BAPPENAS
File Presentasi ini bisa didownload di

http://www.ziddu.com/download/4861055/2009_024_Sulbar.pdf.html




               ...
www.dadangsolihin.com   3
Materi
•   Struktur dan Kompleksitas Keterwakilan Kepentingan Warga dalam
    Pembangunan
•   DPRD’s Life Cycle
•   Piliha...
Struktur dan Kompleksitas Keterwakilan Kepentingan Warga dalam Pembangunan

                        Bentuk Kebijakan dan P...
DPRD’s Life Cycle
                                                                n
                                      ...
Pilihan Karier Purnabakti (1)
•   Medokumentasikan pengalaman sebagai anggota DPRD dalam
    sebuah buku otobiografi.
•   ...
Pilihan Karier Purnabakti (2)
•   Menjadi Narasumber di berbagai seminar
•   Pengusaha Sektor Ril
    – Property, Pertania...
Wirausaha
Definisi
• Mewujudkan aspirasi kehidupan mandiri dengan
  landasan keyakinan dan watak yang luhur

Sosok Wirausa...
1.               Sikap Mental (1)
•   Para wirausaha adalah orang-orang yang mengetahui bagaimana
    menemukan kepuasan d...
Sikap Mental (2)
•   Kebanyakan orang membatasi pikiran-pikirannya pada problem-
    problem dan kegiatan-kegiatan sehari-...
Sikap Mental (3)
•   Rasa humor ikut mengembangkan sikap mental yang sehat. Terlalu
    serius dapat merugikan pekerjaan a...
Mengembangkan Sikap Positif (1)
•   Pusatkan perhatian anda sedemikian rupa dan gunakanlah pikiran
    anda secara produkt...
Mengembangkan Sikap Positif (2)
•   Anda haruslah selalu awas terhadap peluang-peluang untuk
    meningkatkan situasi anda...
2.           Kepemimpinan (1)
•   Berorientasi pada tugas yang menetapkan sasaran,
    merencanakan dan mencapai sasaran.
...
Kepemimpinan (2)
•   Berorientasi pada orang, yang memotivasi dan membina hubungan
    manusiawi.
    – Menunjukan perhati...
Kepemimpinan (3)
Tindakan Kepemimpinan
•   Sekali anda telah mengambil keputusan, ambil tindakan secepat mungkin.
•   Upay...
3.           Tata Laksana (Manajemen)

•   Tata Laksana merupakan metode atau serangkaian cara dan
    prosedur.
•   Gunan...
4.          Keterampilan (Skills)

•   Dengan berbekal penguasaan ketrampilan, seseorang akan bisa
    diharapkan menjadi ...
Karakteristik Wirausahawan (1)
•   Keinginan untuk berprestasi. Penggerak psikologis utama yang
    memotivasi wirausahawa...
Karakteristik Wirausahawan (2)
•   Preferensi kepada resiko-resiko menengah. wirausahawan
    bukanlah penjudi. Mereka mem...
Karakteristik Wirausahawan (3)
•   Rangsangan oleh umpan balik. wirausahawan ingin mengetahui
    bagaimana hal yang merek...
Karakteristik Wirausahawan (4)
•   Orientasi ke masa depan. wirausahawan melakukan perencanaan
    dan berpikir ke depan. ...
Potensi Wirausahawan (1)
•   Kemampuan inovatif. Inovasi memerlukan pencarian kesempatan
    baru. Hal tersebut berarti pe...
Potensi Wirausahawan (2)
•   Kemampuan perencanaan realistis. Menetapkan tujuan yang
    menantang dan bisa diterapkan ada...
Potensi Wirausahawan (3)
•   Tanggung jawab pribadi. Wirausahawan memikul tanggung jawab
    pribadi, mereka menetapkan tu...
Wirausahawan Sukses
•   Pemikiran luwes dan kreatif.
•   Mampu merencanakan, mengambil resiko, mengambil keputusan
    dan...
Apa Tujuan Pembangunan?
        (Todaro: the three objectives of development)

 Peningkatan standar hidup (levels of livi...
How?
1. Mengurangi disparitas atau ketimpangan pembangunan
     antar daerah
     antar sub daerah
     antar warga mas...
Pembangunan Daerah (1)
 Pembangunan daerah pada hakekatnya adalah upaya terencana
  untuk meningkatkan kapasitas pemerint...
Pembangunan Daerah (2)
 Pembangunan daerah juga merupakan upaya untuk
  memberdayakan masyarakat di seluruh daerah sehing...
Pembangunan Daerah (3)
•   Pembangunan daerah dilaksanakan melalui penguatan otonomi
    daerah dan pengelolaan sumber day...
Pembangunan Daerah (4)
•   Pemerintahan (legislatif, eksekutif, dan yudikatif) memainkan peran
    yang menjalankan dan me...
Pergeseran Paradigma:
        From Government to Governance




          Government                              Governan...
Pelaku Pembangunan: Paradigma
                Governance
   Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarak...
Pelaku Pembangunan: Stakeholders

           STATE                        CITIZENS
           Executive                org...
Troika




www.dadangsolihin.com   38
Troika: Pola Hubungan antara Pemerintah,
  Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat




  Masyarakat,
  Bangsa, dan
    Negara  ...
Perumusan Visi Daerah
                     Stakeholders




      PEMDA




       www.dadangsolihin.com        40
Perumusan Visi Daerah
                     Stakeholders




      PEMDA




       www.dadangsolihin.com        41
Ternyata
Pemerintah Masih Diperlukan




        www.dadangsolihin.com   42
Permasalahan Pembangunan Daerah (1)

1. Pembangunan Ekonomi
    Meningkatnya pengangguran dan kemiskinan
    Menurunnya ...
Permasalahan Pembangunan Daerah (2)

1. Pembangunan Prasarana Wilayah
     Terbatasnya tingkat pelayanan jaringan transpo...
Permasalahan Pembangunan Daerah (3)

1. Pembangunan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup
     Menurunnya kualitas permuki...
Permasalahan Pembangunan Daerah (4)

1.   Pembangunan SDA dan LH (lanjutan)
    Meningkatnya urbanisasi dan aglomerasi pe...
Permasalahan Pembangunan Daerah (5)

1.   Permasalahan Khusus
    Lemahnya daya saing investasi
    Pembangunan daerah t...
Definisi Perencanaan
Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan
tindakan masa depan yang tepat melalui serangkaian
p...
Syarat Perencanaan
Harus memiliki, mengetahui, dan memperhitungkan:
2. Tujuan akhir yang dikehendaki.
3. Sasaran-sasaran d...
Fungsi/Manfaat Perencanaan
•   Sebagai penuntun arah
•   Minimalisasi ketidakpastian
•   Minimalisasi inefisiensi sumberda...
Kegagalan Perencanaan (1)
1. Penyusunan perencanaan
   tidak tepat, mungkin karena:
    informasinya kurang
      lengkap...
Kegagalan Perencanaan (2)
1. Perencanaannya mungkin baik, tetapi pelaksanaannya tidak
   seperti seharusnya.
     kegagal...
Kegagalan Perencanaan (3)
1. Perencanaan mengikuti paradigma yang ternyata tidak
   sesuai dengan kondisi dan perkembangan...
Kegagalan Perencanaan (4)

