Your SlideShare is downloading. ×
  • Like
Cara membuat dan menyusun proposal penelitian ok
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Now you can save presentations on your phone or tablet

Available for both IPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Cara membuat dan menyusun proposal penelitian ok

  • 78,356 views
Published

 

Published in Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
78,356
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4

Actions

Shares
Downloads
1,130
Comments
4
Likes
5

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Cara Membuat dan Menyusun ProposalPenelitianCara Membuat dan Menyusun Proposal Penelitian – Ini merupakan sebuah petunjuk untukanda, bagaimana cara membuat proposal penelitian. Tentu ini bersifat umum, bisa untuk skripsi,penelitian pendidikan, penelitian kuantitatif, kualitatif dan seterusnya. Oke, silahkan dibacadengan baik, semoga bermanfaat.I. PENDAHULUANMetodologi atau Metode Penelitan yang tepat dan benar semakin dirasakan urgensinya danmenjadi peringkat sangat penting bagi keberhasilan suatu riset (penelitian).Salah satu hal yang penting dalam setiap penelitian adalah perumusan metodologi penelitian.Melalui metodologi harus dengan jelas tergambar diantaranya bagaimana cara penelitiandilaksanakan yangtertata secara sistimatis; bagaimana landasan teori tentang rancangan penelitian (researchdesign), model yang digunakan (didahului dengan rancangan percobaan (penelitian eksperiment)atau teknik – teknik yang lumrah digunakan dalam pengumpulan, pengolahan dan analisa data.Metodologi atau metode yng digunakan antara lain metode sejarah, metode deskriptif antara lainmenggambarkan tentang objek tertentu, manusia, kondisi, sistem dan sebagainya yang terkini.Sering juga digunakan metode survey (menyelidiki gejala, fakta secara faktual), metodepercobaan (eksperiment), metode KASUS (suatu objek spesifik), kooperatif (menjawab sebabakibat dengan menganlisis faktor penyebab utama) atau gabungan, serta pemikiran kritis dananalisa tentang sampling maupun design percobaan serta studi kepustakaan.II. METODOLOGI ATAU METODE PENELITIANMetode penelitian yang dipilih berhubungan erat dengan prosedur, alat, serta desain penelitianyang digunakan. Desain penelitian harus cocok dengan metode penelitian yang dipilih. Prosedurserta alat yang digunakan dalam penelitian harus cocok pula dengan metode penelitian yangdigunakan. Saat ini, Kemantapan ataupun ketajaman, keakuratan metodologi penelitian sudah“terlihat kecendrungan mulai diabaikan“. Hal ini terlihat jelas, bahwa setelah term of reference(TOR) disetujui (ok) baru dicari pembenar terutama pembenaran metodologi, diantaranyaproporsi sampling, pemilihan daerah studi dan sebagainya. Padahal sebelum penelitiandilaksanakan seorang peneliti perlu menjawab sekurang-kurangnya 3 (tiga) pertanyaan pokok(NAZIR, Mohammad: 1985 : 51) yaitu: Urutan kerja apakah yang harus dilakukan dalam melaksanakan penelitian Alat-alat apa yang digunakan dalam mengukur ataupun dalam mengumpulkan dan analisa data? Bagaimana melaksanakan penelitian tersebut?
