Disampaikan pada: BIMBINGAN TEKNIK DUA HARI PUMPING PRACTICE FOR BUILDING & INDUSTRY SERVICES Jakarta, 1 – 2 Juli 2009 Gra...
WELCOME
PUMPING PRACTICE FOR BUILDING & INDUSTRY SERVICES Gejala-gejala kritis/berbahaya pada oprasional : Kavitasi, Benturan Air,...
PROSES KAVITASI Air pada  kondisi biasa akan mendidih dan menguap pada  tekanan 1 atm (14,7 PSIA) pada suhu 100 0  C (212º...
 
<ul><li>GEJALA – GEJALA KAVITASI: </li></ul><ul><li>Suara berisik, getaran ketika pompa dijalankan </li></ul><ul><li>Kerus...
Gambar kerusakan Impeller karena Kavitasi Gambar bubble/vapor yang  terbentuk pada impeller
<ul><li>Secara umum, terjadinya kavitasi diklasifikasikan atas 5 alasan dasar  </li></ul><ul><li>1.   Vaporisation - Pengu...
<ul><li>2. Air Ingrestion - Masuknya Udara Luar ke Dalam System </li></ul><ul><li>Disebabkan: </li></ul><ul><li>Dari packi...
<ul><li>4.Turbulence (Pergolakan Aliran ) </li></ul><ul><li>Jarak minimum antara suction pompa dengan elbow yang pertama <...
<ul><li>Pencegahan  K avitasi   </li></ul><ul><li>Berikut ini hal-hal yang diperlukan untuk instalasi pompa;  </li></ul><u...
<ul><li>5.  NPSHA  >  NPSHR </li></ul><ul><li>Perumusan dari NPSH tersedia (NPSHa) dapat ditulis : </li></ul>
Perumusan dari NPSH yang diperlukan (NPSHr) dapat ditulis :
<ul><li>Faktor yang bisa mempengaruhi perubahan NPSH tersedia adalah : </li></ul><ul><li>Pengaruh  temperatur dari  zat ca...
TINGGI KENAIKAN INSTALASI = TINGGI KENAIKAN ISAP + TINGGI KENAIKAN TEKAN TINGGI KENAIKAN ISAP NPSHA > NPSHR   Kecepatan de...
Untuk menglirkan fluida ketitik S beserta hambatannya dibutuhkan energi  sebesar NPSHA, sehingga energi total dititik S me...
<ul><li>NPSHR = ( 0,3 s/d 0,5) n  ( m )   </li></ul><ul><li>Persamaan ini hanya berlaku untuk   = ( 0,1 s/d 1,0 ) m3/det <...
<ul><li>Jadi tinggi enaikan instalasi </li></ul>H = NPSH + hds S A B P b b Z b
<ul><li>Kerugian – kerugian pada aliran </li></ul><ul><li>Reynold Number </li></ul><ul><li>μ = viskositas dinamik (Ndet/m2...
<ul><li>K diambil dari : FLUID POWER WITH APPLICATION (Anthony Esposito:123) </li></ul>K = tidak bersatuan ditentukan tabe...
<ul><li>Kekasaran absolute dari pipa   (Anthony Esposito halmn: 120) </li></ul>Dari kekerasan absolute dan diameter pipa d...
 
 
<ul><li>Mengkaji Piping & Instrumentation Diagram </li></ul>
Kasus 1  Tangki dan Pompa terletak pada level yang sama.Minyak didalam tangki  dengan ketinggian tertentu.   Dapat dilihat...
NPSH available harus lebih besar dari NPSH yang dibutuhkan  pompa (NPSH required) dikarenakan NPSH required akan naik  sei...
 
Kasus 2  Pada kasus ini, suction pompa ada di bawah pompa. Apakah persamaan NPSH available masih berlaku? Tentu saja, hany...
Benturan Air (Water Hammer) Benturan air terjadi karena pada aliran terjadi  kenaikan dan penurunan tekanan secara tiba-ti...
