SISTEM EKONOMI KERAKYATAN MELALUI WADAH GERAKAN KOPERASI INDONESIA

11,912 views
11,839 views

Published on

EKONOMI KOPERASI

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
11,912
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
122
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

SISTEM EKONOMI KERAKYATAN MELALUI WADAH GERAKAN KOPERASI INDONESIA

  1. 1. SISTEM EKONOMI KERAKYATAN MELALUIWADAH GERAKAN KOPERASI INDONESIA Mata Kuliah : EKONOMI KOPERASI ATIKAH HARDIANA 19210563 2EA21 FAKULTAS EKONOMI MANAJEMEN UNIVERSITAS GUNADARMA 20111|Page
  2. 2. KATA PENGANTAR Seiring dengan majunya perekonomian dan majunya sistem ekonomiglobal, serta pengaruh gerakan koperasi dalam beberapa aspek kerakyatan,maka tulisan ini saya susun demi mengangkat kearifan kearifan lokal danbudaya. Sebelumnya saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepadapihak pihak yang telah membantu saya secara langsung maupun tidaklangsung. Juga saya ingin menyampaikan rasa terima kasih saya kepada bapakNurhadi selaku dosen Softskill Ekonomi Koperasi. Dan juga kepada temanteman yang juga telah membantu saya dalam memberi masukan masukan,ide dan juga gagasan yang amat berguna agar terselesaikannya tulisan ini.Dan tentunya rasa syukur dan terima kasih saya kepada Tuhan, karenadengan bantuan-Nya saya dapat menyelesaikan tulisan saya ini. Akhir kata saya sebagai penyusun menyadari tulisan ini memilikibanyak kekurangan karena itu sangat saya harapkan kritik dan sarannya ygkonstruktif dari pembaca sebagai perbaikan dan memperbesar manfaat daritulisan ini sebagai referensi. Bekasi, Oktober 2011 Hormat Saya, Atikah Hardiana2|Page
  3. 3. DAFTAR ISIJUDUL …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………. 1KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………………………………………………………………. 2DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………………………………………………………………………..…. 3BAB 1 PENDAHULUAN ………………………………………………………………………………………………………………………………. 4 1.1 LATAR BELAKANG …………………………………………………………………………………………………………………… 4 1.2 TUJUAN …………………………………………………………………..…………………………………………………………………. 5 1.3 SASARAN …………………………………………………………………..…..…………..…..…………..…..…………..…..………. 5BAB II ISI.....................................................................................................................................…………..…..…………..…... 6 A. Sistem Ekonomi Kerakyatan.................................................................................................................... 6 B. Koperasi Sistem Ekonomi Indonesia........................................................................................................ 6 C .Kendala Reposisi Koperasi..................... ................................................................................................... 8 a. Kelembagaan koperasi.............................................................................................................. 10 b. Usaha Koperasi............................................................................................................................. 10 c. Aspek Lingkungan........................................................................................................................ 11 D . Upaya Penangan Masalah..................................................................................................................... 12BAB III PENUTUP............................................................................................................................................................ 13DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………........................................................................ 143|Page