1. Karena perencanaan diartikan sebagai pengaturan total
   kehidupan manusia sampai yang palin...
Sistem Perencanaan yang Berhasil


•   Sistem perencanaan yang mendorong berkembangnya
    mekanisme pasar dan peran serta...
Perencanaan yang Ideal
•   Prinsip partisipatif: masyarakat yang akan memperoleh manfaat
    dari perencanaan harus turut ...
Perwakilan Rakyat
Wadah Perwakilan Rakyat
Pemerintah Daerah yang dipimpin                   Mana yang paling dekat
oleh Kepala Daerah yang ...
Fungsi DPRD menurut UU
1. Legislasi: kewenangan pembuatan Peraturan Daerah (Perda),
   yaitu menginisiasi lahirnya Rancang...
Peran dan Fungsi DPRD (1966-1998)
•   DPRD hanya menyetujui konsep eksekutif karena kapasitas dan
    kewenangannya terbat...
Peran dan Fungsi DPRD (Saat Ini)
•   DPRD saat ini lebih cerdas dan kompeten dibandingkan di masa
    lalu.
•   Anggota DP...
Tantangan bagi DPRD yang Efektif (1)

•   Seperti di banyak tempat lain di dunia, para politisi seringkali
    terlihat se...
Tantangan bagi DPRD yang Efektif (2)

•   Tuduhan korupsi dan penyalahgunaan sumber daya publik yang
    terus menghiasi c...
Mengapa Hal Ini Terjadi?
•   Sistem partai yang terpusat membuat anggota DPR/D menjadi
    lebih berpihak kepada partai se...
Kemauan untuk Mereformasi
•   Anggota DPRD yang progresif dan berpikiran reformis semakin
    sadar bahwa kebutuhan untuk ...
Best Practices (1)
Peraturan Daerah tentang Transparansi dan Partisipasi
• Beberapa Pemda telah mengesahkan Perda yang tra...
Best Practices (2)
Keterlibatan Publik dalam Penyusunan Peraturan Daerah
• DPRD dan pemerintah daerah membuka pintunya unt...
Best Practices (3)
Dengar Pendapat Publik
• Sudah semakin lazim bagi DPRD untuk berkonsultasi dengan
  masyarakat melalui ...
Best Practices (4)
Transparansi Anggaran
• Banyak DPRD kini telah membuka pintu bagi masyarakat untuk
   mengakses dokumen...
Orientasi Dasar Politik DPRD

          1. Agenda politik yang sangat nyata dan
             langsung memenuhi kebutuhan w...
Orientasi Dasar Politik DPRD . . .
     1.   Argumentasi politik yang dibangun adalah sangat
          mendasar dan tidak ...
Orientasi Dasar Politik DPRD . . .
1. Pemikiran yang selalu mencari upaya
   perbaikan.
     Anggota DPRD akan selalu dit...
Orientasi Dasar Politik DPRD . . .
          1.   Membangun dan memperkokoh sistem
               umpanbalik yang cepat da...
Siklus Representasi Wakil Rakyat
   Mandat politik yang bersifat sementara mengandung arti bahwa
    rakyat hanya memberi...
Siklus Representasi Wakil Rakyat

                                         R A K Y A
                                     ...
Indikator Pelaksanaan Mandat yang Baik (1)

   Dalam pelaksanaan mandat rakyat, dewan selayaknya dapat
    menghasilkan k...
Indikator Pelaksanaan Mandat yang Baik (2)

   Secara substansial
      perlindungan hak
      peningkatan kesejahteraa...
Terima Kasih




  www.dadangsolihin.com   80
Tentang Narasumber




     www.dadangsolihin.com   81
Penguatan Kapasitas Kewirausahaan bagi Anggota DPRD Purnabakti
Penguatan Kapasitas Kewirausahaan bagi Anggota DPRD Purnabakti
Penguatan Kapasitas Kewirausahaan bagi Anggota DPRD Purnabakti
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Penguatan Kapasitas Kewirausahaan bagi Anggota DPRD Purnabakti

1,811

Published on

Capacity Building DPRD Provinsi Sulawesi Barat; Jayakarta Hotel –Jakarta, 23 Mei 2009

Published in: Education, Business, Technology
1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
  • Bagus pak Dadang, anggota DPRD harus jadi job creator setelah pensiun. Saya juga sering mengisi Pelatihan Persiapan Pensiun . Salah satu materi saya adalah Memelihar Kesehatan Cara Kedokteran Timur Cina yg mudah dan murah. Alhamdulilah peserta merasa mendapat manfaat. Maju terus pak Dadang
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total Views
1,811
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • <number>
  • <number>
  • 77
  • <number>
  • Penguatan Kapasitas Kewirausahaan bagi Anggota DPRD Purnabakti

