<ul><li>Pengertian Kamera </li></ul><ul><li>Sejarah Kamera </li></ul><ul><li>Jenis-Jenis Kamera </li></ul><ul><li>Komponen...
Pengertian Kamera <ul><li>Kamera merupakan alat yang berfungsi dan mampu untuk menangkap dan mengabadikan gambar/image. Ka...
B. Sejarah Kamera <ul><li>Saat ini kamera dapat menghasilkan sebuah gambar yang dapat langsung kita lihat hasilnya, tidak ...
<ul><li>Barulah pada akhir abad ke 16, seorang ilmuwan dan penulis bernama Giovanni Battista della Porta mencoba mengadaka...
<ul><li>Pada abad ke-17, kamera obscura tidak merupakan suatu ruangan yang besar, namun sudah menjadi  sebuah kotak yang m...
 
<ul><li>1. Jenis Kamera Berdasarkan Media Penangkap Cahaya </li></ul>
1. Kamera Film <ul><li>Kamera film menggunakan pita seluloid (atau sejenisnya, sesuai perkembangan teknologi). Butiran sil...
2. Kamera Polaroid <ul><li>Kamera jenis ini memakai lembaran polaroid yang langsung memberikan gambar positif sehingga pem...
3. Kamera Digital <ul><li>Kamera jenis ini merupakan kamera yang dapat bekerja tanpa menggunakan film. Si pemotret dapat d...
2. Jenis Kamera Berdasarkan Mekanisme Kerja <ul><li>a. Kamera Single Lens Reflect </li></ul><ul><li>b. Kamera Instan </li>...
<ul><li>Viewfinder  memainkan peranan penting dalam penyusunan komposisi fotografi. Fotografer ahli biasanya akan lebih me...
<ul><li>a. Kamera Saku </li></ul><ul><li>b. Kamera TLR </li></ul><ul><li>Jenis yang paling populer digunakan masyarakat um...
c. Kamera TLR <ul><li>Pada kamera SLR, cahaya yang masuk ke dalam kamera dibelokkan ke mata  fotografer  sehingga fotograf...
<ul><li>Sebuah kamera minimal terdiri atas: </li></ul><ul><li>Kotak yang kedap cahaya (badan kamera) </li></ul><ul><li>Sis...
a. Badan Kamera <ul><li>Badan kamera adalah ruangan yang sama sekali  kedap cahaya , namun dihubungkan dengan lensa yang m...
b. Sistem Lensa <ul><li>Sistem lensa dipasang pada lubang depan kotak, berupa sebuah lensa tunggal yang terbuat dari  plas...
<ul><li>c. Pemantik Potret </li></ul><ul><li>d. Bagian Lain </li></ul><ul><li>Tombol pemantik potret atau  shutter  dipasa...
<ul><li>Pada saat kita menekan tombol shutter, maka di dalam kamera terjadi tahapan-tahapan untuk memproses gambar. Meskip...
1. Lensa menangkap gambar, lalu diteruskan ke bagian panel penangkap gambar. Penangkap gambar atau biasa disebut sensor CC...
<ul><li>4. Gambar yang ditangkap oleh sensor CCD diteruskan ke bagian pemroses gambar yang tugasnya memproses semua data d...
F. Keuntungan dan Kerugian Kamera <ul><li>Keuntungan kamera diantaranya : </li></ul><ul><li>Kerugian kamera diantaranya: <...
