Your SlideShare is downloading. ×
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Aplikasi MCDM untuk mendukung efektifitas Supply Chain

1,326

Published on

Merupakan penerapan atas model pemrograman linear untuk proses pengambilan keputusan yang memungkinkan para pelakunya (decision maker) untuk mengevaluasi berbagai alternatif persaingan guna mencapai …

Merupakan penerapan atas model pemrograman linear untuk proses pengambilan keputusan yang memungkinkan para pelakunya (decision maker) untuk mengevaluasi berbagai alternatif persaingan guna mencapai tujuan tertentu. Pelakunya (decision maker) akan mempertimbangkan berbagai kriteria dalam mencapai keputusan yang terbaik secara keseluruhan, dimana akan dipilih strategi yang terbaik di antara berbagai alternatif yang mereka evaluasi.

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,326
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
58
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide
  • Mas Andi: Sumber data? Diperoleh dmn? Kriteria darimana? Mas Adi: Terkait windows lead time, apakah tidak boleh terjadi penumpukan? apakah bisa langsung dipake di LPSE? Apakah harus diinput dulu Mas Cahyani: Apakah dapat digunakan hanya untuk pengambilan keputusan tertentu? Apa hanya pemilihan Pembobotan siapa yang menentukan? By sistem atau person?
  • Transcript

