MENGUBAH CARA PANDANG MASYARAKAT  tentang KES. REPRODUKSI dengan  PROMOSI KESEHATAN Oleh: Bebaskita br Ginting, S.Si.T, MPH
WHO (2007): Kes. Reproduksi    Proses, fungsi dan sistem reproduksi pada seluruh tahap kehidupan    unsur penting dalam ...
Mengatasi pola perilaku tidak aman     kegiatan promosi kesehatan menjadi hal essensial. Menurut WHO, Promosi kesehatan: ...
Tujuan khusus promosi kesehatan (Ottawa Charter): <ul><li>Membangun kebijakan masyarakat sehat </li></ul><ul><li>Membangun...
Intervensi prom.kes akan efektif bila dilakukan kombinasi strategi. fokus Strategi  Dampak  Keluaran  <ul><li>Individu </l...
Merubah perilaku kesehatan: <ul><li>Membantu orang-orang membuat pilihan sehat adalah tantangan buat semua na-kes </li></u...
Tahap perubahan perilaku <ul><li>Fase pre kontemplasi. Pada fase ini klien tidak memiliki kesadaran untuk berubah. Prom.ke...
Tahap perubahan perilaku (lanjutan…) <ul><li>Fase Komitmen. Klien memiliki niat serius untuk berubah. Pada fase ini petuga...
Tahap perubahan perilaku (lanjutan…) <ul><li>Fase Relaps. Klien kembali ke perilaku lamanya. Petugas kesehatan harus mengi...
RUANG LINGKUP MASALAH KES.REP DITINJAU dari ASPEK PROM.KES <ul><li>MASA PRAKONSEPSI DAN KEHAMILAN DINI </li></ul><ul><li>T...
Riwayat Medis <ul><li>Review riwayat medis termasuk penyakit yg pernah diderita, pengobatan dan operasi yg pernah dilakuka...
<ul><li>Nasehat tentang nutrisi. </li></ul><ul><li>Wanita dengan risiko tinggi mengalami outcome kehamilan yang buruk haru...
WANITA DAN NUTRISI <ul><li>Secara umum diterima bahwa nutrisi memainkan peran penting akan timbulnya kesakitan dan kematia...
KESEHATAN DAN AKTIFITAS FISIK <ul><li>Hanya 7 dari 10 wanita berusia 16-74 tahun cukup berolahraga. Hanya1/3 wanita muda (...
WANITA DAN OBAT-OBATAN <ul><li>Umumnya wanita pemakai obat memiliki citra diri yang buruk dan penghargaan diri rendah. </l...
<ul><li>Banyak pecandu obat melahirkan bayi sehat, tetapi pecandu obat (termasuk alkohol dan rokok) selama kehamilan berhu...
WANITA DAN ROKOK <ul><li>Literatur menunjukkan rokok mempengaruhi kes perempuan: mengurangi kemungkinan hamil   mempengar...
Merokok dan kehamilan <ul><li>Merokok selama kehamilan merupakan penyebab penting kesehatan yang buruk pada ibu maupun per...
Merokok dan Kanker <ul><li>Merokok secara epidemiologis berhub erat dengan kanker serviks sel skuamosa dan CIN tinggi. Mer...
Perokok pasif <ul><li>Telah membunuh ratusan orang tiap tahun </li></ul><ul><li>Asap tembakau diperkirakan mengandung >400...
WANITA DAN ALKOHOL <ul><li>Populer pada wanita barat berkaitan dengan gaya hidup. Penggunaan alkohol di Indonesia rendah t...
WANITA DAN ALKOHOL <ul><li>Pada kehamilan alkohol dapat melalui barrier plasenta sehingga konsentrasi alkohol pada ibu dan...
STRES <ul><li>Stres didefinisikan berbeda-beda dan juga berdapak berbeda pada individu yang berbeda. </li></ul><ul><li>Str...
