Your SlideShare is downloading. ×
Paradigma  Pembangunan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Paradigma Pembangunan

2,616
views

Published on

Diklatpim II Angkatan XXX Kelas B di Pusdiklat Pimnas LAN Pejompongan-Jakarta, 24 Maret 2011 …

Diklatpim II Angkatan XXX Kelas B di Pusdiklat Pimnas LAN Pejompongan-Jakarta, 24 Maret 2011

Published in: Education, Business, Technology

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
2,616
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
310
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. dadang-solihin.blogspot.com 2
  • 2. Nama : Dadang Solihin Tempat/Tgl Lahir : Bandung 6 November 1961 Pekerjaan : Direktur Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah g Bappenas Alamat Kantor : Jl. Taman Suropati No. 2 Jakarta J k t 10310 Telp/Fak Kantor : (021) 392 6248 HP : 0812 932 2202 Email : dadangsol@yahoo.com Website : http://dadang-solihin.blogspot.comdadang-solihin.blogspot.com 3
  • 3. Materi M t i• Definisi Paradigma• Paradigma-paradigma Pembangunan• Kaitan antara Teori, Paradigma dan Strategi Pembangunan• Perubahan Paradigma Pembangunan• Asean China Free Trade Agreement (ACFTA) dan Asean Economic Community (AEC)• Mewujudkan Prioritas Pembangunan Nasional• Sasaran Pembangunan RPJMN 2010 2014 2010-2014• Pembangunan Berdimensi Kewilayahan: Sinergi Pusat-Daerah dan Antardaerah (SPDAD)• Perencanaan Pembangunan Daerah dadang-solihin.blogspot.com 4
  • 4. Definisi Paradigma • P Paradigma adalah cara pandang seseorang di d l h d terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir (kognitif) (kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku (konatif). • Paradigma juga dapat berarti seperangkat asumsi, konsep, nilai, d praktek yang di k il i dan k k diterapkan d l k dalam memandang realitas dalam sebuah komunitas yang sama, sama khususnya dalam disiplin intelektual intelektual.• Kata paradigma sendiri berasal dari abad pertengahan di Inggris yang merupakan kata serapan dari bahasa Latin ditahun 1483 yaitu paradigma yang berarti suatu model atau pola; bahasa Yunani paradeigma (para+deiknunai) yang berarti untuk "membandingkan", "bersebelahan" (para) dan memperlihatkan membandingkan bersebelahan (deik) Wikipedia, 2011 p , dadang-solihin.blogspot.com 5
  • 5. Definisi PembangunanPembangunan adalah: Tujuan Pembangunan: proses p p perubahan ke 1. 1 Peningkatan standar hidup (levels arah kondisi yang lebih of living) setiap orang, baik baik pendapatannya, tingkat konsumsi melalui upaya yang pangan, sandang, papan, pangan sandang papan pelayanan kesehatan, pendidikan, dll. dilakukan secara terencana. terencana 2. Penciptaan berbagai kondisi y g p g yang memungkinkan tumbuhnya rasa Kartasasmita, 1997 percaya diri (self-esteem) setiap orang. orang 3. Peningkatan kebebasan (freedom/democracy) setiap orang. Todaro, 2000 dadang-solihin.blogspot.com 6
  • 6. Definisi PD fi i i Paradigma Pembangunan di P b1. Cara pandang terhadap suatu persoalan pembangunan yang dipergunakan dalam penyelenggaraan pembangunan  dalam arti pembangunan baik sebagai proses maupun sebagai metode b i t d  untuk mencapai peningkatan kualitas kehidupan manusia dan kesejahteraan rakyat rakyat.2. Kerangka keyakinan yang digunakan sebagai pedoman untuk melihat suatu persoalan dan bagaimana melaksanakan pembangunan. dadang-solihin.blogspot.com 7
