1PERUNDINGAN PERDAGANGAN     JASA KEUANGAN    DIREKTORAT PERUNDINGAN PERDAGANGAN JASA            KEMENTERIAN PERDAGANGAN
TUGAS SEKSI JASA KEUANGAN                     Permendag RI No.31/M-DAG/PER/7/2010melakukan penyiapan bahan perumusankebija...
Sektor yang termasuk dalam                 Jasa Keuangan                                 CPC (Central ProductNo        Cla...
All insurance and insurance-related services        812**1.   Life, accident and health insurance services   81212.   Non-...
Banking and other financial services (excl. insurance)1. Acceptance of deposits and other repayable funds from the public ...
7. Participation in issues of all kinds of securities, incl. under-writing      8132    and placement as agent (whether pu...
Mode of Supply                     Sektor Jasa KeuanganSecara umum Jasa Keuangan diperdagangkan dengan empatcara:Moda 1: P...
Penanganan Perdagangan JasaPerdagangan jasa terjalin dalam sistemperdagangan multilateral, regional danbilateral. Adapun f...
MULTILATERAL (WTO)
Perundingan Multilateral World Trade Organization (WTO) didirikan untuk  mendorong proses liberalisasi perdagangan dunia....
Prinsip Perundingan Jasa di WTO   Legally binding    Komitmen yang mengikat dan adanya kompensasi bilamana terjadi    pen...
Commitments WTO Indonesia telah memberikan komitmen untuk  sektor jasa sejak Uruguay Round; Komitmen Indonesia saat itu ...
INDONESIA – SCHEDULE OF COMMITMENTS       Financial Services - WTO
14
15
16
ASEAN FRAMEWORKAGREEMENT ON SERVICES       (AFAS)
ASEAN ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS)  diratifikasi dengan Keppres No.88 Tahun 1995. Prinsip dasarnya adala...
Perundingan Perdagangan Jasa di ASEANPemenuhan threshold AFAS 8  Jumlah sub sektor yang harus diliberallisasi :   80 Sub ...
Bidang jasa keuangan telah ditandatangani Protocol to Implement the Fourth Package of Commitments in Financial Sevices un...
Schedule of Commitment1 st Package2 nd Package3 rd Package4 th Package           21
ASEAN MITRA DIALOG
STATUS OF EXISTING ASEAN+1 FTAs      CHINA                    KOREA                     JAPAN                     ANZ     ...
ASEAN - CHINALandasan Hukum Persetujuan Jasa ACFTA ditandatangani pada pertemuan ke-12 KTT ASEAN di  Cebu, Filipina, pada...
ASEAN-CHINA AGREEMENT ON TRADE IN SERVICES                 INDONESIA’S SCHEDULE OF SPECIFIC SERVICES COMMITMENTSMode of Su...
Mode of Supply:     (1) Cross-border supply            (2) Consumption abroad                  (3) Commercial presence    ...
ASEAN-KOREALANDASAN HUKUM & CAKUPAN AKFTA Pada pertemuan KTT ASEAN-Korea pada bulan Nopember 2004 di Vientiane, Laos  par...
ASEAN-KOREA FTASCHEDULE OF COMMITMENTS          28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
ASEAN-JEPANGLANDASAN HUKUM & CAKUPAN FTA Landasan pembentukan perdagangan bebas ASEAN dan Jepang adalah Joint  Declaratio...
ASEAN - JEPANGRatifikasi dan Implementasi Persetujuan AJCEP berlaku efektif sejak 1 Desember 2008 Sub komite untuk bidan...
Matriks Jasa ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership                                  (AJCEP)Isu yang akan      Pos...
Isu yang akan        Posisi Terakhir                  Current Position                   Tindak    dibahas        Bangkok,...
ASEAN-AUSTRALIA& NEW ZEALANDDASAR HUKUM & CAKUPAN Pembentukan AANZFTA adalah dengan disepakatinya Joint Declaration of th...
ASEAN-AUSTRALIA& NEW ZEALAND            43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
ASEAN - INDIA Perundingan perdagangan jasa pada ASEAN-India  FTA masih dalam tahap negosiasiTerdapat banyak permasalahan:...
PERMASALAHAN             INDIA                    ASEAN                    Masukan Rapat                                  ...
PERMASALAHAN                   INDIA                     ASEAN                  Masukan Rapat                             ...
ASIA-PACIFIC ECONOMIC     COOPERATION         APEC
Perundingan Perdagangan Jasa                   di Forum APEC Prinsip kerja sama APEC tertuang dalam Osaka Action  Agenda ...
Pembahasan isu jasa tahun 2010 Jasa merupakan salah satu key areas of REI (Regional  Economic Integration) agenda APEC ta...
Pembahasan isu jasa tahun 2010Principles for Cross-Border Trade in Services   Tujuan: shared commitments to achieving grea...
Pembahasan isu jasa tahun 2010APEC Services Action Plan 2008 AELM Statement: called for accelerated  implementation of AP...
BILATERAL INDONESIA JEPANG ECONOMICPARTNERSHIP AGREEMENT (IJEPA)
Bilateral Indonesia – Jepang      Economic Partnership Agreement (IJEPA) Dasar hukum term of reference IJEPA Mei 2003. P...
