• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
 

Ppt askep kami

on

  • 1,827 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,827
Views on SlideShare
1,827
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
22
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Ppt askep kami Ppt askep kami Presentation Transcript

    • ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADATN. D DENGAN ISOLASI SOSIALDI RUANGAN MURAI A RSJ SOEPRAPTO BENGKULUDISUSUN OLEH:KELOMPOK 1KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIAPOLTEKKES KEMENKES BENGKULUPRODI KEPERAWATAN CURUP2013
    • BAB 1PENDAHULUANLatar BelakangGangguan kejiwaan atau skizofrenia adalah suatu gangguanpsikosis fungsional berupa gangguan mental berulang yangditandai dengan gejala-gejala psikotik yang khas sepertikemunduran fungsi sosial, fungsi kerja, dan perawatan diri.Skizofrenia Tipe I ditandai dengan menonjolnya gejala-gejalapositif seperti halusinasi, delusi, dan asosiasi longgar,sedangkan pada Skizofrenia Tipe II ditemukan gejala-gejalanegatif seperti penarikan diri, apatis, dan perawatan diri yangburuk (Forum Sains Indonesia, 2010).
    • • Penderita gangguan jiwa skizoprenia paranoid( f.20.0 ) bulan januari tahun 2013 mencapai56 orang pasien di RSJ SoepraptoBengkulu, dan menjadi 48 orang pada bulanfebruari tahun 2013. Selama kelompokpraktek dimurai A kelompok menemukan ada30 pasien yang mengalami isolasi sosial dari40 pasien.• Dari data diatas kelompok tertarik untukmengangkat masalah tentang isolasi sosialdiruangan murai A.
    • BAB IITINJAUAN TEORITISA. Konsep Dasar Skizofrenia1.PengertianSkizofrenia adalah suatu diskripsi sindrom denganvariasi penyebab (banyak belum diketahui) danperjalanan penyakit (tak selalu bersifat kronis ataudeteriorating) yang luas, serta sejumlah akibat yangtergantung pada pertimbangan pengaruh genetik, fisikdan sosial budaya (Rusdi Maslim, 1997; 46).
    • B. Konsep Dasar Isolasi Sosial1. PengertianMenurut Townsend M.C (1988) Isolasi socialmerupakan keadaan kesepian yang dialami olehseseorang karena orang lain dianggap menyatakansikap negative dan mengancam bagi dirinya.Sedangkan menurut DEPKES RI (1989) penarikan diriatau withdrawal merupakan suatu tindakanmelapaskan diri, baik perhatian maupun minatnyaterhadap lingkungan sosial secara langsung yangbersifat sementara atau menetap.
    • 2. EtiologiIsolasi social menarik diri sering disebabkan oleh kurangnya rasapercaya pada orang lain, perasaan panik, regresoi ke tahapperkembangan sebelumnya, waham, sukar berinteraksi dimasalampau, perkembangan ego yang lemah serta represi rasa takut Datasubjektif :• Mengkritik diri sendiri atau orang lain• Perasaan tidak mampu• Rasa bersalah• Sikap negative pada diri sendiri• Sikap pesimis pada kehidupanData Objektif :• Produktifitas menurun• Prilaku deskruktif pada diri sendiri• Menarik diri dari hubungan social• Ekspresi wajah malu dan rasa bersalah• Menunjukkan tanda depresi (sukar tidur dan sukar makan)
    • 3. Tanda dan GejalaData subjektif• Mengungkapkan perasaan tidak berguna, penolakanoleh lingkungan• Mengungkapkan keraguan tentang kemampuan yangdimilikiData objektif• Tempat menyendiri dalam ruangan• Tidak berkomunikasi, menarik diri• Tidak melakukan kontak mata• Tampak sedih, efek datar• Posisi meringkuk ditempat tidur dengan punggungmenghadap ke
