Orang miskin dilarang sakit

2,616 views
2,306 views

Published on

ORANG MISKIN DILARANG SAKIT

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,616
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
56
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Orang miskin dilarang sakit

  1. 1. Kelompok 1
  2. 2. Kebutuhan akan kesehatan sangatlah tidakterbatas, namun dana untuk kesehatansangatlah terbatas. Sekarang ini,biaya untukberobat tidaklah murah. Hanya orang - orangyang mampu membayar yang bisamendapatkan service kesehatan.
  3. 3. Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadiketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhandasar seperti makanan, pakaian, tempatberlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinandapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuhkebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadappendidikan dan pekerjaan.Bank Dunia menggambarkan "sangat miskin"sebagai orang yang hidup dengan pendapatankurang dari AS$1 per hari, dan "miskin" denganpendapatan kurang dari AS$ 2 per hari.
  4. 4. Kemiskinan banyak dihubungkan dengan: penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin; penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga; penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari- hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar; penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi; penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.
  5. 5. Lantas, bagaimana jika orang miskin sakit? Bukankah seharusnya kesehatan menjadi milik publik? Mengapa sekarang ini kesehatan justrumenjadi seperti milik privat yang hanya akandidapatkan orang yang mampu membayar?
  6. 6. “JAMKESMAS”
  7. 7.  Sebagai informasi, JAMKESMAS merupakan singkatan dari jaminan kesehatan masyarakat, suatu program yang dibuat pemerintah untuk menjamin kebutuhan kesehatan bagi masyarakat kurang/tidak mampu. JAMKESMAS ini bukanlah suatu program baru. Program ini hanya melanjutkan program terdahulunya (askeskin dan kartu sehat) yang semuanya memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk menjamin pembiayaan kesehatan masyarakat miskin.
  8. 8.  Dalam pelaksanaanya, keluarga miskin/tidak mampu yang berhak masuk sebagai peserta JAMKESMAS ditentukan oleh pendataan dari BPS (Badan Pusat Statistik) dengan mekanisme di lapangan diserahkan melalui Kelurahan, RW, dan RT setempat. Adapaun kriteria menurut BPS untuk suatu keluarga dikatakan tidak mampu, yaitu: KRITERIA KELUARGA TIDAK MAMPU/MISKIN
  9. 9. 1. Luas lantai bangunan tempat tingggal <>2. Jenis lantai rumahnya masih tanah/bambu/kayu murahan/semen kualitas jelek3. Jenis dinding tempat tinggal dari bambu/rumbia/kayu kualitas rendah/tembok tanpa plester4. Tidak punya fasilitas tempat buang air besar5. Sumber penerangan utama bukan listrik6. Sumber air minum dari sumur/mata air tidak terlindungi/sungai/air hujan7. Bahan bakar untuk memasak menggunakan kayu bakar/arang/minyak tanah8. Hanya mampu makan daging/susu/ayam 1x seminggu9. Hanya mampu membeli 1 stel pakaian/tahun10. Tidak sanggup membayar biaya pengobatan di Puskesmas11. Hanya mampu makan 1/2 kali sehari12. Pendapatannya di bawah Rp 600.000 per bulan13. Riwayat pendidikan KK maksimal SD14. Tidak memiliki tabungan/barang yang nilai jual minimal Rp 500.000
  10. 10.  bila terpenuhi 9 dari 14 kriteria ini, maka sudah dianggap tidak mampu dan akan mendapat kartu JAMKESMAS seperti ini KARTU PESERTA “JAMKESMAS”
  11. 11. Secara teori, dengan adanya programJAMKESMAS ini, seluruh lapisan masyarakatdapat menikmati layanan kesehatan yangdisediakan. Masyarakat dengan keadaanekonomi menengah ke atas dapatmembayar sesuai kemampuannya danmasyarakat miskin mendapat bantuandana dari pemerintah. Namun, padakenyataanya tidak semudah itu, banyakmasalah dalam pelaksanaan program ini,di antaranya adalah: PROSEDUR MASALAH