    1. 1. BAPPENAS
    2. 2. File Presentasi ini bisa didownload di http://www.ziddu.com/download/4861055/2009_024_Sulbar.pdf.html www.dadangsolihin.com 2
    3. 3. www.dadangsolihin.com 3
    4. 4. Materi • Struktur dan Kompleksitas Keterwakilan Kepentingan Warga dalam Pembangunan • DPRD’s Life Cycle • Pilihan Karier Purnabakti • Wirausaha • Tujuan dan Permasalahan Pembangunan Daerah • Perencanaan Pembangunan Daerah • Kegagalan Perencanaan • Perwakilan Rakyat www.dadangsolihin.com 4
    5. 5. Struktur dan Kompleksitas Keterwakilan Kepentingan Warga dalam Pembangunan Bentuk Kebijakan dan Program Pembangunan Pemda DPRD Parpol LSM Ormas Kebijakan dan Produk-produk Program partai Kebijakan dan Agenda lobi dan Program Fungsi DPRD dan janji program khusus tekanan politik Pembangunan kampanye LSM Arena Pembangunan Sosial Ekonomi Lingkungan Kelembagaan Kesejahteraan sosial Pertumbuhan dan Lingkungan yang Pembuatan bagi seluruh warga pemerataan sehat dan lestari keputusan partisipatif Lembaga Intermediary Pemda DPRD Parpol LSM Ormas KDH, Sekda, Pimpinan, Pimpinan Partai, Berbagai bentuk Berbagai bentuk SKPD Komisi, Fraksi, Biro-biro dalam dan jenis LSM dan jenis Ormas Kaukus Partai Kelompok median pendukung pemilu dan political entrepreneur Warga Negara dan Kepentingan-kepentingannya Gender Ekonomi Domisili Keamanan Organisasi Laki Kaya Tetap Mapan Kelompok www.dadangsolihin.com 5 Perempuan Miskin Tidak Tetap Rentan Individual Sumber: ADEKSI, KAS, GTZ, ProLH (2005)
    6. 6. DPRD’s Life Cycle n Purnabakti or Reb De clin r ity e u at M rowth G n rm atio Fo www.dadangsolihin.com 6
    7. 7. Pilihan Karier Purnabakti (1) • Medokumentasikan pengalaman sebagai anggota DPRD dalam sebuah buku otobiografi. • Konsultan Lembaga Internasional – UNDP, WB, GTZ, JICA, UNICEF, CIDA • Konsultan Pemda – Sebagai mediator antar Pemda dan DPRD – Penyusunan RPJPD, RPJMD, Renstra SKPD, • Konsultan DPRD – Penyusunan dan penetapan Perda, Pembahasan Anggaran, • Konsultan Pemberdayaan Masyarakat – Penyusunan TOR dan Proposal, Penelusuran sumber-sumber pendanaan, Konsolidasi kelompok masyarakat • Konsultan Calon KDH dan Caleg – Perumusan Visi-Misi, Strategi Kampanye, Penganggaran Kampanye, Pemetaan Pemilih, Membangun Isu Lokal, www.dadangsolihin.com 7
    8. 8. Pilihan Karier Purnabakti (2) • Menjadi Narasumber di berbagai seminar • Pengusaha Sektor Ril – Property, Pertanian, Perdagangan, Perhubungan • Pengusaha Media – Surat Kabar, TV, Radio • Pengajar dan Dosen pada lembaga pendidikan formal dan non- formal • Pengurus Forum Anggota DPRD Purnabakti • Mempersiapkan diri untuk mengikuti lagi Pileg 2014-2019 www.dadangsolihin.com 8
    9. 9. Wirausaha Definisi • Mewujudkan aspirasi kehidupan mandiri dengan landasan keyakinan dan watak yang luhur Sosok Wirausaha 1. Sikap Mental (Attitude) 2. Kepemimpinan/Kepeloporan (Leadership) 3. Ketatalaksanaan (Management) 4. Keterampilan (Skill) www.dadangsolihin.com 9
    10. 10. 1. Sikap Mental (1) • Para wirausaha adalah orang-orang yang mengetahui bagaimana menemukan kepuasan dalam pekerjaan dan bangga akan prestasinya. • Tunjukan sikap mental yang positif terhadap pekerjaan anda, karena sikap inilah yang akan ikut menentukan keberhasilan anda. • Otak anda merupakan alat yang berdaya luar biasa. Menyediakan waktu beberapa saat setiap hari untuk renungan pikiran anda yang akan memungkinkan anda terarah pada kegiatan-kegiatan yang berarti. www.dadangsolihin.com 10
    11. 11. Sikap Mental (2) • Kebanyakan orang membatasi pikiran-pikirannya pada problem- problem dan kegiatan-kegiatan sehari-hari. • Gunakanlah imajinasi anda untuk meluaskan pikiran-pikiran anda dan cobalah berpikir yang besar-besar. • Orang-orang yang dapat melihat gambaran besar adalah orang yang bersifat wirausaha dan merupakan calon-calon pemimpin bisnis maupun masyarakat. www.dadangsolihin.com 11
    12. 12. Sikap Mental (3) • Rasa humor ikut mengembangkan sikap mental yang sehat. Terlalu serius dapat merugikan pekerjaan anda dan tidak sehat. Menunjukan rasa humor berpengaruh terhadap orang lain dengan jalan menyebarkan optimisme dan suasana yang santai. • Pikiran anda haruslah terorganisasi dengan baik sekali dan mampu memfokuskan pada pelbagai problem. Anda haruslah mampu memindahkan perhatian anda dari satu problem ke problem lain dengan upaya yang minim. www.dadangsolihin.com 12
    13. 13. Mengembangkan Sikap Positif (1) • Pusatkan perhatian anda sedemikian rupa dan gunakanlah pikiran anda secara produktif. • Pilihlah saran-saran positif dalam pekerjaan anda. • Bergaulah dengan orang-orang yang berpikir dan bertindak secara wirausaha. • Jauhilah pikiran dan ide-ide yang negatif. • Sadarlah bahwa andalah yang mengendalikan pikiran anda dan gunakanlah pikiran anda secara produktif. www.dadangsolihin.com 13
    14. 14. Mengembangkan Sikap Positif (2) • Anda haruslah selalu awas terhadap peluang-peluang untuk meningkatkan situasi anda, baik dalam kehidupan pribadi, kehidupan kerja maupun dalam kehidupan masyarakat. • Jangan takut meninggalkan suatu ide, jika tidak menghasilkan hasil yang benar. • Lingkungan anda akan mempengaruhi prestasi anda. • Percayalah pada diri anda dan bakat-bakat anda. • Hilangkan beban mental dengan mengambil tindakan. www.dadangsolihin.com 14
    15. 15. 2. Kepemimpinan (1) • Berorientasi pada tugas yang menetapkan sasaran, merencanakan dan mencapai sasaran. – Merumuskan secara jelas peranannya sendiri maupun peranan stafnya. – Menentukan tujuan-tujuan yang sukar tapi dapat dicapai. – Melaksanakan kepemimpinan secara aktif dalam merencanakan, mengarahkan, membimbing dan mengendalikan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada tujuan. – Berminat mencapai peningkatkan produktivitas. www.dadangsolihin.com 15
