• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Persiapan Komprehensif : AKM 1 & AKM 2
 

Persiapan Komprehensif : AKM 1 & AKM 2

on

  • 1,030 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,030
Views on SlideShare
1,030
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
49
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Persiapan Komprehensif : AKM 1 & AKM 2 Persiapan Komprehensif : AKM 1 & AKM 2 Document Transcript

    • CONCEPTUAL FRAMEWORK Landasan Operasional Prinsip, Asumsi, Kendala Karakteristik Kualitas Informasi dan Unsur-unsur Laporan Keuangan Tujuan Pelaporan Keuangan LEVEL I (Tujuan Pelaporan Keuangan) ☺ The “why” – Goals and Purposes of Accounting ☺Tujuan laporan keuangan  menyajikan informasi keuangan bagi pemakai laporan keuangan terutamainvestor dan kreditor (pemilik modal) dalam pengambilan keputusan ekonomis. LEVEL II (Karakteristik Kualitas Informasi dan Unsur-unsur Laporan Keuangan) ☺ Bridge between levels I and III☺Agar info dalam laporan keuangan dapat digunakan, maka laporan keuangan tersebut harus memenuhikarakteristik kualitas informasi tertentu. Karakteristik tersebut harus tercermin dalam unsur-unsur laporankeuangan. LEVEL III (Landasan Operasional) ☺ The “how” – Implementation☺Agar unsur-unsur laporan keuangan memenuhi karakteristik tersebut, maka dalam penyusunannya harusdidasari/dilandaskan pada landasan operasional (Prinsip, Asumsi, Kendala). Page 1
    • TUJUAN PELAPORAN KEUANGAN (Intermediate Acc Kieso 11st Ch 2)1) Menyediakan informasi keuangan bagi investor dan kreditur, serta calon investor dan kreditur dalam pengambilan keputusan ekonomisnya. Alasan fokus pada investor dan kreditur  laporan keuangan merupakan media pertanggung jawaban manajemen (agent) kepada pemilik modal (principal)stockholder dan debtholder Keputusan ekonomis a) Investor buy, sell, or hold ?? Profitabilitas (ROA & ROE) dan Arus Kas (terutama dari aktivitas operasional) b) Kreditur  layak atau tidak layak diberi kredit ? Kemampuan mengembalikan pinjaman (likuiditas & solvabilitas) dan Arus Kas (terutama aktivitas pendanaan) Pilih Liquid & Insolvable atau Illiquid & Solvable ? Jawab : Lebih baik Liquid & Insolvable. Perusahaan yang likuid berarti masih mampu menjalankan operasionalnya. Modal kerjanya (aktiva lancar – utang lancar) positif, sehingga lama kelamaan akan menambah/memperbaiki solvabilitas perusahaan.2) Menyediakan informasi arus kas saat ini dan arus kas masa depan suatu entitas. Arus kas masa depan  mengurangi risiko ketidakpastian (kerugian) dalam pengambilan keputusan.3) Menyediakan informasi terkait sumber daya ekonomi, klaim terhadap sumber daya, dan perubahan diantara keduanya. Perubahan diantara keduanya  laporan keuangan komparatif minimal 2 periode berturut-turut. KARAKTERISTIK KUALITAS INFORMASI (Intermediate Acc Kieso 11st Ch 2)A. Karakteristik Primer Karakteristik yang harus ada dan terpenuhi dari sebuah laporan keuangan. 1) Relevant informasi dapat mempengaruhi pengambilan keputusan ekonomis user Timeliness tepat waktu Predictable value punya nilai/daya prediksi atas peristiwa masa depan untuk mengurangi ketidakpastian Feedback/Added value (umpan balik/nilai tambah)  informasi harus berbeda atau memiliki nilai tambah dibandingkan dengan informasi yang lain 2) Reliable (andal)  informasi layak untuk digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan Page 2
    • Faithfulness (jujur)  informasi menggambarkan kondisi yang sebenarnya (sesuai fakta) Verificable/reviewable informasi menyediakan kesempatan untuk diuji ulang dengan hasil yang sama Neutrality informasi tidak memihak/menguntungkan salah satu userB. Karakteristik Sekunder Karakteristik pelengkap  keberadaannya akan memperbaiki informasi. Jika tidak ada maka tidak akan menjadi masalah atau tidak akan menggugurkan manfaat informasi. 1) Comparability (daya banding)  informasi dapat diperbandingkan dengan informasi lain, baik secara vertikal maupun horisontal Vertikal  bandingkan antarpos dalam satu tahun atau satu entitas yang sama Horisontal  bandingkan satu pos dalam tahun atau entitas yang berbeda Syarat comparability yaitu menggunakan satu standar yang sama. 2) Consistency informasi harus dihasilkan dari penerapan prinsip/metode akuntansi yang tidak berubah-ubah. Boleh berubah asal alasan dan pengaruh perubahannya diungkapkan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK).Mengapa karakteristik informasi hanya ditekankan pada “kualitas” bukan “kuantitas” ?Jawab : kuantitas tidak bisa dibuat karakteristik karena tidak jelas standarnya (misal, perusahaan memilikiaktiva sebesar Rp 10 juta). Sedangkan kualitas lebih merujuk pada sifatnya (misal, baik, buruk, dll). UNSUR-UNSUR LAPORAN KEUANGAN (Intermediate Acc Kieso 11st Ch 2) 1) AsetNeraca 2) Kewajiban 3) Ekuitas 4) Investasi dari PemilikLaporan Perubahan Ekuitas 10) Laba Komprehensif 5) Distribusi ke Pemilik 6) PendapatanLaporan R/L 7) Beban 8) Keuntungan 9) Kerugian Page 3
    • A. Harta (Assets) Manfaat ekonomis/sumber ekonomis yang potensial dikuasai dan dikendalikan oleh entitas sebagai akibat dari seluruh transaksi yang terjadi di masa lampau. Dikuasai dan dikendalikan ≠ dimiliki Substantive over form (substansi mengungguli bentuk hukum)  akuntansi melihat aktiva dari sisi ekonomisnya, bukan pada bentuk hukum formalnya, sehingga walaupun secara hukum aktiva tidak menjadi milik perusahaan, asalkan perusahaan menerima manfaat ekonomisnya untuk masa depan, maka aktiva tersebut harus diakui dan diusahakan dalam neraca tersebut. Ex : aktiva leasing Syarat Aset a) Memiliki manfaat ekonomis masa depan b) Dikuasai dan dikendalikan oleh perusahaan c) Dapat diukur dan dinilai Ex : SDM memenuhi syarat (a) dan (b), tetapi tidak memenuhi syarat (c), sehingga SDM bukan aset, melainkan dilaporkan dalam CALK sebagai intellectual capital. Jenis Aset a) Aktiva lancar 1. Kas dan setara kas 4. Persediaan 2. Investasi sementara (jangka pendek) 5. Perlengkapan 3. Piutang 6. Biaya dibayar dimuka (prepaid expense) b) Investasi jangka panjang  investasi dalam saham; investasi dalam obligasi c) Aktiva tetap  tanah; bangunan; peralatan Plant, property, equipment d) Aktiva tak berwujud goodwill; patent; copyright; trademark; franchise; leasehold e) Aktiva lain-lain  aktiva yang sudah habis umur ekonomisnya, tetapi masih dimiliki dan digunakan oleh perusahaan. Treatment aktiva tersebut dinilai Rp 1 (bernilai tapi tidak material)B. Kewajiban (Liabillities) Pengorbanan ekonomis yang potensial terjadi pada waktu yang akan datang sebagai akibat dari seluruh transaksi yang terjadi di masa lampau dalam suatu entitas. Jenis Kewajiban 1. Kewajiban lancar Utang usaha(account payable) Page 4
    • Utang wesel lancar(notes payable) Utang jangka panjang jatuh tempo (current maturities of long term debt) Pembelian yang didanai kembali Utang biaya (accrued expense) Setoran yang dapat diminta kembali (returnable deposit) Pendapatan diterima dimuka (unearned revenue) Utang pajak penjualan (sales taxes payable) Utang pajak properti (property taxes payable)/ utang PPh (income tax payable) Utang kontinjensi (contingent liability) 2. Kewajiban jangka panjang Utang obligasi (bond payable) Utang wesel jangka panjang (long term notes payable) Utang hipotik(mortgage payable)C. Ekuitas (Equity) Selisih bersih harta setelah dikurangi dengan kewajiban, yang menggambarkan jumlah kepentingan kepemilikan pemilik atas entitasnya (hak residual). 1. Perusahaan perseorangan Modal awal Investasi tambahan (+) Prive (-) R/L operasional (+) / (-) 2. Perusahaan persekutuan  idem perusahaan perseorangan 3. Perusahaan perseroan Modal saham : contribution capital (berasal dari kontribusi pemilik) Tambahan modal disetor : contribution capital Laba ditahan : earned capital (berasal dari penghasilan entitas) Treasury stock : contribution capitalD. Investasi oleh Pemilik (Investment by Owner) Tambahan harta bersih (ekuitas) dari transaksi transfer harta, kewajiban, maupun jasadari pemilik kepada entitasnya. Hanny Usaha Hanny 1. Transfer harta Kas (Harta) Page 5
    • Modal 2. Transfer kewajiban (pengakuan dan pembayaran)  utang perusahaan diambil alih oleh pemilik Transaksi awal Pengambilalihan Pembelian Utang usaha Utang usaha Modal Kas Modal Utang Kas 3. Transfer jasa  pemilik memberikan jasa konsultasi kepada perusahaan Beban konsultasi ModalE. Distribusi kepada Pemilik (Distribution to Owner) Pengurangan harta bersih (ekuitas) dari transaksi transfer harta, kewajiban, maupun jasa dari entitas kepada pemiliknya. Hanny Usaha Hanny 1. Transfer harta (ex : prive) Modal Kas 2. Trasfer kewajiban  pembayaran utang pemilik oleh entitas Modal Modal Kas Utang Utang Kas 3. Transfer jasa idem transfer kewajibanF. Pendapatan (Revenue) Arus masuk yang menambah harta bersih (ekuitas) dari seluruh transaksi yang bersifat peripheral (terus-menerus) atas kegiatan operasional pokok entitas dalam satu periode tertentu. Laporan Rugi Laba Penjualan xxx HPP (xx) Laba Kotor xxx Beban Operasional (xx) Laba Usaha xxx Page 6
    • Sumber-sumber Pendapatan 1. Pendapatan dari penjulan produk a) Point of sale (ex : penjualan kredit) b) Sebelum barang diserahkan (ex : barang konstruksi jangka panjang) c) Setelah barang diserahkan (ex : penjualan angsuran) d) Secara khusus (ex : konsinyasi; franchise) 2. Pendapatan dari penyerahan jasa 3. Pendapatan dari mengizinkan pihak lain menggunakan aktiva 4. Pendapatan dari penjualan aktiva tetapG. Beban (Expense) Arus keluar yang mengurangi harta bersih (ekuitas) dari seluruh transaksi yang bersifat peripheral atas kegiatan operasional pokok entitas dalam satu periode tertentu. Jenis Beban 1. Cost of Goods Sold atau HPP (Harga Pokok Barang yang Terjual) CGS menjadi expense setelah melalui tahapan proses inventoriable cost Persd  B. Bahan Baku Persd  B. Tenaga Kerja Persd BDP  Persd Barang Jadi  CGS Persd  B. Overhead Pabrik terjual Persediaan Bahan Baku  Biaya Bahan Baku Persediaan Barang Jadi Cost of Goods Sold 2. Biaya operasional Biaya operasional tidak melalui proses inventoriable cost sehingga namanya langsung sesuai biaya yang diakui. Biaya operasional biaya penjualan  biaya iklan, biaya angkut penjualan biaya administrasi dan umum  biaya gaji, biaya listrik, air, teleponH. Keuntungan (Gain) Tambahan harta bersih (ekuitas) dari transaksi yang bersifat peripheral maupun insidental atas seluruh kegiatan di luar operasional pokok entitas. Contoh : Peripheral : interest revenue karena sifatnya rutin (terus menerus), maka dapat dikatakan “revenue”, walaupun non-operasional. Page 7
    • Insidental : keuntungan penjualan investasi, keuntungan penjualan aktiva tetap, keuntungan selisih kurs, keuntungan pertukaran aktivaI. Kerugian (Loss) Pengurangan harta bersih (ekuitas) dari transaksi yang bersifat peripheral maupun insidental atas seluruh kegiatan di luar operasional pokok entitas. Contoh : Peripheral : interest expense Insidental : kerugian penjualan investasiJ. Laba Komprehensif (Comprehensive Income) Tambahan harta bersih (ekuitas) atas seluruh transaksi selain investasi dan distribusi pemilik. Laba komprehensif tidak tercantum secara eksplisit di laporan keuangan. Untuk mengetahuinya, harus dilakukan analisis tersendiri atas Neraca dan Laporan R/L. Penentuan Laba Komprehensif Laba bersih dalam Laporan R/L ditambah dengan kenaikan harta yang sekaligus menambah modal di Neraca, tetapi belum direalisasi (unrealized) sehingga belum tersaji dalam Laporan R/L. Contoh : Unrealized Gain – temporary investment  trading securities & available for sale securities (at fair value) Deferred Gross Profit– installment sales (laba kotor ditangguhkan dari penjualan angsuran) Treatment diletakkan di sisi setelah Utang, sebelum Modal H = U + M + (P – B) Deferred Gross Profit (Advanced Acc Drebin Ch 5) Contoh : Penjualan angsuran 10.000, HPP 8.000 +10 H = U + M + (P – 8)  10 – 8 = 2  Laba ditangguhkan -8 LANDASAN OPERASIONALA. PRINSIP 3. Revenue 1. Business Entity 1. Historical Cost Recognition 2. Going Concern 2. Matching Principle 4. Full Disclosure 3. Time Period B. ASUMSI (Periodicity) Page 8
