Buletin so cinta edisi i pdf_

238 views
133 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
238
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
2
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Buletin so cinta edisi i pdf_

  1. 1. BULETIN Salam Redaksi Assalamualaikum... ”Sebesar-besar Semangat adalah tetap berSUARA me-LURUS-kan Sejarah, walau digugat dan dihujat atau bahkan tak diakui sebagai Anak Negeri ini” Prinsip tersebut telah menginspirasi terbitnya Buletin SOCINTA. Sebuah media cetak sederhana yang kami niatkan untuk menjadi ruang komunikasi tertulis sang Calon Pemimpin Masa Depan Gorontalo, Sofyan Puhi (SP) dengan warga di Serambi Madinah, khususnya di Kabupaten Gorontalo. Selain itu, lembaran ini digagas untuk menjadi media alternatif Pendidikan Politik bagi warga yang jauh dari akses informasi surat kabar. Ikhtiar ini semata untuk saling mencerahkan diantara kita. Upaya ini barulah permulaan, maka doa restu dan saran pembaca menjadi penentu selanjutnya. Salam SOCINTA. Wassalam... (Subhan) Edisi Perdana, 11 Mei 2014 Wakil Bupati (SP) pimpin upacara terakhir tahun 2010 SP: Saya Pergi untuk Kembali Limboto (SO CINTA)- Tak terasa, meski telah lima tahun berlalu mengakhiri jabatannya sebagai Wakil Bupati Gorontalo, sosok Sofyan Puhi masih saja melekat dihati warga didaerah ini. Salah satu buktinya, sejak didaftarkan akun face book-nya pekan lalu, setiap hari ratusan warga Gorontalo menyapa SP (singkatan namanya-red) didunia maya. Tak hanya para politisi yang ikut nimbrung diakun FB ini, ada juga dari kalangan ABG (anak baru gede). Bahkan banyak kaum ibu URT ikut gabung dan berkomunikasi akrab dengannya. “insya Allah Bapak kembali menjadi pemimpin kami untuk yang akan datang, saya mendukung bapak” tulis seorang ibu berinisial LK ini via FB. Baca: SP: Kembali.. hal 4 1
  2. 2. Curhat via FB www.facebook/sofyan.puhi  “Semoga ti Pak dan keluarga selalu dalam lindungan Allah SWT, semoga sukses selalu pak”. (ibu Ros)  “insya Allah Bapak kembali menjadi pemimpin kami untuk yang akan datang, saya mendukung bapak” (seorang ibu berinisial LK)  Maju Bung, Perjuangan belum selesai (IL) 2 Komentar SO CINTA  Trima kasih ibu Ros.. Allhamdulillah, saya dan keluarga enjoy selalu. Tentu saja, berkat doanya...  Untuk ibu LK, Insya Allah ketemu nanti di 2015 yaa.. salam saya untuk keluarga..  Mari Bung rebut kembali.... makase pak IL, Insya Allah demodunggaya.. Kamus Politik Demokrasi : Istilah dalam Bahasa Yunani Demos = Rakyat dan Kratos = Pemerintahan, yaitu suatu model pemerintahan negara yang dikendalikan oleh rakyat secara langsung atau melalui wakil-wakil rakyat yang dipilih secara bebas dan sportif. Rezim : Pemerintahan yang berkuasa dalam kurun waktu tertentu. Contohnya: Rezim Orde Baru yaitu pemerintahan yang dikendalikan oleh Pak Harto selama kurang lebih 32 tahun berkuasa. Koalisi : Gabungan atau kombinasi dua atau lebih organisasi karena ada kesamaan tujuan dan kepentingan. Contohnya: saat ini para calon Presiden RI dan pimpinan partai politik di negeri ini lagi gencar-gencarnya bertemu untuk menjajaki kemungkinan berkoalisi di Pemilihan umum Presiden bulan Juli nanti. Euforia : Situasi kejiwaan yang menampakkan rasa senang berlebihan atas suatu peristiwa yang dialami sendiri atau dengan orang lain.
  3. 3. 