    16. 16. Kepemimpinan (2) • Berorientasi pada orang, yang memotivasi dan membina hubungan manusiawi. – Menunjukan perhatian atas terpeliharanya keharmonisan dalam organisasi dan menghilangkan ketegangan, jika timbul. – Menunjukan perhatian pada orang sebagai manusia dan bukan sebagai alat produksi saja. – Menunjukan pengertian dan rasa hormat pada kebutuhan-kebutuhan, tujuan-tujuan dan keinginan-keinginan, perasaan dan ide-ide karyawan. – Mendirikan komunikasi timbal balik dengan staf. – Menerapkan prinsip penekanan ulang untuk meningkatkan prestasi karyawan. – Mendelegasikan kekuasaan dan tanggung jawab, serta mendorong inisiatif. – Menciptakan suatu suasana kerjasama dan gugus kerja dalam organisasi. www.dadangsolihin.com 16
    17. 17. Kepemimpinan (3) Tindakan Kepemimpinan • Sekali anda telah mengambil keputusan, ambil tindakan secepat mungkin. • Upaya-upaya anda dapat dilipatgandakan melalui bakat dan kemampuan staf anda. Untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, anda harus mengetahui bagaimana dan kapan menggunakan kemampuan ini dari orang-orang yang mampu di sekitar anda dan menyokong serta percaya pada anda sebagai pemimpin. • Anda akan memperoleh kepercayaan pada kemampuan kepemimpinan anda, jika anda memusatkan perhatian pada upaya meningkatkan kekuatan-kekuatan anda. Jauhilah situasi di mana kelemahan-kelemahan anda akan tampak. • Seorang pemimpin yang baik bersedia mengakui kesalahan-kesalahan dan mengubah rencana-rencana. Anda haruslah sadar bahwa keadaan selalu berubah dan penyesuaian-penyesuaian haruslah dibuat sewaktu- waktu. www.dadangsolihin.com 17
    18. 18. 3. Tata Laksana (Manajemen) • Tata Laksana merupakan metode atau serangkaian cara dan prosedur. • Gunanya untuk menghasilkan efektifitas dan efisiensi setiap pekerjaan, agar mendapatkan hasil yang baik dalam mutu serta tepat waktu dalam penyerahannya. www.dadangsolihin.com 18
    19. 19. 4. Keterampilan (Skills) • Dengan berbekal penguasaan ketrampilan, seseorang akan bisa diharapkan menjadi seorang wirausaha yang berhasil. www.dadangsolihin.com 19
    20. 20. Karakteristik Wirausahawan (1) • Keinginan untuk berprestasi. Penggerak psikologis utama yang memotivasi wirausahawan adalah kebutuhan untuk berprestasi, yang biasanya diidentifikasikan sebagai n Ach. Kebutuhan ini didefinisikan sebagai keinginan atau dorongan dalam diri orang yang memotivasi perilaku ke arah pencapaian tujuan. Pencapaian tujuan merupakan tantangan bagi kompetisi individu. • Keinginan untuk bertanggung jawab. wirausahawan menginginkan tanggung jawab pribadi bagi pencapaian tujuan. Mereka memilih menggunakan sumber daya sendiri dengan cara bekerja sendiri untuk mencapai tujuan dan bertanggung jawab sendiri terhadap hasil yang dicapai. Akan tetapi mereka akan melakukannya secara berkelompok sepanjang mereka bisa secara pribadi mempengaruhi hasil-hasil. www.dadangsolihin.com 20
    21. 21. Karakteristik Wirausahawan (2) • Preferensi kepada resiko-resiko menengah. wirausahawan bukanlah penjudi. Mereka memilih menetapkan tujuan-tujuan yang membutuhkan tingkat kinerja yang tinggi, suatu tingkatan yang mereka percaya akan menuntut usaha keras tetapi yang dipercaya bisa mereka penuhi. • Persepsi pada kemungkinan berhasil. Keyakinan pada kemampuan untuk mencapai keberhasilan adalah kwalitas kepribadian wirausahawan yang penting. Mereka mempelajari fakta- fakta yang dikumpulkan dan menilainya. Ketika semua fakta tidak sepenuhnya tersedia, mereka berpaling pada sikap percaya diri mereka yang tinggi dan melanjutkan tugas-tugas tersebut. www.dadangsolihin.com 21
    22. 22. Karakteristik Wirausahawan (3) • Rangsangan oleh umpan balik. wirausahawan ingin mengetahui bagaimana hal yang mereka kerjakan, apakah umpan baliknya baik atau buruk. Mereka dirangsang untuk mencapai hasil kerja yang lebih tinggi dengan mempelajari seberapa efektif usaha mereka. • Aktifitas enerjik. wirausahawan menunjukan enerji yang jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata orang. Mereka bersifat aktif dan mobil dan mempunyai proporsi waktu yang besar dalam mengerjakan tugas dengan cara baru. Mereka sangat menyadari perjalanan waktu. Kesadaran ini merangsang mereka untuk terlibat secara mendalam pada kerja yang mereka lakukan. www.dadangsolihin.com 22
    23. 23. Karakteristik Wirausahawan (4) • Orientasi ke masa depan. wirausahawan melakukan perencanaan dan berpikir ke depan. Mereka mencari dan mengantisipasi kemungkinan yang terjadi jauh di masa depan. • Ketrampilan dalam pengorganisasian. wirausahawan menunjukkan ketrampilan dalam organisasi kerja dan orang-orang dalam mencapai tujuan. Mereka sangat obyektif dalam memilih individu-individu untuk tugas tertentu. Mereka akan memilih yang ahli bukan teman agar pekerjaan bisa dilakukan dengan efisien. • Sikap terhadap uang. Keuntungan finansial adalah nomor dua dibandingkan arti penting dari prestasi kerja mereka. Mereka hanya memandang uang sebagai lambang konkret dari tercapainya tujuan dan sebagai pembuktian dari kompetensi mereka. www.dadangsolihin.com 23
    24. 24. Potensi Wirausahawan (1) • Kemampuan inovatif. Inovasi memerlukan pencarian kesempatan baru. Hal tersebut berarti perbaikan barang dan jasa yang ada, menciptakan barang dan jasa baru, atau mengkombinasikan unsur- unsur produksi yang ada dengan cara baru dan lebih baik. • Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity). Ini berarti kemampuan untuk berhubungan dengan hal yang tidak terstruktur dan tidak bisa diprediksi. Karakteristik ini berkaitan erat dengan proses inovatif. • Keinginan untuk berprestasi. N Ach adalah tanda-tanda penting dari dorongan kewiraswastaan. Hal ini menandai para pemiliknya sebagai orang yang tidak mengenal menyerah di dalam mencapai tujuan yang telah mereka tetapkan sendiri. www.dadangsolihin.com 24
    25. 25. Potensi Wirausahawan (2) • Kemampuan perencanaan realistis. Menetapkan tujuan yang menantang dan bisa diterapkan adalah tanda dari perencanaan realistis. Tujuan ditetapkan sesuai dengan n Ach dari wirausahawan. • Kepemimpinan terorientasi pada tujuan. wirausahawan membutuhkan aktivitas yang mempunyai tujuan. N Ach yang tinggi memotivasi mereka untuk mengarahkan tenaga mereka dan rekan kerja serta bawahan mereka ke arah tujuan yang ditetapkan. • Obyektivitas. wirausahawan obyektif di dalam mengarahkan pemikiran dan aktivitas kewiraswastaannya dengan cara pragmatis. wirausahawan mengumpulkan fakta-fakta yang ada, mempelajarinya dan menentukan arah tindakan dengan cara-cara praktis. www.dadangsolihin.com 25
