• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Penguatan Tupoksi dan Mekanisme Kerja DPRD dalam Penetapan Perda yang Kontekstual
 

Penguatan Tupoksi dan Mekanisme Kerja DPRD dalam Penetapan Perda yang Kontekstual

on

  • 4,471 views

Capacity Building DPRD Kota Singkawang di

Capacity Building DPRD Kota Singkawang di
Merlynn Park Hotel-Jakarta, 12 Desember 2010

Statistics

Views

Total Views
4,471
Views on SlideShare
4,471
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
119
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Penguatan Tupoksi dan Mekanisme Kerja DPRD dalam Penetapan Perda yang Kontekstual Penguatan Tupoksi dan Mekanisme Kerja DPRD dalam Penetapan Perda yang Kontekstual Presentation Transcript

    • dadang-solihin.blogspot.com 2
    • Materi• Tupoksi DPRD• Best Practices• Orientasi Dasar Politik DPRD – Agenda Politik Nyata – Argumentasi Politik Mendasar – P iki Pemikiran yang S l l M Selalu Mencarii Upaya Perbaikan – Membangun Sistem Umpan Balik g p• Perumusan Positioning Differentiation Brand (PDB)• Penyusunan Peraturan Pen s nan Perat ran Daerah yang ang Kontekstual dadang-solihin.blogspot.com 3
    • dadang-solihin.blogspot.com 4
    • Wadah Perwakilan Rakyat Wadah Perwakilan RakyatPemerintah Daerah yang dipimpin  Mana yang paling dekat dengan  M li d k doleh Kepala Daerah yang dipilih rakyat dan secara nyata sering secara langsung oleh rakyat memperjuangkan kepentingan  rakyat?  yDPRD sebagai organisasi politik  Organisasi mana yang terkait Negara yang berpihak dan berjuang langsung memperjuangkan untuk kepentingan rakyat kepentingan rakyat? Berbagai partai politik yang  Lembaga dan organisasi mana seharusnya menjadi organisasi politik yang mempunyai sumberdaya sipil tertinggi dari rakyat pembangunan yang dapat  didayagunakan untuk secara LSM dan berbagai bentuk asosiasi nyata dan cepat memenuhi yang menjadi wadah fungsional atas kebutuhan hidup rakyat? p jperjuangan kepentingan tertentu g p g  Organisasi mana yang mempunyai  Organisasi mana yang mempunyaiBerbagai organisasi kemasyarakatan dasar pijakan kuat dan konkrit di yang dibentuk mulai dari tingkat lingkungan rakyat?dusun sampai tingkat nasional dadang-solihin.blogspot.com 5
    • Struktur dan Kompleksitas Keterwakilan Kepentingan Warga dalam Pembangunan Bentuk Kebijakan dan Program Pembangunan Pemda DPRD Parpol LSM Ormas Kebijakan dan  Produk‐produk  Program partai  Kebijakan dan  Agenda lobi dan  Program  Fungsi DPRD dan janji  program khusus  tekanan politik Pembangunan g kampanye p y LSM Arena Pembangunan Sosial Ekonomi Lingkungan Kelembagaan Kesejahteraan sosial  Pertumbuhan dan  Lingkungan yang sehat  Pembuatan keputusan  bagi seluruh warga pemerataan dan lestari partisipatif Lembaga Intermediary Pemda DPRD Parpol LSM Ormas KDH, Sekda, SKPD  Pimpinan, Komisi,  Pimpinan Partai,  Berbagai bentuk  Berbagai bentuk  Fraksi, Kaukus F ki K k Biro‐biro dalam  Bi bi d l dan jenis LSM d j i LSM dan jenis Ormas d j i O Partai Kelompok median pendukung pemilu dan political entrepreneur Warga Negara dan Kepentingan‐kepentingannya Gender Ekonomi Domisili Keamanan Organisasi Laki Kaya Tetap Mapan Kelompok Perempuan Miskin Tidak Tetap dadang-solihin.blogspot.com Rentan Individual  6Sumber: ADEKSI, KAS, GTZ, ProLH (2005)
    • Fungsi DPRDmenurut UU 27/20091. Legislasi2. Anggaran3. Pengawasan dadang-solihin.blogspot.com 7
    • Fungsi Legislasi Fungsi Legislasi• Fungsi Legislasi adalah kewenangan pembuatan Peraturan Daerah (Perda),  l d l hk b h( d ) yaitu menginisiasi lahirnya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dan  juga membahas dan menyetujui/menolak Raperda yang diusulkan oleh  eksekutif.• Perda akan menjaga keberlanjutan sebuah kebijakan di daerah. • Perda menjadi dasar hukum tindakan pemerintahan sekaligus menjadi  P d j di d h k ti d k i t h k li j di instrumen perlindungan hukum bagi rakyat di daerah. • Perda dapat difungsikan sebagai instrumen pembangunan.  p g g p g dadang-solihin.blogspot.com 8
    • Fungsi Anggaran Fungsi Anggaran• Fungsi Anggaran adalahkewenangan menyetujui atau menolak dan  menetapkan RAPBD menjadi APBD, melalui proses pembahasan Arah  k d l l b h h Kebijakan Umum, pembahasan rancangan APBD yang diajukan oleh kepala  daerah, dan menerapkan Perda tentang APBD.• APBD harus semakin berorientasi kepada kepentingan rakyat melalui  model perencanaan kebijakan yang integratif, antara rakyat, DPRD dan  pemerintah daerah.  pemerintah daerah• APBD merupakan dokumen kebijakan yang memiliki pengaruh nyata  terhadap prioritas dan arah kebijakan pemerintahan dalam satu tahun  anggaran. • Dari APBD akan sangat mudah diidentifikasi kebijakan politik anggaran  daerah, dimana di dalamnya terungkap: “kepada kelompok mana  , y g p p p pemerintah berpihak, dan untuk kegiatan apa pemerintah bertindak”. dadang-solihin.blogspot.com 9
