Pedoman Penilaian Monitoring dan Evaluasi

Loading...

Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.

2 comments

Comments 1 - 2 of 2 previous next Post a comment

Post a comment
Embed Video
Edit your comment Cancel

Favorites, Groups & Events

Pedoman Penilaian Monitoring dan Evaluasi - Presentation Transcript

  1. Drs. H. Dadang Solihin, MA Direktur Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah Bappenas Pedoman Penilaian Monitoring dan Evaluasi Bintek Perencanaan, Penganggaran dan Monev Pembangunan Daerah Bappeda Kabupaten Paser, Kalimantan Timur Tanah Grogot, 28 November 2008
  2. File Presentasi ini bisa didownload di
    • http://www.ziddu.com/download/4097837/2008_065_Paser_PenilaianMonev.pdf.html
    www.dadangsolihin.com
  3. www.dadangsolihin.com
  4. Materi
    • Prinsip – Prinsip Dasar Pengembangan Sistem Evaluasi
    • Gambaran Sistem Evaluasi Kinerja Pembangunan (Sekarang dan Akan Datang)
    • Pengertian Indikator Kinerja
    • Langkah-Langkah Menyusun Indikator Kinerja
    • Penjabaran Indikator Kinerja RPJMN 2004-2009
    www.dadangsolihin.com
    • Sederhana dan mudah dikontrol
    • Kapasitas evaluasi yang kuat
    • Informasi yang terbuka dan dapat dievaluasi
    • Adanya penghargaan terhadap kinerja
    • Kejelasan status hasil evaluasi
    Prinsip – Prinsip Dasar Pengembangan Sistem Evaluasi www.dadangsolihin.com
  5. Gambaran Sistem M$E (Sekarang dan Akan Datang) www.dadangsolihin.com Sekarang Akan Datang
    • Adanya berbagai macam peraturan yang mengamanatkan agar sektor (K/L) dan daerah menyusun laporan evaluasi kinerja pembangunan
      • Depdagri
      • LAN
      • Menpan
      • Departemen Keuangan
      • Bappenas
      • Setneg
      • K/L terkait
    • Tidak adanya implikasi/dampak dari pelaksanaan kegiatan evaluasi
    • Sangat Mahal (Biaya dan Waktu)
    • Evaluasi top-down
    • Evaluasi fragmentasi 1 waktu
    • Evaluasi pasif
    • Kurangnya penghargaan terhadap hasil evaluasi
    • Satu laporan dapat diakses oleh seluruh institusi (K/L) dan daerah
    • Evaluasi dapat dilakukan secara komprehensif
    • Sistem evaluasi yang baru diharapkan mewujudkan integrasi dan saling keterkaitan yang bersinergi dan mempengaruhi antara hasil evaluasi yang satu dengan yang lainnya
    • Lebih efisien dan biaya rendah
    • Memperkenalkan evaluasi yang terintegrasi, sistem top-down dan bottom-up
    • Evaluasi yang kontinu untuk proses pembelajaran institusi
    • Evaluasi aktif (melibatkan pihak eksternal)
    • Menciptakan sistem insentif-disinsentif dari hasil evaluasi
    • Adanya komunitas evaluator
  6. www.dadangsolihin.com Who does what? + 30 Laws and Regulations regarding M&E Picture from John Mancini, ECM in State and Local Government
  7. Pengertian Indikator Kinerja
    • Indikator Kinerja adalah uraian ringkas dengan menggunakan ukuran kuantitatif atau kualitatif yang mengindikasikan pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah disepakati dan ditetapkan
    • KEGUNAAN
    • dasar penilaian kinerja, baik dalam tahap perencanaan (ex-ante), pelaksanaan (on-going), maupun setelahnya (ex-post)
    • petunjuk kemajuan dalam rangka mencapai tujuan atau sasaran
    www.dadangsolihin.com
  8. Pengertian Kinerja
    • Gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi, dan visi organisasi (LAN, 1999:3)
