• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Evaluasi EKPD 2013 dan Metode EKPD 2014
 

Evaluasi EKPD 2013 dan Metode EKPD 2014

on

  • 271 views

Seminar Awal EKPD 2014 di Sanur Paradise Plaza Hotel-Denpasar, 13 Mei 2014

Seminar Awal EKPD 2014 di Sanur Paradise Plaza Hotel-Denpasar, 13 Mei 2014

Statistics

Views

Total Views
271
Views on SlideShare
267
Embed Views
4

Actions

Likes
0
Downloads
5
Comments
0

1 Embed 4

http://www.slideee.com 4

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Evaluasi EKPD 2013 dan Metode EKPD 2014 Evaluasi EKPD 2013 dan Metode EKPD 2014 Presentation Transcript

    • dadang-solihin.blogspot.com 2
    • 3dadang-solihin.blogspot.com 3
    • Materi • Hasil EKPD 2013: Pencapaian PN 11 + 3 • Metode EKPD 2014 dadang-solihin.blogspot.com 4
    • HASIL EKPD 2013: PENCAPAIAN PN 11 + 3 dadang-solihin.blogspot.com 5  Capaian PN didasarkan atas capaian indikator impact PN 11+3 untuk mengetahui: 1. tingkat pencapaian target kinerja RPJMN pada tahun 2010, 2011, 2012 dan tahun berjalan 2013 di 33 provinsi, 2. identifikasi isu strategis, 3. proyeksi target capaian provinsi untuk RPJMN periode berikutnya.  11 Prioritas Nasional : 1. Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola 2. Pendidikan 3. Kesehatan 4. Penanggulangan Kemiskinan 5. Ketahanan Pangan 6. Infrastruktur 7. Iklim Investasi dan Iklim Usaha 8. Energi 9. Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana 10. Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Pasca Konflik 11. Kebudayaan, Kreativitas, dan Inovasi Teknologi.  3 Prioritas Nasional Lainnya : 1. Kesejahteraan Rakyat 2. Politik, Hukum, dan Keamanan 3. Perekonomian
    • 0 20 40 60 80 100 120 Provinsi Angka Melek Aksara 15 Tahun Keatas Capaian 2011 Capaian 2012 Rata - Rata 2012 83.19 Rata - Rata 2011 94.49 A. Permasalahan, antara lain : 1. kurangnya pemerataan tenaga pengajar di daerah terutama di daerah terpencil dan pedesaan, 2. kurangnya tingkat kesejahteraan bagi guru, 3. kompetensi guru yang rendah, 4. serta akses, sarana dan prasarana pendidikan yang belum memadai B. Rekomendasi Penanganan, antara lain : 1. perlu melakukan pemerataan kesenjangan penyebaran guru, serta pemberian insentif terutama kemudahan akses serta fasilitas 2. Perlu ada perbaikan dalam memajukan kesejahteraan bagi guru melalui penambahan gaji, serta pemberian tunjangan bagi guru 3. Perlu dilakukan pemetaan profil kompetensi guru secara berkelanjutan serta pengelolaan tenaga guru secara otonom 4. Adanya penambahan anggaran bagi pendidikan terutama dalam pembangunan sarana dan prasarana pendidikan di daerah PN Pendidikan dadang-solihin.blogspot.com 6
    • 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Provinsi Angka Harapan Hidup Capaian 2011 Capaian 2012 Rata - Rata 2011 69.58 Rata - Rata 2012 61.79 A. Permasalahan, antara lain : 1. Persoalan gizi kurang dan buruk bagi balita yang berakibat kepada tumbuh kembang anak, 2. Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan reproduksi 3. kurangnya sosialisasi pentingnya Program KB di masyarakat, serta Progam Jaminan Kesehatan di provinsi/kab/kota yang belum efektif, 4. Kurangnya layanan kesehatan yang baik terutama di daerah B. Rekomendasi Penanganan, antara lain : 1. Adanya realisasi jaminan kesehatan terhadap warga miskin tanpa ada diskriminatif, 2. Perlunya pembaharuan model sosialisasi Program KB, 3. Peningkatan pemerataaan pelayanan kesehatan melalui pembangunan sarana kesehatan 4. Sosialisasi dan pemasyarakatan terkait gizi bagi anak balita maupun pemberian bantuan tambahan gizi kepada anak balita, dadang-solihin.blogspot.com 7 PN Kesehatan