    • Fungsi Pengawasan Fungsi Pengawasan• Fungsi Pengawasan adalah kewenangan dewan untuk melakukan  d l hk d k l k k pengawasan terhadap pelaksanaan perda dan peraturan lainnya,  pengawasan pelaksanaan APBD, mengawasi kebijakan dan kinerja  pemerintah daerah dalam  pelaksanaan pembangunan daerah, dan  kerjasama internasional di daerah.• Adanya pelayananan publik yang berkualitas mempersyaratkan adanya  Adanya pelayananan publik yang berkualitas mempersyaratkan adanya kebijakan daerah yang progresif memihak masyarakat. • Sebagai stakeholder utama dalam penyediaan pelayanan publik daerah,  DPRD diharapkan mampu mendorong adanya peningkatan kualitas  DPRD dih k d d i k k li pelayanan publik. • Sebagai pilar utama dalam pemerintaran daerah, DPRD perlu lebih  g p p , p responsif dengan memperkuat fungsi pengawasan terhadap penyediaan  pelayanan publik di daerah. dadang-solihin.blogspot.com 10
    • Peran dan Fungsi DPRD (1966‐1998) Peran dan Fungsi DPRD (1966 Peran dan Fungsi DPRD (1966‐• DPRD hanya menyetujui konsep eksekutif karena  kapasitas dan  DPRD h t j ik k k tif k k it d kewenangannya terbatas untuk menganalisis kebijakan yang diprakarsai  eksekutif. • Anggota dewan saat itu tidak memiliki kekuatan dan keahlian untuk  melakukan analisa secara independen atau untuk meminta masukan dari  masyarakat.  masyarakat.• Hal ini semakin memperlemah fungsi perwakilan DPRD dan kemampuan  mereka dalam memastikan bahwa program, pelayanan, dan anggaran  pemerintah daerah telah mencerminkan prioritas konstituen.  i t hd ht l h i k i it k tit• Pemilihan umum direkayasa secara seksama untuk memilih anggota  DPRD yang loyal pada rezim.  dadang-solihin.blogspot.com 11
    • Peran dan Fungsi DPRD (Saat Ini) Peran dan Fungsi DPRD (Saat Ini)• DPRD saat ini lebih cerdas dan kompeten dibandingkan di masa lalu.  DPRD t i i l bih d d k t dib di k di l l• Anggota DPRD secara aktif terlibat dalam penyusunan peraturan daerah ,  tidak hanya menyetujui draf yang dipersiapkan oleh pemerintah, dan  memainkan peran penting dalam proses penganggaran daerah. • Pemerintah daerah berkonsultasi dengan DPRD mengenai keputusan‐ keputusan kebijakan yang penting dan DPRD secara aktif mengambil  keputusan kebijakan yang penting dan DPRD secara aktif mengambil bagian dalam perencanaan untuk pengembangan ekonomi dan  masyarakat di daerahnya. • Melalui pemilihan umum yang jujur dan adil, anggota DPRD kini lebih  representatif dibandingkan di masa lalu, di mana masyarakat memiliki  harapan yang tinggi terhadap lembaga ini.  dadang-solihin.blogspot.com 12
    • 1/2 Tantangan bagi DPRD yang Efektif Tantangan bagi DPRD yang Efektif• Seperti di banyak tempat lain di dunia, para politisi seringkali terlihat  S ti di b kt t l i di d i liti i i k li t lih t sebagai orang‐orang yang mengutamakan kepentingan diri sendiri dan  mereka tidak terjangkau, terpisah dari realita kemiskinan dan  kesengsaraan lain yang masih mewarnai kehidupan sehari‐hari di  Indonesia. • Banyak anggota DPRD merasa mempunyai hak istimewa dan merasa  Banyak anggota DPRD merasa mempunyai hak istimewa dan merasa bahwa sebagai wakil terpilih yang berbicara dan bertindak atas nama  masyarakat, mereka berhak menuntut perlakuan khusus dan kemudian  menjauhkan diri dari masyarakat biasa.  menjauhkan diri dari masyarakat biasa dadang-solihin.blogspot.com 13
    • 2/2 Tantangan bagi DPRD yang Efektif Tantangan bagi DPRD yang Efektif• Tuduhan korupsi dan penyalahgunaan sumber daya publik yang terus  T d h k id l h b d blik t menghiasi catatan DPRD di daerah juga akan dapat mengikis kepercayaan  publik. • Menurut data  Indonesian Corruption Watch pada Juni 2006, lebih dari  1.000 anggota DPRD di seluruh Indonesia sedang dalam penyelidikan  karena tuduhan yang berkaitan dengan korupsi. karena tuduhan yang berkaitan dengan korupsi.• DPRD banyak yang kurang efektif. Kebanyakan DPRD hanya menyetujui  satu atau dua PERDA dalam setahun walaupun merencanakan untuk  membuat lebih banyak lagi.  b t l bih b kl i• Anggaran daerah sering pula tertunda karena keterlambatan DPRD untuk  menyetujuinya.  dadang-solihin.blogspot.com 14