Tugas terstruktur: <ul><li>Desain kegiatan promosi kesehatan berdasarkan tahap perubahan perilaku untuk masalah: </li></ul...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

M E N G U B A H C A R A P A N D A N G M A S Y A R A K A T

2,649 views
2,443 views

Published on

Published in: Health & Medicine, Technology
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,649
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
52
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

M E N G U B A H C A R A P A N D A N G M A S Y A R A K A T

  1. 1. MENGUBAH CARA PANDANG MASYARAKAT tentang KES. REPRODUKSI dengan PROMOSI KESEHATAN Oleh: Bebaskita br Ginting, S.Si.T, MPH
  2. 2. WHO (2007): Kes. Reproduksi  Proses, fungsi dan sistem reproduksi pada seluruh tahap kehidupan  unsur penting dalam kesehatan umum  baik laki-laki m/p perempuan. Kesehatan reproduksi kurang dipahami oleh masyarakat, melahirkan masalah baru diakibatkan perilaku tidak aman: unwanted pregnancy, PMS, HIV/AIDS, uncommunicable diseases, dll.
  3. 3. Mengatasi pola perilaku tidak aman  kegiatan promosi kesehatan menjadi hal essensial. Menurut WHO, Promosi kesehatan: proses membuat orang mampu meningkatkan kontrol dan memperbaiki kesehatan mereka. Termasuk didalamnya upaya memperbaiki, memajukan, mendorong dan menempatkan kesehatan lebih tinggi pada kebutuhan perorangan ataupun masyarakat pada umumnya.
  4. 4. Tujuan khusus promosi kesehatan (Ottawa Charter): <ul><li>Membangun kebijakan masyarakat sehat </li></ul><ul><li>Membangun keterampilan personal </li></ul><ul><li>Memperkuat partisipasi komunitas </li></ul><ul><li>Menciptakan lingkungan yang mendukung </li></ul><ul><li>Reorientasi pelayanan kesehatan. </li></ul> promosi kes dapat berfokus pd individu, pok atau seluruh populasi dan menekankan pada komponen pendidikan, motivasional meliputi perubahan individu, kelompok serta tehnik” mempengaruhi masyarakat.
  5. 5. Intervensi prom.kes akan efektif bila dilakukan kombinasi strategi. fokus Strategi Dampak Keluaran <ul><li>Individu </li></ul><ul><li>Kelompok </li></ul><ul><li>populasi </li></ul><ul><li>Pendidikan </li></ul><ul><li>Motivasi </li></ul><ul><li>Organisasi </li></ul><ul><li>Ekonomi </li></ul><ul><li>Peraturan </li></ul><ul><li>Teknologi </li></ul>Adaptasi perilaku Adaptasi lingkungan Kualitas hidup Kesehatan lebih baik
  6. 6. Merubah perilaku kesehatan: <ul><li>Membantu orang-orang membuat pilihan sehat adalah tantangan buat semua na-kes </li></ul><ul><li>Individu memiliki kekebasan memilih dan beberapa orang mungkin memilih untuk terus menerus dengan perilaku tidak sehat (misalnya: merokok) karena meyakini bahwa merokok dapat menurunkan BB. </li></ul><ul><li>Perubahan perilaku kesehatan merupakan proses kompleks yang melibatkan masalah psikologi, sosial dan lingkungan. </li></ul><ul><li>Merubah perilaku terbukti efektif untuk mengubah banyak faktor masalah kesehatan seperti penyalahgunaan obat dan pengendalian BB. </li></ul>
  7. 7. Tahap perubahan perilaku <ul><li>Fase pre kontemplasi. Pada fase ini klien tidak memiliki kesadaran untuk berubah. Prom.kes pada fase ini difokuskan pada peningkatan kesadaran terhadap perilaku tidak sehat </li></ul><ul><li>Fase kontemplasi. Fase mulai terjadi perubahan perilaku. Klien sudah memiliki motivasi untuk berubah. Mendorong klien kearah perubahan merupakan tindakan yang sesuai  pemberdayaan </li></ul>Prochaska dan DiClimente (1984) mendeskripsikan beberapa fase perubahan perilaku. Pemahaman terhadap fase ini membantu petugas kes menuntun perubahan perilaku klien dari satu fase ke fase berikut.