    • 0 0.05 0.1 0.15 0.2 0.25 0.3 0.35 0.4 0.45 0.5 Provinsi Indeks Gini Capaian 2011 Capaian 2012 Rata - Rata 2011 dan 2012 0.36 A. Permasalahan, antara lain : 1. T idak imbangnya ketersediaan lapangan pekerjaan serta kurangnya kesempatan bekerja bagi masyarakat, 2. Tidak efektifnya program – program penanggulangan kemiskinan 3. Sulitnya akses dan kurangnya pelayanan pada pedesaan, tertinggal, dan terluar, B. Rekomendasi Penanganan, antara lain : 1. memberikan kemudahan perijinan investasi kepada calon investor, yang pada akhirnya akan membuka lapangan pekerjaan baru, 2. Perlunya regulasi terhadap rendahnya Upah Minimum tenaga kerja/ masih dibawah KHL (Kebutuhan Hidup Layak ), 3. Perlunya evaluasi serta perbaikan terhadap program – program pemberdayaan masyarakat miskin, terutama dalam hal pemenuhan hak dasar bagi masyarakat miskin, 4. Pengembangan program kependudukan terpadu dengan provinsi lain dadang-solihin.blogspot.com 8 PN Penanggulangan Kemiskinan
    • 0 20 40 60 80 100 120 140 160 Provinsi Nilai Tukar Nelayan Capaian 2011 Capaian 2012 Rata - Rata 2011 94.62 Rata - Rata 2012 96.82 A. Permasalahan, antara lain : 1. penurunan alih fungsi lahan 2. adanya konversi menjadi lahan pemukiman dan industri 3. banyaknya infrastruktur yang rusak terutama sarana transportasi di daerah pedesaan B. Rekomendasi Penanganan, antara lain : 1. pembatasan pengeluaran izin pembukaan lahan perkebunan atau penggunaan untuk usaha lain 2. peningkatan kualitas dari penyuluh tersebut, melalui berbagai program pendidikan, latihan dan pemagangan. 3. Perbaikan infrastruktur yang layak sehingga dapat meningkatkan jalur distribusi untuk memperbaiki akses transportasi, 4. Pemberian subsidi pada kebutuhan produksi pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani, 5. Pembangunan sarana dan prasarana perikanan sebagai media penunjang pemasaran hasil perikanan. , 6. Pemberdayaan nelayan tradisional melalui penguatan kelembagaan dan kapasitas pemanfaatan teknologi penangkapan dan pembudidayaan dadang-solihin.blogspot.com 9 PN Ketahanan Pangan
    • 0 10 20 30 40 50 60 70 80 Provinsi Persentase rumah tangga dengan sumber air minum yang layak Capaian 2011 Capaian 2012 Rata - Rata 2011 37.57 Rata - Rata 2012 21.69 PN Infrastruktur A. Permasalahan, antara lain : 1. kurang memadainya pertumbuhan infrastruktur terutama jalan provinsi, 2. rendahnya cakupan air minum layak sangat rendah di beberapa provinsi sebagai akibat dari kurangnya program perbaikan terhadap sumber air minum yang layak B. Rekomendasi Penanganan, antara lain : 1. Upaya Percepatan Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan melalui skema insetif kepada swasta dan Pemerintah Kabupaten/Kota, 2. Koordinasi dan sinergi yang baik antar SKPD yang terkait terhadap masalah infrastruktur dan pengembangan wilayah, 3. Mengimplementasikan skema kerjasama publik dan swasta (PPP) dalam percepatan pembangunan infrastruktur daerah, dadang-solihin.blogspot.com 10
