Mekanisme dan Proses Perencanaan Pembangunan Daerah berdasarkan UU 25/2004

Loading...

Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.

0 comments

Post a comment

    Post a comment
    Embed Video
    Edit your comment Cancel

    Notes on slide 1

    In summary, managers can use information from evaluation to focus on:           the broad political strategy and design issues (“are we doing the right things?”           operational and implementation issues (“are we doing things right?”)           whether there are better ways of approaching the problem (“what are we learning?”).

           

    Favorites, Groups & Events

    Mekanisme dan Proses Perencanaan Pembangunan Daerah berdasarkan UU 25/2004 - Presentation Transcript

    1. BAPPENAS
    2. File Presentasi ini bisa didownload di
      • http://www.ziddu.com/download/6442569/2009_044_Pinrang.pdf.html
      www.dadangsolihin.com
    3. Materi
      • Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN)
      • Perwakilan Rakyat
      • Perencanaan Pembangunan Daerah
      • Tujuan dan Permasalahan Pembangunan Daerah
      • Kegagalan Perencanaan
      • Sistem Perencanaan yang Berhasil dan Ideal
      • Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Daerah
      • Indikator Kinerja Pembangunan Daerah
      www.dadangsolihin.com
      • Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN)
      www.dadangsolihin.com
    4. Apa itu SPPN
      • SPPN adalah
      • satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan
      • untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan
      • yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat di tingkat pusat dan daerah.
      www.dadangsolihin.com SPPN
    5. T ujuan SPPN www.dadangsolihin.com
      • M endukung koordinasi antar - pelaku pembangunan .
      • M enjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar - Daerah, antar - ruang, antar - waktu, antar - fungsi pemerintah maupun antara Pusat dan Daerah .
      • M enjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan .
      • M engoptimalkan partisipasi masyarakat .
      • M enjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
    6. Tahapan Perencanaan www.dadangsolihin.com
      • Penyusunan Rencana
        • Rancangan Rencana Pembangunan Nasional / Daerah
        • Rancangan Rencana Kerja Dep/Lembaga / SKPD
        • Musyawarah Perencanaan Pembangunan
        • Rancangan Akhir Rencana Pembangunan
      • Penetapan Rencana
        • RPJP Nas dgn UU dan RPJP Daerah dgn Perda
        • RPJM dengan Peraturan Presiden / Kepala Daerah
        • RKP / RKPD dengan Peraturan Presiden / Kepala Daerah
    7. Tahapan Perencanaan www.dadangsolihin.com
      • Pengendalian Pelaksanaan Rencana
        • D ilakukan oleh masing-masing pimpinan SKPD .
        • Kepala Bappeda menghimpun dan menganalisis hasil pemantauan pelaksanaan rencana pembangunan dari masing-masing pimpinan SKPD sesuai dengan tugas dan kewenangannya.
      • Evaluasi Pelaksanaan Rencana
        • Kepala SKPD melakukan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan SKPD periode sebelumnya.
        • Kepala Bappeda menyusun evaluasi rencana pembangunan berdasarkan hasil evaluasi pimpinan SKPD.
        • Hasil evaluasi menjadi bahan bagi penyusunan rencana pembangunan daerah untuk periode berikutnya.
    8. Proses Perencanaan www.dadangsolihin.com Pendekatan P olitik : P emilihan Presiden/Kepala Daerah menghasilkan rencana pembangunan hasil proses politik ( public choice theory of planning ), khususnya penjabaran Visi dan Misi dalam RPJM /D. Proses Teknokratik : M enggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah oleh lembaga atau satuan kerja yang secara fungsional bertugas untuk itu . Partisipatif : D ilaksanakan dengan melibatkan seluruh stakeholders, antara lain melalui Musrenbang . Proses top-down dan bottom-up : D ilaksanakan menurut jenjang pemerintahan .
    9. Ruang Lingkup Perencanaan (UU25/2004) www.dadangsolihin.com NASIONAL DAERAH Dokumen Penetapan Dokumen Penetapan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP-Nasional) UU (Ps. 13 Ayat 1) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJP-Daerah) Perda (Ps. 13 Ayat 2) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM-Nasional) Per Pres (Ps. 19 Ayat 1) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM-Daerah) Peraturan KDH (Ps. 19 Ayat 3) Renstra Kementerian / Lembaga (Renstra KL) Peraturan Pimpinan KL (Ps. 19 Ayat 2) Renstra Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) Peraturan Pimpinan SKPD (Ps. 19 Ayat 4) Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Per Pres (Ps. 26 Ayat 1) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Peraturan KDH (Ps. 26 Ayat 2) Rencana Kerja Kementerian / Lembaga (Renja KL) Peraturan Pimpinan KL (Ps. 21 Ayat 1) Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) Peraturan Pimpinan SKPD ( Ps. 21 Ayat 3)
    10. Dari RPJP sampai APBD RPJM Daerah RPJP Daerah RKP RPJM Nasional RPJP Nasional RKP Daerah Renstra KL Renja - KL Renstra SKPD Renja - SKPD RAPBN RAPBD RKA-KL RKA - SKPD APBN Rincian APBN APBD Rincian APBD Diacu Pedoman Dijabar kan Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Diperhatikan Dijabarkan Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Diacu Diacu Diserasikan melalui Musrenbang UU SPPN Pemerintah Pusat Pemerintah Daerah UU KN 20 T ahunan 5 T ahunan T ahunan Dit EKPD-Bappenas
    11. Langkah Penyusunan RPJPD www.dadangsolihin.com
      • Visi, misi, dan arah pembangunan Daerah
      • Mengacu pada RPJP Nasional.
      Rancangan RPJPD Musrenbang RPJPD Penyusunan Rancangan Akhir Penetapan Rancangan RPJPD menjadi Perda Proses Teknokratik oleh Bappeda
      • B ahan Rancangan RPJP
      • M elibatkan Masyarakat
      Oleh Bappeda Oleh DPRD
    12. Langkah Penyusunan RPJMD Visi, Misi, Program Kepala Daerah Terpilih Bappeda menyusun Rancangan Awal RPJMD Bappeda menyelenggarakan MUSRENBANG RPJMD Penetapan RPJMD Digunakan sebagai pedoman penyusunan Rancangan RKPD Bappeda menyusun Rancangan Akhir RPJMD
      • Visi, Misi Kepala Daerah
      • Strategi Pembangunan Daerah
      • Kebijakan Umum
      • Kerangka E konomi Daerah
      • Program SKPD
      • Visi,Misi Kepala Daerah
      • Strategi Pembangunan Daerah
      • Kebijakan Umum
      • Kerangka E konomi Daerah
      e) Program SKPD (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) www.dadangsolihin.com Indikator SKPD Menyusun Renstra SKPD Program SKPD
