Your SlideShare is downloading. ×
  • Like
  • Save
Konsep Dasar Perencanaan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Now you can save presentations on your phone or tablet

Available for both IPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Konsep Dasar Perencanaan

  • 40,453 views
Published

Pelatihan Fungsional Penjenjangan Perencana Pertama Angkatan XIV - LPEM-FEUI Jakarta, 26 Mei 2008

Pelatihan Fungsional Penjenjangan Perencana Pertama Angkatan XIV - LPEM-FEUI Jakarta, 26 Mei 2008

Published in Technology
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • cara download ini gmn ?
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • guys tolong dounk dikirimin pengertian tentang data spacial
    email : benkzain@yahoo.com
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
40,453
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5

Actions

Shares
Downloads
0
Comments
2
Likes
33

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1.
    • Pelatihan Fungsional Penjenjangan Perencana Pertama
    • Angkatan XIV - LPEM-FEUI
    • Jakarta, 26 Mei 2008
    Konsep Dasar Perencanaan Drs. H. Dadang Solihin, MA Direktur Sistem dan Pelaporan Evaluasi Kinerja Pembangunan-Bappenas BAPPENAS
  • 2. Materi
    • Definisi Perencanaan
    • Berbagai Pengertian tentang Perencanaan
    • Tipe Perencanaan
    • Tahapan Perencanaan
    • Proses Perencanaan
    • Status Hukum Perencanaan
    • Syarat Perencanaan
    • Kegagalan Perencanaan
    • Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan
    • Sistem Perencanaan yang Berhasil
    • Perencanaan yang Ideal
    www.dadangsolihin.com
  • 3. Perencanaan
  • 4. Definisi Perencanaan
    • Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat melalui serangkaian pilihan-pilihan .
      • Menentukan : Menemukan (mengungkapkan dan meyakinkan).
      • Tindakan : Spesifik dan berkaitan dengan persoalan pelaksanaan
      • Tepat : Dikaitkan dengan tindakan
      • Pilihan-pilihan :
        • Pemilihan tujuan dan kriteria
        • Identifikasi seperangkat alternatif yang konsisten dengan preskripsi dengan pemilihan alternatif yang memungkinkan
        • Arahan tindakan mengenai tujuan yang telah ditentukan
    www.dadangsolihin.com
  • 5. Berbagai Pengertian tentang Perencanaan
    • Planning is the application of Scientific Method to Policy Making
    • Planning is a set of Procedures.
    • Planning is a Process for determining appropriate future action through a sequence of choices.
    • Public Planning is the systematic interaction of knowledge and human values to determine the range of social choice coupled with a technical process for the formulation of social action.
    • Planning is the art of making social decisions rationally.
    • Suatu himpunan dari keputusan akhir, keputusan awal, dan proyeksi ke depan dan mencakup beberapa periode waktu (C. Brobowski, 1994).
    • Usaha sadar, terorganisasi dan terus menerus guna memilih alternatif yang terbaik untuk mencapai tujuan tertentu (Waterston 1965).
    • Proses kontinu, terdiri dari keputusan atau pilihan dari berbagai cara untuk menggunakan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan tertentu (D. Conyers dan Hills 1984).
    www.dadangsolihin.com
  • 6. Mengapa perlu Perencanaan?
    • Adanya dorongan alami yang dipelajari dalam masyarakat untuk pemenuhan kebutuhannya melandasi kelangsungan hidup masyarakat
    • Adanya interaksi dan kekuatan-kekuatan ekonomi, sosial dan politik yang seringkali menimbulkan keadaan yang tidak terkontrol
    • Adanya ketidakmerataan persoalan distribusi sumber daya (pendapatan, penduduk, alam) sehingga mengakibatkan terjadi disparitas (kesenjangan) pemanfaatan sumber daya
    • dll
    www.dadangsolihin.com
  • 7.