Standstill (SS) dan S Commitments (1)a. Standstill (SS) CommitmentsJepang menekankan prinsip “SS” Commitment yang mempuny...
Standstill (SS) dan S Commitments (2)b. “S” Commitments Jepang juga kembali meminta pertimbangan Indonesia agar  memberik...
“S” Commitments“S” komitmen adalah komitmen pihak Indonesia yang tidak menambah restriksi lebih lanjut terhadap penyedia ...
DOMESTIC REGULATION IN  FINANCIAL SERVICES           71
Domestic Regulation Type of Legal                       Long Title in         Long Title in                   Short Title ...
Domestic RegulationType of Legal                         Long Title in          Long Title in                  Short Title...
Domestic Regulation  Type of Legal                    Short Title   Long Title in Indonesian   Long Title in English   Ins...
Domestic Regulation Type of Legal                          Long Title in                Long Title in                    S...
Domestic Regulation  Type of Legal                                    Long Title in                     Long Title in     ...
Domestic Regulation  Type of Legal                              Long Title in                         Short Title         ...
TERIMA KASIH     Please visit our website at  http://ditjenkpi.kemendag.go.id   6
Perundingan Perdagangan Jasa di ASEANPemenuhan threshold AFAS 7  Jumlah sub sektor yang harus diliberallisasi :   65 Sub ...
Indikasi Tambahan Offers (2)Sektor Distribution mengindikasikan membuat komitmen pada sub sektor jasa Multi Level Marketi...
Komitmen Initial Offer (1) Commercial presence dalam bentuk Joint Venture  berupa Perseroan terbatas (PT) dan tidak lebih...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Jasa keuangan 1

1,814 views
1,718 views

Published on

Sladeshare (sample)

Published in: Economy & Finance, Business
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,814
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
53
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Jasa keuangan 1

  1. 1. 1PERUNDINGAN PERDAGANGAN JASA KEUANGAN DIREKTORAT PERUNDINGAN PERDAGANGAN JASA KEMENTERIAN PERDAGANGAN
  2. 2. TUGAS SEKSI JASA KEUANGAN Permendag RI No.31/M-DAG/PER/7/2010melakukan penyiapan bahan perumusankebijakan, penyusunan pedoman, standar,norma, kriteria, prosedur, dan bimbingan teknisserta evaluasi pelaksanaan kerja sama danperundingan perdagangan di bidang jasameliputi sektor jasa keuangan.
  3. 3. Sektor yang termasuk dalam Jasa Keuangan CPC (Central ProductNo Classification Classifications) Accounting, auditing and 8621 bookeeping services Professional 8632 Taxation Services Professional All insurance and insurance- 812**3 related services 4 Sub sector Banking and other financial 811** dan 813**4 services (excl. insurance) 12 Sub sector
  4. 4. All insurance and insurance-related services 812**1. Life, accident and health insurance services 81212. Non-life insurance services 81293. Reinsurance and retrocession 81299*4. Services auxiliary to insurance 8140 (including broking and agency services) 4
  5. 5. Banking and other financial services (excl. insurance)1. Acceptance of deposits and other repayable funds from the public 81115-811192. Lending of all types, incl., inter alia, consumer credit, 8113 mortgage credit, factoring and financing of commercial transaction3. Financial leasing 81124. All payment and money transmission services 81339**5. Guarantees and commitments 81199**6. Trading for own account or for account of customers, whether on an exchange, in an over-the-counter market or otherwise, the following: • money market instruments (cheques, bills, 81339** certificate of deposits, etc.) • foreign exchange 81333 • derivative products incl., but not limited to, futures and options 81339** • exchange rate and interest rate instruments, 81339** inclu. products such as swaps, forward rate agreements, etc. • transferable securities 81321* • other negotiable instruments and financial assets, incl. Bullion 81339** 5
  6. 6. 7. Participation in issues of all kinds of securities, incl. under-writing 8132 and placement as agent (whether publicly or privately) and provision of service related to such issues8. Money broking 81339**9. Asset management, such as cash or portfolio management, 8119+** all forms of collective investment management, pension fund 81323* management, custodial depository and trust services10. Settlement and clearing services for financial assets, 81339** incl. securities, derivative products, and other negotiable or 81319** instruments11. Advisory and other auxiliary financial services on all the 8131 activities listed in Article 1B of MTN.TNC/W/50, incl. credit or 8133 reference and analysis, investment and portfolio research and advice, advice on acquisitions and on corporate restructuring and strategy12. Provision and transfer of financial information, and financial 8131 data processing and related software by providers of other financial services 6
  7. 7. Mode of Supply Sektor Jasa KeuanganSecara umum Jasa Keuangan diperdagangkan dengan empatcara:Moda 1: Perdagangan Lintas Batas/Cross-Border Pemasok jasa keuangan domestik menyediakan jasa kepada negara- negara lain menggunakan internet dan teknologi lintas batas lainnyaModa 2: Konsumsi Luar Negeri/Consumption Abroad Konsumen domestik pergi ke luar negeri untuk mendapatkan jasa keuanganMode 3: Keberadaan Komersial/Commercial Presence Pemasok jasa keuangan asing berada di dalam pasar domestik dan menyediakan jasaMode 4: Perpindahan Sementara naturalpersons/Presensence of Natural Persons Spesialis (tenaga kerja) jasa keuangan asing masuk ke pasar domestik dan memberikan jasa 7
