• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Konsep Dasar Perencanaan
 

Konsep Dasar Perencanaan

on

  • 42,486 views

Pelatihan Fungsional Penjenjangan Perencana Tingkat I Angkatan XIII - LPEM-FEUI Jakarta, 21 Mei 2008

Pelatihan Fungsional Penjenjangan Perencana Tingkat I Angkatan XIII - LPEM-FEUI Jakarta, 21 Mei 2008

Statistics

Views

Total Views
42,486
Views on SlideShare
42,321
Embed Views
165

Actions

Likes
27
Downloads
0
Comments
4

7 Embeds 165

http://www.slideshare.net 101
http://supriyono-regman02.blogspot.com 28
http://cvrahmat.blogspot.com 21
http://ekapwk09.blogspot.com 8
http://generalnews85.blogspot.com 3
http://rendalpro.blogspot.com 2
http://vuclip.com 2
More...

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

14 of 4 previous next Post a comment

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • BAGI DONG PAK MATERINYA....
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • ko gak bisad download sih ? ...
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • dengan cara penghabisan setruktur negara yang bermasalah
    dan dilakukan pembaharuan
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • cara mengatasi dan melawan politik..yg sekarang lagi memanas nya dengan cara apa..
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Konsep Dasar Perencanaan Konsep Dasar Perencanaan Presentation Transcript