Gejala Surjing Gejala surjing sering terjadi pada operasi pompa, laju aliran  berubah-ubah secara periodik dan pada aliran...
 
Thank you GOOD  LUCK  TO  ALL
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Pumping practice for building & industry services

2,729

Published on

By Ir. Abduh Syarif

Published in: Business, Health & Medicine
1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
2,729
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
194
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pumping practice for building & industry services

  1. 1. Disampaikan pada: BIMBINGAN TEKNIK DUA HARI PUMPING PRACTICE FOR BUILDING & INDUSTRY SERVICES Jakarta, 1 – 2 Juli 2009 Grand Sahid Hotel Oleh: PUSAT TEKNOLOGI INDUSTRI MANUFAKTUR BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI
  2. 2. WELCOME
  3. 3. PUMPING PRACTICE FOR BUILDING & INDUSTRY SERVICES Gejala-gejala kritis/berbahaya pada oprasional : Kavitasi, Benturan Air, Tekanan berlebih, Tekanan negative, Gejala surjing dan Fluktuasi tekanan <ul><li>Pada tekanan atmosfer temperatur pendidihan air adalah suhu 100º C, akan tetapi apabila kondisi tekanan zat cair tersebut diturunkan tekanannya dibawah 1 atm proses pendidihan memerlukan temperatur kurang dari 100 0 C. Kondisi sebaliknya apabila kondisi tekanan zat cair naik lebih dari 1 atm maka akan dibutuhkan temperatur yang lebih tinggi dari 100 0 C. Pada instalasi pompa penurunan tekanan terjadi disepanjang perpipaan terutama bagian pipa isap, didalam pompa sendiri penurunan tekanan pompa terjadi pada bagian nosel isap, karena dibagian tersebut terjadi penyempitan saluran yang mengakibatkan kenaikan kecepatan dan penurunan tekanan. </li></ul><ul><li>Liqui d yang mengalir pasti mengalami kendala dan hambatan dikarenakan adanya friksi dalam pipa, friksi di fitting-fitting pipa. Kendala ini lebih popular dengan sebutan Pressure loss . </li></ul><ul><li>Term pressure loss karena kenyataannya pressure yang dimiliki oleh liquid itu berkurang setelah dia mengalir. Bila sampai pada saatnya pressure yang dimiliki si liquida ini sama dengan pressure vapornya , maka liquida ini berubah fase menjadi Gas (uap). </li></ul><ul><li>Pada saat absolute pressure liquid ini sama dengan liquid vapor pressure pada temperature liquid saat itu , maka terjadilah Kavitasi. </li></ul><ul><li>A da bubble/vapor yang terbentuk, yang akan menyerang impeller. </li></ul>
  4. 4. PROSES KAVITASI Air pada kondisi biasa akan mendidih dan menguap pada tekanan 1 atm (14,7 PSIA) pada suhu 100 0 C (212ºF), apabila tekanan berkurang sampai cukup rendah, air pada suhu udara lingkungan yaitu sekitar 20 0 C – 33 0 C akan mendidih dan menguap. p enguapan akan menghasilkan gelembung gelembung uap.Tempat-tempat bertekanan rendah atau berkecepatan tinggi mudah terjadi kavitasi, terutama pada sisi isap pompa . Property Vp pada berbagai kondisi temperatur Fahrenheit Centigrade Vapor pressure lb/in2 A Vapor pressure (Bar) A 40 4.4 0.1217 0.00839 100 37.8 0.9492 0.06546 180 82.2 7.510 0.5179 212 100 14.696 1.0135 300 148.9 67.01 4.62