    • Mengapa Hal Ini Terjadi? Mengapa Hal Ini Terjadi?• Sistem partai yang terpusat membuat anggota DPR/D menjadi lebih  Si t t i t t b t t DPR/D j di l bih berpihak kepada partai sebagai sumber legitimasi daripada berpihak pada  pemilih dan masyarakat. • Partai politik melihat anggotanya sebagai sumber pengumpulan dana  untuk pemilihan umum berikut, sehingga kebanyakan anggota DPRD  memang secara teratur harus memberikan sebagian gaji mereka kepada  memang secara teratur harus memberikan sebagian gaji mereka kepada partai. • Bagi banyak anggota DPRD, para pemilih hanya perlu dimintai pendapat  lima tahun sekali, sebagai bagian dari kampanye pemilihan kembali. li t h k li b i b i d i k ilih k b li• “Hubungan Konstituensi” berarti memelihara kelompok kepentingan  tertentu yang mendukung para anggota DPRD untuk dipilih, dan  seringkali melibatkan uang. dadang-solihin.blogspot.com 15
    • Kemauan untuk Mereformasi Kemauan untuk Mereformasi• Anggota DPRD yang progresif dan berpikiran reformis semakin sadar  A t DPRD if d b iki f i ki d bahwa kebutuhan untuk mendengarkan masyarakat tidak hanya terjadi  selama kampanye saja tetapi dalam praktek sehari‐hari. • Anggota DPRD semakin tanggap dan inovatif serta memahami  permasalahan yang muncul akibat  ketidakpercayaan  rakyat pada para  politisi.   politisi.• DPRD telah melakukan reformasi di beberapa bidang yang  memungkinkan partisipasi masyarakat serta meningkatkan transparansi.  dadang-solihin.blogspot.com 16
    • dadang-solihin.blogspot.com 17
    • 1/4 Best Practices Best PracticesPeraturan Daerah tentang Transparansi dan PartisipasiP t D ht t T i d P ti i i• Beberapa Pemda telah mengesahkan Perda yang transparan dan  memberikan kesempatan masyarakat untuk dimintai pendapatnya dalam  proses pembuatan keputusan.Penggunaan Masa Reses yang BermaknaP M R B k• Setiap tahun, DPRD memiliki dua kali masa reses, untuk melakukan  konsultasi dengan para konsituennya. • Beberapa DPRD telah menggunakan reses ini dengan sangat baik,  misalnya dengan mengikuti Musrenbang di daerah masing‐masing. dadang-solihin.blogspot.com 18
    • 2/4 Best Practices Best PracticesKeterlibatan Publik dalam Penyusunan Peraturan DaerahK t lib t P blik d l P P t D h• DPRD dan pemerintah daerah membuka pintunya untuk masukan dari  kelompok‐kelompok masyarakat sipil. • Dalam beberapa kasus, hal ini telah dilembagakan melalui kebijakan lokal  untuk melibatkan organisasi masyarakat sipil dalam proses penyusunan  peraturan daerah.  peraturan daerah• Dengan memperbolehkan masyarakat terlibat aktif dalam proses  pembuatan peraturan daerah, perangkat hukum menjadi lebih mantap  dan mudah dilaksanakan. dadang-solihin.blogspot.com 19
    • 3/4 Best Practices Best PracticesDengar Pendapat PublikD P d t P blik• Sudah semakin lazim bagi DPRD untuk berkonsultasi dengan masyarakat  melalui dengar pendapat publik. • Beberapa DPRD telah memanfaatkan fasilitator dan mekanisme  konsultatif yang lebih interaktif dibandingkan dengan komunikasi satu  arah tradisional dan sosialisasi dari atas ke bawah.  arah tradisional dan sosialisasi dari atas ke bawah• Ruang sidang paripurna DPRD dipersiapkan sedemikian rupa guna  meningkatkan komunikasi diantara para peserta, dan pertemuan ini pun  difasilitasi oleh fasilitator yang terlatih. dadang-solihin.blogspot.com 20
    • 4/4 Best Practices Best PracticesTransparansi AnggaranT iA• Banyak DPRD kini telah membuka pintu bagi masyarakat untuk  mengakses dokumen anggaran, bahkan telah menyebarkannya kepada  publik dalam bentuk poster. • Beberapa DPRD telah melakukan dialog interaktif melalui program radio  untuk membicarakan anggaran daerah.  untuk membicarakan anggaran daerahKeterlibatan Masyarakat dalam Proses Penganggaran• Di beberapa daerah delegasi yang mewakili masyarakat dari forum  Musrenbang dapat mengikuti pertemuan persiapan DPRD untuk  Kebijakan Umum Anggaran dalam rangka penyusunan APBD.  Kebijakan Umum Anggaran dalam rangka penyusunan APBD dadang-solihin.blogspot.com 21
    • dadang-solihin.blogspot.com 22
    • Agenda Politik NyataAgenda Politik Nyata Agenda politik yang sangat nyata dan langsung  memenuhi kebutuhan warga.  Penanggulangan kemiskinan;  Peningkatan aksesibilitas dan kualitas  pendidikan dan kesehatan; didik d k h t  Pemberantasan korupsi dan reformasi  birokrasi. dadang-solihin.blogspot.com 23
