• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
How to win job interview by Daniel Doni Sundjojo
 

How to win job interview by Daniel Doni Sundjojo

on

  • 23,063 views

 

Statistics

Views

Total Views
23,063
Views on SlideShare
23,063
Embed Views
0

Actions

Likes
6
Downloads
931
Comments
3

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

13 of 3 previous next Post a comment

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    How to win job interview by Daniel Doni Sundjojo How to win job interview by Daniel Doni Sundjojo Document Transcript

    • HOW TO WIN JOB INTERVIEW By Daniel Doni Sundjojo Always prepare yourself……………. Hendro (bukan nama sebenarnya) gembira bukan kepalang. Ketekunannya mengirimkan surat lamaran, yang konon sudah mencapai ratusan itu, akhirnya membuahkan hasil. Pagi itu, Hendro mendapat telepon dari PT. Maju (juga bukan nama sebenarnya) untuk datang ke perusahaan untuk mengikuti seleksi. Si penelepon meminta Hendro untuk datang ke PT. Maju hari Kamis, yang berarti 3 hari lagi, pukul 08.00 WIB, dengan membawa alat tulis. Apabila anda menjadi Hendro, apa yang anda lakukan ? Banyak sekali pelamar yang memiliki mental ” berani mati” Setelah mendapat telepon ataupun surat yang mengkonfirmasikan panggilan untu mengikuti seleksi, mereka, entah karena larut dalam kebahagiaannya, tidak melakukan konfirmasi ataupun penggalian informasi dari penelepon. Sebenarnya, anda dapat melakukan penggalian informasi sejak tahap anda menerima panggilan telepon maupun surat untuk seleksi. Informasi penting pertama yang anda perlukan, adalah menanyakan lokasi perusahaan, jika memang anda tidak mengenal seluk beluk lokasi perusahaan tersebut. Apabila alamat perusahaan itu, merupakan daerah yang anda tidak pernah ke sana, sebaiknya anda menanyakan ancer-ancer yang akan membantu anda untuk mencari lokasi perusahaan. Kemudian, informasi lain yang anda perlukan, adalah seleksi itu hanya wawancara atau ada psikotes juga? Apabila psikotes, maka anda harus melakukan persiapan ekstra, termasuk istirahat dan makan yang cukup. Sebab, psikotes umumnya berlangsung cukup lama, mulai dari 4 jam hingga sehari. Untuk berjaga-jaga, bawalah alat tulis sendiri, sehingga anda tidak menjadi senewen, ketika alat tulis yang disediakan perusahaan macet ataupun tidak enak. Sebagian perusahaan menyediakan fasilitas makan siang atau minimal snack untuk peserta psikotes, namun, tak sedikit pula yang tidak menyediakan fasilitas itu, bila anda tipe orang yang tidak tahan lapar, tidak ada salahnya anda membawa bekal makanan sendiri. Hal penting lain, tanyalah nomor telepon perusahaan tersebut, dan kontak person yang bisa diajak berkomunikasi oleh anda apabila ada hal penting yang perlu ditanyakan atau dikonfirmasikan.
    • Cek lokasi perusahaan Hari ini, saya mengadakan janji wawancara dengan Ageng (bukan nama sebenarnya) pukul 09.00 WIB. Tidak seperti pelamar lain, yang biasanya datang sebelum waktunya, hingga pukul 09.05 WIB tidak ada kabar dari Ageng. Saya mengira mungkin Ageng tidak berminat untuk datang mengikuti wawancara. Saya berpikir : ”Tidak apa, itu hak dia” Saya pun memutuskan untuk melakukan kegiatan lain. Namun, pukul 09.10 WIB, ada seseorang yang datang mencari saya. Staf saya mengatakan bahwa ada orang bernama Ageng ada janji interview dengan saya.” Untung, saya tipe orang yang baik, akhirnya saya ijinkan dia bertemu dengan saya. (Sebagai catatan, tidak semua orang bersedia mewawancarai pelamar yang terlambat tanpa kabar”). Kemudian, ketika sudah berhadapan dengan saya, kalimat pertama yang terucap dari mulutnya adalah : ” Maaf Pak, saya tadi salah jalan.” Saya pun tersenyum, dan tetap melanjutkan wawancara. Namun, hasilnya dapat ditebak, dia tidak lolos, bukan karena terlambat ( walaupun oleh sebagian besar orang, hal ini bisa jadi menentukan), namun karena secara psikologis, Ageng sudah ”capai” akibat mencari-cari jalan sambil diburu sang waktu. Hal inilah yang membuat kondisi mental dan fisik Ageng terkuras, sehingga ketika dilakukan serangkaian wawancara, apalagi psikotes, dia membutuhkan waktu untuk mengembalikan kondisinya dulu, dan saat kondisi fisik dan mentalnya sudah in, bisa jadi proses wawancara sudah selesai.. Hal yang merugikan bukan? Kesempatan untuk bekerja di perusahaan, yang bisa jadi sudah anda idam-idamkan, hilang begitu saja karena hal yang konyol seperti itu. Walaupun pewawancara memaafkan keterlambatan anda, namun sedikit banyak, performance anda akan sangat menurun akibat kelelahan anda, baik secara fisik maupun mental. Hal lain yang perlu anda ketahui, terlambat akan menimbulkan kesan yang buruk untuk anda, kecuali diakibatkan hal-hal yang di luar kemampuan anda, misalnya musibah, pesawat delay dan sebagainya, itupun anda harus memberitahu ke pihak perusahaan, begitulah etikanya. Jangan biarkan anda terlambat tanpa pemberitahuan. Namun, hal yang perlu diminimalkan adalah keterlambatan karena hal-hal konyol, misalnya tidak tahu jalan. Untuk itu, paling tidak sehari sebelum jadwal wawancara, Anda sebaiknya datang ke lokasi perusahaan, sehingga anda benar-benar jelas mengenai rute yang harus ditempuh, jalur yang harus dipilih, sarana transportasi yang akan anda gunakan, jika anda menggunakan kendaraan umum, dengan mencoba datang ke lokasi perusahaan anda bisa
    • memastikan rute kendaraan umum yang anda perlukan. Selain itu, hal ini akan sangat berguna untuk melakukan estimasi waktu, walaupun anda harus memperhitungkan kondisi lalu lintas yang mungkin berbeda dengan saat anda datang untuk wawancara sesungguhnya.
    • Riset riset dan riset Hal yang jarang dilakukan pelamar saat memenuhi panggilan kerja, adalah mencari informasi mengenai perusahaan yang dilamar. Informasi itu bisa berbagai macam, mulai dari core bussiness dari perusahaan itu, standar gaji dari perusahaan tersebut ( anda dapat mencari tahu dari teman yang kerja di perusahaan tersebut, atau mencari informasi ”harga pasar” untuk posisi yang anda lamar, dengan orang yang memiliki kualifikasi seperti anda, tentu saja dengan level perusahaan yang setara dengan level perusahaan yang anda lamar. Gaji seorang supervisor di perusahaan skala internasional, bisa jadi lebih tinggi dari gaji seorang manajer di perusahaan kecil. Hal yang tidak banyak diketahui oleh pelamar, pewawancara akan lebih respect apabila anda mengetahui profile perusahaan product, serta core bussinessnya. Hal ini menunjukkan bahwa anda sangat antusias untuk bekerja di perusahan mereka. Selain itu, dia juga tidak perlu berlama-lama untuk menerangkan panjang lebar mengenai perusahaan tersebut. Dari penelitian saya, banyak pewawancara yang menyatakan bahwa saat interview, mereka harus bercerita berulang-ulang mengenai profile perusahaan,hal itu adalah hal yang paling membosankan dalam sesi wawancara. Dalam walk in interview, ketika satu pelamar mendapat jatah hanya beberapa menit untuk diwawancarai, tidak mengetahui profile perusahaan akan sangat menghabiskan waktu anda, ketika pewawancara sibuk bercerita tentang perusahaan, maka anda akan kehilangan waktu untuk meyakinkan pewawancara bahwa anda orang yang tepat untuk mereka rekrut. Anda dapat mencari informasi di website, artikel di koran hingga dari orang-orang yang anda kenal. Hal yang baik apabila anda mengetahu tipe orang – orang yang berkuasa di perusahan itu, hal ini akan menguntungkan apabila anda dapat memposisikan bahwa anda adalah tipe yang cocok untuk bekerjasama dengan tim penguasa perusahan tersebut. Anda juga dapat mencari informasi mengenai proses yang sedang terjadi di perusahaan tersebut, apakah perusahaan itu sedang dalam proses penurunan, merger, atau akan melakukan ekspansi. Anda juga penting untuk mencari informasi mengenai lingkungan bisnis perusahaan, peraturan pemerintah yang berkaitan dengan bisnis perusahaan, termasuk larangan bahan baku produk dari perusaaah tersebut yang mungkin akan digulirkan dalam waktu dekat ini, hambatan-hambatan yang mungkin akan ditemui perusahaan, kultur perusahaan, strategi perusahaan, keadaan keuangan, kompetitor, program- program perusahaan yang dilakukan saat ini. Informasi-informasi tersebut membuat anda memiliki kartu truf untuk memenangkan proses interview,
    • karena dengan bekal informasi tersebut, anda akan dapat meyakinkan pewawancara, bahwa anda adalah orang yang dapat memberikan kontribusi nyata kepada perusahaan, terutama yang terkait dengan bidang anda, sehingga jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang mungkin diajukan pewawancara berkaitan dengan hal-hal tersebut dapat anda jawab dengan tepat, berdasarkan informasi yang akurat serta aktual, tidak hanya berisi jawaban-jawaban text book yang mengambang, yang hanya memposisikan anda sebagai seorang yang teoritikal dan idealis di mata pewawancara.
    • You don’t apply to your Grandma’s Company Ya, Anda tidak sedang melamar di perusahaan milik Nenek Anda, jadi pastikan Anda bersikap dan berpenampilan sesopan mungkin. Jangan pernah melamar menggunakan pakaian berbahan jeans, kecuali jika perusahaan tersebut meminta anda berpakaian demikian dan itu diberitahukan di iklan koran. Namun, biasanya, bahkan perusahaan entertaintment pun, jarang meminta anda melakukan wawancara dengan berpakaian jeans. Pakailah pakaian dengan bahan kain, serta jangan lupa bersepatu kulit, sekali lagi, kecuali anda diminta datang dengan penampilan yang “gaul”. Bersikaplah sopan bahkan mulai dari anda menemui satpam perusahaan tersebut. Ketika anda menunggu, walau mungkin anda kesal karena menunggu lama, tetaplah bersikap seolah-olah anda tidak kesal. Apabila anda ingin ke toilet, mintalah ijin terlebih dahulu. Ini akan membuat kesan pertama yang baik untuk Anda. Selama proses wawancara, hendaknya anda duduk dengan sopan, matikan telepon genggam anda. Tahukah anda, bahwa bunyi telepon genggam di tengah-tengah proses wawancara akan membuat pewawancara senewen, apalagi kalau Anda menyempatkan diri untuk menerima telepon di tengah-tengah proses wawancara, beruntung apabila si pewawancara tidak menyuruh anda pulang.
    • Guess the Interviewer’s mind Hal yang penting bagi anda adalah bagaimana mengetahui apa yang sedang dirasakan atau dipikirkan pewawancara. Tataplah mata pewawancara, sehingga anda akan dapat merasakan apa yang dirasakan pewawancara. Apakah dia bosan terhadap penjelasan anda yang bertele-tele. Ketika pewawancara sudah sering menggeser posisi duduknya, ini tanda-tanda dia sudah mulai bosan dengan penjelasan anda yang menurutnya jauh dari harapan. Apabila dia mengernyitkan dahinya, bisa jadi dia merasa anda terlalu banyak membual. Anda juga harus dapat membaca apa yang dipikirkan pewawancara. Kadang pewawancara bersikap seolah-olah anda di atas angin, hal ini sering digunakan untuk melihat sejauh mana anda dapat mengkontrol diri anda, Banyak kandidat yang setelah melihat pewawancara mengangguk-angguk atau menggumam ”good...goood” menjadi terlalu bersemangat dan berkobar-kobar. Hati-hati, anda tengah terpancing dengan jebakan seorang pewawancara lihai. Dengan keadaan seperti itu, akan terlihat sikap anda yang sebenarnya, mungkin anda seenaknya sendiri, arogan, suka meremehkan orang, egois, dan... pembual. Cukup banyak kandidat yang mengira dia sukses dalam wawancara dengan kondisi seperti ini, padahal gagal total. Tetaplah bersikap low profile, ingat, mayoritas perusahaan tidak menyukai orang arogan duduk sebagai karyawan baru mereka, karena biasanya, karyawan baru dengan mental seperti ini justru membuat suasana tidak kondusif. Anda juga harus dapat membaca pikiran pewawancara, kadang-kadang mereka menjebak anda dengan pernyataan yang salah, jangan ragu untuk meluruskan hal yang menurut anda salah, tapi dengan cara yang halus, jangan berdebat dengan mereka, tetap saja, posisi anda pasti kalah dibanding mereka.
    • Be the favourite person Ketika saya menanyakan kepada sesama pewawancara mengenai seperti apa jenis kandidat yang mereka sukai dan akan mereka rekomendasikan, mayoritas dari mereka menyebutkan beberapa item seperti berikut : • Karakter yang kuat, hal ini sangat diperlukan oleh perusahaan, tanpa ini, karyawan baru tersebut hanyalah menjadi figur yang ikut-ikutan. Padahal seringkali, tujuan perusahaan untuk merekrut karyawan baru untuk menjadi agent of change. • Integritas, memiliki integritas terhadap perusahaan dan pekerjaannya. Tanpa ini, seorang karyawan baru hanya akan menjadi figur yang hanya bekerja ala kadarnya, tidak ada effort lebih untuk maju. • Leadership. Banyak perusahaan mengambil kebijakan memilih orang dalam untuk menduduki jabatan managerial. Hal ini dengan pertimbangan, mereka sudah paham dengan culture dan bisnis perusahaan, sehingga tidak membuang waktu untuk melakukan orientasi bagi calon-calon manager. Untuk itu, walaupun untuk kandidat level staff sekalipun, perusahaan selalu berusaha untuk mencari figur yang memiliki leadership cukup tinggi. Selain itu, seorang yang memiliki leadership tinggi akan dapat bekerja secara independent, hal ini penting karena perusahaan bukanlah lembaga training yang terus menerus membimbing karyawan, namun perusahaan ingin karyawan pro aktif dan mampu menyelesaikan pekerjaannya secara mandiri. • Fleksibilitas. Hal ini juga sangat penting. Fleksibel bukan berarti tidak taat prosedur. Namun fleksibel adalah mampu memberikan kontribusi terbaik dalam berbagai kondisi. Kandidat yang memiliki fleksibilitas tinggi akan mampu menyelesaikan multitask, berkomunikasi dengan berbagai tingkatan dan mampu mengambil keputusan di berbagai kondisi, serta menjadi agent of change bagi perusahaan, • Inisiatif. Perusahaan tidak akan menghire seseorang yang menunggu untuk diperintah baru jalan. Perusahanaan mencari figur yang proaktif dan selalu berinisiatif ke arah yang positif dalam pekerjaannya. • Positive Thinking. Perusahaan akan rugi memperkerjakan seseorang yang selalu berpikir negatif. Oleh karena itu perusahaan akan selalu mencari orang yang positif thinking, bahkan di kondisi terburuk sekalipun.
