Your SlideShare is downloading. ×
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Optimalisasi Kinerja  Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Optimalisasi Kinerja Perencanaan Pembangunan serta Monev Kinerja Akuntabilitas Pemda

2,788

Published on

Capacity Building Pemerintah Daerah di Dhyana Pura Hotel-Seminyak Denpasar, 30 Mei 2011 …

Capacity Building Pemerintah Daerah di Dhyana Pura Hotel-Seminyak Denpasar, 30 Mei 2011

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
2,788
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
579
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. dadang-solihin.blogspot.com 2
  • 2. Nama : Dadang Solihin Tempat/Tgl Lahir : Bandung 6 November 1961 Pekerjaan : Direktur Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah g Bappenas Alamat Kantor : Jl. Taman Suropati No. 2 Jakarta J k t 10310 Telp/Fak Kantor : (021) 392 6248 HP : 0812 932 2202 Email : dadangsol@yahoo.com Website : http://dadang-solihin.blogspot.comdadang-solihin.blogspot.com 3
  • 3. Materi• Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN)• Penajaman Visi-Misi: Perumusan Positioning Differentiation Brand (PDB)• Perencanaan Pembangunan Daerah• Kegagalan Perencanaan• Evaluasi Kinerja Pembangunan• Reformasi Sistem Penganggaran• Indikator Kinerja dadang-solihin.blogspot.com 4
  • 4. dadang-solihin.blogspot.com 5
  • 5. Apa itu SPPNSPPN adalah Satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan Untuk menghasilkan rencana- rencana pembangunan dalam jangka panjang jangka panjang, menengah, dan tahunan Yang dilaksanakan oleh unsur g penyelenggara negara dan masyarakat di tingkat pusat dan daerah. daerah dadang-solihin.blogspot.com 6
  • 6. Tujuan SPPN j1. Mendukung k di1 M d k koordinasi antar-pelaku pembangunan. i t l k b2. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar-Daerah, antar-ruang, antar-waktu, antar-fungsi pemerintah maupun antara Pusat dan Daerah.3. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan.4. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat.5. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, e e t , be ead a , da be e a juta e s e , efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan. dadang-solihin.blogspot.com 7
  • 7. Proses Perencanaan Pendekatan Politik: Pemilihan Presiden/Kepala Daerah menghasilkan rencana pembangunan hasil proses politik (public choice theory of p planning), khususnya p j g) y penjabaran Visi dan Misi dalam RPJM/D. Proses Teknokratik: Menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah oleh lembaga atau satuan kerja yang secara fungsional bertugas untuk itu. Partisipatif: Dilaksanakan dengan melibatkan seluruh stakeholders, antara lain melalui Musrenbang. Proses top down dan bottom-up: top-down bottom up: Dilaksanakan menurut jenjang pemerintahan. dadang-solihin.blogspot.com 8
  • 8. Ruang Lingkup Perencanaan (UU25/2004) NASIONAL DAERAH Dokumen Penetapan Dokumen PenetapanRencana Pembangunan UU Rencana Pembangunan PerdaJangka Panjang Nasional (Ps. (Ps 13 Ayat 1) Jangka Panjang Daerah (Ps. (Ps 13 Ayat 2)(RPJP-Nasional) (RPJP-Daerah)Rencana Pembangunan Per Pres Rencana Pembangunan Peraturan KDHJangka MenengahJ k M h (Ps. 19 Ayat 1) Jangka Menengah D J k M h Daerah h (Ps. 19 Ayat 3)Nasional (RPJM-Daerah)(RPJM-Nasional)Renstra Kementerian / Peraturan Renstra Satuan Kerja PeraturanLembaga (Renstra KL) Pimpinan KL Perangkat Daerah (Renstra Pimpinan SKPD (Ps. 19 Ayat 2) SKPD)) (Ps. 19 Ayat 4)Rencana Kerja Per Pres Rencana Kerja Pemerintah Peraturan KDHPemerintah (RKP) (Ps. 26 Ayat 1) Daerah (RKPD) (Ps. 26 Ayat 2)Rencana Kerja Peraturan Rencana Kerja Satuan Kerja PeraturanKementerian / Lembaga Pimpinan KL Perangkat Daerah (Renja Pimpinan SKPD(Renja KL) (Ps. 21 Ayat 1) SKPD) ( Ps. 21 Ayat 3) dadang-solihin.blogspot.com 9