  • 7. Perkembangan Paradigma Pembangunan Global Poverty relief: after war, famine 1940s Projects: to promote development 1950s Plans and strategies: in command economies 1960s Programs: for integrated development 1970s Policies: stabilization; structural adjustment 1980s Public management: reinventing government 1980s Good Governance: participation, transparency, 1990s accountability Millennium Development Goals 2000s Inclusive Growth: an equitable allocation of resources with 2010s benefits accruing to every section of society dadang-solihin.blogspot.com 8
  • 8. Teori, Paradigma dan Strategi , g g Pembangunan Model atau kerangka pikiran yang Teori menjelaskan fenomena pembangunan. Mis: Growth Theory Cara pandang terhadap suatu persoalan Paradigma P di pembangunan. b Mis: Good Governance Rencana aksi untuk mencapai tujuan Strategi pembangunan pembangunan. Mis: Triple Track Strategy dadang-solihin.blogspot.com 9
  • 9. Teori Pertumbuhan Ekonomi T iP t b h Ek i1. Akumulasi modal Akumulasi modal (capital accumulation) terjadi apabila sebagian ( p ) j p g dari pendapatan ditabung dan diinvestasikan kembali dengan tujuan memperbesar output dan pendapatan di kemudian hari.2. Pertumbuhan penduduk dan angkatan kerja. Jumlah tenaga kerja yang lebih besar berarti akan menambah jumlah tenaga produktif, sedangkan pertumbuhan penduduk yang j l ht d ktif d k t b h d d k lebih besar berarti ukuran pasar domestiknya lebih besar.3.3 Kemajuan teknologi teknologi. Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja, yang hemat modal, y g yang meningkatkan p g pekerja, dan y g meningkatkan modal akan j , yang g meningkatkan pertumbuhan ekonomi. dadang-solihin.blogspot.com 10
  • 10. Teori Ketergantungan Internasional (International Dependence Theory) Theory)1. Model Ketergantungan Neokolonial 3. Tesis Pembangunan Dualistik (Neocolonial Dependence Model). (Dualistic Development Thesis) Kondisi keterbelakangan Dunia Ketiga  Pandangan ini melihat dunia terbagi ke disebabkan oleh aneka kebijakan dalam dua kelompok besar, yakni ekonomi, sosial, politik, dan bahkan negara negara negara-negara kaya dan miskin. budaya eksploitatif yang dimainkan oleh negara maju terhadap negara  Di negara-negara kaya memang masih berkembang, tidak ubahnya ketika ada sebagian penduduknya yang mereka memperlakukan wilayah k l k k il h miskin, miskin dan sebaliknya di negara- jajahannya di masa sebelumnya. negara miskin pun ada segelintir penduduknya yang makmur sejahtera.2. Model P2 M d l Paradigma Palsu (F l di P l (False-  Dualisme (dualism) adalah sebuah paradigm model of underemployment). konsep yang dibahas secara luas Negara Dunia Ketiga telah gagal dalam ilmu ekonomi pembangunan. mencapai kemajuan yang cukup berarti  K Konsep ini menunjukkan adanya i i j kk d karena strategi pembangunan mereka jurang pemisah yang kian lama terus (biasanya disarankan oleh pakar ekonomi melebar antara negara-negara kaya Barat) didasarkan pada model-model dan i ki d miskin, serta di antara orang-orang t t pembangunan "yang keliru" yang jelas kaya dan miskin pada berbagai tidak cocok dengan kebutuhan mereka tingkatan di setiap negara. yang mendasar. dadang-solihin.blogspot.com 11.
