Tugas Akhir Istilah Mikro Devi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Tugas Akhir Istilah Mikro Devi

on

  • 1,703 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,703
Views on SlideShare
1,703
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
24
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Tugas Akhir Istilah Mikro Devi Document Transcript

  • 1. TUGAS AKHIR MATA KULIAH TEORI EKONOMI MIKRO 1. Capital (modal) : asset-aset keuangan yang dimiliki perusahaan. 2. Cost (biaya) : jumlah uang yang dinyatakan dan sumber-sumber (ekonomi) yang dikorbankan terjadi dan akan terjadi untuk rnendapatkannya. 3. Ceiling price (harga plafon) : harga tertinggi untuk suatu barang/jasa biasanya ditetapkan oleh pemerintah. 4. Demand (permintaan) : hasrat serta keinginan konsumen untuk membeli sebuah barang atau jasa. 5. Elasticity of demand (elastisitas harga dari permintaan) : reaksi perubahan jumlah yg diminta sebagai akibat adanya perubahan harga barang yang bersangkutan. 6. Elasticity of supply (elastisitas harga dari penawaran) : prosentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan akibat terjadinya perubahan harga itu sendiri 7. Equilibrium (keseimbangan) : keadaan dimana kesatuan ekonomi berada pada keadaan seimbang, atau kekuatan-kekuatan yg mempengaruhi kesatuan itu sedang seimbang. 8. Equilibrium price (harga keseimbangan/harga pasar) : tinggi rendahnya tingkat harga yang terjadi atas kesepakatan antara produsen/penawaran dengan konsumen 9. Equilibrium quantity (jumlah keseimbangan pasar) : jumlah dipertukarkan ketika pasar berada dalam keseimbangan. 10. Engei’s law (hukum angel) : pengamatan di bidang ekonomi yang menyatakan bahwa ketika pendapatan naik, proporsi pendapatan yang dibelanjakan untuk makanan jatuh, bahkan jika pengeluaran sebenarnya pada kenaikan pangan. Dengan kata lain, elastisitas pendapatan dari permintaan makanan adalah antara 0 dan 1. 11. Barang konsumsi : barang yang dipakai secara langsung atau tidak langsung oleh konsumen untuk keperluan pribadi atau rumah tangga yang bersifat sekali habis; barang tersebut berbeda dengan barang yang digunakan dalam proses produksi. 12. Barang modal (capital goods) : barang-barang yang secara berangsur-angsur jadi tidak habis terpakai dalam satu kali produksi. 13. Diminishing marginal utility (utilitas marginal yang semakin menurun) : semakin banyak suatu barang yang dikonsumsi pertambahan nilai guna (kepuasan) yang diperoleh dari setiap pertambahan 1 unit barang yang dikonsumsi akan menurun. 14. Keseimbangan pasar : suatu kondisi pasar yang menunjukan pada tingkat harga tertentu jumlah barang yg diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan 15. Elastisitas silang : Suatu ukuran untuk melihat tingkat kepekaan permintaan terhadap suatu barang bila terjadi perubahan harga-harga barang lain 16. Barang komplementer : barang yang penggunaannya dapat saling melengkapi. 17. Barang subsitusi : barang yang dalam pemakaiannya dapat saling menggantikan 18. Elestisitas pendapatan (income elasticity) : ukuran tingkat perubahan jumlah barang yang diminta yang disebabkan oleh perubahan pendapatan. 19. Ceteris paribus : sebuah kondisi artificial yg diangkat oleh para ahli ekonomi untuk secara terpisah mengamati hubungan antara dua variabel ekonomi. 20. Hukum penawaran : Makin tinggi harga sesuatu barang, makin banyak jumlah barang tersebut yang ditawarkan oleh penjual/produsen dan sebaliknya. 21. Hukum permintaan : Makin rendah harga suatu barang, makin banyak permintaan terhadap barang tersebut, sebaliknya makin tinggi harga barang tersebut maka permintaan makin sedikit.