    • Outcome hasil kerja keras organisasi dalam mewujudkan tujuan stratejik yang ditetapkan organisasi, kepuasan pelanggan serta kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi masyarakat (Kane dan Johnson, 1995)
    • Perilaku berkarya, penampilan atau hasil karya. Oleh karena itu kinerja merupakan bentuk bangunan yang multi dimensional, sehingga cara mengukurnya sangat bervariasi tergantung pada banyak faktor (Bates dan Holton 1995).
    www.dadangsolihin.com
  9. Pengembangan Indikator Kinerja
    • Tidak cukup hanya dengan memfokuskan pada penghitungan biaya keluaran (efisiensi ) . Tujuan kebijakan dan pendekatan program – juga harus dianalisa
    • Indikator bisa diterapkan untuk: (a) Masukan; (b) Efisiensi – Keluaran; (c) Efektivitas – Hasil; (d) Kualitas; dan (e) Kepuasan Pelanggan.
    • Bisa dikaitkan dengan kesepakatan kinerja antara Menteri dan Kepala Lembaga dan para pejabat di bawahnya
    • Indikator memerlukan definisi dan penafsiran yang hati-hati – seringkali diformulasikan, diimplementasikan dan ditafsirkan dengan buruk
    • Harus dikembangkan untuk masing-masing program/kegiatan – ada yang sulit misalnya pertahanan – beberapa lebih mudah misalnya penyelenggara jasa.
    www.dadangsolihin.com
  10. Fungsi Indikator Kinerja
    • memperjelas tentang; what, how, who, and when suatu kegiatan dilaksanakan
    • menciptakan konsensus yang dibangun oleh stakeholders
    • membangun dasar pengukuran, analisis, dan
    • evaluasi kinerja program pembangunan
    www.dadangsolihin.com
  11. Kedudukan Indikator Kinerja www.dadangsolihin.com Perencanaan Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Indikator Kinerja Kuantitatif Kualitatif Sasaran dan Tujuan
  12. Jenis Indikator Kinerja www.dadangsolihin.com Input Proses Output Indikator Kinerja Outcomes Benefit Impact
  13. www.dadangsolihin.com Terminologi Setiap Tingkatan MANFAAT Tujuan/manfaat yang diperoleh dengan berfungsinya keluaran secara optimal HASIL Segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya suatu keluaran OUTPUT Sesuatu yang langsung diperoleh/ dicapai dari pelaksanaan kegiatan INPUT DAMPAK
    • Pengaruh yang ditimbulkan dari manfaat yang diperoleh dari hasil kegiatan
    • Menggambarkan aspek makro tujuan proyek secara sektoral, regional maupun nasional
    Kegiatan dan sumberdaya/dana yg dibutuhkan agar keluaran sesuai yg diharapkan
  14. Indikator Kinerja INPUT
    • Indikator ini mengukur jumlah sumberdaya seperti anggaran (dana), SDM, peralatan, material, dan masukan lainnya yang dipergunakan untuk melaksanakan kegiatan.
    • Dengan meninjau distribusi sumberdaya dapat dianalisis apakah alokasi sumberdaya yang dimiliki telah sesuai dengan rencana stratejik yang ditetapkan
    • Contoh:
    • Jumlah dana yang dibutuhkan
    • Tenaga yang terlibat
    • Peralatan yang digunakan
    • Jumlah bahan yang digunakan
    www.dadangsolihin.com
  15. Indikator Kinerja OUTPUT
    • Indikator Keluaran dijadikan landasan untuk menilai kemajuan suatu kegiatan apabila tolok ukur dikaitkan dengan sasaran kegiatan yang terdefinisi dengan baik dan terukur.
    • Oleh karena itu indikator ini harus sesuai dengan lingkup dan sifat kegiatan instansi.
    • Contoh:
    • Jumlah jasa/kegiatan yang direncanakan
      • Jumlah orang yang diimunisasi / vaksinasi
      • Jumlah permohonan yang diselesaikan
      • Jumlah pelatihan / peserta pelatihan
      • Jumlah jam latihan dalam sebulan
    • Jumlah barang yang akan dibeli/dihasilkan
      • Jml pupuk/obat/bibit yang dibeli
