• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Analisis Jabatan Berdasarkan Permendagri 35 Tahun 2012
 

Analisis Jabatan Berdasarkan Permendagri 35 Tahun 2012

on

  • 2,830 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,830
Views on SlideShare
2,830
Embed Views
0

Actions

Likes
4
Downloads
478
Comments
1

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

11 of 1 previous next

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • Anjab berdasarkan Permendagri No.35 Tahun 2012 semoga membawa PNS di lingkungannya akan lebih baik. Amin
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment
  • MBS 2006 GROUP HUMAN RESOURCE
  • MBS 2006 GROUP HUMAN RESOURCE
  • Under the 5 th thrust of the National Mission, the 9 th MP will focus on : Promoting good governance; Enhancing the public service delivery system; and Development through international cooperation.

Analisis Jabatan Berdasarkan Permendagri 35 Tahun 2012 Analisis Jabatan Berdasarkan Permendagri 35 Tahun 2012 Presentation Transcript

  • ANALISA JABATANDI LINGKUNGAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI DAN PEMERINTAH DAERAH (sesuai Permendagri No. 35 Thn. 2012)
  • GRAND DESIGN REFORMASI BIROKRASI 2010 - 2025 KONDISI BIROKRASI YANG DIINGINKAN 2
  • Organisasi yang tepat fungsi dan tepat ukuran Organisasi (right sizing) Sistem, proses dan prosedur kerja yang jelas, efektif, Tatalaksana efisien, terukur dan sesuai dengan prinsip-prinsip good governance Sumber daya manusia SDM apatur yang berintegritas, netral , kompeten, capable, profesional, Hasil Yang Ingin Dicapai aparatur berkinerja tinggi dan sejahteraArea Perubahan Peraturan Perundang- Regulasi yang lebih tertib, tidak tumpang tindih undangan dan kondusif Meningkatnya penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas Pengawasan KKN Akuntabilitas Meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi Pelayanan publik Pelayanan prima sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat Budaya Kerja Aparatur Birokrasi dengan integritas dan kinerja yang tinggi (culture set dan mind set) 3
  • POLA PIKIR MANAJEMEN SDM APARATUR DASAR HUKUM UU No. 43 Tahun 1999 jo UU No.8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian . KONDISI SDM YNG KONDISI SDM ASPEK MANAJEMEN DIHARAPKAN APARATUR SAAT INI SDM APARATUR: 1. Perencanaan Pegawai PNS: PNS:1. Total PNS sebanyak1. Total PNS sebanyak 4.708.330 (data mei 4.708.330 (data mei 2. Pengadaan Pegawai 1. PROFESIONAL: 1. PROFESIONAL: 2011). (rekruitmen, seleksi) 2011). •• Memiliki Memiliki 3. Penempatan dalam jabatan keahlian,2. Distribusi pegawai2. Distribusi pegawai (fungsional, struktural) keahlian, tidak sesuai dengan tidak sesuai dengan keterampilan dan keterampilan dan 4. Penyusunan Pola Karier pengetahuan kebutuhan organisasi. kebutuhan organisasi. Pegawai pengetahuan3. Penempatan pegawai 5. Pengelolaan kinerja pegawai •• Memiliki Memiliki PELAYANAN3. Penempatan pegawai dalam jabatan tidak dalam jabatan tidak kecakapan kecakapan PUBLIK YANG 6. Pengembangan kualitas berdasarkan BERKUALITAS berdasarkan pegawai •• Memiliki Memiliki kompetensinya. kompetensinya. 7. Penegakan Disiplin Pegawai wawasan tentang wawasan tentang4. Kinerja PNS rendah4. Kinerja PNS rendah 8. Remunerasi pekerjaannya pekerjaannya dan tidak disiplin. dan tidak disiplin. 9. Pemberhentian/pemensiunan •• Memiliki dedikasi Memiliki dedikasi5. Penghasilan belum5. Penghasilan belum yang tinggi yang tinggi adil & layak sesuai adil & layak sesuai •• Memiliki minat Memiliki minat dgn beban kerja dan dgn beban kerja dan pada tugas pada tugas tanggung jawabnya tanggung jawabnya jabatannya jabatannya LINGKUNGAN STRATEGIS: 2. BERMORAL dan 2. BERMORAL dan NASIONAL REGIONAL 3. SEJAHTERA 3. SEJAHTERA 4 GLOBAL
  • PROFESIONALISME SDM APARATUR ` PERMASALAHAN Jumlah, kualitas KONDISI PENYEBAB Perencanaan distribusi dan Kebutuhan komposisi pegawai Kompetensi belum Pegawai; belum sesuai beban sepenuhnya digunakan sebagai Penerapankerja dan kebutuhan riil dasar pengadaan, penempatan manajemen organisasi pengembangan pegawai dan kinerja, reward remunerasi & punishment belum konsisten AKIBATNYA : KINERJA DAN DISIPLIN DINILAI RENDAH ` PENATAAN SDM APARATUR 5
  • ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI SASARAN LATAR BELAKANG •Perubahan Pola PikirPROSES SOSIALISASI DAN INTERNALISASI •Dasar Hukum •Perubahan Budaya Kerja STRATEGI STRATEGI ARAHAN ARAHAN •Kondisi obyektif •Perubahan Perilaku MANAJEMEN PERUBAHAN MANAJEMEN PERUBAHAN PROSES PENCAPAIAN SASARAN REFORMASI BIROKRASI Tahapan, Program, dan Aktivitas Yang Harus Dilakukan Kementerian/Lembaga PROGRAM PERCEPATAN (QUICK WINS) PENILAIAN KINERJA POSTUR BIROKRASI PENATAAN PENATAAN ORGANISASI SAAT INI 2025 SISTEM SISTEM ANALISA JABATAN Evaluasi SISTEM Uraian Jabatan Jabatan REMUNERASI ORGANISASI TATALAKSANA SDM (SUMBER DAYA MANUSIA) •Standar Kompetensi Jabatan • Redefinisi visi, misi, • Business Process PELAKSANAAN SISTEM PELAKSANAAN SISTEM •Assesmen Kompetensi Individu dan strategi • SOP •Sistem Penilaian Kinerja • Restrukturisasi •Pengadaan dan Seleksi PENJAMIN PENJAMIN • Analisis Beban Kerja •Pengembangan dan Pelatihan •Pola Promosi, Rotasi, dan Mutasi •Pola Karir •Database Pegawai • PERATURAN PERUNDANG- • PERBAIKAN • PENGUATAN UNIT ORGANISASI UNDANGAN PENGADAAN SARANA KEPEGAWAIAN • PENGUATAN UNIT KERJA • PENEGAKAN DISIPLIN DAN PRASARANA • PENEGAKAN KODE ETIK 6 KEDIKLATAN
  • URUTAN PROSES PENATAAN SDM APARATUR KEGIATAN HASIL PENGGUNAANANALISIS JABATAN 1. PENATAAN KELEMBAGAAN  URAIAN JABATAN (JOB DESCRIPTION) PENGHITUNGAN  BEBAN KERJA PER 2. PENATAAN SDM BEBAN KERJA JABATAN APARATUR  PETA JABATAN  BOBOT JABATAN 3. PENYUSUNAN & PENYEMPURNAAEVALUASI JABATAN N PROSEDUR KERJA (SOP) 7
  • LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PENATAAN SDM APARATUR ANALISIS JABATAN DAN PERHITUNGAN BEBAN KERJA PENATAAN ORGANISASI YANG LEBIH RASIONAL PENYUSUNAN STANDAR KOMPETENSI JABATAN DAN PERSYARATAN LAINNYA SELEKSI PEGAWAI YANG ADA UNTUK MENGETAHUI PNS YANG TIDAK/KURANG MEMENUHI KOMPETENSI PENEMPATAN PEGAWAI YANG MEMENUHI KOMPETENSI DIKLAT BAGI PNS YANG KURANG MEMENUHI KOMPETENSI, RELOKASI/PENATAN ULANG PENEMPATAN PEGAWAI DIKLAT UNTUK PEMINDAHAN DALAM JABATAN LAIN PENSIUN DINI BAGI PNS YANG TIDAK MEMENUHI KOMPETENSI MENYUSUN PERENCANAAN PEGAWAI (UNTUK JANGKA PENDEK, MENENGAH DAN JANGKA PANJANG PENERAPAN MANAJEMEN KINERJA DAN PENEGAKAN DISIPLIN PEMBERIAN REMUNERASI SESUAI BOBOT JABATAN DAN PRESTASI KERJA 8
  • 1.Perencanaan pegawai baik jumlah maupun kualitas(kompetensi)2.Rekrutmen dan penempatan (promosi)3.Penyusunan sasaran kinerja pegawai4.Peningkatan kompetensi (diklat)5.Penentuan penghasilan yang adil dan layak (remunerasi)6.Penentuan besaran organisasi (penataan organisasi) 9
  • UU NO. 43 TH. 1999 TTG PERUBAHAN UU NO. 8TH. 1974Ps 15 ayat 1: jumlah dan susunan pangkat PNSyang diperlukan ditetapkan dalam formasiPs 17 ayat 1: PNS diangkat dalam jabatan danpangkat tertentu PEGAWAI NEGERI SIPIL: • Seseorang yang duduk dalam suatu jabatan • Didayagunakan untuk melakukan tugas- tugas jabatan • Memperoleh hasil kerja yang ditetapkan dan ditargetkan oleh jabatan yang didudukinya
  • Pegawai Negeri Sipil diangkat dalam jabatanS T R U K T U R A L FUNGSIONAL FUNGSIONAL (manajerial) (non angka kredit) (angka kredit) • Pengolah Data ……. • Pranata Komputer• Kepala Bagian • Pengkaji ………. • Peneliti• Kepala Seksi • Bendaharawan ……… • Analis Kepegawaian• Kepala Dinas • Anggota Satpam ….. • Arsiparis• Kepala Badan • Pengadministrasi ….. • Dokter• dan sebagainya • Pengumpul Data ……. • Widyaiswara • dsb • dsb
  • Proses, Metoda dan teknik untuk memperoleh datajabatan mengolahnya menjadi informasi jabatan danmenyajikannya bagi kepentingan program:1.Kelembagaan;2.Ketatalaksanaan;3.Kepegawaian; dan4.Perencanaan diklat.
  • ARTI KATA ANALISIS JABATAN Mengurai secara teliti Mengurai secara teliti ANALISIS Satu per satu orang Satu per satu orang Sekelompok tugas yang Sekelompok tugas yang JABATAN dilembagakan dan dibebankan dilembagakan dan dibebankan pd seorang Pemegang jabatan pd seorang Pemegang jabatan Baik struktural maupun Baik struktural maupun fungsional fungsionalPERTANYAAN : APA YANG DIURAI SECARA TELITISATU PER SATU DLM JABATAN ?
  • YANG DIURAI SECARA TELITI SATU PER SATU DLMJABATAN ADALAH UNSUR-UNSUR YANG MEMBENTUKSUATU JABATAN YAITU :1.IDENTITAS JABATAN a. NAMA JAB b. UNIT KERJA2.RINGKASAN TUGAS JAB (IKHTISAR JAB)3.RINCIAN TUGAS JAB/KEGIATAN4.WEWENANG5.TANGGUN JAWAB6.HASIL KERJA7.BAHAN KERJA8.PERANGKAT KERJA9.HUBUNGAN KERJA JABATAN10.KEADAAN TEMPAT KERJA11.UPAYA FISIK12.KEMUNGKINAN RESIKO BAHAYA13.SYARAT JABATAN
  • Ada 3 Kesimpulan Dari Pengertian Anjab :KESIMPULAN I :ANJAB DILAKUKAN KESIMPULAN II : DENGAN 3 HASIL ANJAB ADALAHTAHAPAN YAITU : INFORMASI JAB (UJ & 1. TAHAP MENGUMPULKAN PJ) DATA JAB 2. TAHAP MENGOLAH/ MENGANALISIS DATA JAB MENJADI INFORMASI JAB (UJ DAN PJ)3. TAHAP MENYAJIKAN INFORMASI JAB (UJ DAN PJ) BAGI PENGGUNA KESIMPULAN III : ANJAB ADALAH SARANA/ALAT UTK MENGHASILKAN INFORMASI JAB YG BERGUNA UTK MENATA KELEMBAGAAN, KEPEGAWAIAN DAN KETATALAKSANAAN
  • LANGKAH PENYELENGGARAANANALISIS JABATAN I. PERSIAPAN PENYE- LENGGARAAN ANALISIS JABATAN 2 PENENTU 3 INFORMASI II. PENGUMPULAN JABATAN DATA JABATAN 4 1 III. PENGOLAHAN DATA JABATANPROGRAM YANG MEMBUTUHKAN INFORMASI JABATAN 5 IV. VERIFIKASI 8 6 8 INFORMASI V. PEMBETULAN JABATAN
  • TEKNIK PENGUMPULAN DATA a. daftar pertanyaan; b. wawancara; c.c.     pengamatan langsung; pengamatan langsung; d. referensi; dan e. gabungan beberapa cara.