  8. 8. Penanganan Perdagangan JasaPerdagangan jasa terjalin dalam sistemperdagangan multilateral, regional danbilateral. Adapun forum perundinganperdagangan Jasa meliputi:• Forum WTO – GATS;• ASEAN (AFAS);• ASEAN-Mitra Dialog;• APEC; dan• Bilateral: IJEPA 8
  9. 9. MULTILATERAL (WTO)
  10. 10. Perundingan Multilateral World Trade Organization (WTO) didirikan untuk mendorong proses liberalisasi perdagangan dunia. WTO telah diratifikasi dengan Undang-undang No. 7 Tahun 1994 tentang Pengesahan Agreement Establishing The World Trade Organization; Persetujuan bidang jasa diatur dalam GATS (General Agreement on Trade in Services). 10
  11. 11. Prinsip Perundingan Jasa di WTO Legally binding Komitmen yang mengikat dan adanya kompensasi bilamana terjadi penarikan komitmen. Most Favoured Nation (MFN) Menjamin tidak adanya perlakuan diskriminasi antar negara anggota National Treatment Menjamin pemasok jasa asing untuk diperlakukan sama dengan pemasok jasa domistik dalam kerangka aturan nasional Transparency Negara diwajibkan bersikap terbuka/transparan terhadap berbagai kebijakan perdagangannya sehingga memudahkan para pelaku usaha untuk memahami berbagai ketentuan yang terkait dengan aktivitasnya. Progressive Liberalization Perluasan akses pasar secara bertahap, disesuaikan dengan tujuan kebijakan dan tingkat perkembangan pembangunan di negara tersebut Flexibility Fleksibilitas penerapan bagi negara-negara berkembang 11
  12. 12. Commitments WTO Indonesia telah memberikan komitmen untuk sektor jasa sejak Uruguay Round; Komitmen Indonesia saat itu umumnya masih dibawah peraturan yang berlaku kecuali untuk sektor financial bukan bank, komitmen Indonesia telah “Standstill” dan sesuai dengan perundangan yang berlaku. 12
  13. 13. INDONESIA – SCHEDULE OF COMMITMENTS Financial Services - WTO
  14. 14. 14
  15. 15. 15
  16. 16. 16
  17. 17. ASEAN FRAMEWORKAGREEMENT ON SERVICES (AFAS)
  18. 18. ASEAN ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) diratifikasi dengan Keppres No.88 Tahun 1995. Prinsip dasarnya adalah legally binding. Komitmen umumnya GATS Plus. Untuk jasa ada:  Working Coordination Committee on Services (CCS),  Working Committee on Financial Services, dan  Working Committe on air transport. Saat ini perundingan perdagangan jasa telah memasuki ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) 8 18
  19. 19. Perundingan Perdagangan Jasa di ASEANPemenuhan threshold AFAS 8 Jumlah sub sektor yang harus diliberallisasi : 80 Sub Sektor FEP PIS (Air Travel, e-ASEAN, tourism, healthcare): 70%, FEP Non PIS dan sektor logistik : 51% Mode 1 dan Mode 2 harus “none”
  20. 20. Bidang jasa keuangan telah ditandatangani Protocol to Implement the Fourth Package of Commitments in Financial Sevices under the AFAS oleh para Menteri Keuangan Asean tanggal 4 April 2008 di Da Nang Viet Nam.Protocol to Implement the Fifth Package of Commitments in Financial Sevices under the AFAS dijadwalkan akan dibahas di Cebu 2 Desember 2010 dan rencananya ditandatangani April 2011 20
  21. 21. Schedule of Commitment1 st Package2 nd Package3 rd Package4 th Package 21
  22. 22. ASEAN MITRA DIALOG
  23. 23. STATUS OF EXISTING ASEAN+1 FTAs CHINA KOREA JAPAN ANZ INDIA The 1st FTA  The 2nd FTA  The 3rd FTA  The 4th FTA  The 5th FTA Signed in 2004 with  TIG signed in 2006  Signed in 2008  Comprehensive,  Signed in AEM Early Harvest  Transition period without services & single undertaking August 2009 Program since 2004 for INA’ TIG : 2006- investment FTA  Transition period Transition period 2012 (NT), 2012-  Transition period  Signed in Feb 2009 for INA’ TIG : 2010- for INA’ TIG : 2005- 2016 (ST) for INA TIG : 2008-  Transition period 2015 (NT), 2015- 2012 (NT), 2015-  TIS signed in 2007 2019 (NT), 2024 for INA TIG : 2009- 2018 (ST) 2018 (SL & HSL) & EIF in May 2009; (ST) 2015 (NT), 2015-  INA ratification is TIS signed in 2007 ASEAN  INA has ratified but 2025 (ST) done & entry to force in commitments yet to enter into  Services  Legal Enactment is July 2007 based on AFAS 4 force pending the commitment based in process 2nd Package of TIS +/- (INA ratification completion of on AFAS 5 +/-  Services & signed by ASEAN for TIS is on-going) transposition &  INA ratification Investment: Summit October  Investment legal enactment pending negotiations are on 2010 Agreement was  INA to settle of going Investment signed in June 2009 transposition Agreement signed (INA ratification is problem in August 2009; INA on-going) to complete domestic procedures 23
  24. 24. ASEAN - CHINALandasan Hukum Persetujuan Jasa ACFTA ditandatangani pada pertemuan ke-12 KTT ASEAN di Cebu, Filipina, pada bulan Januari 2007. Sedangkan Persetujuan Investasi ASEAN China ditandatangani pada saat pertemuan ke-41 Tingkat Menteri Ekonomi ASEAN tanggal 15 Agustus 2009 di Bangkok, Thailand.Ratifikasi dan Implentasi : Negosiasi Second package of specific commitments under the ASEAN-China Trade in Services Agreement – deliverable for the 9 AEM-MOFCOM belum ditandatangani Masalahnya terkait proposal negara Philipina untuk mencantumkan: “All taxation measure are subject to domestic laws, rules and regulations” dalam horizontal commitments negaranya masih yang terdepan di ASEAN Namun, draft teks apapun yang disepakati bagi Philippina, juga akan digunakan dalam draft teks Thailand’s horizontal commitments. PENDING ISSUE: seluruh negara diharapkan mendorong konfirmasi secepatnya dari Philippina terkait draft teks “All taxation measure are subject to domestic laws, rules and regulations, consistent with GATS” agar penandatanganan Protocol to Amend the Agreement on Trade in Service dapat dilakukan pada saat ASEAN-China Summit pada bulan Oktober 2010.