  • 2. Prosedur memberikan kepada peneliti urutan-urutan pekerjaan yang terus dilakukan dalam suatupenelitian. Hal ini sangat membantu peneliti untuk mengontrol kegiatan atau tahap-tahapkegiatan (a); mempermudah mengetahui kemajuan (proses) penelitian (b) dan (c); mempermudahpula peneliti dalam meng-hadapi ataupun memberikan penjelasan pada saat dilaksanakanpemeriksaan. Teknik penelitian mengatakan alat-alat pengukur apa yang diperlukan dalammelaksanakan suatu penelitian. Jika suatu penelitian dikerjakan dengan mengguna-kanquestioner (daftar pertanyaan) sebagai alat dalam mengumpulkan data, maka yang dibicarakandisini adalah teknik pengumpulan data. Sedangkan metodologi penelitian memandu si penelititentang urut-urutan bagaimana penelitian dilakukan.Jika seorang berbicara tentang cara seorang peneliti melakukan percobaan lapangan, dimanadalam menentukan plot-dilapangan, ia pertama-tama membagi daerah dalam 4 (empat) buahblok. Kemudian blok-blok tersebut dibagi 4 (empat) keperluan perlakuan yang akan dia kerjakandan seterusnya, maka yang dibicarakan disini adalah posedur penelitian. Jika kita membicarakanbagaimana secara berurut suatu penelitian dilakukan yaitu dengan alat apa dan prosedurbagaimana suatu penelitian dilakukan, maka yang dibicarakan adalah metode penelitian.A. Metode KuantitatifMetode ini sangat cocok untuk digunakan pada penelitian dimana data yang dapat diidentifikasidengan mudah. Beberapa hal lain dari metode kuantitatif diantaranya : 1. Peranan identifikasi dan spesifikasi variabel sangat penting; 2. Penelitian ini berdasarkan pada absraksi variabel dari konteksnya 3. Sangat menekankan pentingnya reliability dan replicability data 4. Kurang memperhatikan validity 5. Sangat erat hubungannya dengan metode penelitian Survey, Sensus dan sebagainya 6. Kondisi data hanya menunjukkan keadaan atau situasi pada suatu waktu priode tertentu atau beberapa waktu (longitudinal) 7. Cenderung menggunakan pendekatan diduktif (umum ke khusus) 8. Sangat cocok untuk pertanyaan yang diawali, apa, dimana, siapa dan kapan dan tidak cocok untuk pertanyaan mengapa dan bagaimana 9. Hasil analisis jika dikumpulkan dalam survey, sensus, secara statistik dapat digeneralisasi.B. Metode KualitatifMetode ini sangat cocok digunakan untuk menjawab pertanyaan apa, dimana dan kenapa ataubagaimana. Beberapa hal lain dari metode kualitatif diantaranya: 1. Data tidak dapat diidentifikasi dengan mudah 2. Data tidak dapat di kuantifikasikan 3. Menekankan pentingnya validity, kurang memperhatikan reliability 4. Erat kaitannya dengan studi kasus 5. Hipotesa interpretasi data digunakan untuk membantu proses sebab akibat. 6. Pendekatan yang dipakai bersifat induktif (dari yang khusus ke umum ) 7. Hasil penelitian secara ilmiah dapat digenderalisasi (tidak dapat di gendralisasikan) dengan repliability penemuan dari beberapa studi.
  • 3. 8. Analisa data deskriftif untuk melihat proses dan secara langsung. 9. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan beberapa metode seperti partisipasi observasi, wawancara berstruktur dan tidak berstruktur serta focus group.III. SEMBILAN MAGIC PROPOSAL PENELITIANDalam usulan proyek (USPRO) terdapat tiga kata kunci yang dulu sangat populer dengan istilahpenting yaitu Abstrak, kata kunci dan urgensi (AKU). Abstrak merupakan keterangan singkatpadat serta utuh tentang permasalahan yang akan ditangani (a); tujuan serta keluaran kegiatan (b)dan (c); pengaruh-nya terhadap permasalahan yang ditangani. Bagi kegiatan penelitiankekhususan pendekatan yang diperguna-kan (maksimal sepertiga halaman). Kata kuncimerupakan sejumlah kata, bukan kalimat yang mengindikasikan teknik, proses atau keluaranyang sesuai dengan subjek kegiatan. Sedangkan urgensi merupakan keterangan tentang pokok-pokok kebijaksanaan yang diacu (a); pentingnya usaha untuk mengatasi permasalahan yangditangani bagi pembangunan nasional, sektoral dan regional atau bagi perkembangan IPTEK,serta (c); pengaruh kegiatan ini bagi pemecahan permasalahan tsb. Dengan kata lain, diterangkanapa keuntungan/ manfaatnya jika proyek ini berhasil mencapai tujuan dan sasarannya (a) dan (b)apa pula kerugiannya atau kesulitan yang akan timbul jika masalah ini tidak diteliti; maksimalsetengah halaman.Sering dengan berkembangnya IPTEK dan berjalannya waktu istilah tersebut sudah nyaris takterdengar sampai saat ini. Sampai akhirnya pada tahun 2001 melalui pelatihan PeningkatanKapasitas Penelitian yang dipelopori oleh Ibu Dr. Yulfita Raharjo dan Timnya dari LembagaIlmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) muncul pula hal baru yaitu Sembilan Magic untuk membuatPROPOSAL Penelitian menuju keberhasilan, Sbb. :A. ALASANAlasan atau argumentasi ini sangat diperlukan untuk (a) mencegah kegiatan penelitian yang tidakpotensial, dan (b) untuk memecahkan masalah (tidak mencapai tujuan).Beberapa hal penting dalam alasan sebagai magic pertama adalah : 1. Alasan rasional 2. Mengapa penelitian tersebut penting dilakukan (urgency) 3. Apa masalah pokoknya, dan bagaimana nanti untuk konseptual framework nya. 4. Relevansinya terhadap (kebijakan, program) departemen dan sebagainya 5. Analisa masalahnya bagaimana 6. Analisa tentang isu/kebijakan, (informasi) yang akan menuntun kepada penspisifikasian tujuan 7. Apa yang akan dipertanyakan, sehingga sungguh-sungguh diperlukan untuk diteliti.B. KONTEKSKonteks sangat berguna untuk memperkaya atau memperbaiki pengeta-huan peneliti, latarbelakang pengalaman atau dasar-dasar untuk pendekatan yang akan dilakukan.Beberapa hal yang berkaitan dengan Konteks diantaranya adalah:
  • 4. 1. Mengacu pada usaha-usaha penelitian serupa (keadaan, situasi kecenderung-an, konsep metode dan hasil) 2. Mengacu pada situasi/keadaan atau daerah, waktu, sistem, kebijakan tertentu dan sebagainya.Untuk catatan, janganlah mengguna-kan konsep-konsep yang harus diukur yang tidak sesuaidengan permintaan.C. KERANGKA KONSEPTUALKerangka Konseptual sangat berguna, untuk menegaskan batas-batas secara logis untukpenyelidikan/penelitian (a) dan (b). sebagai petunjuk bagi peneliti untuk memperhitungkantentang apa yang relevan dan apa yang tidak relevan untuk dipelajari dalam penelitian.Beberapa hal penting dalam kerangka konseptual diantaranya: 1. Peneliti menyusun sebuah kerangka logis untuk hal yang akan ditelit (apa-apa yang relevan) 2. Dilengkapi dengan perspektif yang diperoleh dari usaha-usaha atau penelitian sebelumnya, serta konsep-konsep apa yang relevan untuk itu 3. Meliputi proposisi-proposisi (dugaan-dugaan) yang dianggap sudah diketahui, maupun yang dinyatakan tidak diketahui (sebab itu perlu dukungan penelitian untuk mengetahuinya). 