    • Argumentasi Politik Mendasar g Argumentasi politik yang dibangun adalah sangat  mendasar dan tidak klise. mendasar dan tidak klise.  Dengan membawa dukungan politik nyata dari  warga, anggota DPRD akan dapat memperkuat  pijakan mereka dalam proses politik yang  ij k k d l li ik berlangsung dalam berbagai sidang DPRD.   Dengan informasi dan pengetahuan yang langsung  g p g y g g g diperoleh dari warga masyarakat, para anggota DPRD  akan mampu membawakan semua kepentingan  warga ke dalam proses pembuatan Peraturan  warga ke dalam proses pembuatan Peraturan Daerah, penentuan APBD dan pengawasan politik. dadang-solihin.blogspot.com 24
    • Pemikiran y Pemikiran yang Selalu  Mencari Upaya Perbaikan.  Anggota DPRD akan selalu dituntut  k l l d untuk berpikir positif dan konstruktif dalam melaksanakan tugas dan  fungsinya.   Sering tanpa disadari kebiasaan ini  justru meningkatkan kapasitas modal  justru meningkatkan kapasitas modal politik yang memang dibutuhkan oleh  anggota DPRD dan struktur politik  pendukungnya. pendukungnya dadang-solihin.blogspot.com 25
    • Membangun Sistem Umpan BalikMembangun Sistem Umpan Balik Membangun dan memperkokoh sistem  umpanbalik yang cepat dan efektif. umpanbalik yang cepat dan efektif  Para anggota DPRD dan partai politiknya  dapat selalu melakukan up‐date terhadap  informasi dan program kerjanya.   Partai politik yang diwakili oleh anggota  DPRD tersebut juga secara terus menerus  DPRD tersebut juga secara terus menerus mengevaluasi diri apakah mereka  mempunyai akar yang kuat di tingkat akar  rumput atau justru berkembang menjadi  rumput atau justru berkembang menjadi partai politik yang mengambang. dadang-solihin.blogspot.com 26
    • Siklus Representasi Wakil Rakyat Siklus Representasi Wakil Rakyat Mandat politik yang bersifat sementara mengandung arti bahwa rakyat  M d t litik b if t t d ti b h k t hanya memberikan sebagian hak‐haknya untuk diwakili oleh anggota  DPRD yang terpilih dalam proses pengambilan keputusan.  Rakyat masih dapat menggunakan haknya secara langsung untuk  mempengaruhi proses pengambilan keputusan.  Jika wakil rakyat dianggap tidak dapat mewakili kepentingan mereka yang  Jika wakil rakyat dianggap tidak dapat mewakili kepentingan mereka yang memilihnya, maka kekuasaan perwakilan itu dapat dicabut oleh para  pemilih melalui mekanisme Pemilu lima tahun yang akan datang.  Dalam jeda waktu di antara dua pemilihan umum, apabila seorang wakil  rakyat tidak dapat mewakili kepentingan para pemilihnya, maka secara  p politik yang bersangkutan akan mengalami delegitimasi di mata publik.  y g g g g p dadang-solihin.blogspot.com 27
    • Siklus Representasi Wakil Rakyat RAKYAT PEMILU Representasi Rakyat (keterwakilan) Hubungan dengan DPRD Fungsi Legislasi Pemilih Hubungan dengan MEMBUAT media dan kelompok KEPUTUSAN Fungsi Anggaran kepentingan POLITIK Sumber daya (anggaran, staf, riset Fungsi Pengawasan dan informasi) Perlindungan hak‐ Peningkatan Kesejahteraan  hak Individu dan  hak Individu dan Individu dan Masyarakat I di id d M k masyarakatSumber: NDI, LGSP dadang-solihin.blogspot.com 28
    • 1/2 Indikator Pelaksanaan Mandat yang Baik Indikator Pelaksanaan Mandat yang Baik Dalam pelaksanaan mandat rakyat, dewan selayaknya dapat  D l l k d t k t d l k d t menghasilkan keputusan politik/ kebijakan publik yang berdampak positif  melalui instrumen fungsi‐fungsi DPRD, yaitu fungsi legislasi, anggaran dan  pengawasan.  Semua pelaksanaan fungsi tersebut merupakan inti dari politik  perwakilan.  perwakilan. DPRD sebagai representasi rakyat menjalankan amanah keterwakilan,  yang mengharuskan seorang wakil rakyat bersikap dan bertindak sesuai  dengan kehendak rakyat, yang diartikulasikan melalui peran kelompok‐ d k h d k k di ik l ik l l i k l k kelompok dalam masyarakat maupun individu‐invidu warga negara. dadang-solihin.blogspot.com 29
    • 2/2 Indikator Pelaksanaan Mandat yang Baik Indikator Pelaksanaan Mandat yang Baik Secara substansial  S bt i l  perlindungan hak   peningkatan kesejahteraan dalam berbagai aspek  peningkatan kesejahteraan dalam berbagai aspek Secara prosedural   mengikuti prosedur hukum yang benar  melibatkan masyarakat di dalam prosesnya Komunikasi dan hubungan dengan konstituen, media, serikat, ormas,  LSM, perguruan tinggi, dan lain‐lain. LSM i i d l i l i Sistem pendukung (supporting system) memadai antara lain mencakup  anggaran, staf, riset dan informasi.  gg , , dadang-solihin.blogspot.com 30