    • • Berorientasi pada proses dan hasil. Anda harus ingat, perusahaan bukanlah sebuah yayasan sosial, apalagi panti asuhan. Ketika perusahaan menghire Anda, yang diinginkan adalah Anda membantu perusahaan dengan memberikan solusi, bukan menghambat atau bahkan menambah masalah. Anda akan diukur berdasarkan kontribusi anda, dan ini hanya dapat anda berikan dengan orientasi pada proses dan hasil, bukan memberikan perkataan-perkataan yang mengambang. • Etika kerja. Sepandai apapun seseorang, percuma bila tidak memiliki etika. Hal ini penting, karena akan menentukan keutuhan perusahaan. Seorang yang tidak memiliki etika, akan membuat sesama karyawan resah dan ini tidak sehat untuk sebuah perusahaan • Memiliki knowledge, skill, ability sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilamar. Sudah selayaknya, bahwa ketika anda melamar suatu posisi, pastikan Anda memiliki pemahaman terhadap tugas yang akan diberikan perusahaan melalui posisi yang anda lamar. Janganlah melamar suatu posisi yang anda tidak mengerti sama sekali tentang tugas dan bagaimana menyelesaikannya. Namun, dalam beberapa hal, anda bisa jadi ingin melakukan perubahan dalam karir anda, dalam hal ini, anda tetap harus mencari informasi mengenai job yang anda inginkan dan membekali diri anda dengan knowledge, skill, ability dari job idaman anda. • Dapat mengerjakan multi task. Anda harus sadar, bahwa di perusahaan, tidaklah mungkin anda mengerjakan satu tugas sampai selesai, baru setelah itu memikirkan tugas berikutnya. Ini perusahaan, bukan kursus. Sementara anda mengerjakan satu tugas, pikiran anda mungkin sudah harus mencari solusi untuk tugas berikutnya, dan bisa jadi Boss memecah keasyikan anda mengerjakan tugas yang belum selesai, dengan tugas baru. Kebanyakan Boss adalah figur yang very demanding, dia tidak akan menunggu anda datang ke mejanya untuk mengatakan tugas anda sudah selesai, dan meminta tugas baru darinya. Bisa jadi tugas akan datang bertubi-tubi dengan deadline yang sempit. Untuk mengatasi hal ini, anda harus memiliki kemampuan untuk mengerjakan multi task, bahkan di saat yang bersamaan. • Dapat bekerja di bawah tekanan. Semua pekerjaan selalu ada tekanan. Tidak mungkin anda bekerja dengan term ”selesainya”. Semua tugas selalu ada deadline yang harus dipenuhi, dan bekerja dengan deadline memerlukan pribadi yang mampu bekerja di bawah tekanan. Tekanan bukan saja mengenai deadline, namun perilaku Boss, rekan sekerja,
    • ataupun lingkungan kerja dapat memberikan tekanan tersendiri bagi Anda. • Teamwork. Perusahaan membutuhkan figure orang yang mampu bekerjasama dalam team untuk mencapai tujuan perusahaan. Untuk itu, Anda harus mengasah kemampuan bekerjasama dengan orang lain, bukan kemampuan tipu muslihat untuk menjatuhkan rekan kerja Anda dan menjilat atasan. Ingat, musuh Anda adalah kompetitor, bukan rekan sekerja Anda. • Percaya Diri. Kandidat yang menjawab pertanyaan dengan menunduk, secara tidak sadar sudah menggali lubangnya sendiri. Pewawancara mencari kandidat yang memiliki percaya diri tinggi dan mampu mengungkapkan ide-ide brilyannya. Untuk mampu mengungkapkan pendapat, seseorang harus memiliki percaya diri. Namun, percaya diri yang berlebihan juga akan berakibat negatif bagi anda, sewajarnya saja. • Communication Skill, sudah jelas, kandidat tidak akan berhasil tanpa memiliki skill untuk berkomunikasi, namun jangan disalah artikan dengan ”pinter ngomong”. Memang., ”pinter ngomong” adalah nilai tambah, namun yang lebih penting adalah mampu menyampaikan pemikirannya dengan cara yang tepat dan dapat diterima oleh orang lain dengan baik. • Problem solving. Anda di hire untuk menyelesaikan masalah, inilah yang harus diingat. Untuk itu, perusahaan akan mencari orang dengan kemampuan problem solving yang excellent, bukan tipe seorang penyair yang berbelit-belit. • Memiliki kemauan untuk belajar. Inilah yang terpenting. Adakalanya, perusahaan lebih memilih seseorang dengan nilai akademis rata-rata, pengalaman biasa-biasa namun memiliki kemauan belajar yang tinggi, dibanding seseorang yang sudah berpengalaman puluhan tahun, atau seseorang yang memiliki indeks prestasi 4 (dari 4)sekalipun, namun tidak memiliki kemauan untuk belajar.
    • Ready to ” Behavioral-based Interviewing” Behavioral –based interviewing merupakan jenis interview yang mendasarkan pada prinsip, bahwa cara yang paling tepat untuk memprediksi perfomance kandidat saat bergabung di perusahaan ini adalah dengan melihat bagaimana performance kandidat tersebut di masa lalu dalam situasi yang sama/mirip. Pewawancara biasanya memberikan kasus untuk anda selesaikan, tentu saja, bekal anda adalah pengalaman Anda di masa lalu ketika anda menghadapi kasus serupa. Untuk itu, anda harus mempersiapkan situasi-situasi, penyelesaian, asumsi yang dulu mendasari anda untuk menyelesaikan kasus yang similar dengan kasus yang mungkin ditanyakan oleh pewawancara. Kasus- kasus yang tentunya berhubungan dengan posisi yang akan dilamar. Bila Anda melamar jadi HR Manager, mungkin anda akan mendapatkan pertanyaan mengenai bagaimana merekrut orang yang sesuai untuk sebuah posisi, bagaimana mengatasi konflik di organisasi, bagaimana melakukan PHK sesuai undang-undang ketenaga kerjaan, bagaimana mendevelop orang dan organisasi. Bila Anda melamar menjadi Manager Marketing, mungkin anda akan dicecar pertanyaan mengenai program marketing communication yang tepat untuk suatu produk, bagaimana melaunching produk baru, bagaimana me-relaunhing produk yang gagal di pasaran, bagaimana mendapatkan informasi tentang kompetitor Anda dan sebagainya. Dengan mempersiapkan hal tersebut, Anda tidak akan gelagapan dan dapat memberikan jawaban konkret dan detail dari pertanyaan yang diajukan. Ingat, mayoritas sesi wawancara memiliki waktu yang singkat, jadi jangan habiskan waktu anda dengan berlama-lama berpikir atau mengatakan eee…….eeee ….e apa….Selain menghabiskan waktu, ini juga membuat nilai anda jatuh di hadapan pewawancara. Jangan lupa, selain anda memprediksi pertanyaan-pertanyaan yang berupa kasus untuk Anda selesaikan, prediksilah pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari Curriculum Vitae Anda, misalnya, apa alasan Anda keluar dari perusahaan terdahulu, mengapa Anda lama menganggur (bila memang di CV anda tersirat seperti itu), gaji anda terdahulu, lingkup tugas Anda terdahulu dan sebagainya. Hal yang perlu Anda lakukan adalah melakukan mock- interview (simulasi interview) hal ini akan membuat Anda dapat berpikir cepat dan tepat tanpa harus berurusan dengan yang namanya nervous atau vaktor non teknis yang mungkin akan mengganggu Anda. Bagi kandidat fresh graduate, Anda bisa mempersiapkan pengetahuan Anda di bangku kuliah dan memodifikasinya dengan wawasan yang anda miliki dari dosen, praktisi
    • ataupun dari sumber informasi lainnya misalnya internet, seminar dan sebagainya untuk menjawab pertanyaan yang mungkin.
    • Practices Makes Perfect Slogan bijak yang digunakan dalam promosi Toyota ini sangatlah benar. Semakin sering Anda berlatih, semakin sempurnalah performa Anda. Demikian juga dengan interview. Semakin sering Anda berlatih, bersimulasi dalam berbagai mock-interviewing, dalam berbagai kondisi yang mungkin, akan membuat performa Anda semakin sempurna untuk memenangkan proses interview. Anda bisa melatih diri Anda mulai dari bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin diajukan oleh pewawancara, beradaptasi dengan berbagai kondisi wawancara, mulai dari tempat duduk yang nyaman hingga tempat duduk yang membuat anda capai, mulai dari ruangan ber AC hingga ruangan non-AC nan panas, mulai dari ruang privat yang hanya Anda dan pewawancara saja yang ada di ruangan itu, ruangan umum yang banyak orang duduk di sana, lalu lalang di sana, hingga interview di ruang makan ataupun lobby hotel. Anda juga dapat berlatih menghadapi berbagai macam karakter pewawancara, mulai dari yang baik, pengertian, hingga yang very demanding, mulai dari pewawancara yang enak diajak bicara, hingga yang ketus dan memancing emosi Anda, mulai dari pewawancara berlatar belakang psikologi yang umumnya memberikan pertanyaan yang menuntun Anda hingga pewawancara berlatar belakang teknik yang biasanya langsung menohok. Mulai dari pewawancara yang humoris hingga yang temperamental. Anda juga harus menyiapkan diri Anda untuk menghadapi berbagai jenis wawancara, mulai dari wawancara melalui telepon, terutama jika anda melamar di luar domisili Anda, sangat mungkin mereka melakukan wawancara pendahuluan melalui telepon, wawancara yang mengharuskan Anda melakukan praktek misalnya praktek menerima telepon apabila anda melamar posisi receptionist, wawancara yang mengharuskan anda melakukan presentasi program kerja, hingga wawancara tim yang melibatkan banyak pewawancara dari berbagai sudut pandang. Bagi fresh-graduate, Anda bisa melatih kemampuan Anda di career centre yang ada di kampus Anda untuk melakukan simulasi dan menanyakan pertanyaan- pertanyaan apa yang mungkin timbul saat wawancara. Bila anda memiliki handy cam, akan lebih bagus jika latihan anda itu direkam, sehingga Anda bisa menonton ulang dan mengetahui apa yang perlu diperbaiki dari performa Anda saat mock-interview..
    • Don’t Arrogant with your background Janganlah bersikap arogan dengan background Anda. Bila Anda orang kaya, pintar, banyak pengalaman, berasal dari universitas ternama, atau bahkan lulusan universitas favorit di luar negeri, janganlah itu membuat Anda arrogan dan lupa diri. Ingat, anggaplah segalanya tidak berarti ketika Anda melakukan interview untuk perusahaan baru. Sebanyak-banyaknya pengalaman Anda, toh kondisi perusahaan yang anda lamar berbeda dengan kondisi perusahaan Anda terdahulu, sehingga segala pengalaman Anda di masa lalu hanya berguna untuk memberikan wawasan dasar saja, anda tetap harus memiliki kreatifitas untuk memodifikasinya sesuai kondisi perusahaan, tidak dapat Anda terapkan begitu saja. Bila Anda kaya, janganlah bersikap tidak membutuhkan pekerjaan tersebut, jika memang Anda tidak membutuhkan pekerjaan itu, sebaiknya Anda tidak usah melamar dan bekerjalah untuk perusahaan orang tua Anda. Jika Anda pintar, itu tidaklah berarti sekalipun Anda memiliki Indeks Prestasi tertinggi di universitas Anda, karena kasus yang Anda hadapi di perusahaan nanti belum tentu dapat dipecahkan dengan kepintaran Anda, tapi mungkin dengan kegigihan. Jika Anda berasal dari universitas favorit, atau alumni dari luar, well, ingatlah, sementara Anda kuliah, dunia bisnis sudah sangat berubah secara cepat dan radikal, seringkali tidak sesuai dengan yang diajarkan bahkan oleh Universitas paling top di dunia sekalipun. Untuk itu, tetaplah ingat, anggaplah semua kelebihan itu tidak ada saat anda melakukan wawancara, selalu berpikir anda hanya orang yang memiliki kemauan belajar tinggi, maka Anda akan berhasil dalam wawancara tersebut.
    • Hindari kata ”Pokoknya” dan ”Tidak mampu” Kata-kata ini bagai mantera pengundang malaikat pencabut nyawa yang siap membunuh anda begitu Anda mengucapkan kata-kata ini untuk menjawab pertanyaan pewawancara. Percayalah, begitu Anda mengucapkan ” cursed words” ini, maka nilai anda akan jatuh, dan bisa dipastikan, 90 % anda gagal dalam interview itu. Anda masih mungkin diterima, jika pewawancara orang yang tidak jeli, atau memang perusahaan sangat membutuhkan Anda. Kata ”pokoknya” hanya membuat pewawancara mengetahui kalau Anda orang yang tidak kompeten dan berusaha menutupi ketidak kompetenan Anda.Kata lain yang menjadi kartu mati dan tingkat kegagalan anda diterima bisa mencapai 100%, adalah ”tidak mampu”. Ketika anda mendapat pertanyaan dari pewawancara dan menyatakan tidak mampu, maka apa yang dapat diharapkan dari diri Anda? Walaupun pada kenyataanya Anda memang tidak mampu, namun jangan sekali-kali menjawab dengan kata ”tidak mampu”. Mungkin Anda bisa menjawab : ” Saya belum pernah menangani hal itu, namun saya percaya saya mampu mengerjakannya, saya fast learner yang gigih” Atau, Anda bisa mengatakan Anda mampu, konsekuensinya, apabila Anda benar-benar diminta untuk mengerjakan hal tersebut, Anda harus belajar keras. Untuk meminimalkan hal ini, lamarlah posisi yang sesuai dengan kemampuan Anda.
    • Bila Anda menyia-nyiakan kesempatan, kesempatan itu tidak hilang, namun diambil orang lain. Banyak orang yang menyia-nyiakan kesempatan dalam mengikuti wawancara. Padahal, bisa jadi wawancara yang anda ikuti menentukan arah hidup Anda, untuk itu, seriuslah dalam mengikuti berbagai wawancara. Sekalipun ada orang yang merekomedasikan Anda, atau ada kenalah di perusahaan, tetaplah serius dalam proses ini.
    • Conpensation and Benefit : Hargailah diri anda. Seringkali, ketika ditanya mengenai conpensation dan benefit yang anda harapkan? Mayoritas kandidat tertunduk atau mengatakan ”terserah”. Biasanya, saya akan menjawab ” Well, jika demikian, saya berikan gaji Upah Minimum Kabupaten/Kotamadya? Mau?” Memang, untuk perusahaan besar, biasanya mereka memiliki standar gaji sendiri sesuai dengan jobs grade di perusahaan tersebut. Namun apabila mereka menanyakan itu, Anda harus menjawab. Karena jawaban ”terserah” bisa diartikan Anda tidak dapat menghargai diri Anda sendiri, dan secara mental, ini cukup membuat nilai anda merosot di mata pewawancara. Mungkin Anda bisa menanyakan berapa range di perusahaan tersebut, jika Anda memang tidak memiliki bayangan atas standar gaji di perusahaan tersebut. Atau bisa menjawab diplomatis : sesuai tanggung jawab yang diberikan perusahaan. Namun jika diminta menjawab sebuah angka, sebaiknya Anda menjawab. Untuk menjawab hal ini memang tidak mudah, untuk itu, Anda harus melakukan riset mengenai gaji yang wajar untuk orang dengan kompetensi seperti Anda, untuk menempati posisi yang anda lamar di perusahan tersebut (jika mungkin) ataupun di perusahaan yang similar dan memiliki size yang setara dengan perusahaan yang Anda lamar, tentu saja di kota yang sama. Hal ini akan membantu Anda untuk mendapatkan rate gaji yang optimal. Kalau Anda mengajukan angka yang tinggi, bisa jadi perusahaan akan mundur apabila memang standar di perusahaan tersebut tidak sebesar yang anda minta, untuk berjaga-jaga hal ini, sebaiknya anda menambahkan kata-kata ”negotiable” bila memang angka yang anda minta cukup tinggi menurut pasar. Jika yang Anda minta terlalu rendah, Anda akan rugi, karena mestinya Anda bisa mendapat lebih dari itu. Untuk itu, diperlukan riset untuk mendapatkan gaji yang optimal. Mengenai benefit, Anda juga dapat melakukan riset mengenai benefit apa yang berhak Anda dapatkan untuk menduduki posisi tersebut. Janganlah berlebihan, hal ini hanya akan membuat pewawancara menilai anda sebagai orang yang tidak tahu diri, terlebih kalau kompetensi anda biasa-biasa saja atau bahkan fresh graduate. Banyak kandidat fresh graduate yang tidak bisa mengukur dirinya, menuntut gaji tinggi, ruangan sendiri, kendaraan dan sebagainya, hal ini hanya akan membuat anda tidak dilirik untuk tahap berikutnya, yang wajar saja, sesuai dengan level anda. Fasilitas yang umum diberikan perusahaan adalah asuransi. Fasilitas lain biasanya berkaitan dengan jabatan atau lingkup kerja. Fasilitas kendaraan adalah hal yang biasa bagi level Manager, terutama bagian
    • Penjualan. Begitu juga fasilitas telepon genggam termasuk pulsa dengan limit tertentu, penggantian bahan bakar kendaraan dengan limit tertentu, hingga Car Ownership Program, semua disesuaikan dengan level dan lingkup kerja anda. Untuk perusahaan yang berlokasi jauh dari pusat kota besar, biasanya mereka menyediakan antar jemput di lokasi yang telah disepakati. Mengenai ruang, serahkan saja pada mereka, jangan menuntut ruang yang privat untuk Anda sendiri, karena banyak perusahaan sekarang yang menggunakan ruang kerja dengan model sekat, kecuali untuk level tertentu. Pada umumnya, perusahaan juga menyediakan makan bagi karyawan, atau dalam bentuk uang makan. Namun tidak sedikit pula perusahaan yang tidak memberikan fasilitas ini dan sudah dianggap borongan dengan salary yang mereka berikan.