  • HASIL POKOK ANALISIS JABATAN INFORMASI JABATAN Uraian jabatan (Job Description) Uraian tentang nama jabatan, ringkasan tugas jabatan, rincian tugas jabatan, wewenang, tanggung jawab, hasil kerja, bahan kerja, perangkat kerja, hubungan kerja jabatan, keadaan tempat kerja, upaya fisik, kemungkinan resiko bahaya; dan syarat jabatan(Job Requirement) serta spesifikasi jabatan (Job Spesification) Peta jabatan Bentangan seluruh jabatan baik jabatan struktural maupun jabatan fungsional dalam suatu unit organisasi atau dalam suatu instansi
  • HASIL ANALISIS JABATAN.Hasil analisis jabatan adalah informasijabatan (INJAB) yg dipergunakan utk :1. penataan kelembagaan,2. kepegawaian,3. ketatalaksanaan, dan4. perencanaan pendidikan dan pelatihan.
  • KEGUNAAN HASIL ANJABPenataan kelembagaan, meliputi :a. penyusunan organisasi dan unit unitnya;b.  penataan organisasi yang rightsizing;c.  penyempurnaan tupoksi;d.  Pemberdayaan kapasitas organisasi; dane.  evaluasi organisasi.Penataan kepegawaian, meliputi:a. rencana kebutuhan pegawai (formasi);b. sistem rekrutmen dan penempatan;c. pengembangan pola karier;d. mutasi;e.  penilaian kinerja;f. reward and punishment; dang. Kesejahteraan.Penataan ketatalaksanaan, meliputi:a.  tata kerja;b.  hubungan kerja; danc.  sistem operasional dan prosedur kerja.Penataan Pendidikan dan Pelatihan, meliputi :a. program diklat;b. jenis-jenis diklat; danc. pengembangan diklat.
  • PENGGUNAAN ANALISIS JABATAN DAN BEBAN KERJA UNTUK PENATAAN KELEMBAGAAN HASIL ANJAB & PENGGUNAAN HASIL BEBAN KERJA JOB DESCRIPTION PETA JABATAN BEBAN KERJA PER  ORGANISASI JABATAN YANG RASIONAL 1. PENGGABUNGAN  ORGANISASI PEMBOBOTAN YANG TEPAT LEMBAGA / 2. PENGEMBANGAN SESUAI VISI, ORGANISASI 3. PENGAYAAN, MISI DAN BEBAN TUGAS & FUNGSI KERJA RIIL (RIGHT ZISING) 21
  • PENGGUNAAN ANALISIS JABATAN DAN BEBAN KERJA UNTUK PENATAAN PEGAWAI HASIL ANJAB , BEBAN PENGGUNAAN HASILKERJA, EVALUASI JABATAN  JOB DESCRIPTION 1. PENYUSUNAN 1. JUMLAH, FORMASI PEGAWAI KUALITAS ,  PETA JABATAN DISTRIBUSI & 2. REKRUITMEN DAN  BEBAN KERJA PER KOMPOSISI PENEMPATAN JABATAN PEGAWAI SESUAI PEGAWAI BEBAN KERJA  `BOBOT JABATAN 3. PENEMPATAN & 2. PENEMPATAN PENATAAN PEGAWAI PEGAWAI YANG 1. ANALISIS 4. PENYUSUNAN POLA TEPAT BEBUTUHAN KARIER 3. PENGEMBANGAN PEGAWAI & 5. PENERAPAN KARIER SESUAI BEZETING MANAJEMEN KINERJA KOMPETENSI 2. STANDAR 6. PERENCANAAN 4. SISTEM KOMPETENSI DAN KEBUTUHAN DIKLAT REMUNERASI SYARAT JABATAN YANG ADIL DAN 7. PENYUSUNAN 3. INDIKATOR LAYAK SISTEM REMUNERASI KINERJA PEGAWAI SESUAI BOBOT 5. KINERJA SDM 4. NILAI DAN JABATAN DAN APARATUR LEBIH PERINGKAT KINERJA OPTIMAL JABATAN 22
  • PENGGUNAAN ANALISIS JABATAN DAN BEBAN KERJA UNTUKPENYUSUNAN DAN PENYEMPURNAAN PROSEDUR KERJA (SOP) HASIL ANJAB & BEBAN KERJA JOB DESCRIPTION PETA JABATAN BEBAN KERJA PER PENGGUNAAN HASIL JABATAN 1. PENYUSUNAN 1. SOP(STANDAR PROSEDUR KERJA PROSEDUR KERJA) 2. ANALISIS PROSEDUR KERJA 2. KEPASTIAN ALUR/PROSES YANG ADA WAKTU KERJA PENYELESAIAN 3. SIMPLIFIKASI PEKERJAAN/PEL PROSEDUR KERJA AYANAN. YANG ADA 3. SIAPA MELAKUKAN APA 23
  • PRINSIP MENYUSUN PRINSIP MENYUSUN URAIAN JABATAN DAN PETA JABATAN URAIAN JABATAN DAN PETA JABATAN ANALISIS JABATAN PEKERJAAN Jabatan A SEHARI-HARI Jabatan B STRUKTURORGANISASI Tugas riel yang Jabatan C DAN TATA dilakukan KERJA pegawai Jabatan D Dan seterusnya Diurai informasi jabatannya ANALISIS JABATAN bukan ANALISIS ORANG
  • JENIS JABATAN Jab. Fungsional dibedakan lagi yaitu jab.Ketentuan dlm UU nomor 43 tahun 1999 Fungsional angka kredit dan jab. ttg pokok-pokok kepegawaian ada 2 jenis Fungsional non angka kredit yangjabatan yaitu JAB STRUKTURAL dan JAB sering disebut jab. Fungsional umum FUNGSIONAL. (jfu).Perumusan nama jab. Fungsional umumdidasarkan pd ketentuan pasal 17 (1) uu no. Jab struktural dan jab. Fungsional43/1999 yaitu : angka kredit sudah ada nama jab.nya,“PNS diangkat dalam jabatan dan pangkat namun jab fungsional umum belumtertentu”. Dengan demikian, setiap PNS terumuskan nama jab.nya.harus duduk dlm suatu jab.