    • dadang-solihin.blogspot.com 31
    • Positioning Differentiation Brand (PDB) POSITIONING DIFFERENTIATION BRAND dadang-solihin.blogspot.com 32
    • PDB Triangle: Provinsi Gorontalo Brand Integrity POSITIONING DIFFERENTIATION Provinsi Jagung Agro Bisnis  Jagung BRAND Visi Provinsi  Gorontalo dadang-solihin.blogspot.com 33
    • dadang-solihin.blogspot.com 34
    • PDB Triangle: Kabupaten Lamongan Brand Integrity POSITIONING DIFFERENTIATION Kabupaten dengan  Pelajaran Bahasa  pemerintahan  Mandarin di Sekolah dan  entrepreneurship untuk  entrepreneurship untuk Pesantren mendukung TTI BRAND Visi Kabupaten  Lamongan dadang-solihin.blogspot.com 35
    • dadang-solihin.blogspot.com 36
    • PDB Triangle: Kota Sawahlunto Brand Integrity POSITIONING DIFFERENTIATIONKota Pariwisata Budaya  Lokasi Historis Kuno,  Pertambangan DaerahPertambangan  DaerahPertambangan Batu Bara, Lahan Alami BRAND Visi Kota  Sawahlunto dadang-solihin.blogspot.com 37
    • dadang-solihin.blogspot.com 38
    • dadang-solihin.blogspot.com 39
    • Peraturan DaerahPeraturan Daerah adalah Produk Hukum seperti: Hukum,• Perda tentang RPJPD • Perda tentang Pajak Daerah• Perda tentang RPJMD P d t t • Perda tentang Retribusi P d t t R t ib i• Perda tentang APBD Daerah, • Dll dadang-solihin.blogspot.com 40
    • Tata Urutan Hukum (UU 10/2004 ttg Pembentukan Peraturan PerUU)No Produk Hukum Penetapan Oleh Fungsi1. UUD 1945 MPR Sumber hukum Tertinggi dari segala hukum2.2 UU DPR ddan Pelaksana k P l k konstitusi (UUD 1945) tit i ditandatangani oleh Presiden3.3 Peraturan Perat ran Presiden  Setingkat dengan undang-undang ndang ndang Pemerintah  Selanjutnya harus diserahkan Pengganti Undang- kepada DPR untuk ditetapkan atau Undang ( g (PERPU)) ditolak menjadi undang-undang j g g4. Peraturan Presiden setelah Pelaksanaan undang-undang Pemerintah disetujui oleh Menteri5. Peraturan Daerah DPRD Penyelesaian tugas, kewajiban dan hak pemerintah daerah dadang-solihin.blogspot.com 41
    • Apa itu Hukum? Hukum? Hukum adalah keseluruhan dari alat yang mengatur kehidupan Negara y g g p g dan Warga Negara termasuk seluruh peraturan dan kebijakan pemerintah baik tertulis maupun tidak tertulis dan penegakan hukum oleh aparat penegak hukum Hukum juga bisa Hukum bisa menjadi alat Hukum bisa menjadi alat menjelma dalam  sah suatu rezim yang  menciptakan keadilan di otoriter untuk mengatur  masyarakat dan  masyarakat secara  y membatasi penguasa  b t isemena‐mena dan tidak  agar tidak semena‐ adil.  mena. dadang-solihin.blogspot.com 42
    • Bentuk HukumHukum Tertulis (hukum formil)• Salah satu ciri dari konsepsi hukum modern yang harus mengatur serta melayani k hid l i kehidupan modern. dHukum Tidak Tertulis (hukum materiil)• Perkembangan budaya dan masyarakat. g y y• Saat ini tradisi, kebiasaan, kepercayaan atau budaya tidak dapat diandalkan lagi. dadang-solihin.blogspot.com 43
    • Asas Pembentukan Peraturan Perundang-undangan Perundang-1. Asas Kejelasan Tujuan: Harus mempunyai tujuan yang jelas dan yang hendak dicapai.2. Asas Kelembagaan atau Organ Pembentuk yang tepat:  Harus dibuat oleh lembaga/pejabat pembentuk peraturan perundang-undangan yang berwenang.  Dapat dibatalkan atau batal demi hukum apabila dibuat oleh lembaga atau pejabat atau peraturan yang lebih tinggi.3. Asas Kesesuaian antara Jenis dan Materi Muatan: Harus benar-benar memperhatikan materi muatan yang tepat dengan jenis peraturan perundang-undangannya. dadang-solihin.blogspot.com 44
    • 4. Asas Dapat Dilaksanakan: Karena benar benar dibutuhkan dan bermanfaat dalam mengatur benar-benar kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.5. Asas Kejelasan Rumusan:  Harus memenuhi persyaratan teknis penyusunan peraturan perundang-undangan, perundang undangan sistematika dan pilihan kata atau terminologi,  Bahasa hukumnya j y jelas dan mudah dimengerti sehingga tidak g gg menimbulkan berbagai macam interpretasi dalam pelaksanaannya.6. Asas Keterbukaan: Dalam proses perencanaan, persiapan, penyusunan, dan pembahasan seluruh lapisan masyarakat perlu diberi kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengetahui dan memberikan masukan dalam proses p p pembuatan p peraturan p perundang-undangan. g g dadang-solihin.blogspot.com 45
