M E N G U B A H  C A R A  P A N D A N G  M A S Y A R A K A T
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

M E N G U B A H C A R A P A N D A N G M A S Y A R A K A T

on

  • 2,531 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,531
Views on SlideShare
2,531
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
42
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

M E N G U B A H  C A R A  P A N D A N G  M A S Y A R A K A T M E N G U B A H C A R A P A N D A N G M A S Y A R A K A T Presentation Transcript

  • MENGUBAH CARA PANDANG MASYARAKAT tentang KES. REPRODUKSI dengan PROMOSI KESEHATAN Oleh: Bebaskita br Ginting, S.Si.T, MPH
  • WHO (2007): Kes. Reproduksi  Proses, fungsi dan sistem reproduksi pada seluruh tahap kehidupan  unsur penting dalam kesehatan umum  baik laki-laki m/p perempuan. Kesehatan reproduksi kurang dipahami oleh masyarakat, melahirkan masalah baru diakibatkan perilaku tidak aman: unwanted pregnancy, PMS, HIV/AIDS, uncommunicable diseases, dll.
  • Mengatasi pola perilaku tidak aman  kegiatan promosi kesehatan menjadi hal essensial. Menurut WHO, Promosi kesehatan: proses membuat orang mampu meningkatkan kontrol dan memperbaiki kesehatan mereka. Termasuk didalamnya upaya memperbaiki, memajukan, mendorong dan menempatkan kesehatan lebih tinggi pada kebutuhan perorangan ataupun masyarakat pada umumnya.
  • Tujuan khusus promosi kesehatan (Ottawa Charter):
    • Membangun kebijakan masyarakat sehat
    • Membangun keterampilan personal
    • Memperkuat partisipasi komunitas
    • Menciptakan lingkungan yang mendukung
    • Reorientasi pelayanan kesehatan.
     promosi kes dapat berfokus pd individu, pok atau seluruh populasi dan menekankan pada komponen pendidikan, motivasional meliputi perubahan individu, kelompok serta tehnik” mempengaruhi masyarakat.
  • Intervensi prom.kes akan efektif bila dilakukan kombinasi strategi. fokus Strategi Dampak Keluaran
    • Individu
    • Kelompok
    • populasi
    • Pendidikan
    • Motivasi
    • Organisasi
    • Ekonomi
    • Peraturan
    • Teknologi
    Adaptasi perilaku Adaptasi lingkungan Kualitas hidup Kesehatan lebih baik
  • Merubah perilaku kesehatan:
    • Membantu orang-orang membuat pilihan sehat adalah tantangan buat semua na-kes
    • Individu memiliki kekebasan memilih dan beberapa orang mungkin memilih untuk terus menerus dengan perilaku tidak sehat (misalnya: merokok) karena meyakini bahwa merokok dapat menurunkan BB.
    • Perubahan perilaku kesehatan merupakan proses kompleks yang melibatkan masalah psikologi, sosial dan lingkungan.
    • Merubah perilaku terbukti efektif untuk mengubah banyak faktor masalah kesehatan seperti penyalahgunaan obat dan pengendalian BB.
  • Tahap perubahan perilaku
    • Fase pre kontemplasi. Pada fase ini klien tidak memiliki kesadaran untuk berubah. Prom.kes pada fase ini difokuskan pada peningkatan kesadaran terhadap perilaku tidak sehat
    • Fase kontemplasi. Fase mulai terjadi perubahan perilaku. Klien sudah memiliki motivasi untuk berubah. Mendorong klien kearah perubahan merupakan tindakan yang sesuai  pemberdayaan
    Prochaska dan DiClimente (1984) mendeskripsikan beberapa fase perubahan perilaku. Pemahaman terhadap fase ini membantu petugas kes menuntun perubahan perilaku klien dari satu fase ke fase berikut.
  • Tahap perubahan perilaku (lanjutan…)
    • Fase Komitmen. Klien memiliki niat serius untuk berubah. Pada fase ini petugas membantu menterjemahkan niat menjadi rencana tindakan, strategi mengatasi masalah dan mengidentifikasi sumber-sumber yang mendukung. Buat jadwal perubahan perilaku dan review kemajuan secara periodik.
    • Fase Tindakan. Klien mengubah perilakunya. Dukungan selama fase ini dapat berupa konsultasi teratur, kelompok pendukung melalui teman, keluarga, telpon.