    • 4. Monetary Unit 1. Cost Benefit 3. MaterialismC. KENDALA Relationship 4. Industry Practice 2. Conservatism Historical Cost PrinciplePrinsip akuntansi yang mencatat harta dan kewajiban sebesar biaya historisnya atau harga perolehannya(Cost). Cost adalah seluruh pengorbanan untuk memperoleh harta dan kewajiban sampai siap digunakan.Pada saat perolehan awal, historical cost dan fair value adalah sama. Namun, dalam periode selanjutnya,seiring perubahan kondisi pasar dan ekonomi, historical cost dan fair value sering berbeda.Kriteria Kapitalisasi Cost 1. Terjadi sekali selama masa manfaat atau umur ekonomis aktiva/kewajiban 2. Terjadi bukan karena human errorIlustrasi 1. Cost untuk aktiva yang dibeli Contoh APerusahaan membeli mesin dengan harga 100 juta. PPN 10% exclude. Selain itu, terjadi pengeluaran terkait yaitu : biaya pengiriman 1 juta, asuransi selama pengiriman 500 ribu, uji coba & pemasangan 3 juta, BBM & pelumas 1 periode 3 juta, perbaikan akibat kerusakan saat uji coba 750ribu, asuransi mesin untuk 5 tahun 10 juta. Tentukan cost dan jurnal perolehan mesin! Jawab : Komponen cost mesin Jurnal Harga beli 100 juta Mesin 114.500.000 PPN 10 juta BBM & Pelumas 3.000.000 Pengiriman 1 juta Biaya reparasi 750.000 Uji coba & pemasangan 3 juta Asuransi ddm 10.000.000 Asuransi selama pengiriman 500 ribu Kas 128.250.000 Total cost 114.500.000,- Contoh BPerusahaan memperoleh tanah yang diatasnya terdapat bangunan pada harga 100 juta. Selain itu melakukan pengeluaran terkait seperti berikut : Komisi makelar 2%, Sertifikasi 5 juta, perataan tanah 2 juta, perobohan bangunan 1 juta, hasil penjualan sisa bangunan 400 ribu, PBB 2,5 juta. Tentukan cost dan jurnal perolehannya! Jawab : Komponen cost tanah(asumsi : bangunan dirobohkan) Harga beli 100 juta Sertifikasi 5 juta Page 9
    • Perataan tanah 2 juta 109,6 juta Perobohan bangunan 600 ribu Makelar 2 juta Komponen cost tanah dan bangunan (asumsi : bangunan tidak dirobohkan) Lump-sum  alokasi dengan nilai pasar relatif Asumsi : nilai pasar tanah 80 juta dnan nilai pasar bangunan 40 juta Cost Lump-sum Jurnal Harga beli 100 juta Tanah 73,33 juta (71,33 + 2) Makelar 2 juta 107 juta Bangunan 36,27 juta (35,67 + 0,6) Sertifikasi 5 juta Alokasi PBB 2,5 juta Tanah = 80/120 x 107 juta = 71,33 juta Kas 112,1juta Bangunan = 40/120 x 107 juta = 35,67 juta 2. Cost untuk aktiva yang diproduksi sendiri Seluruh biaya produksi baik bahan baku, tenaga kerja, maupun overhead pabrik yang dikeluarkan sampai barang siap digunakan/dijual.Full costing, variable costing(Cost Acc). 3. Cost untuk aktiva yang diperoleh dari pertukaran Cost atas aktiva pertukaran tergantung pada jenis pertukarannya(Intermediate Acc Kieso 11st). ☺ Pertukaran sejenis cost ditentukan berdasarkan harga pasar aktiva baru yang diterima dikurangi dengan laba pertukaran Harga aktiva baru = harga pasar aktiva lama (+) kas dibayarkan, atau (-) kas diterima ☺ Pertukaran tidak sejenis  harga pasar aktiva lama (laba pertukaran diakui) 4. Cost untuk aktiva dari konversi surat berharga Jika aktiva diperoleh dari konversi surat berharga, ada beberapa urutan penentuan cost : a) Harga pasar aktiva b) Nilai buku aktiva c) Harga pasar surat berharga d) Nilai nominal surat berharga e) Harga arbitrase (kesepakatan antara 2 pihak yang saling bertukar dan 1 pihak independen) Matching Principle (Expense Recognition)Prinsip akuntansi yang menandingkan beban dengan pendapatan dalam rangka penilaian kinerja entitas.Konsekuensi dari matching principle adanya penyusunan Laporan R/L, terutama pos-pos operasional,dimana beban ditandingkan dengan pendapatan untuk menilai kinerja (Laba Usaha). Page 10
    • Cara Penandingan Beban >< Pendapatan 1. Direct Matching (Penandingan Langsung) Penandingan beban >< pendapatan yang mana hubungan diantara keduanya adalah variabel (perubahan beban diikuti oleh perubahan pendapatan dalam proporsi yang sama). Contoh : HPP; komisi bagian penjualan; depresiasi metode satuan aktivitas/unit (dengan syarat produk yang dihasilkan dalam satu periode, seluruhnya terjual pada periode yang sama); beban- beban lain yang dihitung berdasarkan unit produk yang terjual. 2. Indirect Matching (Penandingan Tidak Langsung) Penandingan beban >< pendapatan yang mana hubungan diantara keduanya adalah tidak langsung (semivariabel). Perubahan beban diikuti oleh perubahan pendapatan dalam proporsi yang berbeda. Contoh : beban listrik, air, telepon; beban iklan 3. Matching karena berlalunya waktu atau manfaat ekonomis Penandingan beban ><pendapatan yang mana beban tidak berhubungan sama sekali dengan pendapatan. Hanya karena alasan pengurangan manfaat ekonomis atau karena berlalunya waktu, beban diakui dan ditandingkan dengan pendapatan dalam Laporan R/L. Contoh : depresiasi garis lurus, prepaid expense (sewa ddm, asuransi ddm, dll) Revenue Recognition PrinciplePrinsip akuntansi yang mengakui pendapatan pada saat tanggal terjadinya transaksi dan/atau pada saatrealisasi.Pendapatan diakui ketikarealized atau realizable dan earned. Pendapatan “realized” ketikabarang atau jasa telah dibayar dengan kas atau dalam bentuk klaim terhadap kas (piutang). Pendapatan“realizable” ketika aktiva yang diterima dari pertukaran/transfer tersebut siap untuk dikonversi menjadisejumlah kas atau klaim terhadap kas. Pendapatan “earned” ketika entitas telah menyelesaikankewajibannya (mentransfer barang/jasa) dalam rangka memperoleh pendapatan terkait, yaitu ketikaproses earning telah lengkap/selesai. (Intermediate Acc Kieso 11st,ch 2). Revenue Recognition Classified by Nature of Transaction ((Intermediate Acc 11st, ch 18) Jenis transaksi Penjualan produk Penyerahan jasa Penggunaan aset Penjualan aset selain persediaan Deskripsi Dari penjualan Dari fee atau jasa Dari bunga, Gain/loss pendapatan sewa, dan royalti pelepasan aset Waktu Tanggal Jasa telah Seiring Tanggal pengakuan penjualan diserahkan dan berlalunya waktu penjualan Page 11 pendapatan dapat ditagih
    • ☺ Cash Basis  Transaksi dicatat/diakui pada saat penerimaan atau pengeluaran kas ☺ Accrual Basis  Transaksi dicatat/diakui pada saat terjadi transaksi, ketika hak/kewajibannya sudah dapat ditentukan, tanpa mempedulikan penerimaan/pengeluaran kas.Sumber pendapatan (Intermediate Acc 11st, ch 18) : Pendapatan atas penjualan produk accrual basis, diakui pada tanggal terjadi transaksi Pendapatan atas penyerahan jasa  pada saat penyelesaian dan penyerahan jasa Pendapatan dari mengizinkan pihak lain menggunakan aktiva berlalunya waktu pemakaian Penjualan aktiva tetap (aset selain persediaan)  saat terjadi penjualanPendapatan atas penjualan produk dan pendapatan atas penyerahan jasa sales transactionsPengakuan Pendapatan atas Penjualan Produk 1. Point of Sale (delivery)general rulerealized or realizable and earned 2. Sebelum Barang Diserahkan(before delivery) Pengakuan pendapatan atas kontrak penjualan jangka panjang (ex: pembuatan jembatan, jalan tol) Metode pengakuan pendapatan ini sebagai berikut : Kontrak selesai  seluruh pendapatan dan laba kotor diakui pada akhir periode penyelesaian masa kontrak Persentase tingkat penyelesaian  pendapatan dan laba kotor diakui dalam tiap-tiap periode pembangunan selama masa kontrak berdasarkan tingkat penyelesaian pembangunan/produksi yang ditentukan berdasarkan jumlah biaya yang sudah dikeluarkan atas seluruh total biaya yang dibutuhkan. Persentase tingkat penyelesaian = Biaya s/d tanggal tertentu x 100% Estimasi total biaya Contoh :Harga kontrak 5 M; Estimasi cost 4 M; Jangka waktu kontrak 3 th Rincian biaya  I = 1 M; I = 2 M; III = 3 M Persentase penyelesaian Pengakuan pendapatan I : ¼ x 100% = 25% I : 25% x 5 M = 1,25 M II : ¾ x 100% = 75% II : 75% x 5 M = 3,75 M – 1,25 M = 2,5 M III : 1 x 100% = 100% III : 100% x 5 M = 5 M – 3,75 M = 1,25 M 3. Setelah Barang Diserahkan(after delivery) Contoh : Installment sales (penjualan angsuran) Page 12
    • Penjualan Kredit Penjualan Angsuran Pelunasannya dibayar dalam satu periode Pelunasannya dibayar lebih dari satu periode akuntansi (jangka waktu ≤ 1 tahun) akuntansi (jangka waktu > 1 tahun) 1 Jan 08 Piutang Saat Transaksi Penjualan 1 Jan 08 Piutang HPP Penjualan Angsuran Persediaan HPP Angsuran Persediaan 1 Juni 08 Kas Closing Entries Piutang 31 Des 08 Penjualan Angsuran Laba Kotor Ditangguhkan HPP AngsuranKarakteristik penjualan angsuran Biasanya menggunakan DP Jangka waktu penyelesaian lebih dari satu periode akuntansi Pendapatan dan biaya atas penjualan angsuran diakui pada periode terjadinya Laba kotor atas penjualan angsuran harus ditangguhkan dan kemudian direalisasi berdasarkan jumlah pelunasan piutang penjualan angsuranJumlah LK yang direalisasi dapat ditentukan dengan cara sebagai berikut : Laba kotor x Pelunasan piutang angsuran Penjualan AngsuranContoh :1 Jan Menjual barang secara angsuran senilai 100 juta, cost 60%, DP 40%, sisanya dibayar 3x tiap tahun. Biaya penjualan angsuran 5 juta. Perusahaan menggunakan metode perpetual.1 Jan Diterima angsuran pertama31 Des Dilakukan penutupan terkait transaksi penjualan angsuranJurnal Transaksi1 Jan Kas 40 juta Piutang Angsuran 60 juta Penjualan Angsuran 100 juta HPP 60 juta Persediaan 60 juta1 Jan Biaya angkut 5 juta Page 13
    • Kas 5 juta 1 Jan Kas 20 juta Piutang Angsuran 20 juta 31 Des Tahun I Mengakui LK ditangguhkan Penjualan angsuran 100 juta HPP Angsuran 60 juta LK Ditangguhkan 40 juta Mengakui LK direalisasi LK ditangguhkan 24 juta{(40 jt/100jt) x (40jt + 20jt)} LK direalisasi 24 juta Menutup rekening lain LK direalisasi 24 juta Biaya angkut 5 juta Ikhtisar R/L 19 juta 31 Des Tahun II LK ditangguhkan 8 juta {(40jt/100jt) x 20 jt} LK realisasi 8 juta 31 Des Tahun III idem Tahun II4. Secara Khusus (ex : Konsinyasi dan Franchise) Aspek Konsinyasi(Advanced Acc Drebin Ch 6) Pengakuan pendapatan  pendapatan diakui bukan pada saat barang diserahkan pada consignee, melainkan pada saat consignor menerima laporan hasil penjualan konsinyasi (akhir periode) Biaya dan risiko  seluruh biaya dan risiko terkait barang konsinyasi menjadi tanggung jawab consignor Kepemilikan  kepemilikan di tangan consignor, walaupun secara fisik barang berada di tangan consignee, sehingga pihak yang berhak mengakui dan menyajikan persediaan barang konsinyasi dalam neraca adalah consignornya. Metode pencatatan a) Metode pencatatan laba terpisah Metode ini mengasumsikan transaksi terkait barang konsinyasi dipisahkan dengan transaksi cara penjualan lain. Oleh karenanya, harus dibentuk rekening khusus. Buku Consignor Consignment-Out (Dr)  HPP dan biaya Page 14