  8. 8. Tahap perubahan perilaku (lanjutan…) <ul><li>Fase Komitmen. Klien memiliki niat serius untuk berubah. Pada fase ini petugas membantu menterjemahkan niat menjadi rencana tindakan, strategi mengatasi masalah dan mengidentifikasi sumber-sumber yang mendukung. Buat jadwal perubahan perilaku dan review kemajuan secara periodik. </li></ul><ul><li>Fase Tindakan. Klien mengubah perilakunya. Dukungan selama fase ini dapat berupa konsultasi teratur, kelompok pendukung melalui teman, keluarga, telpon. </li></ul><ul><li>Fase Maintenens. Klien berusaha menjaga perilaku barunya. Strategi koping yg telah diidentifikasi sebelumnya sangat diperlukan. Dukungan yg berkelnajutan hal yg vital karena sebagian besar klien gagal pada awal fase ini. </li></ul>
  9. 9. Tahap perubahan perilaku (lanjutan…) <ul><li>Fase Relaps. Klien kembali ke perilaku lamanya. Petugas kesehatan harus mengidentifikasi alasan terjadinya relaps dan mengarahkan lagi ke fase kontemplasi. Rata-rata perokok memerlukan 3 kali siklus sebelum berhasil berubah perilakunya. </li></ul><ul><li>Fase Keluar. Fase dimana perubahan perilaku kesehatan telah terjadi dan dapat dijaga keterlanjutannya. </li></ul>
  10. 10. RUANG LINGKUP MASALAH KES.REP DITINJAU dari ASPEK PROM.KES <ul><li>MASA PRAKONSEPSI DAN KEHAMILAN DINI </li></ul><ul><li>Tujuan: memberikan bayi kondisi terbaik dengan meminimalkan risiko yg berhub dgn gaya hidup, keturunan, riwayat medis dan usia ibu serta mempromosikan kesehatan ibu </li></ul>
  11. 11. Riwayat Medis <ul><li>Review riwayat medis termasuk penyakit yg pernah diderita, pengobatan dan operasi yg pernah dilakukan sebelumnya. Riwayat obs-gyn sebelum kehamilan ini:persalinan, abortus, lahir mati, kematian IU, STI, hepatitis dan status HIV bila diketahui, pap smear, status rubella, dll. </li></ul><ul><li>Kaji riwayat kel.kedua pasangan. Wanita yg mengalami keguguran berulang & pasangan dgn peny.keturunan tawarkan utk konseling genetik. </li></ul>
  12. 12. <ul><li>Nasehat tentang nutrisi. </li></ul><ul><li>Wanita dengan risiko tinggi mengalami outcome kehamilan yang buruk harus menjadi target konseling nutrisi: </li></ul><ul><ul><li>Memiliki riwayat obs buruk, mis: LBW </li></ul></ul><ul><ul><li>Merokok, minuman keras dan penyalahgunaan obat </li></ul></ul><ul><ul><li>Remaja </li></ul></ul><ul><ul><li>Kondisi medis yg dialami: diabetes, HT </li></ul></ul><ul><ul><li>Sosek rendah dan perumahan yg buruk </li></ul></ul><ul><ul><li>Jarak kehamilan dekat dan banyak anak </li></ul></ul><ul><ul><li>Very under- or overweight </li></ul></ul><ul><ul><li>Diet tidak adekuat </li></ul></ul><ul><ul><li>Kelainan makan: bulimia atau anoreksia. </li></ul></ul>
  13. 13. WANITA DAN NUTRISI <ul><li>Secara umum diterima bahwa nutrisi memainkan peran penting akan timbulnya kesakitan dan kematian wanita: PJK, stroke, osteoporosis, diabetes dan beberapa kanker. Faktor risiko peny diatas dapat dikurangi dengan menerapkan cara makan yg sehat. </li></ul><ul><li>Diet yang sehat berkaitan dengan saat datangnya menarche dan perkembangan tulang. Demikian juga dalam penelitian didapatkan hub antara nutrisi dengan kelainan menstruasi seperti amenorrhoe dan PMS. </li></ul>