4. Menspesifikasikan: Variabel tergantung (dependent variable) Variabel bebas (independent variable) Mata rantai penghubung dua kelompok variable (interventing variable)Perlu diingat hal ini baru hanya kerangka, belum tahu hasilnya.D. TUJUANDimaksudkan agar proposisi-proposisi (dugaan-dugaan) yang merupa-kan subjek dan jugametode penelitian yang cocok dengan pelaksanaan peneliti-an tersebut. Bentuk tujuan penelitiandapat, (a). berbentuk pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab, dan (b). hypotesis-hypotesis apayang akan diuji sehingga menjadi arah / sasaran penelitian.Tujuan penelitian merupakan atau menunjukan unit–unit yang seharusnya diobservasi (a); apayang harus diobservasi (b) dan (c). bagaimana proses pengobservasiannya.Beberapa hal penting yang perlu diketahui tentang tujuan diantaranya: 1. Merupakan sasaran dari penelitian yang akan ditangani. Sebagai acuan, memeriksa sampai seberapa jauh permasalahannya (a), apa perma-salahan pokok atau akar permasala-hannya (b), apa penyebabnya (c) dan (d), bagaimana kira-kira penanganan- nya. 2. Dari kerangka konseptual akan mempermudah penelitian dalam merumuskan tujuan yang akan diinginkan. Artinya, ditarik dari sudah jelasnya kerangka konseptual
  • 5. pertanyaan kita, apalagi yang belum, apa lagi yang ingin dicapai. Itulah tujuan, dengan konsep yang telah benar-benar. 3. Setelah kiat-kiat proposal dikuasai, sekarang penjabaran proposalnya menjadi rancangan penelitian (Research Design). 4. RESEARCH DESIGN (riset disain) dimulai dari tujuan.Untuk memantapkan tujuan mantapkan dulu pada pendahuluan, latar belakang, apa saja yangharus dimuat, diantaranya:1. Mengutarakan Alasan dilakukan penelitian (lihat IIIA).2. Relevansi dari penelitian yang akan dilakukan3. Analisis tentang masalah yang akan diteliti4. Memberikan rambu-rambu yang mencegah terangkatnya penelitian yang tidak potensialterhadap pemecahan masalah atau pencapaian dari tujuan-tujuan penelitian.5. Mengungkapkan pokok permasalahan dalam penelitian.E. POPULASI YANG DITELITIPopulasi penelitian mencakup 6 (enam) hal yaitu:1. Penentuan unit observasi2. Penentuan / penunjukan populasi dari unit yang akan diobservasi / dianalisa3. Penentuan/pengadopsian prosedur penelitian dan pengukuran unit-unit untuk (yang akandiobservasi) termasuk Skop atau Ruang lingkup penelitian4. Penentuan banyaknya unit yang akan diobservasi5. Populasi penelitian sangat berkaitan dengan operasionalisasi dari metodologi atau metodepenelitian6. Variabel-variabel yang dimuat dalam kerangka konseptual tersebut:1. Dicari / didapatkan dari siapa? Apakah individu; kelompok tertentu; tokoh masyarakat;lembaga /instansi/ pemerintah, swasta, LSM dan sebagainya), keluarga dan lain-lain2. Data yang dikumpulkan, ditentukan populasi yang akan dikaji sampai didapatkan untukmenjawab permasalahan dan tujuan penelitian (a), data yang relevan dan tidak relevan, bisaPerda dan sebagainya.Makna dari semua populasi yang diteliti adalah makna yang sifatnya prinsif, yang mana suatumetodologi/metode penelitian dioperasionalkan.F. SPESIFIKASI DATAMelalui Spesifikasi data akan dapat membantu peneliti untuk BERHATI-HATI untuk tidakmengumpulkan data yang tidak relevan atau tidak digunakan (useless).Spesifikasi data yang dikumpulkan diantaranya:1. Mengidentifikasikan konsep-konsep yang terkandung dalam tujuan penelitian (konsep-konsep).2. Menentukan data yang akan dikumpulkan sehubungan dengan populasi.3. Dari konsep-konsep ini dikembang-kan definisi operasional penelitian dari4. Definisi operasional akan menunjuk pada variabel-variabel dan5. Data/informasi apa yang akan dikumpulkan.