  • PELAKSANAAN TUGAS KE 2 JENIS JAB TERSEBUT BERBEDA, YAITU JAB STRUKTURAL PELAKSANAAN TUGASNYA BERSIFAT MENEJERIAL (MEMIMPIN/MENGATUR) SEDANGKAN JAB FUNGSIONAL SIFAT TUGASNYA TEKNIS OPERASIONAL. CONTOH :1. NAMA JABATAN : PEREKAPITULASI DATA PENDUDUK (JFU) TUGAS JAB : MEREKAPITULASI DATA PENDUDUK HASIL KERJA : REKAPITULASI DATA PENDUDUK2. NAMA JAB : KEPALA SEKSI PERKEMBANGAN PENDUDUK TUGAS JAB : MEMBUAT LAPORAN PERKEMBANGAN PENDUDUK HASIL KERJA : LAPORAN PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN
  • DARI KE 2 JENIS JABATAN TERSEBUT TERDAPAT PERBEDAANPELAKSANAAN TUGASNYA YAITU : TUGAS MEREKAPITULASIYANG LEBIH BERSIFAT TEKNIS DIBANDING TUGAS MEMBUATLAPORAN PERKEMBANGAN PENDUDUK YANG MEMBUTUHKANKEMAMPUAN BERPIKIR KONSEPTUAL, ANALITIS DANKOMPREHENSIF.DENGAN DEMIKIAN, JIKA TIM KERJA MENEMUKAN ADA JABATANSTRUKTURAL YANG HASIL KERJANYA MERUPAKANPELAKSANAAN TUGAS TEKNIS OPERASIONAL, MAKA JABATANTERSEBUT DPT DIPERTIMBANGKAN UTK DIMERGER DGN JABLAIN YG SEJENIS.FOKUS DLM MENGANALISIS JABATAN ADALAH DARI HASILKERJANYA,SEBAB EKSISTENSI SUATU JAB DITENTUKAN OLEHHASIL KERJA JAB.
  • HAL2 LAIN YANG PERLU KITA KETAHUI : ADA PERBEDAAN ANTARA TUGAS “MENGETIK KONSEP” DENGAN TUGAS “MEMBUAT KONSEP”. TOGAS “MENGETIK KONSEP” ADALAH TUGAS JFU KARENA UNTUK BISA “MENGETIK” HANYA BUTUH KETERAMPILAN TEKNIS MENGETIK, SEDANGKAN TUGAS “MEMBUAT KONSEP” ADALAH TUGAS JAB. STRUKTURAL KARENA UNTUK “MEMBUAT KONSEP” BUTUH KOMPETENSI BERPIKIR KONSEPTUAL, ANALITIS DAN KOMPREHENSIF.TUGAS-TUGAS JAB.STRUKTURAL BERSIFAT MENEJERIAL(MEMIMPIN, MENGATUR, MEMBANGUN KINERJA UNIT,MENGEMBANGKAN KONSEP-KONSEP/IDE-IDE BARU/INOVASI,EMPOWERING/MEMBERDAYAKAN BAWAHAN) BUKANMELAKUKAN TUGAS TEKNIS OPERASIONAL.
  • TUGAS-TUGAS JABATAN STRUKTURAL DAN TUGAS-TUGAS JFU YANG SUDAH TERTATA DENGAN BAIK MEMBERIKAN KEJELASAN “SIAPA MELAKUKAN APA”. TIDAK LAGI TERDAPAT PENUMPUKAN TUGAS-TUGAS PADA 1 ATAU 2 PEGAWAI,TIDAK LAGI TERDAPAT INEFISENSI DALAMPELAKSANAAN TUGAS, BAHKAN PRINSIP HEMAT STRUKTUR KAYA FUNGSI DAPAT DIWUJUDKAN.
  • HASIL ANALISIS TERHADAP KE 13 UNSUR- UNSUR JABATAN TERSEBUT DITUANG DLM FORMAT URAIAN JABATAN (UJ) DANKEMUDIAN JABATAN-JABATAN YANG SUDAH DIANALISIS DIPETAKAN DALAM PETA JABATAN (PJ).  PELAKSANAAN ANALISIS JAB MULAI DILAKUKAN PD UNIT KERJA TERENDAH (ESELON IV), KEMUDIAN SECARA BERJENJANG KE ESELON III DAN ESELON II.HASIL ANJAB YAITU INFORJAB DITETAPKAN DGN KEPUTUSAN KEPALA DAERAH .
  • ANALISIS UNSUR-UNSUR JABATANI. Identitas Jabatan : 1.1. Kode Jabatan: 1. 2. Nama Jabatan :  Untuk Jabatan Struktural : Nama Jabatan sesuai dengan nomenklatur unit kerjanya yang diawali kata Kepala, Misal : Unit kerjanya Bagian Analisa Jabatan, maka nama Jabatannya Kepala Bagian Analisa Jabatan.  Untuk Jabatan Non Struktural (Jabatan Fungsional Umum) di bawah eselon IV, perumusan nama jabatannya dilakukan dengan menginventarisir dan mengelompokkan pekerjaan- pekerjaan yang dilakukan oleh seluruh pegawai yang ada pada unit kerja eselon IV tersebut , misalnya :
  • 1. Sekelompok tugas2 mengadministrasi kepegawaian diberi nama Pengadministrasi Kepegawaian2. Sekelompok tugas2 mengumpul dan mengolah data diberi nama Pengumpul dan Pengolah Data3. Sekelompok tugas2 menganalisis diberi nama Analis4. Sekelompok tugas2 menyusun bahan diberi nama Penyusun Bahan5. Sekelompok tugas2 mengaplikasi program diberi nama Pengaplikasi Program6. Sekelompok tugas2 merekapitulasi data diberi nama Perekapitulasi Data7. Sekelompok tugas2 mengompilasi diberi nama Pengompilasi8. Sekelompok tugas2 merancang diberi nama Perancang9. Sekelompok tugas2 mendisain diberi nama Pendisain
  • 10. Sekelompok tugas2 mengkatalog diberi nama Pengkatalog11. Sekelompok tugas2 mengentri data diberi nama Pengentri Data12. Sekelompok tugas2 mencatat dan menyimpan surat masuk/keluar diberi nama Agendaris13. Sekelompok tugas2 memproses diberi nama Pemroses14. Sekelompok tugas2 mengetik diberi nama Pengetik15. Sekelompok tugas2 mengantar surat diberi nama Caraka16. Sekelompok tugas2 menginventarisir diberi nama Penginventaris17. Dst.
  • I. 3. UNIT KERJA Contoh : Kepala Subbagian Analisa Jabatan Eselon IV : Subbagian Analisa Jabatan Eselon III : Bagian Analisa Jabatan Eselon II : Biro Organisasi Eselon I : Sekretariat Jenderal
  • II. Ringkasan Tugas Jabatan Nama Jabatan : Kepala Subbagian Analisa Jabatan Kementerian dan ProvinsiMelaksanakan kegiatan sub bagian analisa jabatankementerian dan provinsi dengan caraperencanaan, pengaturan/pengorganisasian,pengelolaan, dan monitoring evaluasi sertapelaporan pelaksanaannya sesuai tugas danfungsi berdasarkan kebijakan dan peraturanperundangan dalam rangka mencapai target yangsudah ditetapkan secara efektif dan efisien.
  • Menggunakan prinsip WHW (What,How dan Why).What (Apa yang dikerjakan?) : Melaksanakan kegiatan sub bagian analisa jabatan kementerian dan provinsi dengan cara perencanaan, pengaturan/pengorganisasian, pengelolaan, dan monitoring evaluasi serta pelaporan pelaksanaannya How (Bagaimana mengerjakannya?) : Dengan cara lisan dan Tertulis sesuai tugas dan fungsi berdasarkan kebijakan dan peraturan perundangan Why (Mengapa?) dalam rangka mencapai target yang sudah ditetapkan secara efektif dan efisien.
