Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
4,551
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
426
Comments
0
Likes
4

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. NAPZA Athifah Nanda Syan Putri Dwitama Rini Setiyaningsih Sulfani Nur Mawaddah
  • 2. Pengertian NAPZA
    • Singkatan napza: Narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif
    • Narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan lain sebagainya.
    • Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongan-golongan sebagaimana terlampir dalam undang-undang ini atau yang kemudian ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan.
  • 3. Perbedaan NAPZA dan NARKOBA
    • NARKOBA merupakan kepanjangan dari narkotika dan obat-obatan berbahaya. NAPZA sendiri merupakan kepanjangan darinarkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.
    • NARKOBA merupakan istilah yang biasa dipakai oleh orang awamdan hanya mencakup luas yang sempit, sementara NAPZA adalahistilah medis atau kedokteran yang mencakup jangkauan lebihluas, tidak hanya narkotika sebatas obat-obatan melainkansemua zat yang mengakibatkan ketergantungan seperti alkohol,rokok, bahkan kafein.
  • 4. Narkoba
    • Penggolongan jenis-jenis narkoba berikut didasarkan pada peraturan
    • undang-undang yang berlaku :
    • 1. Narkotika, yaitu zat atau obat yang berasal dari tanaman atau
    • bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapatmenyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, menghilangkanatau mengurangi rasa nyeri.Narkotika dibagi menurut potensi yangmenyebabkan ketergantungannya adalah sebagai berikut :
    • a. Narkotika golongan I: berpotensi sangat tinggi menyebabkan
    • ketergantungan. Tidak digunakan untuk terapi (Pengobatan). Contoh:
    • heroin, kokain, dan ganja. Putaw adalah Heroin tidak murni berupa
    • bubuk.
    • b. Narkotika golongan II: berpotensi tinggi menyebabkan ketergantungan. Digunakan pada terapi sebagai pilihan terakhir. Contoh:morfin,petidin, danmetadon.
    • c. Narkotika golongan III: berpotensi ringan menyebabkan
    • ketergantungan dan banyak digunakan dalam terapi. Contoh:kodein.
  • 5.
    • 2. Psikotropika yaitu zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis
    • bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektifpada susunan saraf pusat dan menyebabkan perubahan khas padaaktivitas mental dan perilaku, yang dibagi menurut potensi yang dapatmenyebabkan ketergan-tungan :
    • a. Psikotropika Golongan I, amat kuat menyebabkan ketergantungan
    • dan tidak digunakan dalam terapi. Contoh: MDMA (ekstasi),LSD dan
    • STP.
    • b. Psikotropika Golongan II, kuat menyebabkan ketergantungan,
    • digunakan amat terbatas pada terapi. Contoh:amfetamin ,
    • metamfetamin (sabu), fensiklidin, dan Ritalin.
    • c. Psikotropika golongan III, potensi sedang menyebabkan ketergantungan banyak digunakan dalam terapi. Contoh:pentobarbital danflun itrazepam.
    • d. Psikotropika golongan IV: potensi ringan menyebabkan
    • ketergantungan dan sangat luas digunakan dalam terapi. Contoh:
    • diazepam, klobazam, fenobarbital, barbital, klorazepam, klordiazepoxide,dan nitrazepam(nipam, pil BK/Koplo, DUM, MG, Lexo, Rohyp, de-el-el)
    •  
  • 6.
    • 3. Zat Psiko-Aktif Lain, yaitu zat/bahan lain bukan narkotika dan
    • psikotropika yang berpengaruh pada kerja otak. Yang sering
    • disalahgunakan adalah : a.Alkohol, yang terdapat pada berbagai jenis minuman keras b.I nhalansia/solven, yaitu gas atau zat yang mudah menguap yang
    • terdapat pada berbagai keperluan pabrik, kantor dan rumah tangga. c.Nikotin yang terdapat pada tembakau d.Kaf e in pada kopi, minuman penambah energi dan obat sakit kepala
    • tertentu.
  • 7. Penggolongan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif
    • menurutOrganisasi Kesehatan Sedunia (WHO) di bawah ini didasarkan ataspengaruhnya terhadap tubuh manusia :
    • a.Opioida: mengurangi rasa nyeri dan menyebabkan mengantuk atau
    • turunnya kesadaran. Contoh: opium, morfin, heroin, dan petidin.
    • b.Ganja (mariyuana, hasis): menyebabkan perasaan riang,
    • meningkatkan daya khayal, dan berubahnya perasaan waktu.
    • c.Kok a in dan daun koka, tergolong stimulansia (meningkatkan
    • aktivitas otak/fungsi organ tubuh lain)
    • d. Golongan amfetamin (stimulansia): amfetamin, ekstasi, sabu
    • (metemfetamin).
  • 8.
    • e.Alkhohol, yang terdapat pada minuman keras. f.Halusinogen, memberikan halusinasi (khayal). Contoh : LSD. g.Sedativa danhipnotika (obat penenang/obat tidur, seperti pil
    • BK/koplo, MG) h.PCP (fensiklidin) i.Solven danin halansi : gas atau uap yang di hirup. Contoh: tiner dan
    • lem j.Nikotin, terdapat pada tembakau (termasuk stimulansia) k.Kaf e in (stimulansia), terdapat dalam kopi, berbagai jenis obat
    • penghilang rasa sakit atau nyeri, dan minuman kola.