  • 11. dadang-dadang-solihin.blogspot.com 12
  • 12. Pergeseran Paradigma: From Government to Governance Government Governance M b ik h k ekslusif b i Memberikan hak k l if bagi  P Persoalan-persoalan publik l l blik negara untuk mengatur hal-hal adalah urusan bersama publik, pemerintah, civil society dan Aktor di luarnya hanya dapat dunia usaha sebagai tiga aktor disertakan sejauh negara utama. mengijinkannya. mengijinkannya dadang-solihin.blogspot.com 13
  • 13. Keseimbangan Peran Tiga Pilar Pemerintahan Dunia Usaha Masyarakat Menjalankan dan M j l k dmenciptakan lingkungan Mewujudkan penciptaan Penciptaan interaksippolitik dan hukum yang y g lapangan kerja dan p g j sosial, ekonomi dan , kondusif bagi unsur- pendapatan. politik. unsur lain. dadang-solihin.blogspot.com 14
  • 14. Pelaku Pembangunan: g Paradigma Governance Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat yang bersendikan transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dsb. Tenaga Kerja Kontrol Kontrol Dunia Usaha Pemerintah y Masyarakat Swasta S t Nilai Redistibusi Pertumbuhan Melalui Pelayanan Pasar Apabila sendi-sendi tersebut dipenuhi, maka Governance akan Good. Good dadang-solihin.blogspot.com 15
  • 15. Model Go ernance Governance Sektor Swasta Sektor Publik Sektor Ketiga Tingkat Perusahaan Organisasi LSMSupranasional transnasional Antar Pemerintah Internasional Tingkat Perusahaan P h Ormas/LSM Nasional Nasional GOVERNANCE Nasional Tingkat Perusahaan Pemerintah LSM Lokal Subnasional Lokal Lokal (Kamarack and Nye Jr., 2002) dadang-solihin.blogspot.com 16
  • 16. Pelaku Pembangunan: Stakeholders g STATE CITIZENS Executive i organized into: i di t Judiciary Community-based organizations g Legislature Non-governmental organizations Professional Associations Public service Religious groups Military Women’s groups Police Media BUSINESS Small / medium / large enterprises Multinational Corporations Financial institutions Fi i l i tit ti Stock exchange dadang-solihin.blogspot.com 17
  • 17. Troikadadang-solihin.blogspot.com 18
  • 18. Troika: Pola Hubungan antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat Swasta Masyarakat, Bangsa, dan Negara Masyarakat VISI PemerintahGood Governance Dunia Usaha dadang-solihin.blogspot.com 19
  • 19. Sinergitas Stakeholders dadang-solihin.blogspot.com 20
  • 20. Sinergitas Stakeholders dadang-solihin.blogspot.com 21
  • 21. dadang-solihin.blogspot.com 22
  • 22. dadang-solihin.blogspot.com 23
  • 23. Asean China Free Trade 1/2 Agreement (ACFTA) ASEAN China FTA mulai berlaku 1 Januari tahun 2010. Tujuan ACFTA: 1. Memperkuat dan meningkatkan kerjasama ekonomi, perdagangan dan investasi diantara negara anggota ASEAN dengan China 2. Liberalisasi perdagangan barang, j p g g g jasa dan investasi 3. Mencari area baru dan mengembangkan kerjasama ekonomi yang saling menguntungkan bagi para anggota 4. Memfasilitasi integrasi ekonomi yang lebih efektif dengan negara anggota baru ASEAN dan menjembatani gap yang ada di kedua belah pihak pihak. dadang-solihin.blogspot.com 24
  • 24. Asean China Free Trade 2/2 Agreement (ACFTA)5.5 Memperkuat dan meningkatkan kerjasama ekonomi melalui:  Penghapusan tariff dan hambatan non tariff dalam perdagangan g barang  Liberalisasi secara progresif perdagangan jasa;  Membangun regim investasi yang kompetitif dan terbuka dalam kerangka ASEAN-China FTA dadang-solihin.blogspot.com 25
