Your SlideShare is downloading. ×
0
Metpen sosial 6
Metpen sosial 6
Metpen sosial 6
Metpen sosial 6
Metpen sosial 6
Metpen sosial 6
Metpen sosial 6
Metpen sosial 6
Metpen sosial 6
Metpen sosial 6
Metpen sosial 6
Metpen sosial 6
Metpen sosial 6
Metpen sosial 6
Metpen sosial 6
Metpen sosial 6
Metpen sosial 6
Metpen sosial 6
Metpen sosial 6
Metpen sosial 6
Metpen sosial 6
Metpen sosial 6
Metpen sosial 6
Metpen sosial 6
Metpen sosial 6
Metpen sosial 6
Metpen sosial 6
Metpen sosial 6
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Metpen sosial 6

221

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
221
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
25
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. TEKNIK (METODE) PENGUMPULAN DATA DOSEN PEMBINA: Oman Sukmana, Drs., M.Si
  • 2. Pengumpulan Data:  Adalah suatu proses pengadaan data primer untuk keperluan penelitian.  Adalah prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan .
  • 3. TEKNIK (METODE) PENGUMPULAN DATA Teknik Observasi Teknik Tes Teknik Dokumentasi Teknik Kuesioner (angket/Skala) Teknik Wawancara
  • 4. Teknik (Metode) Observasi: Pengertian Observasi: Observasi Adalah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala-gejala yang diteliti.
  • 5. Syarat Observasi: Syarat Observasi Sbg. Teknik Pengumpulan Data Harus direncanakan dan dicatat secara sistematis Harus sesuai dengan tujuan penelitian Harus dapat dikontrol Keandalan (reliabilitas) dan Kesahihan (Validitas)
  • 6. Wawancara:  Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab, yang biasanya dilakukan sambil bertatap muka, antara si penanya (pewawancara) dengan si penjawab (responden) dengan menggunakan alat yang dinamakan panduan wawancara (interview guide).
  • 7. or yang mempengaruhi interaksi dalam wawancara: Situasi Wawancara: •Waktu •Tempat •Kehadiran orang lain •Sikap masyarakat Pewawancara: • Karakteristik sosial • Keterampilan melaksanakan Wawancara • Motivasi • Rasa aman Responden: • Karakteristik sosial • Kemampuan menangkap Pertanyaan • Kemampuan Menjawab pertanyaan Isi Wawancara: •Peka untuk ditanyakan •Sukar untuk dinyatakan •Tingkat minat •Sumber kekhawatiran
  • 8. Sikap pewawancara yang baik saat bertanya:  Netral: jangan memberi reaksi terhadap jawaban responden. • Adil: Tidak memihak kepada sebagian responden, setiap responden diperlakukan sama. • Ramah: Tunjukkan keramahan yang wajar tidak dibuat-buat (overacting).
  • 9. Beberapa Kualifikasi Pewawancara yang baik:  Jujur,  Berminat,  Akurat,  Penyesuaian diri,  Personalitas dan temperamen,  Intelegensia dan pendidikan.
  • 10. Cara mengungkapkan pertanyaan yang baik: 1. Jangan gunakan perkataan- perkataan yang sulit, 2. Jangan gunakan pertanyaan yang bersifat terlalu umum, 3. Hindarkan pertanyaan yang mendua arti, 4. Jangan gunakan kata-kata yang samar,
  • 11. Lanjutan: 5. Hindarkan pertanyaan yang mengandung sugesti (menggiring responden ke arah jawaban tertentu), 6. Hindarkan pertanyaan yang berdasarkan presumsi (beranggapan bahwa responden berada dalam kategori yang diinginkan penanya), 7. Jangan membuat pertanyaan yang memalukan responden, 8. Hindarkan pertanyaan yang menghendaki ingatan yang berat.
  • 12. Teknik Kuesioner (angket/Skala)
  • 13. Penyusunan Alat Ukur Sosial (Skala Pengukuran Sosial): Skala Likert, Skala Guttman, Semantic Differensial, Rating Scale.
  • 14. Skala Likert: Digunakan untuk mengukur: Sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.
  • 15. Langkah Skala Likert: 1. Tentukan objek (fenomena sosial) dari sikap, pendapat, persepsi yang akkan diukur. Misal: sikap masyarakat terhadap emansipasi wanita. 2. Tentukan secara tegas: Definisi konsep & operasional fenomena sosial yang akan diukur
