Memahami Perencanaan Pembangunan Nasional Sesuai UU 25/2004 Kebijakan Ekonomi Makro Pusat dan Daerah

Loading...

Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.

0 comments

Post a comment

    Post a comment
    Embed Video
    Edit your comment Cancel

    Favorites, Groups & Events

    Memahami Perencanaan Pembangunan Nasional Sesuai UU 25/2004 Kebijakan Ekonomi Makro Pusat dan Daerah - Presentation Transcript

    1. BAPPENAS
    2. File Presentasi ini bisa didownload di
      • http://www.ziddu.com/download/6173266/2009_039_Inersia_1.pdf.html
      www.dadangsolihin.com
    3. www.dadangsolihin.com
    4. Materi
      • Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN)
      • Arah Pembangunan RPJPN 2005-2025
      • Tujuan dan Arah Pembangunan RPJMN 2010-2014
      • Penyusunan RKP 2010
      • Kebijakan Nasional dalam Mencegah dan Mengantisipasi Dampak Krisis Keuangan Global
      • Langkah-langkah Pemerintah Daerah dalam Menghadapi Dampak Krisis Keuangan Global
      www.dadangsolihin.com
      • Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN)
      www.dadangsolihin.com
    5. Apa itu SPPN
      • SPPN adalah
      • satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan
      • untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan
      • yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat di tingkat pusat dan daerah.
      www.dadangsolihin.com SPPN
    6. T ujuan SPPN www.dadangsolihin.com
      • M endukung koordinasi antar - pelaku pembangunan .
      • M enjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar - Daerah, antar - ruang, antar - waktu, antar - fungsi pemerintah maupun antara Pusat dan Daerah .
      • M enjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan .
      • M engoptimalkan partisipasi masyarakat .
      • M enjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
    7. Tahapan Perencanaan www.dadangsolihin.com
      • Penyusunan Rencana
        • Rancangan Rencana Pembangunan Nasional / Daerah
        • Rancangan Rencana Kerja Dep/Lembaga / SKPD
        • Musyawarah Perencanaan Pembangunan
        • Rancangan Akhir Rencana Pembangunan
      • Penetapan Rencana
        • RPJP Nas dgn UU dan RPJP Daerah dgn Perda
        • RPJM dengan Peraturan Presiden / Kepala Daerah
        • RKP / RKPD dengan Peraturan Presiden / Kepala Daerah
    8. Tahapan Perencanaan www.dadangsolihin.com
      • Pengendalian Pelaksanaan Rencana
        • D ilakukan oleh masing-masing pimpinan SKPD .
        • Kepala Bappeda menghimpun dan menganalisis hasil pemantauan pelaksanaan rencana pembangunan dari masing-masing pimpinan SKPD sesuai dengan tugas dan kewenangannya.
      • Evaluasi Pelaksanaan Rencana
        • Kepala SKPD melakukan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan SKPD periode sebelumnya.
        • Kepala Bappeda menyusun evaluasi rencana pembangunan berdasarkan hasil evaluasi pimpinan SKPD.
        • Hasil evaluasi menjadi bahan bagi penyusunan rencana pembangunan daerah untuk periode berikutnya.
    9. Proses Perencanaan www.dadangsolihin.com Pendekatan P olitik : P emilihan Presiden/Kepala Daerah menghasilkan rencana pembangunan hasil proses politik ( public choice theory of planning ), khususnya penjabaran Visi dan Misi dalam RPJM /D. Proses Teknokratik : M enggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah oleh lembaga atau satuan kerja yang secara fungsional bertugas untuk itu . Partisipatif : D ilaksanakan dengan melibatkan seluruh stakeholders, antara lain melalui Musrenbang . Proses top-down dan bottom-up : D ilaksanakan menurut jenjang pemerintahan .