    • Consignment-Out (Cr)  Pendapatan/Penjualan Buku Consignee Consignment-in (Dr)  HPP dan biaya Consignment-in (Cr)  Pendapatan/Penjualan b) Metode pencatatan laba tidak terpisah Metode yang mencatat dan mengakui laba konsinyasi secara bersama-sama dengan laba atas cara-cara penjualan lain, sehingga tidak dibutuhkan rekening khusus untuk mencatat transaksi terkait konsinyasi. Pencatatan Metode Laba Terpisah Transaksi Consignee ConsignorPengiriman barang komsinyasi No entry, just memo Consignment Out 100.000Dikirim 100 unit, cost Pengiriman barang 100.0001000/unit, dijual 1500/unitPembayaran biaya angkut Consignment In 6.000 Consignment Out 4.00010.000, 60% consignee, 40% Kas 6.000 Kas 4.000consignorSaat penjualan (seluruh barang Kas 150.000 No entryterjual) Consignment In 150.000Pengakuan komisi 10% Consignment In 15.000 No entry Pendapatan komisi 15.000Pengiriman laporan dan hasil Consignment In 129.000 Kas 129.000penjualan Kas 129.000 Consignment Out 21.000 Consignment Out 150.000Pengakuan laba konsinyasi No entry Consignment Out 25.000 Laba konsinyasi 25.000 Pencatatan Metode Laba Tidak TerpisahTransaksi Consignee ConsignorSaat pengiriman (tidak ada jurnal, karena No entry, just memo No entry, just memobukan penjualan)Pembayaran biaya angkut PT A 6.000 Biaya angkut 4.000 Kas 6.000 Kas 4.000Penjualan Kas 150.000 No entry Penjualan 150.000 Pembelian 135.000 PTA 135.000Pengiriman laporan dan hasil penjualan PT A 129.000 Kas 129.000 Page 15
    • Kas 129.000 Biaya angkut 6.000 Biaya komisi 15.000 Penjualan 150.000 Pengakuan laba (tidak perlu dijurnal, No entry No entry karena laba konsinyasi dilaporkan bersamaan dengan laporan R/L dari hasil penjualan cara lain  tidak terpisah) Full Disclosure PrinciplePrinsip akuntansi yang mengungkapkan seluruh informasi baik keuangan maupun nonkeuangan dalamlaporan keuangan guna penyediaan informasi bagi pemakai terkait pengambilan keputusan ekonomisnya. Info keuangan disajikan dalam laporan keuangan pokok (R/L, perubahan modal, neraca, arus kas) Info nonkeuangan disajikan dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CALK)Jenis Pengungkapan a. Mandatory Disclosure pengungkapan informasi yang harus tersaji dalam laporan keuangan, yang apabila tidak dilakukan oleh entitas, dapat mempengaruhi kewajaran laporan keuangan atas PABU. Item-item yang harus diungkapkan telah diatur dalam standar akuntansi yang berlaku. Contoh : pengungkapan nilai pos-pos dalam unsur-unsur laporan keuangan. b. Voluntary Disclosure pengungkapan item-item tertentu yang belum diatur dalam standar, tetapi dapat menambah informasi bagi user dalam pengambilan keputusan ekonomisnya. Contoh : pengungkapan tentang Good Corporate Governance (GCG); free cash flow; CSR Business Entity AssumptionAsumsi akuntansi yang memisahkan pemilik dari entitasnya sehingga setiap terjadi transaksi pemilikdengan entitasnya atau sebaliknya harus tercatat sebagaimana transaksi tersebut terjadi pada pihak lain.Konsekuensi  adanya neraca (memisahkan aset, kewajiban, ekuitas entitas); laporan keu konsolidasian Going Concern AssumptionAsumsi akuntansi bahwa operasional perusahaan akan berjalan secara terus-menerus untuk waktu yangtidak terbatas sehingga setiap saldo atas rekening (riil/tetap) pada tanggal tertentu akan dibawa menjadisaldo awal pada tanggal berikutnya.Konsekuensi  adanya neraca dengan rekening riil yang berlanjut; memungkinkan entitas untukmenyusun laporan keuangan (neraca) sewaktu-waktu Time Period Assumption Page 16
    • Asumsi akuntansi yang memisahkan waktu berdasarkan periode-periode tertentu dalam rangkapengukuran kinerja entitas.Konsekuensi  adanya penyusunan laporan R/L; adanya jurnal penutup; adanya jurnal penyesuaian Unit Monetary AssumptionAsumsi akuntansi bahwa pencatatan, penilaian, dan penyajian tiap-tiap pos atau unsur laporan keuanganmenggunakan satuan mata uang sebagai ukuran untuk seluruh unit pos yang bersangkutan. Laporan R/L time period assumption per periode Neraca going concern assumption per tanggal KENDALA (CONSTRAINT)Konsep yang dapat menghambat/membatasi akuntansi dalam mencapai tujuan terkait penyediaaninformasi kepada para pemakai laporan keuangan. Cost Benefit RelationshipKonsep yang selalu menghubungkan cost yang harus dikeluarkan dengan manfaat yang akan diterimadalam pengambilan keputusan terkait akuntansi, yang dapat mengurangi informasi yang tersaji dalamlaporan keuangan.Cost berbeda dengan ExpenseCost masih ada manfaat ekonomisnya (aset), sedangkan expensemerupakan expired cost (sudah habis masa manfaatnya).Contoh : voluntary disclosure jika dilakukan dapat menambah nilai informasi dalam laporan keuangan.Tetapi dalam penyediaan informasinya membutuhkan cost, seperti dokumentasi, pencatatan, sampaidengan penyajian. Jika tambahan nilai informasi lebih besar daripada cost-nya, maka pengungkapansukarela layak untuk dilakukan, dan sebaliknya.Indikator pengukuran manfaat  nilai pasar saham, likuiditas volume perdagangan sahamCara Mengatasi Kendala  menjadikan pengungkapan yang awalnya masih bersifat voluntary (sukarela)menjadi mandatory (wajib). MaterialismSegala sesuatu yang apabila dihilangkan dari laporan keuangan dapat mempengaruhi pengambilankeputusan oleh user.Materialitas dapat diidentifikasi dengan 3 hal : 1) Nilai nominal  analisis common-size (membandingkan pos dengan total pos) Ex : Kas 10 Page 17
    • Peralatan 100 Persediaan 1.000 Total aktiva 100.000 Dengan demikian, persediaan lebih material dibandingkan dengan pos-pos lain (1.000 : 100.000). 2) Pengaruh  semakin berpengaruh terhadap laporan keuangan, item tersebut semakin material Ex : Kas 10  Neraca Persediaan 100  HPP; R/L; Neraca Tanah 1.000  Neraca Bangunan 10.000  R/L (depresiasi); Neraca Dengan demikian, persediaan lebih material dibandingkan pos-pos lain karena aspek pengaruhnya paling besar (HPP, R/L, dan Neraca). 3) Kompleksitas  semakin rumit/sering terjadi mutasi sehingga menyebabkan semakin tinggi risiko terjadi kesalahan, maka semakin material. Ex : Kas paling material karena paling banyak terjadi mutasi. Sedangkan tanah paling tidak material karena jarang terjadi mutasi.Batasan  Karena alasan sesuatu tidak material, suatu pos/rekening adakalanya tidak disajikan dalamlaporan keuangan, sehingga informasi yang tersaji di neraca tidak/kurang lengkap bagi user.Cara Mengatasi Kendala  dengan menurunkan tingkat materialitas serendah mungkin Conservatism Konsep yang mengakui secara langsung kemungkinan terjadinya kerugian dan melakukan penundaan terhadap kemungkinan terjadinya keuntungan sampai dengan benar-benar dapat terealisasi. Contoh : 1) Pengakuan kerugian  pembentukan CKP; estimasi kewajiban garansi; cadangan penurunan nilai persediaan 2) Penundaan keuntungan/laba  adanya rekening laba kotor ditangguhkan (deferred gross profit) atas penjualan angsuran; adanya laba yang belum direalisasi atas investasi sementara dalam penyesuaian terhadap nilai pasarnya (unrealized holding gain); tidak diakuinya apresiasi atas aktiva tetap. ☺ Apresiasi  pertumbuhan nilai pasar tanpa diikuti pertumbuhan fisik alamiah ☺ Akresi  pertumbuhan nilai pasar diikuti pertumbuhan fisik yang bersifat alamiah Konsep yang mengakui pendapatan/harta pada nilai yang terkecil dan mengakui beban/kewajiban pada nilai tertinggi. Contoh : penilaian persediaan metode LOCOM (mana yang lebih rendah, Cost atau Market? ) Page 18
    • Batasan  Dengan konservatisme, informasi dalam laporan keuangan tidak menggambarkankemungkinan keuntungan yang sebenarnya menjadi tambahan potensial harta bagi perusahaan.Cara Mengatasi  Mengungkapkan/menyajikan kemungkinan tersebut dalam CALK. Industry PracticesIndustri merupakan sekumpulan entitas sejenis yang berada dalam satu distrik wilayah tertentu. Masing-masing industri mempunyai karakteristik yang berbeda, baik operasional maupun rekeningnya, yangmenyebabkan standar akuntansi tidak dapat diterapkan untuk seluruh industri yang berbeda-beda tersebut.Cara Mengatasi  dengan menyusun standar akuntansi khusus bagi masing-masing industri, sepertiPSAK untuk koperasi, perbankan syariah, organisasi nirlaba, perusahaan leasing, perusahaanpertambangan, dll. JENIS DAN BENTUK LAPORAN KEUANGAN Jenis Laporan Keuangan1. Laporan Rugi Laba (Income Statement)2. Laporan Perubahan Modal/Ekuitas3. Neraca (Balance Sheet)4. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)5. Catatan atas Laporan Keuangan (Notes to Financial Statement) Penyusunan Laporan R/L dan Neraca, Lebih Dahulu Mana ?? 1. Aspek Teknis Penyusunan Pertama harus menyusun Laporan R/L Laba atau RugiLaporan Perubahan Modal Neraca. Laporan Perubahan Modal Laporan Neraca R/L Laporan Arus Kas 2. Aspek Teoritis Pertama harus menyusun Neraca, karena yang pertama kali muncul adalah Neraca Awal. Neraca Laporan Perubahan Laporan Modal R/L Page 19 Laporan Arus Kas
    • Perubahan harta  persediaan dijual menghasilkan (Dr) Kas/Piutang, (Cr) Penjualan Perubahan kewajiban  utang gaji menghasilkan beban gaji Artikulasi Laporan KeuanganArtikulasi laporan keuangan adalah hubungan keterkaitan antarkomponen di dalam pos-pos laporankeuangan yang merupakan satu kesatuan informasi. Alasan munculnya artikulasi laporan keuangan yaitukarena pencatatan di Indonesia double entry (jurnal berpasangan debet dan kredit).Contoh : Kas  neraca Penjualan  R/L HPP  R/L Persediaan  Neraca Laporan Rugi Laba Pendapatan Beban Rugi/Laba Laporan Perubahan Modal Modal awal (+) Laba (-) Rugi Neraca Modal akhir Aktiva Kewajiban Modal Laporan Arus Kas Aktivitas operasi  R/L, aktiva lancar, kewajiban lancar Aktivitas pendanaan  perubahan modal (investasi dan prive) Aktivitas investasi  aktiva tetap, kewajiban jangka panjang Laporan Rugi Laba Laporan Perubahan Modal Neraca Page 20 Laporan Arus Kas
    • Laporan Rugi LabaLaporan rugi laba merupakan laporan yang menggambarkan kinerja atau hasil kerja entitas dan diperolehdari selisih antara pendapatan dan beban dalam suatu periode tertentu.Bentuk Laporan R/L ☺ Single Step /Skontro/ Langsung Bentuk laporan R/L yang tidak memisahkan laporan dalam klasifikasi operasional dan non- operasional, tetapi hanya membedakan komponen laporan ke dalam pendapatan dan beban sehingga laba bersih ditentukan secara langsung (satu tahapan) dengan menselisihkan pendapatan dan beban. Format ini simpel, namun kurang informatif karena tidak terinci. Hanny Corporation Laporan Rugi Laba Untuk periode XXX Pendapatan Penjualan bersih xxx Pendapatan bunga xxx Pendapatan lain-lain xxx Keuntungan non-operasional xxx Total Pendapatan xxx Beban HPP xxx Beban administrasi xxx Beban penjualan xxx Beban bunga xxx Beban lain-lain xxx Kerugian non-operasional xxx Pajak xxx Total Beban (xx) Laba/Rugi Bersih xxx ☺ Multiple Step/ Staffel Page 21
    • Bentuk laporan R/L yang memisahkan komponen laporan ke dalam operasional dan non-operasional serta melakukan rincian tiap-tiap pos dengan tujuan untuk menghasilkan informasikinerja yang lebih mudah dipahami dan dianalisis oleh user.Pos-pos di dalam format Multiple Step : 1. Pos Operasional a. Pendapatan b. HPP c. Laba kotor Peripheral d. Beban operasional e. Laba usaha 2. Pos Non-Operasional a. Keuntungan dan pendapatan lain b. Kerugian dan beban lain 3. Pajak penghasilan 4. Penghentian operasional divisi perusahaan Insidental 5. Pos luar biasa (extraordinary item) 6. Pos pengaruh kumulatif perubahan prinsip atau metode akuntansi 7. Earnings per share (EPS) Hanny Corporation Laporan Rugi Laba Untuk periode XXXPendapatan Penjualan kotor xxx Retur dan potongan penjualan (xx) Penjualan bersih xxxHPP Persediaan awal xxx Pembelian Biaya angkut pembelian xxx Retur dan potongan pembelian (xx) Pembelian bersih xxx Barang siap dijual xxx Persediaan akhir (xx)Total HPP (xx) Page 22