    • Usia versus Kompetensi Batasan usia bisa jadi menentukan status aplikasi anda. Mayoritas perusahaan memberikan batasan bagi karyawan baru level staff maksimal 30 tahun, level lower manager ( koordinator, kepala regu) hingga 32, level middle manager (supervisor, manager) hingga 38, level top management (senior manager, general manager, CEO) hingga 42, level Direksi hingga 50 tahun, atau dengan pertimbangan lain. Tentu saja usia tersebut haruslah diimbangi dengan kemampuan yang excellent sesuai dengan level jabatan yang anda lamar. Memang ada beberapa perkecualian mengenai usia, misalnya untuk Manager Human Resources, perusahaan umumnya menginginkan usia minimal 35 tahun, dengan pertimbangan untuk menjadi seorang Manager Human Resources, seseorang haruslah mature. Untuk itu, ketika anda melamar untuk posisi staff dan usia anda sudah melebihi 35 tahun, kemungkinan untuk diterima sangatlah kecil, kecuali anda memiliki value added, misalnya pengalaman. Namun, apabila anda memiliki pengalaman yang cukup banyak dan track record yang excellent, mengapa anda tidak mencoba peruntungan dengan melamar di level middle manager? Persoalannya, apabila di usia seperti itu, anda tidak memiliki kompetensi yang memenuhi syarat untuk menjadi seorang level middle manager, dan hanya memenuhi syarat sebagai seorang staff, ini akan menjadi kendala yang besar bagi anda. Untuk itu, carilah pengalaman sebanyak-banyaknya, kembangkanlah kompetensi anda seluas-luasnya, sehingga anda pantas menduduki level jabatan sesuai usia anda. Sebenarnya, ada cara untuk ”memperpanjang usia” di level tertentu, yaitu dengan studi lanjut. Apabila Anda ingin melamar di level staff, karena kemampuan anda memang sampai di level itu, dan usia anda sudah 32 tahun, mungkin perusahaan akan mempertimbangkannya apabila anda memiliki gelar S-2. Namun, jangan berharap dengan gelar S-2, anda berhak mendapatkan salary lebih tinggi, kecuali anda melamar di institusi pendidikan atau ilmiah.
    • Kemaslah Lamaran anda dalam kemasan yang eyecatching Sadar atau tidak, kompetisi untuk mendapatkan pekerjaan sangatlah ketat. Setiap tahun, jumlah pencari kerja semakin bertambah, di sisi lain, jumlah lapangan kerja semakin berkurang. Banyak perusahaan yang tutup atau memilih merelokasi perusahaannya ke luar negeri, seperti Cina, Vietnam dan negara-negara lain, dengan berbagai alasan, membuat lapangan kerja sangatlah menyusut. Saya pernah memasang iklan di koran untuk merekrut beberapa posisi, dan percaya atau tidak, jumlah pelamar yang masuk hampir mencapai 10 karung goni. Lalu, bagaimana cara memilihnya? Karena dikejar deadline, jujur saja, tidak semua aplikasi dibuka, apalagi direview. Sedikit berbau random. Untuk itu, sangat menguntungkan bila anda mengirimkan surat lamaran dengan sampul yang eye-catching, walaupun tidak mengurangi kesan formalnya. Atau pakailah amplop yang besar, setidaknya mudah terlihat, dibandingkan amplop yang kecil-kecil. Menggunakan CD mungkin bisa membantu, namun jangan abaikan juga ada kemungkinan perekrut malas untuk membukanya di komputer. Usahakan nama anda ditulis mencolok, misalnya dengan mengetiknya di kertas putih, sehingga mudah terlihat, bandingkan dengan menulis dengan ballpoint biru pada sampul coklat, kurang eye- catching.
    • Surat lamaran, bukan sekedar pelengkap. Perlukah anda membuat surat lamaran untuk ”menemani” curriculum vitae? Jawabnya, perlu. Anggaplah anda mengajukan leaflet, menawarkan suatu seminar, tanpa surat pengantar dari perusahaan atau instansi, mungkin leaflet anda hanya akan dibuang di tempat sampah atau dimusnahkan di mesin penghancur dokumen. Beda kalau disertai surat pengantar, hal ini akan menjelaskan tujuan leaflet itu dikirimkan ke anda, serta deskripsi singkat mengenai produk atau layanan yang ditawarkan kepada anda, perusahaan atau instansi yang bertanggung jawab, dan tanda tangan penanggung jawabnya. Demikian pula surat lamaran, kalau curriculum vitae adalah leafletnya, proposalnya, maka surat lamaran adalah surat pengantarnya. Dengan adanya surat lamaran, maka curriculum vitae anda dikirim dengan suatu maksud tertentu, yaitu melamar di posisi tertentu berdasarkan iklan lowongan yang dikeluarkan perusahaan, baik di media massa, kampus, bahkan tempat ibadah. Hal ini, selain menunjukkan keseriusan anda, juga membantu bagian Human Resources dalam mengidentifikasi maksud Anda. Jangan sampai anda memberikan pekerjaan rumah bagi bagian Human Resources untuk menduga- duga posisi apa yang anda lamar, dan apabila mereka cukup pusing, tidak mustahil aplikasi anda akan diabaikan.Selain itu, dengan mengirimkan surat lamaran, anda memiliki kesempatan untuk sekali lagi meyakinkan pihak perusahaan bahwa anda layak untuk diberi kesempatan mengikuti proses seleksi. Surat lamaran juga berguna untuk memberikan informasi yang mungkin tidak dapat anda cantumkan di curriculum vitae, misalnya mengapa anda interest untuk bergabung di perusahaan tersebut, apakah anda bersedia bekerja di hari libur, bekerja dengan sistem shift, apakah anda bersedia jika perusahaan mengharuskan anda melakukan perjalanan dinas, apakah anda bersedia ditempatkan di kota tertentu, hingga mencantumkan gaji dan fasilitas yang anda harapkan (hanya apabila iklan lowongan meminta anda
    • mencantumkan gaji dan fasilitas yang anda harapkan, jika tidak, jangan sekali-kali anda mencantumkan hal ini, karena akan menghantarkan anda pada situasi dilematis : apabila permintaan anda terlalu tinggi, maka perusahaan akan mundur teratur, apabila perusahaan ternyata memiliki standar konpensasi dan benefit yang lebih tinggi dari yang anda minta, anda rugi. Selain itu, bisa jadi persepsi anda dan perekrut berbeda dalam hal keseimbangan gaji dan tanggung jawab yang dibebankan ke anda, tentu saja karena anda tidak mengetahui lingkup kerja yang akan menjadi tanggung jawab anda sampai anda mengikuti proses interview. Apabila anda diminta mencantumkan, anda dapat menulis : antara Rp. 10juta hingga 15 juta, tergantung lingkup kerja saya. ) . Dalam surat lamaran, sebaiknya memiliki komponen-komponen di bawah ini : • Nama dan Alamat Anda, atau paling tidak, alamat anda. • Tanggal Surat di buat • Nama dan Alamat Perusahaan, dan ditujukan ke siapa, atau PO.BOX bila perusahaan menginginkan anda mengirimkan lamaran ke PO.BOX • Salam pembuka • Kalimat pembuka. • Alasan anda melamar di perusahaan tersebut. Anda dapat sedikit memberikan pujian pada perusahaan tersebut, tanpa terlihat menjilat, sekaligus sedikit menonjolkan diri anda, misalnya. Anda bisa mengatakan : ”Saya melihat perusahaan anda berkembang terus, dan sekarang menjadi perusahaan terbesar di bidang consumer goods. Dan ketika perusahaan anda membutuhkan orang berkualitas untuk memperkuat jajaran manajemen, saya berminat untuk menjadi salah satu dari tim manajemen perusahaan anda.” • Mengapa perusahaan harus menghire anda? Jabarkan kompetensi, pengalaman dan achievement anda secara singkat. Bagian ini adalah kesempatan anda untuk ”menjual diri” • Harapan agar perusahaan menghubungi Anda. Pada bagian ini, anda juga dapat mencantumkan nomor telepon yang dapat dihubungi sewaktu- waktu, serta beberapa informasi seperti anda bersedia ditempatkan di mana saja dan sebagainya. • Penutup, anda bisa mengatakan : saya menunggu kabar dari anda untuk berdiskusi mengenai kualifikasi anda. , Terima kasih.
    • • Tanda tangan dan nama lengkap. Perekrut akan mengabaikan surat lamaran yang tidak ditanda tangani, kecuali lamaran melalui email atau apabila perekrut benar-benar terpesona dengan kualifikasi anda. Contoh Surat Lamaran : Daniel Kertajaya 24, Surabaya Don_1@dani.com June,5, 2007 HRD Manager PT Jaya Selalu, Tbk Jalan Bunga Indah no.1 Surabaya 600011 Dear HRD Manager, I saw recently that your organization has acknowledged as the best company in Health Care Product. It’s amazing achievement for your company. More the point, as your advertised opening for dedicated salesman is precise fit to my qualification, and if you seeking best performer salesman who have communication and negotiator skill, leadership, fast learner and hard working, we should meet. I offer 5 years proven successful record in sales , including 3 times salesman of the year. I also break the records as the highest revenue in company history. Now, I would work for company as Salesman. As you indicated that the position will be Jakarta based, I willing relocate to Jakarta or other branch of your company. I would welcome the opportunity to meet with you in person to learn about your bussiness and discuss about my potential contribution for your company. Please contact me in 031 55333 to ask any question or arrange the meeting.
    • Thank you for your consideration. I look forward to hearing from you. Sincerely, Daniel
    • Jadikan Curriculum Vitae sebagai alat untuk menjual diri Anda. Menurut Anda, apakah definisi curriculum vitae itu? Daftar riwayat hidup? Well, itu terjemahannya. Atau mungkin Anda menjawab, ” Outline mengenai career history, segala sesuatu mengenai perjalanan career kita, dan tentu saja, mengenai diri kita.” Better, tapi masih kurang tepat. Ya. Curriculum vitae adalah alat untuk menjual diri Anda. Curriculum Vitae adalah ”leaflet” dari diri Anda sendiri. Dan sebagaimana layaknya leaflet, tolok ukur keberhasilannya adalah, seberapa efektifkah, curriculum vitae anda mampu meyakinkan Human Resources Manager bahwa Anda cukup berharga untuk diberi kesempatan mengikuti proses seleksi. Untuk itu, Anda harus benar- benar mengidentifikasi, apa yang akan anda tawarkan dari diri anda ke curriculum vitae, dan bagaimana menuangkannya, sehingga membuat si pembaca tertarik untuk menghire anda, bukan malah membuat si pembaca bingung, atau mengeryitkan dahinya. Curriculum Vitae, seperti layaknya leaflet, dapat terdiri dari kombinasi beberapa hal berikut ini : • Identitas Anda, dan bagaimana mereka dapat mengkontak Anda. Bagian ini sekurang-kurangnya menyebutkan nama lengkap Anda, tempat dan tanggal lahir, alamat Anda serta nomor telepon yang mudah dihubungi. • Objective. Poin ini menyerupai headline sebuah leaflet, seperti yang intinya menjelaskan apa tujuan anda membuat curriculum vitae itu, dan tentunya, apa tujuan anda melamar di perusahaan tersebut. Memang, sekilas nampak basa basi, namun hal ini sangatlah membantu anda terutama, bagi anda yang ingin mencoba jalur lain dari karir Anda. Namun, seperti halnya leaflet, objectives hendaknya dibuat sespesifik mungkin, jangan bersifat umum. Coba bayangkan ketika anda membaca sebuah leaflet dan di atasnya ditulisi : “ Hadirilah”, apa reaksi anda saat itu? Anda mungkin berpikiran : “ Hadirilah apa??” dengan tanda tanya besar di pikiran anda. Bandingkan dengan : ” Sip theatre, bioskop termegah di dunia, kini hadir di kota anda. ” Mana yang lebih membuat anda tertarik? Begitu juga curriculum vitae anda, mana yang membuat si pembaca mengangguk atau mana yang membuat dia mengernyitkan dahi :
    • o Objective : Seeking managerial level in large-size company atau o Objective : Human Resources Manager position that needs high-callibre candidates who have 15 years excellent track-records of Human Resources Management in World Class Company, fast learner, able to working under pressure, creative problem solving. Untuk dapat memberikan kesan pertama yang mengesankan, jauhkan objective anda dari kata-kata yang muluk-muluk dan cenderung berisi kata-kata klise, jelaskan tujuan anda secara efektif, tidak mengambang atau terlalu umum, bila perlu, langsung saja sebutkan posisi yang anda inginkan, dan jelaskan, mengapa anda layak melamar posisi itu, tentu saja, cukup secara singkat, mengenai detilnya, dapat anda tulis di bagian career history. • Profile Anda. Seperti halnya leaflet, bagian ini merupakan gambaran sekilas mengenai diri anda, kompetensi, track record dan achievement yang dapat anda tawarkan kepada perusahaan. Tentu saja, yang membuat mereka tertarik menghire Anda. Tonjolkan hal-hal yang menjadikan anda berharga di mata perwawancara, misalnya meningkatkan efisiensi, meningkatkan omzet, memperbaiki tagihan, menekan cost, meningkatkan kinerja suatu tim atau hal-hal lain yang dapat membuat mereka tertarik. Contoh : Fast learner, result oriented, hard worker with ten years of experience in direct selling, excellent in handling customer and complaint, salesman of the year for 5 times in row, skilled communicator and negotiator. Janganlah mempermalukan diri Anda di bagian profile. Saya pernah menerima curriculum vitae seseorang dan pada bagian profilenya ada statement seperti ini : “…sulit bangun pagi, mudah mengantuk dan lelah, temperamental..” Mungkin maksudnya jujur, namun, siapa yang mau menerima kandidat seperti ini? • Skill yang Anda miliki. Untuk bagian ini, secara singkat, anda menjabarkan mengenai skill yang anda miliki. Pada umumnya, daftar
    • skill yang anda miliki dikelompokkan dan diberi tajuk : ”Key Skill, Area of Expertise, Selected Competency, dan sebagainya. Contoh : Area of Expertise o Performance Management o Conpensation and Benefit o Training and Development o Organizational Development o Change Management _________________________________________________ • Career History. Hal ini sangatlah penting, seperti sebuah leaflet yang menawarkan suatu jasa konsultasi, tentu saja sangatlah penting untuk mencantumkan daftar perusahaan yang pernah menggunakan jasa biro konsultasi tersebut. Begitu juga dengan curriculum vitae, adalah sangat penting bagi perusahaan, untuk mengetahui perusahaan mana saja yang pernah menggunakan ”jasa” anda, dan untuk berapa lama. Informasi ini sekaligus menjadi bagian terpenting dalam melakukan assessment terhadap kredibilitas Anda. Sebaiknya, Career History diawali dari perusahaan yang paling akhir menjadi tempat anda bekerja dan seterusnya. Tekankan pada pengalaman-pengalaman anda yang relevan dengan posisi yang anda lamar. Pengalaman kerja yang hanya satu atau dua bulan saja, sebaiknya tidak perlu dicantumkan, karena bagi sebagian besar perusahaan yang berada di Indonesia, mereka selalu bertanya-tanya, mengapa Anda hanya bertahan 2 bulan pada perusahaan terdahulu, dan bukan tidak mungkin mereka menjudgment anda berprestasi buruk sehingga dikeluarkan,atau terlibat kasus yang membuat anda terpaksa dikeluarkan, padahal bisa jadi penyebabnya adalah hal lain, misalnya, orang tua anda sakit dan dalam keadaan kritis,
    • sehingga dengan sangat terpaksa anda resign. Magang kerja juga tidak perlu dicantumkan, kecuali anda memang fresh graduate. Contoh : Dida Group, Tbk Human Resources Manager, 1999- to present. Report to President Director, my responsibility to oversee daily Operation of Human Resources Department, develop employee and organization lingkages to company’s goals ____________________________________________________ • Achievement dan Result. Hal lain yang penting Anda cantumkan adalah achievement anda di perusahaan terdahulu. Pada akhirnya, anda akan dinilai dari seberapa besar kontribusi yang dapat anda berikan ke perusahaan. Untuk itu, cantumkan achievement anda dari setiap pekerjaan terdahulu, terutama yang mendukung posisi yang anda lamar. Contoh : Achieved a new record of revenue IDR 300 million in the first years of my departure in company. Atau Completed the user-friendly Human Resources Information System that make significant impact in Human Resources Department. Untuk mengefisiensikan curriculum vitae anda, point achievement dan Result dapat langsung dikombinasikan di career history, contoh : ____________________________________________________ Maju Bersama, Ltd Sales Manager, 2000- 2006 Manage daily operations and sales performance for health care
    • product. Build relation with customer to transform them into loyal customer category. Achievement : o Record breaking National Sales by 45 % (at 2003) by targeting local market. o Strengthen brand image through added local radio spot to advertising. o Generating repeat bussiness from customer (95%) o Manager of the year, 3 times a row. ____________________________________________________ • Pendidikan dan Training yang pernah anda ikuti. Adalah kewajiban bagi Anda untuk mencantumkan pendidikan yang telah anda selesaikan, dan sebagai nilai tambah, training yang pernah anda ikuti, namun, sekali lagi, yang relevan dengan posisi yang anda lamar. Contoh : Education : Universitas Petra, Surabaya Bachelor degree in Industrial Engineering GPA : 3.5 (4 scale) Universitas Airlangga, Surabaya Master degree in Human Resources Management. GPA : 3,9 (4 scale), cumlaude Thesis for Master Degree Program : Learning Organization in Domo Enterprise and its impact to productivity and performance of employee.