    10. Ruang Lingkup Perencanaan (UU25/2004) www.dadangsolihin.com NASIONAL DAERAH Dokumen Penetapan Dokumen Penetapan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP-Nasional) UU (Ps. 13 Ayat 1) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJP-Daerah) Perda (Ps. 13 Ayat 2) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM-Nasional) Per Pres (Ps. 19 Ayat 1) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM-Daerah) Peraturan KDH (Ps. 19 Ayat 3) Renstra Kementerian / Lembaga (Renstra KL) Peraturan Pimpinan KL (Ps. 19 Ayat 2) Renstra Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) Peraturan Pimpinan SKPD (Ps. 19 Ayat 4) Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Per Pres (Ps. 26 Ayat 1) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Peraturan KDH (Ps. 26 Ayat 2) Rencana Kerja Kementerian / Lembaga (Renja KL) Peraturan Pimpinan KL (Ps. 21 Ayat 1) Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) Peraturan Pimpinan SKPD ( Ps. 21 Ayat 3)
    11. Dari RPJP sampai APBD RPJM Daerah RPJP Daerah RKP RPJM Nasional RPJP Nasional RKP Daerah Renstra KL Renja - KL Renstra SKPD Renja - SKPD RAPBN RAPBD RKA-KL RKA - SKPD APBN Rincian APBN APBD Rincian APBD Diacu Pedoman Dijabar kan Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Diperhatikan Dijabarkan Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Diacu Diacu Diserasikan melalui Musrenbang UU SPPN Pemerintah Pusat Pemerintah Daerah UU KN 20 T ahunan 5 T ahunan T ahunan Dit EKPD-Bappenas
    12. Arah Pembangunan RPJPN 2005-2025
    13. Arah Pembangunan RPJPN 2005-2025
      • Mewujudkan Masyarakat yang Berakhlak Mulia, Bermoral, Beretika, Berbudaya, dan Beradab
      • Mewujudkan Bangsa yang Berdaya Saing
      • Mewujudkan Indonesia yang Demokratis Berlandaskan Hukum
      • Mewujudkan Indonesia yang Aman, Damai, dan Bersatu
      • Mewujudkan Pembangunan yang Lebih Merata dan Berkeadilan
      • Mewujudkan Indonesia yang Asri dan Lestari
      • Mewujudkan Indonesia Menjadi Negara Kepulauan yang Mandiri, Maju, Kuat, dan Bebasiskan Kepentingan Nasional
      • Mewujudkan Indonesia yang Berperan Aktif d alam Pergaulan Internasional
      www.dadangsolihin.com
    14. Tujuan dan Arah Pembangunan RPJMN 2010-2014
      • RPJMN ke-2 ditujukan untuk lebih memantapkan penataan kembali Indonesia di segala bidang dengan menekankan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk pengembangan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penguatan daya saing perekonomian
      www.dadangsolihin.com
    15. Tujuan dan Arah Pembangunan RPJMN 2010-2014
        • Kondisi aman dan damai di berbagai d ae rah terus membaik (Bidang Hankam)
          • Indikator: Peningkatan kemampuan postur dan struktur pertahanan negara serta kemampuan lembaga keamanan negara
        • Kehidupan bangsa lebih demokratis (Bidang Politik)
          • Indikator: Pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah lebih baik; kuatnya peran masyarakat sipil dan partai politik dalam kehidupan bangsa
        • Kondisi itu sejalan dengan meningkatnya kesadaran dan penegakan hukum (Bidang Hukum)
      www.dadangsolihin.com
    16. Tujuan dan Arah Pembangunan RPJMN 2010-2014
        • Kualitas pelayanan publik lebih murah, cepat, transparan dan akuntabel
          • Indikator: Terpenuhinya standar pelayanan minimum
        • Kesejahteraan rakyat terus meningkat (Bidang Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, Kependudukan)
          • Indikator: Meningkatnya pendapatan perkapita, menurunnya angka kemiskinan dan tingkat pengangguran, meningkatnya tingkat pendidikan dan derajat kesehatan, terkendalinya jumlah dan laju pertumbuhan penduduk.
      www.dadangsolihin.com
    17. Tujuan dan Arah Pembangunan RPJMN 2010-2014
        • Daya saing perekonomian meningkat (Bidang Ekonomi)
          • Indikator:
          • Penguatan industri manufaktur sejalan dengan penguatan pembangunan pertanian dan peningkatan pembangunan kelautan dan sumber daya alam lainnya sesuai potensi daerah serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi;
          • Peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan;
