Uploaded on

 

More in: Business , Technology
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
2,113
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
30
Comments
0
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. TEORI-TEORI PEMBELAJARAN<br />A. Teori kecerdasan pelbagai<br /> 1 Maksud<br /> <br /> Kebolehan menyelesaikan masalah<br /> Kebolehan menjana masalah baru untuk diselesaikan<br /> 2 Keperluan<br /> <br /> Menyokong pembelajaran bersepadu yang menyeluruh selaras dengan falsafah pendidikan negara dan keperluan pelajar<br /> Mempelbagaikan cara penilaian<br /> Mewujudkan suasana kolaboratif di sekolah<br /> 3 Jenis kecerdasan<br /> <br /> Kecerdasan Verbal Linguistik<br /> Kebolehan menggunakan kata-kata (bahasa) dengan berkesan<br /> Kebolehan mengingat maklumat, meyakini orang lain, serta bercakap tentang bahasa sendiri<br /> Kecerdasan Logik Matematik<br /> Kebolehan menggunakan nombor secara berkesan dan berhujan<br /> Kebolehan menjangka<br /> Kecerdasan Visual Ruang<br /> Kebolehan mengesan dan mengambarkan bentuk<br /> Kebolehan mempersembahkan idea visual dan ruang secara grafik<br /> Kecerdasan Kinestetik<br /> Kebolehan menggunakan badan untuk menyatakan idea, perasaan dan penyelesaian masalah<br /> Kebolehan menggunakan kemahiran fizikal seperti koodinasi, keanjalan, kepantasan dan keseimbangan<br /> Kecerdasan Muzik<br /> Kebolehan mengesan irama dan lagu<br /> Kebolehan mengenal lagu mudah<br /> Kebolehan membeza dan mengubah rentak dan tempo dalam melodi yang mudah<br /> Kecerdasan Interpersonal<br /> Kebolehan memahami perasaan, motivasi, tabiat serta hasrat orang lain.<br /> Kebolehan bertindak secara berkesan kepada orang lain<br /> Kecerdasan Intrapersonal<br /> Kebolehan memahami diri sendiri dari segi kekuatan, kelemahan , hasrat dan kehendak.<br /> Kebolehan menangani perasaan, mengawal kemarahan dan kesedihan diri<br /> Kebolehan membantu diri lebih berdisplin , beradab dan bersopan.<br /> Kecerdasan Naturalis<br /> Kebolehan mengenali dan mengklasifikasi tumbuh-tumbuhan, galian, binatang.<br /> Kebolehan mengenali artifak budaya dari segi pakaian dan makanan<br />B. Teori Behaviourisme<br /> 1 Didokongi oleh Thorndike dan Skinner<br /> 2 Menyatakan<br /> <br /> Pembelajaran belaku melalui pelaziman/kebiasaan<br /> Perubahan tingkah laku dapat dikekalkan dengan ransangan yang sesuai<br /> Pemberian rangsangan mendatangkan kepuasan , kepuasan akan membawa pengulangan tingkah laku tersebut<br /> Rangsangan yang mendatangkan keadaan tidak selesa akan menyebabkan tingkah laku tersebu diberhentikan<br /> Ganjaran, insentif dan peneguhan diberikan sebagai rangsangan dalam pembelajaran supaya tingkah laku yang diingini diteruskan dan dikekalkan<br />C. Teori Konstruktif<br /> 1 Disokong oleh Von Glassefel, Piaget dan Vygotsky<br /> 2 Menyatakan<br /> <br /> Ilmu pengetahuan terhasil daripada inisiatif seseorang individu itu sendiri<br /> Ilmu pengetahuan yang dibentuk oleh sesorang itu kerana ingin menyesuaikan dirinya dengan alam sekitar<br /> Ilmu pengetahuan terbentuk hasil rasionalisasi pengalaman individu<br /> Ilmu pengetahuan terbina hasil penglibatan aktif individu yang menghubungkait maklumat baru dengan pengalaman sedia ada<br /> Seseorang individu tidaklah menerima sesuatu ilmu secara pasif<br />D. Teori Kognitif<br /> 1 Didokong oleh Atkinson, McClelland and Bruner<br /> 2 Menyatakan<br /> <br /> Tingkah laku manusia adalah dipengaruhi cara pengamatan seseorang<br /> Setiap individu berminit mengejar kejayaan<br /> Terdapat dua jenis dorongan yang bertentangan yang wujud semasa mengejar sesuatu iaitu mengejar