    13. Langkah Penyusunan RKPD Bappeda menyusun Rancangan Awal RKPD Penetapan RKPD Sebagai pedoman penyusunan Rancangan APB D Rancangan Akhir RKPD
      • Prioritas Pembangunan
      • Kebijakan Umum
      • Kerangka E konomi Daerah
      • Program SKPD
      • Prioritas Pembangunan Daerah
      • Kebijakan Umum
      • Kerangka E konomi Daerah  Pagu Indikatif
      d) Program SKPD MUSRENBANG Kab/Kota
      • Sinkronisasi Program SKPD
      • Harmonisasi Dekon dan TP
      MUSRENBANG Prov Sbg Wakil Pemerintah Pusat
      • Harmonisasi Dekon dan TP
      (4) Bappenas menyelenggarakan MUSRENBANGNAS
      • Sinkronisasi Program KL/SKPD
      • Harmonisasi Dekon dan TP
      Maret April April MUSRENBANG Desa/Kelurahan/Kecamatan Mei ( 8 ) ( 9 ) ( 10 ) ( 11.a ) ( 11.b ) ( 12 ) ( 13 ) ( 14 ) ( 15 ) www.dadangsolihin.com SKPD Menyusun Renja SKPD Program SKPD
    14. Langkah Penyusunan APBD www.dadangsolihin.com 1 2 3 4 5 6 7 8 9 RKPD KUA Nota Kesepakatan KUA PPAS Nota Kesepakatan PPA SE-KDH Pedoman Penyusunan RKA-SKPD Pembahasan RKA-SKPD Perbaikan RKA-SKPD Rancangan APBD Bappeda Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) 10 11 12 13 14 15 16 17 Pembahasan Rancangan APBD TAPD Persetujuan DPRD Raperda APBD Penyusunan Rancangan Per-KDH Penjabaran APBD P P K D Evaluasi Raperda APBD dan Raper KDH Penjabaran APBD SK Mendagri Evaluasi Raperda dan Raper KDH Penjabaran APBD Pembahasan Pimpinan DPRD Ha s il Evaluasi Mendagri Raperda dan Raper KDH Penjabaran APBD SK Pimpinan DPRD Penyempurnaan Raperda dan Raper KDH Penjabaran APBD Penetapan Perda dan Per-KDH Penjabaran APBD oleh KDH 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Penyusunan Rancangan DPA-SKPD SKPD Verifikasi Rancangan DPA-SKPD TAPD Pengesahan DPA-SKPD PPKD Persetujuan DPA-SKPD Sekda Pendistribusian DPA-SKPD PPKD Pelaksanaan DPA-SKPD SKPD Penyusunan Laporan Keuangan PPKD Penyusunan Laporan Kinerja Bappeda Penyusunan Laporan Keterangan Pertanggung jawaban
    15.  
    16. Struktur dan Kompleksitas Keterwakilan Kepentingan Warga dalam Pembangunan Kelompok median pendukung pemilu dan political entrepreneur Sumber : ADEKSI, KAS, GTZ, ProLH (2005) www.dadangsolihin.com Pemda Kebijakan dan Program Pembangunan DPRD Produk-produk Fungsi DPRD Parpol Program partai dan janji kampanye LSM Kebijakan dan program khusus LSM Ormas Agenda lobi dan tekanan politik Bentuk Kebijakan dan Program Pembangunan Pemda KDH, Sekda, SKPD DPRD Pimpinan, Komisi, Fraksi, Kaukus Parpol Pimpinan Partai, Biro-biro dalam Partai LSM Berbagai bentuk dan jenis LSM Ormas Berbagai bentuk dan jenis Ormas Lembaga Intermediary Gender Laki Perempuan Ekonomi Kaya Miskin Domisili Tetap Tidak Tetap Keamanan Mapan Rentan Organisasi Kelompok Individual Warga Negara dan Kepentingan-kepentingannya Lingkungan Lingkungan yang sehat dan lestari Arena Pembangunan Sosial Kesejahteraan sosial bagi seluruh warga Ekonomi Pertumbuhan dan pemerataan Kelembagaan Pembuatan keputusan partisipatif
    17. Wadah Perwakilan Rakyat www.dadangsolihin.com Pemerintah Daerah yang dipimpin oleh Kepala Daerah yang dipilih secara langsung oleh rakyat DPRD sebagai organisasi politik Negara yang berpihak dan berjuang untuk kepentingan rakyat B erbagai partai politik yang seharusnya menjadi organisasi politik sipil tertinggi dari rakyat LSM dan berbagai bentuk asosiasi yang menjadi wadah fungsional atas perjuangan kepentingan tertentu B erbagai organisasi kemasyarakatan yang dibentuk mulai dari tingkat dusun sampai tingkat nasional
      • M ana yang paling dekat dengan rakyat dan secara nyata sering memperjuangkan kepentingan rakyat?
      • Organisasi mana yang terkait langsung memperjuangkan kepentingan rakyat?
      • Lembaga dan organisasi mana yang mempunyai sumberdaya pembangunan yang dapat didayagunakan untuk secara nyata dan cepat memenuhi kebutuhan hidup rakyat?
      • Organisasi mana yang mempunyai dasar pijakan kuat dan konkrit di lingkungan rakyat?
    18. www.dadangsolihin.com Fungsi DPRD menurut UU 32/2004 Legislasi Anggaran Pengawasan 1. 2. 3.
    19. Fungsi Legislasi
      • Fungsi Legislasi adalah kewenangan pembuatan Peraturan Daerah (Perda), yaitu menginisiasi lahirnya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dan juga membahas dan menyetujui/menolak Raperda yang diusulkan oleh eksekutif.
      • Perda akan menjaga keberlanjutan sebuah kebijakan di daerah.
      • Perda menjadi dasar hukum tindakan pemerintahan sekaligus menjadi instrumen perlindungan hukum bagi rakyat di daerah.
      • Perda dapat difungsikan sebagai instrumen pembangunan.
      www.dadangsolihin.com
    20. Fungsi Anggaran
      • Fungsi Anggaran adalah kewenangan menyetujui atau menolak dan menetapkan RAPBD menjadi APBD, melalui proses pembahasan Arah Kebijakan Umum, pembahasan rancangan APBD yang diajukan oleh kepala daerah, dan menerapkan Perda tentang APBD.
      • APBD harus semakin berorientasi kepada kepentingan rakyat melalui model perencanaan kebijakan yang integratif, antara rakyat, DPRD dan pemerintah daerah.
      • APBD merupakan dokumen kebijakan yang memiliki pengaruh nyata terhadap prioritas dan arah kebijakan pemerintahan dalam satu tahun anggaran.
      • Dari APBD akan sangat mudah diidentifikasi kebijakan politik anggaran daerah, dimana di dalamnya terungkap: “kepada kelompok mana pemerintah berpihak, dan untuk kegiatan apa pemerintah bertindak”.
      www.dadangsolihin.com
    21. Fungsi Pengawasan
      • Fungsi Pengawasan adalah kewenangan dewan untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan perda dan peraturan lainnya, pengawasan pelaksanaan APBD, mengawasi kebijakan dan kinerja pemerintah daerah dalam pelaksanaan pembangunan daerah, dan kerjasama internasional di daerah.
      • Adanya pelayananan publik yang berkualitas mempersyaratkan adanya kebijakan daerah yang progresif memihak masyarakat.
      • Sebagai stakeholder utama dalam penyediaan pelayanan publik daerah, DPRD diharapkan mampu mendorong adanya peningkatan kualitas pelayanan publik.
      • Sebagai pilar utama dalam pemerintaran daerah, DPRD perlu lebih responsif dengan memperkuat fungsi pengawasan terhadap penyediaan pelayanan publik di daerah.
      www.dadangsolihin.com
    22. Peran dan Fungsi DPRD (1966-1998)
      • DPRD hanya menyetujui konsep eksekutif karena kapasitas dan kewenangannya terbatas untuk menganalisis kebijakan yang diprakarsai eksekutif.
      • Anggota dewan saat itu tidak memiliki kekuatan dan keahlian untuk melakukan analisa secara independen atau untuk meminta masukan dari masyarakat.
