Makalah kwu kewirausahaan

  • 1,631 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
1,631
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
16
Comments
0
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. KEWIRAUSAHAAN Menganalisis Pasar Konsumen Pengaruh Karakteristik Konsumen terhadap Perilaku Membeli Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kewirausahaan DISUSUN OLEH KELOMPOK 21 – BAB 6 BAGIAN 1: ARYA BIMASAKTI / 21080111130041 RIZKI ARIYANTO / JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2013/2014
  • 2. Kata Pengantar Assalaamu’alaikum Wr. Wb. Segala puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas berbagai rahmat, nikmat, rizki, hidayah, inayah dan seluruh hikmah yang Ia berikan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah mata kuliahKewirausahaan tentang Menganalisis Pasar Konsumen ini. Semoga Allah SWT memberikan manfaat atas ilmu pengetahuan yang penulis dapatkan. Dalam penyelesaian makalah mata kuliah Kewirausahaan ini, penulis telah banyak menerima bantuan dan dorongan dari berbagai pihak, untuk itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Ir. Endro Sutrisno, M.S selaku Dosen Pengampu Mata KuliahKewirausahaan 2. Seluruh civitas akademika Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro Semarang, khususnya angkatan 2011. 3. Segenap pihak yang turut membantu penyusunan makalah mata kuliah Kewirausahaan tentang Menganalisis Pasar Konsumen ini. Semoga Allah SWT membalasnya dengan ridho yang mulia. Dalam makalah ini, penulis menyadari bahwa masih banyak terdapat berbagai kekurangan. Untuk itu penulis mengharapkan masukan dari berbagai pihak berupa saran dan kritik yang membangun dalam usaha perbaikan di masa mendatang. Penulis berharap makalah ini dapat memberikan manfaat dan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Terima kasih. Wassalaamu’alaikum Wr. Wb. Semarang, 10 November 2013 Penulis 1
  • 3. Daftar Isi Kata Pengantar ...................................................................................... 1 Daftar Isi................................................................................................ 2 Bab I ...................................................................................................... 3 Bab II ..................................................................................................... 4 Bab III ................................................................................................... 9 Kesimpulan ........................................................................................ 9 Daftar Pustaka ..................................................................................... 10 2
  • 4. Bab I Pendahuluan Tujuan pemasaran adalah memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan sasaran dari cara yang lebih baik dari para pesaing. Pemasaran selalu mencari kemunculan tren pelanggan yang menunjukkan peluang pemasaran baru. Misalnya, kemunculan telepon seluler, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda, membuat pemasar melahirkan kembali praktik mereka. Pemasaran yang berhasil mengharuskan perusahaan berhubungan penuh dengan pelanggan mereka. Penerapan orientasi pemasaran holistik berarti memahami pelanggan-memperoleh pandangan 360 derajat tentang kehidupan sehari-hari mereka dan perubahan yang terjadi sepanjang hidup mereka sehingga produk yang tepat dipasarkan ke pelanggan yang tepat dengan cara yang tepat. Makalah ini mengeksplorasi pengaruh karakteristik konsumen terhadap perilaku membeli. 3