  • III. Rincian Tugas Jabatan Setiap  jabatan  berisi  sekelompok  tugas.  Tugas diartikan  sebagai    “Proses  mengolah  bahan  kerja, menggunakan  alat  kerja  untuk  memperoleh  hasil kerja”.  Jumlah  jenis  tugas  dalam  jabatan  antara  5 (lima)  sampai  12  (dua  belas)  jenis  tugas.  Setiap  tugas diuraikan  dengan  jelas  menggunakan  prinsip  WHW yaitu  gambaran  tentang  apa  yang  dikerjakan, bagaimana  cara  mengerjakannya  dan  mengapa/tujuan apa  harus  dikerjakan.  Dalam  menyusun  rincian  tugas, ada  syarat  dan  norma  yang  harus  ditaati  agar  rincian tugas  dapat  memberikan  gambaran yang jelas tentang “Siapa  melakukan  Apa”.  Dengan  demikian  setiap pemangku  jabatan  benar-benar  memahami  apa  tugas- tugas yang harus dikerjakannya.
  • SYARAT DAN NORMA RINCIAN TUGAS 1. SYARAT ISI : A. OBYEK, CARA DAN TUJUANUTK MENGETAHUI APAKAH TIAP TUGAS SDH MENCERMINKAN OBYEK,CARA DAN TUJUAN, DAPAT DICEK DGN MENGGUNAKAN KALIMATTANYA :- APAKAH YG DIKERJAKAN OLEH SI PEMEGANG JAB ? (WHAT)- BAGAIMANA CARA TUGAS ITU DILAKUKAN ? (HOW)- MENGAPA (TUJUAN) TUGAS ITU DILAKUKAN ? (WHY)CONTOH : MEMBAGI TUGAS KEPADA BAWAHAN DENGAN CARAMEMBUAT DISPOSISI AGAR TUGAS DAPAT DIPROSES LEBIH LANJUT. - (WHAT) : MEMBAGI TUGAS KEPADA BAWAHAN - (HOW) : DENGAN CARA MEMBUAT DISPOSISI - (WHY) : AGAR TUGAS DAPAT DIPROSES LEBIH LANJUT.
  • B. SIFAT TINGKATAN JABATAN1) JABATAN STRUKTURAL : RINCIAN TUGASNYAMENCERMINKAN 2) JABATAN FUNGSIONAL : PELAKS FUNGSI MENEJERIAL SPT : RINCIAN TGSNYA MEMBAGI TGS, MEMBERI PETUNJUK, MENCERMINKAN MEMBIMBING, MEMBINA, PELAKS TGS TEKNIS MENGKOORDINASIKAN, DSB OPERASIONAL SPT : MEMBUAT, MENGETIK, CONTOH : MEMBERI PETUNJUK KPD MENYUSUN, MENGOLAH, BWHAN BERDSRKAN MENCATAT, DSB.KETENTUAN DAN PROSEDUR KERJAAGAR TDK TERJADI KESALAHAN/ CONTOH : MENGETIK KONSEP SRTPENYIMPANGAN. DGN MESIN KOMPUTER 1 AGAR DPT DIPROSES SELANJUTNYA. 2 39
  • 2. NORMA RINCIAN TUGAS A. NORMA PENYUSUNAN KALIMAT. 1) VOLUME KALIMAT HRS MENCERMINKAN :- APAKAH YG DIKERJAKAN OLEH SI PEMEGANG JAB ? (WHAT)- BAGAIMANA CARA TUGAS ITU DILAKUKAN ? (HOW)- MENGAPA (TUJUAN) TUGAS ITU DILAKUKAN ? (WHY) WHAT HOW WHY Apa yang dikerjakan Bagaimana cara Mengapa atau untuk pekerjaan itu tujuan apa pekerjaan dilakukan itu dilakukan Tindak kerja + obyek Mesin Peralatan kerja Perkakas dan Alat Tujuan tugas Kerja yang digunakan atau cara melakukan tugas
  • B. POLA SUSUNAN KALIMATKALIMAT RINCIAN TGS MERUPAKAN KALIMAT YG MENONJOLKANPREDIKAT DAN OBYEK TANPA MENGEMUKAKAN SUBYEKNYA.PREDIKATNYA BERUJUD KATA YG MENUNJUKKAN TINDAK KERJA.POLANYA ADALAH : POK (PREDIKAT, OBYEK, KETERANGAN CARA DANTUJUAN).CONTOH : MERENCANAKAN KEGIATAN PER TAHUN ANGGARAN SUBBAGIAN ANALISA JABATAN DENGAN CARA MEMBUAT KONSEPKERANGKA ACUAN / TOR (TERM OF REFERENCE) SEBAGAI PEDOMANPELAKSANAAN KEGIATANPREDIKAT : MERENCANAKANOBYEK : KEGIATAN PER TAHUN ANGGARAN SUB BAGIANANALISA JABKET. CARA : DENGAN CARA MEMBUAT KONSEP KERANGKAACUAN/TOR (TERM OF REFERENCE)KET. TUJUAN : SEBAGAI PEDOMAN PELAKSANAANKEGIATAN
  • C. GAYA PENULISAN KALIMAT.1) KALIMAT LANGSUNG : KALIMAT RINCIAN TGS HRS DIAWALI DGN PREDIKAT SEBABPREDIKAT INILAH YG MERUP INTI RINCIAN TGS. PREDIKATMENUNJUKKAN APA YG DIKERJAKAN/ MENUNJUKKAN TINDAKKERJA/PERBUATAN YG HRS DILAKSANAKAN OLEH PEMEGANG JAB.2) KALIMAT AKTIF : RINCIAN TGS MERUP RINCIAN ATAS TINDAKAN/PERBUATAN YGDILAKUKAN OLEH PEMEGANG JAB. OLEH KRN ITU KALIMATRINCIAN TGS HRS KALIMAT AKTIF YAITU KALIMAT YGPREDIKATNYA KATA KERJA AKTIF.