    • Dalam melakukan perencanaan, ada elemen – elemen penting yang harus diperhatikan:
    • Memilih alternatif
    • Alokasi sumber daya
    • Pencapaian Tujuan
    • Berorientasi ke masa depan
    Elemen Perencanaan
  • 8. www.dadangsolihin.com Mengapa Negara Perlu Perencanaan? Perencanaan Negara Mobilisasi dan Alokasi Sumber Daya Dampak Psikologis Bantuan Luar Negeri Kegagalan Pasar
  • 9. www.dadangsolihin.com Ciri / Karakteristik Perencanaan Ciri / Karakteristik Perencanaan
  • 10.
    • Perencanaan diharapkan menjadi pedoman bagi pelaksanaan kegiatan yang ditujukan untuk mencapai tujuan tertentu.
    • Perencanaan membuat proses pencapaian tujuan lebih terarah.
    • Perencanaan dapat memperkirakan ( forecast ) terhadap hal – hal yang akan dilalui.
    • Perencanaan memberi kesempatan untuk memilih berbagai alternatif tentang cara terbaik untuk memilih kombinasi cara terbaik.
    • Perencanaan dilakukan berdasarkan skala priorotas (tujuan, sasaran, maupun tindakan).
    • Dengan Perencanaan maka akan ada suatu alat ukur untuk melakukan evaluasi.
    Fungsi Perencanan
  • 11.
    • Ruang Lingkup Substantif:
        • Perencanaan Sosial
        • Perencanaan yang berorientasi dan bermotivasi kepada segi – segi kehidupan bermasyarakat.
        • Perencanaan Ekonomi
        • Perencanaan pembangunan yang berorientasi dan bermotivasi ke pembangunan ekonomi.
        • Perencanaan Fisik
        • Perencanaan yang berorientasi dan bermotivasi pada aspek fisik.
    Jenis – Jenis Perencanaan
  • 12.
    • Ruang Lingkup Teritorial
    • Beberapa terminologi mengenai teritorial:
    • Wilayah
    • Suatu bagian dari permukaan bumi yang teritorialnya ditentukan atas dasar pengertian, batasan dan geografis.
    • Daerah
    • Wilayah yang diartikan sebagai suatu teritorial yang pengertian, batasan, dan perwatakannya didasarkan pada wewenang administratif yang ditentukan dengan peraturan perundangan tertentu.
    • Kawasan
    • Wilayah yang teritorialnya didasarkan kepada pengertian dan batasan fungsional.
    Jenis – Jenis Perencanaan
  • 13. Tipe Perencanaan
    • Perencanaan Fisik (Physical Planning), adalah perencanaan struktur fisik daerah (tata guna tanah, komunikasi, utilitas, dll).
    • Perencanaan Ekonomi (Economic Planning), adalah perencanaan struktur ekonomi suatu daerah dan tingkat kemakmurannya yang biasanya bertumpu pada mekanisme pasar.
    • Perencanaan alokatif , adalah perencanaan yang berkenaan dengan koordinasi, penyelarasan hal-hal yang bertentangan, agar terdapat terjamin bahwa sistem yang bersangkutan tercakup secara effisien sepanjang waktu sesuai dengan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang ditempuh, perencanaan ini biasanya juga regulatory planning
    www.dadangsolihin.com
  • 14. Tipe Perencanaan
    • Perencanaan Inovatif, adalah perencanaan yang berkenaan dengan perbaikan/pengembangan sistem dengan menunjukan sasaran yang baru berusaha menimbulkan perubahan-perubahan besar, perencanaan ini biasanya disebut juga development planning.
    • Perencanaan indikatif adalah perencanaan yang mengemukakan petunjuk-petunjuk atau pedoman-pedoman umum dan sifatnya adalah sebagai sumber nasihat.
    • Perencanaan imperatif adalah perencanaan yang bersifat perintah yang mengandung pengarahan-pengarahan yang bersifat kongkrit.
    www.dadangsolihin.com
  • 15. Pendekatan Perencanaan
    • Pendekatan Perencanaan Rasional Menyeluruh
      • Dilandasi suatu kebijaksanaan umum yang merumuskan tujuan yang ingin dicapai sebagai suatu kesatuan.
      • Didasari oleh seperangkat spesifikasi tujuan yang lengkap menyeluruh dan terpadu.
      • Peramalan yang tepat serta ditunjang oleh sistem informasi.