  • 9. Dari RPJP sampai APBD p 20 Tahunan 5 Tahunan Tahunan Pedoman Pedoman Renstra Renja - Rincian RKA-KL Pusa Peme KL KL APBN at erintah Pedoman Diacu Dijabar Pedoman Pedoman RPJP RPJM kan RKP RAPBN APBN Nasional NasionalDiacu Diperhatikan Diserasikan melalui Musrenbang Pedoman Pedoman RPJP RPJM Dijabar RKP kan RAPBD APBD Daerah Daerah Daerah Daerah Peme Pedoman P d Diacu Di erintah Pedoman Pedoman Renstra Renja - RKA - Rincian SKPD SKPD SKPD APBD UU SPPN UU KN dadang-solihin.blogspot.com 10
  • 10. dadang-solihin.blogspot.com 11
  • 11. Positioning Differentiation Brand (PDB) g ( ) POSITIONING DIFFERENTIATION BRAND dadang-solihin.blogspot.com 12
  • 12. PDB Triangle: Provinsi Gorontalo g Brand Integrity POSITIONING DIFFERENTIATION Agro Bisnis Provinsi Jagung Jagung BRAND Visi Provinsi Gorontalo dadang-solihin.blogspot.com 13
  • 13. dadang-solihin.blogspot.com 14
  • 14. PDB Triangle: Kabupaten Lamongan g p g Brand Integrity POSITIONING DIFFERENTIATION p g Kabupaten dengan j Pelajaran Bahasa pemerintahan Mandarin di Sekolah entrepreneurship dan Pesantren BRAND Visi Kabupaten Lamongan dadang-solihin.blogspot.com 15
  • 15. dadang-solihin.blogspot.com 16
  • 16. PDB Triangle: Kota Sawahlunto g Brand Integrity POSITIONING DIFFERENTIATION Kota Pariwisata , Lokasi Historis Kuno, Budaya DaerahPertambangan Pertambangan Batu Bara, Lahan Alami BRAND Visi Kota Sawahlunto dadang-solihin.blogspot.com 17
  • 17. dadang-solihin.blogspot.com 18
  • 18. dadang-solihin.blogspot.com 19
  • 19. Persyaratan Dokumen Perencanaan: Perencanaan: SMART SPECIFIC-jelas, tidak mengundang multi interpretasi MEASUREABLE-dapat diukur (“What gets measured g gets managed”) g ) ACHIEVABLE-dapat dicapai (reasonable cost using and appropriate collection method) RELEVANT (information needs of the people who will use the data) TIMELY-tepat waktu (collected and reported at the right time to influence many manage decision) dadang-solihin.blogspot.com 20
  • 20. Syarat PerencanaanHarus memiliki, mengetahui, dan memperhitungkan:H iliki t h i d hit k1. Tujuan akhir yang dikehendaki.2. Sasaran-sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya (yang mencerminkan pemilihan dari berbagai alternatif).3. Jangka waktu mencapai sasaran-sasaran tersebut.4. Masalah-masalah yang dihadapi.5. Modal atau sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya.6. kebijakan-kebijakan untuk melaksanakannya.7. Orang, organisasi, atau badan pelaksananya.8. Mekanisme monitoring, evaluasi, dan pengawasan pelaksanaannya. dadang-solihin.blogspot.com 21
  • 21. Fungsi/Manfaat Perencanaan• Sebagai penuntun arah• Minimalisasi ketidakpastian p• Minimalisasi inefisiensi sumberdaya• Penetapan standar dan pengawasan kualitas dadang-solihin.blogspot.com 22
  • 22. Apa Itu Pembangunan?Pembangunan adalah: Tujuan Pembangunan: proses perubahan ke 1. 1 Peningkatan standar hidup (levels arah kondisi yang lebih of living) setiap orang, baik baik pendapatannya, tingkat konsumsi pangan, sandang, papan, pangan sandang papan pelayanan melalui upaya yang kesehatan, pendidikan, dll. dilakukan secara 2. Penciptaan berbagai kondisi y g p g yang terencana. t memungkinkan tumbuhnya rasa percaya diri (self-esteem) setiap orang. orang 3. Peningkatan kebebasan (freedom/democracy) setiap orang. Todaro, 2000 dadang-solihin.blogspot.com 23
  • 23. How? Ho ?1. Mengurangi disparitas atau ketimpangan pembangunan  antar daerah  antar sub daerah  antar warga masyarakat (p g y (pemerataan dan keadilan). )2. Memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.3. Menciptakan atau menambah lapangan kerja. p p g j4. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat daerah.5. Mempertahankan atau menjaga kelestarian sumber daya alam p j g y agar bermanfaat bagi generasi sekarang dan generasi masa datang (berkelanjutan). dadang-solihin.blogspot.com 24