    • • Pohon MasalahDaftar masalah keperawatan:• Isolasi sosial• Gangguan konsep diri : harga diri rendah• Resiko Perubahan sensori persepsi : halusinasi
    • BAB IIIASUHAN KEPERAWATAN KASUSI. Pengkajian• Ruang perawatan :Murai A Rumah Sakit JiwaSoeprapto Bengkulu.• Tanggal rawat: 19 Maret2013• Tanggal pengkajian : 25maret 2013• No R.M : 02 53 86Identitas klien• Nama : Tn. D• Umur : 38 tahun• Pendidikan : SMP• Pekerjaan : Tidak kerja• Alamat : Ds. Campursari, kec.Megang sakti, kab.Musi RawasLubuklinggau, Sumsel.Identitas penanggung jawab• Nama : Ny. S• Umur : 35 tahun• Pendidikan : SMP• Pekerjaan : Swasta• Alamat : Ps.campursari, Kec megang sakti, Kab.Musi rawasLubuklinggau, SumateraSelatan• Hubungan dengan klien : Istri
    • II. Alasan masuk rumah sakitKlien masuk rumah sakit jiwasoeprapto daerah bengkulu diantar oleh Ny. S, istri dari Tn. Dpada tanggal 19 maret 2013 klienmerupakan pasien ulangandengan alasan mondar –mandir, emosi labil, mengocehsendiri, Os malas minum obatdan tidur (kurang).saat pengkajian tanggal 25 maret2013,Tn. D nampak murung danjarang berinteraksi dengan oranglain, Os tidak bisa berkomunikasidengan jelas, os kurangkooperatif dan afek klien datarsaat di ajak bicara dan tatapanmata (tidak ada)Masalah keperawatan :•Isolasi sosial•Resiko perilaku kekerasan•Gangguan komunikasi verbal•Resiko PSP hallusinasi•Penatalaksanaan regimen therapeutikinefektif•Koping individu tidak efektifIII. Faktor Predisposisi• Gangguan jiwa yang di alami oleh kliensudah di derita sejak beberapa tahunyang lalu, klien jarang berinteraksidengan orang lain, baik dengan tetanggamaupun teman dekat. Klien mengatakanpernah dipukul oleh kakak nya 2 bulanyang lalu. klien juga pernah masuk RSJpada tanggal 1 juni 2011 dan keluartanggal 28 juli 2011• Klien keluar dari RSJ dan putus obat, klienmengatakan malas minum obat.• Klien mengatakan tidak ada anggotakeluarga nya yang mengalami gangguanjiwa.
    • IV. Pemeriksaan fisikPada saat pengkajiantingkat kesadaran klienpenuh tetapi klien kurangpeka terhadap lingkungan(apatis)Tanda – tanda vital• tekanan darah : 120/ 80mmHg• nadi : 80 x/mnt• suhu : 36,5 oc• pernafasan : 20 x/mnt• tinggi badan : 162 cm• berat badan : 65 kgGenogramklien empat bersaudara tiga oranglaki-laki dan satu orangperempuan. Klien merupakananak pertama dan tinggal bersamadengan saudara dan orang tuanyadan klien sudah menikah.
    • 2. Konsep diri– Citra tubuh• Klien tidak merasa ada kekurangan dalam tubuhnya– Identitas• Klien merupakan seorang laki- laki dengan pendidikanterakhir sekolah menengah pertama (SMP), dan sebagaiseorang laki-laki klien merasa tidak mampu memimpinkeluarganya.– Peran• Klien merasa gagal menjadi pemimpin rumah tangga.– Ideal diri• Klien mengatakan ingin pulang dan memancing lagi.– Harga diri• Klien tidak menjawab ( tanpa respon ), klien menundukdan kontak mata kurang,Masalah keperawatan : Harga diri rendah.
    • 3. Hubungan sosial-Orang terdekat di rumah• Klien mengatakan dekat dengan ibu nya, klien merasatenang dan tidak takut ketika dekat dengan ibunya.-Peran serta dalam masyarakat• Klien sebagai anggota masyarakat, tidak pernahmenerima suatu jabatan dalam masyarakat. Klienhanya sebagai warga biasa dalam masyarakat.Sedangkan peran serta klien di rumah sakit tidakada, karena klien lebih sering menyendiri.-Hambatan dalam hubungan dengan orang lain.• Klien mengatakan kurang bisa bergaul dan lebih banyakdiam. Karena klien merasa orang lain sulit untukmengerti dengan apa yang ia ucapkan.
