Your SlideShare is downloading. ×
Pengantar psikologi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Pengantar psikologi

399
views

Published on


0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
399
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
11
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. PENGANTAR PSIKOLOGI
  • 2. A. Norma Dan Nilai Nilai sosial adalah suatu perbuatan atau tindakan yang oleh masyarakat dianggap baik. Nilai sosial dalam setiap masyarakat tidak selalu sama, karena nilai dimasyarakat tertentu dianggap baik tapi dapat dianggap tidak baik dimasyarakat lain. Nilai dapat dibagai menjadi tiga bagian yaitu :  Nilai material artinya segala sesuatu yang berguna bagi manusia.  Nilai vital artinya segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan aktivitas atau kegiatan.  Nilai kerohanian artinya segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia
  • 3. Nilai kerohanian ini dibagi menjadi empat macam yaitu :  nilai kebenaran/keyakinan yaitu nilai yang bersumber dari akal manusia  nilai keindahan yaitu nilai yang bersumber dari unsur rasa manusia (perasaan atau estetika)  nilai moral/kebaikan yaitu nilai yang bersumber dari unsur kehendak /kemauan(karsa,etika)  nilai relegius yaitu nilai yang bersumber dari kekyakinan atau kepercayaan manusia, yang merupakan nilai kebutuhan kerohanian yang tinggi dan mutlak
  • 4. Secara umum nilai social mempunyai fungsi sebagai berikut :  Nilai berfungsi sebagai petunjuk arah  Nilai berfungsi sebagai pemersatu yang dapat mengumpulkan orang banyak dalam  kesatuan atau kelompok tertentu atau masyarakat.  Nilai social berfungsi sebagai pengawasa dengan daya tekan dan pengikat tertentu  Nilai berfungsi senbagai benteng perlindungan  Nilai berfungsi sebagai alat pendorong atau motivator
  • 5. Norma social adalah suatu petunjuk hidup yang berisi larangan maupun perintah. Yang membedakan nilai dan norma adalah nilai merupakan sesuatu yang baik, diinginkan, dicita-citakan dan dipentingkan oleh masyarakat . Sedangkan norma adalah kaidah atau pedoman , aturan berperilaku untuk mewujudkan keinginan dan cita-cita tersebut , atau boleh dikatakan nilai adalah pola yang diinginkan sedangkan norma adalah pedoman atau cara-cara untuk mencapai nilai tersebut
  • 6. Menurut kekuatan yang mengikatnya, norma dibedakan menjadi empat yaitu : 1. Cara (usage) ; cara ini menunjuk pada bentuk perbuatan . cara ini lebih tamapak menonjol dalam hubungan antar individudalam masyrakat. Pelanggaran atau penyimpangan terhadap usage tidak menimbulkan sanksi hukum yang berat tapi hanya sekedar celaan, cemohoon, sindiran, ejekan dsb. 2. Kebiasaan (folkways) yaitu perbuatan yang berulang-ulang dalam bentuk yang sama dan merupakan bukti bahwa orang banyak menyukai perbuatan tersebut.
  • 7. 3. 4. Tata kelakuan (mors) yaitu kebiasaan yang diterima sebagai norma pengatur, atau pengawas secara sadar maupun tidak sadar oleh masyarakat terhadap anggota-anggotanya. Adat-istiadat (custum) yaitu tata kelakuan yang kekal serta kuat integrasinya dengan pola perilaku masyarakat. Anggota masyarakat yang melanggaradat-istiadat akan mendapat sanksi keras yang terkadang secara tidak langsung diperlukan
  • 8. Fungsi norma social dalam masyarakat secara umum sebagai berikut :  Norma merupakan factor perilaku dalam kelompok tertentu yang memungkinkan seseorang untuk menentukan terlebih dahulu bagaimana tindakan akan dinilai orang lain.
  • 9.  Norma merupakan aturan , pedoman, atau petunjuk hidup dengan sanksi-sanksi untuk mendorong seseorang, kelompok , dan masyarakat mencapai dan mewujudkan nilainilai social  Norma-norma merupaakan aturan-aturan yang tumbuh dan dan hidup dalam masyarakat sebagai unsur pengikat dan pengendali manusia dalam hidup masyarakat
  • 10. B. STATUS Status adalah posisi tertentu yang diberikan kepada seseorang sesuai dengan peranan orang tersebut dalam kelompoknya.
  • 11. Status dibagi menjadi 3 macam yaitu : 1. Status yang Dipastikan / Ascribed Status : yaitu status yang diberikan sejak lahir berdasarkan faktor jenis kelamin, ras, kasta, golongan, keturunan, suku, usia, dan lain sebagainya. Contoh : status yang terdapat pada keluarga Kerajaan Yogyakarta.
  • 12. Status yang Diperkirakan : yaitu status yang dapat diterima atau ditolak oleh orang yang bersangkutan sesuai dengan keinginannya. Contoh : Keanggotaan seseorang di dalam organisasi. 3. Status yang Diusahakan / Achieved status : yaitu status yang dicapai melalui usaha dan kerja,berdasarkan pengalaman,pengetahuan dan kemampuan orang yang bersangkutan. Contoh : dokter,pimpinan perusahaan,guru. 2.
  • 13. Makin berkembang dan bervariasinya status dalam masyarakat menyebabkan timbulnya kecenderungan untuk mengelompokkan status yang kira-kira sama tingginya ke dalam suatu kelas. Dalam penelitian antropologi, Morton Fried menyatakan bahwa hal ini didasari ketidaksamaan peluan untuk mengakses kesejahteraan dan kekuasaan.
  • 14. Ada tiga golongan kelas social yang biasanya digunakan dalam kelas social yang biasanya digunakan dalam mempelajari masyarakat yang sudah maju,yaitu : 1. Kelas Atas, yang terdiri atas sebagian sangat kecil dari masyarakat yang menduduki jabatan-jabatan tertinggi dalam negara, atau mempunyai pendapatan yang sangat besar sehingga taraf hidupnya jauh melebihi orang kebanyakan, atau yang mempunyai kekuasaan sangat besar.
  • 15. Kelas Menengah, terdiri atas pegawai menengah, pengusaha menengah dan kecil, kaum intelektual, guru, mahasiswa, pedagang, tukang, dan sebagainya. Kelas menengah ini sangat bervariasi anggotanya, mulai dari yang sangat terdidik sampai dengan setengah terdidik. 3. Kelas Rendah,yaitu orang kebanyakaan, tidak ada jabatan tertentu, pendidikan terbatas, penghasilan pun tidak memadai. Tergolong dalam kelas ini misalnya, petani,buruh, tukang becak, pesuruh, dan sebagainya. 2.
  • 16. TERIMA KASIH

×