          • Kondisi itu didukung oleh pengembangan jaringan infrastruktur;
          • Bersamaan dengan itu, industri kelautan yang meliputi perhubungan laut, industri maritim, perikanan, wisata bahari, energi dan sumber daya mineral dikembangkan.
        • Dalam kerangka pencapaian pembangunan yang berkelanjutan, pengelolaan SDA dan pelestarian fungsi LH makin berkembang
      www.dadangsolihin.com
    18. Arah Pembangunan Mewujudkan Bangsa y ang Berdaya Saing
      • Membangun Sumber Daya Manusia yang Berkualitas
      • Memperkuat Perekonomian Domestik dengan Orientasi dan Berdaya Saing Global
      • Penguasaan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
      • Sarana dan Prasarana yang Memadai dan Maju
      • Reformasi Hukum dan Birokrasi
      www.dadangsolihin.com
    19. Arah Pembangunan Ekonomi
      • Transformasi Ekonomi
      • Transformasi bertahap dari perekonomian berbasis keunggulan komparatif sumber daya alam menjadi perekonomian yang berkeunggulan kompetitif. Dengan prinsip-prinsip dasar:
          • Mengelola peningkatan produktivitas nasional melalui inovasi, penguasaan, penelitian, pengembangan dan penerapan iptek;
          • Mengelola kelembagaan ekonomi yang melaksanakan praktik terbaik dan kepemerintahan yang baik secara berkelanjutan;
          • Mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.
      www.dadangsolihin.com
    20. Arah Pembangunan Ekonomi
      • Perekonomian dikembangkan berlandaskan prinsip demokrasi ekonomi sehingga terjamin kesempatan berusaha dan bekerja bagi seluruh masyarakat dan mendorong tercapainya penanggulangan kemiskinan.
      • Struktur Perekonomian
          • Struktur perekonomian diperkuat dengan mendudukkan sektor industri sebagai motor penggerak;
          • Didukung oleh kegiatan pertanian dalam arti luas, kelautan, dan pertambangan.
      www.dadangsolihin.com
    21. Arah Pembangunan Ekonomi
      • Industri
      • Pembangunan industri diarahkan untuk mewujudkan industri yang berdaya saing dengan struktur industri yang sehat dan berkeadilan:
        • Dalam hal penguasaan usaha, struktur industri disehatkan dengan meniadakan praktek-praktek monopoli dan berbagai distorsi pasar;
        • Dalam hal skala usaha, struktur industri akan dikuatkan dengan menjadikan IKM sebagai basis industri nasional yaitu terintegrasi dalam mata rantai pertambahan nilai dengan industri berskala besar;
        • Dalam hal hulu-hilir, struktur industri akan diperdalam dengan mendorong diversifikasi ke hulu dan ke hilir membentuk rumpun industri yang sehat dan kuat.
      www.dadangsolihin.com
    22. Arah Pembangunan Ekonomi
      • Pertanian
      • Efisiensi, modernisasi, dan nilai tambah sektor primer terutama sektor pertanian dalam arti luas, kelautan, dan pertambangan ditingkatkan agar mampu bersaing di pasar lokal dan internasional.
      • Hal itu merupakan faktor strategis karena berkenaan dengan pembangunan perdesaan, pengentasan kemiskinan dan keterbelakangan, dan penguatan ketahanan pangan.
      www.dadangsolihin.com
    23. Arah Pembangunan Ekonomi
      • Pengembangan Iptek
      • Pengembangan iptek untuk ekonomi diarahkan pada peningkatan kualitas dan kemanfaatan iptek nasional dalam rangka mendukung daya saing secara global melalui:
          • Peningkatan, penguasaan, dan penerapan iptek secara luas dalam sistem produksi barang/jasa;
          • Perwujudan sistem pengakuan terhadap hasil pertemuan dan hak atas kekayaan intelektual;
          • Pengembangan dan penerapan standar mutu, peningkatan kualitas dan kuantitas SDM iptek.
      www.dadangsolihin.com
    24. Arah Pembangunan Ekonomi
      • Investasi
      • Investasi diarahkan untuk mendukung terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi secara berkelanjutan dan berkualitas dengan mewujudkan:
          • Iklim investasi yang menarik;