    • Konsep Dasar Perencanaan Drs. H. Dadang Solihin, MA Direktur Sistem dan Pelaporan Evaluasi Kinerja Pembangunan-Bappenas Pelatihan Fungsional Penjenjangan Perencana Tingkat I Angkatan XIII - LPEM-FEUI Jakarta, 21 Mei 2008 BAPPENAS
    • Materi
      • Pengertian Perencanaan
      • Tipe Perencanaan
      • Tahapan Perencanaan
      • Proses Perencanaan
      • Status Hukum Perencanaan
      • Syarat Perencanaan
      • Kegagalan Perencanaan
      • Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan
      • Sistem Perencanaan yang Berhasil
      • Perencanaan yang Ideal
      www.dadangsolihin.com
    • Perencanaan
    • Definisi Perencanaan
      • Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat melalui serangkaian pilihan-pilihan .
        • Menentukan : Menemukan ( m engungkapkan dan meyakinkan).
        • Tindakan : Spesifik dan berkaitan dengan persoalan pelaksanaan
        • Tepat : Dikaitkan dengan tindakan
        • Pilihan-pilihan :
          • Pemilihan tujuan dan kriteria
          • Identifikasi seperangkat alternatif yang konsisten dengan preskripsi dengan pemilihan alternatif yang memungkinkan
          • Arahan tindakan mengenai tujuan yang telah ditentukan
      www.dadangsolihin.com
    • Berbagai Pengertian tentang Perencanaan
      • Planning is the application of Scientific Method to Policy Making
      • Planning is a set of Procedures
      • Planning is a Process for determining appropriate future action through a sequence of choices
      • Public Planning is the systematic interaction of knowledge and human values to determine the range of social choice coupled with a technical process for the formulation of social action.
      • Planning is the art of making social decisions rationally
      www.dadangsolihin.com
    • Mengapa perlu Perencanaan?
      • Adanya dorongan alami yang dipelajari dalam masyarakat untuk pemenuhan kebutuhannya melandasi kelangsungan hidup masyarakat
      • Adanya interaksi dan kekuatan-kekuatan ekonomi, sosial dan politik yang seringkali menimbulkan keadaan yang tidak terkontrol
      • Adanya ketidakmerataan persoalan distribusi sumber daya (pendapatan, penduduk, alam) sehingga mengakibatkan terjadi disparitas (kesenjangan) pemanfaatan sumber daya
      • dll
      www.dadangsolihin.com
    • Tipe Perencanaan
      • Perencanaan Fisik (Physical Planning), adalah perencanaan struktur fisik daerah (tata guna tanah, komunikasi, utilitas, dll ) .
      • Perencanaan Ekonomi (Economic Planning), adalah perencanaan struktur ekonomi suatu daerah dan tingkat kemakmurannya yang biasanya bertumpu pada mekanisme pasar.
      • Perencanaan alokatif , adalah perencanaan yang berkenaan dengan koordinasi, penyelarasan hal-hal yang bertentangan, agar terdapat terjamin bahwa sistem yang bersangkutan tercakup secara effisien sepanjang waktu sesuai dengan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang ditempuh, perencanaan ini biasanya juga regulatory planning
      www.dadangsolihin.com
    • Tipe Perencanaan
      • Perencanaan Inovatif, adalah perencanaan yang berkenaan dengan perbaikan/pengembangan sistem dengan menunjukan sasaran yang baru berusaha menimbulkan perubahan-perubahan besar, perencanaan ini biasanya disebut juga development planning.
      • Perencanaan indikatif adalah perencanaan yang mengemukaka n petunjuk - petunjuk atau pedoman-pedoman umum dan sifatnya adalah sebagai sumber nasihat.
      • Perencanaan imperatif adalah perencanaan yang bersifat perintah yang mengandung pengarahan-pengarahan yang bersifat kongkrit.
      www.dadangsolihin.com
    • Tahapan Perencanaan www.dadangsolihin.com
      • Penyusunan Rencana
        • Rancangan Rencana Pembangunan Nasional / Daerah
        • Rancangan Rencana Kerja Dep/Lembaga / SKPD
        • Musyawarah Perencanaan Pembangunan
        • Rancangan Akhir Rencana Pembangunan
      • Penetapan Rencana
        • RPJP Nas dgn UU dan RPJP Daerah dgn Perda
        • RPJM dengan Peraturan Presiden / Kepala Daerah
        • RKP / RKPD dengan Peraturan Presiden / Kepala Daerah
    • Tahapan Perencanaan www.dadangsolihin.com
      • Pengendalian Pelaksanaan Rencana
        • D ilakukan oleh masing-masing pimpinan SKPD .
        • Kepala Bappeda menghimpun dan menganalisis hasil pemantauan pelaksanaan rencana pembangunan dari masing-masing pimpinan SKPD sesuai dengan tugas dan kewenangannya.