    • Keterangan : Anda sebaiknya mencantumkan judul skripsi, thesis atau disertasi anda bila relevan dengan posisi yang anda lamar. Professional Development Highlights : o Supervisory Management Training (designed by Universitas Airlangga) Surabaya, 2002 o Leadership Training (designed by Universitas Airlangga), Surabaya, 2001 • Skill Pendukung, misalnya software komputer, kemampuan bahasa asing. Contoh : ____________________________________________________ My technologies expertise include : o Network : SAP o Software : MS. Office, Adobe Photoshop My Foreign Language expertise : o Fluent in Fluent in English (oral and written) _____________________________________________________ • Publikasi karya ilmiah, paten dari penemuan anda, pengalaman menjadi pembicara seminar. Hal ini akan sangat diperhitungkan, terutama bila anda melamar di posisi-posisi : dosen, research and development, analyst, penulis. Contoh : Publications o Learning Organization and its impact to company’s performance : Case Study in Surabaya Jaya, Tbk., Journal of Management., Magister Manajemen Universitas Airlangga, December 2006.
    • Speaking Engagement o Speaker – “Why Organization must learn” Seminar, Magister Manajemen Universitas Airlangga, 2006. • Penghargaan yang pernah diterima. Anda dapat mencantumkan penghargaan yang pernah anda terima atas prestasi anda, misalnya beasiswa, karyawan teladan, piala dan sebagainya. Contoh : o Employee of the year for outstanding performance. (Hebat, Tbk, 2005) _________________________________________________________ • Keanggotaan di Organisasi Kemahasiswaan, Organisasi Profesional ataupun Organisasi Kemasyarakatan. Bagian ini dapat anda cantumkan, karena dengan mengikuti organisasi tersebut, logikanya, kemampuan anda untuk berinteraksi dengan orang lain serta managerial skill anda akan terasah. Namun, pengalaman menjabat menjadi ketua RT atau RW, tidak perlu anda cantumkan. Contoh : Professional Membership : o Chairman, Executive Forum, 2006-2007 o Member of Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia _________________________________________________________ • Referensi, cantumkan nama dan jabatan orang yang memberikan referensi pada anda, bila mereka tidak keberatan, cantumkan juga alamat emailnya atau nomor kontaknya agar perusahaan dapat berkomunikasi dengan mereka. Bila mereka memberikan testimonial, dapat juga anda tulis di bagian ini. Jangan lupa melampirkan salinan surat referensi dari perusahaan terdahulu selain foto, ijazah,
    • transkrip nilai dai ID Card, kecuali jika di iklan lowongan ditulis : ”Untuk tahap ini tidak diperlukan dokumen lain selain surat lamaran dan curriculum vitae.” • Special Interest yang relevan dengan posisi yang anda lamar. Hal ini dapat berupa hobi, kegemaran, yang mendukung posisi yang anda lamar. Misalnya, anda melamar sebagai Food and Beverages Manager, maka anda dapat mencantumkan kalau anda sangat suka memasak.
    • Anda tidak perlu menjelek-jelekkan mantan Boss Anda untuk mendapatkan pekerjaan. Mungkin anda resign (atau berkeinginan resign, sehingga anda melamar di perusahaan lain) dari perusahaan terdahulu dengan dendam membara di hati Anda. Mungkin anda diperlakukan buruk di perusahaan terdahulu. Mungkin Boss anda, adalah orang yang menurut anda tidak masuk akal, mudah marah, suka mempermalukan anda di muka umum, Mungkin Boss anda adalah orang yang menurut anda tidak pernah menghargai anak buahnya, dan hanya memberikan punishment dan punishment, Mungkin sistem di perusahaan lama anda merupakan yang terburuk yang ada di dunia, dan Boss anda adalah pimpinan terburuk yang pernah ada. Namun, ingatlah, jangan sekali-kali menyinggung hal tersebut di dalam surat lamaran, curriculum vitae maupun saat anda mengikuti proses seleksi, baik ketika anda menulis data calon karyawan, yang mungkin ada pertanyaan alasan anda resign dari perusahaan terdahulu, atau saat anda berhadapan dengan perekrut dalam proses interview. Janganlah menjelek-jelekkan boss anda terdahulu, hal ini hanya menunjukkan buruknya mental anda, dan anda lebih terlihat sebagai orang yang putus asa karena dikeluarkan dari perusahaan lama anda, dibanding seorang profesional yang ingin memenangkan masa depan anda. Janganlah memperlihatkan kemarahan anda terhadap boss anda terdahulu, ini hanya akan membuat perekrut memandang anda sebagai orang yang tidak mature. Tetaplah bersikap positif, kendalikan nada bicara anda, jauh dari kesan emosi ketika ditanyakan alasan anda resign. Ingat, anda sedang menjual diri anda, dan seperti anda ingin membeli barang, mungkinkah anda membeli suatu barang, ketika anda melihat penjualnya adalah orang yang mudah marah, jangankan menawar, mendekatpun anda enggan. Begitu juga proses interview, perekrut akan malas melanjutkan interview apabila anda terlihat temperamen, dan yang pasti waktu dan enegy anda terbuang sia-sia hanya untuk menjelek-jelekkan boss lama anda. Jangan pula menjawab anda jenuh dengan pekerjaan dan suasana kerja terdahulu, ini akan mengesankan anda adalah figur orang yang tidak gigih, dan ada kemungkinan mengalami hal yang sama di perusahaan baru. Usahakan menjawab dengan diplomatis : ” Saya akan dipindah ke luar kota, akhirnya saya memutuskan untuk resign baik-baik, karena saya memiliki keluarga di kota ini.” Mungkin anda bohong dengan jawaban ini, namun, bukankah jauh lebih baik daripada anda menunjukkan amarah terhadap boss anda terdahulu?
    • Pendidikan versus Pengalaman Banyak perusahaan mensyaratkan tingkat pendidikan tertentu termasuk standar nilai yang harus dipenuhi untuk melamar. Di lowongan, biasanya ditulis : S1 Teknik Industri IPK min. 3,0 dari 4, atau STM dengan nilai matematika minimal 7. Pertanyaannya, andaikata anda tidak memiliki kualifikasi dalam hal pendidikan seperti yang tertulis pada ikln lamaran, namun anda memiliki pengalaman yang relevan dengan posisi yang diiklankan, beranikah anda melamar? Apabila anda tidak berani melamar, anda baru saja melewatkan kesempatan baik untuk berkarier sesuai bidang anda. Mayoritas perusahaan akan berhitung, ketika mereka menemui pelamar dengan pengalaman sesuai dengan posisi yang mereka butuhkan, namun memiliki tingkat pendidikan yang tidak sesuai dengan persyaratan yang mereka umumkan. Dan biasanya, mereka akan meloloskan anda, atau paling tidak memberi kesempatan anda untuk mengikuti proses seleksi, mengapa? Karena anda memiliki pengalaman yang dapat anda gunakan untuk menggantikan nilai akademis anda, dan seringkali, setelah bekerja, bisa saja orang dengan tingkat pendidikan lebih rendah namun berpengalaman berprestasi lebih baik dari orang yang nilai akademisnya tinggi namun miskin pengalaman. Banyak Kepala Cabang yang pendidikannya hanya SMA, padahal ketika iklan lowongan perusahaan tersebut ditayangkan, terlihat dengan jelas, kualifikasi yang diminta adalah S1, bahkan IPK nya juga dibatasi, minimal 2,8 dari 4, apa yang membuat mereka dapat menduduki jabatan tersebut, walaupun tidak sesuai dengan kualifikasi? Pengalaman, tentunya. Namun harus diakui hal ini sulit terjadi pada perusahaan yang sudah menerapkan ISO atau perusahaan Terbuka.
    • Fresh Graduate? Apabila anda fresh graduate, anda bisa menonjolkan kemampuan personal anda, seperti kemampuan komunikasi, leadership, dan sebagainya. Tonjolkan juga pengalaman organisasi kemahasiswaan yang pernah anda ikuti, apakah itu Senat Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Jurusan dan sebagainya. Apabila anda pernah mengikuti program magang, itu adalah senjata yang bisa menentukan lolos tidaknya anda dalam proses seleksi. Sekali lagi, jangan terjebak dengan IPK, walau mayoritas iklan pasti memasang IPK sebagai persyaratannya, apalagi, anda fresh graduate. Berpikirlah nothing to lose, masukkan saja lamaran, toh jika anda tidak lolos, anda tidak rugi apa-apa, kecuali biaya untuk membuat lamaran dan mengirimkannya tentu saja, namun apabila anda lolos, bukankah itu hal yang anda idam-idamkan? Anda juga harus melakukan research tentang perusahaan, serta mempelajari lagi pengetahuan yang pernah anda dapatkan di kuliah, hal ini akan sangat membantu, karena mayoritas pewawancara akan paham apabila anda fresh graduate dan dapat menerima bila anda menjawab pertanyaan mereka sesuai dengan teori yang anda dapatkan di kampus, walaupun jika itu benar-benar dilaksanakan, bisa jadi akan gagal. Apabila anda fresh graduate, ada baiknya anda memulai karir dari jenjang management trainee, melalui program ini, anda akan digembleng oleh perusahaan untuk disiapkan sebagai profesional bagi perusahaan, namun, janganlah langsung menuntut ke perusahaan, anda harus tahu diri, bahwa anda masih fresh graduate, dan biasanya, gaji maksimal seorang fresh graduate jenjang S1, adalah plus minus 1 juta dari UMR, bila anda mendapatkan lebih besar dari itu, rayakanlah, sebab itu adalah hari keberuntungan anda. Atau mungkin anda cukup punya nyali dengan mereka yang sudah berpengalaman dan beradu nasib dengan melamar posisi non-management trainee? Pada beberapa core bussiness, memang dimungkinkan anda melamar posisi tertentu, yang memang tidak terlalu mementingkan tingkat pendidikan, misalnya Event Organizer, Broker, Salesman, Debt Collector, Operator, bagian Produksi dan sebagainya. Sebutan Fresh Graduate bukan dominasi S1, karena banyak juga orang dengan pendidikan S2 bahkan S3 namun tidak memiliki pengalaman kerja apapun, bahkan magang juga tidak pernah. Hal ini seringkali menjadi kartu mati, karena perusahaan cukup enggan mencari pelamar S2 dan S3 tanpa pengalaman, karena mayoritas, mereka minta gaji tinggi, fasilitas excellent,
    • namun mereka tidak siap pakai. Apabila anda memang fresh graduate dari S2 dan S3, sebaiknya anda tetap melamar dari jalur management trainee, dan jangan berharap mendapatkan gaji berlebihan, yang penting, anda diterima dahulu, selanjutnya berjuanglah untuk mendapatkan kenaikan gaji dengan bekerja sebaik-baiknya. Untuk itu, bila anda berencana melakukan studi lanjut, sebaiknya itu anda lakukan setelah memiliki paling tidak 2 tahun pengalaman kerja.
    • Enterpreneurship will kill you.... Benarkah? Bukankah enterpreneurship adalah suatu nilai tambah bagi diri anda? Seseorang yang memiliki jiwa enterpreneur, dia tentu memiliki visi yang tajam, instuisi yang peka, jiwa bisnis yang dalam, pemikiran yang strategic, kemampuan managerial diatas rata-rata, negotiator ulung, dan decision maker yang cermat, namun jangan lupa, orang yang memiliki jiwa enterpreur tidaklah betah lama-lama menjadi karyawan. Orang dengan jiwa enterpreneur tidak suka diperintah orang, terikat pada peraturan orang lain, dan menjalani rutinitas di perusahaan milik orang lain. Semakin tinggi jiwa enterpreneur seseorang, maka semakin tinggi pula keinginan orang tersebut untuk bebas, berkreasi sesuai keinginannya sendiri. Dan tahu hasilnya : orang ini akan berpotensi menjadi trouble maker, bukan karena performanya, karena seorang enterpreneur biasanya memiliki performa di atas standar, namun dari attitudenya. Orang berjiwa enterpreneur cenderung lebih mengedepankan pendapatnya sendiri, dan ketika dia sudah berbenturan dengan tembok- tembok hirarki perusahaan, ruang-ruang dalam struktur perusahaan, maka dia akan mengundurkan diri, bahkan lebih cepat dari yang anda duga. Selain itu, orang yang berjiwa enterpreneur namun melamar ke sebuah perusahaan, cenderung dicap buruk bahkan sebelum dia masuk : mungkin dia sedang bangkrut, sehingga memilih bekerja untuk sementara, sebaiknya kata-kata untuk sementara ini di garis bawah yang tebal. Bahkan lebih buruk lagi, akan ada kecurigaan dari pihak perusahaan : jangan-jangan dia melamar untuk memanfaatkan fasilitas perusahaan, misalnya menggunakan fasilitas telepon untuk mencari order bagi bisnisnya, menggunakan kendaraan perusahaan untuk menawarkan dagangannya, atau yang lebih buruk lagi, mencuri data perusahaan, mulai dari data customer hingga formula rahasia perusahaan. Hal ini tentu akan merugikan perusahaan. Untuk itu, apabila anda seorang enterpreneur, hal itu tidak perlu anda cantumkan, kecuali apabila anda memang tidak memiliki pengalaman kerja atau anda melamar di perusahaan yang memang mencari orang-orang berjiwa enterpreneur, biasanya perusahaan yang bergerak di bidang investasi pasar modal, asuransi, door to door sales, broker, sales property yang tidak bergaji tetap, atau kalau ada juga sangat kecil, dan hanya memberikan uang transpor, uang makan serta komisi jika anda mencapai target, karena anda dianggap sebagai mitra kerja,
    • bukan karyawan. Apabila anda memiliki bisnis sendiri yang bersifat profesi, seperti dokter, konsultan, akuntan, pengacara, anda dapat mencantumkan dengan mendeskripsikan jenis proyek yang pernah anda tangani, achievement, nama perusahaan klient anda. Namun, sebaiknya anda menyatakan bahwa anda sudah tidak lagi menangani bisnis itu, karena mayoritas perusahaan tidak suka karyawan yang memiliki side job. Itupun, anda harus dapat meyakinkan bahwa anda sudah benar-benar memilih meninggalkan bisnis anda dan memutuskan melamar di perusahaan sebagai karyawan. Anda mungkin dapat berdalih, ingin mencari pekerjaan yang mapan, atau ingin pindah kota, dan tidak mungkin membawa serta bisnis anda di kota yang baru, atau ingin mengejar karir, karena di area enterpreneur tidak ada karir.