    • 1. WORKSHOP MANAJEMEN KEBIJAKAN DAN STRATEGI TI Chapter XV An Application of Multi-Criteria Decision-Making Model to Strategic Outsourcing for Effective Supply-Chain Linkages Disusun Oleh: Bayu Nugroho (12/340625/PTK/08395) Catur Setiawan (12/340627/PTK/08397) Agung Ardianto (12/340620/PTK/08391) 1
    • 2. Pendahuluan WATANABE,2001 Persaingan merupakan suatu tantangan bagi perusahaan untuk terus berusaha memberikan yang terbaik bagi konsumen. Perusahaan yang mampu memenuhi keinginan pelanggan, mengembangkan produk tepat waktu, mengeluarkan biaya yang rendah dalam bidang persediaan dan penyerahan produk, mengelola industri secara cermat dan fleksibel merupakan perusahaan yang memiliki daya saing tinggi dan dapat menguasai pasar. Maka berkembanglah Supply Chain Management (SCM). Salah satu kunci sukses dalam SCM adalah ketepatan memilih mitra bisnis (Mulki dan Raihan, 2005). 2
    • 3. Supplier Definisi: Merupakan mitra bisnis yang memegang peranan sangat penting dalam menjamin ketersediaan barang pasokan yang dibutuhkan oleh perusahaan Penilaian Supplier didasarkan pada kriteria yang dapat menambah nilai saat ini (current value) dan nilai pada masa yang akan datang (future value). Current Value: 1.Proses produksi menjadi lebih cepat bahan baku tersedia secara tepat waktu (tidak ada window lead time) 2.Tidak terdapat persediaan bahan baku menganggur dan rusak di gudang 3.Penghematan biaya (ex: biaya sewa gudang, biaya kerusakan barang, biaya sdm operasional gudang dapat ditekan/ dihemat) Future Value: 1.Peningkatan keuntungan/ profit perusahaan 2.Tingkat kepuasan Costumer meningkat Dalam melakukan pemilihan Supplier terdapat berbagai metode, salah satunya dengan metode Analytical Hierarchy Process 3
    • 4. Supply Chain Management Definisi Supply Chain: jaringan perusahaan-perusahaan yang secara bersama-sama bekerja untuk menciptakan dan mengantar suatu produk ke tangan pemakai akhir (Pujawan, 2005). Perusahaan-perusahaan tersebut adalah supplier, pabrik, distributor, toko atau ritel, serta perusahaan-perusahaan pendukung seperti perusahaan jasa logistik. Untuk mengelola Supply Chain dibutuhkan metode ataupun pendekatan yang tepat yang dikenal dengan istilah Supply Chain Management (SCM) 4
    • 5. Multi-Criteria Decision Making MCDM Definisi Merupakan penerapan atas model pemrograman linear untuk proses pengambilan keputusan yang memungkinkan para pelakunya (decision maker) untuk mengevaluasi berbagai alternatif persaingan guna mencapai tujuan tertentu. Pelakunya (decision maker) akan mempertimbangkan berbagai kriteria dalam mencapai keputusan yang terbaik secara keseluruhan, dimana akan dipilih strategi yang terbaik di antara berbagai alternatif yang mereka evaluasi. Model MCDM 1.Goal Programming (GP) metode yang dikembangkan untuk menyelesaikan masalah optimasi dengan tujuan lebih dari satu (multi-objective), yang potensial untuk mencapai trade-off antara aspek- aspek yang bertentangan dari sejumlah tujuan/ sasaran yang ingin dicapai. 2.Analytical Hierarchy Process 5
    • 6. Analytical Hierarchy Process (AHP)  Analytical Hierarchy Process (AHP) adalah metode yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan apabila kriteria pengambilan keputusan sangat beragam  Metode ini diperkenalkan oleh Thomas L. Saaty pada tahun 1971 – 1975 di Wharton School. 6
    • 7. Prinsip Dasar AHP 1. Decomposition  Dengan prinsip ini struktur masalah yang kompleks dibagi menjadi bagian- bagian secara hierarki.  Dalam bentuk yang paling sederhana struktur akan dibandingkan tujuan, kriteria dan level alternatif.  Hal ini yang menjadi alasan proses ini dinamakan hirarki 2. Comparative Judgement – Dengan prinsip ini akan dibangun perbandingan berpasangan dari semua elemen yang ada dengan tujuan menghasilkan skala kepentingan relatif dari elemen. – Penilaian menghasilkan skala penilaian yang berupa angka. – Perbandingan berpasangan dalam bentuk matriks jika dikombinasikan akan menghasilkan prioritas. – Hasil dari penilaian ini dituliskan dalam matriks yang disebut dengan matriks pairwise comparison 3. Synthesis Of Priority -Dari setiap matriks pairwise comparison kemudian dicari local priority. -Matriks-matriks pairwise comparison terdapat pada setiap tingkat, sehingga untuk mendapatkan global priority harus dilakukan sintesis di antara local priority. 7
    • 8. AHP didasarkan atas 3 aksioma utama 1. Aksioma Resiprokal Aksioma ini menyatakan jika PC (EA,EB) adalah sebuah perbandingan berpasangan antara elemen A dan elemen B, dengan memperhitungkan C sebagai elemen parent, menunjukkan berapa kali lebih banyak properti yang dimiliki elemen A terhadap B, maka PC (EB,EA)= 1/ PC (EA,EB). 2. Aksioma Homogenitas Aksioma ini menyatakan bahwa elemen yang dibandingkan tidak berbeda terlalu jauh. Jika perbedaan terlalu besar, hasil yang didapatkan mengandung nilai kesalahan yang tinggi. 3. Aksioma Ketergantungan Aksioma ini menyatakan bahwa prioritas elemen dalam hirarki tidak bergantung pada elemen level di bawahnya. Aksioma ini membuat kita bisa menerapkan prinsip komposisi hirarki. 8