      • Evaluasi Pelaksanaan Rencana
        • Kepala SKPD melakukan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan SKPD periode sebelumnya.
        • Kepala Bappeda menyusun evaluasi rencana pembangunan berdasarkan hasil evaluasi pimpinan SKPD.
        • Hasil evaluasi menjadi bahan bagi penyusunan rencana pembangunan daerah untuk periode berikutnya.
    • Proses Perencanaan www.dadangsolihin.com www.dadangsolihin.com Pendekatan P olitik : P emilihan Presiden/Kepala Daerah menghasilkan rencana pembangunan hasil proses politik ( public choice theory of planning ), khususnya penjabaran Visi dan Misi dalam RPJM /D. Proses Teknokratik : M enggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah oleh lembaga atau satuan kerja yang secara fungsional bertugas untuk itu . Partisipatif : D ilaksanakan dengan melibatkan seluruh stakeholders, antara lain melalui Musrenbang . Proses top-down dan bottom-up : D ilaksanakan menurut jenjang pemerintahan .
    • Status Hukum Perencanaan www.dadangsolihin.com NASIONAL DAERAH Dokumen Penetapan Dokumen Penetapan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP-Nasional) UU (Ps. 13 Ayat 1) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJP-Daerah) Perda (Ps. 13 Ayat 2) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM-Nasional) Per Pres (Ps. 19 Ayat 1) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM-Daerah) Peraturan KDH (Ps. 19 Ayat 3) Renstra Kementerian / Lembaga (Renstra KL) Peraturan Pimpinan KL (Ps. 19 Ayat 2) Renstra Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) Peraturan Pimpinan SKPD (Ps. 19 Ayat 4) Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Per Pres (Ps. 26 Ayat 1) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Peraturan KDH (Ps. 26 Ayat 2) Rencana Kerja Kementerian / Lembaga (Renja KL) Peraturan Pimpinan KL (Ps. 21 Ayat 1) Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) Peraturan Pimpinan SKPD ( Ps. 21 Ayat 3)
    • Syarat Perencanaan
      • H arus memiliki, mengetahui , dan memperhitungkan :
      • Tujuan akhir yang dikehendaki .
      • Sasaran-sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya (yang mencerminkan pemilihan dari berbagai alternatif) .
      • Jangka waktu mencapai sasaran-sasaran tersebut .
      • Masalah-masalah yang dihadapi .
      • Modal atau sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya .
      • kebijakan-kebijakan untuk melaksanakannya .
      • Orang, organisasi, atau badan pelaksananya .
      • Mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pengawasan pelaksanaannya.
      www.dadangsolihin.com
    • Syarat Perencanaan . . .
      • Faktual dan Realistis
      • Logis dan Rasional
      • Fleksibel
      • Komitmen
      • Komprehensif atau menyeluruh
      www.dadangsolihin.com
    • Fungsi / Manfaat Perencanaan www.dadangsolihin.com Sebagai penuntun arah Minimalisasi ketidakpastian Minimalisasi inefisiensi sumberdaya Penetapan standar dan pengawasan kualitas
    • Kegagalan Perencanaan
    • Kegagalan Perencanaan (1)
      • Penyusunan perencanaan tidak tepat, mungkin karena:
      • informasinya kurang lengkap,
      • metodologinya belum dikuasai,
      • perencanaannya tidak realistis sehingga tidak mungkin pernah bisa terlaksana
      • pengaruh politis terlalu besar sehingga pertimbangan-pertimbangan teknis perencanaan diabaikan.
      www.dadangsolihin.com
    • Kegagalan Perencanaan (2)
      • Perencanaannya mungkin baik, tetapi pelaksanaannya tidak seperti seharusnya.
        • kegagalan terjadi karena tidak berkaitnya perencanaan dengan pelaksanaannya.
        • aparat pelaksana tidak siap atau tidak kompeten,
        • masyarakat tidak punya kesempatan berpartisipasi sehingga tidak mendukungnya.
      www.dadangsolihin.com
    • Kegagalan Perencanaan (3)
      • Perencanaan mengikuti paradigma yang ternyata tidak sesuai dengan kondisi dan perkembangan serta tidak dapat mengatasi masalah mendasar negara berkembang.
      • Misalnya, orientasi semata-mata pada pertumbuhan yang menyebabkan makin melebarnya kesenjangan.
      • Dengan demikian, yang keliru bukan semata-mata perencanaannya, tetapi falsafah atau konsep di balik perencanaan itu.
      www.dadangsolihin.com
    • Kegagalan Perencanaan (4)
      • Karena perencanaan diartikan sebagai pengaturan total kehidupan manusia sampai yang paling kecil sekalipun.
