complaint
Having problems? Go to our helpdesk?

Categories