    26. 26. Potensi Wirausahawan (3) • Tanggung jawab pribadi. Wirausahawan memikul tanggung jawab pribadi, mereka menetapkan tujuan sendiri dan memutuskan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut dengan kemampuan mereka sendiri. • Kemampuan beradaptasi. Para wirausahawan mampu menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Ketika wirausahawan terhambat oleh kondisi yang berbeda dari apa yang mereka harapkan, mereka tidak menyerah, namun melihat situasi secara obyektif. • Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator. wirausahawan mempunyai kemampuan mengorganisasi dan administasi di dalam mengidentifikasi dan mengelompokkan orang- orang berbakat untuk mencapai tujuan. Mereka menghargai kompetensi dan akan memilih para spesialis untuk mengerjakan tugas dengan efisien. www.dadangsolihin.com 26
    27. 27. Wirausahawan Sukses • Pemikiran luwes dan kreatif. • Mampu merencanakan, mengambil resiko, mengambil keputusan dan mengambil tindakan. • Bersedia bekerja dalam keadaan konflik, perubahan dan keragu- raguan. • Melakukan analisis diri sendiri dengan lingkungan. • Mampu menyusun prioritas dalam sasaran-sasaran prestasi. • Bersedia menawarkan sesuatu yang berguna bagi orang lain. • Bersedia menciptakan kebutuhan lingkungan terhadap produk dan jasa. www.dadangsolihin.com 27
    28. 28. Apa Tujuan Pembangunan? (Todaro: the three objectives of development)  Peningkatan standar hidup (levels of living) setiap orang, baik pendapatannya, tingkat konsumsi pangan, sandang, papan, pelayanan kesehatan, pendidikan, dll.  Penciptaan berbagai kondisi yang memungkinkan tumbuhnya rasa percaya diri (self-esteem) setiap orang.  Peningkatan kebebasan (freedom/democracy) setiap orang. www.dadangsolihin.com 29
    29. 29. How? 1. Mengurangi disparitas atau ketimpangan pembangunan  antar daerah  antar sub daerah  antar warga masyarakat (pemerataan dan keadilan). 2. Memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. 3. Menciptakan atau menambah lapangan kerja. 4. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat daerah. 5. Mempertahankan atau menjaga kelestarian sumber daya alam agar bermanfaat bagi generasi sekarang dan generasi masa datang (berkelanjutan). www.dadangsolihin.com 30
    30. 30. Pembangunan Daerah (1)  Pembangunan daerah pada hakekatnya adalah upaya terencana untuk meningkatkan kapasitas pemerintahan daerah sehingga tercipta suatu kemampuan yang andal dan profesional dalam: • memberikan pelayanan kepada masyarakat, • mengelola sumber daya ekonomi daerah. www.dadangsolihin.com 31
    31. 31. Pembangunan Daerah (2)  Pembangunan daerah juga merupakan upaya untuk memberdayakan masyarakat di seluruh daerah sehingga: • tercipta suatu lingkungan yang memungkinkan masyarakat untuk menikmati kualitas kehidupan yang lebih baik, maju, dan tenteram, • memperluas pilihan yang dapat dilakukan masyarakat bagi peningkatan harkat, martabat, dan harga diri. www.dadangsolihin.com 32
    32. 32. Pembangunan Daerah (3) • Pembangunan daerah dilaksanakan melalui penguatan otonomi daerah dan pengelolaan sumber daya yang mengarah pada terwujudnya tata kepemerintahan yang baik (good governance). • Pelaksanaan pembangunan daerah yang baik hanya dapat dilakukan apabila terjadi keseimbangan peran dari tiga pilar, yaitu: pemerintah, dunia usaha swasta, dan masyarakat. www.dadangsolihin.com 33
    33. 33. Pembangunan Daerah (4) • Pemerintahan (legislatif, eksekutif, dan yudikatif) memainkan peran yang menjalankan dan menciptakan lingkungan politik dan hukum yang kondusif bagi unsur-unsur lain. • Peran dunia usaha swasta adalah mewujudkan penciptaan lapangan kerja dan pendapatan. • Masyarakat berperan dalam penciptaan interaksi sosial, ekonomi dan politik. www.dadangsolihin.com 34
    34. 34. Pergeseran Paradigma: From Government to Governance Government Governance  Memberikan hak ekslusif bagi  Persoalan-persoalan publik negara untuk mengatur hal-hal adalah urusan bersama publik, pemerintah, civil society dan  Aktor di luarnya hanya dapat dunia usaha sebagai tiga aktor disertakan sejauh negara utama. mengijinkannya. www.dadangsolihin.com 35
    35. 35. Pelaku Pembangunan: Paradigma Governance  Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat yang bersendikan transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dsb. Tenaga Kerja Kontrol Kontrol Dunia Usaha Pemerintah Masyarakat Swasta Nilai Redistibusi Pertumbuhan Melalui Pelayanan Pasar  Apabila sendi-sendi tersebut dipenuhi, maka Governance akan Good. www.dadangsolihin.com 36
    36. 36. Pelaku Pembangunan: Stakeholders STATE CITIZENS Executive organized into: Judiciary Community-based organizations Legislature Non-governmental organizations Professional Associations Public service Religious groups Military Women’s groups Police Media BUSINESS Small / medium / large enterprises Multinational Corporations Financial institutions Stock exchange www.dadangsolihin.com 37
    37. 37. Troika www.dadangsolihin.com 38
    38. 38. Troika: Pola Hubungan antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat Masyarakat, Bangsa, dan Negara Masyarakat VISI Pemerintah Good Governance Dunia Usaha www.dadangsolihin.com 39
    39. 39. Perumusan Visi Daerah Stakeholders PEMDA www.dadangsolihin.com 40
    40. 40. Perumusan Visi Daerah Stakeholders PEMDA www.dadangsolihin.com 41
    41. 41. Ternyata Pemerintah Masih Diperlukan www.dadangsolihin.com 42
    42. 42. Permasalahan Pembangunan Daerah (1) 1. Pembangunan Ekonomi  Meningkatnya pengangguran dan kemiskinan  Menurunnya fungsi intermediasi perbankan untuk mengembangkan sektor riil  Pola persebaran investasi untuk PMA dan PMDN secara nasional belum merata dan menunjukkan ketimpangan yang cukup tinggi antarwilayah 2. Pembangunan Sosial  Menurunnya kemampuan pemerintah dalam pelayanan- pelayanan sosial dasar (pendidikan, kesehatan dan gizi). www.dadangsolihin.com 43
