• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Ilmu Ekonomi, Institusi-institusi dan Pembangunan: Sebuah Perspektif Global
 

Ilmu Ekonomi, Institusi-institusi dan Pembangunan: Sebuah Perspektif Global

on

  • 11,688 views

Bagaimana mungkin kemewahan yang demikian mencolok dapat berdampingan tanpa rasa risih dengan kemiskinan yang sangat menyedihkan.

Bagaimana mungkin kemewahan yang demikian mencolok dapat berdampingan tanpa rasa risih dengan kemiskinan yang sangat menyedihkan.

Statistics

Views

Total Views
11,688
Views on SlideShare
11,577
Embed Views
111

Actions

Likes
2
Downloads
52
Comments
1

4 Embeds 111

http://tthyaabieberacc0untin9.blogspot.com 99
http://www.slideshare.net 9
http://profiles.friendster.com 2
http://www.slideee.com 1

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

11 of 1 previous next

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Ilmu Ekonomi, Institusi-institusi dan Pembangunan: Sebuah Perspektif Global Ilmu Ekonomi, Institusi-institusi dan Pembangunan: Sebuah Perspektif Global Presentation Transcript

    • Ilmu Ekonomi, Institusi-institusi dan Pembangunan: Sebuah Perspektif Global F E- Universitas Darma Persada Jakarta, 14 Maret 2005 Drs. H. Dadang Solihin, MA
    • Kehidupan Tiga Perempat Penduduk Bumi
      • Kondisi Masyarakat di:
      • Amerika Utara
      • Pedesaan Asia
      • Kawasan Perkotaan Amerika Selatan
      • Bagaimana mungkin kemewahan yang demikian mencolok dapat berdampingan tanpa rasa risih dengan kemiskinan yang sangat menyedihkan, dan itu terjadi tidak hanya antara satu benua dengan benua yang lainnya tetapi juga terjadi di dalam satu negara atau bahkan dalam satu kota yang sama?
      • Ba gaimana caranya masyarakat tradisional dengan produktivitasnya yang rendah dan kehidupan ekonominya yang serba subsisten dapat dialihkan menjadi sebuah bangsa dan ekonomi modern yang berproduktivitas dan berpendapatan tinggi?
      • Dalam hal apa sajakah aspirasi kemajuan dari bangsa-bangsa miskin itu dapat ditolong atau sebaliknya dihambat oleh aktivitas ekonomi dari bangsa-bangsa yang sudah maju?
      • Melalui proses apa dan dalam kondisi-kondisi seperti apa petani-petani subsisten di berbagai daerah pedalaman di Nigeria, Brasil, atau Filipina bisa beralih menjadi petani komersial yang berhasil?
      Kehidupan Tiga Perempat Penduduk Bumi
    • MDCS—More Developed Countries (Negara-negara maju)
      • Negara-negara kapitalis Eropa Barat, Amerika Utara, Australia, Selandia Baru, dan Jepang yang dari segi ekonomi sudah sangat maju.
      • Negara-negara tersebut adalah yang pertama kali mengalami dan menikmati buah-buah positif dari pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang berkesinambungan ( First World ).
    • LDCs—Less Developed Countries (Negara-negara berkembang)
      • Third World (Dunia Ketiga) Sekitar 157 negara berkembang yang tersebar di kawasan Asia, Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Latin.
      • Negara-negara ini secara umum ditandai oleh beberapa karakteristik seperti
        • taraf hidup yang masih rendah;
        • tingkat pertumbuhan penduduk yang relatif sangat tinggi;
        • pendapatan per kapita (income per capita) yang rendah dan
        • kebanyakan tergantung secara ekonomis dan teknologis kepada perekonomian negara-negara maju alias negara-negara Dunia Pertama (First Wolrd).
    • Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan
      • Development economics (Ilmu ekonomi pembangunan) adalah s tudi perihal bagaimana suatu perekonomian dapat ditransformasikan dari kondisi stagnasi menuju ke pertumbuhan (growth) agar statusnya meningkat dari entitas berpenghasilan rendah menjadi berpenghasilan tinggi.
    • Values (Tata nilai)
      • Prinsip-prinsip, standar atau kualitas yang dianggap baik atau diinginkan.
      • Apa yang disebut sebagai pertimbangan nilai ( value judgement ) adalah suatu hal atau tindakan yang berdasarkan pada atau mencerminkan kepercayaan (keyakinan) seseorang atau kelas masyarakat tertentu.
    • Perekonomian sebagai Sistem Sosial
      • Tuntutan untuk Melangkah Lebih Jauh dari Ilmu Ekonomi
      • Pentingnya variabel ekonomi dan non ekonomi
      • Tata nilai, sikap, dan faktor kelembagaan perlu dipahami
    • E conomic variables (Variabel-variabel E konomi)
      • Gross National Product, GNP (Produk Nasional Bruto, PNB) adalah umlah total output domestik dan asing di suatu negara yang dihasilkan oleh penduduk (baik warga negara maupun nonwarga negara) yang tinggal di suatu negara.
      • GNP itu terdiri dari Gross Domestic Product (GDP) ditambah dengan pendapatan faktor yang diterima oleh penduduk luar negeri, dikurangi pendapatan yang dihasilkan dalam perekonomian domestik yang diterima oleh orang-orang (warga negara resmi dari negara yang bersangkutan) di luar negeri.
    • Income per capita (Pendapatan per kapita)
      • A dalah angka GNP suatu negara dibagi dengan total jumlah penduduknya.
      • Pendapatan per kapita sering digunakan sebagai indikator ekonomi untuk mengukur tinggi-rendahnya taraf hidup dan kemajuan pembangunan.
