Teknik penanaman bibit mangrove
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Teknik penanaman bibit mangrove

on

  • 7,341 views

 

Statistics

Views

Total Views
7,341
Views on SlideShare
7,341
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
100
Comments
4

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • @yunitamulyati9 : Ibu Yunita, mangrove adalah vegetasi yang hanya dapat tumbuh dan berkembang di wilayah pesisir pantai berlumpur, muara sungai, dan sekitar pinggir sungai yang masih memperoleh pasang surut air laut. jadi mangrove tidak dapat tumbuh di darat / pekarangan rumah yang kering.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • ada ngga selain lumpur atau tanah di pesisir pantai, kita bisa menanam mangrove yang bisa ditanam di pekarangan rumah? tpi kalo udah bibit siap tanam trus dikasih deh ke konservasi nya?
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • @erisplaf : untuk mengantisipasi hanyutnya bibit akibat abrasi / ombak yang kuat, teknik yang dapat digunakan adalah dengan teknik rumpun berjarak. Beberapa bibit ditanam dalam satu rumpun, sekitar 100 - 500 bibit / rumpun. Maaf, saya belum punya referensi yang pasti yang dapat menjadi acuan mengenai jumlah bibit dalam 1 rumpun. tetapi apabila ombaknya kuat, semakin banyak bibit akan semakin baik. Jarak antar rumpun sebaiknya 1 meter. Teknik lainnya adalah dengan memasang APO (Alat Pemecah Ombak) di depan areal yang akan ditanami mangrove.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • teknik yang efektif menghadapi masalah erosi dilaguna yang sangat besar proses abrasiya itu tepat menggunakan apa ya?
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Teknik penanaman bibit mangrove Document Transcript

  • 1. TEKNIK PENANAMAN MANGROVE PADA AREAL PASANG SURUT BEROMBAK BESAR Rita Savitri Christina Sinaga Balai Pengelolaan Hutan Mangrove Wilayah II Kementerian Kehutanan Mangrove merupakan ekosistem yang menjadi “jembatan” antara ekosistem lautan dandaratan. Mangrove menjadi ekosistem utama pendukung kehidupan yang penting di wilayah pesisir.Ekosistem mangrove memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia, baik secara langsungmaupun tidak langsung. Selain memberikan manfaat ekologis sebagai penyedia nutrien bagi biotaperairan; tempat memijah, tempat mencari makan, dan tempat asuhan berbagai biota, pengendaliabrasi, intrusi air laut, dan angin kencang; penahan tsunami; memperluas daratan; dan lainsebagainya, hutan mangrove juga memberikan manfaat ekonomis antara lain sebagai penyediaberbagai hasil hutan kayu dan non kayu, serta jasa ekowisata. Manfaat - manfaat ekologis hutan mangrove yang seringkali tidak disadari oleh manusiakarena tidak dapat dirasakan langsung, pada kenyataannya menjadi dikesampingkan dan manusiahanya fokus pada manfaat ekonomisnya. Hutan mangrove dieksploitasi secara berlebihan untukmemperoleh hasil hutan kayu dan non kayu serta dialihfungsikan / dikonversi untuk berbagaikepentingan seperti perkebunan, pemukiman, pertambangan, dan lain - lain. Saat ini, kondisi hutan mangrove di Indonesia sedang dalam upaya pembenahan untukmengembalikan kondisinya menjadi lebih baik. Hutan - hutan mangrove yang tersisa, diupayakanuntuk dilindungi, sedangkan hutan mangrove yang terdegradasi dan dalam kondisi memprihatinkan,diupayakan untuk direhabilitasi. Inisiatif untuk melindungi dan merehabilitasi hutan mangrove telahmenyebar ke seluruh lapisan, baik dari pihak pemerintah, organisasi - organisasi peduli lingkungan,maupun masyarakat umum. Agar kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan mangrove dapat berhasil sesuai dengan tujuanawal, setiap tahapan perencanaan kegiatan harus dipersiapkan dengan baik, mulai dari survey lokasipenanaman dan penentuan jenis mangrove yang cocok dengan tapak, penggunaan bahan tanaman(bibit atau benih / propagul), penentuan jarak tanam dan waktu penanaman, teknik penanaman,pemeliharaan, dan lain sebagainya. Apabila lokasi penanaman untuk kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan mangrove merupakanlokasi yang relatif tenang dan terlindung dari gempuran ombak dan gelombang, bibit atau propagul
  • 2. dapat ditanam langsung, tetapi apabila lokasi penanaman merupakan areal yang berombak besar,perlu teknik khusus dalam melakukan penanaman agar bibit dapat bertahan hidup. Penggunaan bibitlebih dianjurkan daripada benih / propagul karena relatif lebih mampu berdiri di dalam substratberlumpur. Bibit mangrove yang digunakan sebaiknya telah berumur kurang lebih tiga sampaidengan enam bulan. Selain itu, untuk membantu bibit terlindung dari terjangan ombak, penggunaantiang pancang dan ruas bambu juga telah mulai diperkenalkan. Untuk membantu memperkuat kedudukan bibit mangrove yang baru ditanam dalam substratberlumpur, bibit dapat diikatkan pada tiang pancang yang ditancapkan di samping bibit. Tiangpancang dapat dibuat dari kayu atau bambu dengan diameter minimal 7,5 cm, panjang 1 m, danruncing di bagian bawahnya, ditancapkan ke dalam lumpur sedalam kurang lebih 0,5 m. Untuk tiangpancang yang dibuat dari bambu, tiang dapat dilubangi agar dapat diisi lumpur saat tiangditancapkan (Gambar 1). Alternatif lain dalam mengantisipasi terjangan ombak terhadap bibit yang baru ditanam adalahdengan menggunakan ruas bambu besar. Bambu yang digunakan dalah bambu dengan diameter 20 –25 cm dan tinggi sekitar 1 m. Bambu ditancapkan ke dalam lumpur sedalam kurang lebih 0,5 mpada titik - titik dimana bibit mangrove akan ditanam. Bagian dalam dari ruas bambu dilubangi danbagian bawahnya diruncingkan agar lebih mudah ditancapkan. Kemudian bambu diisi denganlumpur dan bibit mangrove ditanamkan ke dalam bambu tersebut. Cara lainnya adalah denganmenanam bibit mangrove terlebih dahulu ke dalam substrat, setelah itu ruas bambu ditanam hinggakeseluruhan bagian bibit tertutup kecuali batang dan daun bagian atas (Gambar 2). Jenis bambuyang dapat digunakan karena ukurannya yang besar adalah Bambu Betung (Dendrocalamus asper). Gambar 1 Gambar 2