  14. 14. KESEHATAN DAN AKTIFITAS FISIK <ul><li>Hanya 7 dari 10 wanita berusia 16-74 tahun cukup berolahraga. Hanya1/3 wanita muda (16-24 thn) berolah raga cukup dan semakin tua semakin kurang aktif dibanding pria. </li></ul><ul><li>Aktfitas fisik dapat memberikan keuntungan: </li></ul><ul><ul><li>Mengurangi risiko peny jantung dan stroke </li></ul></ul><ul><ul><li>Mempromosikan kesehatan mental </li></ul></ul><ul><ul><li>Mengurangi kecemasan dan depresi </li></ul></ul><ul><ul><li>Membantu memperindah citra diri dan kebugaran </li></ul></ul><ul><ul><li>Mendorong wanita merasa senang dan bahagia </li></ul></ul><ul><ul><li>Mengurangi isolasi sosial dan meningkatkan kebersamaan. </li></ul></ul>
  15. 15. WANITA DAN OBAT-OBATAN <ul><li>Umumnya wanita pemakai obat memiliki citra diri yang buruk dan penghargaan diri rendah. </li></ul><ul><li>Peminum obat-obatan seperti ectasy, amphetamin, opiat dan steroid anabolik akan menimbulkan berhentinya siklus menstruasi. Kadang siklus menstruasi menjadi tidak teratur, lebih sedikit/banyak, dan sering juga terjadi perdarahan antar menstruasi </li></ul><ul><li>Ectasy dan amphetamin w/p dikenal sebagai “ love drug ” tetapi justru menghambat orgasme. </li></ul>
  16. 16. <ul><li>Banyak pecandu obat melahirkan bayi sehat, tetapi pecandu obat (termasuk alkohol dan rokok) selama kehamilan berhub dgn keguguran, kelahiran prematur, LBW, kelainan fetus dan lahir mati. </li></ul>
  17. 17. WANITA DAN ROKOK <ul><li>Literatur menunjukkan rokok mempengaruhi kes perempuan: mengurangi kemungkinan hamil  mempengaruhi metabolisme hormon seks. Kandungan dalam rokok bersifat toksik thdp testis dan ovarium. </li></ul><ul><li>Rokok berhubungan dengan pola menstruasi abnormal, penuaan dini (termasuk kulit keriput), menopause lebih dini 2-3 tahun dan meningkatnya risiko osteoporosis. </li></ul><ul><li>20 batang rokok/hari pd orang dewasa dapat mengurangi 5-10% kepadatan tulang. </li></ul><ul><li>Merokok juga mengubah level fisiologi hormon reproduksi,mengurangi peluang implantasi embrio dan meningkatkan risiko PID dengan mengubah fungsi immun. </li></ul>
  18. 18. Merokok dan kehamilan <ul><li>Merokok selama kehamilan merupakan penyebab penting kesehatan yang buruk pada ibu maupun perkembangan fetus. Merokok meningkatkan risiko kehamilan ektopik, stillbirth. </li></ul><ul><li>Wanita yg merokok selama hamil 3x> memiliki bayi LBW dibandingkan wanita tdk merokok, rata-rata <200-250gr, bahkan mslh rokok mrpk determinan penting terhadap BB dan perkemb. bayi dibanding berat/tinggi ibu, jlh kehamilan sebelumnya atau jenis kelamin bayi. </li></ul>
  19. 19. Merokok dan Kanker <ul><li>Merokok secara epidemiologis berhub erat dengan kanker serviks sel skuamosa dan CIN tinggi. Merokok meningkatkan risiko kanker 2-3 kali lipat. Nikotin dan karsinogen spesifik tembakau dideteksi pada mukosa serviks perokok. Selain kanker serviks, kanker payudara juga 30% lebih cenderung pada perempuan perokok. </li></ul>