  • 24. Tantangan dalam Pembangunan Daerah g g • Mengurangi Sarana dan Prasarana yang P ketimpangan memadai dan • Memberdayakan berkualitas masyarakat • Mengentaskan kemiskinan. • Menambah lapangan kerja. Dunia usaha yg • Menjaga kelestarian kondusif SDA Pemanfaatan sumber daya secara berkualitas Koordinasi yang semakin baik antar stakeholdersPeningkatan kapasitas SDM dadang-solihin.blogspot.com 25
  • 25. PEMBANGUNAN DAERAH PEMBANGUNAN DI DAERAH Upaya terencana untuk Upaya untuk memberdayakan meningkatkan kapasitas masyarakat di seluruh daerah Pemerintahan Daerah Sehingga tercipta suatu Sehingga tercipta suatu S hi t i t t kemampuan yang andal dan lingkungan yang memungkinkan p profesional dalam: masyarakat untuk: y Memberikan pelayanan kepada  M ik ti k lit k hid Menikmati kualitas kehidupan masyarakat, yang lebih baik, maju, dan tenteram,, M Mengelola sumber d l l b daya  Peningkatan harkat, martabat, ekonomi daerah. dan harga diri. dadang-solihin.blogspot.com 26
  • 26. PEMBANGUNAN DAERAH Dilaksanakan Melalui:Penguatan Otonomi Pengelolaan Good Governance Daerah Sumberdaya Keseimbangan Peran Tiga Pilar K i b P Ti Pil Pemerintahan P i t h Dunia U h D i Usaha Masyarakat M k t Menjalankan danmenciptakan lingkungan Mewujudkan penciptaan Penciptaan interaksipolitik dan hukum yang lapangan kerja dan sosial, ekonomi dan kondusif bagi unsur- pendapatan. politik. unsur lain. dadang-solihin.blogspot.com 27
  • 27. Pergeseran Paradigma: From Government to Governance Government Governance M b ik h k ekslusif b i Memberikan hak k l if bagi  P Persoalan-persoalan publik l l blik negara untuk mengatur hal-hal adalah urusan bersama publik, pemerintah, civil society dan Aktor di luarnya hanya dapat dunia usaha sebagai tiga aktor disertakan sejauh negara utama. mengijinkannya. mengijinkannya dadang-solihin.blogspot.com 28
  • 28. Pelaku Pembangunan: g Paradigma Governance Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat yang bersendikan transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dsb. Tenaga Kerja Kontrol Kontrol Dunia Usaha Pemerintah y Masyarakat Swasta S t Nilai Redistibusi Pertumbuhan Melalui Pelayanan Pasar Apabila sendi-sendi tersebut dipenuhi, maka Governance akan Good. Good dadang-solihin.blogspot.com 29
  • 29. Model Go ernance Governance Sektor Swasta Sektor Publik Sektor Ketiga Tingkat Perusahaan Organisasi LSMSupranasional transnasional Antar Pemerintah Internasional Tingkat Perusahaan P h Ormas/LSM Nasional Nasional GOVERNANCE Nasional Tingkat Perusahaan Pemerintah LSM Lokal Subnasional Lokal Lokal (Kamarack and Nye Jr., 2002) dadang-solihin.blogspot.com 30
  • 30. Pelaku Pembangunan: Stakeholders g STATE CITIZENS Executive i organized into: i di t Judiciary Community-based organizations g Legislature Non-governmental organizations Professional Associations Public service Religious groups Military Women’s groups Police Media BUSINESS Small / medium / large enterprises Multinational Corporations Financial institutions Fi i l i tit ti Stock exchange dadang-solihin.blogspot.com 31
  • 31. Troikadadang-solihin.blogspot.com 32
  • 32. Troika: Pola Hubungan antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat Swasta Masyarakat, Bangsa, dan Negara Masyarakat VISI PemerintahGood Governance Dunia Usaha dadang-solihin.blogspot.com 33
  • 33. Sinergitas Stakeholders dadang-solihin.blogspot.com 34
  • 34. Sinergitas Stakeholders dadang-solihin.blogspot.com 35
