biomekanika pergerakan gigi

5,465 views
5,084 views

Published on

bahan ortodonti

Published in: Education
1 Comment
6 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
5,465
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
245
Comments
1
Likes
6
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

biomekanika pergerakan gigi

  1. 1. Biomekanika Pergerakan Gigi Tutorial 5
  2. 2. Definisi Biomekanika
  3. 3. Biomekanika adalah studi tentang mekanika yang diterapkan pada sistem biologis (Philips, 2000). Biomekanika itu menggunakan hukum – hukum fisika dan konsep teknik untuk mendeskripsikan gerakan yanng dialami oleh berbagai segmen tubuh dan gaya – gaya pada bagian tubuh selama melakukan aktivitas. (Frankel, 1980) Istilah biomekanika dalam kedokteran gigi diartikan sebagai tiruan yang secara klinis menghasilkan gaya yang mempunyai energi yang berasal terutama dari alat-alat mekanis yang dibuat, seperti archwire, coil spring, elastik, screw, dan lain-lain. Biomekanika pergerakan gigi membicarakan tentang efek gaya terhadap tubuh (respon sel-sel tubuh) seperti kompresiv ligamen periodontal, deformasi tulang, dan lukanya jaringan.
  4. 4. Jenis-Jenis Pergerakan Gigi
  5. 5. • Pergerakan Tipping Pergerakan tipping ialah pergerakan gigi dimana gigi yang miring dapat ditegakkan dan gigi yang tegak dapat dimiringkan untuk mendapatkan hasil yang baik juga oklusi yang harmonis sesuai dengan bentuk lengkung gigi.
  6. 6. Pergerakan tipping. Tekanan diaplikasikan pada titik tunggal mahkota gigi yang menyebabkan resorpsi tulang dan aposisi, membuat gigi bergerak tipping. Tekanan pada jaringan periodontal lebih besar didekat apeks dan tepi servikal gigi. Foster T.D Buku Ajar Ortodonti, Alih Bahasa Lilian Yuwono, 1997; 177
  7. 7. • Pergerakan Rotasi Pergerakan rotasi adalah gerakan gigi berputar di sekeliling sumbu panjangnya. Rotasi merupakan suatu penjangkaran gigi yang paling rumit dilakukan dan sukar untuk dipertahankan. Rotasi gigi dalam soketnya membutuhkan aplikasi tekanan ganda. Pergerakan rotasi ini dapat diperoleh dengan memberikan kekuatan pada satu titik dari mahkota dan stop untuk mencegah bergeraknya bagian mahkota yang lain.
  8. 8. Dua metode untuk merotasi sebuah gigi (a) dengan memakai kekuatan gabungan (b) menggunakan kekuatan tunggal dan sebuah “ stop “. Pada (a) pusat rotasi terletak di dekat bagian tengah gigi . Situasi pada (c) lebih cocok dengan menggunakan tekanan gabungan dan situasi pada (d) lebih cocok untuk “ stop Foster T.D Buku Ajar Ortodonti, Alih Bahasa Lilian Yuwono, 1997; 177
  9. 9. • Pergerakan bodili Bodili adalah pergerakan translasi menyeluruh dari sebuah gigi ke posisi yang baru, dengan semua bagian dari gigi bergerak dalam jumlah yang setara. Tekanan harus diaplikasikan pada daerah mahkota yang lebar dan setiap pergerakan tilting harus dibatasi
  10. 10. Pergerakan bodily. Tekanan harus diaplikasikan pada daerah mahkota gigi yang lebar dan harus ada alat untuk mencegah miringnya gigi. Tekanan yang mengenai jaringan periodontal akan didistribusikan secara merata. Foster T.D Buku Ajar Ortodonti, Alih Bahasa Lilian Yuwono, 1997; 177
  11. 11. • Pergerakan torque Pergerakan torque adalah pergerakan akar gigi dengan hanya sedikit pergerakan mahkota. Pergerakan torque mengakibatkan pada daerah tekanan akan terjadi resorpsi jaringan dan pada daerah tarikan terjadi aposisi yang menyebabkan gigi miring disekitar apeksnya.