        • Perencanaan di sini tidak memberikan kesempatan berkembangnya prakarsa individu dan pengembangan kapasitas serta potensi masyarakat secara penuh.
        • Sistem ini bertentangan dengan hukum penawaran dan permintaan karena pemerintah mengatur semuanya.
        • Perencanaan seperti inilah yang disebut sebagai sistem perencanaan terpusat (centrally planned system).
      www.dadangsolihin.com
    • Bias-bias dalam Perencanaan Pembangunan
    • Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan (1)
      • Bias pertama
      • A danya kecenderungan berpikir bahwa :
        • dimensi rasional dari pembangunan lebih penting dari dimensi moralnya,
        • dimensi material lebih penting daripada dimensi kelembagaannya, dan
        • dimensi ekonomi lebih penting dari dimensi sosialnya.
      • Akibat dari anggapan itu ialah alokasi sumber daya pembangunan diprioritaskan menurut jalan pikiran yang demikian.
      www.dadangsolihin.com
    • Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan (2)
      • Bias kedua
      • P endekatan pembangunan yang berasal dari atas lebih sempurna daripada pengalaman dan aspirasi pembangunan di tingkat bawah ( grass-root ).
      • Akibatnya kebijakan pembangunan menjadi kurang efektif karena kurang mempertimbangkan kondisi yang nyata dan hidup di masyarakat.
      www.dadangsolihin.com
    • Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan (3)
      • Bias ketiga
      • P embangunan masyarakat banyak di tingkat bawah lebih memerlukan bantuan material daripada keterampilan teknis dan manajerial.
      • Anggapan ini sering mengakibatkan pemborosan sumber daya dan dana, karena :
        • kurang mempersiapkan keterampilan teknis dan manajerial dalam pengembangan sumber daya manusia, dan
        • mengakibatkan makin tertinggalnya masyarakat di lapisan bawah.
      www.dadangsolihin.com
    • Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan (4)
      • Bias keempat
      • T eknologi yang diperkenalkan dari atas selalu jauh lebih ampuh daripada teknologi yang berasal dari masyarakat itu sendiri.
      • Anggapan demikian dapat menyebabkan pendekatan pembangunan yang :
        • terlalu memaksa dan menyamaratakan teknologi tertentu untuk seluruh kawasan pembangunan di tanah air yang sangat luas dan beragam tahap perkembangannya ini.
        • pendekatan pembangunan terlalu mengabaikan potensi teknologi tradisional yang dengan sedikit penyempurnaan dan pembaharuan mungkin lebih efisien dan lebih efektif untuk dimanfaatkan dibandingkan dengan teknologi impor.
      www.dadangsolihin.com
    • Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan (5)
      • Bias kelima
      • L embaga-lembaga yang telah berkembang di kalangan rakyat cenderung tidak efisien dan kurang efektif bahkan menghambat proses pembangunan.
      • Anggapan ini membuat lembaga-lembaga masyarakat di lapisan bawah kurang dimanfaatkan dan kurang ada ikhtiar untuk memperbaharui, memperkuat serta memberdayakannya.
      • Bahkan justru terdapat kecenderungan untuk memperkenalkan lembaga-lembaga baru yang asing dan tidak selalu sejalan dengan nilai dan norma masyarakat.
      www.dadangsolihin.com
    • Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan (6)
      • Bias keenam
      • M asyarakat di lapisan bawah tidak tahu apa yang diperlukannya atau bagaimana memperbaiki nasibnya.
      • Oleh karena itu, mereka harus dituntun dan diberi petunjuk dan tidak perlu dilibatkan dalam perencanaan meskipun yang menyangkut dirinya sendiri.
      • Akibat dari anggapan ini banyak proyek-proyek pembangunan yang ditujukan untuk rakyat, tetapi salah alamat, tidak memecahkan masalah, dan bahkan merugikan rakyat.
      • Bias ini melihat masyarakat sebagai objek dan bukan subjek pembangunan.
      www.dadangsolihin.com
    • Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan (7)
      • Bias ketujuh
      • O rang miskin adalah miskin karena bodoh dan malas. Dengan demikian, cara menanganinya haruslah bersifat paternalistik seperti memperlakukan orang bodoh dan malas, dan bukan dengan memberi kepercayaan.
      • Dengan anggapan demikian masalah kemiskinan dipandang lebih sebagai usaha sosial ( charity ) dan bukan usaha penguatan ekonomi.
      www.dadangsolihin.com
    • Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan (8)
      • Bias kedelapan