  • 35. dadang-solihin.blogspot.com 36
  • 36. 1/4 Kegagalan Perencanaan Penyusunan perencanaan tidak tepat, mungkin karena:  informasinya kurang lengkap,  metodologinya belum dikuasai,  perencanaannya tid k tidak realistis sehingga tidak mungkin p g pernah bisa terlaksana  pengaruh politis terlalu besar sehingga pertimbangan- pertimbangan teknis perencanaan diabaikan diabaikan. dadang-solihin.blogspot.com 37
  • 37. Kegagalan Perencanaan g g 2/4 Perencanaannya mungkin baik, tetapi pelaksanaannya tidak seperti seharusnya. seharusnya  kegagalan terjadi karena tidak berkaitnya perencanaan dengan pelaksanaannya. pelaksanaannya  aparat pelaksana tidak siap atau tidak kompeten,  masyarakat tidak punya kesempatan berpartisipasi sehingga tidak mendukungnya. dadang-solihin.blogspot.com 38
  • 38. 3/4 Kegagalan Perencanaan Perencanaan mengikuti paradigma yang ternyata tidak sesuai dengan kondisi dan perkembangan serta tidak dapat mengatasi masalah mendasar negara be e ba g e gatas asa a e dasa ega a berkembang.  Misalnya, orientasi semata-mata semata mata pada pertumbuhan yang menyebabkan makin melebarnya kesenjangan.  Dengan demikian, yang keliru bukan k li b k semata-mata t t perencanaannya, tetapi falsafah atau konsep di balik perencanaan itu. dadang-solihin.blogspot.com 39
  • 39. 4/4 Kegagalan Perencanaan Karena perencanaan diartikan sebagai pengaturan total kehidupan manusia sampai yang paling kecil sekalipun.  Perencanaan di sini tidak memberikan kesempatan berkembangnya p p g y prakarsa individu dan pengembangan kapasitas serta potensi masyarakat secara penuh.  Sistem ini bertentangan dengan hukum penawaran dan permintaan karena pemerintah mengatur semuanya semuanya.  Perencanaan seperti inilah yang disebut sebagai sistem p g perencanaan terpusat p (centrally planned system). dadang-solihin.blogspot.com 40
  • 40. Sistem Perencanaan yang Berhasil• Sistem perencanaan yang mendorong berkembangnya mekanisme pasar dan peran serta masyarakat.• Dalam sistem ini perencanaan dilakukan dengan menentukan sasaran-sasaran secara garis g besar.• Pelaku utamanya adalah masyarakat dan usaha swasta. dadang-solihin.blogspot.com 41
  • 41. Perencanaan yang Ideal• Prinsip partisipatif: masyarakat yang akan memperoleh manfaat dari perencanaan harus turut serta dalam prosesnya.• Prinsip kesinambungan: perencanaan tidak hanya berhenti pada satu tahap; tetapi harus berlanjut sehingga menjamin adanya kemajuan terus-menerus dalam kesejahteraan dan terus menerus kesejahteraan, jangan sampai terjadi kemunduran.• Prinsip holistik: masalah dalam perencanaan dan p p pelaksanaannya tidak dapat hanya dilihat dari satu sisi (atau sektor) tetapi harus dilihat dari berbagai aspek, dan dalam keutuhan konsep secara keseluruhan keseluruhan.• Mengandung sistem yang dapat berkembang (a learning and adaptive system). system)• Terbuka dan demokratis (a pluralistic social setting). dadang-solihin.blogspot.com 42
  • 42. dadang-dadang-solihin.blogspot.com 43
  • 43. dadang-solihin.blogspot.com 44
  • 44. Evaluasi Memberikan Informasi mengenai:E l i M b ik I f i i  Strategi Apakah yang dilakukan sudah benar?  Operasi Apakah cara yang ditempuh sudah benar?  Pembelajaran Apakah d A k h ada cara yang l bih b ik? lebih baik? dadang-solihin.blogspot.com 45