  • 25. Neraca Perdagangan Indonesia-China Indonesia- dadang-solihin.blogspot.com 26
  • 26. The ASEAN Economic Community 2015
  • 27. ASEAN Economic Community• Sesuai dengan Visi ASEAN 1997-2020, pada hakekatnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) adalah integrasi ekonomi di kawasan ASEAN ASEAN.• Tujuannya adalah untuk menciptakan perekonomian di wilayah ASEAN yang: y g – stabil, makmur dan berdaya saing tinggi, – adanya aliran yang bebas bagi barang, jasa, investasi dan modal, – pembangunan ekonomi yang merata, dan – mengurangi kemiskinan dan ketimpangan sosial-ekonomi di tahun 2020. 2020• AEC bertujuan untuk membentuk ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produksi sehingga membuat ASEAN lebih dinamis dan produksi, menjadi segmen yang lebih kuat dari rantai pasokan global. dadang-solihin.blogspot.com 28
  • 28. AEC 2015: Era Baru Ekonomi ASEAN Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 Kawasan dengan Pasar Tunggal dan Integrasi dengan Kawasan Berdaya- Pembangunan Basis Produksi Perekonomian saing Tinggi Ekonomi yang Regional Dunia Merata Indonesia harus meningkatkan daya saing g g y g guna menghadapi integrasi p g p g perekonomian dan meningkatkan g potensi pasar domestik Peran inter-konektivitas mutlak dalam mendorong daya saing produk nasional di pasar domestik maupun luar negeri  Inter-konektivitas adalah kunci menghubungkan berbagai potensi ekonomi Indonesia  Perbaikan kinerja logistik adalah bagian dari inter-konektivitas  Negara dengan pendapatan per capita yang sama dan logistik yang lebih efisien, pertumbuhan PDB dan perdagangan l bih ti d lebih tinggi 1% sd 2% i d dadang-solihin.blogspot.com 29
  • 29. Membangun Domestic Connectivity Interkonektivitas sangat penting untuk menumbuhkan perekonomian berbagai wilayah lain lain. Saat ini perekonomian masih terkonsentrasi di beberapa Wilayah Proses aglomerasi (kawasan) industri sangat menentukan perkembangan kemajuan e o o d suatu wilayah e ajua ekonomi di aya Inter-konektivitas mendorong percepatan proses tersebut dadang-solihin.blogspot.com 30
  • 30. dadang-solihin.blogspot.com 31
  • 31. 1/2 Arah K bij k P b A h Kebijakan Pembangunan• Dalam era desentralisasi dan otonomi daerah, keberhasilan pembangunan nasional ditentukan 60% daerah dan 40% pusat, diperlukan sinergi, koordinasi dan kerjasama Pusat-Daerah melalui koordinasi, komunikasi, konsultasi dan sinergi yang perlu dibangun secara efektif efektif.• Pembangunan (development) ditujukan untuk menghasilkan kesejahteraan (p p y), demokrasi (democracy) dan keadilan j (prosperity), ( y) (justice). dadang-solihin.blogspot.com 32
  • 32. 2/2 Arah K bij k P b A h Kebijakan Pembangunan6 (enam) kebijakan dan strategi dasar dalam pembangunan untuksemua (development for all), yaitu :1. Pembangunan harus bersifat inklusif.2. Pembangunan harus berdimensi wilayah.3. Mengintegrasikan dan menyatukan potensi-potensi ekonomi yang ada di daerah menjadi satu kesatuan geoekonomi secara nasional.4. Pengembangan ekonomi-ekonomi lokal.5. Keserasian antara pertumbuhan dan pemerataan (pro growth, pro job, j b pro poor). )6. Peningkatan kualitas sumberdaya manusia. dadang-solihin.blogspot.com 33