      • Jumlah komputer yang dibeli
      • Jumlah gedung /jembatan yg dibangun
      • meter panjang jalanyang dibangun/rehab
    www.dadangsolihin.com
  16. Indikator Kinerja OUTCOME
    • Pengukuran indikator Hasil seringkali rancu dengan pengukuran indikator Keluaran .
    • Indikator outcome lebih utama daripada sekedar output. Walaupun produk telah berhasil dicapai dengan baik, belum tentu secara outcome kegiatan telah tercapai.
    • Outcome menggambarkan tingkat pencapaian atas hasil lebih tinggi yang mungkin menyangkut kepentingan banyak pihak.
    • Dengan indikator outcome instansi dapat mengetahui apakah hasil yang telah diperoleh dalam bentuk output memang dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan memberikan kegunaan yang besar bagi masyarakat.
    www.dadangsolihin.com
  17. Contoh: Ukuran Kinerja Indikator Outcome
    • Jumlah/ % hasil langsung dari kegiatan
      • Tingkat Pemahaman peserta terhadap materi pelatihan
      • tingkat kepuasan dari pemohon/pasien (costumer)
      • kemenangan tim dlm setiap pertandingan
    • Peningkatan langsung hal-hal yg positif
      • kenaikan prestasi kelulusan siswa
      • peningkatan daya tahan bangunan
      • Penambahan daya tampung siswa
    • Penurunan langsung hal-hal yang negatif
      • Penurunan Tingkat Kemacetan
      • Penurunan Tingkat Pelanggaran Lalu lintas
    www.dadangsolihin.com
  18. Indikator Kinerja BENEFIT
    • Indikator kinerja ini menggambarkan manfaat yang diperoleh dari indikator hasil/outcome.
    • Manfaat tersebut baru tampak setelah beberapa waktu kemudian, khususnya dalam jangka menengah dan panjang.
    • Indikator manfaat menunjukkan hal yang diharapkan untuk dicapai bila keluaran dapat diselesaikan dan berfungsi dengan optimal (tepat waktu, lokasi, dana dll)
    • Contoh:
    • Peningkatan hal yg positif dlm jangka menengah dan jangka panjang
      • % Kenaikan Lapangan kerja
      • Peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat
    • Penurunan hal yang negatif dlm jangka panjang
      • Penurunan Tingkat Penyakit TBC
      • Penurunan Tingkat Kriminalitas
      • Penurunan Tingkat Kecelakaan lalulintas
    www.dadangsolihin.com
  19. Indikator Kinerja DAMPAK
    • Indikator ini memperlihatkan pengaruh yang ditimbulkan dari manfaat yang diperoleh dari hasil kegiatan. Seperti halnya indikator manfaat, indikator dampak juga baru dapat diketahui dalam jangka waktu menengah dan panjang. Indikator dampak menunjukkan dasar pemikiran mengapa kegiatan dilaksanakan, menggambarkan aspek makro pelaksanaan kegiatan, tujuan kegiatan secara sektoral, regional dan nasional.
    • Contoh:
    • Peningkatan hal yg positif dlm jk panjang
      • % Kenaikan Pendapatan perkapita masyarakat
      • Peningkatan cadangan pangan
      • Peningkatan PDRB sektor tertentu
    • Penurunan hal yang negatif dlm jk panjang
      • Penurunan Tingkat kemiskinan
      • Penurunan Tingkat Kematian
    www.dadangsolihin.com
  20. Persyaratan Indikator Kinerja: SMART
    • S PESIFIC -jelas, tidak mengundang multi interpretasi
    • M EASUREABLE -dapat diukur (“What gets measured gets managed”)
    • A TTAINABLE -dapat dicapai (reasonable cost using and appropriate collection method)
    • R ELEVANT (information needs of the people who will use the data)
    • T IMELY -tepat waktu (collected and reported at the right time to influence many manage decision)
    www.dadangsolihin.com