      • Peramalan yang diarahkan pada tujuan jangka panjang.
      • (Banfield, Meyerson)
    www.dadangsolihin.com
  • 16. Pendekatan Perencanaan
    • Permasalahan yang dihadapi oleh produk perencanaan rasional menyeluruh:
      • Produk dirasakan kurang memberikan informasi dan arahan yang relevan bagi pembuat.
      • Usaha penyelesaian masalah yang mencakup berbagai unsur dinilai sulit untuk direalisasikan.
      • Diperlukan sistem informasi yang lengkap dan rinci, namun dana yang dibutuhkan besar.
      • Lemahnya koordinasi antar lembaga.
    www.dadangsolihin.com
  • 17. Pendekatan Perencanaan
    • Pendekatan Perencanaan Terpilah
    • Rencana terpilah tidak perlu ditunjang oleh penelaahan serta evaluasi alternatif rencana secara menyeluruh.
      • Hanya mempertimbangkan bagian – bagian kebijaksanaan umum yang berkaitan langsung dengan unsur atau subsistem yang diprioritaskan.
      • Pelaksanaan yang lebih mudah dan realistis
    www.dadangsolihin.com
  • 18. Pendekatan Perencanaan
    • Permasalahan yang dihadapi oleh produk perencanaan terpilah:
      • Sering terjadi dampak atau masalah yang tidak terduga sebelumnya.
      • Hanya merupakan usaha penyelesaian jangka pendek
      • Hanya merupakan upaya perencanaan untuk menyelesaikan masalah secara tambal sulam yang bersifat sementara.
    www.dadangsolihin.com
  • 19. Tahapan Perencanaan www.dadangsolihin.com
    • Penyusunan Rencana
      • Rancangan Rencana Pembangunan Nasional / Daerah
      • Rancangan Rencana Kerja Dep/Lembaga / SKPD
      • Musyawarah Perencanaan Pembangunan
      • Rancangan Akhir Rencana Pembangunan
    • Penetapan Rencana
      • RPJP Nas dgn UU dan RPJP Daerah dgn Perda
      • RPJM dengan Peraturan Presiden / Kepala Daerah
      • RKP / RKPD dengan Peraturan Presiden / Kepala Daerah
  • 20. Tahapan Perencanaan www.dadangsolihin.com
    • Pengendalian Pelaksanaan Rencana
      • D ilakukan oleh masing-masing pimpinan SKPD .
      • Kepala Bappeda menghimpun dan menganalisis hasil pemantauan pelaksanaan rencana pembangunan dari masing-masing pimpinan SKPD sesuai dengan tugas dan kewenangannya.
    • Evaluasi Pelaksanaan Rencana
      • Kepala SKPD melakukan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan SKPD periode sebelumnya.
      • Kepala Bappeda menyusun evaluasi rencana pembangunan berdasarkan hasil evaluasi pimpinan SKPD.
      • Hasil evaluasi menjadi bahan bagi penyusunan rencana pembangunan daerah untuk periode berikutnya.
  • 21. Proses Perencanaan www.dadangsolihin.com www.dadangsolihin.com Pendekatan P olitik : P emilihan Presiden/Kepala Daerah menghasilkan rencana pembangunan hasil proses politik ( public choice theory of planning ), khususnya penjabaran Visi dan Misi dalam RPJM /D. Proses Teknokratik : M enggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah oleh lembaga atau satuan kerja yang secara fungsional bertugas untuk itu . Partisipatif : D ilaksanakan dengan melibatkan seluruh stakeholders, antara lain melalui Musrenbang . Proses top-down dan bottom-up : D ilaksanakan menurut jenjang pemerintahan .