  • 33. VISI RPJMN 2010-2014 2010- VISI INDONESIA YANG SEJAHTERA, DEMOKRATIS, DAN BERKEADILAN Sejahtera S j ht Demokratis D k ti Berkeadilan B k dil  Memperkuat penegakan Memperkuat triple hukum tracks strategy Memantapkan  Pemberantasan korupsi Pembangunan inklusif konsolidasi demokrasi  Pengurangan dan berkeadilan kesenjangan dadang-solihin.blogspot.com 34
  • 34. Prioritas Nasional 1 Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola 2 Pendidikan 3 Kesehatan 4 Penanggulangan Kemiskinan 11 Prioritas Nasional 5 Ketahanan PanganKabinet Indonesia Bersatu II 6 Infrastruktur 2009 2014 2009-2014 7 Iklim I Ikli Investasi dan Iklim Usaha t i d Ikli U h 8 Energi 9 Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana 10 Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar, & Pasca-konflik 11 Kebudayaan, Kreativitas dan Inovasi Teknologi 12 Bidang Politik Hukum dan Keamanan Politik, Prioritas Lainnya 13 Bidang Perekonomian 14 Bidang Kesejahteraan Rakyat g j y dadang-solihin.blogspot.com 35
  • 35. dadang-solihin.blogspot.com 36
  • 36. SASARAN RPJMN 2010-2014 Pertumbuhan Ekonomi-Pengangguran- Ekonomi-Pengangguran- Kemiskinan 2010 2011 2012 2013 2014Pertumbuhan (%) 5,5 - 5,6 6,0 - 6,3 6,4 - 6,9 6,7 - 7,4 7,0 - 7,7Pengangguran (%) 7,6 7,3 - 7,4 6,7 - 7,0 6,0 - 6,6 5,0 - 6,0Kemiskinan (%) 12,0 -13,5 11,5 - 12,5 10,5 - 11,5 9,5 - 10,5 8,0 - 10,0 dadang-solihin.blogspot.com 37
  • 37. 1/5 Kesejahteraan RakyatEkonomiNo.N Pembangunan P b Sasaran S  Rata-rata 6,3 – 6,8 % pertahun1. Pertumbuhan Ekonomi  S b l Sebelum t h 2014 t b h 7% tahun tumbuh 2. Inflasi Rata-rata 4-6 % pertahun 3. Tingkat Pengangguran 5-6 % pada akhir tahun 2014 4. Tingkat Kemiskinan g 8-10 % pada akhir tahun 2014 p dadang-solihin.blogspot.com 38
  • 38. Kesejahteraan Rakyat j y 2/5Pendidikan Status Awal TargetNo Indikator (2008) (2014)1. Meningkatnya rata-rata lama sekolah penduduk1 M i k t t t l k l h d d k 7,50 8,25 berusia 15 tahun ke atas (tahun)2. Menurunnya angka buta aksara penduduk berusia 5,97 5 97 4,18 4 18 15 tahun ke atas (%)3. Meningkatnya APM SD/SDLB/ MI/Paket A (%) 95,14 96,04.4 Meningkatnya APM SMP/SMPLB/ MTs/Paket B (%) 72,28 72 28 76,0 76 05. Meningkatnya APK SMA/SMK/ MA/Paket C (%) 64,28 85,06. Meningkatnya APK PT usia 19-23 tahun (%) g y 21,26 , 30,0 ,7. Menurunnya disparitas partisipasi dan kualitas pelayanan pendidikan antarwilayah, gender, dan sosial ekonomi, serta antarsatuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan masyarakat dadang-solihin.blogspot.com 39
  • 39. 3/5 Kesejahteraan RakyatKesehatan Status Awal TargetNo Indikator (2008) (2014)1. Meningkatnya umur harapan hidup (tahun) 70,7 72,0 Menurunnya angka kematian ibu melahirkan2. 228 118 per 100.000 kelahiran hidup Menurunnya angka kematian bayi per 1.0003. 34 24 kelahiran hidup Menurunnya prevalensi kekurangan gizi (gizi4. 18,4 < 15,0 kurang dan gizi buruk) pada anak balita (%) dadang-solihin.blogspot.com 40
  • 40. 4/5 Kesejahteraan RakyatPanganNo. Pembangunan Sasaran1. Produksi Padi Tumbuh 3,22 % per tahun2. Produksi Jagung Tumbuh 10,02 % per tahun3.3 Produksi Kedelai Tumbuh 20 05 % per tahun 20,054. Produksi Gula Tumbuh 12,55 % per tahun5.5 Produksi Daging Sapi P d k iD i S i Tumbuh 7,30 T b h 7 30 % per t h tahun dadang-solihin.blogspot.com 41