    • 7. Asas Tata Susunan Peraturan Perundang-undangan atau lex superior derogate lex inferiori: Peraturan perundang-undangan yang lebih rendah tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.8.8 Asas l specialis derogate lex generalis: A lex i li d t l li Peraturan perundang-undangan yang lebih khusus mengenyampingkan p g y p g peraturan p perundang-undangan y g lebih g g yang umum.9.9 Asas l posterior derogate lex priori: A lex t i d t l i i Peraturan perundang-undangan yang lahir kemudian mengenyampingkan p g y p g peraturan p perundang-undangan y g lahir g g yang terlebih dahulu jika materi yang diatur peraturan perundang- undangan tersebut sama. dadang-solihin.blogspot.com 46
    • 10. Asas Keadilan: Setiap peraturan perundang-undangan harus mencerminkan keadilan bagi setiap warga negara tanpa terkecuali terkecuali.11.11 Asas kepastian hukum: Setiap peraturan perundang-undangan harus dapat menjamin kepastian hukum dalam upaya menciptakan ketertiban dalam masyarakat.12 Asas pengayoman:12. Setiap peraturan perundang-undangan harus berfungsi memberikan perlindungan dalam rangka menciptakan ketentraman masyarakat. k k dadang-solihin.blogspot.com 47
    • 13. Asas Mengutamakan Kepentingan Umum: g p g Dalam peraturan perundang-undangan harus memperhatikan keseimbangan antara berbagai kepentingan dengan mengutamakan kepentingan umum umum.14. Asas Kenusantaraan: Setiap peraturan perundang-undangan merupakan bagian dari sistem hukum nasional berdasarkan kesatuan wilayah Indonesia atau wilayah tertentu sesuai jenis peraturan perundang- perundang undangan.15 Asas Kebhinekatunggalikaan:15. Materi muatan peraturan perundang-undangan harus memperhatikan keragaman penduduk, agama, suku dan golongan, kondisi khusus daerah, sistem nilai masyarakat daerah khususnya yang menyangkut masalah-masalah yang sensitif dalam kehidupan masyarakat. p y dadang-solihin.blogspot.com 48
    • Syarat Penyusunan Perda1. Hindari pemberian kewenangan y g p g yang berlebihan;2. Hindari pengaturan dan persyaratan yang tidak perlu berlebihan dan sulit perlu, berlebihan, diterapkan;3. Akomodasi ketetapan yang bersifat transparan, akuntabel, dan melewati proses pengambilan keputusan yang benar;;4. Libatkan tokoh masyarakat setempat;5. Gunakan proses pelibatan publik yang l luas;6. Tingkatkan efektivitas mekanisme penegakan hukum. dadang-solihin.blogspot.com 49
    • Prinsip Dasar 1/3 Proses Penyusunan Perda1. Transparansi/keterbukaan.  Informasi tentang akan ditetapkannya suatu kebijakan,  Peluang bagi masyarakat untuk memberikan masukan dan melakukan pengawasan terhadap pemerintah. dadang-solihin.blogspot.com 50
    • Prinsip Dasar 2/3 Proses Penyusunan Perda2. Partisipasi:2 P i i i  Mendorong terciptanya komunikasi publik untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap proses pengambilan keputusan pemerintah,  Mendorong keterbukaan informasi pemerintah yang lebih baik t k kemudian menyediakan gagasan b b ik untuk k di di k baru d l dalam memperluas pemahaman komprehensif terhadap suatu isu.  Mengurangi kemungkinan terjadinya konflik dalam menerapkan suatu keputusan dan mendukung penerapan akuntabilitas. akuntabilitas dadang-solihin.blogspot.com 51
    • Prinsip Dasar 3/3 Proses Penyusunan Perda3. Koordinasi dan Keterpaduan.  Koordinasi dan keterpaduan/integrasi berkaitan dengan hubungan antara pemerintah dan organisasi dalam pemerintah.  Menyediakan mekanisme yang melibatkan instansi lain dalam y y g pengambilan keputusan secara utuh.  Keterpaduan memerlukan kombinasi yang harmonis antara wawasan dan aksi koordinasi, menekan konflik membatasi koordinasi konflik, ketidakefektifan, dan yang terpenting membatasi jumlah produk hukum. dadang-solihin.blogspot.com 52
    • 1/3 Prinsip Dasar Perumusan Substansi p1. Akurasi Ilmiah dan Pertimbangan Sosial-Ekonomi Sosial Ekonomi.  Setiap peraturan hendaknya disusun berdasarkan kajian keilmuan di dalamnya.  Suatu peraturan tidak bersifat normatif semata, melainkan juga harus mencerminkan isu dan permasalahan sebenarnya, berikut strategi pemecahan y g dibutuhkan y , g p yang masyarakat.  Untuk dapat memastikan kebutuhan yang sebenarnya dari para pemangku kepentingan, suatu kajian akademis kepentingan terhadap peraturan yang tengah dirancang atau ditetapkan perlu dilakukan, dengan menekankan pertimbangan ilmiah, sosial, d ekonomi di d l i l dan k i dalamnya. dadang-solihin.blogspot.com 53