  • 6. Variabel adalah semua objek yang menjadi sasaran penyidikan sebut saja gejala-gejala yangmenunjukan variasi, baik dalam jenisnya (a), maupun dalam tingkatannya (b).G. PENGUMPULAN DATASetelah spesifikasi data, tahap pengumpulan data sangat menentukan ukuran besar indeksvariabel (a) dan (b). realibilitas data yang akan dikumpulkan.Inti dari tahap Pengumpulan Data adalah:Menjelaskan prosedur yang akan digunakan untuk pengumpulan data isinya :1. Teknik-teknik pengumpulan data yang akan dipakai2. Teknik pendekatan yang digunakan (MEAN, MEDIAN dan sebagainya)3. Instrumen-instrumen yang akan dipakai (kuantitatif dan kualitatif)4. Mendiskripsikan langkah-langkah atau urut-urutan yang harus diikuti dalam pemakaianinstrumen (secara rinci)5. Hindarkan redaksi-redaksi yang sifatnya statement-statement yang tidak sesuai ujungpangkalnya atau mother hood.H. ANALISISTahap analisis merupakan TEST RIEL dari sebuah rencana penelitian yang menuntutpemahaman/ penguasaan peneliti untuk memahami lebih dulu beberapa keterbatasan dalammenerapkan kesimpulan-kesimpulan yang akan diambil.Bila data yang dikumpulkan telah ditentukan, peneliti harus:1. Mempertimbangkan secara simultan prosedur analisisnya yang sesuai2. Bagaimana data akan diklasifikasikan3. Pengaturan kedalam variabel-variabel yang ditunjukkan oleh data tsb.4. Bagaimana hubungan antara variabel-variabel yang akan ditentukan5. Penggunaan program komputer (jika ingin mendalaminya)I. PENGADMINISTRASIAN (ORGANISASI)Setelah peneliti mengetahui atau memutuskan populasi yang akan ditentukan dan digunakanseperti (a) daerah penelitian, (b). hakekat dan jenis data yang akan dikumpulkan; (c). jenis-jenisprosedur yang akan dipakai untuk mengumpulkan dan menganalisa data, peneliti telahmempunyai dasar untuk memutuskan serangkaian keputusan-keputusan Administratif yangRasional seperti perkiraan biaya (a); Personil (peneliti utama, madya, pembantu peneliti (b);jadwal waktu (c) dan (d). rencana kerja.IV. PRINSIP METODOLOGIMetodologi merupakan bagian epistemologi yang mengkaji prihal urutan langkah-langkah yangditempuh supaya pengetahuan yang diperoleh memenuhi ciri-ciri Ilmiah. Metodologi juga dapatdipandang sebagai bagian dari logika yang mengkaji kaidah penalaran yang tepat. Jika kitamembicarakan metodologi maka hal yang tak kalah pentingnya adalah asumsi-asumsi yangmelatar bela-kangi berbagai metode yang diperguna-kan dalam aktivitas ilmiah. Asumsi-asumsiyang dimaksud adalah pendirian atau sikap yang akan dikembangkan para ilmuwan maupunpeneliti didalam kegiatan ilmiah mereka.Beberapa prinsip metodologi dapat dikemukakan oleh beberapa ahli, diantaranya:
  • 7. A. RENE DESCARTESDalam karyanya “Discourse On Method” dikemukakan 6 (enam ) prinsip metodologi yaitu :1. Membicarakan masalah ilmu pengetahuan diawali dengan menyebutkan akal sehat (commonsense) yang pada umumnya dimiliki oleh semua orang. Akal sehat menurut Descartes ada yangkurang, adapula yang lebih banyak memilikinya, namun yang terpenting adalah penerapannyadalam aktivitas ilmiah.2. Menjelaskan kaidah-kaidah pokok tentang metode yang akan dipergunakan dalam aktivitasilmiah maupun penelitian. Descartes mengajukan 4 (empat) langkah atau aturan yang dapatmendukung metode yang dimaksud yaitu:1. Janganlah pernah menerima baik apa saja sebagai yang benar, jika anda tidak mempunyaipengetahuan yang jelas mengenai kebenaranya. Artinya, dengan cermat hindari kesimpulan-kesimpulan dan pra konsepsi yang terburu-buru dan jangan memasukkan apapun kedalampertimbangan anda lebih dari pada yang terpapar dengan begitu