3 Seri : Pendidikan Politik Demokrasi Recehan (bagian I) Oleh: Subhan Ibrahim*) Pengantar Pemilu Legislatif 2014 telah usai. Ibarat letusan Merapi, ia meninggalkan puing-puing kegalauan bagi ribuan caleg yang gagal meraih kursi. Sementara bagi mereka yang lolos, pemilu telah melahirkan euforia —demam kemenangan—pada diri sang calon terpilih dan massa pendukungnya. Disejumlah tempat, barisan konvoi massa pendukung caleg terpilih mengelilingi jalan-jalan raya. Ada yang bersorak lantang, saling bunyikan knalpot buntung sepeda motornya dan bahkan ada yang menari-nari diatas bak mobil, seakan ingin menunjukkan bahwa rakyat telah mematenkan dukungannya kepada sang calon terpilih. Pertanyaannya adalah; benarkah rakyat memilih mereka yang terpilih karena alasan layak menjadi wakil rakyat? Atau jangan-jangan rakyat terpaksa menjatuhkan pilihannya karena dibayar? Saatnya dua pertanyaan ini mesti dijawab bersama, agar paling tidak mereka yang terpilih tidak selalu merasa menang sendiri. Sementara mereka yang hari ini gagal, tidak terus-menerus- terjebak dalam kegalauan, menyalahkan tim suksesnya dan bahkan menyumpah tetangga dan para pendukungnya. Pemilu Dibajak Sejarah mencatat bahwa sejak Orde Baru berkuasa, proses pemilu di Indonesia sarat dengan permainan uang (money politik), kecuali di pemilu tahun 1955 yang oleh banyak orang disebut pemilu paling demokratis sejak negeri ini merdeka. Praktek politik uang makin menggila menjelang hari H Pemilu 1997. Dimasa itu, adalah akhir kekuasaan Orde Baru. Kekuatan barisan ABG (ABRI, Birokrasi & ....) yang sejak dulu dibawah kendali Pak Harto, mulai kocar kacir. Situasi politik sedemikian rupa memaksa para petinggi rezim merancang stategi untuk mempertahankan kursi kekuasaannya. Hasilnya, “serangan fajar” dilakukan menjelang hari H. Istilah ini populer karena begitu masifnya aparat golongan yang berkuasa ketika itu mendatangi pemilih diwaktu Subuh, membujuk suara sambil menitipkan “sedekah”. Bersambung ke Edisi
  4. 4. Cirita Le Gones TTS Kiki’o Berhadiah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Seorang Guru bertanya kepada seorang muridnya, “Siapa yang engkau doakan dalam sholatmu?” Si murid menjawab, “Aku berdoa untuk ibuku”. Guru bertanya lagi, “Mengapa ayahmu tidak engkau doakan?” Si murid menjawab “Ayahku seorang pengacara. Jadi ia dapat membela dirinya sendiri”.# Baraaaat...! parah ! Sambungan hal 1 SP : ... kembali Ketika Tim SOCINTA mampir dirumah ortunya (sampai sekarang SP masih tinggal dirumah orang tuanya di desa Luwoo-Talaga Jaya), ia menyambut kami dengan jabat tangan erat dan senyum khasnya. Tak ada sedikitpun guratan muram diwajahnya, padahal KPU telah memastikan ia salah satu caleg yang tak lolos ke DPRD Propinsi dari dapil Boliohuto cs. Saat ditanya apa agendanya kedepan. SP (lagi-lagi dengan senyum khasnya) menjawab singkat “Saya Pergi untuk Kembali !” Sontak kami tertawa riuh. Nah...bila jawaban ini jadi sinyal untuk kembali ke Bumi Menara, maka “Ditunggu gebrakannya pak di 2015!” ujar seorang warga diakun FB-nya. (SI-1) Syair Cinta Cinta tak memberi apa-apa, kecuali keselurahan dirinya, utuh penuh, Pun tidak mengambil apa-apa, kecuali dari dirinya sendiri. Cinta tidak memiliki ataupun dimiliki; Karena cinta telah cukup untuk cinta. Pun jangan mengira bahwa kau dapat menentukan arah cinta, Karena cinta, pabila kau telah dipilihnya, akan menentukan perjalanan hidupmu. Cinta tiada berkeinginan selain mewujudkan maknanya. Meluluhkan diri, mengalir bagaikan sungai yang menyanyikan lagu persembahan malam, mengenali kepedihan kemesraan yang terlalu dalam. Merasakan luka akibat pengertianmu sendiri tentang cinta; Dan meneteskan darah dengan suka rela serta suka cita. (Khalil Gibran) Diterbitkan Oleh : Tim Relawan SOCINTA Nomor Rekening : - Pimpinan Redaksi : Subhan Ibrahim E-mail/SMS Centre : 082 338 441 441 Staf Redaksi : Imran Aluwi FB : Sofyan Puhi (So Cinta) Abd. Taha Husain Kami menerima saran dan curhat warga maksimal 50 Kata dan kirim ke SMS/FB atau email ; redaksi.socinta@gmail.com Desain Layout : Fardin Hasan 4 Mendatar : 1. Ungkapan rasa kasih sayang 6. Hina 7. Peluncur rudal 8. Bermacam – macam 10. Ajak 12.Negara di Asia Tenggara Menurun : 1. Nama Gunung 2. Singkatan Tenaga Kerja 3. Kamu bahasa Arab. 4. Jenis Asuransi 5. Nama penyakit 9. Oma 11. Organisasi Buruh Sedunia Cat : 1. Jawaban dikirim via sms ke : 082 383 441 441 2. Pemenang diundi dan akan diumumkan pada edisi berikutnya.

×