  • KATA KERJA SBG CERMIN FUNGSI MENEJEMEN YGDPT DIGUNAKAN UTK MERUMUSKAN TGSMENEJERIAL DLM TINGKATAN MENEJEMENPUNCAK (LEVELI) : MERUMUSKAN SASARAN MERENCANAKAN MENGORGANISASIKAN MERUMUSKAN MENGENDALIKAN KEBIJAKAN MENGOORDINASIKAN MENGARAHKAN MEMBINA, DLL
  • KATA KERJA SBG CERMIN FUNGSI MENEJEMEN YG DPTDIGUNAKAN UTK MERUMUSKAN TGS MENEJERIAL DLMTINGKATAN MENEJEMEN MENENGAH ATAS (LEVEL II) : MERUMUSKAN SASARAN MEMBINA MENGARAHKAN MENGOORDINA SIKAN MENYELENGGARAKAN MENGEVALUASI MELAPORKAN DLL
  • KATA KERJA SBG CERMIN FUNGSI MENEJEMEN YG DPTDIGUNAKAN UTK MERUMUSKAN TGS MENEJERIAL DLMTINGKATAN MENEJEMEN MENENGAH (LEVEL III) : MEMBAGI TUGAS MEMBERI PETUNJUK MENGATUR MERENCANAKAN MENGEVALUASI OPERASIONAL MELAPORKAN MENYELIA DLL
  • KATA KERJA SBG CERMIN FUNGSI MENEJEMEN YG DPTDIGUNAKAN UTK MERUMUSKAN TGS MENEJERIAL DLMTINGKATAN MENEJEMEN BAWAH (LEVEL IV) : MEMBAGI TUGAS MEMBIMBING MEMERIKSA MENGECEK MEMBERI PETUNJUK MENGOREKSI MENGONTROL MEMBUAT LAPORAN MERENCANAKAN KEGIATAN, DLL
  • KATA KERJA YG DPT DIGUNAKAN UTK MERUMUSKAN TGS TEKNIK ATAU TGS NONMENEJERIAL/FUNGSIONAL: MENGAJAR MENGAGENDA MEMBUAT MEMASUKKAN MEMINDAHKAN MENCATAT MENYUSUN MENGELUARKAN MEMASANG MENGUMPULKAN MENGEMUDIKAN MENGHIMPUN MENGHITUNG MENGGANDAKAN MENYALIN MEMBUBUHKAN MENGETIK MENGOMPILASI MENARIK MENGGOLONGKAN MELAYANI MEMASANG MENGANALISIS MEWAWANCARAI MENGOLAH MENABULASIKAN MENYORTIR MENGANTARKAN MENYIMPAN MENYAMPAIKAN
  • CONTOH :Nama Jabatan : Kepala Sub Bagian Analisa Jabatan Kementerian dan Provinsi(Struktural)Rincian Tugas:1. Merencanakan kegiatan Sub Bagian Analisa Jabatan Kementerian dan Provinsi sesuai evaluasi tahun sebelumnya dan menyiapkan TOR (Term of Reference) sebagai rencana kegiatan per tahun anggaran;2. Membagi tugas kepada bawahan dengan cara disposisi atau lisan agar tugas terbagi habis sesuai bidang masing-masing;3. Memberi petunjuk kepada bawahan sesuai ketentuan dan prosedur dengan cara menjelaskan tentang apa, bagaimana dan output yang harus dihasilkan agar produktivitas kerja bawahan optimal;4. Memeriksa hasil kerja bawahan dengan membandingkan hasil yang dicapai dengan petunjuk yang sudah diberikan untuk penyempurnaan hasil kerja;
  • 5. Memberikan penilaian terhadap kinerja dan prestasi kerja bawahan berdasarkan capaian hasil kerja sebagai bahan untuk peningkatan karier dan pemberian penghargaaan dan sanksi;6. Memfasilitasi komponen Kementerian Dalam Negeri, provinsi dalam rangka pelaksanaan analisis jabatan dengan pemberian konsultasi, asistensi dan bimbingan teknis untuk menghasilkan informasi jabatan yang akurat, tepat dan dapat dipertanggungjawabkan;7. Mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan sesuai bidang pekerjaan baik secara internal maupun eksternal;8. Mengoreksi draft konsep surat/naskah dinas dengan cara menuliskan perbaikan di atas yang salah untuk penyempurnaan ketikan konsep;9. Melaksanakan dukungan kegiatan sosialisasi peraturan sesuai bidang tugas agar imflementasi dilapangan sinkron dn konsisten;
  • 10.Monitoring dan evaluasi implementasi kebijakan bidang analisa jabatan dengan meninjau ke Provinsi untuk memperoleh informasi tentang permasalahan atau hambatan dalam pelaksanaannya;11.Menyiapkan draft naskah dinas termasuk draft peraturan maupun petunjuk teknis sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas baik di pusat maupun daerah;12.Mengikuti rapat-rapat pembahasan dengan instansi terkait berdasarkan disposisi pimpinan untuk memberikan atau memperoleh masukan dan saran dalam rapat;13.Melaporkan hasil pelaksanaan tugas dan kegiatan Sub Bagian Analisa Jabatan Kementerian dan Provinsi kepada pimpinan secara berkala sebagai bahan masukan bagi pimpinan dalam pengambilan keputusan lebih lanjut.
  • CONTOH :Nama Jabatan : Analis Jabatan (JFU)Rincian Tugas :1. Menyusun instrumen pengumpulan data jabatan dengan membuat kuesioner dan panduan wawancara sebagai alat pengumpulan data jabatan.2. Mengumpulkan data jabatan dengan menyampaikan kuesioner kepada pegawai dan melakukan wawancara serta pengamatan terhadap organisasi dan tata kerja setiap unit organisasi di lingkungan komponen Kemdagri.3. Mengolah data jabatan dengan mempelajari tugas, fungsi unit, struktur organisasi, tata hubungan kerja, serta mengelompokkan tugas yang bersesuaian.
  • 4. Menganalisis data jabatan berdasarkan pengelompokkan tugas, kesesuaian syarat, hasil kerja dan waktu pelaksanaan tugas untuk merumuskan informasi jabatan.5. Menyusun uraian jabatan dengan merumuskan identitas jabatan, hasil kerja jabatan, bahan kerja, perangkat kerja, sifat jabatan, ringkasan uraian jabatan, uraian tugas, wewenang, tanggung jawab, korelasi jabatan serta persyaratan jabatan.6. Menyusun berbagai informasi jabatan dalam bentuk uraian jabatan, kamus jabatan, klasifikasi jabatan, peta jabatan atau bentuk lain untuk berbagai keperluan.
  • CONTOH :Nama Jabatan : Agendaris (JFU)Rincian Tugas:1. Menerima surat/naskah dinas yang masuk, mencatat nomor, tanggal, perihal surat/naskah dinas serta permasalahannya dalam buku agenda agar surat/ naskah dinas tercatat;2. Mengajukan surat/naskah dinas yang sudah diagendakan dengan menyerahkan kepada Kepala Biro untuk didisposisi;3. Mendistribusikan surat/naskah dinas yang sudah didisposisi ke unit kerja (Bagian-Bagian) dengan buku ekspedisi agar surat/naskah dinas dapat diproses lebih lanjut;
  • 4. Memberi nomor, tanggal surat/naskah dinas keluar dan mencatat dalam buku agenda agar surat/naskah dinas siap dikirim;5. Membuat rekapitulasi surat masuk dan keluar secara berkala sebagai bahan laporan rutin.6. Menyimpan arsip surat/naskah dinas yang sudah diproses dalam box file sesuai tata cara penyimpanan agar surat/naskah dinas mudah ditemukan bila dibutuhkan;7. Mencatat jadwal kegiatan rapat Kepala Biro di papan tulis agar dapat mengikuti kegiatan rapat tepat waktu.