kejayaan atau mengelakkan kegagalan<br /> Kejayaan dan kegagalan seseorang individu adalah bergantung kepada kefahaman terhadap sesuatu institusi dan keperibidaiannya<br /> <br />Guru ceria murid gembira<br /> <br />http://www.freewebs.com/ptk2/ptkkhusus2.htm<br />Bab III Segi-Segi Pendidikan Sebagai Gejala Kebudayaan<br />Yang dimaksud dengan segi-segi atau aspek-aspek pendidikan adalah rah tujuan atau sasaran yang diperhatikan dan dibina serta dijadikan pedoman dalam pelaksanaan segala aktivitas yang bersifat pendidikan yang sesuai dengan pandangan di atas.<br />Ada 10 segi pendidikan yang urutannya dapat diubah namun tidak dapat dikurangi untuk sesuai dengan kondisi dan situasi dimana pelaksanaan pendidikan akan dilaksanakan. Pemisahan salah satu dari kesepuluh tersebut tidak mungkin dan tidak dibenarkan tetapi hanya dibenarkan perbedaan dalam penekanan.<br />1. Pendidikan adalah pembinaan tingkah laku perbuatan<br />Pendidikan merupakan proses pembinaan tingkah laku perbuatan agar anak belajar berpikir, berperasaan dan bertindak lebih sempurna dan baik dari pada sebelumnya. Untuk tujuan tersebut maka pendidikan diarahkan pada seluruh aspek pribadi meliputi jasmani, mental kerohanian dan moral. Sehingga akan tumbuh kesadaran pribadi dan bertanggung jawab akibat tingkat perbuatannya.<br />2. Pendidikan adalah pendidikan diri pribadi<br />Lembaga pendidikan bertujuan mengembangkan diri dan selalu menggunakan daya kemampuan inisiatif dan aktivitasnya sesuai kata hatinya. Sehingga anak berkesempatan untuk belajar memikul tanggung jawab bagi kelangusngan pendidikan dan perkembangan pribadinya. Hal ini sesuai pernyataan Tagore bahwa pendidikan sebenarnya pendidikan diri sendiri atau diri pribadi (self education).<br />3. Pendidikan diperankan di berbagai pusat lembaga<br />Tugas pendidikan adalah tugas yang harus dilaksanakan oleh lembaga atau badan pendidikan yang diakui dan diberi hak hidup serta dilindungi undang-undang. Dengan demikian disamping lembaga pendidikan sekolah (sebagai perantara, pemersatu serta mempertinggi usaha pendidikan) maka keluarga masyarakat juga menerima tugas kewajiban untuk mendidik manusia yang menjadi anggotanya.<br />4. Pendidikan diarahkan kepada keseluruhan aspek kebudayaan dan kepribadian<br />Pendidik dan lembaga pendidikan harus mengakui kepribadian dan menggalang adanya kesatuan segala aspek kebudayaan, di sini manusia membutuhkan latihan dalam menggunakan kecerdasanya dan saling pengertian. Aspek-aspek kehidupan telah dirumuskan oleh Edward Springer sebagai :<br />Aspek intelek menghasilkan manusia teoretis, sosisal manusia pengabdi, estetis manusia seni, politik manusia kuasa, agama manusia kuasa dan ekonomi manusia manusia untung serta sebagai tambahan oleh Prof. A. Sigit aspek keluarga menjadikan manusia cinta kasih.<br />5. Pendidikan berlangsung sepanjang hidup (Life Proses)<br />Menurut Langeveld kewibawaan penting dalam pendidikan sehingga proses pendidikan dibatasi pada proses pendidikan dari mulai anak mulai mengerti dan mengakui kewibawaan samapai anak tunduk pada kewibawaannya sendiri yang bersumber dari kata hatinya.<br />6. Pendidikan adalah persiapan penyesuaian yang intelligent terhadap perubahan sosial<br />Sifat pendidikan reflektif dan progresif harus meneruskan nilai kebudayaan dan mengantarkan anak didik pada alam kedewasaan serta membimbing ke arah kerja membangun masa depan. Untuk itu pendidik harus mengembangkan kesadaran bertanggung jawab dan turut serta dalam masyarakat.