  5. 6. <ul><li>GEJALA – GEJALA KAVITASI: </li></ul><ul><li>Suara berisik, getaran ketika pompa dijalankan </li></ul><ul><li>Kerusakan komponen pompa tatkala gelembung-gelembung fluida tersebut pecah ketika melalui daerah yang lebih tinggi tekanannya. Terutama pada permukaan dinding saluran, impeller dan volutenya akan berlubang karena erosi kavitasi </li></ul><ul><li>Kapasitas pompa menjadi berkurang </li></ul><ul><li>Pompa tidak mampu membangkitkan head (tekanan) </li></ul><ul><li>Berkurangnya efisiensi pompa (unjuk kerja / performansi pompa turun) </li></ul>
  6. 7. Gambar kerusakan Impeller karena Kavitasi Gambar bubble/vapor yang terbentuk pada impeller
  7. 8. <ul><li>Secara umum, terjadinya kavitasi diklasifikasikan atas 5 alasan dasar </li></ul><ul><li>1. Vaporisation - Penguapan. </li></ul><ul><li>untuk mencegah penguapan, syaratnya adalah NPSHA - Vp ≥ NPSHR </li></ul><ul><li>SOLUSI </li></ul>A . Menambah Suction head , dengan : Menambah level liquid di tangki. Meninggikan tangki. Memberi tekanan tangki. Menurunkan posisi pompa(untuk pompa portable). Mengurangi head losses pada suction piping system. Misal dengan mengurangi jumlah fitting, membersihkan strainer, cek mungkin venting tangki tertutup atau bertambahnya speed pompa. B . Mengurangi Tempertur fluida , dengan : Mendinginkan suction dengan fluida pendingin Mengisolasi suction pompa Mencegah naiknya temperature dari bypass system dari pipa discharge. C . Mengurangi NPSHR , dengan : Gunakan double suction. Ini biasa mengurangi NPSHR sekitar 25 % dan dalam beberapa kasus memungkinkan penambahan speed pompa sebesar 40 %. Gunakan pompa dengan speed yang lebih rendah. Gunakan impeller pompa yang memiliki ‘eye impeller’ yang lebih besar. Install Induser, dapat mereduksi NPSHR sampai 50 %. Gunakan pompa yang lebih kecil. Menggunakan 3 buah pompa kecil dengan ukuran kapasitas separuhnya, hitungannya lebih murah dari pada menggunakan pompa besar dan spare-nya. Lagi pula dapat menghemat energy.
  8. 9. <ul><li>2. Air Ingrestion - Masuknya Udara Luar ke Dalam System </li></ul><ul><li>Disebabkan: </li></ul><ul><li>Dari packing stuffing box, Ini terjadi, jika pompa dari kondensor, evaporator atau peralatan lainnya bekerja pada kondisi vakum. </li></ul><ul><li>Letak valve di atas garis permukaan air (water line). </li></ul><ul><li>Flens (sambungan pipa) yang bocor. </li></ul><ul><li>Tarikan udara melalui pusaran cairan ( vortexing fluid ). </li></ul><ul><li>Jika ‘bypass line’ letaknya terlalu dekat dengan sisi isap, hal ini akan menambah suhu udara pada sisi isap. </li></ul><ul><li>3. Internal Recirculation - Sirkulasi Balik di dalam System </li></ul><ul><li>Ini selalu terjadi pada pompa dengan NPSHA yang rendah. Untuk mengatasi hal tersebut, kita harus tahu nilai Suction Spesific Speed , yang dapat digunakan untuk mengontrol pompa saat beroperasi, berapa nilai terdekat yang teraman terhadap nilai BEP(Best Efficiency Point) pompa yang harus diambil untuk mencegah terjadinya masalah. Catatan penting : </li></ul><ul><li>Untuk pompa double suction , kapasitas dibagi 2 karena ada 2 impeller eyes. </li></ul><ul><li>Ideal untuk ‘membeli’ pompa dengan nilai Suction Spesific Speed kurang dari 8500(5200 metrik) kecuali untuk kondisi yang ekstrim. </li></ul><ul><li>Mixed