• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Denias resensi
 

Denias resensi

on

  • 1,796 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,796
Views on SlideShare
1,796
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
15
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Denias resensi Denias resensi Document Transcript

    • Minggu, 25 Maret 2012RESENSI FILM DENIAS, SENANDUNG DI ATAS AWAN JUDUL FILM : Denias, Senandung di Atas AwanPENULIS : Jeremias Nyangoen dan Monty TiwaPRODUSER : Nia Zulkarnaen dan Ari SihasaleSUTRADARA : John de RantauTAHUN PRODUKSI : 2006DURASI : 110 MenitNAMA PEMAIN : Albert Tom Joshua Fakdawer Ari Sihasale Nia Zulkarnaen Marcella Zalianty Michael Jakarimilena Pevita Eileen Pearce Mathias Muchus Audrey Papilaya Denias, Senandung di Atas Awan merupakan sebuah film yang wajib ditonton olehmereka yang peduli tentang pendidikan di Indonesia. Film ini diambil dari kisah nyata yangmemberikan banyak motivasi untuk tetap semangat mencari ilmu. Skenario film ini ditulis oleh Jeremias Nyangoen dan Monty Tiwa. Jeremias Nyangoen(lahir di Pontianak, 29 Juni 1968) adalah seorang aktor Indonesia yang dikenal memerankanSumanto dalam film “Kanibal-Sumanto” pada tahun 2004. Monty Tiwa (lahir di Jakarta, 28
    • Agustus 1976) adalah seorang sutradara dan seorang penulis skenario asal Indonesia. Dia jigadikenal sebagai produser film, penyunting film, dan pencipta lagu. Ia pernah bekerja di Trans TVsebagai Creative Writer (2002-2003), di RCTI sebagai Head Section (2003-2004), dan di MNCsebagai Creative Director (2004-2005). Kini Monty Tiwa bekerja sebagai penulis lepas dansutradara. Skenario karya Monty Tiwa adalah “Andai Ia Tahu”, “Vina Bilang Cinta”, “BiarkanBintang Menari”, “9 Naga”, “Juli di Bulan Juni”, “Mengejar Mas-mas”, “OtomatisRomantis”, “XL”, “Antara Aku, Kau, dan Mak Erot”, “Kalau Cinta Jangan Cengeng”, “AntaraAku, Kau, dan Saipul Jamil”, “XXL Double Extra Large”. Penghargaan yang pernah diraih olehMonty Tiwa antara lain, Skenario Terbaik (Film Cerita Lepas), Piala Vidia FFI 2005 untuk Julidi Bulan Juni, Penata Sunting Terbaik Piala Vidia FFI 2006 untuk Ujang Panty 2, PenulisSkenario Cerita Asli Terbaik Piala Citra di FFI 2006 untuk Denias, Senandung di Atas Awan. Film ini menceritakan tentang perjuangan seorang anak pedalaman Papua yang bernamaDenias untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Seluruh setting lokasi dilakukan di PulauCendrawasih ini. Cerita dalam film ini merupakan adaptasi dari kisah nyata seorang anak Papuayang bernama Janias. Sebuah film yang harus ditonton oleh meraka yang mengaku peduli dengan duniapendidikan di Indonesia. Sebuah film yang membuka pandangan kita tentang betapa pendidikanyang layak di negeri ini masih sangat mahal, masih sangat rumit dan masih banyak diskriminasi-diskriminasi yang tidak masuk akal. Dalam film ini juga dapat kita lihat keindahan Provinsi Papua yang berhasil direkamdengan begitu indahnya. Keunggulan film DENIAS “Senandung di Atas Awan” adalah dari tema yang diangkatadalah pendidikan. Ini memberikan nilai positif dari film tersebut, karena sangat sedikitnya filmpendidikan yang di angkat dengan kenyataan sekarang yang maraknya film horror dan cintayang di angkat menjadi tema. Film DENIAS ini bisa dijadikan contoh sebagai produser-produserlain