    • 9. Kelebihan dan Kekurangan AHP Kelebihan: 1.Struktur yang berhierarki sebagai konskwensi dari kriteria yang dipilih sampai pada sub-sub kriteria yang paling dalam. 2.Memperhitungkan validitas sampai batas toleransi inkonsentrasi sebagai kriteria dan alternatif yang dipilih oleh para pengambil keputusan. 3.Memperhitungkan daya tahan atau ketahanan output analisis sensitivitas pengambilan keputusan. Kelemahan 1.Ketergantungan model AHP pada input utamanya 2.Metode AHP ini hanya metode matematis tanpa ada pengujian secara statistik sehingga tidak ada batas kepercayaan dari kebenaran model yang terbentuk 9
    • 10. Journal Review An Application of Multi-Criteria Decision-Making Model to Strategic Outsourcing for Effective Supply-Chain Linkages N.K Kwak-Saint Lousi University, USA Chang Won Lee-Jinju National University, Korea Pendahuluan 1.Konsorsium dari tujuh perusahaan yang berbeda mengembangkan dan membuat produk-produk terkait dari the smart home system untuk keamanan rumah didirikan di Korea 2.Setiap anggota perusahaan memiliki keunikan tersendiri, pengetahuan khusus dan sumber daya manusia untuk melakukan manufaktur yang dibutuhkan 3.Proyek ini khusus untuk mengintegrasikan intelligent information technology untuk mengatasi pertumbuhan dramatis dalam penggunaan teknologi informasi, untuk mendorong inovasi lanjutan dan adopsi teknologi baru, dan untuk memperluas landasan teknologi informasi untuk smart home system generasi selanjutnya. 10
    • 11. Pengumpulan Data  Data yang digunakan untuk merumuskan model MCDM dikumpulkan dari konsorsium perusahaan bisnis pengembangan dan pembuatan the smart home system for home security.  Validasi data dari konsorsium model alokasi sumber daya sangat penting untuk menerima solusi model dan menerapkan hasilnya.  Keberhasilan model ini didasarkan pada pengukuran akurat dari tujuan dan kriteria yang ditetapkan. Pengambil keputusan yang terlibat dalam proses outsourcing saat ini dan perencanaan supply-chain untuk menyelesaikan validasi terakhir hasil dari kedua prioritas tujuan, serta proyek-proyek terkait/alternatif. 11
    • 12. Model Pengembangan  Analitical Hierarchy Process (AHP) telah digunakan untuk menetapkan tujuan dekomposisi (Goal Decomposition) dan prioritas (Prioritization).  Suatu prioritas disatukan untuk menilai masing-masing tujuan, untuk mendapatkan hal-hal yang signifikan  Karena tidak ada data kuantitatif sebelumnya untuk setiap kombinasi tujuan, pembuat keputusan akan membuat perbandingan secara berpasangan (pairwise comparisons) dari setiap tujuan dengan keseluruhan yang lain  Ada empat kriteria yang diturunkan, seperti keuangan (C1), pelanggan (C2), bisnis internal (C3), dan kriteria inovasi dan pembelajaran (C4).  Strategi outsourcing dan pengelolaan rantai pasokan diprioritaskan dengan bobot AHP sebagai berikut: peningkatan kualitas (G1), efektivitas biaya (G2), kepuasan pelanggan (G3), layanan penyesuaian (G4), tenaga kerja berkualitas (G5), pemasok berkompetensi (G6), dan kemitraan strategis (G7). 12
    • 13. Table 1. AHP results for goal prioritization 13
    • 14. Variabel Keputusan (Decision)  Perusahaan konsorsium ingin mengontrak salah satu dari 5 supplier untuk memasok 5 komponen yang berbeda atas sistem rumah pintar (smart home system).  Variabel Xs ij = Variabel keputusan untuk tingkat permintaan yang ditugaskan untuk berbagai jenis komponen i (i = 1,2, .., 5) untuk dipilih dengan berbagai pemasok j (j = 1,2, .. , 5) dalam permintaan kapasitas  Dimana Xs i ≥ 0  Dimana Xp ij = Variabel keputusan untuk proyek i (1, 2, 3, dan 4) yang jumlah yang tersedia dapat dialokasikan lebih dari tiga-tahap j periode (1,2 dan 3)  Dimana: 14
    • 15. Variabel Keputusan (Cont....) Tabel 2 dan 3 menyajikan informasi yang diperlukan untuk variabel keputusan dan kendalanya (contraints). 15
    • 16. Kendala (Contraints) Kendala Sistem: Kendala sistem 1: Mengatur kendala demand-supply selama lima komponen. 14.400 unit [ditampilkan sebagai 144(00)]. Kendala sistem 2: Pilih salah satu proyek untuk supply chain perspektif manajemen di setiap tahap pengembangan. Model MCDM memiliki 37 kendala: 14 kendala sistem dan 23 kendala tujuan. 16
    • 17. Kendala (Contraints) cont...... Kendala Tujuan: Prioritas 1 (P1): Hindari pencapaian yang berlebihan atas tingkat sumber daya keuangan dengan menyediakan sumber daya sistem yang tepat dalam hal kualitas peningkatan tujuan yang berkesinambungan (G1) Prioritas 2 (P2): Hindari pencapaian dibawah tingkat pertemuan anggaran untuk semua pemasok outsourcing sebesar $ 138 (00.000) dalam hal tujuan efektivitas biaya (G2), 17