    • 4. Status mental• PenampilanPada saat di observasi klien nampak tak bersih,meskipun klien mandi namun klien hanya menyiramtubuh nya dengan air saja tanpa menggunakan sabun.Klien juga jarang menggosok gigi dan keramas denganmenggunakan shampoo. Gigi dan gusi klien terlihathitam dan kotor dan banyak bekas makanan yangmenyangkut di gigi, pakaian yang di gunakan olehklien sesuai namun tidak bersih. Kulit klien di penuhioleh daki dan rambut klien berbau, kuku klien panjangdan kotor.Masalah keperawatan : Defisit Perawatan Diri.
    • • PembicaraanKlien terlihat banyak diam dan jarang berinteraksi denganteman-teman satu kamarnya, klien hanya berkumpul jikasedang merokok saja. Klien jarang mengobrol dengan temansatu kamarnya, klien sulit berkomunikasi karena ucapanklien sulit di mengerti oleh orang lain.Masalah keperawatan : Kerusakan Komunikasi Verbal.• Aktivitas motorikKlien terlihat lesu dan kurang bersemangat, klienNampak bingung dan sering menyendiri, klien kurangkooperatif saat di ruangan dan jarang bergaul denganteman – teman satu kamarnya.Masalah keperawatan : Isolasi Sosial
    • • Alam perasaanKlien mengatakan sedih karena ingin pulang, klien mengatakanbahwa ia sering di pukul kakanya sehingga klien malas bergaul.Masalah keperawatan : - Isolasi Sosial- Koping Keluarga Inefektif• AfekAfek klien tumpul klien hanya bereaksi jika ada stimulasi yang kuat.Contohnya : jika klien di ajak bicara klien lebih banyak diam danwalaupun di ulang pertanyaan masih tetap saja diam.Masalah keperawatan : Harga Diri Rendah.• Interaksi saat wawancara• Interaksi klien selama wawancara tatapan mata (kurang) klienbersikap kurang kooperatif namun masih dapat menjawabpertanyaan perawat meskipun dengan gaya bicara yang lambatdan kurang jelas.• Masalah Keperawatan : Kerusakan Komunikasi Verbal
    • • PersepsiKlien mengatakan bahwa ia tidak melihat ataupun mendengar suaradan penampakan mahluk-mahluk halus, namun berdasarkan statusklien pernah mengalami riwayat halusinasi.Masalah Keperawatan : Resiko Perubahan Sensori PersepsiHalusinasi.• Proses pikirSaat di wawancara klien sering membelakangi perawat dan tiba-tibaberjalan ke tempat yang lain, lalu pembicaraan klien terhenti tiba-tiba tanpa adanya gangguan eksternal.Masalah keperawatan : Gangguan Proses Pikir• Isi pikirPerawat mengalami kendala dalam mencari tahu apa yang di pikirkanoleh klien karena klien kurang nyambung saat di ajak bicara danpembicaraan klien kurang jelas.Masalah keperawatan : Kerusakan Komunikasi Verbal.
    • • Tingkat KesadaranKlien mengalami disorientasi karena klien tidak dapat menjawab diasekarang berada di mana, dan klien tidak tahu nama temansekamarnya.Masalah keperawatan : - Gangguan Proses Pikir-Isolasi Sosial• MemoriPada saat di lakukan pengkajian klien sulit mengungkapan tentangkejadian masa lalu, kejadian yang baru saja yang ia alami.Masalah keperawatan : Gangguan Disorientasi.• Tingkat konsentrasi dan berhitungPada saat pengkajian klien tidak dapat berkonsentarsi dalam bicaradan klien sama sekali tidak dapat berhitung dan menyebutkan angka.Masalah keperawatan : Gangguan Proses Pikir.