    43. 43. Permasalahan Pembangunan Daerah (2) 1. Pembangunan Prasarana Wilayah  Terbatasnya tingkat pelayanan jaringan transportasi antar dan intra wilayah.  Menurunnya kapasitas pemerintah daerah dalam pengaturan dan pengelolaan infrastruktur.  Menurunnya kapasitas dan ketersediaan sumberdaya tenaga listrik.  Meningkatnya masalah kelangkaan air bersih dan air minum.  Menurunnya kapasitas pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan infrastruktur. www.dadangsolihin.com 44
    44. 44. Permasalahan Pembangunan Daerah (3) 1. Pembangunan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup  Menurunnya kualitas permukiman (kemacetan, kawasan kumuh, pencemaran lingkungan (air, udara, suara, sampah).  Berkurangnya ruang publik dan ruang terbuka hijau (RTH) di wilayah perkotaan.  Alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi lahan permukiman secara signifikan. www.dadangsolihin.com 45
    45. 45. Permasalahan Pembangunan Daerah (4) 1. Pembangunan SDA dan LH (lanjutan)  Meningkatnya urbanisasi dan aglomerasi perkotaan.  Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) belum sepenuhnya menjadi acuan dalam pemanfaatan ruang dan fokus hanya pada Perencanaan.  Penurunan luas kawasan Hutan Tropis dan kawasan resapan air, serta meningkatnya DAS kritis.  Kejadian bencana alam gempa, banjir dan longsor yang frekuensinya meningkat dan dampaknya semakin meluas, terutama pada kawasan yang berfungsi lindung. www.dadangsolihin.com 46
    46. 46. Permasalahan Pembangunan Daerah (5) 1. Permasalahan Khusus  Lemahnya daya saing investasi  Pembangunan daerah tertinggal belum ditangani secara terpadu antar sektor dan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha  Pemekaran daerah yang belum mampu menyejahterakan masyarakat  Rendahnya proses pembangunan dan penguatan stabilitas keamanan di daerah perbatasan negara. www.dadangsolihin.com 47
    47. 47. Definisi Perencanaan Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat melalui serangkaian pilihan-pilihan.  Menentukan : Menemukan (mengungkapkan dan meyakinkan).  Tindakan : Spesifik dan berkaitan dengan persoalan pelaksanaan  Tepat : Dikaitkan dengan tindakan  Pilihan-pilihan : 1. Pemilihan tujuan dan kriteria 2. Identifikasi seperangkat alternatif yang konsisten dengan preskripsi dengan pemilihan alternatif yang memungkinkan 3. Arahan tindakan mengenai tujuan yang telah ditentukan www.dadangsolihin.com 49
    48. 48. Syarat Perencanaan Harus memiliki, mengetahui, dan memperhitungkan: 2. Tujuan akhir yang dikehendaki. 3. Sasaran-sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya (yang mencerminkan pemilihan dari berbagai alternatif). 4. Jangka waktu mencapai sasaran-sasaran tersebut. 5. Masalah-masalah yang dihadapi. 6. Modal atau sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya. 7. kebijakan-kebijakan untuk melaksanakannya. 8. Orang, organisasi, atau badan pelaksananya. 9. Mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pengawasan pelaksanaannya. www.dadangsolihin.com 50
    49. 49. Fungsi/Manfaat Perencanaan • Sebagai penuntun arah • Minimalisasi ketidakpastian • Minimalisasi inefisiensi sumberdaya • Penetapan standar dan pengawasan kualitas www.dadangsolihin.com 51
    50. 50. Kegagalan Perencanaan (1) 1. Penyusunan perencanaan tidak tepat, mungkin karena:  informasinya kurang lengkap,  metodologinya belum dikuasai,  perencanaannya tidak realistis sehingga tidak mungkin pernah bisa terlaksana  pengaruh politis terlalu besar sehingga pertimbangan- pertimbangan teknis perencanaan diabaikan. www.dadangsolihin.com 53
    51. 51. Kegagalan Perencanaan (2) 1. Perencanaannya mungkin baik, tetapi pelaksanaannya tidak seperti seharusnya.  kegagalan terjadi karena tidak berkaitnya perencanaan dengan pelaksanaannya.  aparat pelaksana tidak siap atau tidak kompeten,  masyarakat tidak punya kesempatan berpartisipasi sehingga tidak mendukungnya. www.dadangsolihin.com 54
    52. 52. Kegagalan Perencanaan (3) 1. Perencanaan mengikuti paradigma yang ternyata tidak sesuai dengan kondisi dan perkembangan serta tidak dapat mengatasi masalah mendasar negara berkembang.  Misalnya, orientasi semata-mata pada pertumbuhan yang menyebabkan makin melebarnya kesenjangan.  Dengan demikian, yang keliru bukan semata-mata perencanaannya, tetapi falsafah atau konsep di balik perencanaan itu. www.dadangsolihin.com 55
    53. 53. Kegagalan Perencanaan (4) 1. Karena perencanaan diartikan sebagai pengaturan total kehidupan manusia sampai yang paling kecil sekalipun.  Perencanaan di sini tidak memberikan kesempatan berkembangnya prakarsa individu dan pengembangan kapasitas serta potensi masyarakat secara penuh.  Sistem ini bertentangan dengan hukum penawaran dan permintaan karena pemerintah mengatur semuanya.  Perencanaan seperti inilah yang disebut sebagai sistem perencanaan terpusat (centrally planned system). www.dadangsolihin.com 56
    54. 54. Sistem Perencanaan yang Berhasil • Sistem perencanaan yang mendorong berkembangnya mekanisme pasar dan peran serta masyarakat. • Dalam sistem ini perencanaan dilakukan dengan menentukan sasaran-sasaran secara garis besar, baik di bidang sosial maupun ekonomi, dan pelaku utamanya adalah masyarakat dan usaha swasta. www.dadangsolihin.com 57
    55. 55. Perencanaan yang Ideal • Prinsip partisipatif: masyarakat yang akan memperoleh manfaat dari perencanaan harus turut serta dalam prosesnya. • Prinsip kesinambungan: perencanaan tidak hanya berhenti pada satu tahap; tetapi harus berlanjut sehingga menjamin adanya kemajuan terus-menerus dalam kesejahteraan, dan jangan sampai terjadi kemunduran. • Prinsip holistik: masalah dalam perencanaan dan pelaksanaannya tidak dapat hanya dilihat dari satu sisi (atau sektor) tetapi harus dilihat dari berbagai aspek, dan dalam keutuhan konsep secara keseluruhan. • Mengandung sistem yang dapat berkembang (a learning and adaptive system). • Terbuka dan demokratis (a pluralistic social setting). www.dadangsolihin.com 58
