Zat organik
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Zat organik

on

  • 3,244 views

SELAMAT MEMBACA

SELAMAT MEMBACA

Statistics

Views

Total Views
3,244
Views on SlideShare
3,244
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
27
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Zat organik Presentation Transcript

  • 1. OlehArini (0911C1009)
  • 2.  Senyawa organik adalah senyawa yang terdiri dari atom C, H, O, N, S, P dan X, dengan atom karbon sebagai tulang punggungnya sedangkan atom yang lain akan berikatan dengan atom karbon melalui ikatan kovalen
  • 3. Tingginya zat organik dalam air akibat : Masuknya berbagai bahan organik kedalam badan air  misal : daun, ranting pohon, hewan mati, dll Pencemaran dari industri  industri kertas, pembuatan tepung, dllTingginya zat organik berakibat : Badan air keruh atau berwarna Badan air berbau akibat penguraian zat organik Rendahnya DO level
  • 4.  Angka permanganat COD TOC BOD
  • 5. METODE/TITRASI ASAM METODE/TITRASI BASA Konsentrasi Cl- < 300ppm  Konsentrasi Cl- > 300ppm Oksidasi zat organik  Oksidasi zat organik dilakukan pada kondisi dilakukan pada kondisi asam basa Titrasi dilakukan pada  Titrasi dilakukan pada kondisi asam kondisi asam
  • 6. PRINSIP METODE ASAM PRINSIP METODE BASA Zat organik di dalam sampel  Sampel dididihkan terlebih dioksidasi oleh KMnO4 dahulu dengan NaOH berlebih dalam keadaan asam selanjutnya dioksidasi oleh dan panas. Sisa KMnO4 KMnO4 berlebih. Sisa direduksi dengan larutan KMnO4 direduksi oleh asam asam oksalat berlebih . oksalat berlebih. Kelebihan Kelebihan asam oksalat asam oksalat dititrasi dititrasi kembali dengan KMnO4 kembali dengan KMnO4.
  • 7. Prosedur dengan metode titrasi basa100 mL sampel air (atau sudah diencerkan) + 0,5 mL NaOH (1:2) Teteskan larutan KMnO4 0,01 N sampai berwarnamerah muda, kemudian panaskan  hampir mendidih Tambahkan 10 mL larutan KMnO4 0,01 N, kemudian didihkan selama 10 menit Tambahkan 10 mL H2SO4 4N dan tambahkan 10 mL larutan H2C2O4 0,01 N Titrasi kelebihan H2C2O4 oleh larutan KMnO4 0,01 N, sampai berwarna merah muda
  • 8. Prosedur dengan metode titrasi asam 100 mL sampel air (atau sudah diencerkan) + 5 mL H2SO4 4N Teteskan larutan KMnO4 0,01 N sampai berwarnamerah muda, kemudian panaskan  hampir mendidih Tambahkan 10 mL larutan KMnO4 0,01 N, kemudian didihkan selama 10 menit Tambahkan 10 mL larutan H2C2O4 0,01 NTitrasi kelebihan H2C2O4 oleh larutan KMnO4 0,01 N, sampai berwarna merah muda
  • 9.  pengertian COD adalah banyaknya oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi senyawa organik sehingga dapat dikatakan parameter COD sebagai parameter untuk mengetahui konsentrasi senyawa organik yang dapat dioksidasi oleh oksidator dalam suasana asam. Oksidator yang digunakan dalam suasana asam dan panas adalah K₂Cr₂O₇
  • 10.  Prinsip Reaksi oksidasi senyawa organik oleh larutan K₂Cr₂O₇ berlebih dalam suasana asan dan dipanaskan. Kelebihan K₂Cr₂O₇ ditentukan dengan titrasi oleh fero ammoniun sulfat dengan indikator ortofenantrolin/ferroin. Selain dengan metode titrasi, kelebihan K₂Cr₂O₇ dapat ditentukan secara kalorimetri.
  • 11. Prosedur penetapan COD Pipet 2.5 ml sampel air, masukkan ke tabung COD Tambahkan 1.50 ml larutan K₂Cr₂O₇ Tambahkan 3.5 ml larutan perak sulfat-asam sulfatTutup tabung rapat-rapat, panaskan di atas COD reaktor pada suhu 150°C 2 jam
  • 12. Prosedur penetapan COD Dinginkan, pindahkan secara kualitatif ke erkenmeyer 100 mlTambahkan indikator ferroin/ortophenantrolin 1 tetes Titrasi dengan FAS hingga berubah warna menjadii merah bata Blanko dilakukan terhaddap aquadesdengan pengerjaan yang sama