IDENTIFIKASI NYAMUK
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

IDENTIFIKASI NYAMUK

on

  • 9,588 views

SELAMAT MEMBACA..

SELAMAT MEMBACA..

Statistics

Views

Total Views
9,588
Views on SlideShare
9,586
Embed Views
2

Actions

Likes
2
Downloads
296
Comments
2

1 Embed 2

http://pinterest.com 2

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

IDENTIFIKASI NYAMUK Presentation Transcript

  • 1. Identifikasi nyamuk ARINI 0911C1009
  • 2. Klasifikasi• KINGDOM : • KINGDOM : • KERAJAAN : ANIMALIA ANIMALIA ANIMALIA• FILUM : • PHYLUM : • FILUM : ARTHROPODA ARTHROPODA ARTHROPODA• KELAS : • CLASS : INSECTA, • KELAS : INSEKTA INSECTA • ORDO : • ORDO : DIPTERA• ORDO : DIPTERA, DIPTERA • FAMILI : • FAMILY : CULICIDAE• FAMILI : CULICIDAE CULICIDAE • TRIBUS : • TRIBUS :• TRIBUS : CULICINI CULICINI ANOPHELINI • GENUS : CULEX • GENUS : AEDES• GENUS : ANOPHELES
  • 3. Morfologi Telur Anopheles Culex Aedes Berbentuk perahu Lonjong sepertidengan pelampung di Lonjong seperti telur peluru senapan kedua sisinya Beroperkulum Satu per satu di Diletakan satu per seperti rakit saling permukaan air satu di atas air melekat
  • 4. Morfologi Larva Anopheles Culex Aedes Rambut palma Tidak memiliki rambut Tidak memiliki rambut (rambut kipas) palma palma di segmen abdomen Rambut sipon lebih dari Rambut sipon satuStigmal plate / spirakel satu kelompok, panjang kelompok, pendek danUntuk alat pernapasan langsing untuk alat gemuk untuk alatpada posterior abdomen pernafasan pernafasan Tegral plate Comb scale beberapa Comb scale satu baris pada dorsal abdomen baris Posisi istirahat Posisi istirahatPosisi istirahat sejajar membentuk sudut membentuk sudutdengan permukaan air dengan permukaan air dengan permukaan air
  • 5. Larva anopheles
  • 6. Larva Culex
  • 7. Larva aedes
  • 8. Morfologi Pupa Anopheles Culex AedesAir tube, seperti corong Air tube, seperti tabungdengan ujung melebar Air tube, seperti tabung dengan lubang seperti terompet memanjang Pasa paddle tidak Pasa paddle tidak Pasa paddle berduri berduri berduri
  • 9. Morfologi Nyamuk Dewasa Anopheles AnophelesAnopheles Betina JantanKEPALA, antena berambut pendek dan KEPALA, antena berambut lebat dan berkelompok (TIPE PILOSE) pajang (TIPE PLUMOSE) PROBOSCIS dan PALPUS sama PROBOSCIS dan PALPUS samapanjang, TIDAK MENGALAMI pelebaran panjang, MENGALAMI pelebaran di seperti sendok di bagian palpusnya bagian palpusnya KUKU, lurus KUKU, lurus CERCI, pendek dengan jumlah Tidak memiliki CERCI spermatecha 1 buah
  • 10. Morfologi Nyamuk Dewasa Culex Culex betina Culex jantan KEPALA, antena berambut KEPALA, antena berambut lebat pendek dan berkelompok dan panjang Palpus LEBIH PENDEK dari Palpus LEBIH PANJANG dari proboscis proboscisKUKU, bengkok tidak bertaju KUKU, bengkok tidak bertajuCERCI, pendek dengan jumlah Tidak memiliki cerci spermatecha 3 buah
  • 11. Morfologi Nyamuk Dewasa Aedes Aedes Betina Aedes Jantan KEPALA, antena berambut KEPALA, antena berambut pendek dan berkelompok panjang dan lebat Palpus SAMA PANJANG dengan Palpus LEBIH PENDEK dari proboscis, tetapi TIDAK ada proboscis pelebaran KUKU, bengkok bertaju KUKU, bengkok bertajuCERCI, panjang dengan jumlah Tidak memiliki cerci spermatecha 3 buah
  • 12. Nyamuk anopheles dewasaAnopheles jantan Anopheles betina
  • 13. Nyamuk dewasa aedesAedes jantan Aedes betina
  • 14. Patogenitas• Ketika nyamuk menghisap darah manusia, mereka akan mengeluarkan air liur mengandung bahan yang dapat merangsang dilatasi kapiler atau memperlambat pembekuan
  • 15. Perilaku• Nyamuk jantan menghisap sari buah-buahan dan tumbuhan• Nyamuk betina menghisap darah untuk proses pembentukan telur yang memerlukan protein• Berdasarkan hospesnya, nyamuk betina dibedakan menjadi :  Zoofilik  Antrofilik  Antrozofilik• Berdasarkan tempat tinggalnya, nyamuk dibedakan menjadi :  Endofilik  Eksofilik
