Evaluasi Penyelenggaraan Manajemen Kinerja Pemerintahan: Tinjauan Kondisi Saat Ini dan Arah ke Depan

Loading...

Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.

1 comments

Comments 1 - 1 of 1 previous next Post a comment

Post a comment
Embed Video
Edit your comment Cancel

Favorites, Groups & Events

Evaluasi Penyelenggaraan Manajemen Kinerja Pemerintahan: Tinjauan Kondisi Saat Ini dan Arah ke Depan - Presentation Transcript

  1. Evaluasi Penyelenggaraan Manajemen Kinerja Pemerintahan: Tinjauan Kondisi Saat Ini dan Arah ke Depan Dadang Solihin Direktur Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah Bappenas Lokakarya LGSP-USAID Evaluasi Kinerja Pemerintah Daerah yang Berbasis Hasil Hotel Sheraton-Surabaya, 2 September 2008
  2. www.dadangsolihin.com
  3. Materi www.dadangsolihin.com * PPT ini merupakan penyempurnaan dari materi Workshop on Knowledge Sharing and Technical Skills in M&E di Novotel Bogor pada 14-16 July 2008. Penutup Arah ke Depan Kondisi Saat Ini Pendahuluan
  4. Pendahuluan www.dadangsolihin.com
  5. Menggabungkan M&E ke dalam Siklus Manajemen Pembangunan www.dadangsolihin.com Reporting (4) M & E (1) Planning (2) Budgeting (3) Implementation
  6. Planning Process www.dadangsolihin.com Pendekatan P olitik : P emilihan Presiden/Kepala Daerah menghasilkan rencana pembangunan hasil proses politik ( public choice theory of planning ), khususnya penjabaran Visi dan Misi dalam RPJM /D. Proses Teknokratik : M enggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah oleh lembaga atau satuan kerja yang secara fungsional bertugas untuk itu . Partisipatif : D ilaksanakan dengan melibatkan seluruh stakeholders, antara lain melalui Musrenbang . Proses top-down dan bottom-up : D ilaksanakan menurut jenjang pemerintahan .
  7. Budgeting: Reformasi Sistem Penganggaran www.dadangsolihin.com Paradigma Lama Paradigma Baru
  8. Evaluasi www.dadangsolihin.com Tahap Perencanaan ( ex‑ante ) Tahap Pelaksanaan ( on‑going ) Tahap Pasca‑Pelaksanaan ( ex‑post )
    • dilakukan sebelum ditetapkannya rencana pembangunan
    • untuk memilih dan menentukan skala prioritas dari berbagai alternatif dan kemungkinan cara mencapai tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya
    • dilakukan pada saat pelaksanaan rencana pembangunan
    • untuk menentukan tingkat kemajuan pelaksanaan rencana dibandingkan dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya
    • Dilaksanakan setelah pelaksanaan rencana berakhir
    • untuk melihat apakah pencapaian (keluaran/ hasil/ dampak) program mampu mengatasi masalah pembangunan yang ingin dipecahkan
    • untuk menilai efisiensi (keluaran dan hasil dibandingkan masukan), efektivitas (hasil dan dampak terhadap sasaran), ataupun manfaat (dampak terhadap kebutuhan) dari suatu program.
  9. Kondisi Saat Ini www.dadangsolihin.com
  10. Evaluasi Saat Ini www.dadangsolihin.com ? ? ? ?
    • Evaluasi yang tumpang tindih
    • Bersifat top down
    • Waktu yang berbeda
    • Tidak ada reward system untuk hasil evaluasi
    • Tanggung jawab yang tidak jelas terhadap hasil evaluasi
    • Evaluasi pasif
  11. www.dadangsolihin.com Peraturan Perundang-undangan mengenai Evaluasi Kinerja Pembangunan
    • 7 UU
    • 1 3 PP
    • 1 Perpres
    • 2 Inpres
    • 2 Kepmen
    • 4 Permendagri
    Picture from John Mancini, ECM in State and Local Government
  12. Evaluasi Saat Ini
    • Banyaknya tipe dan jenis formulir yang harus diisi dan dilaporkan ke berbagai instansi yang meminta laporan/formulir dimaksud.
    • Adanya ketergantungan dari laporan yang dibuat satuan kerja (satker) di daerah, sehingga bila satker di daerah tidak memberikan laporan, maka evaluasi tidak berjalan.
    • Monitoring dan evaluasi yang dilakukan belum bisa digunakan sebagai dasar perencanaan untuk tahun yang akan datang, namun hanya sampai pada tahap pemenuhan kebutuhan administratif
