Sumber Hukum Islam ( Sub - AlQuran )

  • 7,116 views
Uploaded on

All about AlQuran : …

All about AlQuran :
- Pengertian
- Nama lain AlQuran
- Kandungan dalam AlQuran
- Dasar hukum dalam AlQuran
- Fungsi AlQuran
- Hikmah membaca AlQuran

More in: Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • kxnazx
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
7,116
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
202
Comments
1
Likes
5

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. • Tyas Fitriyani • Faras Pramesti
  • 2. Pengertian Hukum Hukum menurut bahasa adalah menetapkan sesuatu atas yang lainnya. Sedangkan menurut istilah adalah sebuah firman Allah SWT ( pembuat syara’ ) yang berhubungan dengan perbuatan orang dewasa, mengandung tuntunan, membolehkan sesuatu atau menjadikan sesuatu sebagai adanya yang lain.
  • 3. Sumber Hukum Islam • Sumber hukum Islam adalah asas, pedoman, dasar, dan pegangan, serta acuan pengambilan hukum atau penyelesaian permasalahan atau persoalan secara Islam/Islami  Misalnya, Jika seseorang ingin berdagang sesuai dengan hukum islam, maka harus melihat pada sumber hukum Islam (alquran/hadis). Alquran dan hadis mengatakan bahwa riba dilarang dalam berjualan, oleh karena itu dia tidak boleh melakukan praktek riba Sumber utama hukum Islam adalah Al-Qur’an dan yang lainnya adalah hadist Nabi Muhammad SAW.
  • 4. Sumber hukum Islam  Hukum Islam harus dijadikan pedoman hidup umat muslim. Adapun sumbernya adalah AlQuran. Setiap muslim harus berpedoman pada AlQuran.  Di dalam AlQuran terdapat aturan, berupa perintah dan larangan.  Jika ada suatu masalah yang hukumnya tidak ada di AlQuran, maka harus menjadikan hadis sebagai pedoman kedua.  Namun jika di keduanya tidak ada, maka ia diperbolehkan untuk ber-Ijtihad. Tetapi tetap berpatokan pada AlQuran dan hadis.
  • 5. AlQuran AlQuran itu merupakan firman dan wahyu ALLAH yang bersifat mutlak dan umum sehingga butuh penjelasan yang lebih terperinci tentang itu. Hadist Hanya sebagai penjelas dari makna dan isi AlQuran tersebut serta ada perantara ALLAH yaitu Nabi dan rasulnya yang memberikan panutan isi alquran adanya hadist itu sehingga manusia harus patuh baik perkataan, perbuatan maupun taqrir dari Nabi dan Rasul itu .
  • 6. AlQur’an
  • 7. Dalam Al-Qur'an sendiri terdapat beberapa ayat yang menyertakan nama lain yang digunakan untuk merujuk kepada Al-Qur'an itu sendiri. Berikut adalah nama-nama tersebut dan ayat yang mencantumkannya: Al-Kitab (Buku) Al-Furqan (Pembeda benar salah) Adz-Dzikr (Pemberi peringatan) Al-Mau'idhah (Pelajaran/nasihat) Al-Hukm (Peraturan/hukum) Al-Hikmah (Kebijaksanaan) Asy-Syifa' (Obat/penyembuh) Al-Huda (Petunjuk) At-Tanzil (Yang diturunkan) Ar-Rahmat (Karunia) Ar-Ruh (Ruh) Al-Bayan (Penerang) Al-Kalam (Ucapan/firman) Al-Busyra (Kabar gembira) An-Nur (Cahaya) Al-Basha'ir (Pedoman) Al-Balagh (Penyampaian/kabar) Al-Qaul (Perkataan/ucapan)
  • 8. AL-QURAN  Al-quran diturunkan dengan bahasa arab dan dialek (dialog) nya dengan dialek Quraisy. Sesuai dengan firman Allah SWT : “Dan sungguh, (Al-Quran) ini benar-benar diturunkan oleh tuhan seluruh alam, yang dibawa turun oleh ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan” (Q.S. Asy-Syu’ara [26]: 192-194)  Seorang muslim yang melakukan salat tanpa membaca Al- Quran maka salatnya tidak sah.
  • 9. Al-quran diturunkan secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Hal ini memiliki maksud : 1. Untuk tsabit al-fuad, yaitu untuk memantapkan hati, berupa ketenangan dan kepuasan hati dalam menerima dan menjalankan al-quran, baik bagi nabi maupun umatnya 2. Supaya tartil, tartil artinya membaca dengan baik, tidak tergesa-gesa, jelas teratur dan sesuai dengan tajwid
  • 10. Pokok-pokok kandungan dalam AlQuran antara lain: 1. Pokok-pokok keimanan ( tauhid ) kepada Allah, keimanan kepada malaikat, rasul-rasul, kitab-kitab, hari akhir, qodli-qodor, dan sebagainya. 2. Prinsip-prinsip syari’ah sebagai dasar pijakan manusia dalam hidup agar tidak salah jalan dan tetap dalam koridor yang benar bagaimana menjalin hubungan kepada Allah ( hablun minallah ) dan manusia ( hablun minannas ) 3. Janji atau kabar gembira kepada yang berbuat baik ( basyir ) dan ancaman siksa bagi yang berbuat dosa ( nadzir ). 4. Kisah-kisa sejarah, seperti kisah para nabi, para kaum masyarakat terdahulu, baik yang berbuat benar maupun yang durhaka kepada Tuhan. 5. Dasar-dasar dan isyarat-isyarat ilmu pengetahuan : astronomi, fisika, kimia, ilmu hukum, ilmu bumi, ekonomi, pertanian, kesehatan, teknologi, sastra, budaya, sosiologi, psikologi, dan sebagainya.
