• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Mengurangi Tingkat Kemiskinan di Daerah
 

Mengurangi Tingkat Kemiskinan di Daerah

on

  • 2,427 views

Capacity Building DPRD Kabupaten Pangkep di Ibis Kemayoran Hotel-Jakarta, 10 Juli 2012

Capacity Building DPRD Kabupaten Pangkep di Ibis Kemayoran Hotel-Jakarta, 10 Juli 2012

Statistics

Views

Total Views
2,427
Views on SlideShare
2,376
Embed Views
51

Actions

Likes
1
Downloads
186
Comments
2

3 Embeds 51

http://aksarafirdaus.blogspot.com 31
http://tofindtheworld.blogspot.com 17
http://sarvirawantheworld.blogspot.com 3

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

12 of 2 previous next

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Mengurangi Tingkat Kemiskinan di Daerah Mengurangi Tingkat Kemiskinan di Daerah Presentation Transcript

    • dadang-solihin.blogspot.com 2
    • Nama : Dr. Dadang Solihin, SE, MATempat/Tgl Lahir : Bandung 6 November 1961Pekerjaan : Direktur Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah BappenasAlamat Kantor : Jl. Taman Suropati No. 2 Jakarta 10310Telp/Fak Kantor : (021) 392 6248HP : 0812 932 2202PIN BB : 277878F0Email : dadangsol@yahoo.comWebsite : http://dadang-solihin.blogspot.com dadang-solihin.blogspot.com 3
    • Materi• Tujuan dan Permasalahan Pembangunan Daerah• Permasalahan dan Tantangan Kemiskinan di Indonesia• Program Penurunan Kemiskinan dadang-solihin.blogspot.com 4
    • dadang-solihin.blogspot.com 5
    • Apa Itu Pembangunan?Pembangunan adalah: Tujuan Pembangunan: proses perubahan ke arah 1. Peningkatan standar hidup (levels of kondisi yang lebih baik living) setiap orang, baik pendapatannya, tingkat konsumsi pangan, sandang, melalui upaya yang papan, pelayanan kesehatan, pendidikan, dilakukan secara dll. terencana. 2. Penciptaan berbagai kondisi yang memungkinkan tumbuhnya rasa percaya diri (self-esteem) setiap orang. 3. Peningkatan kebebasan (freedom/democracy) setiap orang. Todaro, 2000 dadang-solihin.blogspot.com 6
    • How?1. Mengurangi disparitas atau ketimpangan pembangunan  antar daerah  antar sub daerah  antar warga masyarakat (pemerataan dan keadilan).2. Memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.3. Menciptakan atau menambah lapangan kerja.4. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat daerah.5. Mempertahankan atau menjaga kelestarian sumber daya alam agar bermanfaat bagi generasi sekarang dan generasi masa datang (berkelanjutan). dadang-solihin.blogspot.com 7
    • Tantangan dalam Pembangunan Daerah • Mengurangi Sarana dan ketimpangan Prasarana yang memadai dan • Memberdayakan berkualitas masyarakat • Mengentaskan kemiskinan. • Menambah lapangan kerja. Dunia usaha yg • Menjaga kelestarian kondusif SDA Pemanfaatan sumber daya secara berkualitas Koordinasi yang semakin baik antar stakeholdersPeningkatan kapasitas SDM dadang-solihin.blogspot.com 8
    • PEMBANGUNAN DAERAH PEMBANGUNAN DI DAERAH Upaya terencana untuk Upaya untuk memberdayakan meningkatkan kapasitas masyarakat di seluruh daerah Pemerintahan Daerah Sehingga tercipta suatu Sehingga tercipta suatu kemampuan yang andal dan lingkungan yang memungkinkan profesional dalam: masyarakat untuk: Memberikan pelayanan kepada  Menikmati kualitas kehidupan masyarakat, yang lebih baik, maju, dan tenteram, Mengelola sumber daya  Peningkatan harkat, martabat, ekonomi daerah. dan harga diri. dadang-solihin.blogspot.com 9