  12. 12. Pergerakan torque akar. Suatu tekanan kopel diaplikasikan pada daerah mahkota gigi yang luas dan stop atau tekanan berlawanan diaplikasikan untuk mencegah pergerakan mahkota. Tekanan yang mengenai struktur periodontal yang paling besar di sekitar apeks gigi Foster T.D Buku Ajar Ortodonti, Alih Bahasa Lilian Yuwono, 1997; 177
  13. 13. • Pergerakan vertikal Pergerakan vertikal ada dua jenis yaitu pergerakan ekstrusi dan intrusi dimana kedua pergerakan ini memperoleh kekuatan dengan arah yang berlawanan. Ekstrusi adalah pergerakan gigi keluar dari alveolus dimana akar mengikuti mahkota. Intrusi adalah pergerakan gigi secara vertikal kedalam alveolus.
  14. 14. Pergerakan vertikal : ekstrusi. Peregangan timbul pada strutur pendukung dan aposisi tulang untuk mempertahankan dukungan gigi. Foster T.D Buku Ajar Ortodonti, Alih Bahasa Lilian Yuwono, 1997; 177
  15. 15. Pergerakan vertikal : intrusi. Tekanan yang mengenai struktur pendukung didistribusikan secara merata dan resorpsi tulang dibutuhkan, khususnya pada daerah apikal dan pada puncak alveolar. Foster T.D Buku Ajar Ortodonti, Alih Bahasa Lilian Yuwono, 1997; 177
  16. 16. Mekanisme Pergerakan Gigi
  17. 17. Mekanisme Biomekanika Pergerakan Gigi Reaksi Biofisika Deformasi tulang Kompresi ligamen periodontium Injuri jaringan Pembentukan first messenger Hormon inflamasi Prostaglandin Neurotransmitter Respon piezoelektrik Pembentukan second messenger C amp C gmp Ca++ + VE meningkatkan sel resorbsi -VE meningkatkan sel deposisi aktifitas kolagenase Remodelling tulang Pergerakan gigi Orthodontik
  18. 18. Teori Pergerakan Gigi
  19. 19. a. Teori stress-strain b. Teori dinamika cairan c. Teori bone-bending piezoelectric
  20. 20. Prinsip Aksi Reaksi
  21. 21. Alat orthodontik adalah suatu sistem yang menyimpan dan mengasilkan gaya melawan gigi, otot, atau tulang, dan menciptakan reaksi didalam ligamen periodontal dan tulang alveolar yang menyebabkan pergerakan gigi atau mengubah morfologi dan pertumbuhan tulang. Kesimpulannya, dalam alat orthodontik terdapat 2 prinsip dasar, yaitu yang berhubungan dengan gaya orthodontik dan pergerakan gigi sebagai akibat dari gaya tersebut
  22. 22. Definisi Istilah
  23. 23. a. Force of Movement Aksi tubuh yang merubah atau cenderung merubah keadaan istirahat atau gerak seragam dari tubuh tersebut. b. Centre of Resistance Pusat pada gigi ketika gaya pada satu sisi diberikan, akan membuat pergerakan disepanjang garis aksi dari gaya tersebut.
  24. 24. c. Centre of Rotation Merupakan pusat dimana body akan berotasi, menentukan bentuk inisial dan posisi akhirnya. d. Optimum Orthodontic Force Merupakan gaya yang menggerakkan gigi yang paling cepat ke arah yang diinginkan dengan kemungkinan kerusakan jaringan paling sedikit dan dengan ketidaknyamanan dari pasien yang minimum.
  25. 25. Pengaruh Pergerakan Gigi Secara Fisiologis
  26. 26. Pergerakan gigi secara fisiologis meliputi: 1. Erupsi gigi *Teori Tekanan Darah *Pertumbuhan Akar
  27. 27. 2. Migrasi gigi Migrasi gigi mengacu pada perubahan kecil dari posisi gigi yang terlihat setelah erupsi. Gigi geligi manusia menunjukkan kecendrungan yang lebih untuk berpindah kearah mesial dan oklusal. Migrasi gigi biasanya sebagai hasil dari pemakaian okusal dan proksimal gigi.
  28. 28. 3. Pergerakan gigi selama mastikasi Selama mastikasi, gigi dan struktur periodontal dipaparkan pada tekanan yang berat yang terjadi pada 1-2 detik atau kurang, dalam jarak 1-50 kg berdasarkan tipe makanan saat mastikasi.
  29. 29. Pengaruh Pergerakan Gigi Secara Histologis