    • 0.00 2,000,000.00 4,000,000.00 6,000,000.00 8,000,000.00 10,000,000.00 12,000,000.00 14,000,000.00 16,000,000.00 18,000,000.00 Provinsi Nilai Realisasi Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri Capaian 2011 Capaian 2012 PN Iklim Investasi dan Iklim Usaha A. Permasalahan, antara lain : 1. Investasi yang masuk tidak terlalu berdampak selain perluasan lapangan pekerjaan, 2. belum jelasnya kewenangan perizinan penanaman modal antara pusat dan daerah, 3. belum adanya kawasan investasi terpadu yang berada di daerah kab/kota, 4. tidak terealisasinya sejumlah investasi PMDN dan PMA karena proses perijinan yang masih dikuasai pemerintah pusat B. Rekomendasi Penanganan, antara lain : 1. Memperluas akses bagi UMKM kepada sumber modal, 2. Memasyarakatkan kewirausahaan dan mengembangkan sistem insentif bagi wirausaha baru, 3. Mengembangkan jaringan produksi dan distribusi melalui pemanfaatan teknologi informasi, 4. Meningkatkan dukungan terhadap pertumbuhan UMKM untuk meningkatkan potensi industri lokal 5. Mengevaluasi kinerja yang berhubungan dengan investasi dan berupaya menghilangkan atau meminimalkan kendala menyangkut besarnya biaya yang tidak jelas peruntukannya. dadang-solihin.blogspot.com 11
    • 0 20 40 60 80 100 120 Provinsi Rasio ELektrifikasi Capaian 2011 Capaian 2012 Rata - Rata 2011 67.49 Rata - Rata 2012 64.19 PN Energi A. Permasalahan, antara lain : 1. masih belum optimalnya pemanfaatan sumber daya energi (terbarukan dan tak terbarukan), 2. masih banyak rumah tangga yang belum menikmati listrik (khususnya masyarakat berpendapatan rendah dan masyarakat desa), 3. konsumsi energi penduduk yang belum merata dan terindikasi terjadi kebooran, 4. jumlah pembangkit yang masih minim karena belum mencapai target yang ditetapkan, 5. kapasitas pembangkit yang juga masih di bawah target B. Rekomendasi Penanganan, antara lain : 1. Meningkatkan kapasitas suplai energi listrik untuk rumah tangga, 2. Memanfaatkan sumber energi air yang tersedia dalam jumlah banyak di daerah, 3. Kebijakan pengembangan perlunya investasi dan transfer of technology dalam eksplorasi sumberdaya alam terbarukan untuk supply energy ramah lingkungan, 4. Pengembangan dan peningkatan pembangkit listrik yang ramah lingkungan, 5. Penambahan jaringan listrik gratis melalui Program Listrik Desa (Prolisdes) terus diprioritaskan dan tepat sasaran. dadang-solihin.blogspot.com 12
    • 0 2 4 6 8 10 12 14 Provinsi Tingkat Pengangguran Terbuka Capaian 2011 Capaian 2012 Rata - Rata 2011 5.77 Rata - Rata 2012 5.30 PN Kesejahteraan Rakyat A. Permasalahan, antara lain : 1. kurangnya ketersediaan lapangan pekerjaan baru terutama untuk penduduk yang berusia produktif, 2. menurunnya laju pertumbuhan di sektor industri terutama di sektor padat karya, 3. rendahnya nilai capaian komponen utama yang menjadi dasar perhitungan IPM, B. Rekomendasi Penanganan, antara lain : 1. Adanya kebijakan dalam dalam memberikan kemudahan ijin investasi bagi calon investor di sektor industri padat karya sehingga dapat memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat, 2. Memperbanyak Balai Latihan Kerja (BLK) dan kelompok kerja di tiap kabupaten dan kota, dadang-solihin.blogspot.com 13
    • METODE EKPD 2014 1. Evaluasi pencapaian kinerja, 2. Review isu strategis, 3. Evaluasi tematik. dadang-solihin.blogspot.com 14
    • EVALUASI PENCAPAIAN KINERJA • Kelengkapan dan keselarasan data, • Analisis “How and Why” tajam, • Rekomendasi tidak normatif dadang-solihin.blogspot.com 15