      • Hal ini semakin memperlemah fungsi perwakilan DPRD dan kemampuan mereka dalam memastikan bahwa program, pelayanan, dan anggaran pemerintah daerah telah mencerminkan prioritas konstituen.
      • Pemilihan umum direkayasa secara seksama untuk memilih anggota DPRD yang loyal pada rezim.
      www.dadangsolihin.com
    23. Peran dan Fungsi DPRD (Saat Ini)
      • DPRD saat ini lebih cerdas dan kompeten dibandingkan di masa lalu.
      • Anggota DPRD secara aktif terlibat dalam penyusunan peraturan daerah , tidak hanya menyetujui draf yang dipersiapkan oleh pemerintah, dan memainkan peran penting dalam proses penganggaran daerah.
      • Pemerintah daerah berkonsultasi dengan DPRD mengenai keputusan-keputusan kebijakan yang penting dan DPRD secara aktif mengambil bagian dalam perencanaan untuk pengembangan ekonomi dan masyarakat di daerahnya.
      • Melalui pemilihan umum yang jujur dan adil, anggota DPRD kini lebih representatif dibandingkan di masa lalu, di mana masyarakat memiliki harapan yang tinggi terhadap lembaga ini.
      www.dadangsolihin.com
    24. Tantangan bagi DPRD yang Efektif (1)
      • Seperti di banyak tempat lain di dunia, para politisi seringkali terlihat sebagai orang-orang yang mengutamakan kepentingan diri sendiri dan mereka tidak terjangkau, terpisah dari realita kemiskinan dan kesengsaraan lain yang masih mewarnai kehidupan sehari-hari di Indonesia.
      • Banyak anggota DPRD merasa mempunyai hak istimewa dan merasa bahwa sebagai wakil terpilih yang berbicara dan bertindak atas nama masyarakat, mereka berhak menuntut perlakuan khusus dan kemudian menjauhkan diri dari masyarakat biasa.
      www.dadangsolihin.com
    25. Tantangan bagi DPRD yang Efektif (2)
      • Tuduhan korupsi dan penyalahgunaan sumber daya publik yang terus menghiasi catatan DPRD di daerah juga akan dapat mengikis kepercayaan publik.
      • Menurut data Indonesian Corruption Watch pada Juni 2006, lebih dari 1.000 anggota DPRD di seluruh Indonesia sedang dalam penyelidikan karena tuduhan yang berkaitan dengan korupsi.
      • DPRD banyak yang kurang efektif. Kebanyakan DPRD hanya menyetujui satu atau dua PERDA dalam setahun walaupun merencanakan untuk membuat lebih banyak lagi. Anggaran daerah sering pula tertunda karena keterlambatan DPRD untuk menyetujuinya.
      www.dadangsolihin.com
    26. Mengapa Hal Ini Terjadi?
      • Sistem partai yang terpusat membuat anggota DPR/D menjadi lebih berpihak kepada partai sebagai sumber legitimasi daripada berpihak pada pemilih dan masyarakat.
      • Partai politik melihat anggotanya sebagai sumber pengumpulan dana untuk pemilihan umum berikut, sehingga kebanyakan anggota DPRD memang secara teratur harus memberikan sebagian gaji mereka kepada partai.
      • Bagi banyak anggota DPRD, para pemilih hanya perlu dimintai pendapat lima tahun sekali, sebagai bagian dari kampanye pemilihan kembali.
      • “ Hubungan Konstituensi” berarti memelihara kelompok kepentingan tertentu yang mendukung para anggota DPRD untuk dipilih, dan seringkali melibatkan uang.
      www.dadangsolihin.com
    27. Kemauan untuk Mereformasi
      • Anggota DPRD yang progresif dan berpikiran reformis semakin sadar bahwa kebutuhan untuk mendengarkan masyarakat tidak hanya terjadi selama kampanye saja tetapi dalam praktek sehari-hari.
      • Anggota DPRD semakin tanggap dan inovatif serta memahami permasalahan yang muncul akibat ketidakpercayaan rakyat pada para politisi.
      • DPRD telah melakukan reformasi di beberapa bidang yang memungkinkan partisipasi masyarakat serta meningkatkan transparansi.
      www.dadangsolihin.com
    28. Hubungan antara Pemda dan DPRD
      • Kedudukannya SETARA dan bersifat KEMITRAAN .
      • Setara:
        • Kedudukan sama dan sejajar, artinya tidak saling membawahi.
        • Hal ini tercermin dalam membuat kebijakan daerah berupa Peraturan Daerah.
      • Kemitraan:
        • Hubungan kerja yang saling mendukung.
        • Bukan merupakan lawan ataupun pesaing dalam melaksanakan fungsi masing-masing.
      www.dadangsolihin.com
    29. Best Practices (1)
      • Peraturan Daerah tentang Transparansi dan Partisipasi
      • Beberapa Pemda telah mengesahkan Perda yang transparan dan memberikan kesempatan masyarakat untuk dimintai pendapatnya dalam proses pembuatan keputusan.
      • Penggunaan Masa Reses yang Bermakna
      • Setiap tahun, DPRD memiliki dua kali masa reses, untuk melakukan konsultasi dengan para konsituennya.
      • Beberapa DPRD telah menggunakan reses ini dengan sangat baik, misalnya dengan mengikuti Musrenbang di daerah masing-masing.
      www.dadangsolihin.com
    30. Best Practices (2)
      • Keterlibatan Publik dalam Penyusunan Peraturan Daerah
      • DPRD dan pemerintah daerah membuka pintunya untuk masukan dari kelompok-kelompok masyarakat sipil.
      • Dalam beberapa kasus, hal ini telah dilembagakan melalui kebijakan lokal untuk melibatkan organisasi masyarakat sipil dalam proses penyusunan peraturan daerah.
      • Dengan memperbolehkan masyarakat terlibat aktif dalam proses pembuatan peraturan daerah, perangkat hukum menjadi lebih mantap dan mudah dilaksanakan.
      www.dadangsolihin.com
    31. Best Practices (3)
      • Dengar Pendapat Publik
      • Sudah semakin lazim bagi DPRD untuk berkonsultasi dengan masyarakat melalui dengar pendapat publik.
      • Beberapa DPRD telah memanfaatkan fasilitator dan mekanisme konsultatif yang lebih interaktif dibandingkan dengan komunikasi satu arah tradisional dan sosialisasi dari atas ke bawah.
      • Ruang sidang paripurna DPRD dipersiapkan sedemikian rupa guna meningkatkan komunikasi diantara para peserta, dan pertemuan ini pun difasilitasi oleh fasilitator yang terlatih.
      www.dadangsolihin.com
    32. Best Practices (4)
      • Transparansi Anggaran
      • Banyak DPRD kini telah membuka pintu bagi masyarakat untuk mengakses dokumen anggaran, bahkan telah menyebarkannya kepada publik dalam bentuk poster.
      • Beberapa DPRD telah melakukan dialog interaktif melalui program radio untuk membicarakan anggaran daerah.
      • Keterlibatan Masyarakat dalam Proses Penganggaran
      • Di beberapa daerah delegasi yang mewakili masyarakat dari forum Musrenbang dapat mengikuti pertemuan persiapan DPRD untuk Kebijakan Umum Anggaran dalam rangka penyusunan APBD.
      www.dadangsolihin.com
    33. Orientasi Dasar Politik DPRD
      • Agenda politik yang sangat nyata dan langsung memenuhi kebutuhan warga.
        • Penanggulangan kemiskinan;
        • Peningkatan aksesibilitas dan kualitas pendidikan dan kesehatan;
        • Pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi.