    • Fase Maintenens. Klien berusaha menjaga perilaku barunya. Strategi koping yg telah diidentifikasi sebelumnya sangat diperlukan. Dukungan yg berkelnajutan hal yg vital karena sebagian besar klien gagal pada awal fase ini.
  • Tahap perubahan perilaku (lanjutan…)
    • Fase Relaps. Klien kembali ke perilaku lamanya. Petugas kesehatan harus mengidentifikasi alasan terjadinya relaps dan mengarahkan lagi ke fase kontemplasi. Rata-rata perokok memerlukan 3 kali siklus sebelum berhasil berubah perilakunya.
    • Fase Keluar. Fase dimana perubahan perilaku kesehatan telah terjadi dan dapat dijaga keterlanjutannya.
  • RUANG LINGKUP MASALAH KES.REP DITINJAU dari ASPEK PROM.KES
    • MASA PRAKONSEPSI DAN KEHAMILAN DINI
    • Tujuan: memberikan bayi kondisi terbaik dengan meminimalkan risiko yg berhub dgn gaya hidup, keturunan, riwayat medis dan usia ibu serta mempromosikan kesehatan ibu
  • Riwayat Medis
    • Review riwayat medis termasuk penyakit yg pernah diderita, pengobatan dan operasi yg pernah dilakukan sebelumnya. Riwayat obs-gyn sebelum kehamilan ini:persalinan, abortus, lahir mati, kematian IU, STI, hepatitis dan status HIV bila diketahui, pap smear, status rubella, dll.
    • Kaji riwayat kel.kedua pasangan. Wanita yg mengalami keguguran berulang & pasangan dgn peny.keturunan tawarkan utk konseling genetik.
    • Nasehat tentang nutrisi.
    • Wanita dengan risiko tinggi mengalami outcome kehamilan yang buruk harus menjadi target konseling nutrisi:
      • Memiliki riwayat obs buruk, mis: LBW
      • Merokok, minuman keras dan penyalahgunaan obat
      • Remaja
      • Kondisi medis yg dialami: diabetes, HT
      • Sosek rendah dan perumahan yg buruk
      • Jarak kehamilan dekat dan banyak anak
      • Very under- or overweight
      • Diet tidak adekuat
      • Kelainan makan: bulimia atau anoreksia.
  • WANITA DAN NUTRISI
    • Secara umum diterima bahwa nutrisi memainkan peran penting akan timbulnya kesakitan dan kematian wanita: PJK, stroke, osteoporosis, diabetes dan beberapa kanker. Faktor risiko peny diatas dapat dikurangi dengan menerapkan cara makan yg sehat.
    • Diet yang sehat berkaitan dengan saat datangnya menarche dan perkembangan tulang. Demikian juga dalam penelitian didapatkan hub antara nutrisi dengan kelainan menstruasi seperti amenorrhoe dan PMS.
  • KESEHATAN DAN AKTIFITAS FISIK
    • Hanya 7 dari 10 wanita berusia 16-74 tahun cukup berolahraga. Hanya1/3 wanita muda (16-24 thn) berolah raga cukup dan semakin tua semakin kurang aktif dibanding pria.
    • Aktfitas fisik dapat memberikan keuntungan:
      • Mengurangi risiko peny jantung dan stroke
      • Mempromosikan kesehatan mental
      • Mengurangi kecemasan dan depresi
      • Membantu memperindah citra diri dan kebugaran
      • Mendorong wanita merasa senang dan bahagia
      • Mengurangi isolasi sosial dan meningkatkan kebersamaan.
  • WANITA DAN OBAT-OBATAN
    • Umumnya wanita pemakai obat memiliki citra diri yang buruk dan penghargaan diri rendah.
    • Peminum obat-obatan seperti ectasy, amphetamin, opiat dan steroid anabolik akan menimbulkan berhentinya siklus menstruasi. Kadang siklus menstruasi menjadi tidak teratur, lebih sedikit/banyak, dan sering juga terjadi perdarahan antar menstruasi
    • Ectasy dan amphetamin w/p dikenal sebagai “ love drug ” tetapi justru menghambat orgasme.
    • Banyak pecandu obat melahirkan bayi sehat, tetapi pecandu obat (termasuk alkohol dan rokok) selama kehamilan berhub dgn keguguran, kelahiran prematur, LBW, kelainan fetus dan lahir mati.
  • WANITA DAN ROKOK
    • Literatur menunjukkan rokok mempengaruhi kes perempuan: mengurangi kemungkinan hamil  mempengaruhi metabolisme hormon seks. Kandungan dalam rokok bersifat toksik thdp testis dan ovarium.