Terima Kasih
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Elektro Presentation

2,772 views
2,716 views

Published on

2 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
2,772
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
245
Comments
2
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Elektro Presentation

  1. 1. <ul><li>Pengertian Kamera </li></ul><ul><li>Sejarah Kamera </li></ul><ul><li>Jenis-Jenis Kamera </li></ul><ul><li>Komponen Kamera </li></ul><ul><li>Cara Kerja Kamera </li></ul><ul><li>Keuntungan dan Kerugian Kamera (menurut kelompok kami) </li></ul>KAMERA
  2. 2. Pengertian Kamera <ul><li>Kamera merupakan alat yang berfungsi dan mampu untuk menangkap dan mengabadikan gambar/image. Kamera pertama kali disebut sebagai camera obscura, yang berasal dari bahasa latin yang berarti  ruang gelap. </li></ul><ul><li>  </li></ul>
  3. 3. B. Sejarah Kamera <ul><li>Saat ini kamera dapat menghasilkan sebuah gambar yang dapat langsung kita lihat hasilnya, tidak seperti pada saat awal ditemukaannya kamera konvensional yang merupakan cikal bakal kamera modern saat ini. Secara mendasar prinsip kerja kamera adalah menyimpan gambar dalam sebuah kotak tertutup yang disalahsatu sisinya terdapat lubang kecil yang terkena sinar dari sebuah benda yang ada di depan lubang tersebut sehingga di dalam kotak tersebut terjadi refleksi cahaya yang menghasilkan sebuah gambar. </li></ul><ul><li>Sesuai dengan prinsip kerja tersebut pada abad ke-11 ditemukan kamera yang diberi nama Camera Obscura  yang artinya Camera = Kamar; Obscura = Gelap. Sejak saat itu para ilmuwan arab telah disibukkan dengan penggunaan-penggunaan kamera tersebut. Sampai pada akhir abad ke 15 Leonardo da Vinci mencoba untuk menguraikan kerja kamar gelap secara terperinci. </li></ul><ul><li>Walaupun pada tahun-tahun tersebut belum diketemukan film atau plat yang peka terhadap cahaya (yang dapat merekam gambar), para ilmuwan dan orang-orang harus puas dengan alat itu. Tidak ada yang bisa memastikan siapa yang mula-mula membuat Camera Obscura, banyak ilmuwan di zamannya yang menulis tentang alat itu seperti Ibnu al Haitam, Roger Bacon, Copernicus, Kepler, Leonardo da Vinci, Newton dll. </li></ul>
  4. 4. <ul><li>Barulah pada akhir abad ke 16, seorang ilmuwan dan penulis bernama Giovanni Battista della Porta mencoba mengadakan eksperimen dengan menggunakan sebuah lensa sederhana untuk mempertajam proyeksi bayangan yang masuk melalui lubang. Walaupun hasilnya masih jauh dari sempurna, namun langkah ini telah menandai mulai digunakannya sebuah lensa dalam pengembangan camera obscura. </li></ul><ul><li>Ruangan atau kotak yang gelap itu disebut dengan Camera Obscura, dimana camera berarti sebuah kamar atau ruangan dan obscura berarti gelap dan kata kamera tersebut dipakai sebagai alat untuk memotret.        Awal kelahiran fotografi dimulai kurang lebih abad ke-17 dan prosesnya tidak jauh berbeda dengan fotografi sekarang ini, namun sejak kapan kamera tersebut ditemukan atau dibuat tidak ada yang dapat memastikan. Aristoteles mengatakan bahwa cahaya yang melewati lubang kecil akan membentuk kesan atau gambar atau image. Pada abad ke-10 ilmuwan Arab Al Hansen, memperkuat prinsip dasar tersebut. Gambar pertama tentang kamera tersebut baru dibuat oleh Reinerus Gemma Prisius, dan kamera pada jaman tersebut merupakan dark room ( ruangan yang gelap ). </li></ul><ul><li>Giovanni Battista Della Porta ilmiawan dari Itali membuat camera obscura, dan kata kamera tersebut dipakai sebagai alat untuk memotret.  Kamera ini kemudian diberi  lensa  dan pada zaman Renaissance kamera ini dipergunakan sebagi alat bantu dalam dunia seni lukis. </li></ul>