    • Bagaimana anda memenangkan pertanyaan-pertanyaan favorit pewawancara ? Kunci untuk memenangkan interview, tentu saja dengan memenangkan pertanyaan-pertanyaan favorit yang bersifat umum dari pewawancara, selain tentu saja, pertanyaan-pertanyaan teknis yang mengarah pada tugas dan tanggung jawab anda sesuai posisi yang dilamar yang harus anda persiapkan juga secara serius. Anda harus berhati-hati dalam menjawab pertanyaan tersebut, karena seringkali membuat anda berada dalam situasi dilematis. Berikut adalah pertanyaan-pertanyaan favorit yang bersifat umum, dan bagaimana sebaiknya anda menyikapinya. Anda bisa mengembangkan kemungkinan jawaban-jawaban lain sesuai kreatifitas anda. • Sejauh apa anda tahu mengenai perusahaan kami? Pertanyaan ini seringkali diajukan pewawancara begitu selesai berbasa basi sejenak dengan anda dengan menanyakan : bagaimana perjalanan anda? Apa anda sempat tersesat dan sebagainya. Dan pertanyaan ini, bisa dikatakan merupakan pertanyaan wajib untuk ditanyakan, dan merupakan tiket untuk masuk ke proses selanjutnya. Jawaban ” Tidak tahu” akan menjadikan nilai anda merosot di mata pewawancara. Untuk itu, anda harus mengumpulkan sebanyak-banyaknya informasi mengenai perusahaan yang akan anda lamar, paling tidak anda bisa menjawab core bussiness dari perusahaan tersebut. Anda bisa mencari informasi dari teman, media massa, search di internet, atau menelepon perusahaan tersebut untuk menanyakan informasi singkat mengenai perusahaan tersebut. Menghubungi perusahaan tersebut dengan menyamar sebagai calon customer, supplier hingga menyamar sebagai petugas kartu kredit yang ingin melakukan verifikasi data biasanya mempermudah anda untuk mengetahui informasi singkat mengenai perusahaan tersebut. • Tolong ceritakan mengenai anda. Pertanyaan ini seperti pedang bermata dua. Kalau terjebak, anda akan berputar-putar mengenai pengalaman anda menuntut ilmu sejak TK hingga kuliah,atau anda akan banyak bercerita mengenai masa kecil nan bahagia, jalan-jalan ke Disneyland bahkan bercerita kalau anda pernah menjadi finalis Putri Indonesia. Yang lebih lucu lagi, penulis pernah menjumpai kandidat yang bercerita panjang lebar mengenai pengalamannya sebagai Ketua Rukun
    • Warga, so what?. Jawaban-jawaban seperti itu, tidaklah memiliki value added, kecuali jika Anda memang melamar sebagai arsitek Disneyland Indonesia, mengikuti audisi Putri Indonesia atau sejenisnya. Tapi konteks ini Anda sedang melamar kerja yang tidak ada kaitannya dengan Disneyland dan Putri Indonesia. Untuk itu, fokuskan jawaban mengenai prestasi yang pernah anda capai, tentu saja yang relevan dengan posisi yang anda inginkan. Anda dapat menceritakan pengalaman anda menyelesaikan masalah di perusahan-perusahaan terdahulu, atau penghargaan yang pernah anda di pekerjaan terdahulu. • Berikan gambaran singkat mengenai keluarga Anda. Jawablah secara singkat dan jelas, jangan pernah memberikan bumbu bahwa anda tengah bermasalah dengan keluarga anda. Jawaban seperti ini akan melemahkan posisi anda. • Mengapa anda melamar di perusahaan kami? Pertanyaan ini sekaligus juga menanyakan mengapa anda ingin pindah kerja dari perusahaan lama. Ingatlah, jangan menjelek-jelekkan perusahaan lama, walaupun mungkin memang benar perusahaan tempat anda sekarang bekerja merupakan perusahaan paling buruk dalam memperlakukan karyawannya, bahkan di seluruh dunia, namun jangan biarkan anda merusak sesi wawancara dengan sumpah serapah terhadap pimpinan perusahaan tempat anda bekerja. Anda juga jangan mengatakan bahwa anda membutuhkan pekerjaan, walaupun pada kenyataannya anda sudah menganggur hampir 4 tahun. Anda juga tidak dianjurkan menjawab untuk mencari pengalaman, walaupun mungkin anda memang seorang fresh graduate ataupun anda memang sedang benar-benar mencari pengalaman baru, ingatlah, perusahaan adalah lembaga bisnis, bukan lembaga training. Anda juga sebaiknya jangan menjawab karena butuh uang, hal ini akan memperlihatkan motivasi anda yang semata-mata hanyalah uang, dan akan segera resign dari perusahaan ini apabila ada tawaran dari perusahaan lain yang lebih menggiurkan secara finansial. Lebih buruk lagi jawaban : ” Saya butuh biaya untuk menikah”, anda menyamakan perusahaan dengan donatur. Anda akan lebih bijaksana jika menjawab : ” Dari informasi yang saya terima, perusahaan ini sedang membutuhkan profesional untuk mengembangkan bisnisnya, karena itu saya tertarik menjadi bagian dari pengembangan perusahaan
    • ini” atau ” Saya sangat tertarik karena perusahaan ini menawarkan posisi yang sesuai dengan keahlian saya.” Tidak ada salahnya anda menjawab dengan sedikit memuji perusahan itu, misalnya : ” Perusahaan ini meraih penghargaan sebagai Employee’s Choice, wajar jika saya sangat ingin bergabung ke perusahaan ini.” , ” Perusahaan ini adalah perusahaan multinasional dan masuk 100 besar majalah Fortune, kenapa saya harus ragu untuk bergabung di perusahaan ini”’ ” Perusahaan ini adalah perusahaan terbesar di bidang Consumer Goods, saya tertarik untuk berkarir di sini.” Mungkin, anda juga dapat menjawab dengan jawaban ala mafia ” Saya ingin pindah ke tempat kerja yang lebih dekat dari rumah saya”, ” Perusahaan saya sekarang berencana memindahkan saya ke luar kota, sementara keluarga saya ada di sini.”, ” Saya ingin pindah ke Jakarta, untuk itu saya mencari pekerjaan di Jakarta, dan saya tahu bahwa perusahaan anda adalah salah satu perusahaan terbesar di Jakarta. ” Mungkin anda sedang berbohong, namun, who cares? • Apa yang anda lakukan (paling tidak selama masa percobaan) bila kami menghire anda? Pertanyaan ini sekaligus inti dari seluruh rangkaian interview. Jawaban dari pertanyaan ini akan mejadi tolok ukur, apakah anda orang yang pantas untuk menduduki jabatan yang anda lamar. Untuk itu, anda harus menyiapkan action list termasuk program- program konkret yang akan anda lakukan bila anda diterima. Untuk itu, sekali lagi, anda harus mencari sebanyak-banyaknya informasi dari perusahaan, masalah-masalah yang terdapat di perusahaan. Akan lebih baik apabila anda sudah menyiapkan program kerja secara tertulis. Hindarkan dari jawaban-jawaban klise, seperti ” Saya akan meningkatkan kinerja perusahaan”, ” Saya akan berbuat yang terbaik untuk perusahaan”, Jawaban-jawaban itu mungkin dapat menghantarkan anda menjadi Putri Indonesia, namun sangat hambar untuk menjadikan anda kandidat kuat untuk mengisi posisi yang anda lamar. Anda juga sebaiknya menjauhkan diri dari jawaban ”Saya belum tahu apa yang saya lakukan, karena saya kan belum mengenal situasi di perusahaan.”, ” Saya akan beradaptasi dulu dan mempelajari culture perusahaan” Well, apakah anda akan menghabiskan 3 bulan masa percobaan hanya untuk adaptasi dan mempelajari culture? Lalu, untuk apa perusahaan menggaji anda? Jawablah pertanyaan ini, sesuai dengan informasi yang anda miliki tentang perusahaan ini. Anda juga dapat
    • menggunakan program-program kongkret yang pernah anda buat di perusahaan lama, bila memang posisi yang anda lamar similar, tentu saja dimodifikasi sesuai profil perusahaan yang anda lamar. • Berapa gaji dan fasilitas yang anda harapkan? Sebelum menjawab pertanyaan ini, anda harus menyamakan persepsi dengan pewawancara. Yang dimaksud gaji adalah gaji pokok atau take home pay. Umumnya, perusahaan sekarang menganggap gaji sama dengan take home pay, yaitu jumlah uang yang anda bawa setiap bulannya, di luar komisi dan bonus. Jangan sampai anda berbeda persepsi. Setelah itu, baru anda menjawab pertanyaan ini, tentu saja anda harus memiliki informasi berapa harga pasar untuk kualifikasi anda, posisi yang anda lamar, lingkup tanggung jawab anda, level perusahaan yang anda lamar dan kota di mana anda akan ditempatkan. Anda bisa menjawab, tentu saja setelah anda meriset gaji dan fasilitas yang wajar untuk anda, misalnya dengan : ”Untuk awal saya mengharapkan Rp. 10jt- 15 jt, tergantung besar lingkup kerja saya”, atau ” Saya berharap Rp. 10 jt, tetapi saya terbuka untuk bernegosiasi.” Anda juga dapat menjawab dengan model seperti ini : ” Sesuai standar perusahaan ini untuk posisi yang saya lamar, namun, waktu bekerja di perusahaan saya terdahulu, penghasilan saya Rp. 10 juta. Nah 10 Jt ini bisa saja bukan gaji anda di perusahaan tersebut namun sebutkanlah angka eskpetasi anda. ( toh anda juga tidak menyatakan gaji, tapi penghasilan, bisa saja anda memiliki penghasilan lain di luar gaji di perusahaan terdahulu) . Mengenai fasilitas, anda juga harus peka pada kondisi perusahaan. Apabila anda meminta mobil dinas, apakah kira-kira perusahaan sanggup? Apakah posisi yang anda lamar memang memerlukan mobil dinas? Biasanya fasilitas umum yang diberikan perusahaan berupa insurance. Ada juga perusahaan yang menyediakan makan siang bagi karyawannya, atau mobil jemputan apabila perusahaan terletak jauh di luar kota. Untuk bahasan lebih lanjut dari pertanyaan ini, anda dapat melihat di bagian Conpensation and Benefit : Hargailah diri anda. • Ceritakan pengalaman terbaik anda selama anda bekerja. Pertanyaan ini, jangan sampai membuat anda terlena dengan banyak membual. Pewawancara akan bosan mendengar anda membual seperti Untung Bebek. Sebaiknya, anda bercerita pengalaman yang tidak hanya
    • melibatkan anda sendiri, namun orang-orang lain. Ceritakan ketika teman-teman kerja anda tidak membiarkan anda sendiri dalam menghadapi problem yang anda hadapi. Atau, bagaimana anda bersama dengan tim anda, berhasil mengubah defisit yang dialami perusahaan menjadi profit. • Apa kekuatan Anda ? Pertanyaan ini bukan untuk memberi kesempatan anda untuk membual panjang lebar membanggakan diri anda. Fokuskan pada kompetensi yang diinginkan perusahaan untuk menduduki jabatan yang anda lamar. Misalnya : saya memiliki pengalaman bekerja di bidang yang sama, pernah bekerja di peusahaan internasional, memiliki jaringan customer yang loyal dan sebagainya. • Apa kelemahan Anda? Jujurlah pada poin pertanyaan ini. Janganlah menjawab sesuatu yang anda buat buat, misalnya sering bekerja hingga lupa waktu. Apabila anda memang jujur, anda bisa menjawab dengan jawaban seperti ini. Namun apabila anda mengharapkan jawaban ini membuat perekrut terpesona karena berarti anda adalah seorang yang giat bekerja sampai lupa waktu, anda salah. Justru hal ini memperlihatkan time management anda tidak bagus. Apabila anda tidak dapat memanage diri sendiri, bagaimana anda bisa memanage orang lain? Memanage pekerjaan anda? • Apa yang akan anda berikan pada Perusahaan? Anda juga harus jujur pada diri anda, janganlah memakai kata-kata heroik misalnya : saya rela mati untuk perusahaan. Ini justru nampak seperti bualan kosong. Anda dapat menjawab dengan misalnya : Saya akan memberikan ide-ide saya untuk pengembangan perusahaan. • Apa masalah terberat yang pernah anda hadapi ? Janganlah anda mempermalukan diri anda dalam menjawab pertanyaan ini dengan menceritakan masalah yang benar-benar berat sampai anda sendiri tidak dapat mengatasinya. Hal ini akan membuat anda seperti pelawak di mata pewawancara. Mungkin anda berusaha jujur, namun, hal itu akan membuat anda tereliminasi lebih awal. Jangan pula menceritakan masalah-masalah pribadi anda dengan rekan sekerja, atasan anda, apalagi dengan keluarga atau pacar anda, ingatlah, anda sedang melakukan wawancara, bukan sedang curhat atau konseling, beruntung
    • jika pewawancara tidak menyodorkan tagihan karena mendengarkan curhat anda. Namun, ceritakanlah masalah dari pengalaman profesional sesuai dengan bidang yang anda lamar, dan berhasil diselesaikan oleh tim anda. Ceritakan bahwa pada akhirnya, tim anda menemukan solusi untuk mengatasi masalah tersebut. • Mengapa saya harus menerima anda? Dalam menjawab pertanyaan ini, sekali lagi, anda harus tetap sadar bahwa anda tidak sedang berurusan dengan Departemen Sosial, untuk itu, lupakan jawaban : ”Karena saya butuh uang”, ”Saya tidak memiliki pekerjaan”, ”Saya baru saja di PHK” Hindarkan juga jawaban-jawaban klise seperti : ”Saya akan berbuat yang terbaik untuk perusahaan”, untung anda tidak menjawab ” Saya akan berbuat yang terbaik untuk nusa dan bangsa” , atau ” Saya akan mengabdi pada perusahaan ini”, mungkin anda mengira anda tengah melamar sebagai abdi dalem Kerajaan. Namun, ubahlah pertanyaan itu menjadi : ”Mengapa anda qualified untuk posisi ini?” , maka anda akan memberikan jawaban yang bijaksana. Berikan argumen, sesuai dengan yang telah anda tulis di Curriculum Vitae anda, mengenai profil anda, kompetensi anda, nilai tambah anda, pengalaman anda yang dapat anda gunakan untuk meyakinkan pewawancara bahwa anda pantas untuk direkrut. ” Saya master degree di bidang Human Resources dari Universitas Airlangga, pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang Human Resources, negotiator ulung, mampu berkomunikasi dengan berbagai tingkatan, fasih berbahasa Inggris dan Jepang, pernah menangani proyek-proyek rekrutmen, training konpensasi, dan proyek lain di bidang Human Resource, so mengapa anda tidak merekrut saya sebagai Human Resources Manager?” Terdengar lebih enak, bukan? • Bagaimana jika performance anda tidak sesuai dengan harapan kami? Anda mungkin akan menunjukkan bahwa anda gentle dan bertanggung jawab dengan mengatakan : ”Saya akan mengundurkan diri tanpa diminta”, atau ”Anda bisa memecat saya.” Sepintas, jawaban itu terdengar konsekuen. Namun, tidakkah anda sadar, bahwa ketika performance anda buruk, perusahaan rugi segalanya, dan terutama, rugi telah menggaji anda, paling tidak selama masa percobaan, dan anda tidak menghasilkan apa-apa, atau bahkan menambah masalah baru. Sehingga, dengan resignnya anda, hal itu tidak cukup, seharusnya anda mengembalikan seluruh uang yang pernah adan terima dari perusahaan.