  • 22. Status Hukum Perencanaan www.dadangsolihin.com NASIONAL DAERAH Dokumen Penetapan Dokumen Penetapan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP-Nasional) UU (Ps. 13 Ayat 1) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJP-Daerah) Perda (Ps. 13 Ayat 2) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM-Nasional) Per Pres (Ps. 19 Ayat 1) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM-Daerah) Peraturan KDH (Ps. 19 Ayat 3) Renstra Kementerian / Lembaga (Renstra KL) Peraturan Pimpinan KL (Ps. 19 Ayat 2) Renstra Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) Peraturan Pimpinan SKPD (Ps. 19 Ayat 4) Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Per Pres (Ps. 26 Ayat 1) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Peraturan KDH (Ps. 26 Ayat 2) Rencana Kerja Kementerian / Lembaga (Renja KL) Peraturan Pimpinan KL (Ps. 21 Ayat 1) Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) Peraturan Pimpinan SKPD ( Ps. 21 Ayat 3)
  • 23. Syarat Perencanaan
    • Harus memiliki, mengetahui, dan memperhitungkan:
    • Tujuan akhir yang dikehendaki.
    • Sasaran-sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya (yang mencerminkan pemilihan dari berbagai alternatif).
    • Jangka waktu mencapai sasaran-sasaran tersebut.
    • Masalah-masalah yang dihadapi.
    • Modal atau sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya.
    • kebijakan-kebijakan untuk melaksanakannya.
    • Orang, organisasi, atau badan pelaksananya.
    • Mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pengawasan pelaksanaannya.
    www.dadangsolihin.com
  • 24. Syarat Perencanaan . . .
    • Faktual dan Realistis
    • Logis dan Rasional
    • Fleksibel
    • Komitmen
    • Komprehensif atau menyeluruh
    www.dadangsolihin.com
  • 25. Fungsi/Manfaat Perencanaan www.dadangsolihin.com Sebagai penuntun arah Minimalisasi ketidakpastian Minimalisasi inefisiensi sumberdaya Penetapan standar dan pengawasan kualitas
  • 26. Kegagalan Perencanaan
  • 27. Kegagalan Perencanaan (1)
    • Penyusunan perencanaan tidak tepat, mungkin karena:
    • informasinya kurang lengkap,
    • metodologinya belum dikuasai,
    • perencanaannya tidak realistis sehingga tidak mungkin pernah bisa terlaksana
    • pengaruh politis terlalu besar sehingga pertimbangan-pertimbangan teknis perencanaan diabaikan.
    www.dadangsolihin.com
  • 28. Kegagalan Perencanaan (2)
    • Perencanaannya mungkin baik, tetapi pelaksanaannya tidak seperti seharusnya.
      • kegagalan terjadi karena tidak berkaitnya perencanaan dengan pelaksanaannya.
      • aparat pelaksana tidak siap atau tidak kompeten,
      • masyarakat tidak punya kesempatan berpartisipasi sehingga tidak mendukungnya.
    www.dadangsolihin.com
  • 29. Kegagalan Perencanaan (3)
    • Perencanaan mengikuti paradigma yang ternyata tidak sesuai dengan kondisi dan perkembangan serta tidak dapat mengatasi masalah mendasar negara berkembang.
    • Misalnya, orientasi semata-mata pada pertumbuhan yang menyebabkan makin melebarnya kesenjangan.
    • Dengan demikian, yang keliru bukan semata-mata perencanaannya, tetapi falsafah atau konsep di balik perencanaan itu.
    www.dadangsolihin.com
  • 30. Kegagalan Perencanaan (4)
    • Karena perencanaan diartikan sebagai pengaturan total kehidupan manusia sampai yang paling kecil sekalipun.
      • Perencanaan di sini tidak memberikan kesempatan berkembangnya prakarsa individu dan pengembangan kapasitas serta potensi masyarakat secara penuh.
      • Sistem ini bertentangan dengan hukum penawaran dan permintaan karena pemerintah mengatur semuanya.
      • Perencanaan seperti inilah yang disebut sebagai sistem perencanaan terpusat (centrally planned system).
    www.dadangsolihin.com
  • 31. Bias-bias dalam Perencanaan Pembangunan
  • 32. Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan (1)
    • Bias pertama
    • Adanya kecenderungan berpikir bahwa:
      • dimensi rasional dari pembangunan lebih penting dari dimensi moralnya,
      • dimensi material lebih penting daripada dimensi kelembagaannya, dan
      • dimensi ekonomi lebih penting dari dimensi sosialnya.