    • Laba Kotor xxx Beban Operasional Beban administrasi Gaji kantor xxx Perlengkapan kantor, dll xxx xxx Beban penjualan Gaji salesman xxx Komisi penjualan xxx Biaya angkut penjualan, dll xxx xxx Total beban operasional (xx) Laba Usaha xxx Pendapatan dan Keuntungan Lain Pendapatan bunga xxx Keuntungan penjualan investasi/aktiva tetap xxx xxx Beban dan Kerugian Lain Beban bunga xxx Kerugian penjualan investasi/aktiva tetap xxx (xx) Laba Sebelum Pajak xxx Pajak (Tarif) (xx) Laba Setelah Pajak xxx Keuntungan/Kerugian Penghentian xxx Pos-pos Luar Biasa xxx Pengaruh Kumulatif Perubahan xxx Laba Bersih xxx Laba per Lembar Saham xxx Laporan Arus Kas(Intermediate Acc Kieso 11st, Ch 23)Laporan arus kas menggambarkan arus masuk dan keluar kas & setara kas, baik dari aktivitas operasional,aktivitas investasi, maupun aktivitas pendanaan oleh entitas dalam satu periode tertentu.Kegunaan Laporan Arus Kas 1. Untuk memprediksi arus kas masa depan 2. Mengetahui kemampuan entitas untuk membayar dividen dan kewajibannya 3. Mengetahui alasan perbedaan (selisih) laba bersih dengan arus kas bersih dari aktivitas operasi 4. Mengetahui transaksi investasi dan pendanaan, baik secara kas maupun nonkas.Unsur Laporan Arus Kas Page 23
    • 1. Aktivitas Operasional  menggambarkan arus kas dari aktivitas pokok bisnis perusahaan, yang biasanya diwakili oleh perubahan atas rekening-rekening berikut : Laba bersih Keuntungan/kerugian non-operasional R/L Depresiasi, amortisasi, deplesi Aktiva lancar nonkas neraca Kewajiban lancar 2. Aktivitas Investasi  menggambarkan arus kas dari kegiatan penyertaan harta perusahaan, baik pada entitas lain maupun entitias sendiri yang berjangka waktu lebih dari satu periode akuntansi. 3. Aktivitas Pendanaan  menggambarkan arus kas atas kegiatan entitas dalam rangka memperoleh dan menggunakan modal, baik dari pihak internal maupun eksternal, serta seluruh konsekuensi dari kegiatan perolehan dan penggunaan modal tersebut (ex : dividen sebagai konsekuensi dari penerbitan saham).Tata Cara Penyusunan Laporan Arus Kas 1. Menyusun neraca komparatif, minimal dua periode berturut-turut 2. Menentukan kenaikan/penurunan tiap-tiap rekening dalam neraca komparatif 3. Mengidentifikasi dan mengklasifikasikan rekening sesuai dengan aktivitas 4. Menentukan arus kas bersih dari masing-masing aktivitas 5. Menentukan kenaikan/penurunan kas dengan menjumlahkan saldo kas bersih masing-masing aktivitas (harus sama dengan kenaikan/penurunan kas di neraca) 6. Menambahkan saldo kas awal atas jumlah kenaikan/penurunan untuk menentukan saldo kas akhir.Bentuk Laporan Arus Kas ☺ Direct Method Menyesuaikan seluruh pos akrual di dalam laporan R/L Memisahkan arus kas dalam tiap aktivitas menjadi penerimaan dan pengeluaran, sehingga saldo kas bersih aktivitas ditentukan dengan mengurangkan secara langsung total penerimaan dengan total pengeluaran. Rekonsiliasi Arus Kas PaymentAccrual Basis (+) (-) Cash BasisPenjualan xx Piutang usaha ↓ Piutang usaha ↑ xx Kas dari pelangganHPP (xx) Persediaan ↑ Persediaan ↓ (xx) Kas untuk pemasok Utang dagang ↓ Utang dagang ↑Beban Operasional (xx) Prepaid expense ↑ Prepaid expense ↓ (xx) Kas untuk operasional Page 24
    • Accrued expense ↓ Accrued expense↑ Depresiasi Pajak (xx) Utang pajak ↓ Utang pajak ↑ (xx) Kas untuk bayar pajak Laba Bersih xx xx Kas bersih untuk aktivitas operasional Ilustrasi melalui Jurnal Akun Accrual Basis Cash Basis Depresiasi Biaya depresiasi No entry Akumulasi depresiasi Prepaid Expense Prepaid expense Biaya xxx Cash Kas Accrued Expense Biaya Gaji (accrued expense) No entry Utang Gaji AbQori Corporation Laporan Arus Kas Untuk Periode XXXAktivitas Operasional Pemasukan Kas dari pelanggan xxx Pengeluaran Kas untuk pemasok xxx Kas untuk operasional xxx Kas untuk bayar pajak xxx (xx)Arus Kas Bersih Aktivitas Operasional xxxAktivitas Investasi Pemasukan Kas dari penjualan aktiva tetap xxx Kas dari penjualan investasi jangka panjang xxx xxx Pengeluaran Pembelian aktiva tetap xxx Pembelian investasi jangka panjang xxx (xx)Arus Kas Bersih Aktivitas Investasi xxxAktivitas Pendanaan Pemasukan Page 25
    • Kas dari penerbitan saham xxx Kas dari penerbitan utang jangka panjang xxx xxx Pengeluaran Kas untuk penarikan saham (treasury stock) xxx Kas untuk pelunasan utang jangka panjang xxx Kas untuk dividen tunai xxx (xx)Arus Kas Bersih Aktivitas Pendanaan xxxKenaikan/Penurunan Kas xxxKas Awal Periode xxxKas Akhir Periode xxx ☺ Indirect Method Menyesuaikan laba bersih dengan pos akrual guna penentuan kas bersih aktivitas operasional Memisahkan ke dalam klasifikasi kenaikan/penurunan rekening dalam tiap aktivitas AbQori Corporation Laporan Arus Kas Untuk Periode XXXAktivitas OperasionalLaba Bersih xxxPenyesuaian Depresiasi xxx Keuntungan penjualan aset/inventaris (xx) Pendapatan dividen (xx) Kenaikan piutang (xx) Kenaikan persediaan (xx) Kenaikan perlengkapan (xx) Kenaikan biaya ddm (xx) Kenaikan utang dagang xxx Kenaikan utang biaya xxx Kenaikan utang lancar lain xxxTotal penyesuaian xxxArus Kas Bersih Aktivitas Operasional xxxAktivitas Investasi Penurunan aktiva tetap xxx Penurunan investasi jangka panjang xxx Kenaikan aktiva tetap (xx) Page 26
    • Kenaikan investasi jangka panjang (xx)Arus Kas Bersih Aktivitas Investasi xxxAktivitas Pendanaan Kenaikan utang jangka panjang xxx Kenaikan modal saham xxx Penurunan utang jangka panjang (xx) Penurunan modal saham (xx)Arus Kas Bersih Aktivitas Pendanaan xxxKenaikan/Penurunan Kas xxxKas Awal Periode xxxKas Akhir Periode xxxKeterangan : Depresiasi merupakan aktivitas nonkas, sehingga tidak tercatat dalam cash basis. Padahal depresiasi telah tercatat mengurangi laba bersih dalam laporan R/L. Akibatnya R/L dicatat terlalu rendah/tinggi sehingga perlu ditambah/dikurangi dalam penyesuaian. Keuntungan (gain) mengurangi penyesuaian 1. Karena keuntungan penjualan aset merupakan keuntungan di luar operasional. Jadi harus dikeluarkan dari arus kas aktivitas operasional 2. Keuntungan.kerugian hanyalah pengakuan selisih antara cost (nilai buku) dengan harga jual yang sebenarnya tidak terdapat arus kasnya Pendapatan dividen merupakan pendapatan non-operasional di Laporan R/L. Oleh karena itu, pendapatan dividen harus dikeluarkan dari arus kas aktivitas operasional Dividen dari aktivitas operasional  sudut pandang perusahaan sebagai investor yang menerima dividen Dividen dari aktivitas pendanaan  sudut pandang perusahaan sebagai investee yang membayar dividen kepada investornya Piutang Kenaikan piutang menurut accrual basis sekaligus menaikkan penjualan  laba ↑(overstate). Padahal menurut cash basis, tidak ada arus kas. Dengan demikian, dalam laporan arus kas, kenaikan piutang harus dibatalkan (dikurangkan dari laba bersih dalam penyesuaian). Penurunan piutang menurut cash basis berarti ada pelunasan (pembayaran piutang). Sedangkan menurut accrual basis belum diakui. Sehingga laba menurut accrual basis terlalu kecil. Dengan demikian, penurunan piutang menambah laba bersih dalam penyesuaian. Persediaan Page 27
    • Persediaan ↓  HPP ↑ (overstate) Laba ↓ (understate) maka Laba bersih harus (+) Persediaan ↑  HPP ↓ (understate) Laba ↑ (overstate) maka Laba bersih harus (-) Laporan Perubahan ModalLaporan perubahan modal merupakan laporan keuangan yang menggambarkan jumlah modal besertaperubahannya, baik dikarenakan kontribusi oleh pemilik, distribusi ke pemilik, maupun hasil darikegiatan bisnis perusahaan dalam suatu periode tertentu.Bentuk laporan perubahan modal bergantung pada bentuk kepemilikan perusahaan yang terbagi menjadi : 1. Perseorangan 2. Persekutuan 3. Perseroan Hanny (Perseorangan) Laporan Perubahan Modal Untuk Periode XXX Modal Awal xxx (+) Investasi tambahan xxx Laba bersih xxx (-) Prive (xx) Rugi bersih (xx) Modal Akhir xxx CV Hanny-Abqori (Persekutuan) Laporan Perubahan Modal Untuk Periode XXX Hanny Abqori Total Modal Awal xxx xxx xxx (+) Investasi tambahan xxx xxx xxx Alokasi Laba bersih xxx xxx xxx (-) Prive sekutu (xx) (xx) (xx) Alokasi Rugi bersih (xx) (xx) (xx) Modal Akhir xxx xxx xxx PT Hanny (Perseroan) Laporan Perubahan Ekuitas Untuk Periode XXX Modal Saham Page 28
    • Saham preferen (at par) xxx Saham biasa (at par) xxx xxx Tambahan Modal Disetor Paid in Saham preferen xxx Paid in Saham biasa xxx xxx Laba Ditahan xxx Saham Treasury (at cost) (xx) Total Ekuitas Pemegang Saham xxxTreasury Stock Cost method ditarik pada harga penarikan akhir Par value method ditarik pada harga saham dengan nilai par-nya (langsung mengurangi jumlah saham beredar) NeracaNeraca merupakan laporan keuangan yang menggambarkan posisi harta, kewajiban, dan selisih diantarakeduanya (ekuitas) atas sebuah entitas pada tanggal tertentu.Bentuk neraca yang disarankan adalah neraca terklasifikasi (classified balance sheet), yaitu bentuk neracayang mengklasifikasikan dan merinci harta, kewajiban, dan ekuitas guna memberikan informai selengkapmungkin bagi user. REKENING DI NERACA Kas dan Setara Kas(Intermediate Acc Kieso 11st, Ch 7)Kas dan setara kas merupakan aktiva yang paling likuid yang keberadaannya dapat diterima sebagai alatpembayaran uang sah secara umum, baik berbentuk uang tunai maupun harta lain yang dapatdipersamakan (ex : cek, biro gilyet, deposito berjangka, dll)Sistem Pengendalian Internal terhadap Kas ☺ Metode  rekening koran bank ☺ Prosedur utama dalam penggunaan rekening koran sebagai SPI terhadap kas : a. Setiap terjadi penerimaan, harus sesegera mungkin disetor ke bank b. Setiap terjadi pengeluaran, harus menggunakan cek (surat perintah pembayaran pada bank untuk nama/pihak tertentu dalam jumlah tertentu pula). Cek membutuhkan otorisasi dari pihak perusahaan yang berwenang, sehingga setiap pengeluaran kas harus seizin pihak perusahaan yang berwenang. ☺ Masalah rekening koran a. Tidak semua pengeluaran bisa dibayar dengan cek petty cash (prosedur pembayaran) Page 29
    • b. Ketidaksamaan catatan perusahaan dengan catatan bank  rekonsiliasi (prosedur penerimaan)Petty CashKas kecil merupakan dana yang dibentuk secara khusus oleh perusahaan untuk pembiayaan pengeluaran-pengeluaran kecil yang tidak dapat dilakukan dengan cek. Misalnya, pembayaran biaya angkut,pembelian ATK, dll.Metode pencatatan petty cash : 1. Imprest system  Saldo tetap, selama tak ada kebijakan menaikkan/menurunkan saldo kas kecil oleh perusahaan  Biaya dicatat pada saat pengisian kembali (reimbursement)  Membutuhkan penyesuaian pada saat tutup buku  Memungkinkan terjadi selisih kas kecil pada saat pengisian kembali  Pengisian kembali harus menjadikan saldo kas sama dengan saldo kas kecil pada saat pembentukan 2. Fluctuative  Saldo kas berubah-ubah karena adanya pengeluaran dan pengisian kembali kas kecil  Biaya tercatat pada saat transaksi terjadi (kas kecil dikeluarkan)  Tidak butuh penyesuaian pada akhir periode  Pengisian kembali tidak harus menjadikan saldo kas kecil kembali ke saldo awalTransaksi dan Jurnal Tgl Transaksi Imprest Fluktuatif 1/1 Pembentukan kas kecil Kas kecil 500.000 Kas kecil 500.000 500.000 Kas 500.000 Kas 500.000 5/1 Pembelian perangko 100.000 No entry Biaya perangko 100.000 Kas kecil 100.000 10/1 Pembayaran biaya angkut No entry Biaya Angkut 150.000 150.000 Kas kecil 150.000 15/1 Pembayaran biaya entertaint No entry Biaya entertaint 175.000 175.000 Kas kecil 175.000 20/1 Pengisian kembali, sisa kas Perangko 100.000 Kas kecil xxx 80.000 Biaya angkut 150.000 Kas xxx Page 30