    • Rokok berhubungan dengan pola menstruasi abnormal, penuaan dini (termasuk kulit keriput), menopause lebih dini 2-3 tahun dan meningkatnya risiko osteoporosis.
    • 20 batang rokok/hari pd orang dewasa dapat mengurangi 5-10% kepadatan tulang.
    • Merokok juga mengubah level fisiologi hormon reproduksi,mengurangi peluang implantasi embrio dan meningkatkan risiko PID dengan mengubah fungsi immun.
  • Merokok dan kehamilan
    • Merokok selama kehamilan merupakan penyebab penting kesehatan yang buruk pada ibu maupun perkembangan fetus. Merokok meningkatkan risiko kehamilan ektopik, stillbirth.
    • Wanita yg merokok selama hamil 3x> memiliki bayi LBW dibandingkan wanita tdk merokok, rata-rata <200-250gr, bahkan mslh rokok mrpk determinan penting terhadap BB dan perkemb. bayi dibanding berat/tinggi ibu, jlh kehamilan sebelumnya atau jenis kelamin bayi.
  • Merokok dan Kanker
    • Merokok secara epidemiologis berhub erat dengan kanker serviks sel skuamosa dan CIN tinggi. Merokok meningkatkan risiko kanker 2-3 kali lipat. Nikotin dan karsinogen spesifik tembakau dideteksi pada mukosa serviks perokok. Selain kanker serviks, kanker payudara juga 30% lebih cenderung pada perempuan perokok.
  • Perokok pasif
    • Telah membunuh ratusan orang tiap tahun
    • Asap tembakau diperkirakan mengandung >4000 bahan kimia termasuk >40 jenis karsinogen.
    • Perokok pasif memicu terjadinya kanker, CHD, gangguan pernafasan dan allergi.
    • Perokok pasif menghirup asap utama yg diisap/ dikeluarkan perokok dan asap sampingan sisa buangan rokok. Hanya 15% asap dihirup oleh perokok.
    • Perokok pasif yg terpapar lama diperkirakan meningkatkan resiko kanker paru 15%.
    • Yg paling rentan adalah bayi dan anak-anak  meningkatkan risiko asma, gangguan pernafasan dan THT.
  • WANITA DAN ALKOHOL
    • Populer pada wanita barat berkaitan dengan gaya hidup. Penggunaan alkohol di Indonesia rendah tetapi potensi penggunaan alkohol cukup tinggi-  konsumsi alkohol dikaitkan dengan status kaya, modern dan prestise.
    • Wanita lebih rentang terhadap efek alkohol dibanding pria karena proporsi lemak lebih tinggi dibanding air  konsentrasi alkohol dalam darah lebih tinggi setelah minum alkohol.
    • Minum alkohol pada fase menstruasi berbeda menimbulkan kadar menstruasi berbeda, paling tinggi saat ovulasi dan pramenstruasi.
    • Pil KB menurunkan metabolisme alkohol yang berarti membutuhkan waktu lama menghilangkan efek alkohol.
  • WANITA DAN ALKOHOL
    • Pada kehamilan alkohol dapat melalui barrier plasenta sehingga konsentrasi alkohol pada ibu dan janin sama, diperberat dengan kemampuan hepar bayi yang lebih kurang efisien.
    • Efek konsumsi alkohol: abortus spontan, IUGR, gangguan pada perkembangan janin.
    • ASI dapat dipengaruhi oleh konsumsi alkohol yang menimbulkan gangguan makan, tidur dan pencernaan bayi.
  • STRES
    • Stres didefinisikan berbeda-beda dan juga berdapak berbeda pada individu yang berbeda.
    • Stres singkat memberi efek positif: siaga terhadap perubahan lingkungan. Stres kronik dapat menimbulkan gelisah, cemas berkepanjangan dan gangguan pencernaan.
    • Sumber stres pada wanita: mengurus RT, tidak bekerja, sakit, mengurus orang sakit, diskriminasi seks, KDRT, dukacita.
    • Stres sering dihubungkan dengan infertilitas, kehamilan abortus, pap smear abnormal, PMS, perkosaan dan inkontinensi urin. Stres demikian memerlukan informasi dan pemahaman yang tuntas tentang stres dan cara mengatasinya.
  • Tugas terstruktur:
    • Desain kegiatan promosi kesehatan berdasarkan tahap perubahan perilaku untuk masalah:
    • KB
    • Skrining kanker serviks
    • Imunisasi
    • ANC
    • Drug abuse pada kehamilan
    • PSK tanpa kondom