  25. 25. ASEAN-CHINA AGREEMENT ON TRADE IN SERVICES INDONESIA’S SCHEDULE OF SPECIFIC SERVICES COMMITMENTSMode of Supply: (1) Cross-border supply (2) Consumption abroad (3) Commercial presence (4) Presence of natural persons Sector or Sub Limitation on Market Limitation on National Treatment Additional Sector CommitmentI. HORIZONTALCOMMITMENTSALL SECTORS 3) Commercial Presence of 3) The Income Tax Law provides that non-INCLUDED IN the foreign service resident taxpayers will be subject toTHIS SCHEDULE provider(s) may be in the withholding tax of 20% if they derive the form of joint venture and/or following income from Indonesian source: representative office, unless (a) Interest mentioned otherwise. (b) Royalties (c) Dividend Joint venture should meet the (d) Fee from service perform in Indonesia following requirements: a) Should be in the form of Land Acquisition Limited Liability Enterprise Undang-Undang Pokok Agraria (Land Law) No. (Perseroan Terbatas/PT), 5 of 1960 stipulates that no foreigners (juridical b) Not more than 49% of the and natural persons) are allowed to own land. capital share of the Limited However, a joint venture enterprise could hold Liability Enterprise the right for land use (Hak Guna Usaha) and (Perseroan Terbatas/PT), building rights (Hak Guna Bangunan), and they may be owned by foreign may rent/lease land and property. partner(s). Any juridical and natural persons should meet professional qualification requirements.
  26. 26. Mode of Supply: (1) Cross-border supply (2) Consumption abroad (3) Commercial presence (4) Presence of natural personsSector or Sub Limitation on Market Limitation on National Treatment Additional Sector Commitment 4) Subject to Indonesian Labour and Expatriate Charges Immigration Laws and Regulations, only directors, managers and Any foreign natural persons supplying technical experts/advisors, unless services are subject to charges levied by mentioned otherwise, are allowed to Governments Labour Laws and stay for two years and could be Regulations. extended for a maximum two times subject to two years extension each Any expatriate employed by a joint- time. Manager and technical experts venture enterprise, representatives (intra corporate transfer) are allowed office, and/or other types of juridical based on an economic needs test. person and/or an individual services provider must hold a valid working permit The entry and temporary stay of issued by the Ministry of Manpower and business visitor(s) is (are) permitted Transmigration for a period of 60 days and could be extended maximum for 120 days.Untuk ASEAN-China agreement on trade and service sampai saat ini belumada komitmen di sektor keuangan
  27. 27. ASEAN-KOREALANDASAN HUKUM & CAKUPAN AKFTA Pada pertemuan KTT ASEAN-Korea pada bulan Nopember 2004 di Vientiane, Laos para Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN dan Korea menyepakati “Joint Declaration on Comprehensive Cooperation Partnership between ASEAN and Korea, establishing ASEAN-Korea Free Trade Area” sebagai landasan hukum bagi pembentukan ASEAN dan Korea FTA Framework Agreement dan Persetujuan Penyelesaian Sengketa AKFTA selanjutnya ditandatangani para Menteri Ekonomi ASEAN dan Korea pada tanggal 13 Desember 2005 di Kuala Lumpur, Malaysia. Persetujuan Perdagangan Barang AKFTA ditandatangani pada tanggal 24 Agustus 2006 di Kuala Lumpur, Malaysia, sedangkan Persetujuan Jasa AKFTA ditandatangani pada saat KTT ASEAN di Singapura tahun 2007 dan Persetujuan Investasi ASEAN Korea ditandatangani pada KTT ASEAN Korea pada bulan Juni 2009 di Jeju Island, Korea. AKFTA telah menjadi sebuah persetujuan FTA yang komprehensif dengan telah ditandatanganinya persetujuan-persetujuan dibidang perdagangan barang, perdagangan jasa dan investasi.