  5. 5. <ul><li>Pada abad ke-17, kamera obscura tidak merupakan suatu ruangan yang besar, namun sudah menjadi  sebuah kotak yang mudah untuk dibawa dan dipindahkan. Dan pada zaman tersebut kotak tersebut dilengkapi oleh ground glass, sehingga dengan alat tersebut dapat untuk menggambar atau melukis di atas lembaran kertas yang tembus cahaya. </li></ul><ul><li>Johann Zahn kemudian membuat sebuah kamera dengan tinggi 9 inchi dan panjang 2 feet dengan menggunakan lensa, ground glass dan dilengkapi dengan focus ( pengatur jarak ), diafragma, dan ( mirror )cermin. Dengan penemuan baru tersebut mulailah kamera tersebut dikenal oleh kita. </li></ul><ul><li>Setelah penemuan tentang kamera, kemudian pada tahun 1604 oleh Anglo Sala pria berkebangsaan Itali, benih pembuatan film baru dimulai. Dia  melakukan percobaan dengan campuran perak yang dicahayai oleh sinar matahari sehingga terjadi perubahan warna seiring dengan bereaksinya campuran perak tersebut. </li></ul>
  6. 7. <ul><li>1. Jenis Kamera Berdasarkan Media Penangkap Cahaya </li></ul>
  7. 8. 1. Kamera Film <ul><li>Kamera film menggunakan pita seluloid (atau sejenisnya, sesuai perkembangan teknologi). Butiran silver halida yang menempel pada pita ini sangat sensitif terhadap cahaya. Saat proses  cuci film , silver halida yang telah terekspos cahaya dengan ukuran yang tepat akan menghitam, sedangkan yang kurang atau sama sekali tidak terekspos akan tanggal dan larut bersama cairan pengembang ( developer ). </li></ul><ul><li>Jenis kamera film yang digunakan adalah dari jenis 35 milimeter, yang menjadi populer karena keserbagunaan dan kecepatannya saat memotret, karena kamera ini berukuran kecil, kompak dan tidak mencolok. Lensa kadang dapat dipertukarkan, dan kamera itu dapat memuat gulungan film untuk 36 singkapan, bahkan kadang lebih. </li></ul>
  8. 9. 2. Kamera Polaroid <ul><li>Kamera jenis ini memakai lembaran polaroid yang langsung memberikan gambar positif sehingga pemotret tidak perlu melakukan proses cuci cetak film. </li></ul>
  9. 10. 3. Kamera Digital <ul><li>Kamera jenis ini merupakan kamera yang dapat bekerja tanpa menggunakan film. Si pemotret dapat dengan mudah menangkap suatu objek tanpa harus susah-susah membidiknya melalui jendela pandang karena kamera digital sebagian besar memang tidak memilikinya. Sebagai gantinya, kamera digital menggunakan sebuah layar  LCD  yang terpasang di belakang kamera. Lebar layar LCD pada setiap kamera digital berbeda-beda. </li></ul><ul><li>Sebagai media penyimpanan, kamera digital menggunakan  internal memory  ataupun  external memory  yang menggunakan  memory card . </li></ul>
  10. 11. 2. Jenis Kamera Berdasarkan Mekanisme Kerja <ul><li>a. Kamera Single Lens Reflect </li></ul><ul><li>b. Kamera Instan </li></ul><ul><li>Kamera ini memiliki cermin datar dengan singkap 45  derajat  di belakang lensa, sehingga apa yang terlihat oleh pemotret dalam jendela pandang adalah juga apa yang akan di tangkap pada film. Umumnya kamera ini digunakan setinggi pinggang ketika dipotretkan. </li></ul><ul><li>Istilah instan adalah dimilikinya mekanisme automatik pada kamera, sehingga berdasar pengukur cahaya ( lightmeter  atau  fotometer ), lebar diafragma dan kecepatan pemetik potret secara otomatis telah diatur. </li></ul>
  11. 12. <ul><li>Viewfinder  memainkan peranan penting dalam penyusunan komposisi fotografi. Fotografer ahli biasanya akan lebih memilih viewfinder dengan kualitas baik dan mampu memberikan gambaran tepat seperti apa yang akan tercetak. </li></ul>
  12. 13. <ul><li>a. Kamera Saku </li></ul><ul><li>b. Kamera TLR </li></ul><ul><li>Jenis yang paling populer digunakan masyarakat umum. Lensa utama tak bisa diganti,umumnya otomatis atau memerlukan sedikit penyetelan Cahaya yang melewati lensa langsung membakar medium. Kelemahan film ini adalah gambar yang ditangkap oleh mata akan berbeda dengan yang akan dihasilkan film, karena ada perbedaan sudut pandang jendela pembidik ( viewfinder )) dengan lensa. </li></ul><ul><li>Kelemahan kamera poket diperbaiki oleh kamera TLR. Jendela bidik diberikan lensa yang identik dengan lensa di bawahnya. Namun tetap ada  kesalahan paralaks  yang ditimbulkan sebab sudut dan posisi kedua lensa tidak sama. </li></ul>