  4. 4. BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar BelakangKoperasi di Indonesia, menurut UU tahun 1992, didefinisikan sebagai badan usaha yangberanggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannyaberdasarkan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasaratas asas kekeluargaan. Di Indonesia, prinsip koperasi telah dicantumkan dalam UU No. 12Tahun 1967 dan UU No. 25 Tahun 1992. Prinsip koperasi di Indonesia kurang lebih samadengan prinsip yang diakui dunia internasional dengan adanya sedikit perbedaan, yaitu adanyapenjelasan mengenai SHU (Sisa Hasil Usaha).Ekonomi Kerakyatan dalam arti yang lebih luas mencakup kehidupan petani, nelayan,pedagangan asongan, tukang ojek dan pedagang kaki lima, yang kepentingan-kepentinganekonominya selalu dapat lebih mudah dibantu atau diperjuangkan melalui koperasi.Kepentingan-kepentingan ekonomi rakyat seperti inilah yang kurang mendapat perhatian olehpengambil kebijakan ekonomi. Ekonomi rakyat seperti ini dapat dikategorikan sebagai bisnistetapi sesunguhnya merupakan kegiatan hidup sehari-hari yang sama sekali bukan kegiatanbisnis yang mengejar untung.Kini Wadah koperasi yang di bentuk di kampung-kampung merupakan sebuah wadah untukmemperkuat ekonomi kerakyatan. Ekonomi rakyat terutama yang dikampung dapat diperkuatmelalui wadah Koperasi. Wadah koperasi ini mempunyai peran yang sangat besar dalammembuka kesempatan dan peluang usaha masyarakat di kampung, selain sebagai agenpendistribusian hasil-hasil produk masyarakat, dan media penyedia barang-barang konsumsi.Wadah ini juga sebagai sebuah kegiatan produksi dan konsumsi yang apabila dikerjakansendiri-sendiri tidak akan berhasil, tetapi melalui organisasi koperasi yang menerima tugasdari anggota untuk memperjuangkannya dapatberhasil.ekonomi masyarakat dapat bangkit dantersedia sebuah wadah koperasi yang sangat membantu perekonomian masyarakatnya.4|Page
  5. 5. 1.2 Tujuan Sesuai dengan judul Karya tulis ini yaitu Sistem ekonomi kerakyatan melalui wadah gerakan koperasi indonesia. Karya tulis ini ini disusun agar pembaca lebih mengenal tentang sistem ekonomi kerakyatan melalui wadah koperasi yang ada disekeliling kita dan agar kita semua tergugah untuk berpartisipasi dalam menangani masalah ekonomi di kehidupan rakyat kecil yang makin berat,contohnya penduduk desa yang tidak memiliki tanah harus bekerja pada kebun-kebun milik pemerintah yang menjadi semacam pajak. Produksi pangan rakyat merosot dan timbul kelaparan di berbagai tempat. Dengan demikian kalau konsep Ekonomi kerakyatan ini benar-benar bangkit maka secara otomatis mata pencaharian sebagian besar rakyat memiliki daya tahan tinggi terhadap ancaman dan goncangan-goncangan harga internasional. Dan ini adalah satu wujud kepedulian masyarakat terhadap keadaan ekonomi yang semakin merosot. Disamping hal diatas diharapkan pembaca peduli terhadap masalah-masalah system perekonomian masyarakat sekitarnya demi tercapainya tujuan nasional bangsa mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia.1.3 Sasaran Melihat pentingnya masalah ekonomi kerakyatan yang ada di Negara kita ini. Dengan dibuatnya karya tulis ini saya sangat berharap pembaca dapat menerapkan sistem ekonomi kerakyatan melalui wadah koperasi. karena apabila diterapkan secara baik dan benar maka kesejahteraan dan masa depan bangsa akan terwujud. Generasi muda adalah satu-satunya harapan bagi bangsa untuk melestarikan kesejahteraan bangsa ini,karena mereka merupakan calon pemimpin bangsa ini di masa depan.5|Page