  28. 28. ASEAN-KOREA FTASCHEDULE OF COMMITMENTS 28
  29. 29. 29
  30. 30. 30
  31. 31. 31
  32. 32. 32
  33. 33. 33
  34. 34. 34
  35. 35. 35
  36. 36. 36
  37. 37. 37
  38. 38. ASEAN-JEPANGLANDASAN HUKUM & CAKUPAN FTA Landasan pembentukan perdagangan bebas ASEAN dan Jepang adalah Joint Declaration of the Leaders of the Comprehensive Economic Partnertship between ASEAN and Japan yang ditandatangani pada tanggal 5 Nopember 2002, serta Framework for Comprehensive Economic Cooperation between ASEAN and Japan yang ditandatangani tanggal 8 Oktober 2003. Dalam KTT ASEAN-Japan ke-8, Para Kepala Negara ASEAN dan Jepang menyetujui Perjanjian Kerjasama Ekonomi ASEAN-Jepang dan mulai dilakukan negosiasi pada bulan April 2005 dan ditandatangani pada bulan Maret dan April 2008 secara adreferendum. Persetujuan telah berlaku efektif per 1 Desember 2008. Persetujuan AJCEP merupakan suatu persetujuan ekonomi antara ASEAN dan Jepang yang bersifat komprehensif serta mencakup bidang perdagangan barang, jasa, investasi, SPS, TBT dan kerjasama ekonomi. Persetujuan AJCEP telah diratifikasi melalui Peraturan Presiden Nomor 50 Tahun 2009 tanggal 19 November 2009 tentang Pengesahan Persetujuan AJCWP.
  39. 39. ASEAN - JEPANGRatifikasi dan Implementasi Persetujuan AJCEP berlaku efektif sejak 1 Desember 2008 Sub komite untuk bidang jasa dan investasi telah terbentuk pada tanggal 15 Desember 2009. Pertemuan sub-komite Jasa AJCEP pertama kali tanggal 7 Juni 2010 di Tokyo, Jepang. Disepakati agar negosiasi dibidang jasa diselesaikan agustus 2011 Enam sektor jasa yang menjadi perhatian jepang kepada ASEAN adalah (i) computer-related, (ii) telekomunikasi, (iii) konstruksi, (iv) distribusi, (v) Finansial dan (vi) maritimPending Issue Indonesia perlu mengidentifikasi dan menyusun indicative request / offer
  40. 40. Matriks Jasa ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership (AJCEP)Isu yang akan Posisi Terakhir Current Position Tindak lanjut dibahas Bangkok,2-3 Agst,2010 Thailand,5-8 Okt,2010Current • Membahas lebih • Jepang menilai • Sesuai mandatSituation of dalam perihal pendekatan pertemuan diTrade in perlakuan khusus dan negative list lebih Hanoi, ASEANServices in berbeda kepada business friendly, menginginkanASEAN and negara CLMV. dimungkinkan untuk pendekatanJapan • “Daftar transparansi” mengetahui sejak positive list tindakan tidak awal hambatan dan dengan semua konsisten dengan sektor/sub sektor mitra dialog akses pasar (MA) dan yang tertutup. • Perlu disipkan ketentuan National • Jika AMS bottom line Tratment (NT) menginginkan position. • Jepang melakukan pendekatan positive pendekatan negative list, Jepang meminta dari EPAs Jasanya untuk memasukkan dengan non-anggota kewajiban ASEAN transparansi list • Cost and benefit • Cost and benefit melakukan jasa tidak perlu dilakukan AJCEP di tingkat regional
  41. 41. Isu yang akan Posisi Terakhir Current Position Tindak dibahas Bangkok,2-3 Agst,2010 Thailand,5-8 Okt,2010 lanjutWork plan on the • Usulan Jepang” dalam work plan of thesub Committe on sub Committee on services mengenaiServices Tentative outline of the trade in services bahwa keuntungan yang diterima oleh anggota ASEAN melalui AFAS sebagaimana direncanakan dalam AEC blueprint dapat dimanfaatkan oleh JepangDate and Venue • Jepang menawarkan untuk menjadiof the next Sub- host di Tokyo, direncanakan pada bulanCommittee Desember 2010, Sub committeeMeeting services juga akan berkoordinasi dengan sub committee karena meeting lebih baik dilakukan secara paralel.Other Matters • Pihak Jepang tidak menginginkan dimasukkannya chapter of Movement of Natural person (MNP) pada agreement.
  42. 42. ASEAN-AUSTRALIA& NEW ZEALANDDASAR HUKUM & CAKUPAN Pembentukan AANZFTA adalah dengan disepakatinya Joint Declaration of the Leaders ASEAN-Australia and New Zealand Commemorative Summit pada tanggal 30 November 2004 di Vientiane, Laos yang di dalamnya tertuang Guiding Principles for Negotiation on ASEAN-Australia and New Zealand Free Trade Area. Persetujuan ASEAN-Australia New Zealand Free Trade Area diselesaikan pada bulan Agustus 2008 dan ditandatangani oleh Para Menteri Ekonomi ASEAN, Australia dan New Zealand pada tanggal 27 Februari 2009 di Hua Hin, Thailand yang mencakup: Perdagangan Barang, Jasa, Investasi, ROO, Customs, SPS, TBT, Safeguard, Hak Kekayaan Intelektual, Kebijakan Persaingan, MNP, Kerjasama Ekonomi, DSM, e-commerce. Indonesia bersama negara ASEAN lainnya memberikan komitmen liberalisasi jasa tidak melebihi dari komitmen yang terdapat dalam kesepakatan internal ASEAN Paket ke-5 (ASEAN Framework Agreement on Services/AFAS).