  21. Sumber Pembuktian (Means of Verification)
    • How should the information be collected, eg. sample survey
    • What source is most appropriate?
    • Who should do it?
    • When and How often should the information be collected, analyzed & reported
    • What formats are required to record the data being collected?
    www.dadangsolihin.com
  22. Prosedur Pelaksanaan Evaluasi
  23. Penyusunan Indikator
    • Indikator masukan (input)
      • Cantumkan jumlah dana untuk setiap jenis masukan
      • Tentukan unit kegiatan (investasi) yang dilakukan dalam satu ruang lingkup kegiatan yang rinci.
      • Identifikasikan jumlah sumber daya manusia yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan.
      • Tentukan jangka waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan.
    • Indikator keluaran (output)
      • Tentukan jenis dan jumlah keluaran fisik dalam satuan fisiknya seperti kilometer jalan, hektar tanah, ton pupuk, jumlah orang yang dilatih dan lainnya.
    www.dadangsolihin.com
  24. Penetapan Indikator
    • Indikator hasil (outcome)
      • Tentukan ukuran kuantitatif yang menunjukkan fungsi lansung keluaran setelah kegiatan selesai, misalnya pembangunan jalan sepanjang 15 Km, Pelatihan tenaga pelaksana perencanaan 50 orang.
      • Tentukan ukuran kualitatif yang menunjukkan langsung keluaran, misalnya ; biaya yang dikeluarkan 80 % dibawah pagu.
      • Uraikan dengan singkat fungsi langsung yang diharapkan dari keluaran
    www.dadangsolihin.com
  25. Penetapan Indikator . . .
    • Indikator Manfaat
      • Tentukan hasil positif/negatif dari kegiatan yang sesuai dengan sasaran lingkungan secara regional, misalnya perekonomian tumbuh melalui munculnya central bisnis disekitar pembangunan jalan tersebut.
      • Sebutkan manfaat yang dicapai dan dapat berfungsi secara optimal
    • Indikator dampak
      • Tentukan hasil positif/negatif kegiatan yang sesuai dengan sasaran regional/nasional
      • Misalnya peningkatan pendapatan masyarakat dari sektor transportasi yang lancar, yang memudahkan arus barang dari satu tempat ketempat lain (diperlukan analisis dan rentang waktu).
    www.dadangsolihin.com
  26. Proses Penggunaan Indikator
    • Tentukan Indikator Kuantitatif (sumber daya yang digunakan),
        • Bandingkan estimasi pengerahan sumber daya dengan sumber daya yang digunakan untuk mendapatkan hasil.
        • Misalnya: Estimasi pengerahan sumber daya (100% ) : sumber daya yg digunakan (80%), maka terjadi effisiensi penggunaan sumber daya 20 %
    • Tentukan Indikator Kualitatif ( hasil fisik dan Non fisik)
        • Bandingkan rencana yang diharapkan dengan hasil setelah pelaksanaan kegiatan selesai (apakah sesuai dengan spesifikasi, standar )
        • Bagaimana dampaknya, apakah berdampak positif/negatif
        • Bagaimana manfaatnya, apakah positif/negatif ?
    www.dadangsolihin.com
  27. Target Kinerja
    • Merupakan jumlah indikator kinerja yang direncanakan akan dicapai.
    • Target Kinerja harus:
      • Berupa angka numerik
      • Dapat diperbandingkan
      • Cukup spesifik.
    • Contoh:
    • Sasaran dan Indikator Kinerja Pencapaian Visi Sumsel 2005-2025
    www.dadangsolihin.com Aspek Sasaran Parameter Indikator Target 2025 SDM Terwujudnya masyarakat yang ... Peningkatan kualitas manusia IPM ?
  28. Realisasi/Capaian Kinerja
    • Merupakan informasi mengenai ukuran kinerja yang dicapai setelah dilaksanakannya suatu kegiatan/ program tertentu.