  • 5. Bab II Isi A pa yang mempengaruhi perilaku konsumen? Perilaku konsumen adalah studi tentang bagaimana individu kelompok, dan organisasi memilih, membeli, menggunakan, dan bagaimana barang , jasa, ide atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka. Pemasar dapat memahami secara penuh teori dan realitas perilaku konsumen. Perilaku konsumen dipengaruhi oleh faktor budaya, sosial, dan pribadi. Faktor budaya memberikan pengaruh yang paling luas dan dalam. 2. 1. Faktor Budaya Faktor budaya, subbudaya, dan sosial sangat mempengaruhi perilaku pembelian konsumen. Budaya adalah determinan dasar keinginan dan perilaku seseorang. Melalui keluarga dan institusi utama lainnya, seorang anak yang tumbuh di Amerika Serikat terpapar oleh nilai-nilai berikut: pencapaian dan keberhasilan, aktivitas, efisiensi dan kepraktisan, proses, kenyamanan materi, individualisme, kebebasan, kenyamanan eksternal, humanitariansime, dan jiwa muda. Seorang anak yang tumbuh di negara lain mungkin mempunyai pandangan yang berbeda tentang diri sendiri, hubungan dengan orang lain, dan ritual. Pemasar harus benar-benar memperhatikan nilai-nilai budaya di setiap negara untuk memahami cara terbaik memasarkan produk lama mereka dan mencari peluang untuk produk baru. Setiap budaya terdiri dari beberapa subbudaya yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yang lebih spesifik untuk anggota mereka. Subbudaya meliputi kebangsaan, agama, kelompok ras, dan wilayah geografis. Ketika subbudaya tumbuh besar dan cukup kaya, perusahaan sering merancang program pemasaran khusus untuk melayani mereka. 4
  • 6. Sebagai contohnya, di Spanyol ada sebuah tradisi dimana anak gadis yang telah menginjak usia 15 tahun maka perlu dilakukan tradisi atau upacara yang dinamakan Quinceanera, yaitu merupakan perayaan sosial dan agama tentang transisi seseorang gadis menjadi wanita dewasa. Pada upacara tersebut, para gadis membutuhkan gaun yang sesuai untuk dikenakan saat upacara berlangsung, hal ini dimanfaatkan oleh perusahaan David.s Bridal untuk menyediakan gaun-gaun yang disukai oleh para gadis tersebut, David’s Bridal menyediakan lebih banyak gaun berwarna merah muda dan biru untuk memasok gadis-gadis yang merayakan upacara tersebut. Hampir seluruh kelompok manusia mengalami stratifikasi sosial, sering kali dalam bentuk kelas sosial, divisi yang relatif homogen dan bertahan lama dalam sebuah masyarakat, tersusun secara hirearki dan mempunyai anggota yang berbagi nilai, minat, dan perilaku sama. 2. 2. Faktor Sosial Selain faktor budaya, faktor sosial seperti kelompok referensi, keluarga, serta peran sosial dan status mempengaruhi perilaku pembelian. Kelompok referensi seseorang adalah semua kelompok yang mempunyai pengaruh langsung (tatap muka) atau tidak langsung terhadap sikap atau perilaku orang tersebut. Kelompok yang mempunyai pengaruh langsung disebut kelompok keanggotaan, kelompok keanggotan dibagi menjadi dua yaitu primer, yang terdiri dari keluarga, teman, tetangga, dan rekan kerja, dan sekunder yang terdiri dari gama, profesional, dan kelompok persatuan perdagangan. Kelompok refrensi mempengaruhi anggota setidaknya dengan tiga cara. Mereka memperkenalkan perilaku dan gaya hidup baru kepada seseorang, mereka mempengaruhi sikap dan konsep diri, dan mereka menciptakan tekanan kenyamanan yang dapat mempengaruhi pilihan produk dan merek. 5
  • 7. Keluargaadalah organisas pembelian kensumen yang paling penting dalam masyarakat dan anggota keluarga mempresentasikan kelompok refrensi utama yang paling berpengaruh. Ada dua keluarga dalam kehidupan pembeli. Keluarga Orientasi terdiri dari orang tua dan saudara kandung, dan Keluarga Prokreasi, terdiri dari pasangan dan anak-anak. Sebagai contohnya, perusahaan RadioShack, Corp di Amerika menyadari bahwa pembeli barang elektronikdi Amerika rupanya lebih banyak wanita dibanding pria, pada umumnya para pembeli wanita kurang dihormati dan sering dikecewakan oleh penjual atau sales pria. Hal ini membuat RadioShack mulai sering merekrut manajer dan sales wanita agar para pembeli wanita lebih mudah dan nyaman untuk berbelanja di tokonya. Peran dan Status. Orang berpartisipasi dalam banyak kelompok-keluarga, klub, dan organisasi. Kelompok sering menjadi sumber informasi penting dan membantu mendefinisikan norma perilaku. Kita dapat mendefinisikan posisi seseorang dalam tiap kelompok dimana ia menjadi anggota berdasarkan peran dan status. Peran terdiri dari kegiatan yang diharapkan dapat dilakukan seseorang. Setiap peran menyandang status. Wkil presiden senior pemasaran statusnya lebih tinggi dibanding manajer penjualan, dan manajer penjualan statusnya lebih tinggi dari staf kantor. Orang memilih produk yang mencerminkan dan mengkomunikasikan peran mereka serta status aktual atau status yang diinginkan dalam masyarakat. Pemasar harus menyadari potensi simbol status dari produk dan merek. 