  13. 14. c. Kamera TLR <ul><li>Pada kamera SLR, cahaya yang masuk ke dalam kamera dibelokkan ke mata  fotografer  sehingga fotografer mendapatkan bayangan yang identik dengan yang akan terbentuk. Saat fotografer memencet tombol kecepatan rana, cahaya akan dibelokkan kembali ke medium (atau film). lensa kamera SLR dapat diganti ganti sesuai kehendak,sangat disukai para ahli foto, atau hobby, dudukan lensa pada body kamera berbeda benda tergantung merek kamera,mulai dari lensa wide(sudut lebar),tele(jarak jauh),dan lensa normal(standard 50 mm),tersedia pula lensa zoom dengan panjang lensa bervariasi. </li></ul>
  14. 15. <ul><li>Sebuah kamera minimal terdiri atas: </li></ul><ul><li>Kotak yang kedap cahaya (badan kamera) </li></ul><ul><li>Sistem  lensa </li></ul><ul><li>Pemantik potret ( shutter ) </li></ul><ul><li>Pemutar film </li></ul>
  15. 16. a. Badan Kamera <ul><li>Badan kamera adalah ruangan yang sama sekali  kedap cahaya , namun dihubungkan dengan lensa yang menjadi satu-satunya tempat cahaya masuk. Di dalam bagian ini cahaya yang difokuskan oleh lensa akan diatur agar tepat mengenai dan membakar  film . </li></ul><ul><li>Di dalam kamera untuk tujuan seni fotografi, biasanya ditambahkan beberapa tombol pengatur, antara lain: </li></ul><ul><li>1. Pengatur ISO/ASA Film. </li></ul><ul><li>2. Shutter Speed . </li></ul><ul><li>3. Aperture (Bukaan Diafragma). </li></ul><ul><li>Jika diperlukan bisa pula ditambah peralatan: </li></ul><ul><li>Blitz  (atau lebih umum disebut  lampu kilat  atau  flash ) </li></ul><ul><li>Tripod </li></ul><ul><li>Lightmeter </li></ul>
  16. 17. b. Sistem Lensa <ul><li>Sistem lensa dipasang pada lubang depan kotak, berupa sebuah lensa tunggal yang terbuat dari  plastik  atau  kaca , atau sejumlah lensa yang tersusun dalam suatu  silinder   logam . </li></ul><ul><li>Tingkat penghalangan cahaya dinyatakan dengan angka  f , atau bukaan relatifnya. Makin rendah angka  f  ini, makin besar bukaannya atau makin kecil tingkat penghalangannya. Bukaan ini diatur oleh jendela diafragma. Bukaan relatif diatur oleh suatu  diafragma . Untuk kamera SLR, lensa dilengkapi dengan pengatur bukaan diafragma yang mengatur banyaknya cahaya yang masuk sesuai keinginan fotografer. </li></ul><ul><li>Jenis lensa cepat ataupun lensa lambat ditentukan oleh rentang nilai F yang dapat digunakan. </li></ul><ul><li>Disamping lensa biasa, dikenal juga  lensa sudut lebar  ( wide lens ),  lensa sudut kecil  ( tele lens ), dan  lensa variabel  ( variable lens , atau oleh kalangan awam disebut dengan istilah lensa  zoom . </li></ul><ul><li>Lensa sudut lebar mempunyai jarak fokus yang lebih kecil daripada lensa biasa. Namun sebutan itu bergantung pada lebarnya film yang digunakan. Untuk film 35  milimeter , lensa 35 milimeter akan disebut lensa sudut lebar, sedangkan lensa 135 milimeter akan disebut lensa telefoto. </li></ul><ul><li>Lensa variabel dapat diubah-ubah jarak fokusnya, dengan mengubah kedudukan relatif unsur-unsur lensa tersebut. Lensa akan memfokuskan cahaya sehingga dihasilkan bayangan sesuai ukuran film. Lensa dikelompokkan sesuai panjang  focal length  (jarak antara kedua lensa). </li></ul><ul><li>Focal lenght  mempengaruhi besar komposisi gambar yang mampu dihasilkan. Dalam masyarakat umum, lebih dikenal dengan istilah  zoom . </li></ul>
  17. 18. <ul><li>c. Pemantik Potret </li></ul><ul><li>d. Bagian Lain </li></ul><ul><li>Tombol pemantik potret atau  shutter  dipasang di belakang lensa atau di antara lensa. Kebanyakan kamera SLR mempunyai mekanisme pengatur  waktu  untuk memungkinkan mengubah-ubah lama bukaan  shutter . Waktu ini ialah singkatnya pemetik potret itu membuka, sehingga memungkinkan berkas cahaya mengenai film. </li></ul><ul><li>Beberapa masyarakat awam menganggap kemampuan kamera sebanding dengan besarnya nilai maksimum  shutter speed  yang bisa digunakan. </li></ul><ul><li>Bagian lain sebuah kamera, antara