    • Akibat dari anggapan itu ialah alokasi sumber daya pembangunan diprioritaskan menurut jalan pikiran yang demikian.
    www.dadangsolihin.com
  • 33. Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan (2)
    • Bias kedua
    • Pendekatan pembangunan yang berasal dari atas lebih sempurna daripada pengalaman dan aspirasi pembangunan di tingkat bawah ( grass-root ).
    • Akibatnya kebijakan pembangunan menjadi kurang efektif karena kurang mempertimbangkan kondisi yang nyata dan hidup di masyarakat.
    www.dadangsolihin.com
  • 34. Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan (3)
    • Bias ketiga
    • Pembangunan masyarakat banyak di tingkat bawah lebih memerlukan bantuan material daripada keterampilan teknis dan manajerial.
    • Anggapan ini sering mengakibatkan pemborosan sumber daya dan dana, karena:
      • kurang mempersiapkan keterampilan teknis dan manajerial dalam pengembangan sumber daya manusia, dan
      • mengakibatkan makin tertinggalnya masyarakat di lapisan bawah.
    www.dadangsolihin.com
  • 35. Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan (4)
    • Bias keempat
    • Teknologi yang diperkenalkan dari atas selalu jauh lebih ampuh daripada teknologi yang berasal dari masyarakat itu sendiri.
    • Anggapan demikian dapat menyebabkan pendekatan pembangunan yang:
      • terlalu memaksa dan menyamaratakan teknologi tertentu untuk seluruh kawasan pembangunan di tanah air yang sangat luas dan beragam tahap perkembangannya ini.
      • pendekatan pembangunan terlalu mengabaikan potensi teknologi tradisional yang dengan sedikit penyempurnaan dan pembaharuan mungkin lebih efisien dan lebih efektif untuk dimanfaatkan dibandingkan dengan teknologi impor.
    www.dadangsolihin.com
  • 36. Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan (5)
    • Bias kelima
    • Lembaga-lembaga yang telah berkembang di kalangan rakyat cenderung tidak efisien dan kurang efektif bahkan menghambat proses pembangunan.
    • Anggapan ini membuat lembaga-lembaga masyarakat di lapisan bawah kurang dimanfaatkan dan kurang ada ikhtiar untuk memperbaharui, memperkuat serta memberdayakannya.
    • Bahkan justru terdapat kecenderungan untuk memperkenalkan lembaga-lembaga baru yang asing dan tidak selalu sejalan dengan nilai dan norma masyarakat.
    www.dadangsolihin.com
  • 37. Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan (6)
    • Bias keenam
    • Masyarakat di lapisan bawah tidak tahu apa yang diperlukannya atau bagaimana memperbaiki nasibnya.
    • Oleh karena itu, mereka harus dituntun dan diberi petunjuk dan tidak perlu dilibatkan dalam perencanaan meskipun yang menyangkut dirinya sendiri.
    • Akibat dari anggapan ini banyak proyek-proyek pembangunan yang ditujukan untuk rakyat, tetapi salah alamat, tidak memecahkan masalah, dan bahkan merugikan rakyat.
    • Bias ini melihat masyarakat sebagai objek dan bukan subjek pembangunan.
    www.dadangsolihin.com
  • 38. Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan (7)
    • Bias ketujuh
    • Orang miskin adalah miskin karena bodoh dan malas. Dengan demikian, cara menanganinya haruslah bersifat paternalistik seperti memperlakukan orang bodoh dan malas, dan bukan dengan memberi kepercayaan.
    • Dengan anggapan demikian masalah kemiskinan dipandang lebih sebagai usaha sosial ( charity ) dan bukan usaha penguatan ekonomi.
    www.dadangsolihin.com
  • 39. Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan (8)
    • Bias kedelapan
    • Ukuran efisiensi pembangunan yang salah diterapkan, misalnya ICOR, diartikan bahwa investasi harus selalu diarahkan pada yang segera menghasilkan bagi pertumbuhan.
    • Padahal upaya pemberdayaan masyarakat, akan menghasilkan pertumbuhan, bahkan merupakan sumber pertumbuhan yang lebih lestari ( sustainable ), tetapi umumnya dalam kerangka waktu ( time frame ) yang lebih panjang.