2. 3. Faktor Pribadi Keputusan pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi. Faktor pribadi meliputi usia dan tahap dalam siklus hidup pembeli; pekerjaan dan keadaan ekonomi; kepribadian dan konsep diri; serta gaya hidup dan nilai. Usia dan Tahap Siklus Hidup. Selera dalam makanan, pakaian, perabot, dan rekreasi sering berhubungan dengan usia seseorang. Konsumsi juga dibentuk 6
  • 8. oleh siklus hidup keluarga dan jumlah, usia, serta jenis kelamin orang dalam rumah tangga pada satu waktu tertentu. Pekerjaan dan Keadaan Ekonomi. Pekerjaan juga mempengaruhi pola konsumsi. Pekerja kerah biru akan membeli baju kerja, sepatu kerja, dan kotak makan. Presiden perusahaan akan membeli jas, perjalanan dara, dan keanggotaan country club. Pemasar berusaha mengidentifikasi kelompok pekerjaan yang mempunyai minat di atas rata-rata terhadap produk dan jasa mereka dan bahkan menghantarkan produk khusus untuk kelompok pekerjaan tertentu. Perusahaan piranti lunak komputer, misalnya merancang beragam produk untuk manajer merek, insinyur, pengacara, dan dokter. Pilihan produk sangat dipengaruhi oleh keadaan ekonomi: penghasilan yang dapat dibelanjakan (tingkat, stabilitas, dan pola waktu), tabungan dan aset, utang, kekuatan pinjaman, dan sikap terhadap pengeluaran tabungan. Kepribadaian dan Konsep Diri. Setiap orang mempunyai karakteristik pribadi yang mempengaruhi perilaku pembeliannya. Yang dimaksudkan dengan kepribadian adalah sekumpulan sifat psikologis manusia yang menyebabkan respons yang relatif konsisten dan tahan lama terhadap rangsangan lingkungan. Kepribadian juga dapat menjadi variabel yang berguna dalam menganalisis pilihan merek konsumen. Idenya bahwa merek juga mempunyai kepribadian, dan konsumen mungkin memilih merek yang sesuai dengan kepribadian mereka. Jennifer Aaker dari Stanford meriset beberapa merek terkenal dan menemukan bahwa sejumlah merek cenderung kuat pada satu sifat tertentu: Levi’s dengan “ketahanan”, MTV dengan “Kegembiraan”, dan CNN dengan “Kompetensi”. Implikasinya bahwa merek-merek ini akan menarik orang yang memiliki sifat kepribadian yang sama. Gaya Hidup adalah pola hidup seseorang didunia yang tercermin dalam kegiatan, minat, dan pendapat. Gaya hidup memotret interaksi “seseorang 7
  • 9. secara utuh” dengan lingkungannya. Sebagian gaya hidup terbentuk oleh keterbatasan uang atau keterbatasan waktu konsumen. Sebagai contoh, Wal-Mart menciptakan produk untuk konsumen yang hemat. “Harga Murah Setiap Hari” yang diusungnya mengurangi biaya hingga puluhan milyar dollar dari ranttai pasokan eceran, memberikan penghematan yang lebih besar untuk pembelanja dalam bentuk harga penawaran terendah. 8
  • 10. Bab III Penutup 3.1.Kesimpulan Terdapat tiga faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen, yaitu faktor budaya yaitu yang merupakan determinan dasar keinginan dan perilaku seseorang, faktor sosial, contohnya seperti kelompok refrensi, keluarga, peran sosial serta status, dan faktor pribadi, yaitu meliputi usia dan tahap dalam siklus hidup pembeli; pekerjaan dan keadaan ekonomi; kepribadian dan konsep diri; serta gaya hidup dan nilai.. Dimana tiap-tiap faktor tersebut memiliki pengaruh yang kuat dimasing-masing bidang kebutuhan akan konsumsi barang. 9
  • 11. Daftar Pustaka The American Consumer. 2006. Advertising Age. 2 Januari 2006. Peter Francese. U.S. Consumer – Like No Other on The Planet. Advertising Age. 2 Januari 2006., hal. 3. 10