    • Biaya entertaint 175.000 (jumlah pengisian kembali Kas 5.000 kas kecil tergantung Selisih lebih kas 420.000 kebijakan perusahaan) 25/1 Pembayaran biaya listrik No entry Biaya listrik 200.000 200.000 Kas kecil 200.000 31/1 Tutup buku, adjustment Biaya listrik 200.000 No entry Kas kecil 200.000 5/2 Pembelian ATK 150.000 No entry Biaya ATK Kas kecil 20/2 Pengisian kembali, sisa kas Kas kecil 200.000 Kas kecil xxx 125.000 Biaya ATK 150.000 Kas xxx Selisih kurang kas 25.000 (jumlah pengisian kembali Kas 375.000 kas kecil tergantung kebijakan perusahaan)Rekonsiliasi BankRekonsiliasi adalah prosedur yang dilakukan untuk menyamakan atau membenarkan perbedaan yangterjadi antara saldo kas perusahaan dan saldo kas bank akibat perbedaan waktu dan kesalahan pencatatan.Rekonsiliasi Akibat Perbedaan Waktu : 1. Deposit in transit (setoran dalam perjalanan) Penerimaan kas yang sudah dicatat sebagai penambahan kas perusahaan, telah disetorkan pada bank, tetapi belum dicatat sebagai penerimaan oleh bank, sehingga saldo kas bank terlalu rendah. Oleh karena itu, rekonsiliasi menambah saldo kas bank. 2. Cash on hand Penerimaan yang telah dicatat oleh perusahaan sebagai penambahan kas, tetapi tidak disetor ke bank karena alasan tertentu, sehingga saldo kas di bank terlalu rendah. Oleh karena itu, rekonsiliasi menambah saldo kas bank. 3. Outstanding check (cek beredar) Cek yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan, telah dicatat sebagai pengeluaran oleh perusahaan, tetapi belum dicairkan oleh penerima cek, sehingga saldo kas di bank terlalu tinggi. Oleh karena itu, rekonsiliasi mengurangi saldo kas bank. 4. Penagihan piutang oleh bank Piutang perusahaan pada pihak lain yang ditagih oleh bank, sudah dilakukan dan langsung ditambahkan ke rekening koran oleh bank, tetapi belum dilaporkan pada perusahaan, sehingga Page 31
    • belum tercatat sebagai penerimaan kas oleh perusahaan. Hal ini menyebabkan saldo kas perusahaan terlalu kecil sehingga rekonsiliasinya menambah saldo kas perusahaan. 5. Jasa giro Pendapatan bunga yang diberikan oleh bank pada perusahaan atas rekening koran, sudah ditambahkan secara langsung ke kas bank, tetapi belum dilaporkan pada perusahaan, sehingga perusahaan belum mencatatnya sebagai penerimaan kas. Oleh sebab itu, saldo kas perusahaan terlalu kecil, maka rekonsiliasinya menambah saldo kas perusahaan. 6. Bank service charge (biaya administrasi bank) Beban bunga dan beban lain atas rekening koran yang sudah dipotongkan secara langsung oleh bank dari saldo rekening, tetapi belum dilaporkan ke perusahaan, sehingga saldo perusahaan terlalu besar. Oleh karena itu, rekonsiliasinya mengurangi saldo kas perusahaan. 7. NSF (not sufficient fund) check atau cek kosong Cek yang diterima dari pelanggan, sudah dicatat sebagai penerimaan oleh perusahaan, tetapi ditolak oleh bank ketika dicairkan, karena dana tidak mencukupi atau tidak ada dana sama sekali. Oleh karenanya, penambahan kas yang sudah dilakukan perusahaan harus dibatalkan dengan mengurangi saldo kas perusahaan.Rekonsiliasi Akibat Kesalahan PencatatanKesalahan Perusahaan Cek diterima dicatat > (-) kas perusahaan (pelunasan/ (+) kas) dicatat < (+)kas perusahaan Cek dikeluarkan dicatat > (+)kas perusahaan (bayar/ (-) kas) dicatat < (-) kas perusahaan Bank Cek diterima dari dicatat > (-) kas bank perusahaan lain (+) kas dicatat < (+) kas bank Cek dari perusahaan dicatat > (+) kas bank sendiri (-) kas dicatat < (-) kas bank PT Hanny Rekonsiliasi Bank Untuk Periode XXX Per Bank Per Kas PerusahaanSaldo sebelum penyesuaian xxx Saldo sebelum penyesuaian xxx(+) Deposit in transit xxx (+) Penagihan piutang xxx Cash on hand xxx Jasa giro xxx Page 32
    • Koreksi kesalahan xxx Koreksi kesalahan xxx(-) Outstanding check (xx) (-) Biaya administrasi bank (xx) Koreksi kesalahan (xx) NSF check (xx) Koreksi kesalahan (xx)Saldo setelah penyesuaian xxx Saldo setelah penyesuaian xxxJurnal Penyesuaian terkait Rekonsiliasi ☺ Yang disesuaikan (dibuat jurnal) hanya penyesuaian untuk kas perusahaan ☺ Jika dalam rekonsiliasi (+), maka di jurnal penyesuaian posisi kas pasti di Debet ☺ Jika dalam rekonsiliasi (-), maka di jurnal penyesuaian posisi kas pasti di KreditContoh :  Penagihan piutang wesel nominal 1.000, 12%, 3 bulan, biaya penagihan 10% Kas 930 Biaya administrasi bank 100 Piutang wesel 1.000 Pendapatan bunga 30  Jasa giro  Kas Pendapatan bunga  Koreksi kesalahan (+) kas Jika atas cek diterima  Kas Piutang usaha Jika atas cek dikeluarkan  Kas Utang Usaha  Biaya administrasi bank  Biaya admin bank (bank service charge) Kas  NSF check  Piutang usaha Kas  Koreksi kesalahan (-) kas Jika atas cek diterima  Piutang usaha Kas Jika atas cek dikeluarkan  Utang usaha Kas Piutang Page 33
    • Piutang adalah hak (claim) untuk menerima transfer harta dari pihak lain dalam jumlah nominal tertentupada waktu yang akan datang.Jenis Piutang Piutang usaha (accounts receivable) Piutang wesel (notes receivable) Piutang lain-lain (others receivable)Piutang UsahaPiutang yang muncul dari kegiatan operasional pokok yang tidak disertai dengan surat kesanggupanmembayar secara formal.Pencatatan piutang usaha  Net method mengakui potongan penjualan pada saat transaksi terjadi, sehingga jumlah piutang yang tercatat saat transaksi adalah jumlah bersih setelah potongan.  Gross method mengakui potongan penjualan ketika terjadi pelunasan yang dilakukan dalam periode potongan, sehingga jumlah piutang yang tercatat saat transaksi adalah jumlah kotor sebelum potongan. Gross Method Net MethodTgl Transaksi Penjual Pembeli Penjual Pembeli1/1 Saat penjualan 100.000, Piutang 100rb Pembelian 100.000 Piutang 98.000 Pembelian 98.000 2/10, n/30 Penjualan 100rb Utang 100.000 Penjualan 98.000 Utang 98.0005/1 Retur penjualan 10.000 Retur 10.000 Utang 10.000 Retur 9.800 Utang 9.800 Piutang 10.000 Retur 10.000 Piutang 9.800 Retur 9.8008/1 Pelunasan(periode Kas 88.200 Utang 90.000 Kas88.200 Utang 88.200 potongan) Potongan 1.800 Potongan 1.800 Piutang 88.200 Kas 88.200 Piutang 90.000 Kas 88.20015/1 Pelunasan(diluar periode Kas 90.000 Utang 90.000 Kas 90.000 Utang 88.200 potongan) Piutang 90.000 Kas 90.000 Piutang 88.200 Rugi 1.800 SDF 1.800 Kas 90.000Penilaian dan Penyajian PiutangPiutang usaha harus dinilai dan disajikan dalam neraca pada pos aktiva lancar sebesar nilai bersih yangdapat direalisasi (net realizable value). NRV merupakan hasil pengurangan jumlah piutang denganjumlah yang diperkirakan tidak dapat tertagih yang menggambarkan nilai piutang yang benar-benar dapatditagih dan akan menambah harta perusahaan. Tiap piutang memiliki kemungkinan tidak tertagih. Untukmencatat piutang tidak tertagih, ada dua metode, yaitu : Direct Method dan Allowance Method Page 34
    • Direct Method metode yang mengakui kerugian piutang pada saat benar-benar terjadi piutang taktertagih (dihapuskan), sehingga tidak membutuhkan pembentukan taksiran.Allowance Method metode yang mengakui kerugian piutang dengan menentukan taksiran kerugianpiutang sebagai bentuk pengakuan adanya risiko piutang yang tidak tertagih sebagai kerugian piutang. Transaksi Direct AllowanceSaat penjualan Piutang Piutang Penjualan PenjualanSaat pembentukan CKP No entry Kerugian piutang Cadangan kerugian piutangSaat penghapusan piutang Kerugian piutang Cadangan kerugian piutang Piutang PiutangSaat penerimaan pelunasan piutang Periode yang sama Periode yang samayang terlanjur dihapuskan Kas Kas Kerugian piutang Cadangan kerugian piutang Periode yang berbeda Periode yang berbeda Kas Kas Pendapatan lain Cadangan kerugian piutangPendekatan Penentuan Taksiran Kerugian Piutang ☺ Pendekatan R/L  menggunakan nilai penjualan kredit bersih yang terjadi dan diakui perusahaan dalam satu periode tertentu. Oleh karena penjualan hanya meliputi satu periode, maka setiap nilai taksiran kerugian piutang yang dihitung menjadi jumlah yang diakui sebagai kerugian piutang. ☺ Pendekatan Neraca  menggunakan rekening piutang usaha, baik atas saldo piutang usaha maupun atas analisis umur piutang usaha (aging schedule). Setiap hasil taksiran kerugian piutang akan menjadi saldo akhir rekening CKP, sehingga nilai kerugian piutang harus diperhitungkan dari saldo awal CKP-nya. Ilustrasi Berikut beberapa rekening PT X Penjualan kredit 150 juta Retur dan potongan penjualan 30 juta Piutang usaha 500 juta CKP 25 juta a. Perusahaan menetapkan CKP sebesar 10% dari penjualan kredit bersih (pendekatan R/L) Page 35
    • b. Perusahaan menetapkan CKP sebesar 8% dari saldo piutang (pendekatan neraca) Pendekatan R/L Taksiran KP  10% x (150 juta – 30 juta) = 12 juta CKP (a) CKP (b) 25 juta 25 juta 12 juta Jurnal 12 juta Kerugian Piutang 12 juta 37 juta 13 juta Cadangan Kerugian Piutang 12 juta Pendekatan Neraca Taksiran KP  8% x 500 juta = 40 juta CKP (a) CKP (b) 25 juta 25 juta 65 juta Jurnal 15 juta KP 15 juta / 65 juta 40 juta 40 juta CKP 15 juta / 65 juta Ket : CKP (a)  asumsi saldo awal CKP di Kredit CKP (b) asumsi saldo awal CKP di DebetPiutang WeselSecara prinsip, piutang wesel sama dengan piutang dagang, tetapi ada surat kesanggupan secara formal.Surat kesanggupan dibuat pembeli (debitur)  promes dibuat penjual (kreditur)  weselPengakuan Piutang Wesel  Penjualan kredit  Piutang wesel Penjualan  Pemberian pinjaman  Piutang wesel Kas dicatat sebesar nilai nominal  Pengalihan piutang  Piutang wesel Piutang usahaTransaksi Piutang Wesel 1. Saat pengakuan  idem di atas 2. Saat penyesuaian  ketika jangka waktu wesel melampaui tanggal tutup buku Page 36
    • 3. Saat jatuh tempo  nilai jatuh tempo sebesar nilai nominal ditambah bungaContoh soal :1 Des Penjualan kredit 100.000 dengan menerima wesel 100.000, bunga 12%, 3 bulan  Pengakuan  1 Des Piutang wesel 100.000 Penjualan 100.000  Penyesuaian  31 Des Piutang bunga 1.000 Pendapatan bunga 1.000 (1 bulan)  Jatuh tempo  1 Mar Kas 103.000 Piutang bunga 1.000 (1 bulan) Pendapatan bunga 2.000 (2 bulan) Piutang wesel 100.000Wesel tidak terbayarkan pada saat jatuh tempo (dishonored)  Jika terdapat keyakinan bahwa di kemudian hari debitur dapat membayarnya  piutang wesel dialihkan ke piutang usaha Piutang usaha 103.000 Piutang wesel 100.000 Pendapatan bunga 2.000 Piutang bunga 1.000  Jika tidak terdapat keyakinan bahwa di kemudian hari debitur dapat membayarnya piutang wesel harus dihapuskan sebesar nilai nominal Direct Kerugian piutang 100.000 Allowance CKP 100.000 Piutang wesel 100.000 Piutang wesel 100.000 Misal sudah terlanjur mengakui pendapatan bunga dan piutang bunga pada 31 Des CKP 100.000 Laba ditahan 1.000 Piutang wesel 100.000 Piutang bunga 1.000 (1 bulan)Pendiskontoan Piutang WeselMerupakan pengalihan hak atas piutang wesel kepada pihak lain sebelum tanggal jatuh tempo.Format pendiskontoan Nilai nominal xxx Bunga xxx periode bunga x bunga wesel x nilai nominal Nilai jatuh tempo xxx Page 37
