Keterangan Pers
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Keterangan Pers

on

  • 892 views

Pertemuan Para Pemimpin G20, Toronto, Kanada

Pertemuan Para Pemimpin G20, Toronto, Kanada

Statistics

Views

Total Views
892
Views on SlideShare
892
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
3
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Keterangan Pers Keterangan Pers Document Transcript

  • Keterangan Pers Pertemuan Para Pemimpin G20 (Toronto, Kanada, 26 - 27 Juni 2010) Pertemuan para pemimpin G-20 di Toronto adalah pertemuan yang bersejarah dimana pertama kalinya G20 secara resmi bertemu menggantikan G8 sebagai forum utama ekonomi dan keuangan dunia. Agenda utama KTT Toronto adalah inisiatif Framework for Strong, Sustainable, and Balanced Growth yang menandai munculnya era baru paradigma pertumbuhan dan kerja sama ekonomi global yang ditopang oleh koordinasi antar negara maju dan berkembang untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh fundamental yang kuat dan inklusif, seimbang antar kawasan serta memperhatikan aspek kesinambungan dalam hal pengelolaan fiskal dan lingkungan. G20 telah berhasil menyelesaikan tahap pertama inisiatif Framework, dimana masing-masing negara anggota telah menyusun rencana aksi dan program kebijakan yang akan dikoordinasikan oleh G20, dan apabila diimplementasikan secara konsisten dalam jangka panjang akan meningkatkan ekonomi global sebesar 4 trilyun US dolar, menciptakan puluhan juta lapangan pekerjaan, mengurangi tingkat kemiskinan global secara signifikan, dan mengurangi masalah global imbalances. Pertemuan G-20 kali ini diwarnai oleh membaiknya perekonomian global yang tercapai terutama berkat langkah-langkah pemulihan terkoordinasi melalui pelaksanaan kebijakan stimulus fiskal yang dilakukan oleh negara-negara anggota G-20. Namun seiring dengan pelaksanaan kebijakan tersebut, muncul tekanan fiskal di negara-negara maju yang berisiko memunculkan ketidakstabilan sistem keuangan global. Akibatnya, salah satu isu utama yang dibahas adalah program konsolidasi fiskal yang kredibel untuk mengurangi defisit dan rasio utang negara maju ke tingkat yang aman. Namun G20 menganggap bahwa upaya konsolidasi fiskal tersebut harus tetap mempertimbangkan proses pemulihan ekonomi global, dan G20 berkomitmen untuk mendesain program konsolidasi fiskal yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, G20 juga mendorong reformasi struktural dan pembangunan infrastruktur khususnya di negara berkembang, serta fleksibilitas nilai tukar serta peningkatan demand
  • domestik di emerging market untuk meningkatkan potensi pertumbuhan ekonomi global yang lebih seimbang. G20 juga memandang bahwa perdagangan internasional merupakan motor perbaikan ekonomi global dan sepakat untuk memperpanjang komitmen anti-proteksionisme hingga 2013 serta berupaya mempercepat penyelesaian Doha Development Agenda. Terkait dengan reformasi sektor keuangan, G-20 berkomitmen untuk melanjutkan proses reformasi yang telah berjalan, dan memperkuatnya melalui aturan-aturan dan standar internasional dalam hal permodalan dan likuiditas, pengawasan yang lebih efektif terhadap sektor keuangan, skema kebijakan untuk mengatasi risiko sistemik institusi keuangan, dan adanya proses review yang transparan atas sektor keuangan. Terkait proposal pajak sektor keuangan, G20 menyadari bahwa masing-masing negara memiliki kondisi yang berbeda sehingga membutuhkan studi lebih lanjut terkait desain dan penerapan proposal tersebut. G20 juga menyepakati untuk melanjutkan proses reformasi lembaga keuangan internasional (LKI) khususnya melalui peningkatan suara dan keterwakilan negara berkembang, serta peningkatan kapasitas LKI dalam mencegah maupun menanggulangi krisis. G20 juga membahas berbagai isu pembangunan dan menegaskan kembali komitmen mereka pada Millenium Development Goals (MDGs), mendorong ratifikasi konvensi PBB untuk memerangi korupsi, dan mendukung peluncuran Global Agriculture and Food Security Program. Dalam KTT Toronto ini G20 juga meluncurkan inisiatif dana bagi skema pendanaan Small and Medium Enterprises (SMEs), dan meningkatkan akses masyarakat miskin dalam sistem keuangan (financial inclusion). Dalam KTT ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pandangannya bahwa G20 harus menjaga momentum perbaikan ekonomi global pasca krisis, khususnya terkait kecemasan pasar akibat situasi fiskal di beberapa negara maju. Sebagai salah satu anggota G20 yang paling berhasil menjaga keseimbangan fiskal dan menurunkan tingkat utang, Indonesia menyarankan agar negara maju harus menyusun program konsolidasi fiskal yang kredibel karena tekanan fiskal di negara maju akan berdampak pada cost of financing di negara berkembang dan
  • menghambat agenda pembangunan. Presiden juga menyampaikan bahwa Indonesia akan berkontribusi pada agenda Framework G20 dalam rangka perkuatan pertumbuhan global, melalui peningkatan pembangunan infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, serta reformasi struktural untuk meningkatkan iklim investasi. Presiden menyampaikan pula bahwa pembahasan Framework di G20 harus memperhatikan dampak kebijakan G20 khususnya terhadap negara-negara miskin, dan bahwa negara-negara miskin sebetulnya memiliki potensi untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi global apabila mendapatkan dukungan yang tepat dan peningkatan akses terhadap perdagangan internasional. Terkait agenda reformasi LKI, Presiden menegaskan kepada G20 bahwa efektivitas sistem keuangan internasional harus ditingkatkan khususnya untuk mengurangi volatilitas aliran modal internasional yang berpotensi menyebabkan krisis. Presiden juga mendorong reformasi governance di LKI untuk meningkatkan legitimasinya, khususnya melalui peningkatan suara dan keterwakilan negara berkembang. Dalam pertemuan G20 kali ini, Indonesia berhasil mendapatkan beberapa manfaat konkret yaitu: 1. Koordinasi kebijakan G20 dalam inisiatif Framework mengurangi risiko ekonomi global terhadap perekonomian Indonesia dan memberikan peluang baru pertumbuhan. Secara khusus, program konsolidasi fiskal di negara maju akan mengurangi tekanan terhadap cost of financing di Indonesia. Sementara program peningkatan demand domestik dan fleksibilitas nilai tukar di negara emerging market seperti China, India, Brazil dan Rusia akan membuka peluang bagi produk Indonesia. 2. Komitmen G20 untuk menjaga keterbukaan perdagangan memberi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan peran perdagangan dalam pertumbuhan ekonomi. 3. Reformasi lembaga keuangan internasional memberikan suara dan peran yang lebih besar bagi Indonesia dalam mendorong LKI lebih efektif mengatasi tantangan pembangunan di negara berkembang. 4. Komitmen G20 untuk mendukung pendanaan SMEs dan akses masyarakat miskin ke sistem keuangan menguntungkan Indonesia yang porsi kontribusi SMEs-nya sangat besar dalam ekonomi nasional.