          • Mendorong penanaman modal asing bagi peningkatan daya saing perekonomian nasional;
          • Serta meningkatkan kapasitas infrastruktur yang memadai.
      • Investasi yang dikembangkan dalam rangka penyelenggaraan demokrasi ekonomi akan dipergunakan sebesar-besarnya untuk pencapaian kemakmuran bagi rakyat.
      www.dadangsolihin.com
    25. Arah Pembangunan Ekono mi
      • Perdagangan Luar Negeri
      • Perdagangan luar negeri yang lebih menguntungkan dan mendukung perekonomian nasional agar mampu memaksimalkan manfaat sekaligus meminimalkan efek negatif dari proses integrasi dengan dinamika globalisasi melalui:
          • Perkuatan posisi nasional di dalam berbagai fora kerja sama perdagangan internasional (skala global, regional, bilateral, dan multilateral) untuk meningkatkan daya saing dan akses pasar ekspor nasional sekaligus mengamankan kepentingan strategis nasional;
          • Pengembangan citra, standar produk barang dan jasa nasional yang berkualitas internasional.
      www.dadangsolihin.com
    26. Arah Pembangunan Ekono mi
      • Keuangan Negara
        • Perbaikan pengelolaan keuangan negara bertumpu pada sistem anggaran yang transparan, bertanggung jawab, dan dapat menjamin efektivitas pemanfaatan.
        • Dalam rangka meningkatkan kemandirian, peran pinjaman luar negeri dijaga pada tingkat yang aman.
        • Sumber utama dalam negeri yang berasal dari pajak terus ditingkatkan efektivitasnya.
        • Pembiayaan pemerintah diarahkan pada kemampuan peningkatan pelayanan publik, baik di dalam penyediaan pelayanan dasar, prasarana dan sarana fisik serta ekonomi, maupun mendukung peningkatan daya saing ekonomi.
      www.dadangsolihin.com
    27. Arah Pembangunan Ekonomi
      • Sektor Keuangan
      • Sektor keuangan dikembangkan agar senantiasa memiliki kemampuan di dalam:
          • Menjaga stabilitas ekonomi;
          • Membiayai tujuan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas serta mampu memiliki daya tahan terhadap kemungkinan gejolak krisis melalui implementasi sistem jaring pengaman sektor keuangan Indonesia;
          • Peningkatan kontribusi lembaga jasa keuangan bank dan non-bank dalam pendanaan pembangunan terutama peningkatan akses pendanaan bagi keluarga miskin;
          • Peningkatan kualitas pertumbuhan perbankan nasional.
      www.dadangsolihin.com
    28. Arah Pembangunan Ekonomi
      • Tenaga Kerja
      • Kebijakan pasar kerja diarahkan untuk mendorong terciptanya sebanyak-banyaknya lapangan kerja formal serta meningkatkan kesejahteraan pekerja informal.
      • Pasar kerja yang fleksibel, hubungan industrial yang harmonis dengan perlindungan yang layak, keselamatan kerja yang memadai, serta terwujudnya proses penyelesaian industrial yang memuaskan semua pihak merupakan ciri-ciri pasar kerja yang diinginkan.
      www.dadangsolihin.com
    29.  
    30. Dasar Penyusunan RKP 2010 dalam Proses Pembangunan
      • UU 17/2007 tentang RPJPN 2005-2025, Ps 5:
      • Dalam rangka menjaga kesinambungan pembangunan dan untuk menghindarkan kekosongan rencana pembangunan nasional, Presiden yang sedang memerintah pada tahun terakhir pemerintahannya diwajibkan menyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) untuk tahun pertama periode Pemerintahan Presiden berikutnya.
      • RKP sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) digunakan sebagai pedoman untuk menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun pertama periode Pemerintahan Presiden berikutnya.
      www.dadangsolihin.com
    31. Alur Perumusan Tema dan Prioritas RKP 2010 Visi Misi Presiden yang telah dituangkan dalam RPJMN 2010 – 2014 Belum tersusun www.dadangsolihin.com TEMA PEMBANGUNAN 2010 PRIORITAS PEMBANGUNAN
      • KONDISI SAAT INI
      • Pencapaian Pembangunan
      • Masalah dan Tantangan
      Arah Pembangunan RPJMN-2 dalam RPJPN 2005-2025