  • 45. Jenis Evaluasi menurut waktu pelaksanaanTahap Perencanaan (ex-ante): dilakukan sebelum ditetapkannya rencana pembangunan untuk memilih dan menentukan:1. skala prioritas dari berbagai alternatif dan p g2. kemungkinan cara mencapai tujuan yang telah dirumuskan sebelumnyaTahap Pelaksanaan (on-going) Dilaksanakan pada saat pelaksanaan program sudah selesai Bertujuan untuk menilai hasil pelaksanaan program Temuan utama berupa capaian-capaian dari pelaksanaan program capaian capaianTahap Pasca-Pelaksanaan (ex-post) dilaksanakan setelah pelaksanaan rencana berakhir untuk melihat apakah pencapaian (output/ outcome/ impact) program mampu mengatasi masalah pembangunan yang ingin dipecahkan untuk menilai: t k il i1. efisiensi (keluaran dan hasil dibandingkan masukan),2. efektivitas (hasil dan dampak terhadap sasaran), ataupun3.3 manfaat (dampak terhadap kebutuhan) dari suatu program program. dadang-solihin.blogspot.com 46
  • 46. Jenis Evaluasi menurut tujuan• Evaluasi proses: Mengkaji bagaimana program berjalan dengan fokus pada masalah penyampaian pelayanan (service delivery).• Evaluasi biaya-manfaat: Mengkaji biaya p g g j y program relatif terhadap alternatif p penggunaan sumberdaya & manfaat dari program.• Evaluasi dampak: Mengkaji apakah program memberikan pengaruh yg diinginkan terhadap individu, rumahtangga, masyarakat, & kelembagaan. dadang-solihin.blogspot.com 47
  • 47. Mengapa Perlu Melakukan Evaluasi?• Alasan Ekonomi – Memperbaiki desain & keefektifan program – Realokasi sumberdaya dari program yang k kurang k yang l bih efektif ke lebih f ktif• Alasan Sosial – M i k tk transparansi & Meningkatkan t i akuntabilitas• Alasan Politik – Meningkatkan kredibilitas p g pengambilan keputusan p dadang-solihin.blogspot.com 48
  • 48. Pengertian• Pengendalian: R P d li Rangkaian k i t manajemen untuk k i kegiatan j t k menjamin agar suatu program/kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan rencana yang ditetapkan.• Monitoring: Kegiatan mengamati perkembangan pelaksanaan rencana pembangunan, mengidentifikasi, serta mengantisipasi permasalahan akan timbul untuk dapat diambil tindakan sedini mungkin.• Evaluasi: Rangkaian kegiatan membandingkan realisasi masukan (input), keluaran (output), dan hasil (outcome) terhadap t h d rencana d standar. dan t d• Perencanaan: Proses untuk menentukan tindakan masa depan yang t d tepat, melalui urutan pilihan, d t l l i t ilih dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. dadang-solihin.blogspot.com 49
  • 49. Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Tahunan Menteri/ Laporan Evaluasi Kepala Lembaga Evaluasi Renja-KL Evaluasi Pelaksanaan P l k Renja-KL 2 Bulan setelah anggaran berakhir Laporan Evaluasi Menteri RKP Pelaksanaan Evaluasi Evaluasi Perencanaan RKPMasukan Evaluasi : indikator dan sasaran kinerja kegiatan dan/atau program dadang-solihin.blogspot.com 50
  • 50. Evaluasi PelaksanaanRencana Pembangunan Jangka Menengah Menteri/ Laporan Evaluasi Evaluasi Renstra-KL Evaluasi Pelaksanaan Kepala Lembaga Renstra-KL 4 Bulan sebelum RPJMN berakhir Laporan Evaluasi Menteri M t i RPJMN Pelaksanaan Evaluasi Evaluasi Perencanaan RPJMN Usul Perubahan ProgramMasukan Evaluasi : indikator dan sasaran kinerja kegiatan dan/atau program dadang-solihin.blogspot.com 51
  • 51. dadang-solihin.blogspot.com 52
  • 52. Perubahan Paradigma Penganggaran g g gg 1/2 PARADIGMA LAMA PARADIGMA BARUVisi: Visi: Melaksanakan rencana  Melaksanakan program kerja pembangunan lima tahunan Presiden/KDH terpilih berdasarkan GBHNMisi: Misi: Penyelenggaraan p y gg pemerintahan  Pelaksanaan kerangka regulasi, g g , umum dan pembangunan kerangka investasi, dan Penganggaran berdasarkan pelayanan publik yang di pendekatan menurut pengeluaran tuangkan dalam RKP/D rutin dan pengeluaran  Anggaran disusun berdasarkan pembangunan RKP/D dengan mempertimbang mempertimbang- kan kemampuan keuangan negara dadang-solihin.blogspot.com 53
  • 53. 2/2Perubahan Paradigma PenganggaranP b h P di P Paradigma Lama Paradigma Baru Penganggaran dengan Pendekatan:Penganggaran Berbasis: 1. Penganggaran Berbasis1.1 Pengeluaran Rutin Kinerja2. Pengeluaran 2. Kerangka Penganggaran Pembangunan Jangka Menengah 3. Anggaran Terpadu dadang-solihin.blogspot.com 54