      www.dadangsolihin.com
    34. Orientasi Dasar Politik DPRD . . .
      • Argumentasi politik yang dibangun adalah sangat mendasar dan tidak klise.
        • Dengan membawa dukungan politik nyata dari warga, anggota DPRD akan dapat memperkuat pijakan mereka dalam proses politik yang berlangsung dalam berbagai sidang DPRD.
        • Dengan informasi dan pengetahuan yang langsung diperoleh dari warga masyarakat, para anggota DPRD akan mampu membawakan semua kepentingan warga ke dalam proses pembuatan Peraturan Daerah, penentuan APBD dan pengawasan politik.
      www.dadangsolihin.com
    35. Orientasi Dasar Politik DPRD . . .
      • Pemikiran yang selalu mencari upaya perbaikan.
        • Anggota DPRD akan selalu dituntut untuk berpikir positif dan konstruktif dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
        • Sering tanpa disadari kebiasaan ini justru meningkatkan kapasitas modal politik yang memang dibutuhkan oleh anggota DPRD dan struktur politik pendukungnya.
      www.dadangsolihin.com
    36. Orientasi Dasar Politik DPRD . . .
      • Membangun dan memperkokoh sistem umpanbalik yang cepat dan efektif.
        • Para anggota DPRD dan partai politiknya dapat selalu melakukan up-date terhadap informasi dan program kerjanya.
        • Partai politik yang diwakili oleh anggota DPRD tersebut juga secara terus menerus mengevaluasi diri apakah mereka mempunyai akar yang kuat di tingkat akar rumput atau justru berkembang menjadi partai politik yang mengambang.
      www.dadangsolihin.com
    37. Siklus Representasi Wakil Rakyat
      • Mandat politik yang bersifat sementara mengandung arti bahwa rakyat hanya memberikan sebagian hak-haknya untuk diwakili oleh anggota DPRD yang terpilih dalam proses pengambilan keputusan.
      • Rakyat masih dapat menggunakan haknya secara langsung untuk mempengaruhi proses pengambilan keputusan.
      • Jika wakil rakyat dianggap tidak dapat mewakili kepentingan mereka yang memilihnya, maka kekuasaan perwakilan itu dapat dicabut oleh para pemilih melalui mekanisme Pemilu lima tahun yang akan datang.
      • Dalam jeda waktu di antara dua pemilihan umum, apabila seorang wakil rakyat tidak dapat mewakili kepentingan para pemilihnya, maka secara politik yang bersangkutan akan mengalami delegitimasi di mata publik.
      www.dadangsolihin.com
    38. Siklus Representasi Wakil Rakyat Sumber: NDI, LGSP www.dadangsolihin.com Perlindungan hak-hak Individu dan masyarakat Hubungan dengan Pemilih Hubungan dengan media dan kelompok kepentingan Sumber daya (anggaran, staf, riset dan informasi) R A K Y A T PEMILU DPRD MEMBUAT KEPUTUSAN POLITIK Peningkatan Kesejahteraan Individu dan Masyarakat Fungsi Legislasi Fungsi Anggaran Fungsi Pengawasan Representasi Rakyat (keterwakilan)
    39. Indikator Pelaksanaan Mandat yang Baik (1)
      • Dalam pelaksanaan mandat rakyat, dewan selayaknya dapat menghasilkan keputusan politik/ kebijakan publik yang berdampak positif melalui instrumen fungsi-fungsi DPRD, yaitu fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan.
      • Semua pelaksanaan fungsi tersebut merupakan inti dari politik perwakilan.
      • DPRD sebagai representasi rakyat menjalankan amanah keterwakilan, yang mengharuskan seorang wakil rakyat bersikap dan bertindak sesuai dengan kehendak rakyat, yang diartikulasikan melalui peran kelompok-kelompok dalam masyarakat maupun individu-invidu warga negara.
      www.dadangsolihin.com
    40. Indikator Pelaksanaan Mandat yang Baik (2)
      • Secara substansial
        • perlindungan hak
        • peningkatan kesejahteraan dalam berbagai aspek
      • Secara prosedural
        • mengikuti prosedur hukum yang benar
        • melibatkan masyarakat di dalam prosesnya
      • Komunikasi dan hubungan dengan konstituen, media serikat, Ormas, LSM, perguruan tinggi, dan lain-lain.
      • Sistem pendukung ( supporting system ) memadai antara lain mencakup anggaran, staf, riset dan informasi.
      www.dadangsolihin.com
    41.  
    42. Definisi Perencanaan
      • Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat melalui serangkaian pilihan-pilihan .
        • Menentukan : Menemukan (mengungkapkan dan meyakinkan).
        • Tindakan : Spesifik dan berkaitan dengan persoalan pelaksanaan
        • Tepat : Dikaitkan dengan tindakan
        • Pilihan-pilihan :
          • Pemilihan tujuan dan kriteria
          • Identifikasi seperangkat alternatif yang konsisten dengan preskripsi dengan pemilihan alternatif yang memungkinkan
          • Arahan tindakan mengenai tujuan yang telah ditentukan
      www.dadangsolihin.com
    43. Syarat Perencanaan
      • Harus memiliki, mengetahui, dan memperhitungkan:
      • Tujuan akhir yang dikehendaki.
      • Sasaran-sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya (yang mencerminkan pemilihan dari berbagai alternatif).
      • Jangka waktu mencapai sasaran-sasaran tersebut.
      • Masalah-masalah yang dihadapi.
      • Modal atau sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya.
      • kebijakan-kebijakan untuk melaksanakannya.
      • Orang, organisasi, atau badan pelaksananya.
      • Mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pengawasan pelaksanaannya.
      www.dadangsolihin.com
    44. Fungsi/Manfaat Perencanaan
      • Sebagai penuntun arah
      • Minimalisasi ketidakpastian
      • Minimalisasi inefisiensi sumberdaya
      • Penetapan standar dan pengawasan kualitas
      www.dadangsolihin.com
    45.  
    46. Apa Tujuan Pembangunan? ( Todaro: the three objectives of development)
      • P eningkatan standar hidup (levels of living) setiap orang , baik pendapatannya, tingkat konsumsi pangan, sandang, papan, pelayanan kesehatan, pendidikan, dll.
      • P enciptaan berbagai kondisi yang memungkinkan tumbuhnya rasa percaya diri (self-esteem) setiap orang .
      • P eningkatan kebebasan (f reedom/ democracy ) setiap orang.
      www.dadangsolihin.com
    47. How?
      • Mengurangi disparitas atau ketimpangan pembangunan
        • antar daerah
        • antar sub daerah
        • antar warga masyarakat (pemerataan dan keadilan).
      • Memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.
      • Menciptakan atau menambah lapangan kerja.
      • Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat daerah.
      • Mempertahankan atau menjaga kelestarian sumber daya alam agar bermanfaat bagi generasi sekarang dan generasi masa datang (berkelanjutan).
      www.dadangsolihin.com
    48. Pembangunan Daerah (1)