  • 9. Tanda-Tanda Kemungkinan Penyalahgunaan Narkotika dan Zat Adiktif
    • a .Fisik
    • – Berat badan turun drastic
    • – Mata terlihat cekung dan merah,muka pucat,bibir kehitam-
    • hitaman
    • – Tangan penuh dengan bintik-bintik merah,seperti bekas gigitan nyamuk,seperti bekas gigitan nyamuk dan ada tanda bekas luka sayatan.Goresan dan perubahan warna kulit di tempat bekas suntikan.
    • – Buang air besar dan air kecil kurang lancer
    • – Sembelit atau sakit perut tanpa alas an yang jelas
  • 10.
    • b .Emosi
    • – Sangat sensitif dan cepat bosan –Bila ditegur atau dimarahi,malah membangkang –Emosinya naik turun dan tidak ragu untuk memukul orang atau
    • berbicara kasar terhadap keluarga atau orang lain
    • – Nafsu makan tidak menentu
    • c. Perilakuan
    • – Malas dan sering melupakan tanggung jawab tugas-tugas
    • rutinnya –Menunjukan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga –Sering bertemu dengan orang yang tidak dikenal keluarga,pergi
    • tanpa pamit dan pulang lewat tengah malam
    • – Suka mencuri uang di rumah,sekolah,ataupun tempat pekerjaandan menggadaikan barang-barang berharga di rumah.Begitupundengan barang miliknya,banyak yang hilang
    • – Selalu kehabisan uang
    • – Waktunya di rumah kerapkali di kamar,kloset,gudang,ruang
    • gelao,kamar mandi,atau tempat-tempat sepi lainnya
  • 11.
    • – Takut akan air.Jika terkena akan terasa sakit karena itu menjadi
    • malas mandi
    • – Sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan,biasanya saat
    • “ putus zat”
    • – Sikapnya cenderung jadi manipulative dan tiba-tiba manis bila
    • ada maunya
    • – Sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alas
    • an
    • – Mengalami jantung berdebar-debar
    • – Sering menguap
    • – Mengeluarkan air mata berlebihan–Mengeluarkan keringat berlebihan–Sering mimpi buruk
    • – Nyeri kepala
    • – Mengelamai nyeri/ngilu sendi-sendi
  • 12. Akibat Penyalahgunaan NAPZA
    • Paling tidak terdapat 3 aspek akibat langsung penyalahgunaan NAPZA yang berujung pada menguatnya ketergantungan.
    • Secara fisik : penggunaan NAPZA akan mengubah metabolisme tubuh seseorang. Hal ini terlihat dari peningkatan dosis yang semakin lama semakin besar dan gejala putus obat. Keduanya menyebabkan seseorang untuk berusaha terus-menerus mengkonsumsi NAPZA.
    • Secara psikis : berkaitan dengan berubahnya beberapa fungsi mental, seperti rasa bersalah, malu dan perasaan nyaman yang timbul dari mengkonsumsi NAPZA. Cara yang kemudian ditempuh untuk beradaptasi dengan perubahan fungsi mental itu adalah dengan mengkonsumsi lagi NAPZA.
    • Secara sosial : dampak sosial yang memperkuat pemakaian NAPZA. Proses ini biasanya diawali dengan perpecahan di dalam kelompok sosial terdekat seperti keluarga (lihat faktor penyebab keluarga), sehingga muncul konflik dengan orang tua, teman-teman, pihak sekolah atau pekerjaan. Perasaan dikucilkan pihak-pihak ini kemudian menyebabkan si penyalahguna bergabung dengan kelompok orang-orang serupa, yaitu para penyalahguna NAPZA juga
  • 13.
    • Semua akibat ini berujung pada meningkatkannya perilaku penyalahgunaan NAPZA. Beberapa dampak yang sering terjadi dari peningkatan ini adalah sebagai berikut.
    • Dari kebutuhan untuk memperoleh NAPZA terus-menerus menyebabkan penyalahguna sering melakukan pelanggaran hukum seperti mencuri dan menipu orang lain untuk mendapatkan uang membeli NAPZA.
    • Menurun bahkan menghilangnya produktivitas pemakai, apakah itu di sekolah maupun di tempat kerja. Penyalahguna akan kehilangan daya untuk melakukan kegiatannya sehari-hari.
    • Penggunaan jarum suntik secara bersama meningkatkan resiko tertularnya berbagai macam penyakit seperti HIV. Peningkatan jumlah orang dengan HIV positif diIndonesia akhir-akhir ini berkaitan erat dengan meningkatnya penyalahgunaan NAPZA.
    • Pemakaian NAPZA secara berlebihan menyebabkan kematian. Gejala  over dosis  pada penyalahguna NAPZA menjadi lebih besar karena batas toleransi seseorang sering tidak disadari oleh yang bersangkutan.