  • IV. WewenangHak yang dimiliki oleh pemangku jabatan untuk mengambil suatu tindakan ataukeputusan mengenai suatu hal agar tugas yang dilaksanakan dapat berhasildengan baik, dengan adanya perumusan yang jelas maka dapat dihindarkanterjadinya penyalahgunaan atau duplikasi wewenang.Wewenang merupakan hak dan kekuasaan pemegang jabatan untuk memilih,mengambil sikap, atau tindakan tertentu dalam melaksanakan tugas, danmempunyai peranan sebagai penyeimbang terhadap tanggung jawab, gunamendukung berhasilnya pelaksanaan tugas. PNS hanya dapat memikultanggung jawab apabila diberikan wewenang yang memadai.Kata Kunci: meminta, menolak, memberikan, memutuskan, mengeluarkan,menggunakan, menentukan, menetapkan, menegur, memotivasi, menilai
  • Contoh wewenang Operator Komputer: Menggunakan perangkat computer dengan baik Menyajikan data yang diperlukan DstContoh wewenang Kepala Sub Bagian Analisa Jabatan Kemen. & Prov. Membimbing dan menegur bawahan Menilai DP-3 Memberi reward and punishment kepada bawahan Menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan. Membuat laporan.
  • V. Tanggung JawabTanggung jawab yang dimiliki pemangku jabatan dalampelaksanaan tugas.Tanggung jawab merupakan tuntutan jabatan terhadapkesanggupan seorang PNS untuk menyelesaikan pekerjaanyang diserahkan kepadanya dengan sebaik-baiknya dan tepatpada waktunya serta berani menanggung resiko ataskeputusan yang diambil atau tindakan yang dilakukannya, selainitu bertanggung jawab terhadap bahan kerja yang diolah, alatkerja yang digunakan, hasil kerja yang diperoleh, lingkungankerja, dan kepada orang lain.Kata kunci: keakuratan, kelancaran, kerahasiaan, kebenaran,kesesuaian, ketepatan, keselamatan, kerapihan, keamanan,kualitas, keuantitas, keutuhan, kelengkapan, keefektifan,kelayakan.
  • Contoh tanggung jawab Operator Komputer: Keakuratan hasil ketikan sesuai dengan standar pengetikan. Menjaga file dan computer dari kerusakan DstContoh tanggung jawab Kepala Sub Bagian Analisa Jabatan Kemen. & Prov- Kelancaran rencana kegiatan Sub Bagian. - Kebenaran data dan informasi. - Ketepatan waktu melaksanakan tugas. - Kelayakan distribusi tugas. - Kerahasiaan bidang tugas.
  • VI. Hasil KerjaMerupakan produk atau keluaran (output) jabatan. Setiap jabatan harusmempunyai produk atau output. Hasil kerja diperoleh dari bahan kerjayang diolah/diproses dengan alat kerja. Proses mengolah bahan kerjamenggunakan alat kerja untuk memperoleh hasil kerja disebut TUGAS.Dengan demikian, setiap tugas menghasilkan hasil kerja.Hasil kerja dapat berupa :- Benda2 atau sesuatu yang bersifat fisik.- Data, informasi, layanan atau sesuatu yang bersifat non fisik.CONTOH :1. Nama Jabatan : Pengaplikasi Program (JFU) Hasil Kerja : Aplikasi Program2. Nama Jabatan : Pemroses Bahan Mutasi Pegawai (JFU) Hasil Kerja : Bahan Mutasi Pegawai
  • CONTOH :1. Nama Jabatan : Kepala Sub Bagian Analisa Jabatan Kementeriandan Provinsi Hasil Kerja : a. Rencana kegiatan Sub Bagian Analisa Jabatan Departemen dan Provinsi; b. Terbagi habisnya tugas kepada bawahan; c. Optimalisasi produktivitas kerja bawahan; d. Penyempurnaan hasil kerja bawahan; e. Terbinanya karier bawahan; f. Tersusunnya Informasi Jabatan komponen Kementerian Dalam Negeri yang akurat, tepat dan dapat dipertanggungjawabkan; g. Tersusunnya Informasi Jabatan Pemerintah Provinsi yang akurat, tepat dan dapat dipertanggungjawabkan h. Tersedia konsep surat/naskah dinas untuk diajukan kepada pimpinan; i. Penyempurnaan ketikan konsep surat/naskah dinas; j. Tersedianya informasi tentang permasalahan atau hambatan implementasi kebijakan bidang analisa jabatan; k. Dokumen/Draft Kebijakan l. Laporan hasil rapat; m. Laporan hasil kegiatan.