  • 2. 22. Indipendent variable (variabel bebas) atau variabel penyebab : variabel yang menyebabkan atau memengaruhi, yaitu faktor-faktor yang diukur, dimanipulasi atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungan antara fenomena yang diobservasi atau diamati. 23. Dependent variable (variabel terikat) atau variabel tergantung : faktor-faktor yang diobservasi dan diukur untuk menentukan adanya pengaruh variabel bebas, yaitu faktor yang muncul, atau tidak muncul, atau berubah sesuai dengan yang diperkenalkan oleh peneliti. 24. Elastisitas harga dari permintaan : ukuran kadar sejauh mana kuantitas yg diminta pembeli bereaksi terhadap perubahan harga. 25. Elastisitas harga dari penawaran : suatu ukuran yang bersifat kuantitatif untuk menunjukan seberapa besar pengaruh perubahan harga terhadap jumlah penawaran. 26. Elestisitas pendapatan (income elasticity) : ukuran tingkat perubahan jumlah barang yang diminta yang disebabkan oleh perubahan pendapatan. 27. Faktor produksi (factors of production) : sumber-sumber yang dipakai untuk menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdiri dari tanah, tenaga kerja dan modal. 28. Average product (produk rata-rata) : jumlah seluruh barang yang dihasilkan per kesatuan faktor variabel. 29. Fungsi produksi : fungsi matematis yg menyatakan berapa jumlah output maksimum yg dapat dicapai dengan suatu unit input dan teknologi tertentu. 30. Law of diminishing return (hukum hasil lebih yang semakin berkurang) : dalam suatu proses produksi apabila secara berturut-turut ditambahkan satu satuan faktor produksi variabel pada faktor produksi tetap, pada tahap awal, produksi total akan bertambah dengan pertambahan yang makin besar, tetapi sampai pada tingkat tertentu pertambahannya akan semakin berkurang dan akhirnya mencapai nilai negatif, dan ini mengakibatkan pertambahan produksi total semakin kecil sampai mencapai produksi maksimal dan kemudian produksi total menurun. 31. Fungsi permintaan : persamaan yang menunjukkan hubungan antara jumlah suatu barang yang diminta dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. 32. Faktor penawaran : penawaran yang dinyatakan dalam hubungan matematis dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya . 33. Faktor ceterisparibus : teknologi untuk sisi penawaran, atau pendapatan untuk sisi permintaan, keseimbangan tidak kembali ke titik awal. 34. Koefisien elestisitas harga permintaan : nilai perbandingan antara persentasi perubahan jumlah diminta dengan persentasi perubahan harga. 35. Consumers surplus (surplus konsumen) : selisih antara kepuasan total yang diperoleh dari mengkonsumir sejumlah barang dan kepuasan dari uang yang dibayarkan untuk memperoleh barang tersebut. Atau perbedaan jumlah uang yang dibayar pada sistem monopoli dan pada sistem pasar bebas. 36. Kurva indeferent : suatu kurva yang menggambarkan semua kombinasi dari 2 komoditi yang memberikan tingkat kepuasan yang sama kepada konsumen. 37. Barang normal : semua barang yang permintaannya akan bertambah ketika pendapatan masyarakat bertambah (yang juga berarti bahwa barang tersebut memiliki elastisitas permintaan positif.
  • 3. 38. Benda giffen/barang giffen : barang interior yang efek pendapatannya lebih besar dari pada efek subtitusinya, sehingga kurva permintaannya membelok ke atas. 39. APL (Average Product of Labour) : total produk kerja dibagi dengan jumlah unit kerja yang dipekerjakan atau Q / L. 40. Kurva isoquan : Suatu garis yang menghubungkan titik-titik kombinasi dari penggunaan faktor produksi yang menghasilkan jumlah output sama dan berkemiringan negatif. 41. Kurva isocost : Suatu garis biaya menggambarkan kombinasi dua faktor produksi yang dapat dipakai dalam proses produksi dengan biaya yang dikeluarkan sama. 42. Isoquant (kepuasan yang diukur secara objektif) : suatu kurva yang menggambarkan gabungan dua faktor produksi yang berbeda yang akan menghasilkan satu tingkat produksi tertentu. 43. Isocost (biaya yang dikeluarkan produsen) : suatu kurva yang menggambarkan gabungan dua faktor produksi, yang digunakan untuk menghasilkan sesuatu barang, yang memerlukan biaya yang sama. 44. Eksplisit : biaya yang terlihat secara fisik, misalnya berupa uang. 45. Implisit : biaya yang tidak terlihat secara langsung, misalnya biaya kesempatan dan penyusutan barang modal. 46. Expense (ongkos) : biaya yang dibebankan (matched) dengan pendapatan (revenue) dalam suatu periode akuntansi. 47. Biaya tetap (fixed cost) : biaya yang jumlahnya akan tetap sama (tidak berubah) meskipun kegiatan perusahaan terus mengalami perubahan. 48. Biaya berubah (variable cost) : Biaya yang bertambah seiring dengan pertambahan produksi. 