    • PEMBANGUNAN DAERAH Dilaksanakan Melalui:Penguatan Otonomi Pengelolaan Good Governance Daerah Sumberdaya Keseimbangan Peran Tiga Pilar Pemerintahan Dunia Usaha Masyarakat Menjalankan danmenciptakan lingkungan Mewujudkan penciptaan Penciptaan interaksipolitik dan hukum yang lapangan kerja dan sosial, ekonomi dan kondusif bagi unsur- pendapatan. politik. unsur lain. dadang-solihin.blogspot.com 10
    • Pergeseran Paradigma: From Government to Governance Government Governance Memberikan hak ekslusif bagi  Persoalan-persoalan publik negara untuk mengatur hal-hal adalah urusan bersama publik, pemerintah, civil society dan Aktor di luarnya hanya dapat dunia usaha sebagai tiga aktor disertakan sejauh negara utama. mengijinkannya. dadang-solihin.blogspot.com 11
    • Pelaku Pembangunan: Paradigma Governance Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat yang bersendikan transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dsb. Tenaga Kerja Kontrol Kontrol Dunia Usaha Pemerintah Masyarakat Swasta Nilai Redistibusi Pertumbuhan Melalui Pelayanan Pasar Apabila sendi-sendi tersebut dipenuhi, maka Governance akan Good. dadang-solihin.blogspot.com 12
    • Model Governance Sektor Swasta Sektor Publik Sektor Ketiga Tingkat Perusahaan Organisasi LSMSupranasional transnasional Antar Pemerintah Internasional Tingkat Perusahaan Ormas/LSM Nasional Nasional GOVERNANCE Nasional Tingkat Perusahaan Pemerintah LSM Lokal Subnasional Lokal Lokal (Kamarack and Nye Jr., 2002) dadang-solihin.blogspot.com 13
    • Pelaku Pembangunan: Stakeholders STATE CITIZENS Executive organized into: Judiciary Community-based organizations Legislature Non-governmental organizations Professional Associations Public service Religious groups Military Women’s groups Police Media BUSINESS Small / medium / large enterprises Multinational Corporations Financial institutions Stock exchange dadang-solihin.blogspot.com 14
    • Troikadadang-solihin.blogspot.com 15
    • Troika: Pola Hubungan antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat Masyarakat, Bangsa, dan Negara Masyarakat VISI PemerintahGood Governance Dunia Usaha dadang-solihin.blogspot.com 16
    • Sinergitas Stakeholders dadang-solihin.blogspot.com 17
    • Sinergitas Stakeholders dadang-solihin.blogspot.com 18
    • dadang-solihin.blogspot.com 19
    • Permasalahan Kemiskinan di Indonesia Tiga karakteristik kemiskinan yang menonjol saat ini 1. Jumlah Penduduk miskin masih cukup besar 2. Ketimpangan kemiskinan antar wilayah 3. Akses & kualitas pelayanan dasar penduduk miskin masih jauh tertinggal. dadang-solihin.blogspot.com 20
    • 1/3 Penyebab KemiskinanKemiskinan Natural• Kemiskinan natural adalah kemiskinan karena dari asalnya memang miskin.• Kelompok masyarakat ini miskin karena tidak memiliki sumberdaya yang memadai, baik dari sumber daya alam, sumber daya manusia maupun sumber daya pembangunan lainnya,• sehingga mereka tidak dapat ikut secara aktif dalam pembangunan atau kalaupun ikut serta dalam pembangunan mereka mendapatkan imbalan pendapatan yang amat rendah. dadang-solihin.blogspot.com 21
    • 2/3 Penyebab KemiskinanKemiskinan Struktural• Kemiskinan struktural adalah kemiskinan (baik kemiskinan absolut maupun relatif) yang disebabkan oleh perbedaan struktur masyarakat yang telah ikut serta dalam proses pembangunan dengan masih tertinggal.• Kemiskinan struktural ini dikenal juga dengan kemiskinan yang disebabkan hasil pembangunan yang belum seimbang. dadang-solihin.blogspot.com 22