  43. 43. ASEAN-AUSTRALIA& NEW ZEALAND 43
  44. 44. 44
  45. 45. 45
  46. 46. 46
  47. 47. 47
  48. 48. 48
  49. 49. 49
  50. 50. 50
  51. 51. 51
  52. 52. 52
  53. 53. 53
  54. 54. 54
  55. 55. 55
  56. 56. 56
  57. 57. 57
  58. 58. ASEAN - INDIA Perundingan perdagangan jasa pada ASEAN-India FTA masih dalam tahap negosiasiTerdapat banyak permasalahan:• Draft Text Persetujuan Jasa• Draft Text Movement of Natural Person (MNP)• Draft Teks Annex on Financial Services (AFS)• Requests and Offers
  59. 59. PERMASALAHAN INDIA ASEAN Masukan Rapat 27 September 2010Draft Teks Annex on FinancialServices (AFS)Latar Meskipun secara umum Usulan yang disampaikan Rapat menyepakatiBelakang India dapat memahami ASEAN tersebut pentingnya AFS untuk pentingnya AFS, namun mempertimbangan: menanggulangi krisis masih terlihat (i) pentingnya mengatur dan AFS ini telah keengganan India untuk secara khusus dilakukan di perjanjian memasukan AFS yang perdagangan jasa ASEAN-mitra dialog melebihi GATS dalam keuangan ASEAN-India lainnya. AI-TISA mengingat karakteristiknya yang sangat sensitif (ii) usulan AFS relevan dengan GATS, (iii) AFS menyediakan suatu prudential measure untuk menanggulangi terjadinya krisis, dan (iv) Annex serupa telah diterima dalam ASEAN- Korea FTA dan ASEAN- Australia-New Zealand FTA.
  60. 60. PERMASALAHAN INDIA ASEAN Masukan Rapat 27 September 2010Article on Prudential Penambahan provisi ASEAN berpandangan Rapat mendukungMeasure, Exchange usulan ASEAN dinilai bahwa penambahan perlunya policy spaceRate and Financial India tidak memberikan provisi tersebut akan untuk menjaga stabilitasStability nilai tambah mengingat memberikan tambahan nilai tukar dan sistem article on prudential policy space untuk keuangan dari serangan measure dalam GATS menjaga stabilitas nilai para spekulan sudah sangat fleksibel tukar dan sistem (speculative attack). dan powerful untuk keuangan dari serangan diterapkan dengan para spekulan alasan prudential. (speculative attack).Klasifikasi Sub Sektor India mengusulkan Definisi tersebut adalah Mengingat sudahJasa Keuangan untuk menghapus original GATS teks merupakan definisi definisi pada Butir sehingga penghapusan original GATS, maka 5.(xvi) dalam AFS atas definisi dimaksud butir 5 (xvi) sebaiknya karena dinilai akan akan berdampak pada tidak dihapuskan membatasi klasifikasi inkonsistensi mengingat sub sektor jasa kedua belah pihak keuangan yang terus adalah anggota WTO berkembang. yang mentaati provisi- provisi dalam GATS.
  61. 61. ASIA-PACIFIC ECONOMIC COOPERATION APEC
  62. 62. Perundingan Perdagangan Jasa di Forum APEC Prinsip kerja sama APEC tertuang dalam Osaka Action Agenda 15, antara lain : Comprehensive, WTO- Consistent, Voluntary/ Non-Binding, Comparability, Transparent. Pembahasan serta kegiatan dalam bidang jasa mengacu pada kesepakatan APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) ke-17 tahun 2009 di Singapura, yaitu : 1. APEC Principles for Cross-border Trade in Services 2. APEC Services Action Plan Pembahasan isu jasa di APEC dilakukan oleh salah satu Sub fora Committee on Trade in Investment (CTI), yaitu : Group on Services (GOS) Terakhir, GOS diadakan pada bulan Mei 2010 di Sapporo, Jepang
  63. 63. Pembahasan isu jasa tahun 2010 Jasa merupakan salah satu key areas of REI (Regional Economic Integration) agenda APEC tahun 2010 selain a.l. the digital economy, investment, trade facilitation, rules of origin and standards/technical barriers to trade. Acuan: Kesepakatan AELM ke 17 tahun 2009 di Singapura yaitu: the APEC Principles for Cross-Border Trade in Services and the APEC Services Action Plan yang menjadi dasar bagi APEC’s future work untuk promosi services trade dan membentuk greater convergences di antara ekonomi APEC dalam jasa. 63 63
  64. 64. Pembahasan isu jasa tahun 2010Principles for Cross-Border Trade in Services Tujuan: shared commitments to achieving greater regional economic integration and free and open trade in services in the APEC region Sifat: non- binding Prinsip-prinsip yang ada terkait dgn: regulatory, enhance transparency & predictibility, facilitate services delivered electronically, facilitate services delivered through the presence of natural persons 64 64