    • Review isu strategis • Penentuan isu strategis yang tajam, • Formulasi strategi penanganan dan kebijakan yang tepat, • Penentuan isu strategis wilayah. dadang-solihin.blogspot.com 16
    • Isu Strategis Strategi Penanganan Kebijakan Kenaikan rasio listrik masih terbatas karena kemampuan PLN tidak sebanding dengan pertumbuhan permintaan di Provinsi xxxxxxx sehingga mengalami defisit 200 – 250 MW Adanya cakupan jaringan energi listrik di Provinsi xxxxxxx sehingga semua desa dapat teraliri energi listrik. 1. Mempercepat proses pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Asahan III sampai dengan VI yang memiliki potensial energi sebesar 390 MW. PLTA merupakan energi listrik termurah dari berbagai jenis pembangkit lainnya. 2. Pembangkit tenaga listrik biomasa (PLTBS) dengan memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit dengab perkiraan potensi energi listrik yang bisa dibangkitkan mencapai 1.900 MW 3. Pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 4. Pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) 5. Pembangunan pembangkit listrik tenaga angin Contoh Isu Strategis Provinsi Contoh isu strategis provinsi baik dadang-solihin.blogspot.com 17
    • Contoh Isu Strategis Provinsi Contoh isu strategis provinsi yang tidak sesuai dadang-solihin.blogspot.com 18 Isu Strategis Strategi Penanganan Kebijakan Saat ini untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, Indonesia sudah tergantung dengan negara lain, dimana beberapa kebutuhan bahan sudah di impor seperti beras, kedelai, daging dan kebutuhan lainnya. 1. Menyedikan subsisdi sarana produksi padi (saprodi) berupa bibit, pupuk dan pestisida sehingga nilai tukar petani dapat ditingkatkan. 2. Memperpendek penyaluran saprodi bersubsdi sehingga subsidi tersebut langsung diterima petani. 3. Meningkatkan peran Bulog dengan mendidirkan pusat- pusat pembelian di daerah produksi padi sehingga memperpendek jalur distribusi padi dari tangan petani ke konsumen. Hal ini akan meningkatkan nilai jual Gabah Kering Giling sehingga petani mendapat keuntungan yang lebih besar. 4. Melakukan penyuluhan secara terus menerus kepada petani sehingga masyarakat petani dapat bekerja secara efisien dan efektif. Peningkatan kemampuan penyuluh pertanian sehingga sesuai standar komptensi yang diperlukan dalam menjalankan perannya sebagai penyuluh, pendidik dan peneliti di bidang pertanian.
    • Rekapitulasi Isu Strategis Wilayah Sumatera dadang-solihin.blogspot.com 19 8 8 7 5 4 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Prioritas Nasional 5 Prioritas Nasional 8 Prioritas Nasional 6 Prioritas Nasional 4 Prioritas Nasional 1 Jumlah Provinsi Isu Strategis Wilayah Sumatera: 1. Prioritas Nasional 1 : Rendahnya kualitas kelembagaan serta kurangnya aparatur pemerintahan yang bermutu, serta buruknya sistem administratsi dan informasi. 2. Prioritas Nasional 4 : Tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran, serta rendahnya program penanggulangan kemiskinan, 3. Prioritas Nasional 5 : Turunnya Nilai Tukar Petani dan Nilai Tukar Nelayan, adanya alih fungsi lahan, serta minimnya infrastruktur dalam menunjang distribusi pangan, 4. Prioritas Nasional 6 : Kurang memadainya infrastuktur di wilayah, serta kurangnya sarana air bersih di kabupaten/kota, 5. Prioritas Nasional 8 : Belum optimalnya pemanfaatan sumber daya terbarukan, kurangnya daya listrik terutama di daerah pedesaan, serta pemerataan listrik