Hydrocarbon dan air panas idealnya pada 9000 ÷ 12000 (5500÷7300 metric) atau lebih tinggi, lebih bagus. </li></ul><ul><li>Nilai Suction Spesific Speed yang tinggi menandakan impeller eye-nya lebih besar dari biasanya dan biasanya nilai efisiensinya disesuaikan dengan nilai NPSHR yang rendah. </li></ul><ul><li>Lebih tinggi nilai Suction Spesific Speed memerlukan desain khusus, operasinya memungkinkan adanya kavitasi. </li></ul><ul><li>Biasanya, pompa yang beroperasi dibawah 50% dari nilai BEP-nya tidak reliable . </li></ul>
  9. 10. <ul><li>4.Turbulence (Pergolakan Aliran ) </li></ul><ul><li>Jarak minimum antara suction pompa dengan elbow yang pertama </li></ul><ul><li>minimal 10 X diameter pipa. </li></ul><ul><li>Beberapa buah pompa bisa dipasang pada satu bak isap (sump) yang </li></ul><ul><li>besar, dengan syarat : </li></ul><ul><li>Posisi pompa tegak lurus dengan arah aliran. </li></ul><ul><li>Jarak antara dua ‘ center line ’ pompa minimum dua kali suction diameter. </li></ul><ul><li>Semua pompa dalam keadaan ‘ runing ’. </li></ul><ul><li>Bagian piping upstream paling tidak memiliki pipa yang lurus dengan panjang minimal 10 x diameter pipa. </li></ul><ul><li>Setiap pompa harus memiliki kapasitas kurang dari 15.000 gpm. </li></ul><ul><li>Suaian dasar pompa seharusnya sekitar 30% diameter pipa isap. </li></ul><ul><li>Hubungan kedalaman pemasangan pompa dengan kapasitas disesuaikan </li></ul><ul><li>5. Vane Passing Syndrome </li></ul><ul><li>Kerusakan akibat kavitasi jenis ini terjadi ketika diameter luar impeller lewat terlalu dekat dengan ‘ cutwater ’ pompa </li></ul>
  10. 11. <ul><li>Pencegahan K avitasi </li></ul><ul><li>Berikut ini hal-hal yang diperlukan untuk instalasi pompa; </li></ul><ul><li>1. Ketinggihan letak pompa terhadap permukaan zat cair yang dihisap harus dibuat serendah mungkin agar head isap statis lebih rendah pula. Pipa Isap harus dibuat sependek mungkin. JIka terpaksa dipakai pipa isap yang panjang, sebaiknya diambil pipa yang berdiameter satu nomer lebih besar untuk mengurangi kerugian gesek. </li></ul><ul><li>2. Tidak dibenarkan untuk mengurangi laju aliran dengan menghambat aliran disisi isap. </li></ul><ul><li>3. Head total pompa harus ditentukan sedemikian hingga sesuai dengan yang diperlukan pada kondisi operasi yang sesungguhnya. </li></ul><ul><li>4. Jika head pompa sangat berfluktuasi, maka pada keadaan head terendah harus diadakan pengamanan terhadap terjadinya kavitasi. Dalam beberapa hal terjadinya kavitasi tidak dapat dihindari dan tidak mempengarui performa pompa, sehingga perlu dipilih bahan impeler yang tahan erosi karena kavitasi. abrasi kerusakan akibat kavitasi pecahan </li></ul>
  11. 12. <ul><li>5. NPSHA > NPSHR </li></ul><ul><li>Perumusan dari NPSH tersedia (NPSHa) dapat ditulis : </li></ul>
  12. 13. Perumusan dari NPSH yang diperlukan (NPSHr) dapat ditulis :