  20. 20. Perokok pasif <ul><li>Telah membunuh ratusan orang tiap tahun </li></ul><ul><li>Asap tembakau diperkirakan mengandung >4000 bahan kimia termasuk >40 jenis karsinogen. </li></ul><ul><li>Perokok pasif memicu terjadinya kanker, CHD, gangguan pernafasan dan allergi. </li></ul><ul><li>Perokok pasif menghirup asap utama yg diisap/ dikeluarkan perokok dan asap sampingan sisa buangan rokok. Hanya 15% asap dihirup oleh perokok. </li></ul><ul><li>Perokok pasif yg terpapar lama diperkirakan meningkatkan resiko kanker paru 15%. </li></ul><ul><li>Yg paling rentan adalah bayi dan anak-anak  meningkatkan risiko asma, gangguan pernafasan dan THT. </li></ul>
  21. 21. WANITA DAN ALKOHOL <ul><li>Populer pada wanita barat berkaitan dengan gaya hidup. Penggunaan alkohol di Indonesia rendah tetapi potensi penggunaan alkohol cukup tinggi-  konsumsi alkohol dikaitkan dengan status kaya, modern dan prestise. </li></ul><ul><li>Wanita lebih rentang terhadap efek alkohol dibanding pria karena proporsi lemak lebih tinggi dibanding air  konsentrasi alkohol dalam darah lebih tinggi setelah minum alkohol. </li></ul><ul><li>Minum alkohol pada fase menstruasi berbeda menimbulkan kadar menstruasi berbeda, paling tinggi saat ovulasi dan pramenstruasi. </li></ul><ul><li>Pil KB menurunkan metabolisme alkohol yang berarti membutuhkan waktu lama menghilangkan efek alkohol. </li></ul>
  22. 22. WANITA DAN ALKOHOL <ul><li>Pada kehamilan alkohol dapat melalui barrier plasenta sehingga konsentrasi alkohol pada ibu dan janin sama, diperberat dengan kemampuan hepar bayi yang lebih kurang efisien. </li></ul><ul><li>Efek konsumsi alkohol: abortus spontan, IUGR, gangguan pada perkembangan janin. </li></ul><ul><li>ASI dapat dipengaruhi oleh konsumsi alkohol yang menimbulkan gangguan makan, tidur dan pencernaan bayi. </li></ul>
  23. 23. STRES <ul><li>Stres didefinisikan berbeda-beda dan juga berdapak berbeda pada individu yang berbeda. </li></ul><ul><li>Stres singkat memberi efek positif: siaga terhadap perubahan lingkungan. Stres kronik dapat menimbulkan gelisah, cemas berkepanjangan dan gangguan pencernaan. </li></ul><ul><li>Sumber stres pada wanita: mengurus RT, tidak bekerja, sakit, mengurus orang sakit, diskriminasi seks, KDRT, dukacita. </li></ul><ul><li>Stres sering dihubungkan dengan infertilitas, kehamilan abortus, pap smear abnormal, PMS, perkosaan dan inkontinensi urin. Stres demikian memerlukan informasi dan pemahaman yang tuntas tentang stres dan cara mengatasinya. </li></ul>
  24. 24. Tugas terstruktur: <ul><li>Desain kegiatan promosi kesehatan berdasarkan tahap perubahan perilaku untuk masalah: </li></ul><ul><li>KB </li></ul><ul><li>Skrining kanker serviks </li></ul><ul><li>Imunisasi </li></ul><ul><li>ANC </li></ul><ul><li>Drug abuse pada kehamilan </li></ul><ul><li>PSK tanpa kondom </li></ul>

×