  12. 12.  Data peserta JAMKESMAS yang masih belum akurat dan tidak tepat sasaran. Sosialisasi program JAMKESMAS yang belum optimal. Rata- rata 80% responden yang ditanya mengakui tidak tahu manfaat dari kartu JAMKESMAS. Adanya pungutan dalam mendapatkan kartu. Masih adanya peserta yang tidak menggunakan kartu ketika berobat dengan berbagai alasan, seperti takut ditolak RS/puskesmas, administrasi akan dipersulit, mendapatkan pelayanan yang buruk. Ada pula yang masih bisa menanggung biaya sendiri dan malas membawa kartu. Masih ada pasien JAMKESMAS yang mengeluarkan biaya. Kualitas pelayanan pasien JAMKESMAS masih buruk, seperti antrian panjang pendaftaran, sempitnya ruang tunggu, rumitnya administrasi, dan lamanya menunggu dokter. Bahkan masih ada penolakan dari pihak RS terhadap pasien JAMKESMAS.
  13. 13. Dari masalah - masalah di atas, jelasterbukti masih buruknya kualitaspelaksanaan program JAMKESMAS. Kendalautama dari pelaksanaan program ini adalahmasih buruknya pendataan peserta danminimnya informasi yang dimilikimasyarakat mengenai JAMKESMAS. Bahkan,banyak masyarakat mampu yang mengakumiskin agar mendapatkan JAMKESMASseperti yang terjadi di Kalimantan Selatan. KALSEL
  14. 14. Data masyarakat miskin yang masuk dalamJAMKESMAS menjadi jauh berbeda dengandata masyarakat miskin yang dirilis BadanPusat Statistik (BPS) Kalsel. Bayangkan saja,peserta JAMKESMAS dalam database DinKesKalsel tercatat sebanyak 843.837 jiwa, atau25% dari total seluruh masyarakat Kalsel,sementara data BPS Kalsel menyebutkanmasyarakat miskin yang ada di Kalsel hanya5,22%. Belum lagi masalah denganmasyarakat miskin yang tidak mempunyaikartu identitas seperti gelandangan,pengemis, anak terlantar. Mereka ini sudahmiskin material, miskin informasi, miskinindentitas pula.
  15. 15. Jadi,.. Kalau saya sakit, tetapi saya miskin dan tidak punya kartu JAMKESMAS. Apa saya mendapat layanan kesehatan? atau... Saya tidak boleh sakit?
  16. 16.  Kesehatan adalah investasi Hak dan Kewajiban Tanggung jawab Pemerintah Dilarang menolak pasien Harga obat Perlindungan pasien Pencegahan penyakit Pembiayaan kesehatan Pidana
  17. 17.  Kesehatan memang mahal. Ongkos obat dan rumah sakit membumbung tanpa kontrol. Adanya penyakit membuat banyak pihak mendapat untung. Sudah biayanya mahal, setiap kesalahan medis sangat sulit untuk diadili. Mahalnya ongkos masih juga diperuncing oleh beredarnya obat palsu. Soal kesehatan yang tak beres membuat bangsa ini rutin dikunjung wabah. Dari demam berdarah, malaria, TBC, bahkan hingga AIDS. Toh, penyakit ternyata jadi alat pelindung bagi para koruptor. Tiap sidang akan digelar, dengan cepat mereka sodorkan surat dokter ke para hakim. Surat dokter bagi para koruptor, nilainya seperti surat pengampunan.
  18. 18. Kondisi kesehatan dan sistem pelayanankesehatan yang buruk membuat kesehatanmenjadi sesuatu yang mahal. Harga obat danrumah sakit membumbung tinggi tanpa adanyakontrol. Adanya penyakit malah membuat banyakpihak yang terkait dengan badan-badankesehatan mendapat untung. Pelayanankesehatan didasarkan atas berapa tebal kantongkita sanggup membayar demi kesembuhan kita.Selain biaya pengobatan yang tinggi duniakesehatan kita juga diperburuk denganberedarnya obat-obat palsu, selain itu penyakitjuga dijadikan sebagai alat pelindung bagi parakoruptor yang akan menjalani persidanganhingga luput dari tuntutan jaksa.
  19. 19. Orang Miskin-lahyang jadi korban dari sistem kesehatan yang diktator ini.
  20. 20. SUDAH PUASKAH ANDA ??????

×