  30. 30. Ketika suatu tekanan diaplikasikan pada gigi untuk orthodonti, maka hal tersebut mengakibatkan pembentukan area tekanan dan tegangan disekeliling gigi. Tulang adalah jaringan hidup yang bereaksi terhadap tekanan dan tegangan pada cara tertentu. Permukaan tulang yang menerima tekanan bereaksi dengan resorpsi tulang sementara tulang yang menerima tegangan menunjukkan deposisi.
  31. 31. Perubahan histologi yang terlihat selama pergeseran yang beragam tergantung pada kekuatan, jumlah, dan durasi yang diberikan. Perubahan histologi yang terjadi meliputi: 1. Perubahan pada aplikasi ringan a. Perubahan pada daerah tekanan b. Perubahan pada daerah tegangan 2. Perubahan pada aplikasi kekuatan ekstrim(berat) Menghasilkan penekanan total atau penghancuran ligamen periodontal. Pada sisi tekanan, akar sangat mendekati lamina dura, menekan ligamen periodontal dan mengakibatkan oklusi pembuluh darahligamen akibatnya dihilangkan aliran nutrisi menyebabkan perubahan regresif (kemunduran) di sebut hyalinisasi.
  32. 32. Biomaterial Ortodontik
  33. 33. Kawat Kawat Kawat Kawat
  34. 34. Pengaruh Perawatan Ortodontik terhadap Jaringan Periodontal
  35. 35. • Ligamen periodontal memegang peranan penting dalam proses pergerakan gigi secara ortodontik. Tanpa adanya ligamen periodontal seperti pada gigi yang mengalami ankilosis gigi tidak bisa bergerak. • Secara garis besar dan sederhana dapat dikatakan bahwa apabila sesuatu kekuatan yang optimal dikenakan pada gigi maka ligamen periodontal yang mengalami tarikan akan terjadi aposisi tulang dan di daerah tekanan akanterjadi resorpsi tulang. • Ligamen periodontal terdiri atas matriks ekstraseluler yang terutama terdiri atas serat kolagen dengan bahan dasar proteoglikan dan glukoprotein serta serat oksitalin; beberapa sel, yaitu fibroblas, osteoblas, osteoklas, dan sementoblas; sel-sel yang lain, misalnya makrofag dan kadang-kadang terdapat sisa-sisa sel Malassez; serta banyak pembuluh darah kapiler yang merupakan pleksus. • Ligamen periodontal beserta cairan pada soket gigi berfungsi seperti bantalan (shock absorber) bagi gigi bila memndapat tekanan yang mendadak. Selain itu, juga berpengaruh pada proses erupsi gigi dan pergerakan gigi dalam perawatan orthodonti.
  36. 36. • Fibroblas bertanggung jawab pada perubahan matriks ekstraseluler dan mempunyai aktivitas metabolik yang tinggi. • Osteoblas terletak pada permukaan tulang dan bertanggung jawab terhadap pembentukan matriks organik tulang yang kemudian mengalami mineralisasi menjadi tulang. • Osteoblas juga berperan mengaktifkan osteoklas melewati pembentukan berbagai sitokin dan merupakan regulator homeostasis tulang. Osteoblas yang dikelilingi mineral tulang berubah menjadi osteosit. • Osteosit berhubungan satu dengan yang lain lewat perpanjangan sitoplasmik yang berada pada kanalikuli tulang dan diperkirakan mendeteksi adanya kekuatan yang mengenai tulang. • Osteoklas adalah sel yang beriniti banyak yang berasal dari monosit darah dan bertanggung jawab meresorpsi tulang. Sedangkan sementoblas adalah sel yang berfungsi membentuk semen, sedangkan sementoklas berfungsi meresorpsi semen
  37. 37. Gambaran Radiografi terhadap Penurunan Tulang Alveolar pada Perawatan Ortodonti
  38. 38. Resorpsi akibat perawatan ortodonti A. Foto radiografi dari resorpsi akar akibat perawatan ortodonti. B. Ilustrasi proses terjadinya resorpsi akar akibat perawatan ortodonti.
  39. 39. Terima kasih atas perhatian teman-teman sekalian. Kami segenap kru yang bertugas : Khalid Mubarak Tiya Maisarah Nur Atika Dalimunthe Rita Rixma Maulida Fitry DR Cut Putri Zakirah Khadijah Amirah Wildani Mafaza Dewi Setianingrum Yoni Andesba

×