  • 14. Pencegahan Narkoba
    • 1. Memperkuat iman
    • 2.Memilih lingkungan pergaulan yang sehat 3.Komunikasi yang baik 4.Hindari pintu masuk narkoba yaitu rokok
  • 15. Upaya pencegahan
    • Upaya pencegahan meliputi 3 hal :
    • 1. Pencegahan primer : mengenali remaja resiko tinggi penyalahgunaan NAPZA dan melakukan intervensi.
    • Upaya ini terutama dilakukan untuk mengenali remaja yang mempunyai resiko tinggi untuk menyalahgunakan NAPZA, setelah itu melakukan intervensi terhadap mereka agar tidak menggunakan NAPZA.
    • Upaya pencegahan ini dilakukan sejak anak berusia dini, agar faktor yang dapat menghabat proses tumbuh kembang anak dapat diatasi dengan baik.
    • 2. Pencegahan Sekunder : mengobati dan intervensi agar tidak lagi menggunakan NAPZA.
    • 3. Pencegahan Tersier : merehabilitasi penyalahgunaan NAPZA.
  • 16.
    • Yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga untuk mencegah penyalahgunaan NAPZA :
    • 1. Mengasuh anak dengan baik.
    • - penuh kasih sayang - penanaman disiplin yang baik - ajarkan membedakan yang baik dan buruk - mengembangkan kemandirian, memberi kebebasan bertanggung jawab - mengembangkan harga diri anak, menghargai jika berbuat baik atau mencapai prestasi tertentu.
  • 17.
    • 2. Ciptakan suasana yang hangat dan bersahabat Hal ini membuat anak rindu untuk pulang ke rumah. 3. Meluangkan waktu untuk kebersamaan. 4. Orang tua menjadi contoh yang baik. Orang tua yang merokok akan menjadi contoh yang tidak baik bagi anak. 5. Kembangkan komunikasi yang baik Komunikasi dua arah, bersikap terbuka dan jujur, mendengarkan dan menghormati pendapat anak.
    • 6. Memperkuat kehidupan beragama. Yang diutamakan bukan hanya ritual keagamaan, melainkan memperkuat nilai moral yang terkandung dalam agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari. 7. Orang tua memahami masalah penyalahgunaan NAPZA agar dapat berdiskusi dengan anak
  • 18.
    • Yang dilakukan di lingkungan sekolah untuk pencegahan penyalahgunaan NAPZA :
    • 1. Upaya terhadap siswa :
    • · Memberikan pendidikan kepada siswa tentang bahaya dan akibat penyalahgunaan NAPZA.
    • · Melibatkan siswa dalam perencanaan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan NAPZA di sekolah.
    • · Membentuk citra diri yang positif dan mengembangkan ketrampilan yang positif untuk tetap menghidari dari pemakaian NAPZA dan merokok.
    • · Menyediakan pilihan kegiatan yang bermakna bagi siswa ( ekstrakurikuler ).
    • · Meningkatkan kegiatan bimbingan konseling.Membantu siswa yang telah menyalahgunakan NAPZA untuk bisa menghentikannya.
    • · Penerapan kehidupan beragama dalam kegiatan sehari – hari.
  • 19.
    • 2. Upaya untuk mencegah peredaran NAPZA di sekolah :
    • · Razia dengan cara sidak
    • · Melarang orang yang tidak berkepentingan untuk masuk lingkungan sekolah
    • · Melarang siswa ke luar sekolah pada jam pelajaran tanpa ijin guru
    • · Membina kerjasama yang baik dengan berbagai pihak.
    • · Meningkatkan pengawasan sejak anak itu datang sampai dengan pulang sekolah.
    • 3. Upaya untuk membina lingkungan sekolah :
    • · Menciptakan suasana lingkungan sekolah yang sehat dengan membina huibungan yang harmonis antara pendidik dan anak didik.
    • · Mengupayakan kehadiran guru secara teratur di sekolah
    • · Sikap keteladanan guru amat penting
    • · Meningkatkan pengawasan anak sejak masuk sampai pulang sekolah.
  • 20.
    • Yang dilakukan di lingkungan masyarakat untuk mencegah penyalahguanaan NAPZA:
    • 1. Menumbuhkan perasaan kebersamaan di daerah tempat tinggal, sehingga masalah yang terjadi di lingkungan dapat diselesaikan secara bersama- sama.
    • 2. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang penyalahguanaan NAPZA sehingga masyarakat dapat menyadarinya.
    • 3. Memberikan penyuluhan tentang hukum yang berkaitan dengan NAPZA.
    • 4. Melibatkan semua unsur dalam masyarakat dalam melaksanakan pencegahan dan penanggulangan penyalahguanaan NAPZA.
  • 21. Alternatif Menurunkan Resiko
    • 1.Jarum sekali pakai
    • 2.Menstrilisasi jarum suntik
    • 3.Mengganti kebiasaan menyuntik dengan menghirup atau oral
    • dengan tablet
    • 4.Menghentikan sama sekali penggunaan narkoba
  • 22.