      • Meskipun demikian, indikator ini sebenarnya merupakan sebuah indeks yang rancu karena ia tidak mempertimbangkan aspek-aspek lain yang tentu saja tidak kalah pentingnya, seperti aspek pemerataan distribusi pendapatan dan kepemilikan sumber daya yang merupakan modal utama bagi setiap orang untuk mendapatkan sebagian dari kue pendapatan nasional.
    • Noneconomic variables (Variabel-variabel nonekonomi)
      • M erupakan elemen atau variabel di luar variabel ekonomi yang dianggap penting dan menarik bagi para pakar ekonomi .
      • F aktor-faktor nonekonomi ini begitu sulit bahkan seringkali tidak dapat dihitung nilai uangnya atau tidak dapat dinyatakan dengan angka karena memang sifatnya yang tidak dapat diraba ( intangible ).
      • Contohnya adalah kepercayaan, tata nilai, sikap, norma-norma, dan struktur kekuasan.
      • Kadang-kadang pengaruh variable nonekonomi tersebut bahkan lebih penting atau lebih berpengaruh daripada variabel-variable ekonomis yang dapat diukur dalam analisis dan perumusan langkah untuk meningkatkan pembangunan .
    • Social indicators (Indikator sosial)
      • Ukuran-ukuran bersifat nonekonomis yang turut menentukan tinggi atau rendahnya tingkat kemajuan pembangunan ( development ) yang telah dicapai oleh suatu negara.
      • Misalnya, tingkat usia harapan hidup (life expectancy at birth), tingkat kematian bayi (infant mortality rate), tingkat melek hurup (literacy rate), jumlah dokter per 100.000 penduduk, dsb.
    • Apa yang Sebenarnya dimaksud dengan “Pembangunan?“
      • Traditional economics (Ilmu ekonomi tradisional) adalah c abang atau versi dari ilmu ekonomi yang bersumber dari dan dianut oleh perekonomian atau negara-negara pasar kapitalis yang ditandai oleh sejumlah karakterstik khas, seperti pengutamaan kedaulatan konsumen (consumer sovereignity), maksimalisasi kuntungan (profit maximization), keberadaan perusahaan swasta (private enterprise), dan persaingan sempurna (perfect competition) .
      • Perhatiannya yang utama terletak pada upaya-upaya untuk mengalokasikan segenap sumber daya yang langka secara efisien melalui sistem harga dan kekuatan permintaan-penawaran.
    • The new economic view of development
      • Underdevelopment is more than just statistics development is a multidimensional process
      • Development (Pembangunan) adalah p roses perbaikan kualitas segenap bidang kehidupan manusia.
      • Three core values of development
        • sustenance
        • self-esteem
        • freedom from servitude
    • Sustenance (Kebutuhan pokok)
      • Berbagai macam barang dan jasa yang mutlak dibutuhkan demi mempertahankan kelangsungan hidup rata-rata manusia dalam standar hidup (levels of living) yang minimal.
      • Contohnya adalah pangan, sandang, dan juga papan (perumahan).
    • Self-esteem (Harga diri)
      • Perasaan bermartabat kemanusiaan yang dinikmati masyarakat apabila sistem sosial, ekonomi, politik dan kelembagaannya memang mampu menjamin dan meningkatkan harkat dan martabat manusia, dan juga melindungi integritas individu dalam menentukan nasib sendiri dan ikut andil dalam hal-hal penting lainnya yang berkaitan dengannya.
    • Freedom (Kemerdekaan atau kebebasan )
      • Suatu situasi di mana suatu masyarakat memiliki berbagai alternatif yang dapat digunakannya untuk memperoleh segala sesuatu yang diinginkannya.
    • The three objectives of development
      • peningkatan standar hidup setiap orang—baik pendapatannya, tingkat konsumsi pangan, sandang, papan, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan lain-lain—melalui proses-proses pertumbuhan ekonomi yang relevan (cocok dan sesuai);
      • penciptaan berbagai kondisi yang memungkinkan tumbuhnya rasa percaya diri (self-esteem) setiap orang melalui pembentukan segenap sistem ekonomi dan lembaga (institution) sosial, politik, dan juga ekonomi yang mampu mempromosikan jati diri dan penghargaan hakikat kemanusiaan;
      • peningkatan kebebasan setiap orang melalui perluasan jangkauan variabel pilihan mereka, serta peningkatan kualitas maupun kuantitas aneka barang dan jasa.
      • Terima Kasih
    • Dadang holds a MA degree (Economics), University of Colorado, USA. His previous post is Head, Center for Research Data and Information at DPD Secretariat General as well as Deputy Director for Information of Spatial Planning and Land Use Management at Indonesian National Development Planning Agency (Bappenas).
      • Beside working as Assistant Professor at Graduate School of Asia-Pacific Studies, Waseda University, Tokyo, Japan, he also active as Associate Professor at University of Darma Persada, Jakarta, Indonesia.
      • He got various training around the globe, included Advanced International Training Programme of Information Technology Management, at Karlstad City, Sweden (2005); the Training Seminar on Land Use and Management, Taiwan (2004); Developing Multimedia Applications for Managers, Kuala Lumpur, Malaysia (2003); Applied Policy Development Training, Vancouver, Canada (2002); Local Government Administration Training Course, Hiroshima, Japan (2001); and Regional Development and Planning Training Course, Sapporo, Japan (1999). He published more than five books regarding local autonomous.
      • You can reach Dadang Solihin by email at [email_address] or by his mobile at +62812 932 2202
      Dadang Solihin’s Profile