Your SlideShare is downloading. ×
Ilmu kalam : Hari Karbala Syiah
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Ilmu kalam : Hari Karbala Syiah

357
views

Published on

Kesesatan syiah pada Hari Asyura.

Kesesatan syiah pada Hari Asyura.

Published in: Spiritual

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
357
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
14
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. ILMU KALAM: Hari Karbala Syiah Dibawah bimbingan : Prof. Dr. Mohd Fauzi Bin Hamat
  • 2. Objektif Kajian  Mengkaji sejarah kemunculan Hari Karbala.  Menganalisis pandangan ahlusunnah wal jamaah terhadap Hari Karbala.  Menghurai contoh amalan-amalan yang dilakukan pada Hari Karbala.
  • 3. Sejarah Kemunculan •Pertempuran Karbala terjadi pada 10 Muharram, 61 H (10 Oktober, 680) di Karbala, di Iraq masa kini. •Pertempuran ini terjadi di antara pasukan Bani Hasyim yang dipimpin oleh Husain bin Ali bersama pengikutnya sebanyak 70 orang melawan pasukan Bani Umayyah yang dipimpin oleh Ibnu Ziyad, atas perintah Yazid bin Muawiyah iaitu Khalifah Umayyah pada saat itu bersama hampir 10 ribu bala tentera. • Lokasi pertempuran ialah di sebuah gurun berhampiran Sungai Furat. •Pengikut Syiah menjadikan peristiwa ini untuk memburuk-burukkan Khalifah Yazid kerana Khalifah Yazid tidak menerima 'ahlul bait' sedangkan mereka adalah ahli keluarga Rasulullah.
  • 4. •Di dalam pertempuran tersebut, hampir semua ahli kumpulan termasuk Husain bin Ali gugur syahid kecuali pihak perempuan, serta anak Husain yang sakit bernama Ali bin Husain. •Kepala cucu Rasulullah S.A.W telah dipenggal dan diarak seluruh kota Damaskus agar memberi peringatan pada penduduk agar tidak memberontak pada kerajaan. •Tragedi Karbala terjadi ekoran daripada penglibatan golongan Syiah Kufah yang merancang pengkhianatan untuk mendapatkan kekayaan dan kedudukan semata-mata. •Mereka sanggup mengorbankan Ahlul Bait, Husain R.A demi menyempurnakan agenda jahat tanpa belas kasihan. •Hari tersebut dikenali sebagai Hari Asyura, iaitu pada hari ke-10 setiap bulan Muharam. Dan dikenali juga Hari karbal bagi penganut-penganut syiah
  • 5. Syaikhul Islam mengatakan, "Dengan sebab kematian Husain Radhiyallahu 'anhuma, syiah memunculkan dua bid'ah di tengah manusia. Pertama : Bid'ah kesedihan dan ratapan pada hari Asyûra seperti menampar-nampar, berteriak, merobek-robek, sampai mencaci maki dan melaknat generasi Salaf, memasukkan orang-orang yang tidak berdosa ke dalam golongan orang yang berdosa. - (Para Sahabat seperti Abu Bakar dan Umar dimasukkan, padahal mereka tidak tahu apa-apa mengenainya. -Kemudian riwayat-riwayat tentang Husain Radhiyallahu 'anhuma dibacakan yang kebanyakan merupakan kebohongan. - Kerana tujuan mereka adalah membuka pintu fitnah (perpecahan) di kalangan umat.
  • 6. Kemudian Syaikhul Islam rahimahullah juga mengatakan : • Di Kufah, saat itu terdapat kaum yang sentiasa membela Husain Radhiyallahu 'anhuma yang dipimpin oleh Mukhtâr bin Abi 'Ubaid alKadzdzâb (karena dia mengaku mendapatkan wahyu). • Di Kufah juga terdapat satu kaum yang membenci 'Ali dan keturunan beliau Radhiyallahu 'anhum. Di antara kelompok ini adalah Hajjâj bin Yûsuf ats-Tsaqafi. Dalam sebuah hadis sahîh dijelaskan, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : Akan ada di suku Tsaqif seorang pendusta dan perosak"
  • 7. - Orang Syi'ah yang bernama Mukhtâr bin Abi 'Ubaid itulah sang pendusta Sedangkan sang perosak adalah al-Hajjaj. Yang pertama membuat bid'ah kesedihan.Sementara yang kedua membuat bid'ah kesenangan. - Kelompok kedua ini pun meriwayatkan hadis yang menyatakan bahwa: “Barangsiapa melebihkan nafkah keluarganya pada hari 'Asyûra, maka Allah Azza wa Jalla melonggarkan rezekinya selama setahun itu.” “Barangsiapa memakai celak pada hari 'Asyûra, maka tidak akan mengalami sakit mata pada tahun itu dan lain sebagainya.”