    • 3/3 Penyebab KemiskinanKemiskinan Kultural• Kemiskinan kultural mengacu pada sikap seseorang atau masyarakat yang disebabkan oleh gaya hidup, kebiasaan hidup dan budidaya, mereka sudah merasa kekurangan.• Kelompok masyarakat ini tidak mudah untuk diajak berpartisipasi dalam pembangunan, tidak mudah melakukan perubahan, menolak mengikuti perkembangan, dan tidak mau berusaha untuk memperbaiki tingkat kehidupannya sehingga menyebabkan pendapatan mereka rendah menurut ukuran yang umum dipakai. dadang-solihin.blogspot.com 23
    • Data Makro Kemiskinan 54,2 • Kemiskinan terus 47,9 menurun, namun lajunya relatif 40,1 38,4 37,4 39,3 melambat 36,1 37,2 34 35,1 34,9 32,5 31,02 28,6 22,5 21,6 23,4 18,2 17,4 17,8 17,4 17,3 16,7 15,9 16,6 15,1 13,7 15,4 14,15 13,33 11,31976 1980 1984 1987 1990 1993 1996 1996 1999 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 penduduk miskin [juta] % penduduk miskin 2010• Pertumbuhan relatif Indikator 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Pembangunan APBN-P stagnan sehingga tidak signifikan Pertumbuhan 4.1 5.7 5.5 6.3 6.3 4.3 5.8 terhadap penurunan Inflasi 6.4 17.1 6.6 6.6 12.5 6.2 5,3 kemiskinan Kemiskinan 16.60 15.97 17.75 16.58 15.42 14.15 13.33 dadang-solihin.blogspot.com 24
    • Sebagian Besar Penduduk Miskin Tinggal di Perdesaan • Laju penurunan kemiskinan Perkembangan Jumlah Penduduk miskin melambat. Dari tahun 2006, rata- di Perdesaan dan Perkotaan, 2000 - 2010 rata penurunan jumlah penduduk30,00 miskin di perkotaan adalah 0,85 jt/th dan di perdesaan 1,22 jt/th.25,00 Garis Kemiskinan Perkotaan & Perdesaan (Rupiah/kapita/bulan)20,00 Tahun Kota Desa Kota+Desa 2000 91.632 73.648 80.842 2001 100.011 80.382 88.23415,00 2002 130.499 96.512 108.889 2003 138.803 105.888 118.55410,00 2004 143.455 108.725 122.775 2005 165.565 117.365 138.574 2006 175.324 131.256 151.997 5,00 2007 187.942 146.837 166.697 2008 204.896 161.831 182.636 - 2009 222.123 179.835 200.262 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2010 232.989 192.354 211.726 Penduduk miskin perkotaan (juta orang) Penduduk miskin perdesaan (juta orang) dadang-solihin.blogspot.com 25
    • Data Mikro Kemiskinan RUMAH TANGGA 2005 2008 SASARAN (RTS) RIBU RTS % RIBU RTS %Sangat Miskin 3.894,3 20,4 2.989,9 17,1Miskin 8.237,0 43,1 6.828,8 39,1Hampir Miskin (Near Poor) 6.969,6 36,5 7.665,3 43,8Total 19.100,9 100,0 17.484,0 100,0Sumber: BPS• Jumlah penduduk yang dekat miskin atau vulnerable/rentan terhadap shock (krisis ekonomi, bencana, dsb) semakin besar  tidak bisa hanya dengan strategi penanggulangan kemiskinan yang seragam, perlu intervensi kebijakan yang beragam sesuai dg kelompok sasaran (targeting) yang tepat. dadang-solihin.blogspot.com 26
    • Penduduk Miskin Tersebar Tidak Merata 21% tersebar di 3,4% tersebar Sumatera 7,5% tersebar di Kalimantan di Sulawesi 4,2% tersebar di Maluku & Papua 57.8% tersebar 6.2% tersebar di di Jawa-Bali Nusa Tenggara dadang-solihin.blogspot.com 27
    • 10,00 15,00 20,00 25,00 30,00 35,00 40,00 0,00 5,00 3,48 DKI Jakarta Bali 4,88 5,21 Kalimantan Selatan Bangka Belitung Kalimantan Tengah Banten 6,51 6,77 7,16Sumber: Susenas 2010 Kalimantan Timur 7,66 8,05 Kepulauan Riau Jambi 8,34 8,65 Riau Kalimantan Barat Sulawesi Utara Maluku Utara 9,02 9,10 9,42 9,50 Sumatera Barat 11,27 Jawa Barat 11,31 Sumatera Utara 11,60 Sulawesi Selatan Indonesia 13.33 Sulawesi Barat 13,58 Jawa Timur 15,26 dadang-solihin.blogspot.com Sumatera Selatan 15,47 Jawa Tengah 16,56 DI Yogyakarta 16,83 Sulawesi Tenggara 17,05 Sulawesi Tengah Bengkulu 18.07 18,30 Lampung 18,94 NAD Ketimpangan Antar Wilayah 20,98 Nusa Tenggara Barat 21,55 Nusa Tenggara Timur 23,03 Gorontalo 23,19 Maluku 27,74 Papua Barat 34,88 28 Papua 36,80