  • 54. Penganggaran Berbasis Kinerja (PBK)Tujuan 1. Menunjukan keterkaitan antara pendanaan dan prestasi kinerja yang akan dicapai (directly linkages between performance and budget); 2. 2 Meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam Tujuan penganggaran (operational efficiency); 3. Meningkatkan fleksibilitas dan akuntabilitas unit kerja dalam melaksanakan tugas dan pengelolaan anggaran (more flexibility and accountability).Landasan 1. 1 Alokasi anggaran berorientasi pada kinerja (outputKonseptual and outcome oriented); 2. Fleksibilitas pengelolaan anggaran dengan tetap p g gg g p Landasan menjaga prinsip akuntabilitas (let the managerKonseptual manages); 3. 3 Alokasi anggaran program/kegiatan didasarkan pada tugas-fungsi unit kerja yang dilekatkan pada stuktur organisasi (Money follow function). dadang-solihin.blogspot.com 55
  • 55. Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (KPJM) g g g g ( ) Tujuan 1. 1 Pengalokasian sumber daya anggaran yang lebih efisien (allocative efficiency) 2. Meningkatkan kualitas perencanaan penganggaran (to improve quality of planning) Tujuan 3. Lebih fokus terhadap pilihan kebijakan prioritas (best p policy option) y p ) 4. Meningkatkan disiplin fiskal (fiscal dicipline) 5. Menjamin adanya kesinambungan fiskal (fiscal sustainability) t i bilit ) Landasan 1. Penerapan sistem rolling budget Konseptual 2. 2 Mempunyai baseline (angka dasar) Landasan 3. Adanya mekanisme penyesuaian angka dasar Konseptual 4. Penetapan Parameter 5. Adanya mekanisme usulan tambahan anggaran bagi kebijakan baru (additional budget for new initiatives) dadang-solihin.blogspot.com 56
  • 56. Penganggaran Secara Terpadu P S T d• Semua kegiatan instansi pemerintah disusun secara terpadu, termasuk mengintegrasikan anggaran belanja rutin dan anggaran belanja pembangunan.• Tahapan yang diperlukan sebagai bagian upaya jangka panjang untuk membawa penganggaran menjadi lebih t t k b j di l bih transparan, d dan memudahkan penyusunan dan pelaksanaan anggaran yang berorientasi kinerja. j• Dalam kaitan dengan menghitung biaya input dan menaksir kinerja program, sangat penting untuk mempertimbangkan secara simultan biaya secara keseluruhan, baik yang bersifat investasi maupun biaya yang bersifat operasional. dadang-solihin.blogspot.com 57
  • 57. KPJM : Ilustrasi dan Cara Kerja Rolling Budget Implikasi anggaran 2011 2012 2013 2014 Kebijakan ditetapkan sbg baseline Prakiraan P ki Prakiraan P ki (R)APBN Maju Maju KPJM Prakiraan Prakiraan APBN RAPBN Maju Maju 2011 2012 TA 2011 dan 2013 2014 KPJM 2012 - 2014 T0 T+1 T+2 T+3 P ki Prakiraan P ki PrakiraanREALISASI APBN RAPBN TA 2012 dan Maju Maju 2011 2012 2013 KPJM 2013 - 2015 2014 2015 T-1 T1 T0 T+1 T 1 T+2 T 2 T+3 T 3 www.dadangsolihin.com 58
  • 58. Penghitungan Prakiraan Maju dalam KPJM Angka Prakiraan Maju untuk tahun- tahun tahun berikutnya dihitung berdasarkan: • alokasi anggaran pada tahun berjalan Kegiatan • disesuaikan dengan tingkat inflasi On-going yang digunakan dalam APBN Prakiraan Maju Angka Prakiraan Maju Multi- untuk tahun tahun tahun-tahun years berikutnya dihitung Project berdasarkan formula/ Kegiatan model yang telah Ad-hoc Ad h ditetapkan sesuai dengan karakteristikCatatan : Target g masing-masing gHasil penghitungan prakiraan maju akan Tahunan kegiatanmenjadi baseline pada tahun ybs. yg berbeda www.dadangsolihin.com 59
  • 59. dadang-solihin.blogspot.com 60
  • 60. Pengertian Indikator Indikator adalah variabel-variabel yang mengindikasi atau memberi y g g petunjuk kepada kita tentang suatu keadaan tertentu, sehingga dapat digunakan untuk mengukur perubahan (Green, 1992). dadang-solihin.blogspot.com 61