      • Pembangunan daerah pada hakekatnya adalah upaya terencana untuk meningkatkan kapasitas pemerintahan daerah sehingga tercipta suatu kemampuan yang andal dan profesional dalam:
        • memberikan pelayanan kepada masyarakat,
        • mengelola sumber daya ekonomi daerah.
      www.dadangsolihin.com
    49. Pembangunan Daerah (2)
      • Pembangunan daerah juga merupakan upaya untuk memberdayakan masyarakat di seluruh daerah sehingga:
        • tercipta suatu lingkungan yang memungkinkan masyarakat untuk menikmati kualitas kehidupan yang lebih baik, maju, dan tenteram,
        • memperluas pilihan yang dapat dilakukan masyarakat bagi peningkatan harkat, martabat, dan harga diri.
      www.dadangsolihin.com
    50. Pembangunan Daerah (3)
      • Pembangunan daerah dilaksanakan melalui penguatan otonomi daerah dan pengelolaan sumber daya yang mengarah pada terwujudnya tata kepemerintahan yang baik (good governance).
      • Pelaksanaan pembangunan daerah yang baik hanya dapat dilakukan apabila terjadi keseimbangan peran dari tiga pilar, yaitu: pemerintah, dunia usaha swasta , dan masyarakat.
      www.dadangsolihin.com
    51. Pembangunan Daerah (4)
      • Pemerintahan (legislatif, eksekutif, dan yudikatif) memainkan peran yang menjalankan dan menciptakan lingkungan politik dan hukum yang kondusif bagi unsur-unsur lain.
      • Peran dunia usaha swasta adalah mewujudkan penciptaan lapangan kerja dan pendapatan.
      • Masyarakat berperan dalam penciptaan interaksi sosial, ekonomi dan politik.
      www.dadangsolihin.com
    52. Pergeseran Paradigma: F rom Government to Governance www.dadangsolihin.com Government Governance
      • Memberikan hak ekslusif bagi negara untuk mengatur hal-hal publik,
      • Aktor di luarnya hanya dapat disertakan sejauh negara mengijinkannya.
      • Persoalan-persoalan publik adalah urusan bersama pemerintah, civil society dan dunia usaha sebagai tiga aktor utama.
    53. Pelaku Pembangunan: Paradigma Governance
      • Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat yang bersendikan transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dsb.
      • Apabila sendi-sendi tersebut dipenuhi, maka Governance akan Good .
      www.dadangsolihin.com Dunia Usaha Swasta Pemerintah Masyarakat Nilai Pertumbuhan Redistibusi Melalui P elayanan Pasar Kontrol Kontrol Tenaga Kerja
    54. Pelaku Pembangunan: Stakeholders www.dadangsolihin.com Executive Judiciary Legislature Public service Military Police organized into: Community-based organizations Non-governmental organizations Professional Associations Religious groups Women’s groups Media Small / medium / large enterprises Multinational Corporations Financial institutions Stock exchange BUSINESS STATE CITIZENS
    55. Troika www.dadangsolihin.com
    56. Troika: Pola Hubungan a ntara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, d an Masyarakat www.dadangsolihin.com VISI Masyarakat, Bangsa, dan Negara Pemerintah Masyarakat Dunia Usaha Good Governance
    57. Perumusan Visi Daerah Stakeholders PEMDA www.dadangsolihin.com
    58. Perumusan Visi Daerah PEMDA Stakeholders www.dadangsolihin.com
    59. Permasalahan Pembangunan Daerah (1)
      • Pembangunan Ekonomi
        • Meningkatnya pengangguran dan kemiskinan
        • Menurunnya fungsi intermediasi perbankan untuk mengembangkan sektor riil
        • Pola persebaran investasi untuk PMA dan PMDN secara nasional belum merata dan menunjukkan ketimpangan yang cukup tinggi antarwilayah
      • Pembangunan Sosial
        • Menurunnya kemampuan pemerintah dalam pelayanan-pelayanan sosial dasar (pendidikan, kesehatan dan gizi).
      www.dadangsolihin.com
    60. Permasalahan Pembangunan Daerah (2)
      • Pembangunan Prasarana Wilayah
        • Terbatasnya tingkat pelayanan jaringan transportasi antar dan intra wilayah.
        • Menurunnya kapasitas pemerintah daerah dalam pengaturan dan pengelolaan infrastruktur.
        • Menurunnya kapasitas dan ketersediaan sumberdaya tenaga listrik.
        • Meningkatnya masalah kelangkaan air bersih dan air minum.
        • Menurunnya kapasitas pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan infrastruktur.
      www.dadangsolihin.com
    61. Permasalahan Pembangunan Daerah (3)
      • Pembangunan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup
        • Menurunnya kualitas permukiman (kemacetan, kawasan kumuh, pencemaran lingkungan (air, udara, suara, sampah).
        • Berkurangnya ruang publik dan ruang terbuka hijau (RTH) di wilayah perkotaan.
        • Alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi lahan permukiman secara signifikan.
      www.dadangsolihin.com
    62. Permasalahan Pembangunan Daerah (4)
        • Pembangunan SDA dan LH (lanjutan)
        • Meningkatnya urbanisasi dan aglomerasi perkotaan.
        • Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) belum sepenuhnya menjadi acuan dalam pemanfaatan ruang dan fokus hanya pada Perencanaan.
        • Penurunan luas kawasan Hutan Tropis dan kawasan resapan air, serta meningkatnya DAS kritis.
        • Kejadian bencana alam gempa, banjir dan longsor yang frekuensinya meningkat dan dampaknya semakin meluas, terutama pada kawasan yang berfungsi lindung.
      www.dadangsolihin.com
    63. Permasalahan Pembangunan Daerah (5)
      • Permasalahan Khusus
      • Lemahnya daya saing investasi
      • Pembangunan daerah tertinggal belum ditangani secara terpadu antar sektor dan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha
      • Pemekaran daerah yang belum mampu menyejahterakan masyarakat
      • Rendahnya proses pembangunan dan penguatan stabilitas keamanan di daerah perbatasan negara.
      www.dadangsolihin.com
    64.  
    65. Kegagalan Perencanaan (1)
      • Penyusunan perencanaan tidak tepat, mungkin karena:
      • informasinya kurang lengkap,
      • metodologinya belum dikuasai,
      • perencanaannya tidak realistis sehingga tidak mungkin pernah bisa terlaksana
      • pengaruh politis terlalu besar sehingga pertimbangan-pertimbangan teknis perencanaan diabaikan.
      www.dadangsolihin.com
    66. Kegagalan Perencanaan (2)
      • Perencanaannya mungkin baik, tetapi pelaksanaannya tidak seperti seharusnya.
        • kegagalan terjadi karena tidak berkaitnya perencanaan dengan pelaksanaannya.
        • aparat pelaksana tidak siap atau tidak kompeten,
        • masyarakat tidak punya kesempatan berpartisipasi sehingga tidak mendukungnya.
      www.dadangsolihin.com
    67. Kegagalan Perencanaan (3)