    • Rekapitulasi Isu Strategis Wilayah Jawa-Bali dadang-solihin.blogspot.com 20 5 5 5 4 3 0 1 2 3 4 5 6 Prioritas Nasional 6 Prioritas Nasional 3 Prioritas Nasional 4 Prioritas Nasional 7 Prioritas Nasional 1 Jumlah Provinsi Isu Strategis Wilayah Jawa - Bali 1. Prioritas Nasional 1 : Rendahnya capaian persentase kabupaten/kota yang memiliki pelaporan WTP, Persentase penetapan APBD yang tepat waktu kurang dari 100%, perlunya peningkatan pelayanan publik. 2. Prioritas Nasional 3 : Meningkatnya penyakit degeneratif, prevalensi angka kurang gizi dan gizi buruk pada balita, AKB mengalami peningkatan. 3. Prioritas Nasional 4 : Perlunya penurunan persentase penduduk miskin dan pengangguran, standar hidup layak di daerah belum terpenuhi, sertanya tidak merata penyebaran pertumbuhan penduduk. 4. Prioritas Nasional 6 : Kualitas dan cakupan pelayanan infrastruktur, lambatnya pertumbuhan jalan nasional, kurangnya transportasi publik di daerah. 5. Prioritas Nasional 7 : Perlunya peningkatan pelayanan perijinan investasi, lambannya daya serap tenaga kerja, serta rendahnya realisasi investasi terutama PMA dan PMDN.
    • Rekapitulasi Isu Strategis Wilayah Kalimantan dadang-solihin.blogspot.com 21 4 3 2 2 2 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 Prioritas Nasional 2 Prioritas Nasional 9 Prioritas Nasional 1 Prioritas Nasional 3 Prioritas Nasional 4 Jumlah Provinsi Isu strategis wilayah Kalimantan 1. Prioritas nasional 1 : masih minimnya kabupaten/kota dalam memperoleh opini wtp, penyelesaian kasus-kasus korupsi. 2. Prioritas nasional 2 : masih terdapat kesenjangan dalam persebaran sarana dan prasarana pendidikan terutama di daerah terpencil, apm smp/sederajat meningkat dari tahun ke tahun, namun realisasi capaiannya masih dibawah target, serta kurangnya guru di perbatasan dan daerah-daerah yang memenuhi standar nasional pendidikan. 3. Prioritas nasional 3 : cakupan layanan kesehatan dan kualitas pelayanan kesehatan di pusat-pusat yankesmas di daerah masih belum optimal, 4. Prioritas nasional 4 : persentase penduduk miskin menurun dari tahun ke tahun namun realisasi capaiannya masih diatas target, pengurangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja serta pemberdayaan masyarakat 5. Prioritas nasional 9 : perencanaan pembangunan hijau, pembatasan perizinan untuk pinjam pakai dan pelepasan kawasan hutan, indeks lingkungan hidup masih rendah
    • Rekapitulasi Isu Strategis Wilayah Sulawesi dadang-solihin.blogspot.com 22 5 4 4 3 3 0 1 2 3 4 5 6 Prioritas Nasional 2 Prioritas Nasional 1 Prioritas Nasional 4 Prioritas Nasional 3 Prioritas Nasional 6 Jumlah Provinsi Isu strategis wilayah Sulawesi 1. Prioritas nasional 1 : Pengelolaan dan pelaporan keuangan pemerintah daerah. belum optimalnya pencegahan dan penanganan kasus korupsi, Peningkatan Profesionalisme Aparatur 2. Prioritas nasional 2 : Rata-Rata lama sekolah yang belum mencapai target minimal 9 tahun, Angka melek aksara 15 tahun ke atas yang masih rendah dan meningkat sangat lambat, Tingginya angka putus sekolah dan biaya pendidikan yang murah bagi semua penduduk 3. Prioritas nasional 3 : Rendahnya Angka Harapan Hidup, Kualitas pelayanan terhadap balita dan ibu hamil belum optimal, pentingnya kesehatan gratis. 