      • U kuran efisiensi pembangunan yang salah diterapkan, misalnya ICOR, diartikan bahwa investasi harus selalu diarahkan pada yang segera menghasilkan bagi pertumbuhan.
      • Padahal upaya pemberdayaan masyarakat, akan menghasilkan pertumbuhan, bahkan merupakan sumber pertumbuhan yang lebih lestari ( sustainable ), tetapi umumnya dalam kerangka waktu ( time frame ) yang lebih panjang.
      • Anggapan yang demikian beranjak dari konsep pembangunan yang sangat bersifat teknis dan tidak memahami sisi-sisi sosial budaya dari pembangunan dan potensi yang ada pada rakyat sebagai kekuatan pembangunan.
      www.dadangsolihin.com
    • Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan (9)
      • Bias kesembilan
      • S ektor pertanian dan perdesaan adalah sektor tradisional, kurang produktif, dan memiliki masa investasi yang panjang, karena itu kurang menarik untuk melakukan investasi modal besar-besaran di sektor itu.
      • Oleh karenanya, bermitra dengan petani dan usaha kecil di sektor pertanian dan perdesaan dipandang tidak menguntungkan dan memiliki risiko tinggi.
      • Anggapan ini juga telah mengakibatkan prasangka dan menghambat upaya untuk secara sungguh-sungguh membangun usaha pertanian dan usaha kecil di perdesaan.
      www.dadangsolihin.com
    • Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan (10)
      • Bias kesepuluh
      • Kegiatan investasi makin cenderung terpusat di perkotaan, di sektor industri yang justru banyak disubsidi dan diproteksi, yang akibatnya juga mendorong urbanisasi.
      • Pengalaman Taiwan dan Jepang menunjukkan bahwa investasi di wilayah perdesaan dapat meningkatkan pertumbuhan dan sekaligus pemerataan yang menyebabkan ekonominya menjadi kukuh.
      www.dadangsolihin.com
    • Sistem Perencanaan yang Berhasil
      • Sistem perencanaan yang mendorong berkembangnya mekanisme pasar dan peran serta masyarakat.
      • Dalam sistem ini perencanaan dilakukan dengan menentukan sasaran-sasaran secara garis besar, baik di bidang sosial maupun ekonomi, dan pelaku utamanya adalah masyarakat dan usaha swasta.
      www.dadangsolihin.com
    • Perencanaan yang Ideal
      • Prinsip partisipatif: masyarakat yang akan memperoleh manfaat dari perencanaan harus turut serta dalam prosesnya.
      • Prinsip kesinambungan: perencanaan tidak hanya berhenti pada satu tahap; tetapi harus berlanjut sehingga menjamin adanya kemajuan terus-menerus dalam kesejahteraan, dan jangan sampai terjadi kemunduran.
      • Prinsip holistik: masalah dalam perencanaan dan pelaksanaannya tidak dapat hanya dilihat dari satu sisi (atau sektor) tetapi harus dilihat dari berbagai aspek, dan dalam keutuhan konsep secara keseluruhan.
      • Mengandung sistem yang dapat berkembang (a learning and adaptive system).
      • Terbuka dan demokratis ( a pluralistic social setting).
      www.dadangsolihin.com
    • Terima Kasih www.dadangsolihin.com
      • Beside working as Assistant Professor at Graduate School of Asia-Pacific Studies, Waseda University, Tokyo, Japan, he also active as Associate Professor at University of Darma Persada, Jakarta, Indonesia.
      • He got various training around the globe, included Public Officials Capacity Building Training Program for Government Innovation, Seoul –Korea (2007), Advanced International Training Programme of Information Technology Management, at Karlstad City, Sweden (2005); the Training Seminar on Land Use and Management, Taiwan (2004); Developing Multimedia Applications for Managers, Kuala Lumpur, Malaysia (2003); Applied Policy Development Training, Vancouver, Canada (2002); Local Government Administration Training Course, Hiroshima, Japan (2001); and Regional Development and Planning Training Course, Sapporo, Japan (1999). He published more than five books regarding local autonomous.
      • You can reach Dadang Solihin by email at [email_address] or by his mobile at +62812 932 2202
      Dadang Solihin currently is Director for System and Reporting of Development Performance Evaluation at Indonesian National Development Planning Agency (Bappenas) . He holds MA degree (Economics), University of Colorado, USA. His previous post is Head, Center for Research Data and Information at DPD Secretariat General as well as Deputy Director for Information of Spatial Planning and Land Use Management at Bappenas. Dadang Solihin’s Profile www.dadangsolihin.com