      • Perencanaan mengikuti paradigma yang ternyata tidak sesuai dengan kondisi dan perkembangan serta tidak dapat mengatasi masalah mendasar negara berkembang.
      • Misalnya, orientasi semata-mata pada pertumbuhan yang menyebabkan makin melebarnya kesenjangan.
      • Dengan demikian, yang keliru bukan semata-mata perencanaannya, tetapi falsafah atau konsep di balik perencanaan itu.
      www.dadangsolihin.com
    68. Kegagalan Perencanaan (4)
      • Karena perencanaan diartikan sebagai pengaturan total kehidupan manusia sampai yang paling kecil sekalipun.
        • Perencanaan di sini tidak memberikan kesempatan berkembangnya prakarsa individu dan pengembangan kapasitas serta potensi masyarakat secara penuh.
        • Sistem ini bertentangan dengan hukum penawaran dan permintaan karena pemerintah mengatur semuanya.
        • Perencanaan seperti inilah yang disebut sebagai sistem perencanaan terpusat (centrally planned system).
      www.dadangsolihin.com
    69. Sistem Perencanaan yang Berhasil
      • Sistem perencanaan yang mendorong berkembangnya mekanisme pasar dan peran serta masyarakat.
      • Dalam sistem ini perencanaan dilakukan dengan menentukan sasaran-sasaran secara garis besar, baik di bidang sosial maupun ekonomi, dan pelaku utamanya adalah masyarakat dan usaha swasta.
      www.dadangsolihin.com
    70. Perencanaan yang Ideal
      • Prinsip partisipatif: masyarakat yang akan memperoleh manfaat dari perencanaan harus turut serta dalam prosesnya.
      • Prinsip kesinambungan: perencanaan tidak hanya berhenti pada satu tahap; tetapi harus berlanjut sehingga menjamin adanya kemajuan terus-menerus dalam kesejahteraan, dan jangan sampai terjadi kemunduran.
      • Prinsip holistik: masalah dalam perencanaan dan pelaksanaannya tidak dapat hanya dilihat dari satu sisi (atau sektor) tetapi harus dilihat dari berbagai aspek, dan dalam keutuhan konsep secara keseluruhan.
      • Mengandung sistem yang dapat berkembang (a learning and adaptive system).
      • Terbuka dan demokratis ( a pluralistic social setting).
      www.dadangsolihin.com
    71.  
    72. Tahapan Perencanaan (1) www.dadangsolihin.com
      • Penyusunan Rencana
        • Rancangan Rencana Pembangunan Nasional / Daerah
        • Rancangan Rencana Kerja Dep/Lembaga / SKPD
        • Musyawarah Perencanaan Pembangunan
        • Rancangan Akhir Rencana Pembangunan
      • Penetapan Rencana
        • RPJP Nas dgn UU dan RPJP Daerah dgn Perda
        • RPJM dengan Peraturan Presiden / Kepala Daerah
        • RKP / RKPD dengan Peraturan Presiden / Kepala Daerah
    73. Tahapan Perencanaan (2) www.dadangsolihin.com Sumber: UU25/2004
      • Pengendalian Pelaksanaan Rencana
        • D ilakukan oleh masing-masing pimpinan SKPD .
        • Kepala Bappeda menghimpun dan menganalisis hasil pemantauan pelaksanaan rencana pembangunan dari masing-masing pimpinan SKPD sesuai dengan tugas dan kewenangannya.
      • Evaluasi Pelaksanaan Rencana
        • Kepala SKPD melakukan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan SKPD periode sebelumnya.
        • Kepala Bappeda menyusun evaluasi rencana pembangunan berdasarkan hasil evaluasi pimpinan SKPD.
        • Hasil evaluasi menjadi bahan bagi penyusunan rencana pembangunan daerah untuk periode berikutnya.
      • Pengendalian
        • Serangkaian kegiatan manajemen yang dimaksudkan untuk menjamin agar suatu program/kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan rencana yang ditetapkan.
      • P emantauan/Monitoring
        • Kegiatan mengamati perkembangan pelaksanaan rencana pembangunan, mengidentifikasi serta mengantisipasi permasalahan yang timbul dan/atau akan timbul untuk dapat diambil tindakan sedini mungkin.
      • Evaluasi
        • Rangkaian kegiatan membandingkan realisasi masukan (input), keluaran (output), dan hasil (outcome) terhadap rencana dan standar.
      Pengertian www.dadangsolihin.com Sumber: PP39/2006
    74. Evaluasi www.dadangsolihin.com Tahap Perencanaan ( ex‑ante ) Tahap Pelaksanaan ( on‑going ) Tahap Pasca‑Pelaksanaan ( ex‑post )
      • dilakukan sebelum ditetapkannya rencana pembangunan
      • untuk memilih dan menentukan skala prioritas dari berbagai alternatif dan kemungkinan cara mencapai tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya
      • dilakukan pada saat pelaksanaan rencana pembangunan
      • untuk menentukan tingkat kemajuan pelaksanaan rencana dibandingkan dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya
      • Dilaksanakan setelah pelaksanaan rencana berakhir
      • untuk melihat apakah pencapaian (keluaran/ hasil/ dampak) program mampu mengatasi masalah pembangunan yang ingin dipecahkan
      • untuk menilai efisiensi (keluaran dan hasil dibandingkan masukan), efektivitas (hasil dan dampak terhadap sasaran), ataupun manfaat (dampak terhadap kebutuhan) dari suatu program.
    75. Evaluasi menurut Waktu Pelaksanaan
        • Evaluasi Formatif:
          • Dilaksanakan pada waktu pelaksanaan program
          • Bertujuan memperbaiki pelaksanaan program
          • Temuan utama berupa masalah-masalah dalam pelaksanaan program.
        • Evaluasi Summatif:
          • Dilaksanakan pada saat pelaksanaan program sudah selesai
          • Bertujuan untuk menilai hasil pelaksanaan program
          • Temuan utama berupa capaian-capaian dari pelaksanaan program.
      www.dadangsolihin.com
    76. Kegunaan Evaluasi
      • Memberikan umpan balik terhadap kebijakan, program dan kegiatan
      • Menjadikan kebijakan, program dan kegiatan mampu mempertanggungjawabkan penggunaan dana publik
      • Mambantu stakeholders belajar lebih banyak mengenai kebijakan, program dan kegiatan
      www.dadangsolihin.com
    77. Evaluasi Memberikan Informasi mengenai:
      • Strategi
        • Apakah yang dilakukan sudah benar?
      • Operasi
        • Apakah cara yang ditempuh sudah benar?
      • Pembelajaran
        • Apakah ada cara yang lebih baik?
      www.dadangsolihin.com
    78. Monitoring dan Evaluasi
      • Monitoring
        • Kegiatan rutin, sedang berjalan dan internal
        • Dipergunakan untuk mengumpulkan informasi terhadap keluaran, hasil dan indikator yang dipergunakan untuk mengukur kinerja program
      • Evaluasi
        • Periodik dan berkala
        • Dapat bersifat internal, eksternal atau partisipatif
        • Umpan balik periodik kepada pemangku kepentingan utama
      www.dadangsolihin.com
    79. Perbedaan antara Monitoring dan Evaluasi www.dadangsolihin.com Aspek Monitoring Evaluasi
      • Tujuan