49. Biaya total (total cost) : keseluruhan biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi sampai terciptanya barang. 50. Biaya rata-rata (average cost) : biaya produksi per unit produk yang dihasilkan. 51. Biaya tetap rata-rata (average fixed cost) : biaya tetap yang dibebankan pada tiap produk atau produk per unit yang dihasilkan. 52. Biaya rata-rata jangka panjang : biaya rata-rata yang paling minimum untuk berbagai tingkat produksi apabila perusahaan dapat selalu mengubah kapasitas memproduksinya. 53. Biaya marginal (marginal cost) : perubahan dalam biaya total karena penambahan atau pengurangan satu unit produksi atau suatu perubahan dalm factor-faktor yang mempengaruhi biaya seperti daya, besarnya atau daerah distribusi. 54. Barang homogen : suatu barang yang memiliki sifat yang seragam, antara satu unit dengan yang lain. 55. Diferensiasi produk : kebijakan suatu perusahaan yang pada dasarnya mengeluarkan suatu jenis barang, tetapi kemudian dibedakan dari segi mutu, reka bentuk, kandungan bahan mentah dan pengemasan yang berlainan. 56. Diskriminasi harga : menaikkan laba dengan cara menjual barang yang sama dengan harga berbeda untuk konsumen yang berbeda atas dasar alasan yang tidak berkaitan dengan biaya. 57. Ekspektasi : harapan atau tingkat harapan. 58. Budget line (garis anggaran) : garis yang merupakan tempat kedudukan dari titik-titik kombinasi dari macam produk yang dibeli dengan jumlah pengeluaran yang konstan. 59. Income consumption curve (kurva pendapatan konsumsi) : tempat kedudukan titik-titik keseimbangan konsumen sebagai akibat perubahan pendapatan.
  • 4. 60. Ecomonic profit (besarnya keuntungan yang melebihi normal profit) : mirip dengan laba akuntansi tetapi lebih kecil karena mencerminkan total biaya kesempatan (baik eksplisit dan implisit) dari usaha untuk investor. 61. Break event analyst (analisis yang mempertimbangkan tingkat kuantitas penjualan perusahaan dimana penerimaan sama dgn pengeluaran biayanya) : teknik yang banyak digunakan oleh manajemen produksi dan akuntan manajemen. Hal ini didasarkan pada biaya produksi mengkategorikan antara yang "variabel" (biaya yang berubah ketika perubahan output produksi) dan mereka yang "tetap" (biaya tidak langsung berkaitan dengan volume produksi). 62. Kurva biaya rata-rata jangka panjang : kurva yang menunjukkan biaya rata-rata yang paling minimum untuk berbagai tingkat produksi apabila perusahaan dapat selalu mengubah kapasitas memproduksinya. 63. Kurva biaya rata-rata jangka pendek : grafik dari biaya rata-rata minimum untuk menghasilkan suatu komoditi pada tiap tingkat produksi, berdasarkan teknologi dan harga masukan dari pabrik yang ada. 64. Break event point (titik pilang pokok) : suatu analisis untuk menentukan dan mencari jumlah barang atau jasa yang harus dijual kepada konsumen pada harga tertentu untuk menutupi biaya- biaya yang timbul serta mendapatkan keuntungan / profit. 65. Anggaran berimbang : suatu anggaran yg disusun sedemikian rupa sehingga total belanja sama dengan total penerimaan. 66. Defisit anggaran : berlaku dipemerintahan , kelebihan total belanja dari total penerimaan. 67. Equilibrium kompetitif : Harga di mana kuantitas yang ditawarkan dan kuantitas yang diminta sama dengan satu sama lain. 68. Kekuasaan konsumen : hasil dari sistem harga atau pasar murni dimana konsumen yang menjadi diktator menentukan jenis dan kuantitas komoditi yang akan dihasilkan. 69. Konsumsi : suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung. 70. Biaya variabel rata-rata : jumlah biaya variabel dibagi dengan kuantitas produk yang dihasilkan. 71. Biaya minimum : biaya per unit terendah yang mungkin dicapai 72. Biaya variabel : biaya yg bervariasi menurut tingkat output. 73. Derived demand (permintaan turunan) : permintaan terhadap suatu faktor produksi yang ditimbulkan karena permintaan produk yang menggunakan factor tersebut, misalnya permintaan terhadap mesin tenun timbul/naik karena adanya/naiknya permintaan terhadap tekstil. 74. Disequilibrium : keadaan perekonomian yang sedang tidak berada pada keadaan. 75. Hukum permintaan dgn kemiringan negatif : menurun dari kiri atas ke kanan bawah. Hal ini disebabkan hubungan harga dengan jumlah berlawanan arah, dimana bila P bertambah (+), maka Qd berkurang (-) atau sebaliknya 76. Barang tahan lama (durable goods) : barang-barang yang secara normal dapat dipakai berkali- kali, jadi dapat dipakai untuk jangka waktu yang relative lama. 77. Barang ekonomi : benda yang jumlahnya terbatas dan untuk mendapatkannya memerlukan pengorbanan. 78. Economic man (manusia ekonomi) : manusia selalu memikirkan upaya untuk memenuhi kebutuhannya sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi.