  • 16. Lanjutan: Langkah Skala Likert 3. Susun pernyataan/item pengukur sesuai definisi konsep & operasional yang sudah ditentukan: 1. Banyaknya pernyataan/item: 30-40 buah item, untuk setiap kategori pengukuran. 2. Item/pernyataan terdiri dari item/pernyataan positif dan negatif (item positif yng mendukung topik; item negatif yng melawan topik; tdk ada item netral). 3. Item/pernyataan positif & negatif letaknya harus diacak. 4. Setiap item/pernyataan diberi pilihan respons yang sifatnya tertutup: 1. Banyaknya pilihan respons biasanya: 3,5,7,9, atau 11 (paling banyak digunakan: 3 dan 5 pilihan). 2. Pilihan terlalu sedikit hasilnya terlalu kasar, pilihan terlalu banyak responden sulit utk. Membedakan. 3. Terdapat pilihan netral (tdk. Mutlak).
  • 17. Lanjutan: Langkah Skala Likert Contoh Pilihan Respons: Sangat Setuju Sangat Baik Setuju Baik Ragu-Ragu Cukup Baik Tidak Setuju Kurang Baik Sangat Tidak Setuju Sangat Tidak Baik 5. Untuk setiap pilihan respons diberi skor berdasarkan kriteria sbb.: 1. Untuk item/pernyataan positif, kriteria Sangat Setuju, Sangat Baik, dsb. Diberi nilai skor tertinggi. 2. Untuk item/pernyataan negatif kriteria Sangat Setuju, Sangat Baik, dsb. Diberi nilai skor terendah.
  • 18. Bentuk Instrumen Skala Likert: 1. Bentuk Cheeklist, No. Item SS S RG TS STS 1. Mahasiswa FISIP UMM motivasi belajarnya sangat tinggi. ν 2. Dst.
  • 19. 2. Bentuk Pilihan ganda. Contoh: “Anak laki-laki sama haknya dengan anak perempuan dalam hal pendidikan”. a. Sangat Setuju b. Setuju c. Ragu-Ragu d. Tdak Setuju e. Sangat Tidak Setuju
  • 20. Skala Guttman: Pilihan jawaban dlm skala Guttman hanya ada 2 pilihan, yaitu: (a) Ya (b) Tidak, atau (a) Benar (b) Salah, Dsb. Catatan Skoring: Untuk jawaban tertinggi diberi skor 1, dan jawaban terendah diberi skor 0.
  • 21. Semantic Differensial: 1. Dikembangkan oleh Osgood, 2. Untuk mengukur sikap atau karakteristik sosial tertentu, 3. Jawaban disusun dlm garis kontinum dimana jawaban sangat positifnya terletak di bagian kanan, dan jawaban sangat negatif terletak di bagian kiri. 4. Data yang diperoleh berupa data dengan skala interval.
  • 22. Contoh: Semantic Differensial “Beri nilai gaya kepemimpinan atasan saudara” Bersahabat 5 4 3 2 1 Tdk Bersahabat Sabar 5 4 3 2 1 Emosional Dst.
  • 23. Rating Scale: Data berupa angka (kuantitatif), kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif.
  • 24. Contoh: Rating Scale “Bagaimana penilaian saudara mengenai peran jender”? No. Pernyataan Jawaban 1. Wanita bekerja di luar rumah bukan merupakan masalah. 5 4 3 2 1 2. Pengasuhan anak merupakan tanggung jawab bersama suami dan isteri. 5 4 3 2 1 3. Dst.
  • 25. Cara Penilaian: Misal: n = 10; Total Item = 10 Nilai tertinggi: 4 x 10 x 10 = 400 Nilai Terendah: 1 x 10 x 10 = 100 Rentang: 325-400 = Sangat Setuju 250-324 = Setuju 175-249 = Tdk Setuju 100-174 = Sangat Tdk Setuju
  • 26. Proses Pengukuran: 1. Menentukan dimensi konsep penelitian. (1) Konsep & variabel penelitian sosial seringkali memiliki lebih dari satu dimensi. (2) Semakin lengkap dimensi suatu variabel yang dapat diukur, semakin baik ukuran yang dihasilkan. 2. Rumuskan ukuran untuk masing-masing dimensi (berbentuk pertanyaan yang relevan dengan dimensi).
  • 27. Lanjutan: Proses Pengukuran: 3. Tentukan tingkat ukuran yang akan Digunakan: (Skala nominal, ordinal, interval, atau rasio). 4. Tentukan tingkat Validitas dan reliabilitas dari alat ukur.
  • 28. Teknik Tes: 1. Tes Intelegensia, 2. Tes Minat/Bakat, 3. Sosiometri/Sosiogram, 4. Dsb.

×