    • 2/3 Prinsip Dasar Perumusan Substansi p2. Pendanaan Berkelanjutan. Berkelanjutan  Diperlukan dukungan pendanaan yang cukup untuk mengimplementasikan suatu peraturan.  Pendanaan tersebut digunakan untuk keperluan administrasi dan operasional, dan hanya sebagian kecil y g g yang digunakan untuk ppelaksanaan p g program dan pembangunan.  Keterbatasan kemampuan dalam mendukung pendanaan merupakan salah satu alasan utama lemahnya penegakan hukum di Indonesia. dadang-solihin.blogspot.com 54
    • 3/3 Prinsip Dasar Perumusan Substansi p3. Kejelasan Kejelasan.  Peraturan dapat diterima untuk kemudian dilaksanakan dengan baik hanya apabila memiliki kejelasan dan dapat dipahami l h di h i oleh masyarakat.k t  Kejelasan mengacu pada bagaimana suatu peraturan dirumuskan dan masyarakat mengerti akan kandungan y g y g g yang terdapat di dalamnya. dadang-solihin.blogspot.com 55
    • 1/2 Prinsip dalam Penerapan Hukum1. Akuntabilitas  Adanya kesesuaian antara pelaksanaan dengan standar prosedur pelaksanaan;  Ad Adanya sanksi yang dit t k atas k k i ditetapkan t kesalahan atau k l l i l h t kelalaian dalam pelaksanaan kegiatan;  Adanya output dan outcome y g terukur. y p yang2. Kepastian Hukum  Adanya peraturan perundang-undangan yang tegas dan konsisten;  Adanya penegakan hukum yang adil dan tidak diskriminatif;  Adanya penindakan terhadap setiap pelanggar hukum;  Adanya kesadaran dan kepatuhan kepada hukum. dadang-solihin.blogspot.com 56
    • 2/2 Prinsip dalam Penerapan Hukum3. Keleluasaan Aministratif  Tak satupun peraturan yang dapat secara efektif memprediksi semua kegiatan, fakta, dan situasi yang dibutuhkan.  K l l Keleluasaan d dapat dit t dituangkan secara eksplisit d i li it k k li it dan implisit dalam suatu peraturan.4. Keadilan  Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di depan hukum dan berhak mendapatkan keadilan.  Hukum ditegakkan bukan atas dasar kepentingan kekuasaan ataupun golongan kepentingan tertentu, melainkan demi tegaknya keadilan. g y  Keadilan harus didukung oleh keberadaan institusi hukum dan aparat penegak hukum yang jujur, profesional dan tidak terpengaruh oleh golongan manapun manapun. dadang-solihin.blogspot.com 57
    • Tahapan Penyusunan Perda p y 2 3 1 Identifikasi legal baseline atau  Penyusunan  Identifikasi landasan hukum, dan bagaimana  Naskah isu & masalah Perda baru dapat memecahkan  Perda baru dapat memecahkan Akademik masalah 5 6 Penyelenggaraan Konsultasi Publik: 4Pembahasan di   Revisi Rancangan Perda; Penulisan  DPRD  Apabila diperlukan, melakukan  pab a d pe u a , e a u a Raperda konsultasi publik tambahan 7 Penetapan Perda dadang-solihin.blogspot.com 58
    • 1. 1 Identifikasi isu & masalah1. Identikasi isu dan masalah.2. Identikasi i2 Id tik i siapa yang t k it dengan masalah. terkait d l h3. Gunakan metode pemecahan masalah yang sesuai.4.4 Identikasi dampak pemecahan masalah masalah.5. Pembuatan skala prioritas masalah yang akan diatasi. dadang-solihin.blogspot.com 59
    • Metode M4E M4E = Men, Money, Managerial, Method, Environment Men (manusia)  Dilakukan pengujian bagaimana perilaku manusia (subyek hukum) melaksanakan atau bertindak sehingga timbul masalah; Money (uang/anggaran)  Pengujian dilakukan dengan mengidentifikasi bagaimana g j g g g kedudukan anggaran dalam pelaksanaan kegiatan sehingga menimbulkan masalah; dadang-solihin.blogspot.com 60
    •  Managerial  Dilakukan pengujian dan riset apakah pola managerial baik dari sistem maupun sub sistem dapat mendukung atau tidak terhadap aturan-aturan yang ada.  Perlu diperbaharui aturan yang lama atau membentuk aturan yang baru. Method (metode)  Terkait dengan hubungan antara subyek hukum (pelaku) dengan obyek hukum,  Bagaimana model dan pola hubungannya tersusun dalam sebuah metode metode. Environment (lingkungan)  Lingkungan sangat berpengaruh terhadap hadirnya p g g g p g p y persoalan yang terjadi.  Lingkungan ini terkait juga pengaruh dari luar (globalisasi). dadang-solihin.blogspot.com 61
    • 2.2 Identifikasi legal baseline (1)1. Identikasi l h1 Id ik i seluruh peraturan perundang-undangan yang ada d d d terkait dengan permasalahan, mulai dari undang-undang sampai dengan peraturan perundang-undangan terbawah.2. Identikasi instansi pelaksana.3. Evaluasi efektivitas peraturan perundang-undangan yang ada, dengan mempertimbangkan penulisannya: d ti b k li a. Kejelasan pasal dan ayat; dan b. b Kepastian preskripsi hukum hukum. dadang-solihin.blogspot.com 62