    • Kemiskinan dan Pengangguran di Desa dan Kota URAIAN KEMISKINAN (2010) PENGANGGURAN (2009) 3,81 juta jiwaDESA 19,93 juta jiwa (64,2%) (42,5 %) 11,10 juta jiwa 5,15 juta jiwaKOTA (35,8%) (57,5%)TOTAL 31,02 juta jiwa 8,96 juta jiwaCatatan:1. Tidak semua penganggur adalah miskin – Penganggur berkecukupan (discourage worker)2. Orang bekerja tapi miskin: underemployed (<35 jam) dan unpaid worker3. Dari total Angkatan Kerja (2009) sebesar 113.83 juta, hanya 29,11 juta (25.6%) formal4. Di sektor formal, hanya 4,5 juta tercatat memiliki upah di atas Rp 3 juta. dadang-solihin.blogspot.com 29
    • Contoh Ketimpangan Akses Pelayanan Dasar Angka Putus Sekolah Kelompok Usia 13-15 Tahun, Jawa-Bali, 200725 21,62 20,12015 13,88 Miskin Tidak Miskin 9,2810 Jumlah 7,13 6,41 5 4,05 3,86 3,45 2,93 2,49 2,86 2,28 1,87 2,21 2 1,77 1,37 1,6 0,95 0,25 0 DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D.I. Jawa Timur Banten Bali Yogyakarta dadang-solihin.blogspot.com 30
    • Contoh Ketimpangan Akses Pelayanan Dasar Persentase Rumah Tangga yang Persentase Rumah Tangga yang 100 Menggunakan Jamban di Provinsi Menggunakan Air Bersih100 Kepulauan Timur, 2007 di Kalimantan, 2007 90 90 73,91 80 71,3 66,83 66,45 80 67,33 62,29 70 60,78 64,48 57,82 57,14 56,35 70 54,94 53,41 53,35 60 55,14 53,89 48,61 60 50 40,05 50 36,57 40 30,46 33,08 32,66 31,65 40 31,9 24,61 22,78 30 30 18,41 17,23 16,19 20 20 6,71 10 10 0 0 Nusa Nusa Maluku Maluku Irian Jaya Papua Kalimantan Kalimantan Kalimantan Kalimantan Tenggara Tenggara Utara Barat Barat Tengah Selatan Timur Barat Timur dadang-solihin.blogspot.com 31 31 Miskin Tidak Miskin Jumlah Miskin Tidak Miskin Jumlah
    • 1/2 Tantangan Saat Ini1. Masih diperlukan pertumbuhan yg cukup tinggi dan konsisten untuk mempercepat kemiskinan secara signifikan. • Pertumbuhan saat ini bertumpu pada sektor yang kurang menyerap TK (a.l. jasa perdagangan dan keuangan), tidak diimbangi oleh peningkatan kapasitas produksi DN yg menyerap TK besar (seperti pertanian). • Di perdesaan kurang terjadi perluasan usaha off farm yang memberi peluang peningkatan pendapatan penduduk perdesaan.2. Globalisasi meningkatkan kerentanan ekonomi dan masyarakat miskin. • Prospek ekonomi dunia membaik, namun masih dibayangi oleh tekanan inflasi sejalan dengan tingginya harga minyak dan komoditas pangan dunia • kerentanan pasar domestik mengakibatkan masyarakat miskin semakin terekspos pada fluktuasi harga yang mempengaruhi daya beli dan tingkat kesejahteraan masyarakat. dadang-solihin.blogspot.com 32
    • 2/2 Tantangan Saat Ini3. Perubahan iklim – Masyarakat miskin (termasuk petani, nelayan, dsb) yang paling menderita akibat dampak musim yg tidak teratur, menurunnya ketersediaan air, bencana, dan munculnya berbagai penyakit akibat pemanasan global.4. Kebijakan perluasan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat miskin masih belum menjangkau mereka yang tinggal terisolasi di daerah- daerah terpencil dan tertinggal.5. Hasil SP 2010 menunjukkan bahwa kelompok penduduk terbesar adalah usia produktif 25-39 tahun, yang dalam jangka panjang berkonsekuensi pada kebutuhan perluasan kesempatan kerja, semakin tingginya persaingan memanfaatkan sumber daya, dan beban dari munculnya kemiskinan baru. dadang-solihin.blogspot.com 33