    • Realisasi/capaian kinerja harus:
      • Berupa angka numerik
      • berdasarkan fakta yang dapat dibuktikan kebenarannya
    www.dadangsolihin.com
  29. Langkah-Langkah Menyusun Indikator Kinerja
    • Susun dan tetapkan rencana strategis: visi, misi, tujuan,sasaran dan cara mencapai tujuan/sasaran (kebijakan, program dan kegiatan)
    • Identifikasi data/informasi yang dapat dikembangkan menjadi indikator kinerja.
      • Dalam hal ini data hendaknya relevan, akurat,lengkap dan kemapuan pengetahuan tentang bidang yang akan dibahas akan banyak menolong untuk menyusun dan menetapkan indikator kinerja yang tepat dan relevan.
    • Pilih dan tetapkan indikator kinerja yang paling relevan dan berpengaruh besar terhadap keberhasilan pelaksanaan kebijaksanaan/program/kegiatan.
    www.dadangsolihin.com
  30. Penjabaran Indikator Kinerja RPJMN 2004-2009 www.dadangsolihin.com VISI MISI AGENDA STRATEGI POKOK SASARAN PRIORITAS SASARAN PRIORITAS Fokus pada tujuan pembangunan Indikator Kinerja Pencapaian Pembangunan ARAH KEBIJAKAN PROGRAM PEMBANGUNAN
  31. Visi Pembangunan Nasional
    • Terwujudnya kehidupan masyarakat bangsa, dan negara yang aman, bersatu, rukun, dan damai;
    • Terwujudnya kehidupan masyarakat bangsa, dan negara yang menjunjung tinggi hukum, kesetaraan, dan hak asasi manusia; serta
    • Terwujudnya kehidupan masyarakat bangsa, dan negara yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan penghidupan yang layak serta memberikan pondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan
    www.dadangsolihin.com
  32. Strategi Pokok
    • STRATEGI PENATAAN KEMBALI INDONESIA
      • Menyelamatkan sistem ketatanegaraan RI berdasarkan semangat ,jiwa, dan konsensus dasar;
      • Tetap tegaknya NKRI;
      • Tetap berkembangnya pluralisme dan keberagaman dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika.
    • STRATEGI PEMBANGUNAN INDONESIA
      • Diarahkan untuk membangun di segala bidang merupakan perwujudan amanat Pembukaan UUD NRI 1945 terutama dalam pemenuhan hak dasar rakyat dan penciptaan landasan pembangunan yang kokoh.
    www.dadangsolihin.com
  33. Misi Pembangunan Nasional
    • Mewujudkan Indonesia yang Aman dan Damai ;
    • Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Demokratis ;
    • Mewujudkan Indonesia yang Sejahtera .
    www.dadangsolihin.com
  34. Agenda Pembangunan Nasional
    • Menciptakan Indonesia yang Aman dan Damai
    • Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Demokratis
    • Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat Indonesia
    www.dadangsolihin.com
  35. Agenda Menciptakan Indonesia yang Aman dan Damai www.dadangsolihin.com Sasaran Prioritas
    • Meningkatnya rasa aman dan damai
    • Peningkatan rasa saling percaya dan harmonisasi antar kelompok;
    • Pengembangan budaya yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur;
    • Peningkatan keamananm ketertiban, dan penanggulangan kriminalitas
    • Semakin kokohnya NKRI
    • Pencegahan dan penanggulangan separatisme;
    • Pencegahan dan penanggulangan terorisme;
    • Peningkatan kemampuan pertahanan negara.
  36. Agenda Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Demokratis www.dadangsolihin.com Sasaran Prioritas
    • Meningkatnya keadilan dan penegakan hukum
    • Pembenahan sistem hukum nasional dan politik hukum;
    • Penghapusan diskriminasi dalam segala bentuk;