    • Belum ada sinkronisasi dan integrasi antara laporan – laporan monitoring dan evaluasi yang dibuat.
    www.dadangsolihin.com
  13. Pemetaan Peraturan Perundang-undangan mengenai Evaluasi Kinerja Pembangunan www.dadangsolihin.com SISTEM PEMERINTAHAN RPJP N SISTEM SISTEM D AKIP PENGANGGARAN KL RENCANA D STRATEGIS SKPD KERANGKA P N RPJM dll EKONOMI D D MAKRO P RENCANA KL RENCANA KINERJA D KERJA SKPD KL SKPD (Persetujuan Anggaran) PENETAPAN KINERJA PENGUKURAN KINERJA KL D LAKIP BPK (Audit) EVALUASI AKUNTABILITAS KINERJA RAPBN/ RAPBD SISTEM PERENCANAAN LKKIP DAN ANGGARAN PAGU PEMBANGUNAN NASIONAL LAPORAN KEUANGAN EKPD, EKPOD & EDOB SPM DAERAH LPPD, LKPJ & ANGGARAN RENCANA KERJA KERANGKA PENG. JANGKA MENENGAH (MTFF) LAPORAN KEGIATAN DEKONSENTRASI/ TUGAS PEMBANTUAN DPR/DPRD PENGAWASAN PEMERINTAHAN DAERAH PENYELENGGARAAN INFORMASI LPPD KEPADA MASYARAKAT EPPD : UU 25/2004 Inpres 7/1999 UU 17/2003 UU 32/2004 PP 8/2006 UU 1/2004 UU 15/2004 Inpres 5/2004 Perpres 7/2005 PP 39&40/2006 PP 58 2005 PP 3/2007 UU 17/2007 UU 33/2004 PP 79/2005 Permendagri 16/2007 Permendagri 23/2007 PP 65/2005 PP 56/2005 Permendagri 6/2007 PP 6/2008 PP 7/2008 Permendagri 28/2007 Permendagri 65/2007 SISTEM INFORMASI KEUANGAN DAERAH IKM KEP/25/M.PAN/ 2/2004 Umpan Balik RUU PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN APBD/RAPERDA PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN APBD PP 20&21/2004 RENCANA AKSI (OPERATIONAL PLAN) PENETAPAN KINERJA ?
  14. Peraturan Perundang-Undangan yang Menjadi Bahan Rujukan di Beberapa Instansi Terkait 28 Peraturan Perundang-undangan 12 Peraturan yang digunakan sebagai bahan rujukan
    • UU No .1 7 2003 tentang Keuangan Negara
    • UU No . 1 2004 tentang Perbendaharaan Negara
    • UU No . 15 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara
    • UU No . 25 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
    • UU No . 32 2004 tentang Pemerintahan Daerah
    • UU No . 33 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
    • U U No . 17 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional tahun 2005 – 2025
    • PP No . 8 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah
    • PP No . 39 2006 tentang Tata Cara Pengendaian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan
    • PP N o 40 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional
    • Perpres No . 7 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2004 – 200 9
    • In pres No . 7 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
    www.dadangsolihin.com
  15. Klasifikasi Laporan berdasarkan Jenis Laporan www.dadangsolihin.com Laporan Kinerja Laporan Keuangan Laporan Pertanggungjawaban Legal Draft 58 Laporan Daerah 20 Laporan Pusat (K/L)
  16. Inefisiensi 1 : Tipe & Jumlah Regulasi/Peraturan dan Laporan terkait Evaluasi Kinerja Pembangunan
    • 7 Undang-Undang
    • 11 Peraturan Pemerintah
    • 1 Perpres
    • 1 Inpres
    • 2 Kepmen
    • 4 Permendagri
    • 20 Laporan (Kementerian Lembaga)
    • 58 Laporan (Pemda)
    www.dadangsolihin.com
  17. Inefisiensi 2: Biaya Pelaporan
    • 74 Kementerian/Lembaga
    • 653 Eselon I
    • 11.240 Eselon II
    • 33 Provinsi
    • 990 SKPD
    • 441 Kabupaten/Kota
    • 13.230 SKPD
    • Diperkirakan Kebutuhan Kertas mencapai 112.757 rim/tahun (225 ton)
    • Biaya Antar ......? Berapa total Biaya??
    www.dadangsolihin.com
  18. Instansi Penerima Laporan
    • Bappenas = 8 Laporan
    • Depkeu = 11 Laporan
    • Depdagri = 20 Laporan
    • Kementrian PAN = 4 Laporan
    • BPK = 8 Laporan
    • Presiden = 20 Laporan
    • LAN = 1 Laporan
    • KL = 5 Laporan
    www.dadangsolihin.com
  19. Penyebab Banyaknya Laporan
    • Barrier Horizontal
      • Keterbatasan Akses