  • 41. 5/5 Kesejahteraan RakyatEnergiE iNo. Pembangunan Sasaran Peningkatan k P i k t kapasitas it 1. 3.000 MW pertahun pembangkit listrik Meningkatnya rasio 2. Pada tahun 2014 mencapai 80 % elektrifikasi Meningkatnya rasio desa 3. 3 Pada tahun P d t h 2014 mencapai 98 % i berlistrik Meningkatnya produksi Pada tahun 2014 mencapai 1,01 4. 4 minyak bumi juta barrel perhari Peningkatan pemanfaatan Pada tahun 2014 mencapai 5. energi panas bumi 5.000 MW dadang-solihin.blogspot.com 42
  • 42. Perkuatan DemokrasiMeningkatnya kualitas demokrasi IndonesiaSasaran: 1. Semakin terjaminnya peningkatan iklim politik kondusif bagi berkembangnya kualitas kebebasan sipil dan hak-hak politik rakyat yang semakin seimbang dengan peningkatan kepatuhan terhadap pranata hukum; 2. Meningkatnya pemahaman nilai-nilai kebangsaan dan terjaganya harmonisasi dalam masyarakat; 3. Meningkatnya kinerja lembaga-lembaga demokrasi; 4 Penyelenggaraan pemilu tahun 2014 yang dapat 4. dilaksanakan dengan jujur, adil dan demokratis. 5. 5 Indeks Demokrasi Indonesia: 73 dari 100 pada 2014 dadang-solihin.blogspot.com 43
  • 43. Penegakan HukumTercapainya suasana dan kepastian keadilan melalui penegakan hukum (rule of law) dan terjaganya ketertiban umumSasaran: 1. 1 Persepsi masyarakat pencari keadilan untuk merasakan kenyamanan, kepastian, keadilan dan keamanan dalam berinteraksi dan mendapat pelayanan dari para penegak hukum 2. Tumbuhnya kepercayaan dan penghormatan publik kepada aparat dan lembaga penegak hukum 3. Mendukung iklim berusaha yang baik sehingga kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan pasti dan aman serta efisisen 4. Indeks Persepsi Korupsi (IPK) tahun 2014 sebesar 5,0 yang meningkat dari 2,8 pada tahun 2009 g , p dadang-solihin.blogspot.com 44
  • 44. dadang-solihin.blogspot.com 45
  • 45. Tujuan SPDAD j g g j g y1. Mengurangi kesenjangan antarwilayah secara lebih terarah dan sistematik dengan skenario yang disepakati semua pihak2. Meningkatkan keterkaitan pembangunan antar wilayah dalam rangka memperkuat perekonomian domestik3. Mendorong pembangunan kawasan perbatasan, terdepan, terluar, tertinggal, pasca konflik dan k kawasan ekonomi kh k i khusus dadang-solihin.blogspot.com 46
  • 46. Agenda untuk Memperkuat SPDAD g pSinergi Pusat-daerah dan antardaerah dilakukan dalamseluruh proses mulai d i perencanaan, pelaksanaan, l h l i dari l kpengendalian dan evaluasi yang mencakup sinergidalam: 1. Perencanaan kebijakan. 2. Kerangka regulasi. 3. Kerangka anggaran. 4. Kerangka kelembagaan 5. Kerangka pengembangan wilayah dadang-solihin.blogspot.com 47
  • 47. Kesenjangan Wilayah Wilayah Sulawesi Share PDRB thdp Nasional 4,60% Wilayah Kalimantan Pertmbh Ekonomi P t bh Ek i 7.72% 7 72% Wilayah Sumatera Pendapt perkapita 4,98 jt Share PDRB thdp 8,83% Share PDRB thdp 21,55% Nasional Pendudk miskin 2,61 jt (17,6%) Nasional Pertumb. Ekonomi 5.26% Pertumb. Ek P t b Ekonomi i 4,65% 4 65% Wilayah Papua Pendaptn perkapita 13,99 jt Pendaptn perkapita 9,80 jt Share PDRB thdp 1,28% Pendudk miskin 1,21 jt (9%) Nasional Penduduk miskin 7,3 jt (14,4%) Pertmbuh Ekonomi 0,60% Pendaptn perkapita 8,96 jt Pndudk miskin 0,98 jt (36,1%) Wilayah Jawa Bali Share PDRB thdp 62,00% Nasional Pertumbh Ekonomi 5.89% Wilayah Maluku Pendapt perkapita 11,27 jt Wilayah Nusa Tenggara Wil hN T Share PDRB thdp 0,32% Pendudk miskin 20,19 jt Nasional (12,5%) Share PDRB thdp 1,42% Nasional Pertumbh Ekonomi 4,94% Pertmbuh Ekonomi 3,50% Pendaptn perkapita 2,81 jtSumberS b : BPS 2008 (di l h) (diolah) Pendapt perkapita 3,18 jt Pendudk miskin 0,49 jt (20,5%)Ket : Atas Dasar dadang-solihin.blogspot.com Pendudk miskin 2,17 jt Harga Konstan (24,8%) 48