    • Penghormatan, pemenuhan, dan penegakan atas hukum dan pengakuan atas hak asasi manusia
    • Keadilan gender
    • Peningkatan kualitas kehidupan dan peran perempuan serta kesejahteraan dan perlindungan anak
    • Otonomi Daerah
    • Revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah
    • Meningkatnya pelayanan birokrasi
    • Penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa
    • Terlaksananya pemilu 2009 secara demokratis, jujur, dan adil
    • Perwujudan lembaga demokrasi yang makin kokoh
  37. Agenda Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat Indonesia www.dadangsolihin.com Sasaran Prioritas
    • Penurunan
      • jumlah penduduk miskin dari 16,6% menjadi 8,2%,
      • pengangguran terbuka dari 9,5% menjadi 5,1%.
    • Penanggulangan kemiskinan;
    • Peningkatan investasi dan ekspor non migas
    • Peningkatan daya saing industri manufaktur
    • Revitalisasi pertanian;
    • Pemberdayaan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menenngah;
    • Peningkatan pengelolaan BUMN
    • Peningkatan kemampuan Iptek
    • Perbaikan iklim keytenaga-kerjaan
    • Pemantapan stabilitas ekonomi makro
    • Pengurangan kesenjangan antar wilayah
    • Pembangunan perdesaan
    • Pengurangan ketimpangan pembangunan antar wilayah
  38. Agenda Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat Indonesia www.dadangsolihin.com Sasaran Prioritas
    • Meningkatnya kualitas manusia Indonesia
    • Peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan yang berkualitas
    • Peningkatan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih berkualitas
    • Peningkatan perlindungan dan kesejahteraan sosial
    • Pembangunan kependudukan, dan keluarga kecil berkualitas serta pemuda dan olah raga;
    • Peningkatan kualitas kehidupan beragama
    • Membaiknya mutu LH
    • Perbaikan pengelolaan SDA dan pelestarian mutu lingkungan hidup
    • Membaiknya Infrastruktur
    • Percepatan pembangunan infrastruktur
  39. Kebutuhan akan Indikator Pembangunan www.dadangsolihin.com Contoh: Prioritas Peningkatan Keamanan, Ketertiban, dan Penanggulangan Kriminalitas Sasaran Prioritas Indikator??
          • Menurunnya ketegangan dan ancaman konflik antarkelompok masyarakat atau antargolongan di daerah-daerah rawan konflik;
          • Terpeliharanya situasi aman dan damai;
          • Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan kebijakan publik dan penyelesaian persoalan sosial kemasyarakatan.
            • Indeks Kriminalitas di wilayah konflik
  40. Sasaran Penting RPJMN 2004-2009 Ekonomi Makro (1) www.dadangsolihin.com Indikator Sasaran 2005 2006 2007 2008 2009
    • Penggangguran terbuka
    • Jumlah (juta orang)
    • % terhadap angkatan kerja
    9,9 9,5 9,4 8,9 8,5 7,9 7,3 6,6 5,7 5,1
    • Penduduk miskin
    • Jumlah (juta orang)
    • % terhadap penduduk
    - - - - - - - - 18,8 8,2
    • Pertumbuhan Ekonomi
    • Pertumbuhan PDB (%)
    • PDB per kapita (ribu Rp.)
    5,5 7.946 6,1 8.333 6,7 8.791 7,2 9.317 7,6 9.914 Laju inflasi, Ind Harga Kons (%) 7,0 5,5 5,0 4,0 3,0
    • Neraca Pembayaran
    • Transaksi Berjalan/PDB (%)
    • Cadangan devisa (US$ miliar)
    1,6 36,8 0,5 36,0 0,1 35,6 -0,2 35,2 -0,6 35,9
    • Keuangan Negara
    • Keseimbangan Primer APBN/PDB (%)
    • Surplus/Defisit APBN/PDB (%)
    1,8 -0,7 1,7 -0,6 1,9 -0.3 1,9 -0,0 2,0 0,3
  41. Sasaran Penting RPJMN 2004-2009 Ekonomi Makro (2) www.dadangsolihin.com Indikator Sasaran 2005 2006 2007 2008 2009