  6. 6. BAB II ISI SISTEM EKONOMI KERAKYATAN Ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang berbasis pada kekuatan ekonomirakyat.Dimana ekonomi rakyat sendiri adalah sebagai kegiatan ekonomi atau usaha yangdilakukan oleh rakyat kebanyakan (popular) yang dengan secara swadaya mengelolasumberdaya ekonomi apa saja yang dapat diusahakan dan dikuasainya, yang selanjutnyadisebut sebagai Usaha Kecil dan Menegah (UKM) terutama meliputi sektor pertanian,peternakan, kerajinan, makanan, dsb., yang ditujukan terutama untuk memenuhi kebutuhandasarnya dan keluarganya tanpa harus mengorbankan kepentingan masyarakat lainnya.Secara ringkas Konvensi ILO169 tahun 1989 memberi definisi ekonomi kerakyatan adalahekonomi tradisional yang menjadi basis kehidupan masyarakat local dalam mempertahan kankehidupannnya. Ekonomi kerakyatan ini dikembangkan berdasarkan pengetahuan danketerampilan masyarakat local dalam mengelola lingkungan dan tanahmereka secara turun temurun. Aktivitas ekonomi kerakyatan ini terkait dengan ekonomi subsisten antara lain pertanian tradisional seperti perburuan, perkebunan, mencari ikan, danlainnnya kegiatan disekitar lingkungan alamnya serta kerajinan tangan dan industri rumahan.Kesemua kegiatan ekonomi tersebut dilakukan dengan pasar tradisional dan berbasismasyarakat, artinya hanya ditujukan untuk menghidupi dan memenuhi kebutuhan hidupmasyarakatnya sendiri. Kegiatan ekonomi dikembangkan untuk membantu dirinya sendiri danmasyarakatnya, sehingga tidak mengekploitasi sumber daya alam yang ada. Koperasi dalam Sistem Ekonomi Indonesia Menurut Haryoso et., al.(2006: 13-16), secara ideologis, masalah utama yang dihadapibangsa Indonesia adalah bagaimana membangun sistem ekonomi yang sesuai dengan cita-citatolong menolong. Pertanyaan ideologis tersebut terjawab bahwa dasar perekonomian yangsesuai dengan cita-cita tolong menolong ialah koperasi. Koperasi mendahulukan keperluanbersama dan menomorduakan kepentingan individual. Oleh karena itu, koperasi harusmemiliki fungsi mendidik masyarakat dalam hal mengurus kepentingan bersama. Dalam konsep pemikiran Hatta pada dasarnya segala usaha yang hanya dapat dikerjakanbersama-sama oleh banyak orang, mestilah memakai bangun koperasi. Usaha yang dikerjakan6|Page
  7. 7. secara bersama-sama ini dilawan dengan usaha perorangan. Usaha-usaha yang dapat dikerjakan secara perorangan dan tidak menguasai hajat hidup orang banyak ini tidak harus berbentuk koperasi. Meskipun usaha-usaha perorangan tidak harus berbentuk koperasi, mereka secara sukarela dapat bersatu dan membentuk koperasi. Jika bangsa tidak mengindahkan sistem ini, maka lambat laun dikuatirkan akan terjadinya semangat kapitalisme yang berakibatkan pada pemerasan dan penindasan terhadap orang banyak yang lemah oleh sekelompok kecil masyarakat yang cerdik dan bermodal. Hatta melihat, mayoritas penduduk Indonesia bertempat tinggal di desa, maka gerakan koperasi hendakmnya dimulai dari pedesaan. Hatta menegaskan, bahwa tugas koperasi Indonesia sangatlah luas terkait masalah pokok yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, yaitu keterbelakangan. Dalam hal ini Hatta menjelaskan tujuh tugas koperasi Indonesia.1. Memperbaiki Produksi Ada tiga jenis barang utama yang produksinya harus segera diperbaiki, yaitu pangan, barang kerajinan dan barang-barang pertukangan yang diperlukan oleh rakyat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.2. Memperbaiki Kualitas Barang Koperasi harus memperbaiki kualitas barang-barang yang dihasilkan oleh rakyat Indonesia. Salah satu sebab rendahnya kualitas barang-barang adalah tidak cukupnya sarana produksi yang dimiliki oleh rakyat, maka kopersi memiliki peran untuk secara bersama-sama memiliki sarana produksi yang diutuhkan.3. Memperbaiki Distribusi Para pedagang umumnya telah mempermainkan distribusi untuk kepentingan mereka sendiri, misalnya menimbun barang pada saat barang mulai langka untuk mendapatkan laba sebesar- besarnya. Maka koperasi mempunyai tujuan untuk memenuhi kebutuhan bersama, memiliki peluang besar untukmemperbaiki sistem distribusi barang.4. Memperbaiki Harga Pedagang selalu berusaha untuk menjual barang dangn harga yang setinggi-tinginya, kondisi demikian merugikan masyarakat luas. Koperasi yang bertujuan memenuhi kebutuhan hidup masyarakat luas seharusnya memperbaiki harga pasar.5. Menyingkirkan Penghisapan Kalau suatu desa ingin makmur maka harus dibebaskan dari “lintah darat” atau sistem ijon karena secara nyata telah merugikan masyarakat. Lintah darat bisa diberantas dengan pendirian koperasi-kopersi sompan pinjam.6. Memperkuat Permodalan 7|Page