  • VII. Bahan Kerja merupakan masukan (input) yang diproses dengan alat kerja untuk memperoleh hasil kerja. Sesuatu yang diolah atau diproses tersebut dapat berupa data atau benda.CONTOH :1. Nama Jabatan : Pengentri Data Perangkat Daerah (JFU) Hasil Kerja : Entrian Data Perangkat Daerah Bahan Kerja : Data Perangkat Daerah2. Nama Jabatan : Pengaplikasi Program (JFU) Hasil Kerja : Aplikasi Program Bahan Kerja : Data Program
  • CONTOH :Nama Jabatan : Kepala Sub Bagian Analisa Jabatan (Struktural)a. Hasil Kerja: Rencana Kegiatan per Tahun Anggaran Sub Bagian Analisa Jabatan Bahan Kerja : - Sasaran Program Prioritas yang ingin dicapai - Kebijakan pimpinanb. Hasil Kerja : Laporan Monitoring dan Evaluasi Bahan Kerja : Informasi Monitoring dan Evaluasic. Hasil Kerja : Konsep materi rapat pimpinan Bahan Kerja : Disposisi tugas pimpinan
  • VIII. Perangkat KerjaMerupakan alat yang digunakan dalam memproses input/ bahan kerja untukmemperoleh hasil kerja, seperti alat tulis, komputer, dan alat-alat lain yang spesifiksesuai dengan jabatannya.CONTOH :1. Nama Jabatan : Pengentri Data Perangkat Daerah (JFU) Hasil Kerja : Entrian Data Perangkat Daerah Bahan Kerja : Data Perangkat Daerah Alat Kerja : Alat tulis, Komputer/Laptop/NoteBook2. Nama Jabatan : Pengaplikasi Program (JFU) Hasil Kerja : Aplikasi Program Bahan Kerja : Data Program Alat Kerja : Alat tulis, Komputer/Laptop/NoteBook3. Nama Jabatan : Bendaharawan Hasil Kerja : Laporan Keuangan Alat Kerja : Alat tulis dan kalkulator
  • CONTOH :Nama Jabatan : Kepala Sub Bagian Analisa Jabatan (Struktural)a. Hasil Kerja : Rencana Kegiatan per Tahun Anggaran Sub Bagian Analisa Jabatan Bahan Kerja : - Sasaran Program Prioritas yang ingin dicapai - Kebijakan pimpinan Alat Kerja : Alat tulis, Komputer/Laptop/NoteBookb. Hasil Kerja : Laporan Monitoring dan Evaluasi Bahan Kerja : Informasi Monitoring dan Evaluasi Alat Kerja : Alat tulis, Komputer/Laptop/NoteBookc. Hasil Kerja : Konsep materi rapat pimpinan Bahan Kerja : Disposisi tugas pimpinan Alat Kerja : Alat tulis, Komputer/Laptop/NoteBook
  • IX. IX. Hubungan Kerja Hubungan Kerja (Dengan jabatan apa, unit kerja, atau instansi mana Saudara berhubungan, baik timbal (Dengan jabatan apa, unit kerja, atau instansi mana Saudara berhubungan, baik timbal balik maupun searah, baik vertikal, horizontal maupun diagonal dan sebutkan untuk tugas apa balik maupun searah, baik vertikal, horizontal maupun diagonal dan sebutkan untuk tugas apa Saudara berhubungan misalnya: bidang kepegawaian berhubungan dengan BKD). Saudara berhubungan misalnya: bidang kepegawaian berhubungan dengan BKD).  X. X. Keadaan Tempat Kerja Keadaan Tempat Kerja Bekerja dalam ruangan dengan kondisi umum tempat kerja dan lingkungan kerja Bekerja dalam ruangan dengan kondisi umum tempat kerja dan lingkungan kerja tidak terdapat karakteristik yang berpengaruh negatif terhadap pemegang jabatan. tidak terdapat karakteristik yang berpengaruh negatif terhadap pemegang jabatan. XI.. XI Upaya Fisik Upaya Fisik Fisik yang digunakan dominan duduk dan berbicara pada waktu melaksanakan tugas. Fisik yang digunakan dominan duduk dan berbicara pada waktu melaksanakan tugas. XII. Kemungkinan Risiko Bahaya XII. Kemungkinan Risiko Bahaya Tidak ada risiko bahaya dalam jabatan ini. Tidak ada risiko bahaya dalam jabatan ini. X1II. Syarat Jabatan X1II. Syarat Jabatan 13.1. Pangkat 13.1. Pangkat :: 13.2. Pengetahuan Kerja 13.2. Pengetahuan Kerja : :Teknik menganalisis Teknik menganalisis 13.3. Keterampilan : : 13.3. Keterampilan 13.4. Pendidikan 13.4. Pendidikan :: minimal S1 jurusan Manajemen Pemerintahan minimal S1 jurusan Manajemen Pemerintahan 13.5.Pelatihan Teknis : :O & M; Analisis Jabatan 13.5.Pelatihan Teknis O & M; Analisis Jabatan Diklatpim IV /ADUMLA Diklatpim IV /ADUMLA 13.6. Pengalaman Kerja 13.6. Pengalaman Kerja :: Pernah bertugas sebagai Tenaga Analis Pernah bertugas sebagai Tenaga Analis 13.7. Bakat : : 13.7. Bakat kecakapan verbal untuk berkomunikasi kecakapan verbal untuk berkomunikasi 13.8. Temperamen : : 13.8. Temperamen mampu menyesuaikan diri dengan pekerjaan yang mampu menyesuaikan diri dengan pekerjaan yang harus berhubungan dengan orang lain secara timbal balik harus berhubungan dengan orang lain secara timbal balik 13.9. Minat : : 13.9. Minat menyenangi pekerjaan yang berkaitan dengan data/informasi menyenangi pekerjaan yang berkaitan dengan data/informasi 13.10.Kondisi fisik : : 13.10.Kondisi fisik Sehat Jasmani & Rohani Sehat Jasmani & Rohani
  • Contoh : PETA JABATAN KEPALA BIRO ORGANISASI Kepala Bagian Kepala Bagian Kelembagaaan Analisa Jabatan Kepala Sub Bagian Kepala Sub Bagian Kepala Sub Bagian Kepala Sub Bagian Anjab Kem & Anjab Kabupaten/ Kelembagaan Kelembagaan Prov Kota Kem & Prov Kab/Kota Analis Jabatan Analis Jabatan Penyusun Bahan Penyusun Bahan Evaluator Lap Hasil Evaluator Lap Hasil Organisasi Kem & Organisasi Kab/Kota Anjab Kem & Prov Anjab Kab/Kota Prov Evaluator Perangkat Evaluator Org Daerah Kem & Prov
  • REKOMENDASI adalah paparan masalah atau temuan-temuan yg diperoleh dilapangan yg dimaksudkan Rekomendasi berkaitan dgn sebagai pemberian informasi/ kepegawaian, laporan tentang adanya hal- organisasi, dan tatalaksana. hal yg menyimpang dan me- merlukan pembenahan dengan adanya analisis jabatan atau memerlukan kebijakan utk pemecahan masalah , seperti1. Ditemukan duplikasi tugas pokok dan fungsi unit kerja;1. Ditemukan duplikasi tugas pokok dan fungsi unit kerja;2. Ditemukannya tugas pokok dan fungsi unit kerja yg tidak dapat dijabarkan2. Ditemukannya tugas pokok dan fungsi unit kerja yg tidak dapat dijabarkan lebih lanjut menjadi tugas-tugas jabatan atau terlalu sempit, atau kurang lebih lanjut menjadi tugas-tugas jabatan atau terlalu sempit, atau kurang memperlihatkan eksistensi sebuah unit kerja. memperlihatkan eksistensi sebuah unit kerja.3. Ditemukannya penempatan pegawai yg tidak sesuai dengan syarat jabatan3. Ditemukannya penempatan pegawai yg tidak sesuai dengan syarat jabatan yg didudukinya. yg didudukinya.4. Ditemukannya data kelebihan atau kekurangan pegawai, dlsb.4. Ditemukannya data kelebihan atau kekurangan pegawai, dlsb.
  • Dokumen yang Harus DiisiSetiap PNS mengisi Kuesioner Analisis JabatanTim menyusun Uraian jabatanSetiap Unit Kerja Menyusun Peta Jabatan (Per Unit Eselon 2).Masing-Masing Unit Kerja (eselon 2) menyusun Laporan Analisis Jabatan
  • TERIMA KASIH…… BIRO ORGANISASI SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN DALAM NEGERI