    56. 56. Perwakilan Rakyat
    57. 57. Wadah Perwakilan Rakyat Pemerintah Daerah yang dipimpin  Mana yang paling dekat oleh Kepala Daerah yang dipilih dengan rakyat dan secara secara langsung oleh rakyat nyata sering memperjuangkan kepentingan rakyat? DPRD sebagai organisasi politik  Organisasi mana yang terkait Negara yang berpihak dan berjuang langsung memperjuangkan untuk kepentingan rakyat kepentingan rakyat? Berbagai partai politik yang  Lembaga dan organisasi mana seharusnya menjadi organisasi politik yang mempunyai sumberdaya sipil tertinggi dari rakyat pembangunan yang dapat didayagunakan untuk secara LSM dan berbagai bentuk asosiasi nyata dan cepat memenuhi yang menjadi wadah fungsional atas kebutuhan hidup rakyat? perjuangan kepentingan tertentu  Organisasi mana yang Berbagai organisasi kemasyarakatan mempunyai dasar pijakan kuat yang dibentuk mulai dari tingkat dan konkrit di lingkungan dusun sampai tingkat nasional rakyat? www.dadangsolihin.com 60
    58. 58. Fungsi DPRD menurut UU 1. Legislasi: kewenangan pembuatan Peraturan Daerah (Perda), yaitu menginisiasi lahirnya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dan juga membahas dan menyetujui/menolak Raperda yang diusulkan oleh eksekutif. 2. Anggaran: kewenangan menyetujui atau menolak dan menetapkan RAPBD menjadi APBD, melalui proses pembahasan Arah Kebijakan Umum, pembahasan rancangan APBD yang diajukan oleh kepala daerah, dan menerapkan Perda tentang APBD. 3. Pengawasan: kewenangan dewan untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan perda dan peraturan lainnya, pengawasan pelaksanaan APBD, mengawasi kebijakan dan kinerja pemerintah daerah dalam pelaksanaan pembangunan daerah, dan kerjasama internasional di daerah. Sumber: UU 32/2004 www.dadangsolihin.com 61
    59. 59. Peran dan Fungsi DPRD (1966-1998) • DPRD hanya menyetujui konsep eksekutif karena kapasitas dan kewenangannya terbatas untuk menganalisis kebijakan yang diprakarsai eksekutif. • Anggota dewan saat itu tidak memiliki kekuatan dan keahlian untuk melakukan analisa secara independen atau untuk meminta masukan dari masyarakat. • Hal ini semakin memperlemah fungsi perwakilan DPRD dan kemampuan mereka dalam memastikan bahwa program, pelayanan, dan anggaran pemerintah daerah telah mencerminkan prioritas konstituen. • Pemilihan umum direkayasa secara seksama untuk memilih anggota DPRD yang loyal pada rezim. www.dadangsolihin.com 62
    60. 60. Peran dan Fungsi DPRD (Saat Ini) • DPRD saat ini lebih cerdas dan kompeten dibandingkan di masa lalu. • Anggota DPRD secara aktif terlibat dalam penyusunan peraturan daerah , tidak hanya menyetujui draf yang dipersiapkan oleh pemerintah, dan memainkan peran penting dalam proses penganggaran daerah. • Pemerintah daerah berkonsultasi dengan DPRD mengenai keputusan-keputusan kebijakan yang penting dan DPRD secara aktif mengambil bagian dalam perencanaan untuk pengembangan ekonomi dan masyarakat di daerahnya. • Melalui pemilihan umum yang jujur dan adil, anggota DPRD kini lebih representatif dibandingkan di masa lalu, di mana masyarakat memiliki harapan yang tinggi terhadap lembaga ini. www.dadangsolihin.com 63
    61. 61. Tantangan bagi DPRD yang Efektif (1) • Seperti di banyak tempat lain di dunia, para politisi seringkali terlihat sebagai orang-orang yang mengutamakan kepentingan diri sendiri dan mereka tidak terjangkau, terpisah dari realita kemiskinan dan kesengsaraan lain yang masih mewarnai kehidupan sehari-hari di Indonesia. • Banyak anggota DPRD merasa mempunyai hak istimewa dan merasa bahwa sebagai wakil terpilih yang berbicara dan bertindak atas nama masyarakat, mereka berhak menuntut perlakuan khusus dan kemudian menjauhkan diri dari masyarakat biasa. www.dadangsolihin.com 64
    62. 62. Tantangan bagi DPRD yang Efektif (2) • Tuduhan korupsi dan penyalahgunaan sumber daya publik yang terus menghiasi catatan DPRD di daerah juga akan dapat mengikis kepercayaan publik. • Menurut data Indonesian Corruption Watch pada Juni 2006, lebih dari 1.000 anggota DPRD di seluruh Indonesia sedang dalam penyelidikan karena tuduhan yang berkaitan dengan korupsi. • DPRD banyak yang kurang efektif. Kebanyakan DPRD hanya menyetujui satu atau dua PERDA dalam setahun walaupun merencanakan untuk membuat lebih banyak lagi. Anggaran daerah sering pula tertunda karena keterlambatan DPRD untuk menyetujuinya. www.dadangsolihin.com 65
    63. 63. Mengapa Hal Ini Terjadi? • Sistem partai yang terpusat membuat anggota DPR/D menjadi lebih berpihak kepada partai sebagai sumber legitimasi daripada berpihak pada pemilih dan masyarakat. • Partai politik melihat anggotanya sebagai sumber pengumpulan dana untuk pemilihan umum berikut, sehingga kebanyakan anggota DPRD memang secara teratur harus memberikan sebagian gaji mereka kepada partai. • Bagi banyak anggota DPRD, para pemilih hanya perlu dimintai pendapat lima tahun sekali, sebagai bagian dari kampanye pemilihan kembali. • “Hubungan Konstituensi” berarti memelihara kelompok kepentingan tertentu yang mendukung para anggota DPRD untuk dipilih, dan seringkali melibatkan uang. www.dadangsolihin.com 66
    64. 64. Kemauan untuk Mereformasi • Anggota DPRD yang progresif dan berpikiran reformis semakin sadar bahwa kebutuhan untuk mendengarkan masyarakat tidak hanya terjadi selama kampanye saja tetapi dalam praktek sehari- hari. • Anggota DPRD semakin tanggap dan inovatif serta memahami permasalahan yang muncul akibat ketidakpercayaan rakyat pada para politisi. • DPRD telah melakukan reformasi di beberapa bidang yang memungkinkan partisipasi masyarakat serta meningkatkan transparansi. www.dadangsolihin.com 67
    65. 65. Best Practices (1) Peraturan Daerah tentang Transparansi dan Partisipasi • Beberapa Pemda telah mengesahkan Perda yang transparan dan memberikan kesempatan masyarakat untuk dimintai pendapatnya dalam proses pembuatan keputusan. Penggunaan Masa Reses yang Bermakna • Setiap tahun, DPRD memiliki dua kali masa reses, untuk melakukan konsultasi dengan para konsituennya. • Beberapa DPRD telah menggunakan reses ini dengan sangat baik, misalnya dengan mengikuti Musrenbang di daerah masing-masing. www.dadangsolihin.com 68