    • Bunga diskonto (xx) periode bunga x bunga diskonto x nilai jatuh tempo Kas pendiskontoan xxxContoh : soal idem di atas, pada tanggal 1 Feb, piutang wesel didiskontokan pada bunga 14% Nilai nominal 100.000 Bunga 3.000 3/12 x 12% x 100.000 Nilai jatuh tempo 103.000 Bunga diskonto (1.200) 1/12 x 14% x 103.000 Kas pendiskontoan 101.800Jadi, perusahaan hanya menerima 101.800 atas diskonto weselnya. Padahal seharusnya hak perusahaansebesar 100.000 + 2.000 (nilai nominal + bunga 2 bulan).Jurnal saat pengalihan1 Feb Kas 101.800 Piutang wesel 100.000 Pendapatan bunga 800 Piutang bunga 1.000 PersediaanPersediaan adalah harta yang diperoleh dengan tujuan untuk dijual kembali, baik secara langsung maupunmelalui tahapan proses produksi tertentu. Persediaan merupakan pembeda jenis usaha perusahaan. Tidak ada persediaan  perusahaan jasa Persediaan barang dagang  perusahaan dagang Persediaan bahan baku, barang dalam proses, barang jadi  perusahaan manufakturAspek Akuntansi atas PersediaanAspek akuntansi Pencatatan Periodik Perpetual Penilaian Cost Basis FIFO LIFO Average Special identification NonCost Basis LOCOM Gross Profit Retail Sales relative value Page 38
    • Pencatatan PersediaanA. Periodik Tidak mencatat perubahan nilai persediaan dari waktu ke waktu, sehingga untuk menentukan nilai persediaan harus dilakukan stock opname (penghitungan fisik).B. Perpetual Mencatat setiap perubahan nilai, baik akibat adanya pembelian, penjualan, retur pembelian, dan retur penjualan, sehingga nilai persediaan dan harga pokok barang yang terjual dapat ditentukan setiap waktu tanpa harus melakukan penghitungan fisik. Transaksi Periodik PerpetualSaat pembelian Pembelian Persediaan Utang usaha Utang usahaBiaya angkut pembelian Biaya angkut (freight in) Persediaan Kas KasRetur pembelian Utang usaha Utang usaha Retur pembelian PersediaanPelunasan dalam periode potongan Utang usaha Utang usaha Potongan pembelian Persediaan Kas KasSaat penjualan Piutang Piutang Penjualan Penjualan HPP PersediaanBiaya angkut penjualan Biaya angkut penjualan Biaya angkut penjualan Kas KasRetur penjualan Retur penjualan Retur penjualan Piutang Piutang Persediaan HPPPelunasan dalam periode potongan Kas Kas Potongan penjualan Potongan penjualan Piutang Piutang  Dalam pencatatan perpetual, potongan pembelian mengurangi nilai persediaan dan biaya angkut pembelian (freight-in) menambah nilai persediaan karena akuntansi menganut prinsip historical cost, dimana nilai persediaan dicatat sebesar harga perolehannya (dalam hal ini harga beli Page 39
    • ditambah biaya angkut dan dikurangi dengan potongan pembeliannya). Sedangkan potongan penjualan tidak mengurangi nilai persediaan karena persediaan yang dijual sudah berpindah hak milik ke pembeli. Dengan demikian, jika ada potongan, sudah bukan menjadi hak penjual sehingga potongan penjualan tidak akan mempengaruhi nilai persediaan.  FOB shipping point barang berpindah hak milik setelah barang berada di atas alat angkut pengiriman  biaya angkut menjadi tanggung jawab pembeli  FOB destination point barang berpindah hal milik di tempat tujuan pembeli  biaya angkut menjadi tanggung jawab penjualPenilaian PersediaanA. Cost Basis 1. FIFO asumsi penilaian persediaan dimana barang yang masuk (dibeli/dibuat) pertama kali, maka akan keluar (dijual) pertama kali pula. Konsekuensi  Nilai persediaan  memakai harga barang akhir overstate  HPP  memakai harga barang awal understate  Laba kotor overstate (persediaan ↑  HPP ↓  Laba kotor ↑)  Menguntungkan bagi fiskus (kantor pajak), tetapi merugikan perusahaan  Cocok untuk perusahaan yang persediaannya memiliki expired date 2. LIFO asumsi penilaian persediaan dimana barang yang masuk (dibeli/dibuat) pertama kali, maka akan keluar (dijual) terakhir. Konsekuensi  Nilai persediaan  memakai harga barang awal understate  HPP  memakai harga barang akhir overstate  Laba kotor understate (persediaan ↓  HPP ↑  Laba kotor ↓)  Menguntungkan perusahaan, tetapi merugikan fiskus (kantor pajak)  Cocok untuk perusahaan yang persediaannya merupakan barang-barang antik 3. Average asumsi penilaian persediaan dimana barang yang terjual dan yang tidak terjual (persediaan) menggunakan harga perolehan rata-rata antara pembelian pertama dan pembelian berikutnya. Konsekuensi  Nilai persediaan lebih fair (tidak terlalu ekstrim menguntungkan/merugikan satu pihak)  Paling banyak diterapkan oleh perusahaan 4. Specific Identification asumsi penilaian persediaan berdasarkan hasil identifikasi secara langsung atas unit yang terjual dan unit yang belum terjual. Metode ini hanya cocok diterapkan pada perusahaan yang jenis persediaannya terbatas. Page 40
    • B. NonCost Basis 1. LOCOM metode penilaian persediaan berdasarkan nilai terendah diantara harga pokok (cost) dan nilai pasar yang ditetapkan (designated market value) sebagai perwujudan dari adanya conservatism. Langkah-langkah penentuan nilai persediaan berdasarkan LOCOM :  Menentukan nilai batas atas (NRV) = harga jual – biaya penjualan  Menentukan nilai batas bawah = NRV – normal profit  Menentukan biaya pengganti (replacement cost) ditetapkan berdasarkan harga pasar barang sejenis  Menentukan nilai pasar (designated market value) berdasarkan nilai tengah antara batas atas, batas bawah, dan biaya pengganti  Menentukan nilai persediaan LOCOM  memilih nilai terendah antara harga pasar ditetapkan (designated market value) dengan cost. Ilustrasi Harga jual 10.000 Batas atas  NRV = 10.000 – 1.000 = 9.000 Laba normal 2.000 Batas bawah  NRV – laba normal = 9.000 – 2000 = 7.000 Biaya penjualan 1.000 Biaya pengganti = 8.500 Biaya pengganti 8.500 Nilai pasar  8.500 Cost 8.750 Cost  8.750 Berarti, nilai persediaan LOCOM sebesar 8.500 2. Gross Profit Method  metode penilaian persediaan yang didasarkan pada estimasi persentase laba kotor atas nilai penjualan dalam satu periode tertentu dengan menggunakan dasar pemikiran bahwa :  Penjualan = HPP + Laba kotor  Persediaan awal + Pembelian = Penjualan – Persediaan akhir Metode ini cocok diterapkan untuk persediaan yang tidak bisa atau berisiko tinggi jika dihitung secara fisik. Format Penjualan xxx Estimasi laba kotor (xx) Estimasi HPP xxx Page 41
    • Persediaan awal xxx Pembelian bersih xxx BTUD xxx Estimasi HPP (xx) Estimasi persediaan akhir xxxDua Interpretasi atas laba kotor a. % laba kotor atas penjualan  dasar penjualan = 100% Harga jual = HPP + LK 100% = 90% + 10% Estimasi LK = 10% x Penjualan b. % laba kotor atas cost (HPP)  dasar cost = 100% Harga jual = HPP + LK 110% = 100% + 10% Estimasi LK = 10/110 x PenjualanIlustrasiPada tanggal 1 Maret 09, perusahaan mengalami kebakaran gudang. Hasil investigasimenunjukkan bahwa :Persediaan awal 1 Jan 10 juta Penjualan s/d 28 Feb 44 jutaPembelian s/d 28 Feb 40 juta Retur penjualan 2 jutaRetur pembelian 4 juta Potongan penjualan 5 jutaPotongan pembelian 3 jutaPersediaan dengan harga jual 8 juta terselamatkan dari kebakaran. Perusahaan menetapkanLaba Kotor 25% atas HPP. Tentukan estimasi kerugian akibat kebakaran !Estimasi LK = 25/125 x (40 – 3 juta) = 7,4 juta Harga jual barang yang selamat = 8 jutaPenjualan bersih 37.000 Cost barang yang selamatEstimasi LK(7.400) 100/125 x 8 juta = 6,4 jutaEstimasi HPP 29.600 Kerugian akibat kebakaranPersediaan awal 10.000 13,4 juta – 6,4 juta = 7 jutaPembelian bersih 33.000 Page 42
    • BTUD 43.000 Estimasi HPP(29.600) Estimasi persediaan akhir 13.400 3. Sales Relative Value MethodMetode penentuan cost persediaan yang menggunakan dasar nilai pasar relatif, yaitu proporsi antara nilai pasar satu jenis produk terhadap total keseluruhan nilai pasar produk yang diterapkan pada persediaan yang diperoleh secara lump-sum. Prosedur penentuan nilai persediaan :  Menentukan nilai pasar tiap produk  unit produk x harga jual per unit  Menentukan nilai jual relatif Nilai pasar produk x 100% Total nilai pasar  Menentukan alokasi cost lump-sum nilai jual relatif x cost lump sum  Menentukan cost per unit produk Alokasi cost Unit produk  Menentukan nilai persediaan  alokasi cost per unit x unit tidak terjual  Menentukan harga pokok barang yang terjual  alokasi cost per unit x unit terjual Ilustrasi Perusahaan membeli sebidang tanah dengan cost 100 juta yang kemudian dipecah sbb : Tipe Unit Harga jual/unit Depan 4 20 juta Tengah 6 10 juta Belakang 4 5 juta Terjual  3 unit depan, 4 unit tengah, 1 unit belakang. Tentukan persediaan akhir dan HPP ! Jawab : Tipe Unit Harga jual/unit Nilai pasar Nilai jual relatif Depan 4 20 juta 80 juta 8/16 = 50% Tengah 6 10 juta 60 juta 6/16 = 37,5% Belakang 4 5 juta 20 juta 2/16 = 12,5% Total 160 juta 100%Tipe Alokasi Cost Cost/unit Persediaan akhir HPP Laba Kotor D 50% x 100= 50jt 50 : 4 = 12,5jt 1x12,5=12,5jt 3x12,5=37,5jt (3x20)-37,5=22,5jt T 37,5% x 100=37,5jt 37,5 : 6 =6,25jt 2x6,25=12,5jt 4x6,25=25jt (4x10)-25=15jt Page 43
    • B 12,5% x 100=12,5jt 12,5 : 4 =3,125jt 3x3,125=9,375jt 1x3,125=3,125jt (1x5)- 3,125=1,875jt 4. Retail MethodMetode penentuan cost persediaan yang didasarkan pada proporsi nilai barang tersedia untuk dijual (BTUD) menurut cost terhadap nilai BTUD menurut eceran yang mengakomodasi mark-up, tetapi mengesampingkan mark down atas nilai persediaan yang dihitung berdasarkan nilai ecerannya. Metode ini cocok digunakan untuk perusahaan yang memiliki persediaan yang bervariasi (ex : Hypermart, Alfamart, dll) Format : at cost at retail Persediaan awal xxx xxx Pembelian bersih xxx xxx BTUD sebelum MU xxx A xxx B Mark up xxx Pembatalan MU (xx) - xxx BTUD setelah MU xxx xxx Mark down xxx Pembatalan MD (xx) xxx BTUD setelah MD xxx Penjualan bersih (xx) Nilai persediaan at retail xxx C % Cost to Retail = A x 100% = **% B Nilai persediaan at cost = **% x C InvestasiInvestasi adalah penyertaan harta perusahaan pada entitas lain selama jangka waktu tertentu dengantujuan untuk memperoleh tambahan manfaat ekonomis bagi entitas. Biasanya penyertaan dilakukandalam bentuk sekuritas (surat berharga), baik saham maupun obligasi.Klasifikasi investasi dalam surat berharga Perbedaan Investasi sementara Investasi jangka panjang Jangka waktu ≤ 1 tahun / 1 periode akuntansi > 1 tahun / 1 periode akuntansi Page 44
    • Tujuan Return Capital gain (selisih perubahan harga pasar) Kepemilikan Yield (kas yang diterima dari investasi) Saham  dividen Obligasi  bunga Penyajian di Disajikan sebesar nilai pasar  ada penyesuaian Disajikan sebesar cost tidak Laporan terhadap nilai pasar unrealized holding gain/loss ada penyesuaian terhadap nilai Keuangan pasarKlasifikasi Investasi Sementara 1. Trading securities investasi dalam sekuritas yang memperlakukan sekuritas sebagai barang dagang sehingga akan diperoleh pada harga terendah dan dijual sesegera mungkin ketika harga pasar mengalami kenaikan untuk memperoleh capital gain. Jangka waktu kepemilikan < 30 hari (paling likuid). Keuntungan diperoleh hanya dari capital gain. 2. Available for sale sekuritas yang dimiliki untuk dijual kembali pada harga tertinggi sehingga keuntungan yang diharapkan selain capital gain juga untuk yield sekuritas. 3. Held to maturity (khusus untuk obligasi)  Perusahaan membeli obligasi berjangka waktu misal 5 tahun, pada tahun ke-4, sehingga dari tanggal pembelian sampai dengan tanggal jatuh tempo hanya berjangka1 tahun.  Perusahaan awalnya membeli obligasi jangka panjang misal 5 tahun, diklasifikasikan sebagai Debt Investment dari tahun ke-1 sampai tahun ke-4. Kemudian pada awal tahun ke-5, diklasifikasikan menjadi Held to Maturity.Akuntansi terkait Investasi Sementara  Saat perolehan  investasi sementara harus dicatat pada saat perolehan sebesar cost, yaitu harga beli + broker fee (fee pialang) Investasi dalam Saham Investasi dalam Obligasi Investor Investee Investor Investee Harga pasar = nominal Harga pasar nominal TS/AFS Kas TS/AFS/HTM Kas Kas CS/PS Kas Utang obligasi Harga pasar > nominal Harga pasar > nominal Kas Kas (harga pasar) Paid in/Agio Utang obligasi (nominal) CS/PS Premi (selisih) Page 45