  • 11. 3 DASAR HUKUM DALAM AL-QUR’AN a. Hukum i’tiqadiah - yang mengatur hubungan kerohanian dengan Allah b. Hukum amaliah - yang mengatur hubungan lahiriah antara manusia dengan Allah c. Hukum khuliqiah - yang berkaitan dengan perilaku & akhlaq dalam kehidupan
  • 12. PENJELASAN AL-QURAN TERHADAP HUKUM  Dilihat dari kejelasasn artinya, ayat Al-Quran terbagi menjadi dua, yaitu ayat muhkamat dan ayat mutasyabihat. Hal ini didasari dalam surat al imran ayat 7: “Dialah yang menurunkan kitab ( Al-Quran) kepadamu ( Muhammad ). Di antaranya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok kitab Al-Quran dan yang lain mutasyabihat”
  • 13. PENJELASAN AL-QURAN TERHADAP HUKUM AYAT MUHAKAM  Yaitu, ayat yang jelas maknanya sehingga terhindar dari keraguan dalam mengartikannya dan menghilangkan adanya beberapa kemungkinana dalam memahaminya.  Ayat-ayat ini dikelompokkan menjadi qat-iyyat (pasti huhkumnya)  Contohnya, perintah salat dan puasa
  • 14. PENJELASAN AL-QURAN TERHADAP HUKUM AYAT MUTASYABIH  Artinya ayat yang tidak pasti arti dan maknannya sehingga dapat dipahami dengan beberapa kemungkinan.  Hal ini disebabkan karena al-quran menggunakan kata yang dapat untuk dua maksud  Seperti kata quru dalam surah al baqarah ayat 228 yang dapat berarti suci atau haid “Dan para istri yang diceraikan (wajib) menahan diri mereka (menunggu) tiga kali quru”
  • 15. HUKUM AMALIAH Hukuma amaliah memiliki beberapa cabang, antara lain:  Hukum ibadah, sperti solat,zakat, haji, dsb  Hukum muamalah,sperti ekonomi,uqubat (hukum pidana dan sanksinya)
  • 16. HUKUM AMALIAH Hukuma amaliah memiliki beberapa cabang, antara lain:  Hukum ibadah, sperti solat,zakat, haji, dsb  Hukum muamalah,sperti ekonomi,uqubat (hukum pidana dan sanksinya)
  • 17. FUNGSI AL-QUR’AN  Sebagai petunjuk dan pedoman hidup dalam setiap tindakan. ( Q.S. Al-Baqarah : 2 )  Penyempurna kitab-kitab terdahulu (Q.S. Al-Maidah: 48)  Sebagai mukjizat Nabi Muhammad saw.
  • 18. Di era kehidupan yang seperti ini janganlah kita melupakan AlQuran. Janganlah kita jadikan AlQuran sebagai pajangan rumah tapi jadikan itu sebagai pedoman hidup kita. As Suyuti berbicara tentang hukum melupakan Al Qur'an, ia berkata : melupakan hafalan Al Qur'an adalah dosa besar, seperti dikatakan An Nawawi dalam kitab "Ar Raudhah" dan ulama lainnya dengan dalil hadits Abi Daud : "Dosa - dosa ummatku diperlihatkan kepadaku, dan aku tidak dapati dosa yang lebih besar dari dosa seseorang yang diberi ni'mat hafal Al Qur'an atau suatu ayat, kemudian ia melupakannya.“ (HR. Abu Daud) Beliau juga meriwayatkan hadits sebagai berikut,"Siapa yang menghafal Al Qur'an namun kemudian melupakannya, maka ia akan bertemu Alloh pada hari kiamat dalam keadaan terserang penyakit sopak."(HR. Abu Daud)
  • 19.  BACALAH AL - QURAN Rasulullah bersabda : Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al-Quran, maka ia akan mendapatkan sepuluh kebaikan. Saya tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alim satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf. ( HR. At-Tirmidzi )
  • 20. Rasulullah bersabda : Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Quran seperti buah utrujah baunya wangi dan rasanya manis, dan perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Quran seperti buah kurma tidak ada baunya dan rasanya manis. Dan perumpamaan seorang munafik yang membaca Al-Quran seperti buah rihanah baunya wangi dan rasanya pahit, dan perumpamaan seorang munafik yang tidak membaca AlQuran seperti buah handolah tidak ada baunya dan rasanya pahit. (HR. Muttafaqun alaih)
  • 21. Pertanyaan  1. Nabila S. : Jelaskan tentang penyakit sopak !  2. Nadhil Z : Apakah yang dimaksud dengan ijtihad ?  3. Aulia F : Tidak sengaja melupakan AlQuran dosa /      tidak ? 4. Nurul M : Arti taqrir ? 5. Deta M. S : Maksud orang Inggris tadi ? 6. Nida : Hukum yang bersifat taábud ? Marsha : Dialek Quraisy ? Afi : Gambar buah yang enak dan wangi utrujah ?