jelas sehingga tidak perludiragukan lagi.2. Pecahkanlah setiap kesulitan anda menjadi sebanyak mungkin bagian dan sebanyak yangdapat dilakukan untuk mempermudah penyelesaiannya secara lebih baik.3. Arahkan pemikiran andah secara jernih dan tertib, mulai dari objek yang paling sederhana danpaling mudah diketahui, lalu meningkat sedikit demi sedikit, setahap demi setahapkepengetahuan yang paling kompleks, dan dengan mengandaikan sesuatu urutan bahkan diantaraobjek yang sebelum itu tidak mempunyai ketertiban baru.4. Buatlah penomoran untuk seluruh permasalahan selengkap mungkin, dan adakan tinjauanulang secara menyeluruh sehingga anda dapat merasa pasti tidak suatu pun yang ketinggalan.5. Langkah yang digambarkan Descartes ini menggambarkan suatu sikap skeptis metodis dalammemperoleh kebenaran yang pasti.3. Menyebutkan beberapa kaidah moral yang menjadi landasan bagi penerapan metode sebagaiberikut:1. Mematuhi undang-undang dan adat istiadat negeri, sambil berpegang pada agama yangdiajarkan sejak masa kanak-kanak.2. Bertindak tegas dan mantap, baik pada pendapat yang paling meyakinkan maupun yang palingmeragukan.3. Berusaha lebih mengubah diri sendiri dari pada merombak tatanan dunia.4. Menegaskan pengabdian pada kebenaran yang acap kali terkecoh oleh indera. Kita memangdapat membayangkan diri kita tidak berubah namun kita tidak dapat membayangkan diri kitatidak bereksistensi, karena terbukti kita dapat menyangsikan kebenaran pendapat lain. Olehkarena itu, kita dapat saja meragukan segala sesuatu, namun kita tidak mungkin meragukan kitasendiri yang sedang dalam keadaan ragu-ragu.5. Menegaskan prihal dualisme dalam diri manusia yang terdiri atas dua substansi yaituRESCOGITANS (jiwa bernalar) dan RES-EXTENSA (jasmani yang meluas). Tubuh (Res-Extensa) diibaratkan dengan mesin yang tentunya karena ciptaan Tuhan, maka tertata lebih baik.Atas ketergantungan antara dua kodrat ialah jiwa bernalar dan kodrat jasmani. Jiwa secara kodrattidak mungkin mati bersama dengan tubuh. Jiwa manusia itu abadi.B. ALFRED JULESAYERDalam karyanya yang berjudul Language, truth and logic yang terkait dengan prinsip metodologiadalah prinsip verifikasi. Terdapat dua jenis verifikasi yaitu:1. Verifikasi dalam arti yang ketat (strong verifiable) yaitu sejauh mana kebenaran suatu
  • 8. proposisi (duga-dugaan) itu mendukung pengalaman secara meyakinkan2. Verifikasi dalam arti yang lunak, yaitu jika telah membuka kemungkinan untuk menerimapernyataan dalam bidang sejarah (masa lampau) dan ramalan masa depan sebagai pernyataanyang mengandung makna3. Ayer menampik kekuatiran metafisika dalam dunia ilmiah, karena pernyataan-pernyataanmetafisika (termasuk etika theologi) merupakan pernyataan yang MEANING LESS (tidakbermakna) lantaran tidak dapat dilakukan verifikasi apapunC. KARL RAIMUND POPPERK.R. Popper seorang filsuf kontemporer yang melihat kelemahan dalam prinsip verifikasi berupasifat pembenaran (justification) terhadap teori yang telah ada.K.R. Popper mengajukan prinsip verifikasi sebagai berikut:1. Popper menolak anggapan umum bahwa suatu teori dirumuskan dan dapat dibuktikankebenarannya melalui perinsip verifikasi. Teori-teori ilmiah selalu bersifat hipotetis (dugaansementara), tak ada kebenaran terakhir.Setiap teori selalu terbuka untuk digantikan oleh teori lain yang lebih tepat.2. Cara kerja metode induksi yang secara sistimatis dimulai dari pengamatan (observasi) secarateliti gejala (Simpton) yang sedang diselidiki. Pengamatan yang berulang -ulang itu akanmemperlihatkan adanya ciri-ciri umum yang dirumus-kan menjadi