  8. 8. Masyarakat pada umumnya mengalami kesulitan permodalan. Dengan koperasi masyarakat harus digerakan untuk menabung sebagai sumber modal.7. Memelihara Lumbung Sistem lumbung harus diperbaharui disesuaikan dengan tuntutan masa. Lumbung harus menjadi alat untuk menyesuaikan produksi dan konsumsi atau srbagai buffer stock. Dengn adanya lumbung akan mengurangi gejolak harga pada saat panen dan masa paceklik. Lumbung pasi juga berfungsi untuk penyediaan bibit pada musim tanam. Latar Belakang Masalah Kendala dan Reposisi Koperasi Sejalan dengan ide pengembangan eksistensi koperasi, dalam kondisi krisis ekonomi, gIobaIisasi/liberalisasi ekonomi dunia sekarang ini, upaya untuk mendorong dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pembangunan koperasi adalah sangat penting. Keikutsertaan warga masyarakat sebagai pelaku ekonomi tersebut diperlukan dalam upaya mencapai sasaran-sasaran makro pembangunan ekonomi yaitu penyembuhan ekonomi nasional. Hal tersebut didasarkan atas pemikiran bahwa pembangunan koperasi tidak dapat lagi hanya disandarkan pada pendanaan dari pemerintah, terlebih lagi dengan kondisi keuangan pemerintah sekarang ini yang semakin menyempit karena lebih banyak bersandar pada pinjaman dari luar negeri (terutama IMF). Jika dari sisi yang satu penyembuhan ekonomi nasional diharapkan dapat dipercepat dengan mengembangkan eksistensi usaha kecil dan koperasi, namun di sisi lain terlihat bahwa kebijaksanaan makro pembangunan ekonomi masih memberikan kesempatan yang lebih besar bagi para pengusaha besar terutama di sektor moneter. Kebijaksanaan moneter khususnya di bidang perkreditan adalah penyebab utama kehancuran sistem ekonomi Indonesia yang harus dibayar bukan saja dari segi materi tetapi juga biaya sosial (social cost) yang sangat besar. Untuk itu mutlak diadakan reformasi total di bidang moneter secara lebih khususnya adalah reformasi kredit (credit reform). Paradigma pembangunan yang menitik beratkan pada pertumbuhan, dengan asumsi akan menciptakan efek menetes ke bawah jelas-jelas sudah gagal total karena yang dihasilkan adalah keserakahan yang melahirkan kesenjangan. Pembangunan pertumbuhan, memang perlu tetapi pencapaian pertumbuhan ini hendaknya melalui pemerataan yang berkeadilan. 8|Page
  9. 9. Melihat perkembangan akhir-akhir ini jelas tidak tampak adanya reformasi di bidangekonomi lebih-Iebih di sektor moneter, bahkan kecenderungan yang ada, adalah untukmembangun kembali usaha konglomerat yang hancur dengan cara mengkonsentrasikemampuan keuangan dengan rekapitulasi bank-bank. Dalam menghadapi situasi seperti ini,alternatif terbaik bagi koperasi dan usaha kecil adalah menghimpun kekuatan sendiri, baikkekuatan ekonomi maupun kekuatan politis, atau baik sebagai badan usaha maupun sebagaigerakan ekonomi rakyat, untuk memperkuat posisi tawar (bargaining position) mereka. Salahsatu cara yang dapat dilakukan adalah mereka harus membangun koperasi, baik sebagai badanusaha maupun sebagai gerakan dalam satu kiprah yang simultan, Dengan berkoperasi merekadapat menghimpun kekuatan kecil-kecil yang ada padanya, untuk digerakan dan diarahkandalam rangka memperbaiki posisi ekonominya. Dengan menguatnya posisi ekonomi darimereka, pada gilirannya posisi politisnya pun akan membaik sehingga posisi tawar merekaakan menguat, yang pada gilirannya eksistensinya dalam penentuan kebijaksanaanperekonomian nasional juga akan semakin membaik. Hal tersebut dimungkinkan karenakoperasi memiliki peluang yang cukup besar mengingat potensi ekonomi anggota koperasiwalaupun kecil-kecil tetapi sangat banyak dan tersebar, sehingga