  65. 65. Pembahasan isu jasa tahun 2010APEC Services Action Plan 2008 AELM Statement: called for accelerated implementation of APEC’s REI, and:…to undertake initiatives designed to promote greater convergence in key areas including cross-border services. Services Action Plan (SAP) developed to provide level of coordination and focus to the services-related work conducted across all of APEC The aim of the SAP is to provide common direction and coherence to APEC’s work on services trade, and establish a forward work program to foster the development of open and efficient services markets in the APEC region. 65 65
  66. 66. BILATERAL INDONESIA JEPANG ECONOMICPARTNERSHIP AGREEMENT (IJEPA)
  67. 67. Bilateral Indonesia – Jepang Economic Partnership Agreement (IJEPA) Dasar hukum term of reference IJEPA Mei 2003. Prinsip dasar legally binding dan positive list approach. Metode Perundingan plenary dan sektoral working group dengan cara request-offer approach. IJEPA ditandatangani oleh Perdana Menteri Jepang dan Presiden Republik Indonesia pada tanggal 20 Agustus 2007. Proses ratifikasi telah selesai dilaksanakan dan telah ditandatangani presiden tanggal 19 Mei 2008. IJEPA memasuki fase entry into force pada tanggal 1 Juli 2008. 67
  68. 68. Standstill (SS) dan S Commitments (1)a. Standstill (SS) CommitmentsJepang menekankan prinsip “SS” Commitment yang mempunyai pengertian bahwa komitmen yang dibuat harus sama dengan peraturan yang berlaku.Indonesia menyatakan kesulitannya dalam menerapkan prinsip dimaksud karena sedang berada dalam proses reformasi peraturan.Sedangkan untuk sektor jasa yang belum diatur dengan peraturan perundangan, Indonesia tidak akan menerapkan prinsip tersebut. 68
  69. 69. Standstill (SS) dan S Commitments (2)b. “S” Commitments Jepang juga kembali meminta pertimbangan Indonesia agar memberikan jaminan bagi existing service suppliers / companies untuk tetap dapat menikmati tingkat liberalisasi unilateral yang tinggi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku dan untuk menghindari implikasi negatif dari perjanjian bilateral IJEPA dimaksud. Terhadap usulan dimaksud, Indonesia menyatakan akan mendukung existing companies yang telah menikmati equity participation di atas komitmen sepanjang masih sesuai dengan peraturan yang berlaku namun tidak dapat memberikan suatu jaminan. 69
  70. 70. “S” Commitments“S” komitmen adalah komitmen pihak Indonesia yang tidak menambah restriksi lebih lanjut terhadap penyedia jasa yang telah ada di Indonesia dan telah menikmati tingkat liberalisasi yang lebih tinggi dari komitmen Indonesia tetapi masih dalam batas-batas ketentuan yang berlaku.Indonesia telah memberikan “S” komitmen untuk sektor non-banking financial.Komitmen Indonesia dalam sektor jasa keuangan disusun sesuai dengan komitmen jasa keuangan Indonesia untuk GATS. 70
  71. 71. DOMESTIC REGULATION IN FINANCIAL SERVICES 71
  72. 72. Domestic Regulation Type of Legal Long Title in Long Title in Short Title Instrument Indonesian EnglishLaw UU No. 2/1992 Undang-Undang Nomor Law No. 1992 2/1992 Tentang Usaha Concerning Perasuransian Insurance Business UU No. 7/1992 Undang-Undang Nomor Law No. 7/1992 7/1992 Tentang Concerning Perbankan Banking UU No. 8/1995 Undang-Undang Nomor Law No. 8/ 1995 8/1995 Tentang Pasar Concerning Capital Modal Market UU No. 21/2008 Undang Undang Nomor Law No. 21/2008 21/2008 Tentang Concerning Sharia Perbankan Syariah Banks
  73. 73. Domestic RegulationType of Legal Long Title in Long Title in Short Title Instrument Indonesian EnglishGovernment PP No.73/1992 Peraturan Pemerintah Government RegulationRegulation Nomor 73/1992 Tentang No. 73l1992 Concerning Penyelenggaraan Usaha Insurance Business Perasuransian PP No. 45/1995 Peraturan Pemerintah Government Regulation Nomor 45/1995 Tentang No. 45l1995 Concerning Pasar Modal Indonesia Capital Market Business Activity PP No. 77/1992 Peraturan Pemerintah Government Regulation Nomor 77/1992 Tentang No.7711992 Concerning Dana Pensiun Lembaga Private Financial Keuangan Institution Pension Funds
  74. 74. Domestic Regulation Type of Legal Short Title Long Title in Indonesian Long Title in English InstrumentPresidential PERPRES No. Peraturan Presiden President RegulationRegulation 9/2009 Nomor 9/2009 Tentang No. 9/2009 Lembaga Pembiayaan Concerning Peraturan Presiden Financing lnstitution Nomor 111/2007 Tentang Presidential Perubahan Peraturan Regulation Presiden Nomor 7712007 No. 111/2007 Tentang Daftar Bidang Concerning the Usaha yang Tertutup dan Amendment to Bidang Usaha Yang Presidential Terbuka Dengan Regulation Persyaratan di Bidang Concerning Lists of Penanaman Modal Business Fields that are Closed to lnvestment and Business Fields that are Conditionally Open for lnvestment