    • Daftar Masalah Keperawatan• Isolasi sosial• Gangguan komunikasi verbal• Resiko perubahan sensoripersepsi : Halusinasi• Regimen therapy inefektif• Koping individu tidak efektif• Harga diri rendah• Defisit perawatan diri• Koping keluarga inefektifPohon Masalah
    • • Aspek medisDiagnose medis : F.20.0 (skizofrenia paranoid)• Therapy :Alprazolam 2x0.5 mg /hari• Indikasi:Gangguan kecemasan, panik dengan atau tanpaagorafobia ( ketakutan di ruang terbuka),kecemasan yang berkaitan dengan depresi.• Efek Samping:> 10% :SSP : depresi, mengantuk, disartria(gangguan berbicara), lelah, sakit kepala,hiperresponsif, kepala terasa ringan, gangguaningatan, sedasi; Metabolisme-endokrin :penurunan libido, gangguan menstruasi;Saluran cerna : peningkatan/penurunan seleramakan, penurunan salivasi,penurunan/peningkatan berat badan, mulutkering (xerostomia).1-10%: Kardiovaskuler : hipotensi; SSP :gangguan koordinasi, akatisia (tidak bisa duduktenang), gangguan konsentrasi, bingung,kehilangan perasaan terhadap realitas,disorientasi, disinhibisi, pusing,hipersomnia(tidur terus), mimpi buruk, vertigo.• Rispiridon 2x2 mg/ hariIndikasi:Terapi shcizofrenia, mania akut, mania yangberkaitan dengan gangguan bipolar I• Efek Samping:Frekuensi>10% :SSP :insomnia, agitasi, cemas, sakit kepala, gejalaekstra piramidal, pusing(injeksi);Saluran cerna :berat badan naik;Pernapasan : rinitis(injeksi).Frekuensi 1-10% :KV : hipotensi, terutamaortostatik, takikardia,SSP :sedasi, pusing, gelisah, reaksidistoni, pseudoparkinson, diskinesiatardif, sindroma neurolepsimalignan, perubahan pengaturan suhutubuh, nervous, lelah, somnolen, halusinasi.Dermatologi : fotosensitivitas, rash, kulitkering, seborea, akne.Endokrin-metabolisme :amenore, galaktorea, ginekomastia, disfungsiseks.Saluran cerna :konstipasi, xerostomia, dispepsia, muntah, nyeriabdominal, mual, anoreksia, diare, perubahanberat badan.Genitourinari : poliuria, otot-saraf:mialgia,Mata : penglihatanabnormal, Pernafasan : rinitis.Frekuensi <1% ( hanya yang berbahaya)diabetes, hiperglikemia, stroke, transientischemic attack(TIA), reaksi anafilaksis.
    • ANALISA DATA
    • RENCANA KEPERAWATANISOLASI SOSIALHARGA DIRI RENDAHDEFISIT PERAWATAN DIRI
    • STRATEGI PELAKSANAANIMPLEMENTASI DAN EVALUASI
    • BAB IVPEMBAHASAN• PengkajianFaktor Psikologis dimana Tn. D pernahmengalami tindak kekerasan yang dilakukan oleh kakak kandung nya, mulaikejadian itu klien takut berhubungandengan orang lain.Pohon masalah dalam teori ada 5 yaitu.Harga Diri Rendah, Isolasi sosial, regimentherapy obat infektif dan defisit perawatandiri gangguan komunikasi verbal.Sedangkan menurut kasus, berdasarkanhasil pengkajian pada tanggal 25 Maret2013 pada Tn. D didapatkan 8 masalahkeperawatan yaitu :• Isolasi sosial• Gangguan komunikasi verbal• Resiko perubahan sensori persepsi :Halusinasi• Regimen therapy inefektif• Koping individu tidak efektif• Harga diri rendah• Defisit perawatan diri• Koping keluarga inefektifPada tahap pengkajian terdapat factorpendukung adanya bukusumber, perawat ruangan, buku statusklien.Sedangkan factor penghambat nyayaitu klien tidak dapat bicara denganjelas dan bahasa klien sulit untuk dimengerti.Serta tidak bertemunyapenulis dengan keluarga sehinggamenyulitkan penulis dalam memvalidasidata yang didapat.Tetapi penulis dapatmengatasinya dengan bertanya padaperawat ruangan dan melakukanpendekatan pada klien dengan membinahubungan saling percaya.