4. Prioritas nasional 4 : Pembukaan Lapangan kerja, Belum efektifnya koordinasi penanggulangan kemiskinan antar SKPD Provinsi, antar kabupaten/kota dengan provinsi, baik dalam perencanaan, implementasi, maupun evaluasi hasil-hasil penanggulangan kemiskinan, Distribusi pendapatan tidak merata dan peningkatan TPAK. 5. Prioritas nasional 6 : Infrastruktur perhubungan laut (hubungan antar pulau) masih sangat terbatas., Perlunya peningkatan kualitas dan kuantitas pada infrastruktur dasar seperti jalan, pelabuhan laut dan udara, dan ketersediaan listrik, Peningkatan kualitas dan perluasan ketersediaan sarana dan prasarana ekonomi vital.
    • Rekapitulasi Isu Strategis Wilayah Nusa Tenggara dadang-solihin.blogspot.com 23 2 2 1 1 1 0 0.5 1 1.5 2 2.5 Prioritas Nasional 3 Prioritas Nasional 4 Prioritas Nasional 1 Prioritas Nasional 6 Prioritas Nasional 2 Jumlah Provinsi Isu Strategis Wilayah Nusa Tenggara 1. Prioritas Nasional 1 : Optimalisasi Penanganan dan pengelolaan laporan keuangan dan aset daerah 2. Prioritas Nasional 2 : Rata-rata lama sekolah masih sangat rendah 3. Prioritas Nasional 3 : Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi 4. Prioritas Nasional 4 : Penurunan jumlah angka penduduk miskin, Peningkatan jumlah masyarakat miskin di pedesaan maupun perkotaan karena terbatasnya lapangan dan kesempatan kerja. 5. Prioritas Nasional 6 : Jumlah, kualitas, penyebaran prasarana perhubungan daerah kepulauan yang tidak mengalami peningkatan
    • Rekapitulasi Isu Strategis Wilayah Maluku dadang-solihin.blogspot.com 24 1 2 2 2 1 0 0.5 1 1.5 2 2.5 Prioritas Nasional 1 Prioritas Nasional 2 Prioritas Nasional 4 Prioritas Nasional 6 Prioritas Nasional 3 Jumlah Provinsi Isu Strategis Wilayah Maluku 1. Prioritas Nasional 1 : Laporan Keuangan yang berkualifikasi Laporan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) di semua Kab/Kota se-Maluku belum terwujud, 2. Prioritas Nasional 2 : Keengganan guru mengajar dilingkungan masyarakat miskin dan terpencil sehingga menimbulkan kemunduran kualitas pendidikan di wilayah terpencil dan wilayah remote area, Kompetensi Sumberdaya Manusia (Guru) yang rendah. 3. Prioritas Nasional 3 : Terbatasnya jangkauan pelayanan kesehatan di daerah pulau, terluar dan perbatasan serta minimnya sarana dan prasarana di daerah kepulauan, 4. Prioritas Nasional 4 : Penanganan kemiskinan dengan pendekatan yang sistemik, terpadu, dan menyeluruh. 5. Prioritas Nasional 6 : Keterbatasan infrastruktur di Maluku Utara,
    • Rekapitulasi Isu Strategis Wilayah Papua dadang-solihin.blogspot.com 25 2 2 1 1 1 Prioritas Nasional 2 Prioritas Nasional 4 Prioritas Nasional 1 Prioritas Nasional 3 Prioritas Nasional 5 Jumlah Provinsi Isu Strategis Wilayah Papua 1. Prioritas Nasional 1 : belum ada kabupaten/kota yang memperoleh predikat WTP akibat ketidakmampuan aparatur dalam pelaporan keuangan dan implementasi program. 2. Prioritas Nasional 2 : Belum tersedianya gedung sekolah yang memadai dan permanen di kampung serta infrastruktur pendukung; Rata-Rata Lama Sekolah yang masih rendah. 3. Prioritas Nasional 3 : Angka kematian anak dan ibu yang relatif tinggi. 4. Prioritas Nasional 4 : Menurunkan persentase penduduk miskin, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. 5. Prioritas Nasional 5 : Rendahnya produktivitas/produksi,mutu serta masih terbatasnya sarana dan prasarana Sektor Pertanian di Papua Barat.
    • dadang-solihin.blogspot.com 26