Perkerasan kaku
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • kuat tekan untuk perkerasan kaku minimal sama maksimalnya berapa?
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • good writing, although not detailed
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • good
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • bagaimana proses pelaksanaannya dan ketentuan yang menjadi syarat.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
8,001
On Slideshare
8,001
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
459
Comments
4
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. [PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT)] May 7, 2012 PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) Rigid pavement atau perkerasan kaku adalah jenis perkerasan jalan yang menggunakanbeton sebagai bahan utama perkerasn tersebut, merupakan salah satu jenis perkerasan jalan yangdigunakn selain dari perkerasan lentur (asphalt). Perkerasan ini umumnya dipakai pada jalanyang memiliki kondisi lalu lintas yang cukup padat dan memiliki distribusi beban yang besar,seperti pada jalan-jalan lintas antar provinsi, jembatan layang (fly over), jalan tol, maupun padapersimpangan bersinyal. Jalan-jalan tersebut umumnya menggunakan beton sebagai bahanperkerasannya, namun untuk meningkatkan kenyamanan biasanya diatas permukaan perkerasandilapisi asphalt. Keunggulan dari perkerasan kaku sendiri disbanding perkerasan lentur (asphalt)adalah bagaimana distribusi beban disalurkan ke subgrade. Perkerasan kaku karena mempunyaikekakuan dan stiffnes, akan mendistribusikan beban pada daerah yangg relatif luas padasubgrade, beton sendiri bagian utama yangg menanggung beban struktural. Sedangkan padaperkerasan lentur karena dibuat dari material yang kurang kaku, maka persebaran beban yangdilakukan tidak sebaik pada beton. Sehingga memerlukan ketebalan yang lebih besar.Gambar Distribusi Pembebanan Pada Perkerasan Kaku dan Perkerasan Lentur
  • 2. [PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT)] May 7, 2012Pada konstruksi perkerasan kaku, perkerasan tidak dibuat menerus sepanjang jalan seperti halnyayang dilakukan pada perkerasan lentur. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya pemuaianyang besar pada permukaan perkerasn sehingga dapat menyebabkan retaknya perkerasan, selainitu konstruksi seperti ini juga dilakukan untuk mencegah terjadinya retak menerus padaperkerasan jika terjadi keretakan pada suatu titik pada perkerasan. Salah satu cara yangdigunakan untuk mencegah terjadinya hal diatas adalah dengan cara membuat konstruksi segmenpada perkerasan kaku dengan sistem joint untuk menghubungkan tiap segmennya.Joint (Sambungan)Joint atau sambungan adalah alat yang digunakan pada perkerasan kaku untuk menghubungkantiap segmen pada perkerasan. Berfungsi untuk mendistribusikan atau menyalurakan beban yangditerima plat atau segment yang satu ke saegment yang lain, sehingga tidak terjadi pergeseranpada segmen akibat beban dari kendaraan.
  • 3. [PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT)] May 7, 2012Gambar Pengaruh Joint Pada Perkerasan Akibat Beban Ada tiga dasar jenis joint yang digunakan pada perkerasan beton yaitu, constraction,construction dan isolasi jaoint, disain yang diperlukan untuk setiap jenis tergantung padaorientasi joint terhadap arah jalan (melintang atau memanjang). Faktor yg penting pada jointadalah berarti secara mekanis menyambungkan plat, kecuali pada isolasi joint, dengnnpenyambungan membantu penyebaran beban pada satu plat kepada plat lainnya. Denganmenurunnya tegangan didalam beton akan meningkatkan masa layan pada join dan plat.1.Constraction Joint Contraction joint diperlukan untuk mengendalikan retak alamiah akibat beton mengkerut,kontraksi termal dan kadar air dalam beton. Contraction joint umumnya melintang tegak lurus asjalan, tetapi ada juga yg menggunakan menyudut terhadap as jalan untuk mengurangi bebandinamis melintas tidak satu garis.