    • • Diagnosa KeperawatanDiagnosa yang diangkat didalam kasus ada 3yaitu : IsolasiSosial, Defisit Perawatan Diri, dan Harga DiriRendah.Isolasi Sosial• Perencanaan• Setelah diagnosa keperawatan maka kelompok membuatrencana asuhan keperawatan berdasarkan perioritas masalahdari semua diagnose keperawatan yang menurut prioritasutama yaitu isolasi soasial. Tujuan umumnya yaitu klienmampu berhubungan dengan orang lain secara optimal• Kriteria hasil untuk Tujuan 1 yaitu klien menunjukkan tanda-tanda percaya kepada perawat, ekspresi wajahbersahabat, menunjukkan rasa senang, ada kontak mata, mauberjabat tangan, mau menyebutkan nama, mau menjawabsalam, mau duduk berdampingan dengan perawat, bersediamengungkapkan masalah yang dihadapi.
    • • Criteria hasil untuk tujuan 2 yaitu klien dapatmenyebutkan minimal dua penyebab menarik diri baikitu dari diri sendiri, orang lain maupun lingkungan.• Kriteria hasil untuk tujuan 3 klien dapat menyebutkankeuntungan berhubungan sosial, yaitu banyakteman, tidak keepian, bisa berdiskusi, salingmenolong, dan kerugian menarik diri, yaitusendiri, kesepian, tidak bisa berdiskusi.• Kriteria hasil untuk tujuan 4 yaitu , klien dapatmelaksanakan hubungan sosial secara bertahap denganperawat - perawat lain, teman sekamar, teman-temanlain dan kelompok.• Kriteria hasil untuk tujuan 5 yaituklien dapatmengungkapkan perasaannya setelah bersosialisasidengan orang lain dan kriteria hasil untuk tujuan 6 yaitukeluarga dapat menyebutkan cara merawat klienmenarik diri.
    • Dalam pelaksanaan tindakan keperawatan terdapatfactor pendukung yaitu klien yang kooperatif danadanya kerjasama tenaga medis lainnya. Faktorpenghambat yang ditemukan yaitu adanya waktu dankegiatan yang tidak diperkirakan oleh penulis dantidak bertemunya penulis dengan keluarga klien.Namun klien dapat mengatasi dengan memberikanasuhan keperawatan yang optimal dengan carasederhana.
    • • EvaluasiEvaluasi merupakan tahap dimana akan dinilai sejauhmana pencapaian hasil terhadap tujuan dan criteriahasil yang telah dilakukan. Evaluasi dilakukan sesuaistandar yang telah ditetapkan yaitu denganmenggunakan SOAP, pada tahap ini dilakukanpenilaian respon klien terhadap perawat dankemampuan yang dimiliki klien.
    • BAB VPENUTUPKesimpulan• Perilaku menarik diri merupakan percobaan untukmenghindari interaksi dengan orang lain, menghindarihubungan dengan orang lain ( Kawlins, 1993 )• Penyebabnya meliputi:• Faktor Perkembangan• Faktor biologis• Faktor sosial-budaya
    • » Saran• Bagi mahasiswaDiharapkan sebelum terjunkelapangan atau rumahsakit, mahasiswa lebihmemahami teorinya. Agar dalammelaksanakan pengkajian danasuhan keperawatan mahasiswalebih mudah melakukannya.• Bagi pasienDiharapkan klien lebih banyakmengikuti TAK maupunTAL, karena kedua hal tersebutdapat meningkatkan motivasiklien dalam mencapai tingkatkesembuhan.• Bagi keluargaDiharapkan agar keluarga tidakmengucilkan klien, dan memarahiklien. Dan diharapkan agar keluargamemberi pujian kepada klien jikaklien bisa melakukan suatu tindakanagar klien merasa dihargai.• Bagi Rumah Sakit JiwaDiharapkan agar Rumah Sakit JiwaSoeprapto Bengkulu dapat menjadipusat rujukan didaerah Bengkulu.• Bagi pendidikanDiharapkan kepada pembimbingpendidikan agar ikut serta dalampelaksanaan TAK dan TAL.
    • SEKIAN