  13. 14. <ul><li>Faktor yang bisa mempengaruhi perubahan NPSH tersedia adalah : </li></ul><ul><li>Pengaruh temperatur dari zat cair </li></ul><ul><li>Pengaruh sifat dari zat cair </li></ul><ul><li>Pengaruh tekanan dari zat cair yang dihisap </li></ul><ul><li>Menaikkan NPSHA bisa dengan: </li></ul><ul><li>Menaikkan elevasi suction (elevasi liquid level ataupun elevasi vessel). </li></ul><ul><li>M enaikkan elevasi, berarti kita menaikkan static head, menaikkan NPSHA. </li></ul><ul><li>2. Turunkan elevasi pompa. Semirip dengan menaikkan elevasi suction vessel. </li></ul><ul><li>3. Kurangi friksi di pipa, sehingga pressure loss berkurang NPSHA membesar. </li></ul><ul><li>4. Gunakan booster pump (pompa yg sizenya lebih kecil, tercukupinya NPSHA) </li></ul><ul><li>5. Subcooled the liquid sehingga P vapornya turun </li></ul><ul><li>Menurunkan NPSHR bisa dengan: </li></ul><ul><li>Menggunakan kecepatan putaran impeller yang lebih kecil. kecepatan pump </li></ul><ul><li>besar mengakibatkan pressure loss besar, sehingga otomatis akan </li></ul><ul><li>memperbesar NPSHR. Dengan menurunkanya akan menurunkan NPSHR. </li></ul><ul><li>2. Menduakan suction impeller sebenarnya semirip dg memperbesar </li></ul><ul><li>impeller eye area, memperkecil pressure loss. </li></ul><ul><li>3. Memperbesar impeller eye area </li></ul><ul><li>4. Memparalelkan pompa yang lebih kecil </li></ul><ul><li>5. Menggunakan suction inducer impeller </li></ul><ul><li>6. Menggunakan vertical pump yg menyediakan tambahan NPSHA </li></ul>
  14. 15. TINGGI KENAIKAN INSTALASI = TINGGI KENAIKAN ISAP + TINGGI KENAIKAN TEKAN TINGGI KENAIKAN ISAP NPSHA > NPSHR Kecepatan dengan ketinggian (karena Permukaannya tidak berubah), maka energi total di titik A sebesar Energi fluida titik A terdiri: Tekanan dengan ketinggia n Titik S Energi berupa : Tekanan uap jenuh dengan ketinggian tekanan memperhitungkan kavitasi Tingi geodesi dengan ketinggian ZA; energi untuk mengatasi hambatan Hvs Kecepatan dengan ketinggian POMPA A S Z A Pa
  15. 16. Untuk menglirkan fluida ketitik S beserta hambatannya dibutuhkan energi sebesar NPSHA, sehingga energi total dititik S menjadi: Hukum kontinuitas Bernoulli didapat: Z A berharga positif bila letak yang dipompa diatas pompa NPSH yang diperlukan pompa, harganya ditentukan melalui pengamatan berdasarkan timbulnya gelembung – gelembung. Timbulnya gelembung – gelembung ini sangat dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain: kecepatan fluida waktu memasuki impeller, bentuk ujung – ujung sudu jalan, tonjolan – tonjolan sudu dari rumah pompa, kehalusan permukaan sudu jalan, dan yang terutama adanya berubah – ubahnya pembebanan (Fritz Dietsel: 306)
  16. 17. <ul><li>NPSHR = ( 0,3 s/d 0,5) n ( m ) </li></ul><ul><li>Persamaan ini hanya berlaku untuk = ( 0,1 s/d 1,0 ) m3/det </li></ul><ul><li>n = ( 10 s/d 50 ) put/det = (600 s/d 3000) RPM </li></ul><ul><li>bila mana NPSHR > NPSHA maka aka n terjadi kavitasi hal ini dapat </li></ul><ul><li>diatasi dengan mengubah letak ketinggian pompa ( ZA ) </li></ul><ul><li>TINGGI KENAIKAN TEKAN </li></ul><ul><li>Energi fluida di titik b sebesar </li></ul><ul><li>Energi fluida di titik S </li></ul><ul><li>Energi disini hanya berupa energi yang dipakai untuk mengatasi </li></ul><ul><li>hambatan dan energi dititik b. Ditinjau dari potongan A – B energi ini </li></ul><ul><li>disebut tinggi kenaikan tekan (hds) Kesei m bangan Bernoulli menjadi </li></ul>