    • 1/3 Tantangan Ke Depan1. Pertumbuhan yg cukup tinggi dan konsisten untuk mendukung penurunan kemiskinan secara signifikan. a. Saat ini pertumbuhan tinggi hanya di sektor yang kurang menyerap TK (jasa perdagangan, sektor keuangan) dan konsumsi. Tidak diimbangi peningkatan kapasitas produksi dalam negeri yg menyerap TK besar(sektor informal dan pertanian). b. Kegiatan di perdesaan masih didominasi on farm, kurang terjadi perluasan usaha off farm (jasa perdagangan, pengolahan hasil/industri) yang memberi peluang peningkatan pendapatan penduduk perdesaan. dadang-solihin.blogspot.com 34
    • 2/3 Tantangan Ke Depan2. Desentralisasi dan demokratisasi yang efektif a. Kebijakan pusat dan daerah yang pro-poor. b. Peningkatan kapasitas pemda vs. pergantian/rotasi jabatan di daerah sangat cepat c. Pemekaran wilayah  kurang kesiapan teknis, administrasi, finansial & ekonomi dadang-solihin.blogspot.com 35
    • 3/3 Tantangan Ke Depan3. Globalisasi yang meningkatkan kerentanan masyarakat miskin: a. Keterbukaan pasar –kerentanan pasar domestik dan fluktuasi harga mempengaruhi daya beli kesejahteraan masyarakat miskin. Masyarakat miskin juga semakin sulit meningkatkan pendapatannya karena kompetisi yang semakin terbuka. b. Perubahan iklim global (musim yg tidak teratur, menurunnya ketersediaan air, bencana, dan munculnya berbagai penyakit) membuat masyarakat miskin yang paling menderita. dadang-solihin.blogspot.com 36
    • dadang-solihin.blogspot.com 37
    • Dua Jalur Penurunan Kemiskinan1. Melalui “Mekanisme Ekonomi” • Kebijakan ekonomi yang mendukung penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat miskin • Kebijakan ini sangat terkait dengan kebijakan ekonomi makro yang disusun dalam rangka percepatan dan perluasan pertumbuhan ekonomi2. Melalui Fasilitasi & Bantuan Pemerintah • Perluasan upaya penanggulangan kemiskinan yang inklusif dan berkeadilan  perluasan sasaran maupun program/kegiatan melalui kegiatan yang bersifat affirmative. • Peningkatan dan perluasan dari 3 klaster program penanggulangan kemiskinan. dadang-solihin.blogspot.com 38
    • Tiga Klaster Program Pro-rakyat o Jamkesmas o Beasiswa Miskin o BLT *KLASTER PERTAMA o PKHPerlindungan Sosial Berbasis o RaskinKeluarga o Bantuan Sosial o Bantuan BencanaKLASTER KEDUA o PNPM Inti Perdesaan & PerkotaanPemberdayaan Masyarakat – o PNPM PenguatanPNPM Mandiri o Penyaluran Kur o Peningkatan JangkauanKLASTER KETIGA Pelayanan & Kapasitas UMKMPemberdayaan UMKM o Revitalisasi Sistem Diklat Perkoperasian dadang-solihin.blogspot.com 39
    • Direktif PresidenA. Peningkatan dan Perluasan Program-program Pro- rakyat 6 PROGRAM BARU1. Program Rumah Sangat Murah2. Program Kendaraan Angkutan Umum Murah3. Program Air Bersih Untuk Rakyat4. Program Listrik Murah & Hemat5. Program Peningkatan Kehidupan Nelayan6. Program Peningkatan Kehidupan Masyarakat Pinggir PerkotaanB. Pengurangan Pengangguran Melalui Penciptaan Lapangan KerjaPeningkatan dan Perluasan PNPM untuk Penciptaan LapanganKerja dadang-solihin.blogspot.com 40