  • 48. Keterkaitan Antarwilayah Perdagangan antardaerah terpusat di Jawa dan Sumatera  Blok Ekonomi Utama. Utama Perdagangan antardaerah P d t d h di Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua masih relatif kecil dan belum berkembang gCatatan: Arah panah menunjukkan arus perdagangan antarwilayah. Angka yang digarisbawahi menunjukkan produksi bruto di setiap wilayah. Angka di i b hi j kk d k ib t ti il h A k dalam lingkaran menunjukkan input antara dalam wilayah.Sumber : Tabel IRIO 2005, BPS (diolah) dadang-solihin.blogspot.com 49
  • 49. Keterkaitan Perdagangan Antarpulau 1,82% 6,58% 83,10% 8,39% 81,54% 73,01% 4,32% 5,26% 14,83% 54797.00 (minimum) 7,85% 245594.00 398937.00 398937 00 (median) 9,49% 19,51% 639154.00 70,85% 22,2% 1339115.00 (maximum) 84,32% Sumber: IRIO 2005, Diolah Pengganda Output Antarwilayah P d O t tA t il hPerdagangan Intrawilayah Jawa- Indonesia Wilayah Sumatra Kalimantan Sulawesi Bali TimurPerdagangan antarwilayah ke Sumatera Sumatra S t 1.559 1 559 0.088 0 088 0.081 0 081 0.015 0 015 0.011 0 011Perdagangan antarwilayah ke Jawa Jawa-Bali 0.158 1.599 0.097 0.201 0.158Perdagangan antarwilayah ke Kalimantan Kalimantan 0.023 0.056 1.480 0.068 0.022Perdagangan antarwilayah ke Sulawesi Sulawesi 0.002 0.008 0.005 1.460 0.028Perdagangan antarwilayah ke Indonesia Timur Kep. Timur 0.003 0.017 0.002 0.009 1.307Transaksi ekonomi hanya dalam wilayah, dan keterkaitan antarwilayah belum optimal.T k i k ih d l il h d k t k it t il hb l ti l dadang-solihin.blogspot.com 50
  • 50. Strategi dan Arah Kebijakan Umum Pengembangan Wilayah 2010-2014 2010-1. Mendorong p g pertumbuhan wilayah-wilayah p y y potensial di luar Jawa-Bali dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan di wilayah Jawa-Bali2. Meningkatan keterkaitan antarwilayah melalui peningkatan perdagangan antarwilayah untuk mendukung perekonomian domestik3. Meningkat daya saing daerah melalui pengembangan sektor- sektor unggulan di tiap wilayah4. Mendorong percepatan pembangunan daerat tertinggal, kawasan strategis dan cepat tumbuh, kawasan perbatasan, kawasan terdepan, kawasan terluar dan daerah rawan bencana5. Mendorong pengembangan wilayah laut dan sektor-sektor kelautan dadang-solihin.blogspot.com 51
  • 51. dadang-solihin.blogspot.com 52
  • 52. Proses Perencanaan Pendekatan Politik: Pemilihan Presiden/Kepala Daerah menghasilkan rencana pembangunan hasil proses politik (public choice theory of p planning), khususnya p j g) y penjabaran Visi dan Misi dalam RPJM/D. Proses Teknokratik: Menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah oleh lembaga atau satuan kerja yang secara fungsional bertugas untuk itu. Partisipatif: Dilaksanakan dengan melibatkan seluruh stakeholders, antara lain melalui Musrenbang. Proses top down dan bottom-up: top-down bottom up: Dilaksanakan menurut jenjang pemerintahan. dadang-solihin.blogspot.com 53