      Menilai kemajuan dalam pelaksanaan program yang sedang berjalan Memberikan gambaran pada suatu waktu tertentu mengenai suatu program
      • Fokus
      • Akuntabilitas penyampaian input program
      • Dasar untuk aksi perbaikan
      • Penilaian keberlanjutan program
      • Akuntabilitas penggunaan sumberdaya
      • Pembelajaran tentang hal-hal yang dapat dilakukan lebih baik di masa yang akan datang
      • Cakupan
      • Apakah pelaksanaan sesuai dengan rencana?
      • Apakah terdapat penyimpangan?
      • Apakah penyimpangan tersebut dapat dibenarkan?
      • Relevansi
      • Keberhasilan
      • Keefekifan biaya
      • Pembelajaran
      • Waktu pelaksanaan
      • Dilaksanakan terus-menerus
      • Dilaksanakan secara berkala selama program berjalan
      Umumnya dilaksanakan pada pertengahan dan akhir program
    80. Kriteria Evaluasi
      • Relevansi
      • Efektifitas
      • Efisiensi
      • Dampak
      • Keberlanjutan
      www.dadangsolihin.com
    81. Kriteria Evaluasi dan Logic Model   www.dadangsolihin.com Output Effectiveness Impact Efficiency Relevance Sustainability Input Project Purpose (Outcome) Overall Goal (Impact) Policy Program Project
    82. Relevansi
        • Sejauh mana kegiatan sejalan dengan prioritas dan kebijakan
      www.dadangsolihin.com Policy Program Project Levels Logframe Overall Goal (Impacts) Relevance Overall Purpose (Outcome) Ouputs Inputs
    83. Efektivitas
        • Suatu ukuran sejauh mana sebuah kegiatan mencapai tujuan
      www.dadangsolihin.com IRR Use of Outputs Policy Program Project Levels Logframe Overall Goal (Impacts) Effectiveness Project Purpose (Outcome) Ouputs Inputs
    84. Efisiensi
        • Mengukur keluaran, kualitatif dan kuantitatif, dalam hubungan dengan masukan.
      www.dadangsolihin.com Project Period Project Cost Policy Program Project Levels Logframe Overall Goal (Impacts) Efficiency Project Purpose (Outcome) Ouputs Inputs
    85. Dampak
        • Perubahan positif dan negatif yang dihasilkan oleh sebuah intervensi pembangunan, secara langsung maupun tidak, disengaja maupun tidak
      www.dadangsolihin.com Changes in Economic, Social, and Environmental Conditions Policy Program Project Levels Logframe Overall Goal (Impacts) Impacts Project Purpose (Outcome) Ouputs Inputs
    86. Keberlanjutan
        • Mengukur apakah manfaat suatu kegiatan dapat terus dinikmati setelah anggaran tidak diberikan lagi ( dalam jangka menengah dan jangka panjang)
      www.dadangsolihin.com Policy Program Project Levels Logframe Overall Goal (Impacts) Sustainability Project Purpose (Outcome) Ouputs Inputs Operation & Maintenance
    87. Penilaian Evaluasi a b c a b c a b c a b c a b c a b c a b c a b c a b c www.dadangsolihin.com (1) Relevance       (2) Effectiveness (3) Efficiency (4) Sustainability (4) Sustainability (4) Sustainability A Highly Satisfactory B Satisfactory C Moderately Satisfactory D Unsatisfactory (2) Effectiveness (3) Efficiency (4) Sustainability
    88. Apa Output Sistem M&E?
      • Informasi unik tentang kinerja kebijakan, program serta kegiatan pemerintah.
        • Informasi ttg hasil-hasil idenfitikasi: apa yang berfungsi, apa yang tidak berjalan, & mengapa demikian;
        • Informasi ttg kinerja ”aktor”, seperti: pemerintah, kementerian, badan pemerintah, manajer dan staf, serta lembaga donor.
      www.dadangsolihin.com
    89. Apa implikasi jika tidak ada M&E?
      • Berbahaya, karena:
        • penilaian kinerja pembangunan dan pengambilan keputusan terbatas pada ketersedian informasi parsial,
        • mekanisme cross-check dan balance (dari masyarakat) tidak optimal
      • Ide dasar sistem M&E tidak semata-mata berangkat dari tindakan melakukan atau menyediakan informasi M&E, NAMUN lebih difokuskan pada bagaimana penggunaan informasi M&E.
      www.dadangsolihin.com
    90. Kenapa M&E diperlukan?
      • Mendukung pembuatan kebijakan (khususnya keputusan anggaran) yaitu penyusunan anggaran berbasis kinerja & perencanaan nasional.
      • Membantu pemerintah dalam:
        • pengembangan & analisis kebijakan serta dalam pengembangan program;
        • mengelola berbagai kegiatan pada tingkat sektor, program & kegiatan;
      • Meningkatkan transparansi & akuntabilitas  apakah telah mencapai sasaran.
      www.dadangsolihin.com
    91.  
      • Sederhana dan mudah dikontrol
      • Kapasitas evaluasi yang kuat
      • Informasi yang terbuka dan dapat dievaluasi
      • Adanya penghargaan terhadap kinerja
      • Kejelasan status hasil evaluasi
      Prinsip – Prinsip Dasar Pengembangan Sistem Evaluasi www.dadangsolihin.com
    92. Gambaran Sistem M$E (Sekarang dan Akan Datang) www.dadangsolihin.com Sekarang Akan Datang
      • Adanya berbagai macam peraturan yang mengamanatkan agar sektor (K/L) dan daerah menyusun laporan evaluasi kinerja pembangunan
        • Depdagri
        • LAN
        • Menpan
        • Departemen Keuangan
        • Bappenas
        • Setneg
        • K/L terkait
      • Tidak adanya implikasi/dampak dari pelaksanaan kegiatan evaluasi
      • Sangat Mahal (Biaya dan Waktu)
      • Evaluasi top-down
      • Evaluasi fragmentasi 1 waktu
      • Evaluasi pasif
      • Kurangnya penghargaan terhadap hasil evaluasi
      • Satu laporan dapat diakses oleh seluruh institusi (K/L) dan daerah
      • Evaluasi dapat dilakukan secara komprehensif
      • Sistem evaluasi yang baru diharapkan mewujudkan integrasi dan saling keterkaitan yang bersinergi dan mempengaruhi antara hasil evaluasi yang satu dengan yang lainnya
      • Lebih efisien dan biaya rendah
      • Memperkenalkan evaluasi yang terintegrasi, sistem top-down dan bottom-up
      • Evaluasi yang kontinu untuk proses pembelajaran institusi
      • Evaluasi aktif (melibatkan pihak eksternal)
      • Menciptakan sistem insentif-disinsentif dari hasil evaluasi
      • Adanya komunitas evaluator
    93. www.dadangsolihin.com Who does what? + 30 Laws and Regulations regarding M&E Picture from John Mancini, ECM in State and Local Government
    94. Pengertian Indikator Kinerja
      • Indikator Kinerja adalah uraian ringkas dengan menggunakan ukuran kuantitatif atau kualitatif yang mengindikasikan pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah disepakati dan ditetapkan
      • KEGUNAAN
      • dasar penilaian kinerja, baik dalam tahap perencanaan (ex-ante), pelaksanaan (on-going), maupun setelahnya (ex-post)
      • petunjuk kemajuan dalam rangka mencapai tujuan atau sasaran
      www.dadangsolihin.com
    95. Pengertian Kinerja
      • Gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi, dan visi organisasi (LAN, 1999:3)
      • Outcome hasil kerja keras organisasi dalam mewujudkan tujuan stratejik yang ditetapkan organisasi, kepuasan pelanggan serta kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi masyarakat (Kane dan Johnson, 1995)
      • Perilaku berkarya, penampilan atau hasil karya. Oleh karena itu kinerja merupakan bentuk bangunan yang multi dimensional, sehingga cara mengukurnya sangat bervariasi tergantung pada banyak faktor (Bates dan Holton 1995).
      www.dadangsolihin.com
    96. Fungsi Indikator Kinerja
      • Memperjelas tentang; what, how, who, and when suatu kegiatan dilaksanakan
      • Menciptakan konsensus yang dibangun oleh stakeholders
      • Membangun dasar pengukuran, analisis, dan evaluasi kinerja program pembangunan
      www.dadangsolihin.com
    97. Kedudukan Indikator Kinerja www.dadangsolihin.com Perencanaan Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Indikator Kinerja Kuantitatif Kualitatif Sasaran dan Tujuan
    98. Logic Model Theory www.dadangsolihin.com Hasil pembangunan yang diperoleh dari pencapaian outcome Apa yang ingin diubah DAMPAK Manfaat yang diperoleh dalam jangka menengah untuk beneficieries tertentu sebagai hasil dari output Apa yang ingin dicapai OUTCOME Produk/barang/jasa akhir yang dihasilkan Apa yang dihasilkan (barang) atau dilayani (jasa) OUTPUT Proses/kegiatan menggunakan input menghasilkan output yang diinginkan Apa yang dikerjakan KEGIATAN Sumberdaya yang memberikan kontribusi dalam menghasilkan output Apa yang digunakan dalam bekerja INPUT Metode Pelaksanaan Metode Penyusunan Sumber : Framework for Managing Programme Performance Information , National Treasury, Republic of South Africa, May 2007
    99. Indikator Kinerja INPUT
      • Indikator ini mengukur jumlah sumberdaya seperti anggaran (dana), SDM, peralatan, material, dan masukan lainnya yang dipergunakan untuk melaksanakan kegiatan.
      • Dengan meninjau distribusi sumberdaya dapat dianalisis apakah alokasi sumberdaya yang dimiliki telah sesuai dengan rencana stratejik yang ditetapkan
      • Contoh:
      • Jumlah dana yang dibutuhkan
      • Tenaga yang terlibat
      • Peralatan yang digunakan
      • Jumlah bahan yang digunakan
      www.dadangsolihin.com
    100. Indikator Kinerja OUTPUT
      • Indikator Keluaran dijadikan landasan untuk menilai kemajuan suatu kegiatan apabila tolok ukur dikaitkan dengan sasaran kegiatan yang terdefinisi dengan baik dan terukur.
      • Oleh karena itu indikator ini harus sesuai dengan lingkup dan sifat kegiatan instansi.
      • Contoh:
      • Jumlah jasa/kegiatan yang direncanakan
        • Jumlah orang yang diimunisasi / vaksinasi
        • Jumlah permohonan yang diselesaikan
        • Jumlah pelatihan / peserta pelatihan
        • Jumlah jam latihan dalam sebulan
      • Jumlah barang yang akan dibeli/dihasilkan
        • Jml pupuk/obat/bibit yang dibeli
        • Jumlah komputer yang dibeli
        • Jumlah gedung /jembatan yg dibangun
        • meter panjang jalanyang dibangun/rehab
      www.dadangsolihin.com
    101. Indikator Kinerja OUTCOME
      • Pengukuran indikator Hasil seringkali rancu dengan pengukuran indikator Keluaran .
      • Indikator outcome lebih utama daripada sekedar output. Walaupun produk telah berhasil dicapai dengan baik, belum tentu secara outcome kegiatan telah tercapai.
      • Outcome menggambarkan tingkat pencapaian atas hasil lebih tinggi yang mungkin menyangkut kepentingan banyak pihak.
      • Dengan indikator outcome instansi dapat mengetahui apakah hasil yang telah diperoleh dalam bentuk output memang dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan memberikan kegunaan yang besar bagi masyarakat.
      www.dadangsolihin.com
    102. Contoh: Ukuran Kinerja Indikator Outcome
      • Jumlah/ % hasil langsung dari kegiatan
        • Tingkat Pemahaman peserta terhadap materi pelatihan
        • tingkat kepuasan dari pemohon/pasien (costumer)
        • kemenangan tim dlm setiap pertandingan
      • Peningkatan langsung hal-hal yg positif
        • kenaikan prestasi kelulusan siswa
        • peningkatan daya tahan bangunan
        • Penambahan daya tampung siswa
      • Penurunan langsung hal-hal yang negatif
        • Penurunan Tingkat Kemacetan
        • Penurunan Tingkat Pelanggaran Lalu lintas
      www.dadangsolihin.com
    103. Indikator Kinerja IMPACT
      • Indikator ini memperlihatkan pengaruh yang ditimbulkan dari manfaat yang diperoleh dari hasil kegiatan. Seperti halnya indikator manfaat, indikator dampak juga baru dapat diketahui dalam jangka waktu menengah dan panjang. Indikator dampak menunjukkan dasar pemikiran mengapa kegiatan dilaksanakan, menggambarkan aspek makro pelaksanaan kegiatan, tujuan kegiatan secara sektoral, regional dan nasional.
      • Contoh:
      • Peningkatan hal yg positif dlm jk panjang
        • % Kenaikan Pendapatan perkapita masyarakat
        • Peningkatan cadangan pangan
        • Peningkatan PDRB sektor tertentu
      • Penurunan hal yang negatif dlm jk panjang
        • Penurunan Tingkat kemiskinan
        • Penurunan Tingkat Kematian
      www.dadangsolihin.com
    104. Persyaratan Indikator Kinerja: SMART
      • S PESIFIC -jelas, tidak mengundang multi interpretasi
      • M EASUREABLE -dapat diukur (“What gets measured gets managed”)
      • A TTAINABLE -dapat dicapai (reasonable cost using and appropriate collection method)
      • R ELEVANT (information needs of the people who will use the data)
      • T IMELY -tepat waktu (collected and reported at the right time to influence many manage decision)
      www.dadangsolihin.com
    105. Terima Kasih www.dadangsolihin.com
    106. Tentang Narasumber www.dadangsolihin.com
    SlideShare Zeitgeist 2009

    + Dadang SOLIHINDadang SOLIHIN Nominate

    custom

    407 views, 0 favs, 0 embeds more stats

    Diklat Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Dae more

    More info about this document

    © All Rights Reserved

    Go to text version

    • Total Views 407
      • 407 on SlideShare
      • 0 from embeds
    • Comments 0
    • Favorites 0
    • Downloads 0
    Most viewed embeds

    more

    All embeds

    less

    Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
    Flag as inappropriate

    Select your reason for flagging this presentation as inappropriate. If needed, use the feedback form to let us know more details.

    Cancel
    File a copyright complaint
    Having problems? Go to our helpdesk?

    Categories

    Tags