      • Ketersediaan Data
    • Dominasi Vertikal
      • Membangun Legitimasi
      • Penugasan
      • Masih sentralistik
    www.dadangsolihin.com
    • Anggaran
    • Apresiasi yang kurang terhadap pentingnya M&E menyebabkan anggaran yang dialokasikan kecil.
    • SDM
    • Belum didukung oleh jumlah dan kualitas SDM yang cukup.
    • Kemampuan/ Keahlian
      • ” Tour of duty” PNS, terutama di Pemda
      • Kurangnya tenaga teknis terlatih
    • Perlengkapan/ Peralatan
    • Berkaitan dengan kondisi perekonomian dan infrastruktur wilayah yang masih tertinggal. Mis: listrik, AC, komputer, kendaraan operasional, peralatan telekomunikasi.
    www.dadangsolihin.com Kendala Pelaksanaan M&E
    • Prosedural
      • Tidak adanya acuan kerja (Petunjuk Operasional)
      • Tidak diterimanya laporan Monitoring pelaksanaan kegiatan
      • Tidak adanya kerangka acuan pelaksanaan evaluasi
      • Mekanisme pelaporan yang ada inter instansi pemerintah belum memiliki pola yang jelas dan pasti.
    • Pengiriman
      • Kondisi geografis
      • Masih minimnya prasarana dan sarana transportasi/ komunikasi.
    www.dadangsolihin.com Kendala Pelaksanaan M&E
    • Tidak ada referensi indikator yang cukup dalam Laporan Monitoring untuk dapat melakukan evaluasi seperti dimintakan pada Renja/ RKP;
    • Pelaporan M&E memberikan beban tambahan kepada para penanggungjawab program/ kegiatan yang sudah cukup banyak beban M&E sesuai peraturan-perundangan selama ini, khususnya di tingkat Pemerintah Kabupaten/Kota;
    • Tidak ada mekanisme umpan balik dari laporan M&E, kalaupun ada penyelenggara tidak siap melakukannya.
    www.dadangsolihin.com Masalah Potensial
    • Kurangnya kemampuan dalam mengkoordinasi kelembagaan terkait, dalam arti seluas-luasnya, yang disebabkan antara lain, kurangnya alokasi anggaran untuk M&E;
    • Kurangnya motivasi dan komitmen para penanggungjawab dan pelaksana M&E;
    • Tidak cukup pelatihan yang dapat disediakan untuk M&E dan untuk menentukan indikator;
    • Alokasi tenaga ahli yang tidak memadai.
    www.dadangsolihin.com Masalah Potensial
  20. Arah ke Depan: Mengembangkan Sistem M&E www.dadangsolihin.com
  21. Best Practices (MacKay, 2007) www.dadangsolihin.com Chile Colombia Australia Meksiko
    • Memiliki 1.550 indikator kinerja untuk seluruh sektor (h.25).
    • SINERGIA: Sistem Nasional Evaluasi Kinerja Sektor Publik (h.33)
    • Government Evaluation Strategy (h.39)
    • SEDESOL: Sekretariat Pembangunan Sosial (h.61)
  22. Pengalaman empiris: Australia
    • Sistem evaluasi pemerintahan menyeluruh (akhir 1980-an) yang dikelola DepKeu
      • Semua kementerian wajib melakukan evaluasi
      • Semua kementerian wajib menyiapkan portofolio rencana evaluasi (detail rencana evaluasi program, program2 apa yg dievaluasi, isu2 yg ditanyakan, dan metode evaluasi.
    • Hasil (1994)
      • Hampir 80% usulan anggaran & sekitar 2/3 penghematan didasarkan hasil temuan evaluasi.
      • Informasi hasil temuan evaluasi mempengaruhi pembuatan keputusan anggaran kabinet.
      • Informasi M&E juga digunakan secara intensif
    www.dadangsolihin.com
  23. Pengalaman empiris: Chili
    • MenKeu mengembangkan sistem M&E Pemerintah menyeluruh (sejak 1994).
      • Sekitar 1,550 indikator kinerja, evaluasi cepat, evaluasi dampak
      • Pelaksananya pihak ketiga (perguruan tinggi & perusahaan konsultan), dg TOR dan metode standar setiap jenis evaluasi
    • Informasi & berbagai temuan M&E digunakan secara intensif dalam menganalisis kinerja anggaran kementerian dan badan  masukan dalam pembuatan keputusan anggaran pemerintah.
    • Berbagai informasi M&E digunakan untuk menentukan ”target kinerja” dari setiap badan dan untuk peningkatan manajemen berbagai kementrian & badan.
    www.dadangsolihin.com