    • Pertumbuhan PDB sisi pengeluaran (%)
    • Konsumsi
    • Investasi
    • Ekspor
    • Impor
    4,1 14,6 5,7 10,3 5,2 17,8 6,0 8,6 5,0 16,3 6,4 10,2 5,8 14,3 7,4 10,8 6,3 12,8 10,1 11,0
    • Pertumbuhan PDB sisi produksi (%)
    • Pertanian
    • Industri Pengolahan
    • Industri Pengolahan Non-migas
    • Lainnya
    3,2 6,1 6,8 5,8 3,4 6,9 7,7 6,3 3,6 7,8 8,7 6,9 3,6 8,6 9,4 7,4 3,8 9,5 10,2 7,6
    • Tenaga Kerja
    • Kesempatan Kerja (juta orang)
    • Pertanian
    • distribusi (%)
    • Industri Pengolahan
    • distribusi (%)
    • Lainnya
    • distribusi (%)
    94,2 43,8 46,5 11,1 11,8 39,3 41,7 96,7 44,4 45,9 11,5 11,9 40,8 42,2 99,7 44,9 45,1 12,0 12,0 42,7 42,9 103,0 45,4 44,1 12,7 12,3 44,9 43,6 106,6 45,7 42,9 13,4 12,6 47,4 44,5
  42. Sasaran Penting RPJMN 2004-2009 Sektor Utama Lainnya www.dadangsolihin.com Sektor Sasaran Pendidikan
    • Meningkatnya secara nyata p ersentase penduduk yang dapat menyelesaikan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun
    • Meningkatnya secara signifikan partisipasi penduduk yang mengikuti pendidikan menengah
    • Meningkatnya proporsi anak yang terlayani pada pendidikan anak usia dini
    • Menurunnya angka buta aksara penduduk berusia 15 tahun keatas menjadi 5 persen
    Kesehatan
    • Meningkatnya umur harapan hidup dari 66,2 tahun menjadi 70,6 tahun;
    • Menurunnya angka kematian bayi dari 35 menjadi 26 per 1000 kelahiran hidup;
    • Menurunnya angka kematian ibu melahirkan dari 307 menjadi 226 per 100.000 kelahiran hidup; dan
    • Menurunnya prevalensi gizi kurang pada anak balita dari 25,8 persen menjadi 20,0 persen.
  43. Sasaran Penting RPJMN 2004-2009 Sektor Utama Lainnya www.dadangsolihin.com Sektor Sasaran Lingkungan Hidup
    • Meningkatnya kualitas air permukaan (sungai, danau dan situ) dan kualitas air tanah disertai pengendalian dan pemantauan terpadu antar sektor
    • Terkendalinya pencemaran pesisir dan laut
    Prasarana dan Sarana
    • M eningkatnya kondisi dan kualitas pelayanan berbagai prasarana dan sarana dengan menurunkan tingkat backlog pemeliharaan .
    • Meningkatnya aksesibilitas setiap golongan masyarakat dan setiap daerah terhadap layanan prasarana dan sarana yang berkualitas.
    • Revitalisasi pengelolaan kelembagaan prasarana dan sarana
    • Peningkatan kapasitas penyediaan prasarana dan sarana bagi pemerintah daerah
  44. Agenda Pembangunan dan Indikator Pencapaian (Daerah) www.dadangsolihin.com Agenda Pembangunan Nasional Indikator Aman dan Damai
    • Indeks kriminalitas
    • HDI dan HPI daerah konflik
    Adil dan Demokratis
    • Angka Gender-related Development Index (GDI); dan
    • Angka Gender Empowerment Measurement (GEM)
    • Kesejahteraan anak:
    • - Angka partisipasi sekolah (APS)
    • - Status gizi balita buruk
    • - Persalinan bayi oleh tenaga kesehatan
    • 4. Perlindungan anak:
    • - Pekerja anak (%)
    • - Jumlah anak yang memilki akte kelahiran
    • 5. Peraturan daerah yang spesifik mengenai mekanisme dan koordinasi dana dekonsentrasi
    • 6. Perbaikan proses penyelenggaraan Musrenbang
  45. Agenda Pembangunan dan Indikator Pencapaian (Daerah) www.dadangsolihin.com Agenda Pembangunan Nasional Indikator Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat
          • Ekonomi
          • Pertumbuhan PDRB
          • Struktur PBRB dan PDRB per kapita
          • Kesempatan Kerja dan Tingkat Pengangguran Terbuka