  • 61. Pengertian Kinerja Gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi, dan visi organisasi (LAN, 1999:3) Outcome hasil kerja keras organisasi dalam mewujudkan tujuan stratejik yang dit t k organisasi, kepuasan pelanggan serta t t jik ditetapkan i i k l t kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi masyarakat (Kane dan Johnson, 1995) , ) Perilaku berkarya, penampilan atau hasil karya. Oleh karena itu kinerja merupakan bentuk bangunan yang multi dimensional, sehingga cara mengukurnya sangat bervariasi tergantung pada banyak faktor (Bates dan Holton 1995). dadang-solihin.blogspot.com 62
  • 62. Pengertian Indikator Kinerja P ti I dik t Ki j Indikator Kinerja adalah uraian ringkas dengan menggunakan ukuran kuantitatif atau kualitatif yang mengindikasikan pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah disepakati dan ditetapkanKEGUNAAN dasar penilaian kinerja, baik dalam tahap perencanaan (ex-ante), p pelaksanaan (on-going), maupun setelahnya (ex-post) ( g g), p y ( p ) petunjuk kemajuan dalam rangka mencapai tujuan atau sasaran dadang-solihin.blogspot.com 63
  • 63. Fungsi F ngsi Indikator Kinerja• Memperjelas tentang; what, how, who, and when suatu kegiatan dilaksanakan• Menciptakan konsensus yang dibangun oleh stakeholders• Membangun dasar pengukuran, analisis, dan evaluasi kinerja pengukuran analisis program pembangunan dadang-solihin.blogspot.com 64
  • 64. Kedudukan Indikator Kinerja PemantauanPerencanaan Pelaksanaan dan Evaluasi Indikator Kinerja Kualitatif Kuantitatif Sasaran dan Tujuan dadang-solihin.blogspot.com 65
  • 65. 1/3 1/3Kriteria PK it i Penyusunan Indikator Kinerja I dik t Ki j1. Relevant: indikator terkait secara logis dan langsung dengan tugas institusi, serta realisasi tujuan dan sasaran strategis institusi;2. Well-defined: definisi indikator jelas dan tidak bermakna ganda sehingga mudah untuk dimengerti dan digunakan;3. Measurable: indikator yang digunakan diukur dengan skala penilaian tertentu yang disepakati, dapat berupa pengukuran secara kuantitas, kuantitas kualitas atau harga harga. – Indikator Kuantitas diukur dengan satuan angka dan unit – Contoh Indikator Kuantitas: jumlah penumpang internasional yang masuk melalui pelabuhan udara dan pelabuhan laut. dadang-solihin.blogspot.com 66
  • 66. 2/3Kriteria PK it i Penyusunan Indikator Kinerja I dik t Ki j – Indikator Kualitas menggambarkan kondisi atau keadaan tertentu yang ingin dicapai (melalui penambahan informasi tentang skala/tingkat pelayanan yang dihasilkan) – Contoh Indikator Kualitas: Proporsi kedatangan penumpang internasional yang diproses melalui imigrasi dalam waktu 30 menit. – Indikator Harga mencerminkan kelayakan biaya yang diperlukan untuk mencapai sasaran kinerja. – Contoh Indikator Harga: Biaya pemrosesan imigrasi per penumpang.4. Appropriate: indikator yang dipilih harus sesuai dengan upaya peningkatan pelayanan/kinerja i k t l /ki j dadang-solihin.blogspot.com 67
  • 67. 3/3Kriteria PK it i Penyusunan Indikator Kinerja I dik t Ki j5. Reliable: indikator yang digunakan akurat dan dapat mengikuti perubahan tingkatan kinerja;6. Verifiable: memungkinkan proses validasi dalam sistem yang digunakan untuk menghasilkan indikator;7. Cost-effective: kegunaan indikator sebanding dengan biaya pengumpulan data. dadang-solihin.blogspot.com 68