  24. Mengembangkan Sistem M&E www.dadangsolihin.com 1 5 4 3 2 Koord. M&E Nasional Indicator Resource Group Database Indikator Kinerja Jadwal M&E Baru Komunitas Evaluator
  25. Membentuk Koord. M&E Nasional
    • Formalisasi koordinasi dalam proses pelaksanaan dan pengembangan M&E yang selama ini berjalan di K/L secara informal.
    • Merupakan Tim Pengarah pengembangan manajemen kinerja dan indikator yang digunakan Pemerintah.
    • Melaporkan mengenai arah, perkembangan dan permasalahan kepada Men. PPN.  
    • Terdiri dari empat anggota inti Eselon I dari Bappenas, Depkeu, Depdagri dan Menpan.
    • Ditambah dua anggota tambahan akan dipilih untuk mewakili K/L, dan ini dapat berganti dari waktu ke waktu sesuai kebutuhan.
    www.dadangsolihin.com 1
  26. Membentuk Indicator Resource Group
    • Sebagai Tim Teknis untuk menyediakan dukungan kepada seluruh K/L dalam pengembangan indikator dan proses M&E.
    • Merupakan Tim Nasional Konsultasi Indikator yang akan bertugas:
      • menyusun suatu standar pendekatan dan kriteria yang digunakan dalam perumusan indikator pembangunan nasional dan daerah,
      • menjadi tempat penyimpanan indikator yang sudah didefinisikan sebagai alat ukur program-program dan kegiatan-kegiatan.
      • Mereview umpan balik pada penggunaan indikator setelah setiap langkah besar dalam proses perencanaan dan penerapan rencana, dan akan memasukkan bahan belajar dari pengalaman ke dalam proses.
    www.dadangsolihin.com 2
  27. Membangun Database Indikator Kinerja
    • Banyaknya indikator dari proses alokasi sumber daya dapat dikontrol.
    • Perkembangan dari sebuah indikator dapat ditelusuri sehingga perubahannya dapat menjadi bukti bagi pengguna.
    • Sebagai alat bagi K/L ketika menyusun indikator untuk kegiatan-kegiatan baru
    • Sebagai alat untuk membantu sumber daya teknis dalam mengembangkan indikator baru
    • Indikator program dan indikator kegiatan dapat diselaraskan dengan indikator perencanaan
    www.dadangsolihin.com 3
  28. Menyusun Jadwal M&E Baru
    • Dibutuhkan jadwal M&E baru seiring dengan kompleksitas fungsi-fungsi manajemen K/L, Pemda dan SKPD.
    • Meningkatnya kebutuhan pelaporan yang makin rumit.
    • Pemilihan satu wilayah percontohan, menerapkan jadwal M&E baru dan memanfaatkan umpan balik sebelum dilaksanakan di seluruh wilayah.
    www.dadangsolihin.com 4
  29. Mendirikan Komunitas Evaluator
    • Mendirikan Asosiasi Evaluator Indonesia, yang terdiri dari unsur-unsur:
      • Pemerintah
      • Dunia Usaha
      • Masyarakat
    • Melahirkan Jabatan Fungsional Evaluator (JFE)
    • Mendirikan Asosiasi Evaluator Pemerintah Indonesia (AEPI)
    www.dadangsolihin.com 5
    • Phase Analog
      • Menyusun pelaporan sebagaimana yang dilakukan saat ini, tetapi tidak dikirimkan atau diantarkan ke K/L pengumpul, melainkan diupload pada website masing-masing K/L, Pemda dan SKPD pengirim.
      • Uploading berbagai indikator pada website masing-masing K/L, Pemda dan SKPD pengirim
    • Phase Digital
    • Data base M&E
    • Dibutuhkan password untuk mengakses data bagi kevel tertentu. Mis. Presiden, Menteri, Dirjen, dst
    www.dadangsolihin.com Membangun Sistem Pelaporan: E-Monev go.id BASE
  30. Penutup www.dadangsolihin.com
  31. Rencana Kerja dan Tindak Lanjut (1)
    • Diperlukan upaya untuk penyempurnaan terhadap berbagai peraturan terkait implementasi kebijakan dalam bidang evaluasi kinerja pembangunan asi yang arahnya untuk mengintegrasikan sistem dan peraturan yang ada.
    • Diperlukan sistem dan langkah yang sederhana di mana daerah bersedia menyusun dan mempublikasikan hasil laporannya secara elektronik melalui website masing-masing daerah dengan demikian semua pihak (dengan batasan dan level keamanan tertentu) yang membutuhkan publikasi laporan tersebut dapat mengunduhnya sesuai kebutuhan masing-masing.