    • 18. Kendala (Contraints) cont...... Prioritas 3 (P3): Tidak lebih memanfaatkan tingkat pasar sumber daya yang tersedia untuk setiap tahap pengembangan produk dalam hal tujuan kepuasan pelanggan (G3) Prioritas 4 (P4): Dalam hal penyesuaian tujuan layanan (G4) Prioritas 5 (P5): Melaksanakan proyek dalam tiga tahap pengembangan produk dalam hal tujuan penyeimbangan tenaga (G5). 18
    • 19. Kendala (Contraints) cont...... Prioritas 6 (P6): Tentukan kapasitas permintaan di setiap pemasok untuk menetapkan kelompok pemasok outsourcing yang tepat dalam hal tujuan kompetensi pemasok (G6). Prioritas 7 (P7): Dalam hal kemitraan pemasok tujuan strategis (G7), 19
    • 20. Diskusi dan solusi Prioritas 1 (P1): untuk menghindari overachievement dari tingkat sumber daya keuangan untuk perbaikan mutu berkelanjutan (yaitu, G1). Prioritas 2 (P2): untuk menghindari underutilization tingkat anggaran untuk efektivitas biaya. Prioritas 3 (P3): untuk tidak overutilize sumber daya tingkat pasar dalam setiap periode pengembangan produk untuk kepuasan pelanggan. Keinginan manajemen bahwa pasar sumber daya mereka outsourcing tidak boleh digunakan secara berlebihan dalam setiap tahap pengembangan . 20
    • 21. Diskusi dan solusi (cont’d) Prioritas 4 (P4): untuk menghindari underachievement sumber daya untuk memilih pemasok outsourcing yang memiliki pengetahuan industrial yang unggul dalam lima komponen yang berbeda dalam komponen system smart home Prioritas 5 (P5): untuk melaksanakan tepat empat proyek dalam tiga periode pengembangan produk untuk mengamankan penyeimbangan tenaga outsourcing. 21
    • 22. Diskusi dan solusi Prioritas 6 (P6): memenuhi tingkat permintaan- pasokan untuk memilih kelompok pemasok outsourcing yang tepat untuk tujuan kompetensi pemasok. Prioritas 7 (P7) adalah untuk menetapkan kontrak tertentu untuk kelompok pemasok untuk mencapai tujuan kemitraan strategis 22
    • 23. Kesimpulan MCDM akan memberikan cara pengambilan keputusan praktis untuk menganalisis perencanaan sumber daya outsourcing. Proses pengambilan keputusan yang efektif dalam perencanaan outsourcing dan supply chain dapat menciptakan keunggulan kompetitif perusahaan dan meningkatkan kinerja bisnis perusahaan untuk tujuan strategik. MCDM menilai kontribusi relatif dari organisasi anggota individual dalam supply chain sehingga memerlukan sistem pengukuran kinerja yang terintegrasi untuk memenuhi tujuan dari supply chain. 23
    • 24. Analisis Sensitivitas Masalah outsourcing tidak dapat memperoleh solusi optimal tunggal. Pembuat keputusan tertinggi setuju bahwa proses perencanaan akhirnya tergantung pada strategi bisnis perusahaan, roadmap saing, dan nilai bisnis dan misi. Dalam rangka meningkatkan efektivitas sistem, pengambil keputusan harus mengenali cara untuk meningkatkan kualitas produk, meningkatkan kepuasan pelanggan internal dan eksternal, memberikan komitmen yang lebih kuat untuk manajemen tenaga kerja, dan membentuk aliansi suara dan kolaborasi dengan bisnis lainnya mitra. 24
    • 25. Analisis Sensitivitas (cont’d) Memberikan wawasan tentang bagaimana solusi terbaik dipengaruhi oleh perubahan dalam input data. Analisis sensitivitas dilakukan dengan dua skenario. Manajemen menganggap tiga tujuan (G1, G6, dan G7) untuk dievaluasi. Dengan analisis sensitivitas yang tersedia untuk manajemen, berbagai skenario dapat dievaluasi lebih mudah dengan biaya lebih sedikit 25
    • 26. Analisis Sensitivitas (cont’d 26
    • 27. Analisis Sensitivitas (cont’d) Tujuan peningkatan kualitas (G1) dan tujuan kompetensi pemasok (G6) diubah (yaitu, P6 → P1 dan P1→ P6), dan tujuan peningkatan kualitas (G1) dan tujuan kemitraan strategis (G7) diubah (yaitu, P7→P1 dan P1→P7). Solusi nilai variabel keputusan pemasok dalam pilihan asli dan skenario revisi menunjukkan tingkat permintaan baru yang ditugaskan untuk kelompok pemasok. Ini menunjukkan implikasi penting bagi perencanaan strategis mempertimbangkan outsourcing yang efektif dan manajemen pemasok.27
    • 28. Kesimpulan MCDM akan memberikan cara pengambilan keputusan praktis untuk menganalisis perencanaan sumber daya outsourcing. Proses pengambilan keputusan yang efektif dalam perencanaan outsourcing dan supply chain dapat menciptakan keunggulan kompetitif perusahaan dan meningkatkan kinerja bisnis perusahaan untuk tujuan strategik. MCDM menilai kontribusi relatif dari organisasi anggota individual dalam supply chain sehingga memerlukan sistem pengukuran kinerja yang terintegrasi untuk memenuhi tujuan dari supply chain. 28
    • 29. Sekilas Tentang Implementasi AHP Contoh Kasus : Pemilihan gadget terbaik yang akan dibeli 29
    • 30. Contoh Sederhana Implementasi AHP untuk penentuan program unggulan daerah. 30
    • 31. Sekian Terimakasih atas perhatiannya 31

    ×