    • Harga pasar < nominal Harga pasar < nominal Kas Kas (harga pasar) Paid in/Disagio Diskonto (selisih) CS/PS Utang obligasi (nominal) Saat akhir periode dilakukan penyesuaian terhadap nilai pasar karena investasi sementara harus disajikan dalam neraca pos aktiva lancar sebesar fair value (khusus dari sudut pandang investor). Jurnal : Harga pasar Cost investasi Gain/Loss belum direalisasi Jika 1 > 2  3, gain Securities fair value adjustment Unrealized holding gain Jika 1 < 2  3, loss Unrealized holding loss Securities fair value adjustment Lebih dari 1 periode Harga pasar investasi 100 Cost investasi (80) Saldo unrealized holding gain/loss 20 Saldo awal unrealizad holding gain/loss (40) Adjustment (gain) 60 Adjusment  Securities fair value adjustment 60 Unrealized holding gain 60 Saat penjualan  harus diperbandingkan antara nilai cost investasi dengan kas yang diterima dari penjualan investasi untuk menetapkan keuntungan/kerugian penjualan investasi yang disajikan dalam Laporan R/L. Harga jual xxx Broker fee (xx) Kas diterima xxx 1 Cost investasi (xx) 2 Keuntungan/kerugian penjualan investasi xxx 3 Jika 1 > 2  3, keuntungan Kas Page 46
    • TS/AFS/HTM Keuntungan penjualan investasi Jika 1 < 2  3, kerugian Kas Rugi penjualan investasi TS/AFS/HTM Perlakuan broker fee Pembelian  dikapitalisasi sebagai cost investasi Penjualan  sebagai pengurang kas yang diterimaInvestasi Jangka Panjang ☺ Pencatatan saat perolehan saham sebesar cost (harga beli + broker fee) ☺ Penilaian dan penyajian sebesar cost pula (tidak ada adjustment pada akhir periode)Metode pencatatan  Cost Method Metode pencatatan investasi yang mengasumsikan bahwa investasi tidak memperoleh kepentingan/pengaruh yang signifikan, sehingga antara investor dan investee seolah-olah entitas terpisah. Konsekuensi : 1. Tiap terjadi transfer harta diantara keduanya, harus diakui sebagai pendapatan dan beban. 2. Atas laba atau rugi yang dilaporkan investee, tidak akan mempengaruhi harta, utang, dan modal investor. 3. Nilai investasi tetap (tidak berubah-ubah) selama tidak ada penambahan/penjualan investasi  Equity Method Metode pencatatan investasi yang mengasumsikan bahwa pengaruh/kepentingan yang diperoleh investor atas investee dalam jumlah yang signifikan, sehingga diantara keduanya merupakan kesatuan entitas. Konsekuensi : 1. Jika terjadi transfer harta dari investee untuk investornya, maka harus diakui sebagai penurunan investasi. 2. Tiap laba atau rugi yang dilaporkan investee akan mengubah nilai investasi oleh investor. 3. Nilai investasi sangat menungkin berubah karena adanya dividen, laba, atau rugi investee.Ketentuan Pencatatan Metode Investasi ☺ Kepentingan 0 – 20% cost method ☺ Kepentingan 20% - 50% equity method ☺ Kepentingan >50%  laporan konsolidasi (bisa cost, bisa equity) Page 47
    • Transaksi dan Jurnal terkait Investasi jangka Panjang Transaksi Cost Method Equity Method Saat perolehan investasi Investasi dalam saham Investasi dalam saham Kas Kas Saat pembagian dividen oleh Kas Kas investee Pendapatan dividen Investasi dalam saham % kepemilikan x dividen % kepemilikan x dividen Saat pelaporan laba No entry Investasi dalam saham Equity on income (R/E) % kepemilikan x laba Saat pelaporan rugi No entry Equity on Income (R/E) Investasi dalam saham % kepemilikan x laba Saat penjualan investasi Jika 1 > 2  3, gain Idem cost method Cost dan harga jual diperbandingkan Kas Harga jual xxx Investasi dalam saham Broker fee (xx) Gain penjualan investasi Kas diterima xxx Jika 1 < 2  3, loss Cost investasi (xx) Kas Gain/Loss penjualan investasi xxx Loss penjualan investasi Investasi dalam saham Laporan Konsolidasi adalah laporan keuangan yang menggabungkan antara laporan keuangan controlling interest dengan laporan keuangan minority interest, sebagai wujud dari business entity assumption.Prosedur Penyusunan Laporan Konsolidasi 1. Mengeliminasi rekening-rekening resiprokal (rekening yang saling mempengaruhi diantara catatan controlling interest dan minority interest ex : pengiriman dan penerimaan barang dagang antar entitas tersebut; utang piutang bunga obligasi yang diterbitkan dan diperoleh antarentitas tersebut. 2. Menggabungkan saldo rekening-rekening yang tidak tereliminasi guna penyusunan Laporan R/L, Laporan Perubahan Modal, dan Neraca Konsolidasian. Aktiva Tetap Page 48
    • Property, Plant, EquipmentLeasingLeasing adalah kontrak sewa jangka panjang atas aktiva tetap antara lessor dengan lessee yang manalessor menyerahkan aktiva tetap untuk dimanfaatkan secara ekonomis oleh lessee dengan menerimapembayaran secara berkala selama jangka waktu tertentu. Leasing merupakan contoh yang paling tepatuntuk konsep “substantive over form”.Jenis Leasing sudut pandang Lessee Operating lease Capital lease Sudut pandang Lessor Operating lease Direct financing lease Sales type leaseOperating Lease (dari sudut lessee)Leasing yang mengakui dan memngasumsikan leasing sebagai kontrak sewa biasa.Konsekuensi ☺ Lessor mengakui penerimaan leasing sebagai pendapatan sewa, sedangkan lessee mengakui pengeluaran leasing sebagai beban sewa. ☺ Lessor berkewajiban mengakui dan menyajikan aktiva leasing pada neracanya. ☺ Lessor harus mengakui penyesuaian penurunan manfaat ekonomis (penyusutan) berdasarkan cost aktiva leasing dan umur ekonomis aktiva leasing. ☺ Seluruh biaya terkait aktiva leasing (executory cost) seperti property tax, pemeliharaan dan perawatan, asuransi aktiva menjadi tanggung jawab lessor.Transaksi dan Jurnal terkait Operating Lease Transaksi Lessor Lessee Penerimaan sewa Kas Beban sewa Pendapatan sewa Kas Akhir periode Beban penyusutan No entry Akumulasi penyusutan Cost – NR UECapital Lease Page 49
    • Leasing yang mengasumsikan telah terjadi transfer kepemilikan atau aktiva leasing sehingga lessee harusmengakui adanya kewajiban dan lessor memunculkan piutang dari pembayaran secara berkala selamajangka waktu tertentu.Konsekuensi ☺ Lessee berhak mengakui dan menyajikan aktiva leasing di neraca ☺ Lessee harus membuat pengakuan penyusutan aktiva leasing berdasarkan jangka waktu leasing dan nilai yang dikapitalisasi sebagai aktiva leasing. ☺ Seluruh biaya dan risiko terkait aktiva leasing menjadi tanggung jawab lessee.Transaksi dan Jurnal terkait Capital Lease Transaksi Lessor Lessee Saat kontrak leasing Piutang pembayaran leasing (JKL) Aktiva leasing Aktiva leasing Kewajiban atas leasing Pendapatan bunga diterima dm (sebesar jumlah kapitalisasi leasing) Saat penerimaan Kas Kewajiban atas leasing pembayaran leasing ke-1 Piutang pembayaran leasing Kas Saat akhir periode Mengakui pendapatan bunga Mengakui beban bunga Pendapatan bunga diterima dm Beban bunga Pendapatan bunga Utang bunga % bunga x periode x nilai pokok % bunga x periode x sisa kewajiban piutang leasing leasing Mengakui depresiasi Beban penyusutan leasing Akumulasi penyusutan leasing Jumlah kapitalisasi leasing Jangka waktu leasing Saat penerimaan Kas Kewajiban atas leasing pembayaran leasing ke-2 Piutang pembayaran leasing Utang bunga KasKriteria Klasifikasi Leasing dari Sudut Pandang Lessee 1. Adanya transfer kepemilikan dari lessor ke lessee 2. Adanya hak/opsi beli oleh lessee atas aktiva leasing pada akhir kontrak 3. Jangka waktu leasing ≥ 75% umur ekonomis aktiva leasing 4. Jumlah kapitaslisasi ≥ 90% dari harga pasar aktiva leasingKetentuan Klasifikasi Page 50
    •  Jika kontrak leasing memenuhi salah satu dari empat kriteria di atas, maka leasing diklasifikasikan sebagai Capital Lease.  Jika tidak memenuhi satupun dari kriteria di atas, maka diklasifikasikan sebagai Operating Lease.Operating Lease (dari sudut Lessor)Jenis leasing yang mengasumsikan kontrak leasing sebagai kontrak sewa biasa.Konsekuensi ☺ Lessor mengakui penerimaan leasing sebagai pendapatan sewa, sedangkan lessee mengakui pengeluaran/pembayaran leasing sebagai beban sewa. ☺ Lessor berkewajiban mengakui dan menyajikan aktiva leasing pada neracanya karena hak milik berada di tangan lessor. ☺ Lessor harus mengakui penyesuaian penurunan manfaat ekonomis (penyusutan) berdasarkan cost aktiva leasing dan umur ekonomis aktiva leasing. ☺ Seluruh biaya terkait aktiva leasing (executory cost) seperti property tax, pemeliharaan dan perawatan, asuransi aktiva menjadi tanggung jawab lessor.Direct Financing LeaseJenis leasing yang mengasumsikan kontrak leasing sebagai pembayaran atas aktiva leasing yangdibutuhkan dan digunakan oleh lessee dengan menerima pembayaran secara berkala sebagai bentukpengembalian atas pembayaran yang dilakukan  kontrak pendanaan.Skema 1. Lessee dan lessor membuat kesepakatan/kontrak leasing 2. Lessee mengambil/membeli aktiva dari toko 3. Lessor membayarkan aktiva yang diambil oleh lessee kepada toko 4. Lesse melakukan pembayaran secara berkala kepada lessorKonsekuensi ☺ Lessee harus menyajikan aktiva leasing di neraca karena lessee menerima manfaat ekonomis selama beberapa periode ke depan ☺ Hak milik berada di tangan lessor ☺ Lessee harus membuat jurnal pengakuan penyusutan pada tiap tanggal tutup buku berdasarkan jangka waktu leasing (jumlah kapitalisasi leasing dibagi dengan jangka waktu leasing). ☺ Biaya dan risiko terkait aktiva leasing menjadi tanggung jawab lessee.Transaksi dan jurnal (dari sisi lessor) Page 51
    •  Saat kontrak leasing Piutang pembayaran leasing Aktiva leasing Pendapatan bunga diterima dimuka  Saat penerimaan angsuran ke-1 Kas Piutang pembayaran leasing  Saat tutup buku Pendapatan bunga diterima dimuka Pendapatan bunga  Saat penerimaan angsuran ke-2 Kas Piutang pembayaran leasingSales Type LeaseJenis leasing yang mengasumsikan kontrak leasing sebagai kontrak jual beli antara lessor dengan lesseedimana pembayaran dilakukan secara berkala selama jangka waktu leasing. Karena diasumsikan sebagaipenjualan, maka jumlah yang dikapitalisasi sama dengan nilai pasar aktiva leasing  kontrak penjualan.Konsekuensi ☺ Kepemilikan dan manfaat ekonomis berpindah dari lessor kepada lessee, sehingga lessee harus menyajikan aktiva leasing di neracanya. ☺ Lesse harus mengakui penyusutan dan menanggung seluruh biaya dan risiko atas aktiva.Transaksi dan jurnal  Saat kontrak leasing Piutang pembayaran leasing  @ JKL/market HPP  @ cost Aktiva  @cost Penjualan  @JKL/market  Saat penerimaan angsuran ke-1 Kas Piutang pembayaran leasing  Saat tutup buku (mengakui pendapatan bunga) Piutang bunga Pendapatan bunga  Saat penerimaan angsuran ke-2 Kas Piutang bunga Piutang pembayaran leasingKriteria Klasifikasi Leasing dari Sudut Pandang Lessor  Kriteria kelompok 1  no 1 s/d 4  idem kriteria lessee  Kriteria kelompok 2 no 5 Ketertagihan pembayaran leasing dapat dijamin (pasti tertagih) no 6 Nilai pasar aktiva leasing = jumlah kapitalisasi leasing Page 52