  • 4. [PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT)] May 7, 2012Gambar Contraction joint2.Construction Joint Construction joint adalah bila perkerasan beton dilakukan dalam waktu yang berbeda,transfer construction joint diperlukan pada akhir segmen pengecoran, atau pada saat pengecoranterganggu, atau melintas jalan dan jembatan. Longitudinal contruction joint adalah pelaksanaanpengecoran yang dilakukan pada waktu yang berbeda atau joint pada curb, gutter atau lajurberdekatan.Gambar Construction joint3.Isolation Joint Isolation joint adalah memisahkan perkerasan dari objek atau struktur dan menjadikannyabergerak secara independen. Isolation joint digunakan bila perkerasan berbatasan denganmanholes, drainase, trotoar bangunan intersection perkerasan lain atau jembatan. Isolation joint
  • 5. [PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT)] May 7, 2012yang dipakai untuk jembatan harus memakai dowel sebagai load transfer, harus dilengkapidengan close-end expansion cap supaya joint bisa mengembang dan menyusut, panjang cap 50mm, dengan kebebasan ujung 6 mm. Setengah dari dowel dengan cap harus diminyaki untukmencegah ikatan supaya bisa bergerak secara horizontal. Isolasi joint pada intersection atau ramptidak perlu diberi dowel sehingga pergerakan horizontal dapat terjadi tanpa merusak perkerasan.Untuk mengurangi tekanan yang terjadi pada dasar plat, kedua ujung perkerasan ditebalkan 20 %sepanjang 150 mm dari joint. Isolation joint pada inlet drainase, manholes dan strukturpenerangan tidak perlu ditebalkan dan diberi dowel.Gambar Isolation jointBerdasarkan sistem joint yang digunakan, perkerasan kaku dibagi menjadi 3 yaitu :1.Jointed Plain Concrete Pavement (JPCP)2.Jointed Reinforced Concrete Pavement (JRCP)3.Continuously Reinforced Concrete Pavement (CRCP)1.Jointed Plain Concrete Pavement (JPCP) Perkeraan JPCP mempunyai cukup joint untuk mengendalikan lokasi semua retak secaraalamiah yg diperkirakan, retak diarahkan pada joint sehingga tidak terjadi di sembarang tempatpada perkerasan.JPCP tidak mempunyai tulangan, tetapi mempunyai tulangan polos pada sambunganmelintangnya yang berfungsi sebagai load transfer dan tulangan berulir pada sambunganmemanjang.
  • 6. [PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT)] May 7, 2012Gambar Jointed Plain Concrete Pavement2.Jointed Reinforced Concrete Pavement (JRCP) Jointed Reinforced Concrete Pavement (JRCP) mempunyai penulangan anyaman bajayang biasa disebut distributed steel, jarak joint bartambah panjang dan dengan adanyapenulangan, retak diikat bersama didalam plat. Jarak antara joint biasanya 10 m (30 feet) ataulebih bahkan bisa 100 feet.Jointed Reinforced Concrete Pavement
  • 7. [PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT)] May 7, 20123.Continuously Reinforced Concrete Pavement (CRCP) Continuously Reinforced Concrete Pavement (CRCP), tidak memerlukan transfersecontraction joint, retak diharapkan terjadi pada plat biasanya dengn interval 3-5 ft. CRCPdidisain dengan penulangan 0,6-0,7 % dari penampang plat, sehingga retak dipegang bersama.CRCP lebih mahal dari perkerasan yang lainnya, namun dapat tahan lama dan biasanya dipakaiuntuk heavy urban traffic.Gambar Continuously Reinforced Concrete PavementJenis Perkerasan Kaku1. Perkerasan beton semen, yaitu perkerasan kaku dengan beton semen sebagai lapis aus-bersambung tanpa tulangan-bersambung dengan tulangan-menerus dengan tulangan-pratekan2. Perkerasan komposit, yaitu perkerasan kaku dengan plat beton semen sebagai lapis pondasidan aspal beton sebagai lapis permukaan
  • 8. [PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT)] May 7, 2012Dasar-dasar DesainTebal plat dihitung supaya mampu menahan tegangan yang diakibatkan bebanr oda, perubahansuhu dan kadar air, serta perubahan volume lapisan dibawahnya. Penerapan prinsip “fatique”(kelelahan) untuk mengantisipasi beban berulang, dimana semakin besar jumlah beban lalulintasmengakibatkan ratio tegangan (perbandingan tegangan lentur beton akibat beban roda dengankuat lentur beton “MR”) semakin kecil.Faktor-faktor Yang Berpengaruh Peranan dan tingkat pelayanan Lalu lintas Umur rencana Kapasitas jalan Tanah dasar Lapis pondasi bawah Bahu Kekuatan betonLalu LintasHanya diperhitungkan terhadap kendaraan niagaPersamaan-persamaan yang digunakan adalah sebagai berikut:Keterangan:JKN = jumlah kendaraan niagaJKNH = JKN Harian saat jalan dibukaR = faktor pertumbuhan lalu lintasn / m= tahun rencanai / i’= pertumbuhan lalu lintasTanah DasarParameter yang digunakan adalah modulus reaksi tanah dasar (k) yang didapat melalui metodepengujian AASHTO T.222-81 atau dari korelasi nilai CBR.Nilai k minimal adalah2 kg/cm3.Sifat yang perlu diperhatikan dari tanah dasar adalah kembang susut, intrusi dan pumping, dankeseragaman daya dukung tanah dasar. Apabila digunakan lapis pondasi bawah maka digunakan