  17. 18. <ul><li>Jadi tinggi enaikan instalasi </li></ul>H = NPSH + hds S A B P b b Z b
  18. 19. <ul><li>Kerugian – kerugian pada aliran </li></ul><ul><li>Reynold Number </li></ul><ul><li>μ = viskositas dinamik (Ndet/m2) </li></ul><ul><li>Untuk aliran laminer harga kerugian aliran dalam pipa dinyatakan dalam persamaan </li></ul>DARCY dimana f = faktor gesekan kekasaran relatif = ε = kekasaran absolut dari pipa Hubungan antara kekasaran relatif, bilangan Reynold dan faktor gesekan untuk aliran transisi dan turbulen dibaca pada diagram Moody Kerugian pada sambungan dan katubTerdiri dari elbow 45 0 , 90 0 , alat penyambung T, penyambung balik dan Check Valve
  19. 20. <ul><li>K diambil dari : FLUID POWER WITH APPLICATION (Anthony Esposito:123) </li></ul>K = tidak bersatuan ditentukan tabel berikut Valve or Fitting K f a ctor Globe Valve Wide Open ½ open Gate Valve Wide open ¾ open ½ open ¼ open Return Bend Standard Tee Standard Elbow 45 0 elbow 90 0 elbow Ball check valve 10,0 12,5 0,19 0,90 4,5 24,0 2,2 1,8 0,9 0,42 0,75 4,0
  20. 21. <ul><li>Kekasaran absolute dari pipa (Anthony Esposito halmn: 120) </li></ul>Dari kekerasan absolute dan diameter pipa dapat dicari kekerasan relative yang selanjutnya melalui grafik dari Moody dapat dicari harga friction factor. Dalam diagram ini terdapat empat daerah yaitu: derah laminer, daerah kritis, daerah transisi dan daerah turbulen. Untuk daerah laminer NR < 2000 grafik berupa garis lurus. NR>2000 sampai 3000 harga f dapat dicari melalui kepanjangan garis lurusuntuk daerah laminer, sedang NR = 3000 dan selebihnya harga f dicari melalui grafik untuk daerah turbulen. Type of Pipe Absolute Roughness (ft) Glass or Plastic Drawn Tubing Commercial steel or Wrought Iron Asphalted Cast iron Galvanis Iron Cast Iron Riveted steel Smooth 0,000005 0,00015 0,0004 0,0005 0,00085 0,006
  21. 24. <ul><li>Mengkaji Piping & Instrumentation Diagram </li></ul>
  22. 25. Kasus 1 Tangki dan Pompa terletak pada level yang sama.Minyak didalam tangki dengan ketinggian tertentu. Dapat dilihat dengan jelas bahwa energi potensial ketinggian minyak didalam tangki akan mengalirkan ke dalam suction pompa. Energi ketinggian ditambah tekanan atmosfer akan memaksa minyak mengalir jika valve di suction pompa dibuka dan pompa mulai dioperasikan. Gabungan energi ini akan dikurangi oleh hilang tekan atau pressure drop sepanjang pipa suction karena efek adanya aliran, termasuk penurunan tekanan di nozzle tangki dan di flange antara pipa dengan pompa serta filter yang biasanya dipasang di suction pompa. Faktor lain yang Mengurangi gabungan energi penggerak adalah tekanan uap dari minyak. Hasil akhir dari pengurangan tersebut dikenal sebagai NPSH. NPSH atau Net pressure suction head adalah head yang tersedia di mata impeller yang nilainya harus lebih besar dari NPSH minimum yang dibutuhkan oleh pompa pada suatu laju alir tertentu . Keterangan ini dapat dijabarkan dalam persamaan matematika sederhana pada daerah antara tangki dengan suction pompa, yaitu: (P atm) + (Beda tinggi level minyak di tangki terhadap centerline pompa) – {hilang tekan atau pressure drop sepanjang pipa suction (termasuk di fiting-nya)} – (tekanan uap minyak bumi).