          • Jumlah penduduk miskin
          • Investasi dan aktivitas ekspor-impor
          • Peningkatan peran UKM
          • Pendidikan
          • Angka Buta Aksara penduduk usia 15 tahun keatas
          • Angka Partisipasi Kasar (APK) untuk setiap jenjang pendidikan
          • Angka Partisipasi Sekolah (APS) untuk setiap kelompok usia sekolah
          • Angka Melanjutkan sekolah
          • Angka putus sekolah
          • Angka mengulang kelas
          • Rata-rata lama penyelesaian pendidikan
  46. Agenda Pembangunan dan Indikator Pencapaian (Daerah) www.dadangsolihin.com Agenda Pembangunan Nasional Indikator Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat
          • Kesehatan
          • Umur Harapan Hidup (UHH)
          • Angka Kematian Bayi (AKB)
          • Angka Kematian Ibu (AKI)
          • Prevalensi Gizi Kurang
          • Kependudukan dan KB
          • Laju pertumbuhan penduduk (%)
          • Unmet need KB (%)
          • Total Fertility Rate/TFR (per perempuan)
          • Partisipasi laki-laki dalam ber-KB (%)
          • Contraceptive Prevalence Rate/CPR (%)
          • Prasarana dan Sarana
          • Peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan berbagai prasarana dan sarana
  47. Terima Kasih www.dadangsolihin.com
    • Beside working as Assistant Professor at Graduate School of Asia-Pacific Studies, Waseda University, Tokyo, Japan, he also active as Associate Professor at University of Darma Persada, Jakarta, Indonesia.
    • He got various training around the globe, included Shanghai International Program for Development Evaluation Training (2008) , Public Officials Capacity Building Training Program for Government Innovation, Seoul –Korea (2007), Advanced International Training Programme of Information Technology Management, at Karlstad City, Sweden (2005). the Training Seminar on Land Use and Management, Taiwan (2004). Developing Multimedia Applications for Managers, Kuala Lumpur, Malaysia (2003). Applied Policy Development Training, Vancouver, Canada (2002). Local Government Administration Training Course, Hiroshima, Japan (2001). and Regional Development and Planning Training Course, Sapporo, Japan (1999). He published more than five books regarding local autonomous.
    • You can reach Dadang Solihin by email at [email_address] or by his mobile at +62812 932 2202
    Dadang Solihin currently is Director for Regional D evelopment Performance Evaluation at Indonesian National Development Planning Agency (Bappenas). He holds MA degree in Economics from University of Colorado, USA. His previous post is Director for System and Reporting of Development Performance Evaluation at Bappenas. Dadang Solihin’s Profile www.dadangsolihin.com

+ Dadang SOLIHINDadang SOLIHIN, 2 years ago

custom

2132 views, 0 favs, 1 embeds more stats

Bintek Perencanaan, Penganggaran dan Monev Pembangu more

More info about this document

© All Rights Reserved

Go to text version

  • Total Views 2132
    • 2130 on SlideShare
    • 2 from embeds
  • Comments 2
  • Favorites 0
  • Downloads 0
Most viewed embeds
  • 2 views on http://wildfire.gigya.com

more

All embeds
  • 2 views on http://wildfire.gigya.com

less

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate. If needed, use the feedback form to let us know more details.

Cancel
File a copyright complaint
Having problems? Go to our helpdesk?

Categories