  • 5. 79. Economies of scale (skala ekonomi) : teori ekonomi yang menyatakan bahwa biaya produksi marjinal/tambahan akan turun seiring dengan meningkatnya kegiatan produksi perusahaan. 80. Economies of scope (kehematan ekonomis karena menghasilkan berbagai barang dan jasa) : kehematan ekonomis karena menghasilkan berbagai barang dan jasa. 81. Efisien : tepat atau sesuai untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu (dengan tidak membuang- buang waktu, tenaga, biaya). 82. Elastisitas (elasticity) : perubahan relatif (%) pada jumlah yang diminta yang disebabkan oleh perubahan relatif (%) pada variabel bebas (seperti bunga, pendapatan). 83. Equilibrium konsumen : posisi dimana konsumen dapat memaksimalkan nilai gunanya. 84. Equilibriun jangka pendek dan jangka panjang : equilibrium yang tercapai dalam kurun waktu yang berbeda, jangka pendek atau jangka panjang yang juga tergantung pada apakah besaran pabrik dapat menyesuaikan diri dengan baik . 85. Exclusion principel (prinsip eksklusi) : kriteria yang membedakan barang publik dengan barang swasta . 86. Barang jadi : barang yang langsung dikonsumsi dan bukan dipergunakan untuk produksi barang lain 87. Barang bebas : barang yang jumlahnya tidak terbatas dan untuk mendapatkannya tidak memerlukan pengorbanan. 88. Impicit-cost elements (unsur biaya implisit) : biaya yang tidak kelihatan sebagai biaya rupiah yang eksplisit tetapi tetap harus dianggap sebagai biaya. 89. Income (penghasilan) : arus upah, bunga, deviden dan penerimaan lainnya yang menjadi hak seseorang atau suatu bangsa. 90. Efek perubahan harga atas penghasilan : perubahan dalam kuantitas yang diminta dari suatu komoditi karena kenaikan atau penurunan pendapatan riil konsumen yang merupakan akibat dari perubahan harga. 91. Hukum biaya relatif yang meningkat : hukum kelangkaan pada suatu perekonomian dengan kesempatan kerja penuh yang menyatakan bahwa masyarakat yang menginginkan lebih banyak suatu barang, maka harus mau mengorbankan sebagian barang lainnya. 92. Indifference map (peta indeferen) : suatu gambaran yang memperlihatkan kumpulan dari beberapa IC (indifference curve) dan setiap kurva IC (indifference curve) mempunyai tingkat kepuasan berbeda. 93. Inelastic demand (permintaan inelastis) : jumlah barang yg diminta bertambah dengan kecepatan yang lebih lambat daripada penurunan harga 94. Barang inferior : barang yang banyak diminta oleh orang-orang yang berpendapatan rendah. 95. Barang setengah jadi : hukum kelangkaan pada suatu perekonomian dengan kesempatan kerja penuh yang menyatakan bahwa masyarakat yang menginginkan lebih banyak suatu barang harus mau mengorbankan sebagian barang lainnya. 96. Least-cost production rule (ketentuan produksi biaya termurah) : ketentuan bahwa biaya untuk menghasilkan suatu tingkat hasil produksi akan berada dititik minimum bila rasio produk hasil penjualan marginal dari tiap masukan terhadap harga masukan tersebut adalah sama untuk semua masukan. 97. Hasil penjualan marginal (marginal revenue) : pertambahan/perubahan TR (total revenue) yg diterima penjual sebagai akibat pertambahan/perubahan 1 unit output yg terjual.