  • 68. Logic Model Theory g y Hasil pembangunan yang Apa yang ingin DAMPAK diperoleh dari pencapaian outcome diubah Manfaat yang diperoleh dalam jangka menengah untuk Apa yang ingin OUTCOME unan beneficieries tertentu sebagai dicapai hasil dari output etode Penyusu Apa yang dihasilkan Produk/barang/jasa akhir yang OUTPUT (barang) atau dihasilkan P dilayani ( dl (jasa) ) Proses/kegiatanMe menggunakan input Apa yang KEGIATAN menghasilkan output yang dikerjakan diinginkan Metode Pelaksanaan Sumberdaya yang memberikan Apa yang INPUT kontribusi dalam digunakan dalam menghasilkan output j bekerja dadang-solihin.blogspot.com Sumber : Framework for Managing Programme Performance Information, National Treasury, Republic of South Africa, May 2007 69
  • 69. Indikator Ki I dik t Kinerja INPUT j• Indikator ini mengukur jumlah sumberdaya seperti anggaran (dana), SDM, peralatan, material, dan masukan lainnya yang dipergunakan untuk melaksanakan kegiatan.• Dengan meninjau distribusi sumberdaya dapat dianalisis apakah alokasi sumberdaya yang di iliki t l h sesuai d l k i b d dimiliki telah i dengan rencana stratejik yang ditetapkanContoh:• Jumlah dana yang dibutuhkan• Tenaga yang terlibat• Peralatan yang digunakan• Jumlah bahan yang digunakan dadang-solihin.blogspot.com 70
  • 70. Indikator Kinerja OUTPUT• Indikator Keluaran dijadikan landasan untuk menilai kemajuan suatu kegiatan apabila tolok ukur dik i k d k i bil l k k dikaitkan dengan sasaran k ikegiatan yang terdefinisi dengan baik dan terukur.• Oleh karena itu indikator ini harus sesuai dengan lingkup dan sifat kegiatan instansi.Contoh:• Jumlah jasa/kegiatan yang direncanakan – Jumlah orang yang diimunisasi/ vaksinasi – Jumlah permohonan yang diselesaikan – Jumlah pelatihan/ peserta pelatihan – Jumlah jam latihan dalam sebulan• Jumlah barang yang akan dibeli/dihasilkan – Jml pupuk/obat/bibit yang dibeli – Jumlah komputer yang dibeli – Jumlah gedung/jembatan yg dibangun – meter panjang jalanyang dibangun/rehab dadang-solihin.blogspot.com 71
  • 71. Indikator Ki I dik t Kinerja OUTCOME j• Pengukuran indikator Hasil seringkali rancu dengan pengukuran indikator Keluaran.• Indikator outcome lebih utama daripada sekedar output. Walaupun produk telah berhasil dicapai dengan baik, belum tentu secara outcome kegiatan telah t t k i t t l h tercapai. i• Outcome menggambarkan tingkat pencapaian atas hasil lebih tinggi yang mungkin menyangkut kepentingan banyak pihak pihak.• Dengan indikator outcome instansi dapat mengetahui apakah hasil y g yang telah diperoleh dalam bentuk output memang dapat p p g p dipergunakan sebagaimana mestinya dan memberikan kegunaan yang besar bagi masyarakat. dadang-solihin.blogspot.com 72
  • 72. Contoh: Ukuran Kinerja Indikator Outcome• Jumlah/ % hasil langsung dari kegiatan – Tingkat Pemahaman peserta terhadap materi pelatihan – tingkat kepuasan dari pemohon/pasien (costumer) – kemenangan tim dlm setiap pertandingan• Peningkatan langsung hal-hal yg positif – kenaikan prestasi kelulusan siswa – peningkatan daya tahan bangunan – Penambahan daya tampung siswa y p g• Penurunan langsung hal-hal yang negatif – Penurunan Tingkat Kemacetan – Penurunan Tingkat Pelanggaran Lalu lintas dadang-solihin.blogspot.com 73
  • 73. Indikator Ki I dik t Kinerja IMPACT j• Indikator ini memperlihatkan pengaruh yang ditimbulkan dari manfaat yang diperoleh dari hasil kegiatan.• Seperti halnya indikator manfaat indikator dampak juga baru dapat manfaat, diketahui dalam jangka waktu menengah dan panjang.• Indikator dampak menunjukkan dasar pemikiran mengapa kegiatan dilaksanakan, menggambarkan aspek makro pelaksanaan kegiatan, tujuan kegiatan secara sektoral, regional dan nasional.Contoh:• Peningkatan hal yg positif dlm jk panjang – % Kenaikan Pendapatan p p perkapita masyarakat p y – Peningkatan cadangan pangan – Peningkatan PDRB sektor tertentu• Penurunan hal yang negatif dlm jk panjang – Penurunan Tingkat kemiskinan – Penurunan Tingkat Kematian g dadang-solihin.blogspot.com 74
  • 74. dadang-dadang-solihin.blogspot.com 75

×