  • 9. [PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT)] May 7, 2012nilai k gabungan. Untuk satu ruas jalan, nilai modulus Rencana digunakan persamaan:ko = k –2S jalan tolko= k –1.64S jalan arteriko= k –1.28S jalan kolektor/lokalFaktor keseragaman (FK) dianjurkan < 25 %Tabel. Perkiraan Nilai Modulus Elastisitas Lapis Pondasi Modulus elastisitasJenis bahan Gpa psi kg/cm2 0.055 - 8000 - 565 -granular 0.138 20000 1410 50000 - 35210 -lapis pondasi distabilisasi semen 3.5 -6.9 1000000 70420 40000 - 28170 -tanah distabilisasi semen 2.8 -6.2 900000 63380 350000 - 24650 -lapis pondasi diperbaiki aspal 2.4 -6.9 1000000 70420 0.28 - 40000 - 2815 -lapis pondasi diperbaiki aspal emulsi 2.1 300000 21125Kekuatan BetonUntuk desain perkerasan kaku kekuatan beton yang dipertimbangkan adalah kekuatan lentur(flexural strength) umur28 hari yang didapat dari pengujian menggunakan metode ASTM C-78atau korelasi dari nilai kuat tekan beton umur28 hari sbk 28). Korelasi kauat lentur dan kuattekan beton dinyatakan dalam persamaanNilai MR 28 disyaratkan 40 kg/cm2 atau minimal 30 kg/cm2 (kondisi memaksa!!!)Tabel. KoefisienDistribusiKendaraanNiagaPadaJalurRencana Kendaraan niagaJumlahjalur 1 arah 2 arah1 jalur 1 1
  • 10. [PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT)] May 7, 20122 jalur 0.7 0.53 jalur 0.5 0.4754 jalur - 0.455 jalur - 0.4256 jalur - 0.4Tabel. Faktor KeamananPerananJalan FKJalanTol 1.2JalanArteri 1.1JalanKolektor/Lokal 1Tabel. Perbandingan Tegangan dan Jumlah Pengulangan Beban Yang Diijinkan Repetisi RepetisiPerbandingan Perbandingan beban bebanTegangan* Tegangan* ijin ijin0.51 400000 0.69 25000.52 300000 0.7 20000.53 240000 0.71 15000.54 160000 0.72 11000.55 130000 0.73 8500.56 100000 0.74 6500.57 75000 0.75 4900.58 57000 0.76 3600.59 42000 0.77 2700.6 32000 0.78 2100.61 24000 0.79 1600.62 18000 0.8 1200.63 14000 0.81 900.64 11000 0.82 700.65 8000 0.83 500.66 6000 0.84 400.67 4500 0.85 300.68 3500
  • 11. [PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT)] May 7, 2012* tegangan akibat beban dibagi kuat lentur tarik (MR)* untuk perbandingan tegangan ≤ 0.50 repetisi beban ijin adalah tidak terhinggaPerhitungan TulanganTujuan tulangan–Mengurangi retakan–Mengurangi sambungan plat–Mengurangi biaya pemeliharaanTulanganpadaperkerasanbetonbersambungAs = luas tulangan (cm2/m’)F = koefisien gesek plat dan lapis bawahnyaL = jarak antar sambungan (m)h = tebal plat (m)fs = tegangan tarik ijin baja (kg/cm2)Tabel. Koefisien Gesek Plat Beton dan Lapis Di bawahnyaJenis Pondasi KoefisienGesekBurtu, Lapen dan 2.2konst.sejenisAspal beton, 1.8LatastonStabilisasi kapur 1.8Stabilisasi aspal 1.8Stabilisasi semen 1.8Koral 1.5Batu pecah 1.5Sirtu 1.2Tanah 0.9
  • 12. [PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT)] May 7, 2012Tulangan pada perkerasan beton menerusPs = persentasetulanganyang diperlukanterhadappenampangbeton, persentaseminimumadalah0.6 %ft = kuattarikbeton(0.4 –0.5 MR)fy = teganganlelehbetonrencanaF = koefisiengesekplat danlapis bawahnyan = angkaekivalensiantarabajadanbeton(Es/Ec)Ec = modulus elastisitasbetonEs = modulus elastisitasbajaTabel. Korelasi Kuat Tekan Beton dan Angka Ekivalensi Antara Baja dan BetonKuat Tekan nBeton115 -140 2.2145 –170 1.8175 –225 1.8235 –285 1.8≥ 290 1.8Tulangan pada perkerasan beton menerusLcr = jarak teoritis antar retakanp = luas tulangan memanjang per satuan luasu = perbandingan keliling dan luas tulanganft = kuat tarik beton (0.4 –0.5 MR)fb = tegangan lekat antara tulangan dengan beton rencanaS = koefisien susut beton (400 x 106)n = angka ekivalens iantara baja dan beton (Es/Ec)Ec = modulus elastisitas betonEs = modulus elastisitas baja