agar tetap menjalankan nilai pendidikan dalam film mereka. Sedangkan kelemahan darifilm ini adalah karena ceritanya sangat sederhana dan penyampaiannya sangat monoton.Kadang membuat orang malas untuk menonton walaupun tema yang di angkat bagus. Tema yang diangkat oleh cerota ini adalah tentang film pendidikan, yaitu perjuanganseorang anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dengan usaha yang dia lakukansehingga mendapatkan sekolah gratis. Amanat yang terkandung dalam film ini, yaitu
    • memberikan semangat yang luar biasa dari seorang anak pedalaman Papua untuk sekolahkepada kita dan memberikan semangat untuk memperjuangkan apa yang kita inginkan. Alurceritanya menggunakan alur maju atau progresif, karena ceritanya runtut dari Deniasmendapatkan pendidikan di sekolah darurat dekat tempat tinggalnya sampai mendapatkansekolah di kota. Tokoh-tokoh dengan karakter yang diperankan dalam film tersebut menjadikekuatan dalam film tersebut. Sudut pandang cerita ini berdasarkan kisah nyata seorang anakpedalaman Papua yang bernama Janias yang mempunyai semangat tinggi untuk mendapatkanpendidikan dan sekarang Janias kuliah di Australia. Sebagian besar lokasi syuting film ini ertempat di daerah kerja PT. Freeport Indonesia,sebuah perusahaan asing yang bergerak di bidang pertambangan tembaga dan emas di Papua.Lokasi perkampungan Denias mengambil tempat di kawasan pegunungan Wamena. Rumah-rumah yang dipakai syuting merupakan rumah asli masyarakat setempat, namun ada sebagianyang dibangun untuk kebutuhan syuting. Sebagian penduduk setempat juga merupakanfiguran. Syuting sekolah Denias bertempat di SD-SMP YPJ Kuala Kencana. Sebagian besarfiguran dalam adegan sekolah film ini merupakan siswa-siswi YPJ Kuala Kencana. Tempat-tempat lain yang juga digunakan dalam film ini adalah Kota Timika dan Kuala Kencana. Film Senandung di Atas Awan, memperlihatkan sisi kehidupan papua yang benar-benarmasih murni suku pedalaman. Hal ini dapat dilihat dari pakaian. Pakaian penduduk aslipedalaman masih di tunjukan dengan pakaian adat Papua, masih menggunakan kotekawalupun sebagian sudah mengenal pakaian penutup. Tapi di dalam film ini benar-benar tidakmerubah adat kebiasaan orang pedalaman disana, rumah adat desa Wamena, logat bahasajuga sangat kental sekali. Sehingga film ini terlihat benar-benar murni. Dalam film ini digambarkan secara jelas kehidupan di suku pedalamannya dari kebudayaannya. Contoh dalamfilm tersebut di gambarkan anak yang sudah beranjak dewasa diwajibkan memakai koteka dansetelah upacara pemakaian koteka tersebut dipisahkan tempat untuk laki-laki dan perempuandan juga dalam upacara berkabung di Papua, suami yang istrinya meninggal, jarinya dipotonguntuk menandakan bahwa suami itu duda dan tradisi mandi Lumpur, dll. Ilustrasi Musik yangdipakai sekaligus soundtrack film ini dinyanyikan langsung oleh Albert pemeran Denias.Lumayan bagus sesuai dengan isi film tersebut, kesan dramatik lumayan muncul dalam film
    • tersebut tetapi sedikit terlalu berlebihan dalam film tersebut. Teknik pengambilan gambarlumayan bagus saat seluruh wilayah kepulauan Cendrawasih di tampilkan seluruhnya sangatbagus. Dan pengambilan gambar di sekitar desa di pedalaman itu sangat bagus. Dalam film inibenar- benar ingin menonjolkan keindahan kepulauan Cendrawasih.