lain: </li></ul><ul><li>Mekanisme memutar film gulungan agar bagian-bagian film itu bergantian dapat disingkapkan pada objek. </li></ul><ul><li>Mekanisme fokus yang dapat mengubah-ubah jarak antara lensa dan film. </li></ul><ul><li>Pemindai komposisi pemotretan ( range finder ) yang menunjukkan apa saja yang akan terpotret serta apakah objek utama akan terfokuskan. </li></ul><ul><li>Lightmeter  untuk membantu menetapkan kecepatan pemetik potret dan atau besarnya bukaan, agar banyaknya cahaya yang mengenai film cukup tepat sehingga diperoleh bayangan atau gambar yang memuaskan. </li></ul>
  18. 19. <ul><li>Pada saat kita menekan tombol shutter, maka di dalam kamera terjadi tahapan-tahapan untuk memproses gambar. Meskipun hanya merasakan sekilas saja, namun tahapan yang dilakukan di dalam kamera digital cukup panjang. Hanya saja, proses tersebut dilakukan dengan sangat cepat. Berikut adalah gambaran tentang proses tersebut : </li></ul>
  19. 20. 1. Lensa menangkap gambar, lalu diteruskan ke bagian panel penangkap gambar. Penangkap gambar atau biasa disebut sensor CCD -yang juga berfungsi sebagai view finder- mengirimkan gambar ke LCD. Sementara pada kamera DSLR, gambar juga dilewatkan ke cermin pantulan yang merefleksikan gambar ke jendela intip (eye finder). 2. Gambar yang ditangkap oleh lensa, dilewatkan pada filter warna yang kemudian akan ditangkap oleh CCD atau sensor gambar. Jarak antara lensa dan sensor ini dikenal dengan istilah focal length . Jarak ini pula yang akan menjadi faktor pengali pada lensa. 3. Tugas CCD adalah merubah sinyal analog (gambar yang ditangkap oleh lensa) menjadi sinyal listrik. Pada CCD ini terdapat jutaan titik sensor yang dikenal dengan pixel. Jadi istilah pixel atau megapixel pada kamera digital sebenarnya mengacu pada jumlah titik pada sensor ini. Semakin kecil sensor dan semakin banyak titik sensornya, maka akan semakin halus dan semakin tinggi resolusi gambar yang dihasilkan.
  20. 21. <ul><li>4. Gambar yang ditangkap oleh sensor CCD diteruskan ke bagian pemroses gambar yang tugasnya memproses semua data dari sensor CCD menjadi data digital berupa file format gambar, serta melakukan proses kompresi sesuai format gambar yang dipilih (RAW, JPEG, dan sebagainya). Di bagian ini selain chipset yang berperan, software (firmware) dari kamera yang bersangkutan juga menentukan hasil akhir gambar. Kedua bagian inilah yang akan menentukan karakter dari kamera digital tersebut. Itulah sebabnya, setiap mereka kamera memiliki software dan chipset sendiri-sendiri pada kamera mereka. </li></ul><ul><li>5. Proses yang terakhir adalah mengirimkan hasil file gambar dalam format yang dipilih ke bagian penyimpanan (storage) atau memory card. Biasanya, memory card berupa SD, CF dan sebagainya. </li></ul><ul><li>6. Tahapan selanjutnya adlaah proses yang dilakukan di luar kamera. Namun pada kamera digital modern, masih menyediakan opsi pencetakan langsung yang disebut PictBridge, ExifPrint dan sebagainya. </li></ul><ul><li>Demikianlah proses gambar pada sebuah kamera digital. Namun tahapan tersebut hanyalah basic atau dasar dari hampir semua kamera digital. Pada beberapa merek kamera digital, biasanya masih menambahkan beberapa proses untuk memperbaiki kualitas gambar, termasuk penambahan fitur pada tingkap aplikasi atau software. </li></ul>
  21. 22. F. Keuntungan dan Kerugian Kamera <ul><li>Keuntungan kamera diantaranya : </li></ul><ul><li>Kerugian kamera diantaranya: </li></ul><ul><li>1. Bisa mengabadikan kenangan seseorang. </li></ul><ul><li>2. Bisa pamer sama temen klo foto pas berangkat. </li></ul><ul><li>3. Bisa menyimpan foto orang yang disukai untuk membangkitkan semangat belajar. </li></ul><ul><li>1. Kebanyakan orang jaman sekarang menyalahgunakan kamera untuk hal-hal berbau pornografi dan hal-hal negatif lainnya. </li></ul><ul><li>2. Membeli kamera bisa mengeluarkan biaya yang cukup besar. </li></ul>
  22. 23. Terima Kasih

×