  75. 75. Domestic Regulation Type of Legal Long Title in Long Title in Short Title Instrument Indonesian EnglishLaw UU No. 21/2008 Undang Undang Nomor Law No. 21/2008 21/2008 Tentang Concerning Sharia Banks Perbankan SyariahGovernment PP No. 45/1995 Peraturan Pemerintah Government RegulationRegulation Nomor 45/1995 Tentang No. 45/1995 Concerning Pasar Modal Indonesia Capital Market Business ActivityPresidential PERPRES No. Peraturan Presiden President Regulation No.Regulation 9/2009 Nomor 9/2009 Tentang 9/2009 Concerning Lembaga Pembiayaan Financing lnstitution Peraturan Presiden Presidential Regulation Nomor 111/2007 Tentang No. 111/2007 Concerning Perubahan Peraturan the Amendment to Presiden Nomor 7712007 Presidential Regulation Tentang Daftar Bidang Concerning Lists of Usaha yang Tertutup dan Business Fields that are Bidang Usaha Yang Terbuka Closed to lnvestment and Dengan Persyaratan di Bidang Business Fields that are Penanaman Modal Conditionally Open for lnvestment
  76. 76. Domestic Regulation Type of Legal Long Title in Long Title in Short Title Instrument Indonesian EnglishMinisterial Regulation PERMEN No. Peraturan Menteri Ministry of Finance 199/PMK.010 Keuangan Nomor 199/ Regulation No. 199/ /2008 PMK.010/2008 Tentang PMK.010/2008 Investasi Dana Pensiun Concerning Pension Fund InvestmentBank Indonesia PER Bl No. Peraturan Bank Indonesia Nomor Bank IndonesiaRegulation 9/8/PBl/2007 9l8lPBll2007 Regulation No. 9/8/PBl/2007 Tentang Pemanfaatan Concerning the Use Tenaga Kerja Asing dan Program Alih of Foreign Workers and Pengetahuan Di Sektor Transfer of Knowledge in the Perbankan Banking SectorMinisterial Decree KEPMEN No. Keputusan Menteri Nomor Minister of Finance 426/KMK.06/2002 426/KMK.06/2002 Ministerial Decree No. Tentang Perizinan Usaha dan 426/KMK.06/2002 Kelembagaan Concerning lnsurance and Perusahaan Asuransi dan Reinsurance Perusahaan Reasuransi
  77. 77. Domestic Regulation Type of Legal Long Title in Short Title Long Title in English Instrument IndonesianDirectorate General KEPDIR No. Keputusan Direktur JenderaI Directorate General of FinancialDecree KEP-42631 Lembaga Keuangan Nomor KEP- Institution Decree No.4263 LW2004 4263/LK/2004 Tentang /LK/2004 Concerning Knowledge Persyaratan Pengetahuan di Requirements in Pension Funds Bidang Dana Pensiun Serta Tata and Fulfillment Guidelines for Cara Pemenuhannya Bagi Officials in Employers Pension Pengurus Dana Pensiun Pemberi Funds, Companies and Officials Kerja dan Pelaksana Tugas of Private Financial Institutions Pengurus Dana Pensiun Pension Funds Lembaga KeuanganBank Indonesia Surat Edaran Surat Edaran lndonesia Bank Indonesia Circulaiion LetterCirculation Letter Bank lndonesia 9/27lDPNP/2009 Pelaksanaan No.9/27/DPNP/2009 No.9/27/DPNP/ Pemanfaatan Ban k Nomor Concerning the Use of Foreign 2009 Tentang Tenaga Kerja Asing dan Workers and Transfer of Program Alih Pengetahuan di Knowledge in the Banking Sector Sektor Perbankan
  78. 78. TERIMA KASIH Please visit our website at http://ditjenkpi.kemendag.go.id 6
  79. 79. Perundingan Perdagangan Jasa di ASEANPemenuhan threshold AFAS 7 Jumlah sub sektor yang harus diliberallisasi : 65 Sub Sektor FEP PIS (Air Travel, e-ASEAN, tourism, healthcare): 51%, FEP Non PIS dan sektor logistik : 49% Mode 1 dan Mode 2 harus “none”
  80. 80. Indikasi Tambahan Offers (2)Sektor Distribution mengindikasikan membuat komitmen pada sub sektor jasa Multi Level Marketing untuk Mode 1 dan Mode 2;Sektor Financial Services (Perbankan) mengindikasikan menambah area geografis untuk beroperasinya cabang bank asing.Sektor Air Transport mengindikasikan akan menyampaikan commitment di Aircraft maintenance and repair services (CPC 8868) dengan pembatasan FEP 49%. 80
  81. 81. Komitmen Initial Offer (1) Commercial presence dalam bentuk Joint Venture berupa Perseroan terbatas (PT) dan tidak lebih dari 49% foreign equity participation atau representative office; Secara umum Foreign participation tidak melebihi 49%, kecuali untuk jasa konstruksi diperbolehkan sampai 55% dan untuk jasa keuangan baik bank maupun non-bank dibuka sesuai dengan perundang- undangan yang berlaku; 81

×