    • Lebih sejuk jika anda mengatakan : ”Saya jamin, anda tidak akan kecewa dengan menghire saya.” Dan, bersiaplah melaksanakan jaminan anda bila anda benar-benar diterima. • Mengapa anda menganggur selama periode ini? Pertanyaan ini timbul bila di career history anda menunjukkan bahwa ada jeda dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain dan itu cukup lama, misalnya 6 bulan atau lebih. Dugaan pertama yang muncul dari pewawancara, anda mengalami masalah di perusahaan yang lama lalu resign, dan perlu waktu cukup lama untuk diterima di perusahaan lain, atau yang lebih buruk, anda di PHK. Mungkin, itulah yang sebenarnya terjadi, namun jawaban itu akan memancing pertanyaan lanjutan yang akan semakin membuat anda semakin terperosok seperti ” Mengapa anda di PHK?” atau ” Ada masalah apa dengan atasan anda?” Hal ini akan membuat anda dengan terpaksa menceritakan kejadian yang tidak menyenangkan, sesuatu yang membuat anda emosi dan menjelek- jelekan atasan, atau tindakan membela diri lainnya, yang menyiratkan bahwa anda di PHK bukan karena anda tidak mampu, namun atasan anda yang ”brengsek”. Well, 2-0 untuk pewawancara. Sulit menyelamatkan anda dari posisi seperti ini. Bukankah lebih positif jika anda menjawab : ”Waktu itu saya harus merawat orang tua saya” , ” Anak saya saat itu sedang membutuhkan perhatian saya”, ”Saat itu, saya tertarik menjadi relawan di sebuah Non Goverment Organization.” ” Saya berencana melakukan studi lanjut, sehingga saya memilih resign.” , atau ”Saya mencoba bisnis kecil-kecilan di rumah, namun ternyata, saya lebih enjoy berkarir di perusahaan.” • Berapa lama waktu yang anda perlukan untuk menyelesaikan tugas dari pimpinan? Anda menjawab : ”Tergantung.” dan ketika anda mencoba melakukan klarifikasi : ” Saya mesti melihat jenis tugas dan kondisinya dulu.” Anda sudah terlambat untuk meyakinkan pewawancara bahwa anda adalah orang yang tepat untuk menduduki posisi yang anda lamar. Seiring meningkatnya suhu persaingan di dunia bisnis, pimpinan perusahaan menjadi semakin very demanding. Untuk itu, mereka menekankan pada result, result dan result. Mereka ingin anda menyelesaikan tugas seefisien dan secepat mungkin. Namun, dalam hati anda akan membela diri : ”Bagaimana saya bisa memperkirakan waktu yang saya butuhkan untuk menyelesaikan tugas tertentu, saya kan
    • tidak tahu jenis tugas dan kondisinya.” Tapi anda lupa, pertanyaan ini bisa dijawab tanpa menyebutkan berapa hari, berapa jam, berapa menit atau bahkan berapa detik. Anda bisa menjawab secara diplomatis : ” Saya terbiasa bekerja dengan sistem deadline, saya akan selesaikan tugas itu sesuai dengan deadline yang diberikan pimpinan, atau bahkan lebih cepat.” • Anda tidak memiliki pengalaman di bidang ini, mengapa anda berani melamar? Pertanyaan ini biasanya disodorkan ketika anda ingin mengubah haluan dari karir anda. Misalnya, anda selama ini berpengalaman sebagai Sales Manager, namun anda melamar sebagai Training Manager. Jangan sekali-kali menjawab : ” Lowongan di perusahaan anda hanya ada Training Manager, maka saya melamar posisi itu.” atau ” Saya mencoba, siapa tahu diterima” Jawaban seperti ini sudah cukup untuk membuat pewawancara menyesali kesalahannya karena mengundang anda untuk mengikuti interview. Namun, anda dapat memfokuskan dengan profil umum anda, kompetensi yang similar dari kedua posisi tersebut, linkage antara kedua posisi tersebut, achievement yang pernah anda terima. Anda bisa mencari celah diantara kedua posisi tersebut dengan mengatakan : ” Saya fast learner, result oriented, open minded, memiliki kemampuan komunikasi yang excellent. Selain itu, sebagai Sales Manager, saya juga mentraining dan mendevelop sales saya, senantiasa memotivasi mereka untuk mencapai atau bahkan melebihi target, memonitor performance sales saya, memberikan konseling jika mereka sedang ada masalah. Saya juga mengembangkan culture yang membuat kita merasa sebagai satu keluarga, bahu membahu mencapai target, dan hasilnya : kami meraih penghargaan sebagai cabang terbaik, 2 tahun berturut-turut, mengapa menurut Anda saya tidak cocok sebagai Training Manager?” Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini, anda bisa melihat pokok bahasan : ”Bagaimana jika anda ingin keluar dari jalur karir anda?” • Mengapa anda sering pindah kerja? Pertanyaan ini sering dilontarkan ketika career history anda menunjukkan anda sering berpindah-pindah kerja bak kutu loncat. Pewawancara akan memberikan cap ”tidak loyal” pada anda. Bagaimana anda menjawabnya? Jika anda menjawab : ” Saya selalu mencari sesuatu yang lebih baik.” atau ”Saya orang yang idealis,
    • begitu ada sesuatu yang tidak berkenan di hati saya, saya memutuskan untuk resign.” Tanpa disadari, anda sudah membuat pewawancara memberikan nilai merah dari wawancara anda. Anda bisa menjawab : ” Saya ingin membuktikan bahwa saya memiliki kemampuan untuk bekerja di berbagai jenis industri. Dan sekarang saya merasa sudah cukup bukti, saatnya untuk memberikan pengalaman saya bekerja di berbagai industri, dengan permasalahan dan lingkungan yang beragam, untuk memberikan kontribusi nyata bagi perusahaan anda. Saya yakin, pengalaman saya akan memberikan pengaruh positif bagi perusahaan. ” • Apakah ada yang ingin anda tanyakan? Hati-hati dengan pertanyaan yang nampaknya seperti basa basi pemanis sebelum menutup sesi wawancara. Karena bisa jadi dari pertanyaan inilah anda gugur. Pertanyaan ini bisa dengan jelas memperlihatkan siapa diri anda. Jawaban tidak ada pertanyaan, bisa diartikan anda tidak memiliki gambaran apapun tentang perusahaan. Jawaban perusahaan ini menggunakan sistem berapa hari kerja, cuti berapa hari, sistem tunjangan hari raya, bagaimana dengan kenaikan gaji, fasilitas dan sebagainya hanya akan memperlihatkan motivasi anda yang melulu hanyalah uang dan kurang berdedikasi pada perusahaan. Jawaban sistem promosi, perilaku pimpinan, suasana kerja, ruang kerja, hanya menunjukkan bahwa anda orang yang berpikir jangka pendek. Jawaban yang antusias seperti : bagaimana proses seleksi selanjutnya, atau yang lebih bagus mungkin bagaimana pengembangan perusahaan di masa mendatang, mungkin membuat perekrut kaget, karena tidak banyak orang yang bertanya seperti ini, namun ini menunjukkan bahwa anda sangat antusias dan anda memberikan pesan cerdas, bahwa bukan hanya perusahaan yang akan menilai anda pantas atau tidak bergabung dengan mereka, namun juga anda menilai apakah perusahaan itu layak untuk anda atau tidak, disamping itu hal ini memperlihatkan ambisi anda untuk berkembang bersama perusahaan.
    • Don’t be overconfidence Percaya diri boleh boleh saja, atau bahkan harus. Namun terlalu percaya diri akan membuat anda sulit mendapatkan pekerjaan. Dalam memilih lowongan yang akan anda lamar, renungkanlah baik-baik, apakah anda pantas menduduki jabatan tersebut. Anda bisa membandingkan antara kualifikasi yang diminta dengan kualifikasi yang anda miliki saat ini. Apabila kualifikasi anda hanya sedikit di bawah yang kualifikasi yang diminta, mungkin anda dapat berspekulasi sambil berharap keberuntungan memihak anda. Namun apabila kualifikasi anda terlalu jauh, anda hanya menghabiskan uang untuk membuat lamaran dan mengirimnya. Kecuali untuk kriteria indeks prestasi dan tingkat pendidikan, anda bisa berspekulasi tetap melamar apabila posisi tersebut tidak memerlukan pendidikan yang spesifik namun anda memiliki pengalaman pada bidang tersebut yang dapat menjadi nilai tambah anda untuk diperhitungkan perekrut. Namun ini tidak berlaku untuk jenis pendidikan, karena pada umumnya, jenis pendidikan yang diminta menunjukkan spesifikasi yang unik dari pekerjaan tersebut, dan hanya dapat dikerjakan dengan baik oleh orang yang memiliki jenis pendidikan seperti dimaksud. Misalnya : • Di iklan disyaratkan untuk menduduki posisi kepala cabang, pendidikan harus minimal S-1. Perusahaan mungkin akan mempertimbangkan anda, apabila anda tamatan SMA namun memiliki pengalaman 10 tahun di bidang yang sama, core bisnis yang sama, misalnya. Sungguhpun demikian, hal ini agak sulit apabila perusahaan tersebut sudah menerapkan ISO. • Namun, janganlah anda melamar apabila dalam iklan disyaratkan untuk menduduki jabatan research and development, adalah pendidikan di bidang teknologi pangan. Apabila anda adalah Sarjana Ekonomi, janganlah melamar, karena jabatan tersebut sangat spesifik dan menuntut kompetensi dari jurusan ilmu tertentu. • Apabila di iklan disyaratkan pengalaman minimal 10 tahun dan anda tidak berpengalaman di bidang itu, janganlah melamar. Ini yang dimaksud dengan overconfidence apabila anda melamar iklan tersebut.
    • • Yang lebih overconfidence lagi, anda melamar posisi General Manager, padahal, sebagai Managerpun anda belum pernah. Atau seorang fresh graduate yang melamar posisi Manager. Hal ini sering dijumpai penulis, dan ternyata cukup banyak orang yang memiliki overconfidence seperti ini. Mungkin maksudnya spekulasi, namun, ingatlah, bahwa perusahaan tidak akan berspekulasi untuk menghire orang yang tidak berkompeten. Apalagi pada iklan yang sudah jelas-jelas ditulis : ” Bagi yang tidak memenuhi persyaratan harap jangan melamar.” , ini sudah warning keras perusahaan bagi orang-orang yang overconfidence. Ingatlah : Jangan sampai anda menghamburkan uang anda hanya untuk mengirim surat lamaran pada posisi yang jelas-jelas jauh dari kualifikasi anda. Bahkan mungkin, dari lubuk hati andapun, anda sudah tahu kalau tidak akan diterima, so Mengapa masih anda lakukan?
    • Kenalilah Budaya Perusahaan Kenalilah budaya perusahaan. Perusahaan tersebut perusahaan dari negara mana, apakah Indonesia, Cina, Jepang atau Eropa, misalnya UK. Hal ini akan membantu anda mengidentifikasi apa yang mereka harapkan. Perusahaan Jepang, menginginkan orang yang memiliki tingkat disiplin tinggi dan tidak banyak bertanya. Apabila anda menjalani interview dari perusahaan Jepang, mereka umumnya suka apabila anda hanya menjawab yang ditanyakan dan tidak banyak mengajukan pertanyaan. Namun, perusahaan Amerika, umumnya ingin anda aktif menanyakan mengenai perusahaan, pengembangan perusahaan, hal ini menunjukkan anda antusias terhadap perusahaan tersebut. Perusahaan Cina ingin mengetahui kompetensi apa yang bisa anda pelajari dengan cepat, terutama apabila mendadak ada perubahan di organisasi yang mengharuskan anda mempelajari sesuatu dengan sangat cepat. Sedangkan perusahaan UK dan Amerika, ingin tahu kompetensi apa yang langsung dapat anda aplikasikan di perusahaan mereka. Perusahaan Indonesia? Mayoritas ingin mengetahui seberapa loyal anda terhadap perusahaan.
    • Untuk apa anda bekerja ? Hal ini perlu anda renungkan, karena ini akan mempengaruhi anda mulai dari memilih lowongan, selama proses recruitment terlebih apabila anda diterima. Janganlah nanti anda hanya bertahan satu dua bulan saja. Karena dari pertanyaan ini, sangat mempengaruhi pola anda dalam memilih lowongan yang ada di koran, internet ataupun yang disodorkan kepada anda oleh rekan anda. • Mencari Pengalaman Jawaban inilah yang paling sering terlontar di benak pelamar, terutama bagi pelamar fresh graduate. Ketika jawaban inilah yang terlintas di benak Anda, maka ekspektasi Anda terhadap pekerjaan yang anda incar umumnya tidak muluk-muluk. Yang penting mendapat kerja. Dengan demikian, maka anda akan melamar secara membabi buta, mulai dari produksi hingga sales, mulai level operator hingga mungkin, anda berani saja untuk melamar level manager. Dan memang, dari pengalaman penulis, tidak sedikit fresh graduate yang berani melamar untuk level Manager, sehingga tidak dapat disalahkan perusahaan mencantumkan kalimat : ” Bagi yang tidak sesuai kriteria harap jangan malamr.” Namun, hal ini bisa menjadi bumerang ketika Anda mendapat pekerjaan yang sedikit asal-asalan, baik dari segi perusahaan maupun dari segi jenis pekerjaaannya. Dari segi gaji, ketika di benak Anda mencari pekerjaan dengan keinginan untuk mencari pengalaman, anda tidak memiliki bargaining power yang kuat, apalagi jika pihak perusahaan perekrut mengetahui hal ini. Bisa-bisa gaji yang mereka tawarkan hanyalah sebesar Upah Minimum Kabupaten/ Kota. Mengapa? Karena mereka tahu, anda membutuhkan pekerjaan. Untuk itu, bila tujuan anda mencari pengalaman, pilihlan lowongan yang menyadiakan posisi Management Trainee. Biasanya, perusaahaan memang menyediakan posisi itu untuk fresh graduate yang ingin mencari pengalaman, toh gaji tidak masalah untuk anda kan? • Mencari uang. Ketika anda mencanangkan niat untuk mencari uang sebanyak-banyaknya, pilihlah pekerjaan yang menjanjikan income dalam jumlah besar, asal anda mau bekerja keras. Sebagai broker perumahan, insurance, valas, saham dapat anda pilih. Pekerjaan ini, seringkali tidak memiliki gaji tetap, namun, apabila anda gigih dan berhasil, anda akan mendapat income yang bisa jadi sulit dicapai apabila anda menjadi
    • karyawan. Anda juga bisa memilih pekerjaan sebagai Designer, Arsitek, Programmer, untuk mendapatkan uang. Apabila anda ingin yang mendapat gaji tetap, di perusahaan, peluang mendapat gaji besar tetap saja di kelompok Sales dan Marketing. Seorang Salesman, mungkin hanya bergaji UMR saja, namun pendapatan dari komisinya, bisa jadi mengalahkan seseorang yang memiliki jabatan Manager non Sales dan Marketing Divison. Kelompok Marketing, walaupun bisa jadi tidak mendapat komisi seperti halnya rekannya di divisi Sales, namun apabila berhasil melakukan branding pada salah satu produk, bisa jadi perusahan akan menawarkan bonus dan peningkatan income signifikan dari perusahaan. Seorang brand manager perusahaan terkenal yang berhasil mengorbitkan brand tertentu, bisa bergaji IDR 45 juta sebulan. Namun, sesuai pameo High Risk High Return, dalam kondisi ini sama saja. Dunia brokerage, sales. Marketing, menawarkan income tinggi, namun resikonya tinggi juga, jika anda tidak memenuhi target yang diharapkan perusahaan, dalam 2 atau 3 bulan, bisa jadi anda terdepak dari perusahaan. Jadi kalau anda memilih mencari uang sebagai prioritas, janganlah bekerja sebagai akuntansi. Orang akuntansi, tidak dicurigai melakukan manipulasi saja sudah untung. Dalam buku ini juga tidak dibahas mengenai anda menjadi enterpreneur, yang sudah tentu bisa menghasilkan uang banyak, namun, dalam buku ini lebih diperuntukkan pada non-enterpreneur yang mencari kerja. • Ingin dikirim ke luar negeri. Jika ini tujuan anda bekerja, pilihlah bidang Researh and Development, atau jadilah Dosen. Pekerjaan ini memiliki peluang besar untuk dikirim ke luar negeri, entah menjadi peserta seminar, mengikuti training atau studi lanjut. Anda juga bisa memilih perusahaan Asing sebagai tempat anda bekerja. Apabila anda bekerja di perusahaan asing, terutama di bagian produksi, research and development, quality assurances, teknik, marketing, sales, anda akan memiliki peluang yang besar untuk dikirim ke Kantor Pusat perusahaan tersebut di luar negeri. Kalau anda jadi bagian Rumah Tangga, mungkin tetap saja tidak akan di kirim ke luar negeri walaupun anda bekerja di perusahaan asing. • Sesuai bidang ilmu. Apabila anda memiliki keinginan sesuai bidang ilmu, ya pilihlah posisi yang sesuai ilmu anda. Misalnya, seorang sarjana
    • teknik industri, bisa berkarir sebagai PPIC, Market analyst, hingga Human Resources, karena cakupan Teknik Industri memang cukup luas, tapi anda akan mendapat saingan dari rekan-rekan anda jurusan Manajemen yang tentu saja lebih dalam mempelajari hal tersebut. Apabila anda memprioritaskan sesuai bidang ilmu, maka kesampingkanlah permintaan gaji yang tinggi, karena beberapa department mungkin tidaklah menjanjikan gaji yang tinggi. • Ingin berkarir. Kalau anda ingin berkarir, pilihlah pekerjaan yang memiliki prospek karir. Jangan memilih menjadi Sales Promotion Girl, Secretary, Receptionist, Pramugari apabila tujuan anda ingin berkarir, karena pekerjaan itu pada umumnya tidak memiliki karir, walaupun bisa jadi ada perkecualian karena faktor luck. Ketika anda menjadi driver, anda masih bisa menjadi koordinator driver atau bahkan kepala kendaraan, apabila kompetensi anda memenuhi. Namun jarang terdengar seorang sekretaris tiba-tiba menjadi Manager Marketing di perusahaan yang sama, atau seorang Sales Promotion Girl tiba-tiba menjadi Supervisor Promosi di perusahaan yang sama. Biasanya seseorang yang menjabat pada posisi tersebut akan stagnant di posisi tersebut. Apabila anda berada posisi tersebut dan ingin berkarir, anda bisa melamar di perusahaan lain, namun ingatlah juga, bahwa waktu anda terbatas.