    32. Kondisi Saat Ini
      • Perekonomian mengalami kemajuan, namun akhir-akhir ini mengalami tekanan akibat krisis ekonomi global yang terjadi sejak pertengahan tahun 2007.
      • Dampak dari krisis ekonomi global yang harus diantisipasi adalah kemungkinan meningkatnya angka pengangguran dan jumlah penduduk miskin, meskipun dalam beberapa tahun terakhir ini menurun.
      www.dadangsolihin.com
    33. Pencapaian Pembangunan
      • Agenda pelaksanaan aman dan damai serta pelaksanaan adil dan demokratis sudah menunjukan hasil yang menggembirakan
      • Masih terdapat beberapa kendala dalam upaya pencapaiannya khususnya terkait agenda peningkatan kesejahteraan , disebabkan oleh perkembangan kondisi perekonomian dunia yang kurang kondusif.
      www.dadangsolihin.com
    34. Tema RKP 2010 Pemulihan Perekonomian Nasional dan Pemeliharaan Kesejahteraan Rakyat www.dadangsolihin.com
    35. Prioritas Pembangunan www.dadangsolihin.com Prioritas 1 Pemeliharaan Kesejahteraan Rakyat, serta Penataan Kelembagaan dan Pelaksanaan Sistem Perlindungan Sosial Prioritas 2 Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia Prioritas 3 Pemantapan Reformasi Birokrasi dan Hukum, serta Pemantapan Demokrasi dan Keamanan Nasional Prioritas 4 Pemulihan ekonomi yang didukung oleh Pembangunan Pertanian, Infrastruktur, dan Energi Prioritas 5 Peningkatan Kualitas Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Kapasitas Penanganan Perubahan Iklim
      • Pengurangan Kemiskinan :
        • Fokus 1 Perluasan akses pelayanan dasar masyarakat miskin dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS);
        • Fokus 2 Peningkatan keberdayaan dan kemandirian masyarakat;
        • Fokus 3 Peningkatan efektivitas pelaksanaan dan koordinasi penanggulangan kemiskinan;
        • Fokus 4 Penanganan dampak krisis (ekonomi) terhadap kemiskinan;
      • Sistem Perlindungan Sosial :
        • Fokus 5 Penataan dan pelaksanaan kelembagaan dalam pelaksanaan jaminan sosial;
        • Fokus 6 Peningkatan kapasitas usaha skala mikro dan kecil melalui penguatan kelembagaan.
      Prioritas 1 : PEMELIHARAAN KESEJAHTERAAN RAKYAT, SERTA PENATAAN KELEMBAGAAN DAN PELAKSANAAN PERLINDUNGAN SOSIAL. www.dadangsolihin.com
    36. Prioritas 2: PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA
      • Pendidikan :
        • Fokus 1 Peningkatan kualitas wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun yang merata;
        • Fokus 2 Peningkatan akses, kualitas, dan relevansi pendidikan menengah dan tinggi;
        • Fokus 3 Peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan nonformal; peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan pendidik;
        • Fokus 4 Peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan pendidik
      • Kesehatan :
        • Fokus 5 Peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan;
        • Fokus 6 Percepatan penurunan angka kematian ibu dan anak, perbaikan gizi masyarakat dan pengendalian penyakit;
        • Fokus 7 Peningkatan ketersediaan dan mutu obat dan tenaga kesehatan;
        • Fokus 8 Peningkatan jaminan pelayanan kesehatan penduduk miskin dan penduduk di daerah tertinggal, terpencil, perbatasan, dan kepulauan;
      • Keluarga Berencana :
        • Fokus 9 Pemantapan revitalisasi program KB;
      • Agama :
        • Fokus 10 Peningkatan kerukunan hidup umat beragama;
      • Kebudayaan :
        • Fokus 11 Pembangunan jati diri dan karakter bangsa yang berbasiskan pada keragaman budaya;
      • Pemuda dan Olah Raga :
        • Fokus 12 Peningkatan peran pemuda dan prestasi olah raga.
      www.dadangsolihin.com
    37. Prioritas 3: PEMANTAPAN REFORMASI BIROKRASI DAN HUKUM, SERTA PEMANTAPAN DEMOKRASI DAN KEAMANAN NASIONAL
      • Reformasi Birokrasi :
        • Fokus 1 Peningkatan kualitas pelayanan publik;
        • Fokus 2 Peningkatan kinerja dan kesejahteraan PNS;