mampu membentukkekuatan yang cukup besar baik dari aspek produksi, konsumsi maupun jasa-jasa. Namun pada saat yang sama, pembangunan sistem ekonomi ini juga mengalami suatukendala yang besar. Permasalahan yang dihadapi dalam membangun sistem ekonomikerakyatan khususnya koperasi adalah masalah struktural dengan berbagai cirinya. Misalnyasaja, masalah kelemahan pengelolaan/manajemen dan kelangkaan akan modal. Kelemahanpengelolaan/ manajemen disebabkan olen tingkat pengetahuan dan keterampilan yang dimilikimasyarakat masih terbatas. Sedangkan kelangkaan akan modal disebabkan oleh kondisiekonomi masyarakat kita umumnya masih lemah, dan justru dengan berkoperasi merekabersatu dan berupaya untuk tumbuh dan berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang lebihkuat dan dapat diandalkan.9|Page
  10. 10. Permasalahan yang dihadapi koperasi dalam tiga dekade terakhir ini dapat dikemukakansebagai berikuta. Kelembagaan Koperasi Sejumlah masalah kelembagaan koperasi yang memerlukan langkah pemecahan di masamendatang meliputi hal-hal: 1) Kelembagaan koperasi beum sepenuhnya mendukung gerakpengembangan usaha. Hal ini disebabkan adanya kekuatan, struktur dan pendekatanpengembangan kelembagaan yang kurang memadai bagi pengembangan usaha.Mekanismenya belum dapat dikembangkan secara fleksibel untuk mendukung meluas danmendalamnya kegiatan usaha koperasi. Aspek kelembagaan yang banyak dipermasalahahkanantara lain adalah daerah kerja, model kelembagaan koperasi produksi, koperasi konsumsi dankoperasi jasa, serta pemusatan koperasi. 2) Alat perlengkapan organisasi koperasi belumsepenuhnya berfungsi dengan baik. Hal ini antara lain disebabkan oleh: a) Pengurus danBadan Pemeriksa (BP) yang terpilih dalam rapat anggota serta pelaksana usaha padaumumnya tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, sehingga kurangmampu untuk melaksanakan pengelolaan organisasi, manajemen dan usaha dengan baik, sertakurang tepat dalam menanggapi perkembangan nngkungan. b) Mekanisme hubungan danpembagian kerja antara Pengurus, Badan Pemeriksa dan Pelaksana Usaha (Manajer) masihbelum berjalan dengan serasi dan saling mengisi. c) Penyelenggaraan RAT koperasi masihbelum dapat dilakukan secara tepat waktu dan dirasakan masih belum sepenuhnyamenampung kesamaan kebutuhan, keinginan dan kepentingan dari pada anggotanya.b. UsahaKoperasi Masalah-masalah yang dihadapi dalam pengembangan usaha koperasi tidak dapatdipisahkan dari masalah kelembagaan serta alat kelengkapan organisasi koperasi dankemampuan para pengelolanya seperti yang diuraikan di atas. Adapun masalah yang berkaitandengan pengembangan usaha adalah : 1) Dalam pelaksanaan usaha, koperasi masih belum sepenuhnya mampu mengembangkankegiatan di berbagai sektor perekonomian karena belum memiliki kemampuan memanfaatkankesempatan usaha yang tersedia.10 | P a g e
  11. 11. 2) Belum sepenuhnya tercipta jaringan mata rantai tataniaga yang efektif dan efisien, baikdalam pemasaran hasil produksi anggotanya maupun dalam distribusi bahan kebutuhan pokokpara anggotanya. 3) Terbatasnya modal yang tersedia khususnya dalam bentuk kredit dengan persyaratanlunak untuk mengembangkan usaha, terutama yang menyangkut kegiatan usaha yang sesuaidengan kebutuhan anggota, di luar kegiatan program pemerintah. Selain itu koperasi masihbelum mampu melaksanakan pemupukan modlal sendiri yang mengakibatkan sangattergantung pada kredit dari bank walaupun biayanya lebih mahal. 4) Keterbatasan jumlah dan jenis sarana usaha yang dimiliki koperasi, dan kemampuanpara pengelola koperasi dalam mengelola sarana usaha yang telah dimiliki. 