    • 2.2 Identifikasi legal baseline (2)4. Evaluasi efektivitas peraturan perundang-undangan yang ada,4 E l i f ki i d d d dengan mempertimbangkan pelaksanaannya: a. Ketersediaan dana pelaksanaan; b. Kapasitas administrasi; dan c. Penegakan hukum.5. Identikasi peraturan perundang-undangan yang paling berpotensi untuk dapat memecahkan masalah, apabila keefektifannya ditingkatkan atau dibuat revisi revisi.6. Identikasi macam-macam instrumen hukum yang mungkin dapat memecahkan masalah. dadang-solihin.blogspot.com 63
    • 3. Penyusunan Naskah Akademik (1)1. Bentuk tim penyusun secara resmi. a. Keanggotaan tidak terlalu besar b. b Masukkan wakil wakil stakeholders wakil-wakil c. Penuhi kebutuhan wakil-wakil d. d Identifikasi staf pendukung e. Formalkan dengan Surat Keputusan2. Komitmen tim penyusun. a. Komitmen waktu memadai b. Ruangan – satu ruangan pertemuan c. Anggaran – jasa-jasa pendukung3. Aturan prosedural tim penyusun. dadang-solihin.blogspot.com 64
    • 3. Penyusunan Naskah Akademik (2)4. Identifikasi kelompok penasehat/ pengarah. a. Identifikasi pakar b. Identifikasi stakeholders c. Tentukan cara komunikasi teratur5. Susun j d l penyelesaian pekerjaan.5 S jadwal l i k j6. Mulai penyusunan (drafting) a. a Identifikasi isu dan masalah b. Buat sistematika, tulis teks c. Perbaiki terus d. Buat notulensi setiap pertemuan dadang-solihin.blogspot.com 65
    • 3. Penyusunan Naskah Akademik (3)7. Selenggarakan pertemuan stakeholders dan konsultasi publik untuk membahas draft dan memperoleh masukan: a. Ki i salinan ( Kirim li (copy) d ft sebelum pertemuan ) draft b l t b. Sediakan data pendukung sebelum pertemuan8.8 Revisi dan finalisasi. finalisasi dadang-solihin.blogspot.com 66
    • 4. 4 Penulisan Raperda1. Penamaan (Judul) – jenis peraturan; – teritorial/wilayah h k / idik i ( t it i l/ il h hukum/yuridiksi (negara, d daerah, d h desa d b) dsb); – nomor peraturan; – tahun pembuatan; – nama peraturan. Contoh: PERATURAN DAERAH KABUPATEN GIANYAR NOMOR 17 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN GIANYAR NOMOR 1 TAHUN 2005 TENTANG KEDUDUKAN PROTOKOLER DAN KEUANGAN PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN GIANYAR A A A A GA A dadang-solihin.blogspot.com 67
    • 2.2 Frase/Klausul Permanen Contoh: DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BEKASI,3. Pembukaan terdiri atas konsiderans atau dasar pemikiran, dasar hukum pembentukannya dan judul judul.4. Batang Tubuh 1. Ketentuan Umum 2. Ketentuan Substansi 3. Ketentuan Sanksi5. Penutup6. Lampiran/Penjelasan dadang-solihin.blogspot.com 68
    • 5.5 Penyelenggaraan Konsultasi Publik • Interaksi dengan masyarakat merupakan upaya yang lentur, dan harus diintegrasikan ke dalam proses penulisan rancangan Perda. • Proses konsultasi dan penulisan bersifat interaktif, saling mengisi dan mempengaruhi. dadang-solihin.blogspot.com 69
    • 6. 6 Pembahasan di DPRD• Pembahasan di DPRD merupakan salah satu bentuk dari dilaksanakannya konsultasi publik.• Pembahasan di DPRD tidak dilakukan oleh DPRD semata, melainkan bekerja sama dengan kepala daerah, seperti apa yang diamanatkan d l di tk dalam UU N Nomor 10 T h 2004 t t Tahun tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. dadang-solihin.blogspot.com 70
    • 7.7 Penetapan Perda• Salah satu faktor penting keberhasilan pelaksanaan sebuah Perda baru adalah masa transisinya, yaitu tanggal mulai diberlakukannya Perda baru.• Sebuah Perda baru sebaiknya ada t S b hP d b b ik d tenggang waktu antara kt t disahkannya sebuah Perda dengan tanggal mulai diberlakukannya.• Hal ini dimaksudkan agar lembaga/instansi pemerintah terkait dan masyarakat dapat melakukan persiapan-persiapan yang memadai untuk pelaksanaan secara efektif efektif.• Persiapan pelaksanaan meliputi pembentukan kesadaran masyarakat tentang ketentuan-ketentuan hukum yang baru, serta penyelenggaraan pendidikan d pelatihan b i i l didik dan l ih bagi instansii pelaksana dan aparat penegak hukum mengenai ketentuan- ketentuan spesifik dari Perda yang baru tersebut. dadang-solihin.blogspot.com 71
    • Terima Kasih dadang-solihin.blogspot.com 72
    • Nama : Dadang SolihinTempat/Tgl Lahir : Bandung 6 November 1961PekerjaanP k j : Di kt E l Direktur Evaluasi Kinerja i Ki j Pembangunan Daerah BappenasAlamat Kantor : Jl. Taman Suropati No. 2 Jakarta 10310Telp/Fak Kantor p : (021) 392 6248 ( )HP : 0812 932 2202Email : dadangsol@yahoo.comWebsite : http://dadang-solihin.blogspot.comdadang-solihin.blogspot.com 73