Your SlideShare is downloading. ×
Budidaya Jamur Tiram Putih
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Budidaya Jamur Tiram Putih

1,142
views

Published on

http://www.budidayajamurtiramputih.com/ .Untuk Mendapatkan cara cara budidaya jamur tiram putih dalam bentuk DVD yang berisi tutorial lengkap budidaya jamur tiram PDF dan Video. Dilengkapi dengan …

http://www.budidayajamurtiramputih.com/ .Untuk Mendapatkan cara cara budidaya jamur tiram putih dalam bentuk DVD yang berisi tutorial lengkap budidaya jamur tiram PDF dan Video. Dilengkapi dengan gambar berwarna. Hub 081348428286 atau klik link diatas.

Published in: Education

1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • Untuk mengunjungi situs lengkap dan mendapatkan akses lengkap tentang cara budidaya jamur tiram silahkan ke http://budidayajamurtiramputih.com
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,142
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
40
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Disusun oleh: • Alexxander
  • 2. PENDAHULUAN PPOK: Penyakit yang di karakteristikan oleh adanya obstruksi saluran pernafasan yang tidak reversibel sepenuhnya. Sumbatan bersifat progresif dan berkaitan dengan respon inflamasi abnormal paru paru terhadap partikel atau gas berbahaya. (Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease (GOLD), 2010, Global Strategy for Diagnosis, Management, and Prevention of COPD)
  • 3. EPIDEMIOLOGI - Penyebab kematian ke 2 di Indonesia. - Prevalensi meningkat dengan meningkatnya usia. - Prevalensi kejadian pada laki laki lebih tinggi dibanding dengan perempuan. (Data Surkenas, 2001)
  • 4. ETIOLOGI - Merokok Penyebab terbesar adalah merokok (85 – 95 %) - Pekerjaan Paparan debu silika, debu katun, debu gandum, asbes, pekerja tambang emas, tambang batubara - Polusi Udara - Infeksi Kolonisasi bakteri pada saluran nafas secara kronis juga merupakan pemicu inflamasi neutrofil pada saluran nafas.
  • 5. PATOFISIOLOGI  Bronkitis Kronis cenderung timbul perlahan, bertahap memburuk , inflamasi yang terjadi adalah dengan pengeluaran mukus dan penyempitan lumen.  Emfisema . Terjadi pembesaran dan kerusakan alveolus sehingga tidak bisa mentransfer udara dengan baik
  • 6. DATA PASIEN  NAMA : Tn. P H S  UMUR : 75 tahun  TB/BB : 165 cm / 60 kg  RM : 01.63.94.16  MRS : 20 Juni 2013  KRS : 26 Juni 2013  Diagnosis : PPOK eksaserbasi akut, CAP, CHF
  • 7. SUBYEKTIF Pasien masuk rumah sakit dengan keluhan sesak nafas dan batuk, berdahak warna putih kekuningan disertai demam. sesak nafas tidak terpengaruh oleh aktifitas, tidak hilang dengan istirahat. Riwayat merokok 15 tahun perhari ½ - 1 bungkus, berhenti 10 tahun yang lalu.
  • 8. RIWAYAT PENYAKIT DAHULU PPOK Eksaserbasi akut 6 bulan yang lalu HT stage II Riwayat Penyakit Jantung
  • 9. OBYEKTIF  TD : 140/100 mmHg  Nadi : 100 x/menit  Suhu : 37,7 0 C  RR : 28 x / menit  Foto Rx Thorax : Cardiomegali dengan awal oedem pleural
  • 10. PROFIL OBAT Nama Obat Aturan Pakai 20/6 21/6 22/6 23/6 24/6 25/6 26/6 O2 3 l per mnt V V V V V V - Inj Ceftriaxon 1 g / 12 jam V V V V V V V Azythromycin 1 x 500 mg V V V V V Inj Methyl Prednisolon 3 x 62,5 mg V V V 3 x 30 mg 3 x 30 mg 3 x 30 mg - Infus NaCl 20 tpm V V V V V V V Nebulizer Atrovent : Pulmicort 2 cc : 2 cc tiap 8 jam V V V V V - - Parasetamol 3 x 500 mg (k.p) V V V V - - - Vectrine (erdostein) 3 x 300 mg V V V V V V V Herbesser CD (diltiazem) 1 x 100 mg V V V V V V V Aspilet 1 x 80 mg V V V V V V V Simvastatin 1 x 10 mg V V V V V V V Captopril 3 x 12,5 mg V V V Furosemid Inj 1 amp tiap 12 jam V V V
  • 11. MONITORING KONDISI KLINIS Kondisi Klinik Tanggal 21/6 22/6 23/6 24/6 25/6 26/6 Demam ++ ++ + - - - Batuk ++ ++ + + - - Sesak Nafas ++ ++ + + - - Volume Sputum ++ + + + - -