    • Ketentuan Klasifikasi  Kontrak leasing tidak memenuhikriteria kelompok 1  diklasifikasikan sebagai operating lease  Kontrak leasing memenuhi salah satu kriteria kelompok 1 dan kriteria kelompok 2 no 5, tetapi tidak memenuhi no 6 direct financing lease  Kontrak leasing memenuhi salah satu kriteria kelompok 1 dan memenuhi seluruh kriteria kelompok 2 sales type lease Laba Ditahan (Retained Earnings)Laba ditahan adalah jumlah akumulasi laba dari kegiatan entitas yang sampai dengan tanggal tertentubelum ditentukan penggunaannya. Laba ditahan biasa disebut sebagai earned capital.Transaksi yang mempengaruhi Laba Ditahan  Transaksi yang menambah saldo Laba Ditahan 1. Laba  Ikhtisar R/L Laba ditahan 2. Koreksi kesalahan  kesalahan pencatatan yang berakibat pada pengakuan pendapatan understate dan/atau beban overstate sehingga laba bersih yang diakui understate, dan laba ditahan menjadi understate pula, dengan syarat koreksi dilakukan pada periode berikutnya (setelah periode terjadinya kesalahan). Contoh : perusahaan membayar biaya iklan untuk 1 periode sebesar 10.000,-, dicatat sebesar 100.000,- pada tahun 2009. Koreksi 2009 Koreksi 2010 Kas 90.000 Kas 90.000 Biaya iklan 90.000 Laba ditahan 90.000 3. Pengaruh kumulatif perubahan prinsip/metode akuntansi  kebijakan perusahaan untuk mengubah penggunaan metode/prinsip akuntansi, dimana dengan prinsip baru tersebut berakibat pada pengakuan pendapatan terlalu rendah dan beban terlalu tinggi, sehingga pengakuan laba bersih dan laba ditahan terlalu rendah. Contoh : perubahan metode depresiasi dari saldo menurun ke garis lurus 1 Jan 2009 Memperoleh mesin, cost 100 juta, UE 5 tahun, NR 0, saldo menurun ganda 1 Jan 2011 Mengubah metode saldo menurun ganda ke garis lurus Periode Saldo Menurun Ganda Garis Lurus Selisih 2009 2 x 100% x 100 juta = 40 juta 20 juta 20 juta 5 2010 2 x 100% x (100 juta– 40 juta) = 24 juta 20 juta 4 juta 5 Page 53
    • Total 64 juta 40 juta 24 juta Misal tarif pajak sebesar 10%, maka jurnalnya : Akumulasi depresiasi 24 juta Laba Ditahan 90% x 24 juta = 21,6 juta  selisih x (1 – tax rate) Utang pajak ditangguhkan 10% x 24 juta = 2,4 juta Transaksi yang mengurangi saldo Laba Ditahan 1. Rugi 2. Koreksi kesalahan jurnalnya tinggal dibalik 3. Pengaruh kumulatif perubahan metode/prinsip akuntansi 4. Dividen Dividen merupakan laba ditahan yang ditetapkan sebagian atau keseluruhan untuk dibagikan kepada para pemegang saham sebagai bentuk kompensasi atas investasi yang telah dilakukan pada perusahaan. Tanggal terkait dividen tanggal pengumuman, tanggal pencatatan, dan tanggal pembayaran/pembagian. Jenis dividen : a) Cash Dividend dividen dibagikan dalam bentuk tunai kepada pemegang saham Saat pengumuman Laba ditahan Utang dividen Saat pencatatan  No entry (karena tanggal ini digunakan sebagai pencatatn pihak investor yang berhak menerima dividen oleh perusahaan Saat pembayaran  Utang dividen Kas Ex-dividend day tanggal hilangnya hak pemegang saham atas dividen yang dibagikan oleh perusahaan. Jika investor membeli saham sebelum tanggal ex-dividend day, maka investor tersebut akan memperoleh hak dividen yang diumumkan. Akan tetapi jika investor membeli setelah tanggal ex-dividend day, naka investor tersebut akan kehilangan haknya atas dividen yang diumumkan (hak akan berada pada investor sebelumnya). Biasanya ex-dividend day 4 hari setelah tanggal pengumuman. b) Stock dividend dividen yang dibagikan kepada pemegang saham dengan penerbitnan saham baru dimana besarnya dividen dinyatakan dalam rasio. Harga pasar = nominal Harga pasar > nominal Harga pasar < nominal Saat Laba ditahan Laba ditahan Laba ditahan Page 54
    • pengumuman Saham diterbitkan Paid in capital Paid in capital Saham diterbitkan Saham diterbitkanSaat pencatatan No entrySaat pembagian Saham diterbitkan Saham diterbitkan Saham diterbitkan Saham biasa/preferen Saham biasa/preferen Saham biasa/preferen c) Property dividend dividen yang dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk noncash (biasanya berupa investasi sementara atau persediaan). Oleh karena harta didstribusikan, maka sebelum diumumkan, harta harus disesuaikan dengan nilai pasar. Jurnal penyesuaian terhadap nilai pasar Jika nilai pasar > cost  Property Market value adjustment Jika nilai pasar < cost  Market value adjustment Property Saat pengumuman Laba ditahan ( @ market value) Utang dividen property (@ market value) Saat pencatatan No entry Saat pembagian Utang dividen property Property d) Scrib dividend dividen yang dibagikan kepada pemegang saham dengan menerbitkan wesel untuk pemegang saham. Konsekuensinya, pada saat pembayaran harus disertai dengan bunga wesel. Saat pengumuman Laba ditahan Wesel untuk pemegang saham Saat pencatatan No entry Saat pembagian Wesel untuk pemegang saham (nilai nominal) Beban bunga (% bunga x periode x nilai nominal) Kas (total) e) Liquidation dividend  dividen yang dibagikan kepada pemegang saham yang mana sebagian dari yang dibagikan tersebut merupakan pengembalian modal karena perusahaan menetapkan rencana untuk melikuidasi usahanya. Saat pengumuman Laba ditahan (sebesar dividen yang dibagikan) Paid in capital (pengembalian modal) Utang dividen Saat pencatatan No entry Saat pembagian Utang dividen Page 55
    • Kas5. Pembatasan Laba Ditahan (Restriction) Kebijakan perusahaan untuk menetapkan penggunaan laba ditahan secara khusus atas tujuan tertentu tetapi belum dilakukan transaksinya agar pada saat terjadinya tidak mengganggu proses operasional perusahaan. Contoh : pembatasan laba ditahan untuk ekspansi usaha dan cadangan pelunasan obligasi (bond sinking fund). Pembatasan laba ditahan berpengaruh terhadap jumlah (mengurangi) laba ditahan yang siap untuk digunakan sehingga mengurangi jumlah laba ditahan yang dilaporkan dan disajikan dalam neraca perusahaan. Ketika pembatasan laba ditahan dilakukan, pembatasan atas harta (biasanya kas) juga dilakukan untuk mengimbangi perubahan jumlah ekuitas perusahaan. Transaksi dan jurnal  Saat terjadinya pembatasan Kas – dibatasi untuk .... Kas Laba ditahan Laba ditahan – dibatasi untuk ....  Ketika terjadi transaksi atas pembatasan yang dilakukan Kas Kas – dibatasi untuk .... Laba ditahan dibatasi untuk .... Laba ditahan Untuk pelunasan obligasi Untuk ekspansi Utang obligasi atau Investasi Kas Kas Efek pembatasan dalam Laporan R/L PT AbQori Laporan Laba Ditahan Untuk periode XXXX Laba ditahan awal xxx (+) Laba xxx Koreksi kesalahan xxx Pengaruh kumulatif xxx xxx Page 56
    • (-) Rugi xxx Koreksi kesalahan xxx Pengaruh kumulatif xxx Dividen xxx Transaksi saham treasury xxx (xx) Laba ditahan tidak dibatasi xxx Pembatasan laba ditahan (xx) Laba ditahan setelah pembatasan xxx jumlah di neraca6. Transaksi terkait saham treasury Saham treasury adalah saham yang dibeli/ditarik kembali dari peredaran dengan tujuan tertentu, antara lain :  Meningkatkan likuiditas saham di pasar modal Dengan adanya saham treasury, akan mengurangi jumlah penawaran saham dan dengan asumsi permintaan tetap, maka harga pasar saham akan meningkat. Pada akhirnya diikuti dengan peningkatan volume perdagangan saham dan frekuensinya.  Memperoleh agio (excess par value yang tinggi) Ketika saham ditarik, penawaran turun. Dengan asumsi permintaan tetap, maka harga saham meningkat. Pada saat harga saham meningkat, perusahaan kembali menerbitkan saham treasury untuk memperoleh harta (kas) dan agio yang lebih tinggi dari jumlah yang digunakan pada saat penarikan.  Memberi kompensasi kepemilikan saham bagi pihak manajerial dengan harapan manajemen akan memberikan kinerja yang lebih baik. Oleh karena selain sebagai pihak manajemen, juga berperan sebagai pemilik perusahaan sehingga dalam tiap pengambilan keputusan akan lebih berhati-hati. Dengan begitu, akan menghasilkan kinerja terbaiknya dan pada akhirnya meningkatkan nilai perusahaan. Transaksi saham treasury dapat mengurangi jumlah laba ditahan perusahaan jika dalam pernerbitan kembali perusahaan menerima kas yang lebih rendah dari nilai saham treasury, sementara saldo agio saham treasury tidak cukup untuk menutup selisih kurang tersebut, sehingga harus diambilkan/ditutup dari saldo laba ditahan. Metode pencatatan saham treasury : a) Cost method mencatat saham treasury sebesar harga penarikan (jumlah kas yang dikeluarkan saat penarikan saham), sehingga pada saat terjadinya penarikan tidak memungkinkan muncul agio/disagio saham treasury. b) Par value method mencatat saham treasury sebesar nilai nominal sehingga dimungkinkan terjadi agio/disagio saham treasury pada saat terjadinya penarikan. Transaksi dan jurnal Page 57
    • Transaksi Cost method Par value methodSaat penerbitan saham Kas 120.000 IdemDiterbitkan 100 lbr saham biasa, Saham biasa 100.000nilai nominal 100/lbr, harga 120/lbr PIC – saham biasa 20.000Saat penarikan saham (treasury) Saham treasury 44.000 Saham treasury 40.000400 lbr saham biasa ditarik pada Kas 44.000 PIS – saham biasa 4.000harga 110/lbr Kas 44.000Saat penerbitan kembali sahamtreasury 100 lbr saham treasury Kas 12.500 Kas 125.000 diterbitkan pada harga 125/lbr PIC – Saham treasury 1.500 PIC – Saham treasury 2.500 Saham treasury 11.000 Saham treasury 10.000 100 lbr saham treasury Kas 10.500 Kas 10.500 diterbitkan pada harga 105/lbr PIC – Saham treasury 500 PIC – Saham treasury 500 Saham treasury 11.000 Saham treasury 10.000 100 lbr saham treasury Kas 9.000 Kas 9.000 diterbitkan pada harga 90/ lbr PIC – Saham treasury 1.000 PIC – Saham treasury 1.000 Laba ditahan 1.000 Saham treasury 10.000 Saham treasury 11.000Saat penghapusan saham treasury Saham biasa 10.000 Saham biasa 10.000 kebijakan untuk tidak PIC – Saham biasa 1.000 Saham treasury 10.000menerbitkan kembali saham Saham treasury 11.000treasurySisa 100lbr saham treasurydihapuskan Perbedaaan penyajian saham treasury antara cost method dan par value method Jika dalam mencatat saham treasury menggunakan cost method,maka saham treasury yang belum diterbitkan kembali sampai dengan tanggal penyusunan neraca, harus disajikan dalam neraca sebagai pengurang jumlah total ekuitas pemegang saham sebesar cost penarikan. PT AbQori Laporan Ekuitas Pemegang Saham Untuk periode XXX Modal saham xxx Tambahan modal disetor xxx Laba ditahan xxx Page 58
    • xxx Saham treasury ( at cost) (xx) Total ekuitas pemegang saham xxx Alasan penyajian saham treasury yaitu karena nilai cost saham treasury berbeda dengan nilai nominal saham. Oleh karenanya tidak dapat dikurangkan secara langsung pada akun modal saham yang dicatat di neraca sebesar nilai nominalnya. Jika perusahaan menggunakan par value method, maka saham treasury langsung dikurangkan atas akun rekening modal saham sehingga tidak perlu disajikan. Oleh karenanya nilai modal saham adalah bersih setelah dikurangi saham treasury. Hal ini bisa dilakukan karena nilai modal saham yang tercatat dan nilai saham treasury yang diakui sama-sama sebesar nilai nominal. Format Penyajian Modal saham (setelah saham treasury) xxx Tambahan modal disetor xxx Laba ditahan xxx Total ekuitas pemegang saham xxx Depresiasi, Amortisasi, dan DeplesiDepresiasi adalah alokasi cost aktiva tetap selama umur atau masa manfaat ekonomisnya secara sistematisdengan menggunakan prosedur atau metode tertentu.Metode Depresiasi 1. Metode garis lurus (straight line) Tarif dan dasar depresiasi tetap  beban depreasiasi tetap dari periode ke periode 2. Metode saldo menurun ganda (double declining balance) Tarif tetap, dasar depresiasi menurun  beban depresiasi menurun dari periode ke periode 3. Metode jumlah angka tahun (sum of years digit) Tarif menurun, dasar depresiasi tetap  beban depresiasi menurun dari periode ke periode. Periode akuntansi ≠ periode depresiasi ketika depresiasi tidak dimulai dari awal periode akuntansi. 4. Metode satuan aktivitas (unit of activity) Tarif tetap, dasar depresiasi bisa naik atau turun sesuai aktivitas aktual  beban depresiasi bisa naik atau turun Page 59
    • Page 60