  • 53. Ruang Lingkup Perencanaan (UU25/2004) ua g g up e e ca aa (UU 5/ 00 ) NASIONAL DAERAH Dokumen Penetapan Dokumen Penetapan Rencana Pembangunan UU Rencana Pembangunan Perda Jangka Panjang Nasional (Ps. (Ps 13 Ayat 1) Jangka Panjang Daerah (Ps. (Ps 13 Ayat 2) (RPJP-Nasional) (RPJP-Daerah) Rencana Pembangunan Per Pres Rencana Pembangunan Peraturan KDH Jangka Menengah J k M h (Ps. 19 Ayat 1) Jangka Menengah D J k M h Daerah h (Ps. 19 Ayat 3) Nasional (RPJM-Daerah) (RPJM-Nasional) Renstra Kementerian / Peraturan Renstra Satuan Kerja Peraturan Lembaga (Renstra KL) Pimpinan KL Perangkat Daerah (Renstra Pimpinan SKPD (Ps. 19 Ayat 2) SKPD)) (Ps. 19 Ayat 4) Rencana Kerja Per Pres Rencana Kerja Pemerintah Peraturan KDH Pemerintah (RKP) (Ps. 26 Ayat 1) Daerah (RKPD) (Ps. 26 Ayat 2) Rencana Kerja Peraturan Rencana Kerja Satuan Kerja Peraturan Kementerian / Lembaga Pimpinan KL Perangkat Daerah (Renja Pimpinan SKPD (Renja KL) (Ps. 21 Ayat 1) SKPD) ( Ps. 21 Ayat 3) dadang-solihin.blogspot.com 54
  • 54. Syarat Dokumen Perencanaan y S.M.A.R.T1. Specific: Specific: Sifat dan tingkat kinerja dapat diidentifikasi dengan jelas;2. Measurable: Target kinerja dinyatakan dengan jelas dan terukur Measurable: baik bagi indikator kuantitif maupun kualitatif;3. Achievable: Target kinerja dapat dicapai terkait dengan Achievable: kapasitas dan sumber daya yang ada; p y y g ;4. Relevant: Relevant: Mencerminkan keterkaitan (relevansi) antara target output dalam rangka mencapai target outcome yang ditetapkan; serta antara target outcome dalam rangka mencapai target impact yang ditetapkan;5. Time Bond:5 Ti Bond B d: Waktu/periode W kt / i d pencapaian ki j dit t k i kinerja ditetapkan. dadang-solihin.blogspot.com 55
  • 55. Syarat PerencanaanHarus memiliki, mengetahui, dan memperhitungkan:H iliki t h i d hit k1. Tujuan akhir yang dikehendaki.2. Sasaran-sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya (yang mencerminkan pemilihan dari berbagai alternatif).3. Jangka waktu mencapai sasaran-sasaran tersebut.4. Masalah-masalah yang dihadapi.5. Modal atau sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya.6. kebijakan-kebijakan untuk melaksanakannya.7. Orang, organisasi, atau badan pelaksananya.8. Mekanisme monitoring, evaluasi, dan pengawasan pelaksanaannya. dadang-solihin.blogspot.com 56
  • 56. Perencanaan yang Ideal• Prinsip partisipatif: masyarakat yang akan memperoleh manfaat dari perencanaan harus turut serta dalam prosesnya.• Prinsip kesinambungan: perencanaan tidak hanya berhenti pada satu tahap; tetapi harus berlanjut sehingga menjamin adanya kemajuan terus-menerus dalam kesejahteraan dan terus menerus kesejahteraan, jangan sampai terjadi kemunduran.• Prinsip holistik: masalah dalam perencanaan dan p p pelaksanaannya tidak dapat hanya dilihat dari satu sisi (atau sektor) tetapi harus dilihat dari berbagai aspek, dan dalam keutuhan konsep secara keseluruhan keseluruhan.• Mengandung sistem yang dapat berkembang (a learning and adaptive system). system)• Terbuka dan demokratis (a pluralistic social setting). dadang-solihin.blogspot.com 57
  • 57. Fungsi/Manfaat Perencanaan• Sebagai penuntun arah• Minimalisasi ketidakpastian p• Minimalisasi inefisiensi sumberdaya• Penetapan standar dan pengawasan kualitas dadang-solihin.blogspot.com 58
  • 58. dadang-dadang-solihin.blogspot.com 59