    • Walk in Interview Process Seringkali perusahaan menggunakan metode walk in interview dalam proses seleksi awalnya. Dalam walk in interview, tidak seperti interview pada umumnya, waktu anda untuk “menjual diri” tidaklah sebanyak dibandingkan dengan interview pada umumnya. Untuk itu, sebelum menghadapi walk in interview, berlatihlah untuk melakukan “high light” tentang kompetensi, prestasi, achievement yang anda raih yang berkaitan dengan posisi yang anda lamar. Tambahkan juga perubahan-perubahan yang pernah anda lakukan di perusahaan terdahulu, terutama di posisi yang sesuai. Janganlah terlalu banyak bercerita mengenai operasional pekerjaan anda, ingatlah, walk in interview biasanya berjalan 10-20 menit untuk tiap kandidat. Cukuplah tonjolkan pekerjaan spesifik anda ditambah kompetensi, achievement dan prestasi yang pernah anda raih. Begitu anda gagal untuk menghigh light kompetensi dan achievement anda, maka anda akan gagal meyakinkan interviewer bahwa anda layak untuk menduduki posisi tersebut.
    • (Don’t) judges the book from its cover... Don’t judges the book from its cover, begitu kata pepatah. Namun, pepatah ini, umumnya tidak berlaku di dunia rekrutmen. Di dunia rekrutmen, apalagi di Indonesia, seringkali, foto masih menjadi pertimbangan yang tidak dapat diremehkan. Berbeda dengan perusahaan asing yang lebih melihat kompetensi. Bahkan, beberapa perusahaan asing tidak meminta anda mencantumkan foto pada curriculum vitae anda, demi obyektifitas. Untuk itu, sesuaikan foto dengan posisi yang anda lamar, dan selalu gunakan foto terbaru, karena penggunaaan foto lama, katakanlah foto anda waktu masuk kuliah, atau bahkan masih terdaftar menjadi siwa SMU, bisa jadi akan sangat merugikan anda. Penulis pernah menerima keluhan dari seorang pelamar yang melamar untuk menjadi seorang Human Resources Manager. Dia mengeluh, mengapa sudah lebih 1 tahun dia mengirimkan lamaran, namun hampir tidak ada panggilan interview. Penulis menganalisis kompetensinya ,sebenarnya memenuhi syarat, bentuk Curriculum Vitae nya juga lumayan, namun ketika melihat fotonya, ternyata bukan foto terbaru, namun foto yang dia pakai untuk melamar di perusahaan terdahulu, dan itu sudah 4 tahun lalu. Mimik mukanya pun masih mimik muka yang kelihatan terlalu muda untuk menjadi seorang HR Manager yang mensyaratkan maturity sebagai salah satu persyaratan utamanya. Sebaliknya, seorang Bartender menghabiskan waktu 2 tahun mengirim lamaran tanpa hasil sebelum dia menyadari bahwa mimik dan pose di fotonya lebih mirip seorang akuntan dibanding seorang bartender. Andai ini terjadi pada anda, bukankah sangat merugikan anda. Buatlah mimik wajah anda seoptimis mungkin, hindari mimik muka mengantuk, lemas, temperamen, tidak melihat ke kamera, Cobalah anda melihat foto anda sendiri, bayangkan anda sebagai recruiter, dan bandingkan dengan persyaratan jabatan yang anda akan lamar, sesuaikah? Selain itu, sesuaikan ukuran foto sesuai dengan permintaan perusahaan, karena perusahaan mungkin memiliki tujuan tertentu dalam menetapkan ukuran foto, dan tentu saja, mayoritas perusahaan menginginkan foto berwarna dari diri anda.
    • Sesuaikan “Bahasa” Anda dengan penginterview. Ada beberapa macam bahasa yang harus anda perhatikan dalam interview : 1. Bahasa dalam arti bahasa. Berlatihlah menggunakan bahasa yang mungkin akan digunakan dalam sesi interview. Ketika anda melamar di suatu perusahaan international, persiapkanlah untuk menjalani interview dalam bahasa Inggris, karena ada kemungkinan anda akan menjalani interview dalam bahasa Inggris. Tidak usah takut, mereka juga tahu kalau itu bukan bahasa asal anda, namun berlatihlah agar anda bisa menjalani interview dengan baik. Berlatihlah mendengarkan bahasa Inggris dan berkata dalam bahasa Inggris secara jelas, dan tidak terlalu cepat. Andaikata anda ada kesulitan untuk mendengarkan, jangan malu untuk menanyakan : ”I beg your pardon?” dan jika itu terjadi, janganlah grogi, tetaplah fokus. 2. Logat. Apabila anda melamar di posisi yang berhubungan dengan telemarketing, customer services, receptionist, usahakan anda berlatih untuk ”Menghilangkan” logat anda, mengingat posisi tersebut sangat membutuhkan ”bahasa tanpa logat” untuk memberikan pelayanan yang optimal pada pelanggan. 3. Bahasa dalam arti penyampaian. Dalam menjawab pertanyaan yang diajukan interviewer, anda harus melihat dengan siapa anda bicara. Misalnya, anda melamar menjadi seorang Research and Development dan menceritakan prestasi anda dalam menciptakan suatu produk di perusahaan sebelumnya, katakanlah itu produk mesin mobil, ketika anda berhadapan dengan calon atasan anda yang orang Research and Development, mungkin anda bisa menjelaskan keunggulan temuan anda dengan bahasa teknis, misalnya torsi maksimal, tenaga maksimal dan sebagainya. Namun ketika anda berbicara dengan orang yang tidak memahami masalah teknis, bisa jadi mereka tidak mengerti istilah tersebut, yang pada akhirnya sia-sialah anda bercerita panjang lebar, karena mereka tidak tahu tentang keunggulan temuan anda. Cobalah gunakan analogi, misalnya mesin ini mampu membuat kendaraan mencapai kecepatan 100 km/j dalam waktu 1 menit, misalnya. 4. Bahasa tubuh. Janganlah menggunakan bahasa tubuh yang berlebihan. Penggunaaan bahasa tubuh yang berlebihan bisa jadi membuat penginterview tidak nyaman, atau merasa digurui. Lebih buruk lagi,
    • kalau bahasa tubuh anda ternyata memberikan kesan bahwa anda tidak siap atau grogi dalam proses interview.
    • Berkomunikasilah dengan Baik Berkomunikasi adalah tentang mendengar dan berbicara. Anda harus ingat bahwa anda harus tahu kapan anda harus mendengar dan berbicara, untuk itu perhatikanlah hal-hal seperti berikut : 1. Dengarkanlah interviewer. Janganlah memotong ketika interviewer sedang berbicara, walaupun anda sangat ingin untuk melakukannya. Seringkali ketika ingin mengklarifikasi sesuatu, kandidat langsung memotong pembicaraan dan mengambil alih pembicaraan. Cara ini akan membuat interviewer tidak nyaman. Ingatlah, bagaimanapun, dia memiliki suara untuk merekomendasikan anda ke tahap berikutnya. Biarkan interview menyelesaikan kalimatnya dulu, baru anda melakukan klarifikasi. 2. Jangan berlebihan dalam berbicara, Kandidat yang merasa ”menguasai medan” cenderung berusaha mendominasi pembicaraan. Logika yang banyak dipakai adalah : ”Semakin banyak berbicara maka peluang di hire makin besar.” Kenyataannya, bisa menjadi bumerang bagi anda. Interviewer bisa mencap anda sebagai orang yang banyak omong, dan yang lebih buruk lagi, ketika anda melantur tidak karuan, kadangkala justru secara tidak sadar anda memperlihatkan kelemahan anda. Apalagi kalau sedang asyik asyiknya anda melantur dan interviewer menanyakan sesuatu yang terkait dengan lanturan anda tapi tidak anda kuasai, habislah anda. 3. Jangan mengulang-ulang pembicaraan. Seringkali untuk menekankan sesuatu, kandidat mengulang-ulang penjelasannya. Hal ini bisa jadi membuat interviewer tidak nyaman. 4. Jangan bertele-tele. Fokus pada pertanyaan yang diajukan dan tidak usah bertele-tele, berpanjang-panjang dalam menjawab pertanyaan. Seringkali, kandidat terlalu bertele-tele namun justru lupa untuk menjawab pertanyaan yang sesungguhnya. 5. Gunakanlah bahasa Indonesia yang baik atau bahasa asing tertentu jika memang diharuskan. Jangan sekali-kali menggunakan bahasa daerah atau bahasa prokem. Dalam situasi di mana anda sangat kesulitan menemukan padanannya dalam bahasa Indonesia/ asing, anda bisa mengungkapkannya dengan bahasa yang anda mengerti, namun didahului dengan permintaan maaf dan penjelasan bahwa anda kesulitan menemukan padanannya dalam bahasa Indonesia/asing.
    • 6. Hilangkan ekspresi kata ”eee”, ”Ooooo”, ”waah”, ”Tahu maksud saya”, ” You Know” dan sebagainya. Berlatihlah untuk menghilangkan kata-kata atau ekspresi seperti ini. Hal itu akan membuat interviewr menjadi tidak nyaman.
    • Kesan Terakhir ........... Kesan terakhir, sama pentingnya dengan pesan pertama. Untuk itu, seperti apapun jalannya proses interview, anda harus memberikan kesan terakhir yang bagus. Bahkan ketika saat interview itu juga anda mendapat kepastian bahwa anda ditolak sekalipun, anda tetap harus memberikan kesan terakhir yang baik. Kenapa? Karena dengan meninggalkan kesan terakhir yang baik kepada mereka, maka anda masih bisa berharap mereka akan mempertimbangkan anda ketika mereka membutuhkan kandidat untuk posisi yang sesuai untuk anda. Umumnya, perusahaan masih menyimpan data anda, termasuk data psikotes yang anda ikuti di perusahaan itu, hingga 1 tahun hingga 2 tahun sebagai database mereka. Dan begitu ada kebutuhan karyawan untuk posisi tertentu, mereka akan melakukan shortlist dari data itu terlebih dahulu sebelum memasang iklan di koran. Anda bisa berharap mereka akan memperhitungkan anda pada tahap ini. Namun hal itu tidak akan tercapai bila anda meninggalkan kesan yang buruk di mata mereka. Apapun yang terjadi, tetaplah tersenyum, atur intonasi anda, jangan sampai nada suara anda meninggi, ucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan dan jangan lupa melakukan jabat tangan kepada mereka. Hal ini akan meninggalkan kesan baik di mata mereka.
    • Anda ”Menjual” Diri Anda, Bukan ”Bercerita” Tentang Anda. Ingatlah dalam proses interview anda berhadapan dengan penginterview yang ingin ”membeli” anda, dan bukan pacar anda yang ingin ”mendengarkan” anda. Untuk itu, fokuslah pada hal-hal yang bisa ”menjual” diri anda. Coba bayangkan, andaikata anda berada di posisi interviewer mana yang lebih menarik : ”Saya memiliki 20 anak buah dan omzet cabang saya 300 mobil per bulan. Saya bertanggung jawab atas semua aspek strategy dan operasional perusahaan. Sampai saat ini, kinerja cabang kami selalu meningkat dari tahun ke tahun” dengan ” Saya adalah Branch Manager Main Dealer Toyota. Bersama saya, cabang saya mencatat rekor kontribusi tertinggi dibanding cabang lain, beberapa kali meraih pernghargaan kontes cabang maupun individu. Saya bekerjasama dengan 15 sales profesional dan memiliki 5 staff supporting yang memiliki dedikasi tinggi. Sebagai kepala cabang, saya juga bertanggung jawab terhadap recruitment, negosiasi gaji, pelatihan dan pengembangan staf. Saya juga bertanggung jawab melakukan program promosi, riset pasar, customer relationship. Sekarang, cabang saya memiliki 2000 customer loyal belum termasuk customer baru, buah dari keberhasilan customer relationship kami. Trend penjualan kami juga terus meningkat sekitar 40% per tahun. ” Kedua deskripsi tersebut sebenarnya mendeskripsikan hal yang sama. Bedanya, deskripsi pertama menggunakan gaya bercerita sedangkan deskripsi yang kedua menggunakan gaya menjual Manakah yang membuat anda lebih tertarik untuk merekrut? Tentu saja deskripsi yang kedua kan? Untuk itu, lakukan proses ”Menjual” diri anda, tidak sekedar ”Bercerita” tentang anda. Untuk itu, anda bisa melakuka hal- hal sebagai berikut : 1. Brand Perusahaan. Apabila anda bekerja di perusahaan yang memiliki brand bagus, janganlah segan untuk mengungkapkannya. Hal ini akan membuat mereka makin berminat pada diri anda. Namun, apabila anda bekerja di perusahaan yang tidak dikenal oleh masyarakat, coba cari deskripsi lain yang bisa mengangkat nilai perusahaan anda terdahulu, misalnya : Jumlah Karyawan, Pengembangan Perusahaan, Kerjasama Internasional, Omzet Perusahaan dan sebagainya. 2. Fokus pada achievement yang anda capai. Jangan hanya bercerita tentang deskripsi pekerjaan, tapi fokuslah pada achievement : prestasi yang pernah anda raih, perubahan yang pernah anda lakukan yang berkontribusi pada peningkatan kinerja perusahaan, pengembangan yang anda lakukan dan sebagainya.