  • 8. Kedua : Bida'ah yang kedua adalah bid'ah kesenangan pada hari Karbala. Kerana itu, para khatib yang sering membawakan riwayat ini - kerana ketidaktahuannya tentang ilmu riwayat atau sejarah - sebenarnya secara tidak langsung, masuk ke dalam kelompok al-Hajjâj, kelompok yang sangat membenci Husain Radhiyallahu 'anhuma. - Padahal wajib bagi kita meyakini bahwa Husain Radhiyallahu 'anhuma terbunuh dalam keadaan terzalimi dan mati syahid. - Dan wajib bagi kita mencintai Sahabat yang mulia ini dengan tanpa melampaui batas dan tanpa mengurangi haknya, - Tidak mengatakan Husain Radhiyallahu anhuma seorang imam yang ma'sum (terbebas dari semua kesalahan), tidak pula mengatakan bahwa pembunuhan terhadap Husain Radhiyallahu anhuma itu adalah tindakan yang benar. - Pembunuhan terhadap Husain Radhiyallahu 'anhuma adalah tindakan maksiat kepada Allah dan RasulNya.
  • 9. • Kisahnya, Husain bin Ali Radhiyallahu 'anhuma tinggal di Mekah bersama beberapa Sahabat, seperti Ibnu 'Abbâs dan Ibnu Zubair Radhiyallahu 'anhuma. • Ketika Muawiyah Radhiyallahu 'anhu meninggal dunia pada tahun 60 H, anak beliau Yazîd bin Muâwiyah menggantikannya sebagai imam kaum muslimin atau khalifah. • Saat itu, penduduk Iraq yang didominasi oleh pengikut 'Ali Radhiyallahu 'anhu menulis surat kepada Husain Radhiyallahu 'anhuma meminta beliau Radhiyallahu 'anhuma pindah ke Iraq. • Mereka berjanji akan membai'at Husain Radhiyallahu 'anhuma sebagai khalifah kerana mereka tidak menginginkan Yazîd bin Muâwiyah menduduki jabatan Khalifah.
  • 10. • Tidak cukup dengan surat, mereka terkadang mendatangi Husain Radhiyallahu 'anhuma di Mekah mengajak beliau Radhiyallahu 'anhu berangkat ke Kufah dan berjanji akan menyediakan pasukan tentera. • Para Sahabat seperti Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma kerap kali menasihati Husain Radhiyallahu 'anhuma agar tidak memenuhi keinginan mereka, kerana ayah Husain Radhiyallahu 'anhuma, Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'anhu, dibunuh di Kufah dan Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu khawatir mereka membunuh Husain juga disana. • Husain Radhiyallahu 'anhuma mengatakan, "Saya sudah melakukan istikharah dan akan berangkat kesana".
  • 11. PANDANGAN AHLI SUNNAH WAL JAMAAH TENTANG PERISTIWA HARI KARBALA MENYINGKAPI PERISTIWA KARBALA Syaikhul Islam rahimahullah mengatakan, : "Dalam menyikapi peristiwa pembunuhan Husain Radhiyallahu 'anhuma, manusia terbahagi menjadi tiga : dua golongan yang ekstrim dan satu berada di tengah-tengah. Golongan Pertama : Mengatakan bahwa pembunuhan terhadap Husain Radhiyallahu 'anhuma itu merupakan tindakan benar. Kerana Husain Radhiyallahu 'anhuma ingin memecah belah kaum muslimin. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : Jika ada orang yang mendatangi kalian dalam keadaan urusan kalian berada dalam satu pemimpin lalu pendatang hendak memecah belah jama'ah kalian, maka bunuhlah dia"
  • 12. Sambungan… Kelompok pertama ini mengatakan bahwa Husain Radhiyallahu 'anhuma datang saat urusan kaum muslimin berada di bawah satu pemimpin (yaitu Yazid bin Muawiyah) dan Husain Radhiyallahu 'anhuma hendak memecah belah umat. Sebagian lagi mengatakan bahwa Husain Radhiyallahu 'anhuma merupakan orang pertama yang memberontak kepada penguasa.. Kelompok ini melampaui batas, sampai berani menghinakan Husain Radhiyallahu 'anhuma. Inilah kelompok 'Ubaidullah bin Ziyâd, Hajjâj bin Yusûf dan lain-lain. Sedangkan Yazid bin Muâwiyah rahimahullah tidak seperti itu. Meskipun tidak menghukum 'Ubaidullah, namun ia tidak menghendaki pembunuhan ini.
  • 13. Golongan Kedua : Mereka mengatakan Husain Radhiyallahu 'anhu adalah imam yang wajib ditaati; tidak boleh menjalankan suatu perintah kecuali dengan perintahnya; tidak boleh melakukan solat jama'ah kecuali di belakangnya atau orang yang ditunjuknya, baik solat lima waktu ataupun solat Jumaat dan tidak boleh berjihad melawan musuh kecuali dengan izinnya dan lain sebagainya. Kelompok pertama dan kedua ini berkumpul di Iraq. - Hajjâj bin Yûsuf adalah pemimpin golongan pertama. - Dia sangat bencikan kepada Husain Radhiyallahu 'anhuma dan merupakan seorang yang zalim. - Sementara kelompok kedua dipimpin oleh Mukhtâr bin Abi 'Ubaid. - Seorang yang mengaku mendapat wahyu dan sangat fanatik dengan Husain Radhiyallahu 'anuhma. - Orang inilah yang memerintahkan pasukannya agar menyerang dan membunuh 'Ubaidullah bin Ziyad dan memenggal kepalanya.