  • 12. MONITORING TANDA VITAL Tanda Vital 21/6 22/6 23/6 24/6 25/6 26/6 TD 130/90 130/80 130/80 130/80 140/80 140/100 NADI 80 84 88 84 92 92 SUHU 37,5 37,5 37 36,4 36 36 RR 28 24 24 22 24 20
  • 13. PARAMETER HASIL LAB Parameter Satuan Nilai Normal Tanggal 19/6 21/6 24/6 25/6 Leukosit /mm3 4.103- 10. 103 15,8 7,8 Hemoglobin g/dL 13-17 15,5 14,1 Albumin g/dL 3,5 - 5 4,17 Neutrofil /mm3 2,2.103- 4,8.103 13,3 6,3 LED mm/jam 0 - 15 74 Gula Darah Sesaat g/dl 74 – 140 174 96 BUN mg/dL 10-24 17,6 Kreatinin mg/dL 0,5-1,5 0,89 SGOT U/L 0-35 28 SGPT U/L 0-37 31
  • 14. Lanjutan hasil lab Parameter Satuan Nilai Normal 19/6 21/6 24/6 25/6 Natrium Mmol/L 135-145 124 126 137 Kalium Mmol/L 3,5-5 3,33 3,46 3,31 Chlorida Mmol/L 95-108 110,4 98,7 Kultur Sputum Gram Positif Coccus Lpb - + Gram Positif Basil Lpb - + Leukosit Lpb - +
  • 15. Problem Medik Subyektif- Obyektif Terapi Analisis DRP Komentar dan Saran Demam S: Keluhan dari pasien O : Pemantauan suhu tubuh harian Parasetamol 3 x 500 mg (k.p) Demam tinggi bisa disebabkan dari adanya infeksi ditandai dengan WBC diatas normal Dosis sudah tepat , demam teratasi di hari ketiga - PPOK Eksaserbasi akut S : Keluhan sesak yang miningkat disertai batuk O : Sesak meningkat, peningkatan volume sputum, purulensi sputum Methil Prednisolon Inj 3 x 62,5 mg Nebul Atrovent : Pulmicort (2:2) tiap 8 jam Erdostein 3 x 300 mg Eksaserbasi akut bisa segera tertangani dengan pemberian kostikosteroid I.V , pemilihan kortikosteroid didasarkan pada riwayat sebelumnya pasien , eksaserbasi akut 6 bln yg lalu. Dosis 0,5 – 1 mg /KgBB tiap 6 jam. Dosis yang diberikan sudah tepat untuk pasien geriatrik memang harus diberikan dari dosis terendah yang bisa memberikan efek. (DIH) Dilakukan Spirometri saat kondisi stabil dan bebas infeksi untuk mengetahui tingkat keparahan PPOK. (GOLD standard 2010)
  • 16. Problem Medik Subyektif- Obyektif Terapi Analisis DRP Komentar dan Saran Infeksi (CAP) 0 : Demam, WBC diatas normal, Purulensi sputum Ceftriaxon Inj . 1 g tiap 12 jam Azithromyci n 1 x 500 mg Penggunaa n Antibiotik kombinasi sefalosporin dan makrolida sudah mampu menangani infeksi ditandai dengan tidak terjadinya demam, WBC kembali normal, dan tidak terjadi purilensi sputum. Dosis sudah tepat. Ceftriaxon consider 2 gram /day combine with macrolida. Azithromycin 500 mg single dose (DIH) Azithromycin sdh bisa dihentikan setelah 3 hari pemberian dan juga kondisi klinis pasien membaik didukung juga hasil lab. Mengingat Azithromicyn memiliki efek samping yang harus diperhatikan secara ketat pada pasien jantung (QT prolongation)
  • 17. CHF et causa IHD DD HHD O : EKG Furosemid Inj. 20 mg tiap 12 jam. Herbesser CD 1 x 100 mg (diltiazem) Aspilet 1 x 80 mg Simvastatin 1 x 80 mg Captopril 3 x 12,5 mg Furosemid dosis sudah tepat . ACC/AHA 2005 guidelines for chronic congestive heart failure recommend a maximum single dose of 160-200 mg. Diltiazem for elderly start with 120 mg/day Captopril 3 x 12,5 mg sudah tepat Interaksi Furosemid dengan methil prednisolo n meningkat kan resiko hipokalemi dan hal ini terjadi pada pasien Perlu penambahan sediaan Kalium dan kemudian dimonitor kembali profil Kalium secara periodik. Problem Medik Subyektif- Obyektif Terapi Analisis DRP Komentar dan Saran
  • 18. Kesimpulan  Furosemid dan Methil Prednisolon Kombinasi antara Furosemida dan Methil prednisolon semakin meningkatkan resiko hipokalemi dan ini terjadi pada pasien. Saran : sebaiknya ditambahkan preparat Kalium seperti aspar K dan dimonitor kembali kondisi elektrolit nya.  Erdostein Erdostein kurang tepat diberikan saat kondisi exacerbasi. Saran : Sebaiknya erdostein diberikan saat PPOK stabil bukan pada saat kondisi exacerbasi.