    66. 66. Best Practices (2) Keterlibatan Publik dalam Penyusunan Peraturan Daerah • DPRD dan pemerintah daerah membuka pintunya untuk masukan dari kelompok-kelompok masyarakat sipil. • Dalam beberapa kasus, hal ini telah dilembagakan melalui kebijakan lokal untuk melibatkan organisasi masyarakat sipil dalam proses penyusunan peraturan daerah. • Dengan memperbolehkan masyarakat terlibat aktif dalam proses pembuatan peraturan daerah, perangkat hukum menjadi lebih mantap dan mudah dilaksanakan. www.dadangsolihin.com 69
    67. 67. Best Practices (3) Dengar Pendapat Publik • Sudah semakin lazim bagi DPRD untuk berkonsultasi dengan masyarakat melalui dengar pendapat publik. • Beberapa DPRD telah memanfaatkan fasilitator dan mekanisme konsultatif yang lebih interaktif dibandingkan dengan komunikasi satu arah tradisional dan sosialisasi dari atas ke bawah. • Ruang sidang paripurna DPRD dipersiapkan sedemikian rupa guna meningkatkan komunikasi diantara para peserta, dan pertemuan ini pun difasilitasi oleh fasilitator yang terlatih. www.dadangsolihin.com 70
    68. 68. Best Practices (4) Transparansi Anggaran • Banyak DPRD kini telah membuka pintu bagi masyarakat untuk mengakses dokumen anggaran, bahkan telah menyebarkannya kepada publik dalam bentuk poster. • Beberapa DPRD telah melakukan dialog interaktif melalui program radio untuk membicarakan anggaran daerah. Keterlibatan Masyarakat dalam Proses Penganggaran • Di beberapa daerah delegasi yang mewakili masyarakat dari forum Musrenbang dapat mengikuti pertemuan persiapan DPRD untuk Kebijakan Umum Anggaran dalam rangka penyusunan APBD. www.dadangsolihin.com 71
    69. 69. Orientasi Dasar Politik DPRD 1. Agenda politik yang sangat nyata dan langsung memenuhi kebutuhan warga.  Penanggulangan kemiskinan;  Peningkatan aksesibilitas dan kualitas pendidikan dan kesehatan;  Pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi. www.dadangsolihin.com 72
    70. 70. Orientasi Dasar Politik DPRD . . . 1. Argumentasi politik yang dibangun adalah sangat mendasar dan tidak klise.  Dengan membawa dukungan politik nyata dari warga, anggota DPRD akan dapat memperkuat pijakan mereka dalam proses politik yang berlangsung dalam berbagai sidang DPRD.  Dengan informasi dan pengetahuan yang langsung diperoleh dari warga masyarakat, para anggota DPRD akan mampu membawakan semua kepentingan warga ke dalam proses pembuatan Peraturan Daerah, penentuan APBD dan pengawasan politik. www.dadangsolihin.com 73
    71. 71. Orientasi Dasar Politik DPRD . . . 1. Pemikiran yang selalu mencari upaya perbaikan.  Anggota DPRD akan selalu dituntut untuk berpikir positif dan konstruktif dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.  Sering tanpa disadari kebiasaan ini justru meningkatkan kapasitas modal politik yang memang dibutuhkan oleh anggota DPRD dan struktur politik pendukungnya. www.dadangsolihin.com 74
    72. 72. Orientasi Dasar Politik DPRD . . . 1. Membangun dan memperkokoh sistem umpanbalik yang cepat dan efektif.  Para anggota DPRD dan partai politiknya dapat selalu melakukan up- date terhadap informasi dan program kerjanya.  Partai politik yang diwakili oleh anggota DPRD tersebut juga secara terus menerus mengevaluasi diri apakah mereka mempunyai akar yang kuat di tingkat akar rumput atau justru berkembang menjadi partai politik yang mengambang. www.dadangsolihin.com 75
    73. 73. Siklus Representasi Wakil Rakyat  Mandat politik yang bersifat sementara mengandung arti bahwa rakyat hanya memberikan sebagian hak-haknya untuk diwakili oleh anggota DPRD yang terpilih dalam proses pengambilan keputusan.  Rakyat masih dapat menggunakan haknya secara langsung untuk mempengaruhi proses pengambilan keputusan.  Jika wakil rakyat dianggap tidak dapat mewakili kepentingan mereka yang memilihnya, maka kekuasaan perwakilan itu dapat dicabut oleh para pemilih melalui mekanisme Pemilu lima tahun yang akan datang.  Dalam jeda waktu di antara dua pemilihan umum, apabila seorang wakil rakyat tidak dapat mewakili kepentingan para pemilihnya, maka secara politik yang bersangkutan akan mengalami delegitimasi di mata publik. www.dadangsolihin.com 76
    74. 74. Siklus Representasi Wakil Rakyat R A K Y A T PEMILU Representasi Rakyat (keterwakilan) Hubungan dengan DPRD Fungsi Legislasi Pemilih Hubungan dengan media dan MEMBUAT Fungsi kelompok KEPUTUSAN Anggaran kepentingan POLITIK Sumber daya (anggaran, staf, Fungsi Pengawasan riset dan informasi) Perlindungan Peningkatan hak-hak Kesejahteraan Individu dan Individu dan masyarakat Masyarakat Sumber: NDI, www.dadangsolihin.com 77 LGSP
    75. 75. Indikator Pelaksanaan Mandat yang Baik (1)  Dalam pelaksanaan mandat rakyat, dewan selayaknya dapat menghasilkan keputusan politik/ kebijakan publik yang berdampak positif melalui instrumen fungsi-fungsi DPRD, yaitu fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan.  Semua pelaksanaan fungsi tersebut merupakan inti dari politik perwakilan.  DPRD sebagai representasi rakyat menjalankan amanah keterwakilan, yang mengharuskan seorang wakil rakyat bersikap dan bertindak sesuai dengan kehendak rakyat, yang diartikulasikan melalui peran kelompok-kelompok dalam masyarakat maupun individu-invidu warga negara. www.dadangsolihin.com 78
    76. 76. Indikator Pelaksanaan Mandat yang Baik (2)  Secara substansial  perlindungan hak  peningkatan kesejahteraan dalam berbagai aspek  Secara prosedural  mengikuti prosedur hukum yang benar  melibatkan masyarakat di dalam prosesnya  Komunikasi dan hubungan dengan konstituen, media serikat, Ormas, LSM, perguruan tinggi, dan lain-lain.  Sistem pendukung (supporting system) memadai antara lain mencakup anggaran, staf, riset dan informasi. www.dadangsolihin.com 79
    77. 77. Terima Kasih www.dadangsolihin.com 80
    78. 78. Tentang Narasumber www.dadangsolihin.com 81

    ×