    • Anggapan yang demikian beranjak dari konsep pembangunan yang sangat bersifat teknis dan tidak memahami sisi-sisi sosial budaya dari pembangunan dan potensi yang ada pada rakyat sebagai kekuatan pembangunan.
    www.dadangsolihin.com
  • 40. Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan (9)
    • Bias kesembilan
    • Sektor pertanian dan perdesaan adalah sektor tradisional, kurang produktif, dan memiliki masa investasi yang panjang, karena itu kurang menarik untuk melakukan investasi modal besar-besaran di sektor itu.
    • Oleh karenanya, bermitra dengan petani dan usaha kecil di sektor pertanian dan perdesaan dipandang tidak menguntungkan dan memiliki risiko tinggi.
    • Anggapan ini juga telah mengakibatkan prasangka dan menghambat upaya untuk secara sungguh-sungguh membangun usaha pertanian dan usaha kecil di perdesaan.
    www.dadangsolihin.com
  • 41. Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan (10)
    • Bias kesepuluh
    • Kegiatan investasi makin cenderung terpusat di perkotaan, di sektor industri yang justru banyak disubsidi dan diproteksi, yang akibatnya juga mendorong urbanisasi.
    • Pengalaman Taiwan dan Jepang menunjukkan bahwa investasi di wilayah perdesaan dapat meningkatkan pertumbuhan dan sekaligus pemerataan yang menyebabkan ekonominya menjadi kukuh.
    www.dadangsolihin.com
  • 42. Sistem Perencanaan yang Berhasil
    • Sistem perencanaan yang mendorong berkembangnya mekanisme pasar dan peran serta masyarakat.
    • Dalam sistem ini perencanaan dilakukan dengan menentukan sasaran-sasaran secara garis besar, baik di bidang sosial maupun ekonomi, dan pelaku utamanya adalah masyarakat dan usaha swasta.
    www.dadangsolihin.com
  • 43. Perencanaan yang Ideal
    • Prinsip partisipatif: masyarakat yang akan memperoleh manfaat dari perencanaan harus turut serta dalam prosesnya.
    • Prinsip kesinambungan: perencanaan tidak hanya berhenti pada satu tahap; tetapi harus berlanjut sehingga menjamin adanya kemajuan terus-menerus dalam kesejahteraan, dan jangan sampai terjadi kemunduran.
    • Prinsip holistik: masalah dalam perencanaan dan pelaksanaannya tidak dapat hanya dilihat dari satu sisi (atau sektor) tetapi harus dilihat dari berbagai aspek, dan dalam keutuhan konsep secara keseluruhan.
    • Mengandung sistem yang dapat berkembang (a learning and adaptive system).
    • Terbuka dan demokratis ( a pluralistic social setting).
    www.dadangsolihin.com
  • 44. Terima Kasih www.dadangsolihin.com
  • 45.
    • Beside working as Assistant Professor at Graduate School of Asia-Pacific Studies, Waseda University, Tokyo, Japan, he also active as Associate Professor at University of Darma Persada, Jakarta, Indonesia.
    • He got various training around the globe, included Public Officials Capacity Building Training Program for Government Innovation, Seoul –Korea (2007), Advanced International Training Programme of Information Technology Management, at Karlstad City, Sweden (2005); the Training Seminar on Land Use and Management, Taiwan (2004); Developing Multimedia Applications for Managers, Kuala Lumpur, Malaysia (2003); Applied Policy Development Training, Vancouver, Canada (2002); Local Government Administration Training Course, Hiroshima, Japan (2001); and Regional Development and Planning Training Course, Sapporo, Japan (1999). He published more than five books regarding local autonomous.
    • You can reach Dadang Solihin by email at [email_address] or by his mobile at +62812 932 2202
    Dadang Solihin currently is Director for System and Reporting of Development Performance Evaluation at Indonesian National Development Planning Agency (Bappenas) . He holds MA degree (Economics), University of Colorado, USA. His previous post is Head, Center for Research Data and Information at DPD Secretariat General as well as Deputy Director for Information of Spatial Planning and Land Use Management at Bappenas. Dadang Solihin’s Profile www.dadangsolihin.com