    www.dadangsolihin.com
  32. Rencana Kerja dan Tindak Lanjut (2)
    • Menciptakan format dan sistem baru yang terintegrasi dan user friendly dan dapat menjadi acuan bagi semua pihak/pelaku evaluasi kinerja pembangunan.
    • Mengupayakan agar satu hasil laporan yang dikeluarkan oleh masing-masing daerah/sektor dapat diakses oleh seluruh institusi (K/L), daerah, dan para pemangku kepentingan lainnya.
    • Menciptakan satu sistem evaluasi yang dapat dilakukan secara komprehensif dengan pengembangan electronic M&E
    • Menciptakan sistem evaluasi yang baru yang diharapkan mampu mewujudkan integrasi dan saling keterkaitan yang bersinergi dan mempengaruhi antara hasil evaluasi yang satu dengan yang lainnya.
    www.dadangsolihin.com
  33. Rencana Kerja dan Tindak Lanjut (3)
    • Menciptakan sistem yang diarahkan pada efisiensi dan biaya rendah
    • Memperkenalkan evaluasi yang terintegrasi, sistem top-down dan bottom-up
    • Menciptakan sistem evaluasi yang kontinu untuk proses pembelajaran institusi
    • Menciptakan model evaluasi aktif (melibatkan pihak eksternal)
    • Menciptakan sistem insentif-disinsentif dari hasil evaluasi
    • Menginisiasi adanya pembentukan komunitas evaluator sebagai upaya untuk membangun kesepahaman antar pelaku evaluasi kinerja pembangunan dengan demikian upaya untuk mengintegrasikan berbagai peraturan dan sistem yang ada menjadi lebih mudah.
    www.dadangsolihin.com
  34. Harapan di Masa Depan www.dadangsolihin.com
    • Evaluasi yang terintegrasi
    • Bersifat top down-bottom up
    • Informasi evaluasi terbuka & dapat dipertanggungjawabkan
    • Sistem insentif untuk hasil evaluasi
    • Evaluasi aktif
  35. Terima Kasih www.dadangsolihin.com
  36. www.dadangsolihin.com
    • Beside working as Assistant Professor at Graduate School of Asia-Pacific Studies, Waseda University, Tokyo, Japan, he also active as Associate Professor at University of Darma Persada, Jakarta, Indonesia.
    • He got various training around the globe, included Public Officials Capacity Building Training Program for Government Innovation, Seoul –Korea (2007), Advanced International Training Programme of Information Technology Management, at Karlstad City, Sweden (2005); the Training Seminar on Land Use and Management, Taiwan (2004); Developing Multimedia Applications for Managers, Kuala Lumpur, Malaysia (2003); Applied Policy Development Training, Vancouver, Canada (2002); Local Government Administration Training Course, Hiroshima, Japan (2001); and Regional Development and Planning Training Course, Sapporo, Japan (1999). He published more than five books regarding local autonomous.
    • You can reach Dadang Solihin by email at [email_address] or by his mobile at +62812 932 2202
    Dadang Solihin currently is Director for Regional D evelopment Performance Evaluation at Indonesian National Development Planning Agency (Bappenas). He holds MA degree in Economics from University of Colorado, USA. His previous post is Director for System and Reporting of Development Performance Evaluation at Bappenas. Dadang Solihin’s Profile

+ Dadang SOLIHINDadang SOLIHIN, 2 years ago

custom

3279 views, 0 favs, 1 embeds more stats

Lokakarya LGSP-USAID Evaluasi Kinerja Pemerintah Da more

More info about this document

© All Rights Reserved

Go to text version

  • Total Views 3279
    • 3277 on SlideShare
    • 2 from embeds
  • Comments 1
  • Favorites 0
  • Downloads 0
Most viewed embeds
  • 2 views on http://hyperballs.blogspot.com

more

All embeds
  • 2 views on http://hyperballs.blogspot.com

less

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate. If needed, use the feedback form to let us know more details.

Cancel
File a copyright complaint
Having problems? Go to our helpdesk?

Categories