5) Belum terciptanya pola dan bentuk-bentuk kerjasama yang serasi, baik antar koperasisecara horizontal dan vertikal maupun kerjasama antara koperasi dengan BUMN dan Swasta.c. Aspek Lingkungan Aspek lingkungan yang terdiri dari kondisi ekonomi, politik, sosial dan budaya, tidakdapat dilepaskan dari proses pengembangan koperasi. Di satu pihak kondisi tersebut dapatmemberikan kesempatan, di pihak lain dapat menimbulkan hambatan bagi perkembangankoperasi. Adapun kondisi lingkungan yang dapat diidentifikasikan, sebagai berikut 1) Kemauan politik yang kuat dari amanat GBHN 1999-2004 dalam upayapengembangan koperasi, kurang diikuti dengan tindakan-tindakan yang konsisten dankonsekuen dari seluruh lapisan struktur birokrasi pemerintah. 2) Kurang adanya keterpaduan dan konsistensi antara program pengembangan koperasidengan program pengembangan sub-sektor lain, sehingga program pengembangan sub-sektorkoperasi seolah-olah berjalan sendiri, tanpa dukungan dan partisipasi dari programpengembangan sektor lainnya. 3) Dirasakan adanya praktek dunia usaha yang mengesampingkan semangat usahabersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan gotong-royong.11 | P a g e
  12. 12. 4) Masih adanya sebagian besar masyarakat yang belum memahami dan menghayatipentingnya berkoperasi sebagai satu pilihan untuk meningkatkan pendapatan dankesejahteraan. 5) Sikap sebagian besar masyarakat di lingkungan masyarakat yang miskin dirasakanmasih sulit untuk diajak berusaha bersama, sehingga di lingkungan semacam itu kehidupanberkoperasi masih sukar dikembangkan. 6) Sebagai organisasi yang membawa unsur pembaruan, koperasi sering membawa nilai-nilai baru yang kadang-kadang kurang sesuai dengan nilai yang dianut oleh masyarakat yanglemah dan miskin terutama yang berada di pedesaan.D. Upaya Penanganan Masalah Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan melakukan reposisiperan koperasi yang secara mandiri dilakukan oleh koperasi dan pengusaha kecil.Keikutsertaan pemerintah dalam program ini dibatasi hanya sebagai fasilitator dan regulator,melalui suatu mekanisme yang menempatkan koperasi dan usaha kecil sejajar denganperusahaan-perusahaan milik swasta dan perusahaan milik pemerintah. Strategi tersebutmerupakan langkah yang perlu diLempuh berdasarkan pemikiran bahwa dengan program inimemungkinkan permasalahan yang dihadapi koperasi dapat ditangani sekangus. Dalam halini, selain koperasi memiliki kesempatan untuk eksis dalam usaha-usaha yang selama iniseakan "diharamkan" untuk koperasi, seperti dalam pengelolaan hutan dan ekspor/impor.Program ini juga sekaligus juga dapat membuktikan bahwa koperasi dan usaha kecil mampuberperan sebagai kelembagaan yang menopang pemberdayaan ekonomi rakyat dalam sistemekonomi kerakyatan.12 | P a g e
  13. 13. BAB III PENUTUP & KESIMPULANGerakan Koperasi Indonesia sangat berpengaruh dalam sistem ekonomikerakyatan dikarenakan ada begitu banyak aspek yang ikut didalam setiappergerakan koperasi di Indonesia. Setiap pergerakan koperasi itu dapatmemajukan bidang sosial, politik, ekonomi bahkan budaya. Dari setiapbidang tersebut tercermin betapa bergunanya koperasi dalam kerakyatan diIndonesia. Indonesia bukanlah satu satunya negara yang menerapkan sistemkoperasi kerakyatan tetapi hampir menyeluruh negara negara yangberkembang juga menggunakan sistem ekonomi kerakyatan ini. sistemekonomi dapat terdongkrak dengan adanya koperasi kerakyatan ini.Jadi, mulai saat ini marilah kita dirikan koperasi diberbagai belahan negarakita agar seluruh masyarakat dapat menikmati betapa bermanfaatnyakoperasi kerakyatan dengan tujuan supaya dapat menciptakan lapangankerja baru serta menambah wawasan setiap insan yang ada di Indonesia ini.13 | P a g e
  14. 14. DAFTAR PUSTAKA 1. SISTEM EKONOMI INDONESIA -Scribd www.scribd.com/doc/51139549/SISTEM-EKONOMI-INDONESIA 2. http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/07/15/ . 3. http://www.ekonomirakyat.org/edisi_7/artikel_1.htm 4. www.ekonomi rakyat.org/index 1 php. 5. http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi#Koperasi_di_Indonesia14 | P a g e

×