        • Fokus 3 Penataan kelembagaan, ketatalaksanaan, serta sistem pengawasan dan akuntabilitas;
        • Fokus 4 Penguatan kapasitas pemerintah daerah;
      • Pemantapan Hukum :
        • Fokus 5 Pemantapan harmonisasi peraturan perundang-undangan;
        • Fokus 6 Pemantapan pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas penanganan perkara korupsi;
        • Fokus 7 Pemantapan desentralisasi, peningkatan kualitas hubungan pusat daerah, dan antardaerah;
      • Pemantapan Demokrasi :
        • Fokus 8 Peningkatan efektifitas pelaksanaan organisasi masyarakat sipil, dan partai politik ;
        • Fokus 9 Pelaksanaan keterbukaan informasi publik;
      • Keamanan Nasional :
        • Fokus 10 Penguatan wilayah perbatasan;
        • Fokus 11 Peningkatan kemampuan pertahanan dan industri strategis pertahanan;
        • Fokus 12 Peningkatan rasa aman dan ketertiban masyarakat;
        • Fokus 13 Peningkatan penggalangan keamanan nasional.
      www.dadangsolihin.com
      • Pertumbuhan Ekonomi :
        • Fokus 1 Peningkatan daya tarik investasi;
        • Fokus 2 Penguatan daya saing ekspor;
        • Fokus 3 Revitalisasi industri manufaktur;
        • Fokus 4 Revitalisasi pertanian, perikanan, dan kehutanan;
        • Fokus 5 Peningkatan produktivitas dan kompetensi tenaga kerja;
        • Fokus 6 Peningkatan produktivitas dan akses UKM kepada sumber daya produktif;
      • Stabilitas Ekonomi
        • Fokus 7 Peningkatan Ketahanan Pangan;
        • Fokus 8 Peningkatan stabilitas harga dan pengamanan pasokan bahan pokok;
        • Fokus 9 Pengelolaan APBN yang berkelanjutan;
        • Fokus 10 Peningkatan ketahanan dan daya saing sektor keuangan;
      • Infrastruktur :
        • Fokus 11 Dukungan infrastruktur bagi peningkatan daya saing sektor riil;
        • Fokus 12 Peningkatan investasi infrastruktur melalui kerja sama pemerintah dan swasta;
        • Fokus 13 Peningkatan pelayanan infrastruktur sesuai Standar Pelayanan Minimum (SPM);
      • Iptek :
        • Fokus 14 Peningkatan dukungan iptek bagi daya saing nasional;
      • Energi :
        • Fokus 15 Peningkatan ketahanan energi.
      Prioritas 4 : PEMULIHAN EKONOMI YANG DIDUKUNG OLEH PEMBANGUNAN PERTANIAN, INFRASTRUKTUR DAN ENERGI www.dadangsolihin.com
    38. Prioritas 5: PENINGKATAN KUALITAS PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM DAN KAPASITAS PENANGANAN PERUBAHAN IKLIM
      • Fokus 1 Peningkatan Kapasitas Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim dan Bencana Alam Lainnya
      • Fokus 2 Peningkatan Rehabilitasi dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Kualitas Daya Dukung Lingkungan
      • Fokus 3 Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu
      • Fokus 4 Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan
      • Fokus 5 Peningkatan Kualitas Tata Ruang dan Pengelolaan Pertanahan
      www.dadangsolihin.com
    39. Pertimbangan Optimalisasi Anggaran
      • Relevansi usulan kegiatan dengan sasaran utama pembangunan.
      • Kegiatan yang dilaksanakan harus sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kementerian/lembaga.
      • Memperhitungkan kenaikan anggaran selama 2 tahun terakhir yang cukup tinggi.
      • Membatasi pembangunan/pembelian gedung/tanah, rumah dinas.
      • Efisiensi pengadaan sarana dan sarana.
      • Memperhitungkan kemampuan penyerapan Kementerian/ Lembaga.
      www.dadangsolihin.com
    40.  
    41. Kebijakan Nasional dalam Mencegah dan Mengantisipasi Dampak Krisis Keuangan Global
      • Menggunakan dan meningkatkan sumber-sumber pembiayaan dalam negeri, agar tidak senantiasa terhantui oleh bahaya arus modal ke luar negeri ( capital out flow );
      • Meningkatkan tabungan ( saving ) dalam negeri sebagai sumber investasi domestik;