  • 16. Perilaku• Berdasarkan waktu penghisapannya nyamuk dibedakan menjadi :  Night-biters  Day-biters• Berdasarkan tempat penghisapan, nyamuk dibedakan menjadi :  Endofagik  Eksofagik•Pada prinsipnya, nyamuk menyukai warna gelap cahaya terang, sesuatu yang merangsang bau, misalnya dari CO2 asam amino serta suhu hangat yang lembab
  • 17. Perilaku Nyamuk Genus Anopheles• Dipengaruhi oleh :  Cuaca  Kelembaban udara  Suhu• Anopheles termasuk nyamuk night-biters, yang bersifat antropozoofilik• Jarak terbang bisa mencapai 30 km jika terjadi angin besar• Umur nyamuk ini dapat hidup di dalam lab sekitar3-5 minggu, tetapi jika di alam bebasblum dapat diketahui
  • 18. • Sifat dari nyamuk genus Culicini bervariasi, misalnya Culex bersifat night-biters, Aedes bersifat day-biters sedangkan Mansonia bersifat day-night-biters• Jarak terbang nyamuk genus ini lebih pendek dibandingkan dengan nyamuk genus Anophelini• Umur nyamuk genus ini sama dengan genus Anophelini, yaitu berkisar 2 minggu Perilaku Nyamuk Genus Culicini
  • 19. Habitat Nyamuk Anopelini• Spesies Anopheles secara garis besar dapat dibedakan menjadi 3 kawasan, yaitu :  Kawasan pantai  An. sundaicus dan An. subpictus  Kawasan pedalaman  An. aconitus, An. barbirostris, An. sinensis  Kawasan kaki gunung An. balabacencis, An. maculatus
  • 20. Habitat Nyamuk Culicini• Genus Aedes, tersebar secara kosmopolit• Genus Culex, tersebar di daerah panas. Larva Culex dapat ditemukan di daerah dengan sanitasi yang buruk
  • 21. Peran Negatif Nyamuk Bagi Kesehatan
  • 22. Vektor Penyakit Malaria• Hal-hal yang dapat mengefektifkan vektor untuk menularkan malaria, antara lain : Kepadatan vektor dekat dengan pemukiman manusia Sifat vektor yang lebih menyukai darah manusia Frekuensi menghisap darah Lamanya umur nyamuk harus cukup untuk terjadinya proses sporogoni parasit sampai dibentuk stadium infektif
  • 23. Vektor Penyakit Malaria• Pemberantasan malaria dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya yaitu : Pengobatan penderita malaria Mencegah terjadinya gigitan nyamuk vektor Mengadakan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya sanitasi lingkungan
  • 24. Vektor Penyakit Malaria• Europeun molecular biology laboratory (EMBL) telah berhasil mengidentifikasi 4 protein yang mempengaruhi kemampuan parasit malaria untuk bertahan hidup dalam tubuh nyamuk, yaitu : TEP1 & LR1M1  Protein pembunuh parasit malaria yang terdapat dalam saluran pencernaan nyamuk CTL4 & CTLMA2  Protein pelindung parasit malaria yang berkembang di usus nyamuk
  • 25. Vektor Penyakit Filariasis Limfatik• Contoh nyamuk anopheles yang berpera dalam sebagai vektor filariasis, yaitu : An.bancrofti, An.fatanti, An.punctulatus dan An.subpictus, An.barbirostris• Perilaku vektor filariasis yang menentukan penyebaran penyakit ini, diantaranya : Sifat antropofilik dan zoofilik meningkat Umur nyamuk cukup panjang Populasi dominan Tidak memiliki cybarial armatur Menggunakan tempat perindukan yang mengandung air
  • 26. Peran Nyamuk Aedes• Selain merupakan vektor penyakit virus, yaitu DHF, Chikungunya, demam kuning, Aedes juga merupakan vektor penyakit filariasis bancrofti di perkotaan/pedesaan• Aedes memiliki sifat yang menguntungkannya untuk dapat menjadi vektor penyakit , misalnya antropofilik, day-biters, umur yang cukup panjang dan daya terbangnya mencapai 40 m sampai 2 km
  • 27. Peran nyamuk Culex• Merupakan vektor utama penyebab penyakit filariasis di daerah tropis dan subtropis• Juga merupaan vektor penyakit Japanese B.encephalitis