hipotesa. Selanjutnya hipotesaitu dikukuhkan dengan cara menemukan bukti-bukti empiris yang dapat mendukungnya.Hipotesa yang berhasil dibenarkan (justifikasi) akan berubah menjadi hukum.K.R. Popper menolak cara kerja diatas, terutama pada asas verifiabilitas, bahwa sebuahpernyataan itu dapat dibenarkan berdasarkan bukti-bukti verifikasi pengamatan empiris.3. K.R Popper menawarkan pemecahan baru dengan mengajukan prinsip FALSIFA BILITAS,yaitu bahwa sebuah pernyataan dapat dibuktikan kesalahannya. Maksudnya sebuah hipotesa,hukum, ataukah teori kebenarannya bersifat sementara, sejauh belum ada ditemukan kesalahan-kesalahan yang ada di dalamnya. Misalnya, jika ada pernyataan bahwa “Semua angsa berbuluputih” melalui prinsip falsitiabilitas itu cukup ditemukan seekor angsa yang bukan berbulu putih(entah hitam, kuning, hijau, dan lain-lain), maka runtuhlah pernyataan tersebut. Namun apabilasuatu hipotesa dapat bertahan melawan segala usaha penyangkalan, maka hipotesa tersebutsemakin diperkokoh (CORROBORATION).IV. PENUTUPSebagai penutup, dengan memahami dan menghayati metodologi dan sembilan keajaiban(magic) pembuatan proposal penelitian semoga kita memiliki tenaga ahli peneliti yang genius,cerdas (a) dan (c) menghasilkan luaran penelitian yang berkualitas, serta (c). dapat menyinariinstansi terkait sebagai bahan masukan bagi pengembangan kebijakan dan program yangoperasional dimasa datang. Agar tujuan tersebut dapat diwujudkan, berikut disampaikan duapuluh satu kiat untuk mencapai sukses dari Nugroho A Suryo sebagai berikut:1. Kenali diri sendiri dan lingkungan sekitar kitanya. Manfaatkan kekuatan yang dimiliki,hilangkan kelemahan, gunakan peluang dan hindari ancaman yang ada.2. Bekerjalah dengan keras dan cerdik. Gunakan kreativitas untuk mempperoleh keunggulanbersaing.3. Milikilah komitment yang kuat untuk menjadi pemenang dan jangan mudah putus asa.4. Bekerjalah dengan memperhatikan konsep bisnis, indera bisnis dan suara hati nurani.5. Buatlah perencanaan kerja tetapi jangan terlalu kaku dengan rencana tersebut.
  • 9. 6. Belajarlah dari pengalaman orang lain atau perusahaan lain, dan ikuti perkembangan konsepbisnis.7. Berani mengakui kesalahan dan tidak mengulangi kesalahan yang sama atau yang sudah diketahui.8. Berani mengambil resiko tetapi berani pula mengelola resiko dengan baik.9. Komunikasikan pendapat secara nasional dan jangan cari musuh.10. Lakukan perbaikan secara terus menerus baik dari sendiri maupun proses kerja diperusahaan.11. Lihatlah perubahan sebagai teman bukan sebagai musuh.12. Tanggap atas perubahan yang terjadi maupun yang akan terjadi.13. Perbesar jaringan bisnis yang ada. Gunakan jaringan yang ada dan perbesar terus. Jaringanini bukan untuk membentuk kolusi atau nepotisme, tetapi memperbesar peluang dengan carasehat.14. Jangan terlalu sering pindah kerja atau usaha. Tekunilah apa yang dikerjakan. Denganmenekuni, maka seseorang akan mengenali, menikmati pekerjaannya dengan baik dan menjadiahli dibidangnya.15. Tingkatkan kemampuan berbaha asing.16. Tingkatkan kemampuan kepemim-pinan dan kemampuan impersonal.17. Tingkatkan kemampuan mengambil keputusan dan kemampuan imple-mentasi perubahanyang besar.18. Tingkatkan kemampuan mengatasi konflik dan jangan menjadi penyebab konflik.19. Tingkatkan terus kemampuan, ketrampilan kecil seperti teknik penyusunan laporan,pembuatan proposal yang baik, teknik presentasi dan teknik negosiasi.20. Tingkatkan terus motivasi kerja dan tunjukkan kemampuan untuk berprestasi.21. Tingkatkan terus motivasi kerja dan kemampuan bawahan atau kelompok kerja anda.