      • Memperkuat perekonomian domestik, termasuk pasar dalam negeri, agar pertumbuhan perekonomian ( growth ) tidak hanya mengandalkan ekspor, yang setiap saat bisa terancam manakala ekonomi dunia mengalami resesi;
      Delapan Grand Strategy Pembangunan Ekonomi Presiden RI www.dadangsolihin.com
    42. Kebijakan Nasional dalam Mencegah dan Mengantisipasi Dampak Krisis Keuangan Global
      • Meningkatkan daya beli masyarakat, demikian juga spending pemerintah dan swasta, agar pasar domestik makin tumbuh dengan baik;
      • Menggalakkan penggunaan produk dalam negeri (barang dan jasa), agar neraca pembayaran kita aman (tidak defisit) dan devisa kita tidak terkuras;
      • Meningkatkan ketahanan dan kecukupan kebutuhan rakyat, terutama pangan, agar ketika dunia mengalami krisis ekonomi, kebutuhan rakyat tetap dapat dipenuhi;
      Delapan Grand Strategy Pembangunan Ekonomi Presiden RI www.dadangsolihin.com
    43. Kebijakan Nasional dalam Mencegah dan Mengantisipasi Dampak Krisis Keuangan Global
      • Memajukan ekonomi daerah di seluruh provinsi, kabupaten dan kota agar semua daerah dapat menjadi sumber kekuatan dan sabuk pengaman perekonomian nasional;
      • Mengelola dan mendayagunakan sumber daya alam, terutama minyak, gas, batubara dan minyak kelapa sawit, agar benar-benar dapat meningkatkan penerimaan negara, dan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
      Delapan Grand Strategy Pembangunan Ekonomi Presiden RI www.dadangsolihin.com
    44. Langkah-langkah Pemerintah Daerah dalam Menghadapi Dampak Krisis Keuangan Global
      • Efektifitas anggaran (alokasi, distribusi dan stabilisasi), dalam hal:
        • Pemberdayaan ekonomi masyarakat (empati pada kaum miskin).
        • Pembangunan infrastruktur.
        • Rasionalisasi pajak dan restribusi.
        • Penggunaan produk dalam Negeri.
        • Pembatasan atau penundaan belanja pada jenis belanja tertentu.
      www.dadangsolihin.com
    45. Langkah-langkah Pemerintah Daerah dalam Menghadapi Dampak Krisis Keuangan Global
      • Peningkatan daya serap anggaran, melalui:
        • Percepatan proses penetapan APBD dan DIPA.
        • Percepatan proses penggadaan.
        • Penyusunan rencana penyerapan dana untuk setiap kegiatan ( cash flow ) dan peningkatan kapasitas aparatur keuangan daerah.
        • Hindari adanya SILPA di akhir tahun anggaran (khususnya sisa belanja).
        • Belanja Hibah dan Bantuan harus betul-betul di efektifkan dan akuntabilitasnya perlu ditingkatkan.
        • Buat klausal kondisi darurat dalam PERDA penetapan APBD untuk meningkatkan fleksibilitas anggaran dan menghindari implikasi hukum.
      www.dadangsolihin.com
    46. Langkah-langkah Pemerintah Daerah dalam Menghadapi Dampak Krisis Keuangan Global
      • Mengembangkan kebijakan atau kegiatan yang inovatif (berdasarkan nilai-nilai potensi lokal).
      • Penghematan penggunaan energi.
      • Bangun kerjasama swasta dan pemerintah daerah, antara swasta, dan antar pemerintah daerah (sinergitas sumber daya maupun pasar).
      www.dadangsolihin.com
    47. Terima Kasih www.dadangsolihin.com
    48. Tentang Narasumber www.dadangsolihin.com
    SlideShare Zeitgeist 2009

    + Dadang SOLIHINDadang SOLIHIN Nominate

    custom

    684 views, 0 favs, 0 embeds more stats

    Diklat Nasional Perencanaan Pembangunan Daerah; Bin more

    More info about this document

    © All Rights Reserved

    Go to text version

    • Total Views 684
      • 684 on SlideShare
      • 0 from embeds
    • Comments 0
    • Favorites 0
    • Downloads 0
    Most viewed embeds

    more

    All embeds

    less

    Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
    Flag as inappropriate

    Select your reason for flagging this presentation as inappropriate. If needed, use the feedback form to let us know more details.

    Cancel
    File a copyright complaint
    Having problems? Go to our helpdesk?

    Categories