<br />7. Pendidikan harus mengabdi seluruh massa rakyat<br />Menurut sejarah perkembangannya, pendidikan mengalami 2 macam perkembangan, yaitu (1) pendidikan sebagai pengabdi kelas/golongan masyarakat, diperuntukkan untuk kepentingan sebgaian kecil masyarakat misalnya kolonial Belanda dan (2) pengabdi massa/segala lapisan masyarakat, diperuntukkan untuk demokrasi masyarakat tanpa beda kelas.<br />8. Pendidikan harus diarahkan kepembinaan cita-cita hidup yang luhur<br />Bila pendidikan dimasukkan ke dalam tingkah laku perbuatan manusia maka pendidikan harus menyesuaikan diri dengan tujuan hidup manusia, selanjutnya tujuan hidup tersebut ditentukan oleh filsafat hidup yang dianut seseorang, maka tujuan pendidikan manusia harus bersumber pada filsafat hidup individu yang melaksanakan pendidikan. Tujuan pendidikan manusia tidak dapat terlepas dari tujuan hidup manusia yang didasarkan pada filsafat hidup tertentu.<br />9. Pendidikan Jiwa Nasionalisme seimbang dengan jiwa internasionalisme<br />Pendidikan adalah pembinaan jiwa Nasionalisme yang sehat dan wajar, tidak menjurus Chauvinisme atau Internasionalisme yang melenyapkan jiwa Nasionalisme. Adanya masalah dan perbedaan paham-paham tersebut disebabkan 3 hal, yaitu : tetap adanya perang, adanya efek relatif kebahagian bangsa tertentu namun kesengsaraan bagi bangsa lainnya dan rasa kebersamaan pada bangsa-bangsa yang tertindas.<br />Pendidikan bertujuan mengusahakan perdamaian dan kesejahteraan dunia dan manusianya, untuk itu usaha-usaha yang mengarah ke sana adalah : pembinaan jiwa yang saling kerjasama antar bangsa, penghilangan nasionalisme yang sempit, peniadaan doktrin superioritas dan inferioritas ras, pengembangan sikap positif atas kerja sama, pembinaan politik luar negeri dalam prinsip konsultasi dan kooperatif, peningkatan taraf mental pendidikan manusia serta pembinaan penghormatan tata hidup yang berasaskan demokrasi individu, masyarakat dan anatar bangsa.<br />Hasil dari pembinaan di atas akan mewujudkan 3 kemungkinan, yaitu :<br />(1) Komunisme Internasional, dengan bentuk terpimpin oleh negara super disikuti negara satelit<br />(2) Organisasi Internasional, dengan peniadaan negara super dimana tata hubungan belandaskan prinsip demokrasi<br />(3) Kerjasama Regional, bentuk kerjasama dalam wilayah dan tujuan tertentu.<br />10. Pendidikan agama unsur mutlak dalam pembinaan karakteristik dan bangsa<br />Hal ini didasarkan atas pandangan bahwa agama merupakan unsur mutlak dan sumber dari kebudayaan, untuk itu pendidikan agama agar tidak diarahkan pada intelektualistis-verbalistis, sehingga menjadikan pendidikan agama sebagai dasar tata kehidupan manusia, pribadi, di sekolah maupun masyarakat.<br />Pendidikan agama tidak sama dengan etika, namun pendidikan pekerti tidak dapat dilepaskan dari agama sehingga dapat dikatakan kesusilaan yang diagamakan. Sehingga dihasilkan manusia berbudi luhur, sehat, berpikiran bebas, perpengetahuan luas dan berjiwa ikhlas.<br />1.3.4 Bab IV Ilmu Pendidikan Sebagai Ilmu Pengetahuan Normatif<br />Maksudnya adalah bahwa pendidikan membawa pengkuan atas kenyataan berikut :<br />1. Adanya norma tertentu dalam bertindak bagi manusia.<br />2. Tugas pendidikan sebagai penanam suatu norma tertentu sesuai dasar flsafat<br />3. Ilmu pendidikan harus berhubungan erat dengan ilmu filsafat pendidikan<br />4. Ilmu pendidikan menurut sejarahnya tidak dapat dipisahkan dari ilmu filsafat<br />5. Persoalan dan tujuan pendidikan merupakan persoalan normatif sesuai filsafat pendidikan tertentu<br />6. Bila manusia memiliki filsafat pendidikan tertentu maka setiap pendidik harus memiliki filsafat tertentu pula.<br />http://vandha.wordpress.com/2008/11/27/pendidikan-pengajaran-dan-kebudayaan-pendidikan-sebagai-gejala-kebudayaan/<br />