    • 3. Process. Berikan deskripsi singkat mengenai proses yang berujung pada achievement yang anda capai, hal ini akan menjual cara berpikir anda pada interviewer. Logikanya, jika process yang anda lakukan ini benar dan baik, maka outputnya pasti benar dan baik pula, yang pada akhirnya berujung pada achievement yang anda capai. 4. Jangan terpaku pada ketidakmampuan Anda. Misalnya anda melamar sebagai Strategic Manager yang harus menguasai Balance Scorecard System, sedangkan anda bahkan tidak pernah melihat bagaimana software Balance Scorecard it, anda jangan terpaku dengan mengatakan : ”Saya tidak familiar dengan Balance Scorecard Software.” Hal ini akan langsung menggugurkan anda. Namun, tunjukkanlah kemampuan, pengalaman, achievement anda yang relevan dengan konsep Balance Scorecard, misalnya : ”Saya memiliki pengalaman dalam penyusunan standar performance, pengukuran produktivitas, process improvement, Saya pernah terlibat dalam System Development Project, atau sebenarnya saya telah mengimplementasikan Balance Scorecard, namun secara manual. Dengan pernyataan seperti ini, anda masih memiliki harapan untuk terpilih. 5. Eksplore semua kompetensi dan achivement Anda. Kadang kala, dalam proses interview, arah pembicaraan hanya berkisar pada sebagian kecil kompetensi dan achievement anda. Mungkin bagi interviewer, mereka bermaksud untuk fokus, sehingga hanya mengeksplor sebagian kecil kompetensi dan achievement anda. Namun, jangan lupa anda sedang ”menjual” diri anda. Bayangkan andaikata semua kandidat hanya dieksplor pada sebagian kecil kompetensi yang sama, ibaratnya anda dan kandidat yang lain hanya menjual produk yang sama. Sama dengan anda membeli mobil Toyota Vios, misalnya, anda membeli di showroom manapun, produknya adalah sama. Untuk itu, apa yang membuat konsumen memilih untuk membeli di showroom tertentu? Bisa jadi : diskon ataupun fasilitas tambahan yang diberikan, pelayanan stafnya, kemudahan after sales services dan sebagainya, intinya Value Added. Sama dengan anda dengna kandidat lain, untuk itu anda harus memberikan value added pada interviewer agar mereka memilih anda dibanding kandidat yang lain. Untuk itu setelah sesi interview nampaknya hampir selesai, anda bisa menambahkan : ” Di luar diskusi kita, saya ingin mensharingkan beberapa hal yang pernah saya
    • lakukan....atau beberapa project yang pernah saya buat.” Di situlah anda bercerita tentang nilai tambah anda.
    • Bagaimana jika anda ingin keluar dari jalur karir anda? Pak Ari sudah berkarir 20 tahun di bidang Sales dan Marketing, terakhir, Pak Ari menduduki jabatan sebagai Sales dan Marketing Manager sebuah perusahaan consumer goods. Saat ini, Pak Ari merasa jenuh dengan bidang yang telah 20 tahun digelutinya. Setiap berangkat ke kantor, yang ada hanyalah perasaan malas dan jenuh. Sepulangnya dari kantor, yang ada hanyalah kepenatan. Pak Ari menjadi lebih temperamen dan kehilangan rasa humorisnya, bahkan terhadap istri dan anaknya. Atasan Pak Ari juga sering menegur Pak Ari karena kinerja Pak Ari semakin merosot belakangan ini. Apakah anda merasakan hal yang sama dengan Pak Ari? Ada saatnya, kita merasa jenuh dengan bidang yang kita geluti. Mungkin kita bisa melakukan penyegaran dengan bertamasya, mengambil cuti untuk tour keliling dunia dan berharap kejenuhan itu akan hilang. Namun, ada saatnya bahwa upaya itu tidak berhasil manakala kita memang benar-benar jenuh dengan bidang yang telah sekian lama kita geluti. Andaikata seperti itu, apa yang harus kita lakukan ? 1. Modifikasilah Curriculum Vitae anda. Untuk dapat meraih bidang lain yang berbeda dengan bidang yang saat ini anda geluti, anda harus bisa memperlihatkan bahwa anda memiliki kemampuan di bidang yang anda minati tersebut. Tanpa itu, anda akan kembali terjebak ke bidang lama anda karena anda akan dipandang tidak memiliki kompetensi untuk pindah ke jalur lain sehingga anda akan kalah bersaing dengan orang- orang yang berkarir pada jalur tersebut. Hal yang perlu dilakukan untuk memodifikasi Curriculum Vitae anda adalah dengan mengidentifikasi link antara bidang yang lama dengan bidang yang anda minati. Kemudian tonjolkanlah hal tersebut dalam pengalaman kerja anda, berilah porsi lebih besar untuk hal-hal tersebut dalam curriculum vitae anda. Dalam kasus Pak Ari, misalnya dia ingin pindah ke jalur lain, ada beberapa alternatif yang dapat dipilih : a. Bidang Training. Andaikata Pak Ari ingin berkarir di bidang training, Pak Ari bisa menonjolkan kemampuan Pak Ari dalam melakukan pengembangan stafnya saat dia menjadi Sales and Marketing Manager, misalnya : kemampuan dalam
    • mengidentifikasi gap kompetensi stafnya, pengalaman sebagai trainer dalam training untuk Salesman. b. Bidang Human Resources. Jika ingin berkarir di bidang Human Resources, Pak Ari bisa menonjolkan pengalamannya dalam merekrut salesman, menilai kinerja salesman, melakukan negosiasi gaji, atau aspek personnel management. c. Bidang Quality Control . Pak Ari bisa menonjolkan pengalamannya dalam melakukan control produk sebelum diserahkan pada konsumen. Bisa lebih ditonjolkan bagaimana Inspeksi terhadap kualitas produk sebelum penyerahan produk kepada konsumen. d. Bidang Reseach and Development. Untuk bidang ini, tentu saja harus disesuaikan dengan pendidikan Pak Ari, karena bidang ini biasanya memerlukan pendidikan yang sesuai. Andaikata pendidikan sudah sesuai, Pak Ari bisa menjual pengalaman bagaimana dia bisa mengidentifikasi attitude konsumen dalam menilai suatu produ, bagaimana Pak Ari menganalisis keinginan masyarakat, bagaimana Pak Ari menyikapi kebijakan pemerintah terhadap suatu produk dan melakukan penyesuaian yang diperlukan. e. Bidang Administrasi. Pak Ari bisa menonjolkan kecermatannya dalam memonitor laporan stafnya, menganalisis laporan-laporan stafnya. Pak Ari juga bisa menonjolkan bagaimana dia merancang sistem administrasi yang tangguh di kantornya. 2. Hadapi Phone Interview dengan tenang. Untuk menghadapi tipe kandidat seperti Pak Ari, biasanya Recruitment Officer akan melakukan phone interview sebelum mengundang anda untuk ikut interview. Dan seringkali pula, penginterview akan mengarahkan anda untuk tetap eksis di jalur anda apalagi jika perusahaan juga membutuhkan keahlian and di bidang anda terdahulu. Interviewer juga akan menanyakan pertanyaan klasik :” Pengalaman anda banyak di Sales dan Marketing, tetapi kok anda memilih bidang Training.” Menghadapi hal demikian, janganlah panik. Tetap tonjolkan link antara bidang lama anda dengan bidang yang adna minati. Dan jangan sekali-kali mengatakan bahwa anda ingin pindah jalur karena jenuh. Anda bisa membungkusnya dengan pernyataan : ”Belakangan ini saya sering dilibatkan dalam training, ternyata saya sangat enjoy di bidang Training, dan berminat untuk berkarir di bidang tersebut. Toh saya
    • juga nantinya dapat membantu memberikan pendapat jika perusahaan membutuhkan pendapt saya di bidang Sales dan Marketing.” Jawaban seperti ini lebih membuat interview yakin untuk mengundang anda. 3. Hadapilan Undangan Interview Session dengan percaya diri. Sekali anda diundang ke perusahaan untuk mengikuti interview session, maka buang jauh-jauh perasaan bimbang apalagi grogi yang ada di hati anda. Percaya dirilah, karena jika anda diundang ke perusahaan untuk mengikuti interview session, anda sudah 2 langkah lebih maju dari kandidat lain. Anda sudah berhasil melewati 2 hadangan, yaitu seleksi Curriculum Vitae dan Phone Interview, sedangkan kandidat lain, bahkan yang expert di bidang yang anda minati, baru menjalani 1 sesi seleksi, jadi mengapa anda ragu? Di samping itu, ada satu hal lagi yang seharusnya bisa meningkatkan kepercayaan diri anda, bahwa dengan mengundang anda, berarti perusahaan sangat berminat untuk merekrut anda, logikanya, kalau perusahaan memilih mengundang anda yang tidak memiliki pengalaman di bidang yang anda minati, tentu saja perusahaan sangat berminat untuk merekrut anda. 4. Menangkanlah interview session. Selanjutnya, jalanilah interview session dengan fokus pada link antara bidang lama anda dan bidang baru yang anda minati ini.
    • Jangan membuang iklan lowongan yang anda lamar Mayoritas pelamar selalu membuang iklan lowongan sesaat setelah mengirim surat lamaran. Sebaiknya, jangan lakukan itu. Arsiplah iklan lowongan itu, jika anda mendapatkan lowongan dari internet, print dan simpanlah iklan lowongan tersebut. Jika anda mendapatkan lowongan dari meminjam koran teman anda, fotokopilah iklan lowongan itu. Mengapa? Karena di iklan lowongan itu, terdapat mengenai sekilas profil perusahaan, dan yang terpenting, apa yang diharapkan perusahaan dari kandidat yang melamar. Bahkan secara tidak langsung, perusahaan sudah memberikan kisi-kisi atas apa yang mereka harapkan kepada kandidat untuk dipahami. Dengan mengarsip iklan lowongan, ketika anda dipanggil untuk mengikuti proses seleksi, anda bisa mengetahui : 1. Level perusahaan yang anda lamar. Paling mudah dilihat dari ukuran iklan, semakin besar iklan koran, bisa jadi, makin bondafid perusahaan, namun ini bukan berarti anda bisa berharap gaji makin besar, karena, perusahaan besar, apalagi di Indonesia, kadangkala justru percaya diri dengan reputasi perusahaannya. Mereka percaya, dengan reputasi perusahaan yang bagus, maka mereka akan mudah mendapatkan karyawan, mereka juga merasa, adalah keberuntungan bagi karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut, karena, secara otomatis, nilai jual karyawan juga akan meningkat. Namun, untuk perusahaan multinasional, anda bisa berharap bahwa reputasi perusahaan berbanding lurus dengan tingkat gaji yang anda terima, terutama perusahaan Eropa, Amerika, Australia, Timur Tengah. Namun untuk perusahaan Asia non Timur Tengah, karakteristiknya tidak jauh dengan perusahaan Indonesia. Namun, paling tidak, iklan yang besar, memberikan pesan bahwa perusahaan ini memiliki reputasi yang cukup baik. 2. Core Bussiness. Di Iklan lowongan biasanya ada penjelasan tentang core bussiness perusahaan. Apakah itu perusahaan trading, manufaktur, distribusi, service, hospitality, lebih detil lagi apakah perusahaan tersebut manufaktur consumer goods, manufaktur spare part mobil, distribusi farmasi dan sebagainya. Dengan memahami core bussiness perusahaan, anda bisa mempelajari terlebih dahulu mengenai core bussiness mereka sebelum mengikuti proses seleksi, terutama jika anda tidak berpengalaman di core bussiness perusahaan.
    • 3. Kualifikasi. Dari iklan lowongan anda dapat melihat kualifikasi yang mereka inginkan. Dengan menguasai ini, anda paling tidak anda bisa menyesuaikan kualifikasi anda, walaupun kadang tidak 100% sesuai, dengan yang dinginkan perusahaan. 4. Kondisi Kerja. Anda akan mendapatkan deskripsi tentang kondisi kerja yang akan anda hadapi. ” Willing to work under pressure.” ; ”Willing to work in the remote area.” ; “Ability to work in tight deadline.” ; “Willing to work in long working hour and public holiday.” ; “Willing travelling intesively.” dan sebagainya. Hal ini akan menjadi pertanyaan umum yang akan disodorkan kepada anda, apakah anda bisa menjalani kondisi kerja sesuai harapan mereka. 5. Responsibility dan Job Description. Dengan memahami bagian ini, anda bisa berlatih untuk menghadapi proses seleksi yang akan anda jalani. Karena proses seleksi tidak akan jauh dengan melakukan assessment kompetensi anda terhadap responsibility dan job description yang anda lamar. Pertanyaan yang disodorkan kebanyakan akan berkisar mengenai bagaimana kemampuan anda dalam melaksanakan responsibility dan job description yang akan menjadi tanggung jawab anda. 6. Range Salary. Kadangkala, dalam iklan lowongan terdapat keterangan mengenai range salary. Ini akan memudahkan anda untuk melakukan negosiasi gaji. Anda bisa mengajukan permintaan gaji, apabila diminta, dalam value yang masih di dalam range perusahaan tersebut.
    • Buatlah Curriculum Vitae berdasarkan ”permintaan” employers. Kadangkala, pelamar malas membuat curriculum vitae yang spesific, sesuai dengan permintaan employer dalam iklan lowongan yang mereka pasang. Bila iklan lowongan itu standar pula, mungkin tidak terlalu masalah. Namun apabila dalam iklan lowongan itu dijelaskan detail tentang apa yang mereka harapkan dari pelamar, sebaiknya anda melakukan modifikasi curriculum vitae itu spesifik sesuai dengan harapan employers. Penggunaan Curriculum Vitae yang standar, dan meminjam motto Three Musketeers yaitu ”One for All” yang artinya kurang lebih anda memakai satu versi curriculum vitae saja untuk melamar di berbagai perusahaan, seringkali gagal di perusahaan yang memang menginginkan anda menyusun curriculum vitae sesuai dengan harapannya, menghighligh perjalanan karir dan achievement anda yang spesific sesuai harapan perusahaan terhadap posisi yang anda lamar.
    • Menghadapi type non-formal interview. Seringkali, karena kondisi dan alasan lainnya, perusahaan melaksanakan interview tidak secara formal. Interview sambil makan malam, interview di lobby hotel, ataupun di rumah interviewer, dan kadang kala di luar jam kerja. Menghadapi situasi ini, bukan berarti anda bisa bersikap non formal juga. Tetaplah berpenampilan, bersikap formal. Bayangkan bahwa restoran dan lobby hotel itu adalah kantor interviewer anda. Dan janganlah terpancing dengan gangguan di sekitar tempat interview : pembicaraan orang lain, orang yang lalu lalang di sekitar tempat anda, apalagi sampai anda melirik lawan jenis yang anda anggap menarik yang lewat di sekitar tempat anda menjalani interview, akan segera menurunkan kredibilitas anda dan mengurangi kemungkinan anda diterima. Ketika anda ditawari makan, minum , janganlah bersikap ”aji mumpung.” Pilihlah makanan dan minuman yang sewajarnya, paling tidak sama atau lebih murah dari pilihan interviewer. Jangan sekali-kali memesan pminuman beralkohol, walaupun anda sedang melamar sebagai bartender, atau quality control sebuah pabrik minuman keras sekalipun. Dan jangan sekali-kali menawarkan untuk membayar jamuan makan tersebut, karena hanya akan membuat interviewer tersinggung. Makan dan minumlah dengan tenang, jangan grogi hingga anda menjatuhkan piring ataupun garpu. Habiskan yang anda pesan, dan hindari makan sambil mengecap atau bahkan bersendawa. Pekalah terhadap kondisi interview, apabila ada brang interviewer yang jatuh, ambillah inisiatif untuk mengambilkannya, kecuali dicegah oleh interviewer. Ringan tanganlah pada interviewer. Namun janganlah terlalu over acting juga, sampai membukakan pintu toilet untuk dia. Anda adalah kandidat, bukan ajudannya, jadi bersikaplah sewajarnya dan upayakan terlihat profesional.
    • Jangan mudah terintimidasi. Kadangkala kondisi interview memang di desain sedemikian tupa sehingga tidak nyaman. Janganlah kondisi itu membuat anda terintimidasi. Hal ini akan merugikan anda sendiri. Anda juga jangan terintimidasi dengan kemungkinan anda harus menunggu lama sebelum diinterview. Mungkin anda datang pukul 08.00 dan anda baru dipanggil untuk mengikuti seleksi oleh recruitment staff pukul 11.00, janganlah itu membuat anda kehilangan mood. Janganlah terintimidasi pula oleh sikap interviewer yang mungkin menjengkelkan anda, memiliki sorot mata yang seakan akan meremehkan anda, memiliki bahasa tubuh yang seakan akan tidak memperhatikan penjelasan anda, mengabaikan anda, sampai kegemarannya memotong kalimat anda. Janganlah terintimidasi, bisa jadi itu memang tugasnya memancing emosi anda. Ingatlah, dalam sesi interview ini, anda berada dalam pihak yang membutuhkan pekerjaan, kecuali jika anda memang dibajak oleh perusahaan. Untuk itu, janganlah mudah terintimidasi.