    • Buku I RKP 2012Sasaran:Penurunan tingkat kemiskinan absolut dari 13,33% pada 2010 menjadi 10,5 -11,5% pada 2012 dan perbaikan distribusi pendapatan dengan pelindungansosial yang berbasis keluarga, pemberdayaan masyarakat dan perluasankesempatan ekonomi masyarakat yang berpendapatan rendah.Arah Kebijakan Prioritas:1. Mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan pro-rakyat miskin dengan memberi perhatian khusus pada usaha-usaha yang melibatkan orang-orang miskin serta usaha-usaha yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan;2. Meningkatkan kualitas serta memperluas kebijakan afirmatif/keberpihakan untuk penanggulangan kemiskinan melalui perluasan 3 klaster program pro- rakyat yang dituangkan dalam pelaksanaan klaster 4;3. Meningkatkan efektivitas pelaksanaan penurunan kemiskinan di daerah termasuk percepatan pembangunan daerah terpencil dan perbatasan; dan4. Menata dan meningkatkan kualitas pelaksanaan lembaga jaminan sosial. dadang-solihin.blogspot.com 41
    • Peningkatan dan Perluasan Program Pro-rakyat MASTER PLAN EKONOMI Peningkatan Klaster-1 RTHM Klaster-2 Klaster-3 Kesejahteraan 1. BEASISWA KREDIT Masyarakat, MISKIN PROGRAM USAHA RAKYAT serta Perluasan 2. JAMKESMAS PEMBERDAYAAN 3. RASKIN dan Peningkatan RTM 4. PKH MASYARAKAT (KUR) 5. BLT (Bila Kesempatan (PNPM) diperlukan) Kerja RTSM 6. Dll. RTHM Klaster-4 1. PROGRAM RUMAH SANGAT MURAH 2. PROGRAM KENDARAAN ANGKUTAN UMUM MURAH Pengurangan 3. PROGRAM AIR BERSIH UNTUK RAKYAT Angka RTM *) 4. PROGRAM LISTRIK MURAH & HEMAT Kemiskinan 5. Program Peningkatan Kehidupan Nelayan *) 6. Program Peningkatan Kehidupan Masyarakat PinggirRTSM *) Perkotaan *)*) Program Peningkatan Kehidupan Nelayan dan Program Peningkatan Kehidupan Masyarakat Pinggir Perkotaan merupakan program dengan target sasaran kelompok tertentu, pada umumnya 60% RTS termiskin. dadang-solihin.blogspot.com 42
    • Program Klaster 4 Program Pro-Rakyat 1. Pembangunan rumah murah dan sangat murah bagi masyarakat sangat miskin dan miskin melalui Program Pengembangan Perumahan dan Permukiman; 2. Penyediaan angkutan umum murah yang dilakukan melalui pengembangan mobil perdesaan serta pengembangan industri kendaraan bermotor roda empat hemat energi, ramah lingkungan, dan harga terjangkau; 3. Penyediaan air bersih untuk rakyat yang ditekankan untuk daerah rawan air; 4. Penyediaan listrik murah dan hemat serta terjangkau bagi masyarakat miskin; 5. Peningkatan kehidupan nelayan yang diarahkan pada 400 Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI); 6. Peningkatan kehidupan masyarakat pinggir perkotaan mencakup pembangunan rumah murah, pengembangan ekonomi masyarakat melalui KUR dan UKM juga penyediaan fasilitas khusus sekolah dan puskesmas. dadang-solihin.blogspot.com 43
    • Arah Kebijakan Klaster 4• Klaster-4 merupakan program pelengkap dari ketiga Klaster Program yang sudah ada.• Dari 6 program yang dicanangkan, 4 program pertama diatas, ditargetkan untuk mensasar seluruh Rumah Tangga Sasaran (RTS) yaitu Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM), Rumah Tangga Miskin (RTM), dan Rumah Tangga Hampir Miskin (RTHM).• Sementara itu 2 program lainnya pada klaster-4 ini, yaitu program 5 dan 6, merupakan suatu program yang dikhususkan untuk menjangkau masyarakat tertentu yaitu nelayan dan masyarakat pinggir perkotaan. Untuk kelompok ini dimungkinkan untuk mendapatkan bantuan dari berbagai program yang ada pada Klaster-4 dan ketiga klaster lainnya.• Kelompok masyarakat pada program 5 dan 6, pada umumnya masuk pada 60% masyarakat termiskin, yaitu kelompok RTSM dan RTM, serta sebagian kecil dari RTHM.• Secara Makro kebijakan Peningkatan dan Perluasan Program Pro- Rakyat ini tidak terlepas dari kebijakan dalam Master Plan Ekonomi. dadang-solihin.blogspot.com 44
    • dadang-solihin.blogspot.com 45