  23. 26. NPSH available harus lebih besar dari NPSH yang dibutuhkan pompa (NPSH required) dikarenakan NPSH required akan naik seiring dengan naiknya laju alir fluida yang dipompakan, serta untuk mengkompensasi uncertainty pressure drop di pipa suction beserta fitingnya. Hal tersebut, dapat menjadi kritis, terutama ketika pertama kali pompa dioperasikan dengan valve di keluaran pompa dibuka penuh.
  24. 28. Kasus 2 Pada kasus ini, suction pompa ada di bawah pompa. Apakah persamaan NPSH available masih berlaku? Tentu saja, hanya harga energi potensial ketinggian menjadi negatif sehingga menjadi faktor pengurang. Satu-satunya yang berangka positif adalah tekanan atmosfer. Persamaan sebelumnya dituliskan kembali untuk model pemompaan suction lift ini: (P atm) – (beda tinggi level minyak di tangki terhadap centerline pompa) – {hilang tekan atau pressure drop sepanjang pipa suction (termasuk di fiting-nya)} – (tekanan uap minyak bumi). Sebagai akibat perubahan persamaan di atas, maka harga NPSH available akan turun. Para pembuat pompa sudah mengantisipasi hal demikian, yaitu dengan merancang pompa yang mempunyai harga NPSH required relative lebih kecil terhadap pompa pada kasus 1. Lebih jauh, sekarang sudah banyak Sekali pompa yang diletakkan di dalam sump caisson-nya sehingga dapat mengeliminasi NPSH required lebih kecil. Contoh pompa seperti ini adalah submersible pump yang banyak digunakan untuk teknologi pengangkatan minyak di dalam sumur yang tekanan reservoir-nya sudah lemah ataupun untuk firewater pump di anjungan lepas pantai
  25. 29. Benturan Air (Water Hammer) Benturan air terjadi karena pada aliran terjadi kenaikan dan penurunan tekanan secara tiba-tiba. Benturan air dapat terjadi karena dua sebab yaitu 1. Penutupan katup secara tiba-tiba 2. Pompa mendadak berhenti bekerja Pencegahan benturan air Proses terjadinya benturan air yaitu karena head pompa tidak dapat mengatasi head sistem sehingga terjadi tekanan negatif pada sisi keluar pompa, kondisi ini menyebabkan aliran balik dari sisi keluar pompa menuju pompa. Selanjutnya terjadi kenaikan tekanan yang drastis yang menuju impeler pompa. Maka dari kondisi tersebut, untuk melakukan pencegahan benturan air, tekanan negatif dan lonjakan tekanan harus dicegah.
  26. 30. Gejala Surjing Gejala surjing sering terjadi pada operasi pompa, laju aliran berubah-ubah secara periodik dan pada aliran terjadi fluktuasi tekanan. Gejala ini timbul karena pompa beroperasi dengan head yang semakin menurun dan head sistem yang naik. Atau, head pompa tidak mampu mengatasi head dari sistem secara normal. Untuk mecegah surjing harus dipilih pompa dengan head yang cukup tinggi, sehingga pada waktu pompa head nya menurun tidak sampai terjadi surjing. Tekanan Berubah-ubah Gejala tekanan yang berubah ubah atau berfluktuatif sepanjang aliran banyak terjadi pada pompa sentrifugal, khususnya pada pompa volut. Di dalam pompa ada daerah antara sisi luar impeler dan ujung dari volut (cut water), yang apabila setiap kali impeler berputar dan melewati daerah ini, tekanan zat cair akan berdenyut. Denyut yang terus-menerus akan dirasakan sebagai fluktuasi tekanan yang merambat pada zat cair di dalam pipa keluar. Apabila denyut tekanan zat cair beresonansi dengan kolom air menyebabkan getaran dan bunyi. Untuk mencegah dari fluktuasi tekanan antara pompa dan jalur pipa keluar, Pada jalur keluar pompa dipasang peredam bunyi yaitu kamar ekspansi. Kamar ekspansi akan memotong rambatan gelombang dari fluktuasi tekanan sehingga tidak sampai beresonansi dengan kolom air.
  27. 32. Thank you GOOD LUCK TO ALL
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×