  • 14. Golongan Ketiga : • Iaitu Ahlussunnah wal Jama'ah yang tidak bersetuju dengan pendapat golongan pertama, juga tidak setuju dengan pendapat golongan kedua. • Mereka mengatakan bahwa Husain Radhiyallahu 'anhuma terbunuh dalam keadaan terzalimi dan mati syahid. • Inilah keyakinan Ahlussunnah wal Jama'ah, yang selalu berada di tengah antara dua kelompok. • Ahlussunnah mengatakan Husain Radhiyallahu 'anhuma bukanlah pemberontak. • Sebab, kedatangannya ke Iraq bukan untuk memberontak. Seandainya mahu memberontak, beliau Radhiyallahu 'anhuma mampu untuk mengarahkan penduduk Mekah dan sekitarnya yang sangat menghormati dan menghargai beliau Radhiyallahu 'anhuma.
  • 15. • Kerana, saat beliau Radhiyallahu 'anhuma di Mekah, kewibaannya mengalahkan kewibawaan para Sahabat lain yang masih hidup pada masa itu di Mekkah. • Beliau Radhiyallahu 'anhuma seorang alim dan ahli ibadah. • Para Sahabat sangat mencintai dan menghormatinya. Kerana beliaulah Ahli Bait yang paling dekat dan rapat. • Jadi Husain Radhiyallahu 'anhuma sama sekali bukan pemberontak. • Oleh kerana itu, ketika dalam perjalanannya menuju Iraq dan mendengar sepupunya Muslim bin 'Aqîl dibunuh di Irak, beliau Radhiyallahu 'anhuma berniat untuk kembali ke Mekkah. • Akan tetapi, beliau Radhiyallahu 'anhuma ditahan dan dipaksa oleh penduduk Irak untuk berhadapan dengan pasukan 'Ubaidullah bin Ziyâd. • Akhirnya, beliau Radhiyallahu 'anhuma tewas terbunuh dalam keadaan terzalimi dan mati syahid.
  • 16. Pembohongan Syi’ah Berkaitan Amalan pada Hari Karbala • Peringatan kedukaan yang di lakukan oleh pengikut Agama Syiah Rafidhah di padang Karbala, yang mereka peringati setiap tarikh sepuluh Muharram (hari 'Asyuraa). •Melakukan pelbagai bentuk penyeksaan diri dengan benda-benda tajam •Bermula dari awal bulan Muharram dan selama sebulan mereka tidak melakukan hal-hal penting. •Hari Asyura dijadikan oleh golongan Syi’ah sebagai hari berkabung, dukacita, dan menyiksa diri sebagai ungkapan dari kesedihan dan penyesalan. •Pada setiap Asyura, mereka memperingati kematian Al-Husain dan melakukan perbuatan-perbuatan yang tercela seperti berkumpul, menangis, meratapi Al-Husain secara histeria, membentuk kelompokkelompok untuk perarakan berkeliling di jalan-jalan dan di pasar-pasar sambil memukul badan mereka dengan rantai besi, melukai kepala dengan pedang, mengikat tangan dan sebagainya.
  • 17. •Ulama Syi’ah telah MEREKA hadis-hadis PALSU dengan memanipulasikan nama Ahlul Bait dalam usaha mereka untuk menguatkan cara memperingati hari tersebut. Diantara yang berikut : Jaminan dari Ulama Syi’ah untuk masuk ke syurga, hanya sekadar menangis ke atas kematian Sayyidina Husain R.A. “Barang siapa menangis atau menangis-tangiskan dirinya atas kematian Husain, maka Allah akan mengampuni segala dosanyabaik yang sudah dilakukkan maupun yang akan dilakukan.” “Barang siapa menangis atau menangis-tangiskan dirinya atas kematian Husin, wajiblah (pastilah) dirinya mendapat surga.” Sumber : “ WASAAIL ASY-SYI’AH” oleh Al Khurrul Amily ( Ulama Syi’ah )
  • 18. Hampir tidak kurang dari 458 riwayat, memperihalkan mengenai kewajipan menziarahi makam Imam-Imam Syi’ah. Bahkan dari jumlah tersebut 338 riwayat dikhususkan mengenai kebesaran dan keutamaan serta pahala besar bagi peziarah makam Imam Husain R.A atau ke Karbala. Sebagai contoh : “Barang siapa ziarah ke makam Imam Husain sekali, makapahalanya sama dengan haji sebanyak 20 kali.” “Barang siapa ziarah ke makam Imam Husain di Karbala pada hari arafah, maka pahalanya sama dengan haji 1,000,000 kali bersama Imam Mahdi, disamping mendapatkan pahalanya memerdekakan1000 (seribu) budak dan pahalanya bersedekah 1000 ekor kuda.” Sumber : “ WASAAIL ASY-SYI’AH” oleh Al Khurrul Amily ( Ulama Syi’ah ).
  • 19. SEKIAN TERIMA KASIH

×