  • 6. 98. Biaya kesempatan (opportunity cost) : jumlah (kuantitas) suatu barang yang harus dikurangi produksinya untuk meningkatkan produksi satu unit barang lain (dalam konteks) analisis kurva kemungkinan produksi). 99. Analisis ekuilibrium parsial (analisis keseimbangan sebagian) : suatu gambaran tentang hal-hal yang berlaku dalam pasar barang dan pasar faktor untuk sesuatu barang tertentu tanpa memperhatikan keadaan dipasar-pasar berbagai barang lain dalam perekonomian. 100. Indeks harga : angka-angka yang menggambarkan (i) tingkat harga rata-rata pada suatu periode tertentu, dan (ii) perubahan tingkat harga rata-rata dari satu periode ke periode lainnya. 101. Indeks harga produsen : mengukur perubahan rata-rata harga yang diterima produsen domestik untuk barang yang mereka hasilkan. 102. Fungsi produksi : fungsi matematis yg menyatakan berapa jumlah output maksimum yg dapat dicapai dengan suatu unit input dan teknologi tertentu. 103. Garis batas kemungkinan produksi : suatu garis yang menunjukkan batas maksimum dari tingkat produksi yang dapat dicapai oleh suatu masyarakat dengan menggunakan seluruh faktor-faktor produksi yang dimilikinya. 104. Produktivitas (productivity) : output yang dihasilkan per kesatuan input. 105. Barang umum : barang yang memiliki sifat non-rival dan non-eksklusif. Ini berarti: konsumsi atas barang tersebut oleh suatu individu tidak akan mengurangi jumlah barang yang tersedia untuk dikonsumsi oleh individu lainnya; dan noneksklusif berarti semua orang berhak menikmati manfaat dari barang tersebut.[ 106. Garis batas kemungkinan utilitas : grafik yg melukiskan utilitas atau kepuasan dari dua konsumen yg masing – masing diukur pada setiap sumbu.
  • 7. 98. Biaya kesempatan (opportunity cost) : jumlah (kuantitas) suatu barang yang harus dikurangi produksinya untuk meningkatkan produksi satu unit barang lain (dalam konteks) analisis kurva kemungkinan produksi). 99. Analisis ekuilibrium parsial (analisis keseimbangan sebagian) : suatu gambaran tentang hal-hal yang berlaku dalam pasar barang dan pasar faktor untuk sesuatu barang tertentu tanpa memperhatikan keadaan dipasar-pasar berbagai barang lain dalam perekonomian. 100. Indeks harga : angka-angka yang menggambarkan (i) tingkat harga rata-rata pada suatu periode tertentu, dan (ii) perubahan tingkat harga rata-rata dari satu periode ke periode lainnya. 101. Indeks harga produsen : mengukur perubahan rata-rata harga yang diterima produsen domestik untuk barang yang mereka hasilkan. 102. Fungsi produksi : fungsi matematis yg menyatakan berapa jumlah output maksimum yg dapat dicapai dengan suatu unit input dan teknologi tertentu. 103. Garis batas kemungkinan produksi : suatu garis yang menunjukkan batas maksimum dari tingkat produksi yang dapat dicapai oleh suatu masyarakat dengan menggunakan seluruh faktor-faktor produksi yang dimilikinya. 104. Produktivitas (productivity) : output yang dihasilkan per kesatuan input. 105. Barang umum : barang yang memiliki sifat non-rival dan non-eksklusif. Ini berarti: konsumsi atas barang tersebut oleh suatu individu tidak akan mengurangi jumlah barang yang tersedia untuk dikonsumsi oleh individu lainnya; dan noneksklusif berarti semua orang berhak menikmati manfaat dari barang tersebut.[ 106. Garis batas kemungkinan utilitas : grafik yg melukiskan utilitas atau kepuasan dari dua konsumen yg masing – masing diukur pada setiap sumbu.