Pewarnaan spora pada bakteri kelas 11.5

6,438 views

Published on

0 Comments
14 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
6,438
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
1
Comments
0
Likes
14
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pewarnaan spora pada bakteri kelas 11.5

  1. 1. Kelompok 1
  2. 2. Spora  Core: sitoplasma dari spora yang didalamnya terkandung semua unsure untuk kehidupan bakteri seperti kromosom yang komplit, komponen- komponen untuk sintesis protein dan sebagainya.  Cortex: lapisan yang paling tebal dari spora envelope, terdiri dari lapisan peptidoglikan tapi dalam bentuk yang istimewa.  Dinding spora: lapisan paling dalam dari spora, terdiri dari peptidoglikan dan akan menjadi dinding sel bila spora kembali dalam bentuk vegetative.  Eksosporium: lipoprotein membrane yang terdapat dari luar.  Coat: terdiri dari zat semacam keratin, dan keratin inilah yang menyebabkan spora relatif tahan terhadap pengaruh luar.
  3. 3. PENGERTIANSpora bakteri adalah bentuk bekteri yangsedang dalam usaha mengamankan diriterhadap pengaruh buruk dariluar.Patogen yang digunakan untukmengendalikan serangga adalah bakteripembentuk spora.
  4. 4. Letak Spora Sub Terminal Terminal sentral
  5. 5. Jenis spora menurut fungsinya Spora sebagai alat persebaran untuk tumbuhan berpembuluh non-biji, lumut, fungi, dan Myxozoa. Spora dengan pengertian ini dikenal juga sebagai diaspora. Endospora dan Eksospora, merupakan spora yang dibentuk oleh bakteri tertentu (dari divisio Firmicuta) sebagai alat pertahanan hidup dalam kondisi ekstrem. Klamidospora (chlamydospore), fungsinya mirip dengan endospora, tetapi dihasilkan oleh fungi. Zigospora sebagai alat persebaran haploid dari fungi Zygomycota. Spora ini berdinding tebal dan dapat tumbuh menjadi konidium atau zigosporagnium.
  6. 6. Jenis spora berdasarkanpembentukannnya Spora yang dihasilkan dari meiosis dinamakan meiospora dan yang dihasilkan dari mitosis dinamakan mitospora.  Contoh penghasil meiospora: paku air, rane, tumbuhan lumut, tumbuhan berbiji. Meiospora menumbuhkan organisme haploid (disebut protonema pada tumbuhan lumut dan disebut protalus pada rane dan paku air) yang menghasilkan spermatozoid dan sel telur. Pada tumbuhan berbiji, meiospora tumbuh menjadi serbuk sari (pollen) dan kantung embrio.  Contoh penghasil mitospora: sebagian besar paku-pakuan, sebagian besar fungi. Pada paku-pakuan, mitospora tumbuh menjadi protalus yang setelah dewasa menjadi protalium.
  7. 7. Proses Pembentukan Spora1. Terjadi kondensasi DNA pada bakteri yang akan membentuk spora2. Terjadi pembalikan membran sitoplasma, sehingga, lapisan luar membran kini menjadi lapisan dalam membran (calon) spora.3. Pembentukan korteks primordial (calon korteks)4. Pembentukan korteks5. Spora terlepas dan menjadi spora yang bebas, pada tahap 5 ini,jika spora mendapatkan lingkungan yang kondusif, maka ia bisa tumbuh menjadi satu sel bakteri yang baru.
  8. 8. Dalam spora, sifat-sifat bakteri tetap. Sporadibentuk, jika keadaan lingkungan tidakmenguntungkan baginya misalnya, untukpertahanan diri. Spora sangat tahan terhadap suhutinggi dan desinfektan. Hal ini disebabkan karenadinding spora sangat kuat dan tersusun atas 3lapisan, antara lain: intin (lapisan dalam), ektin(lapisan luar), dan lapisan lendir yang terlihatdiantara intin dan ektin. Di dalam bentuk sporabakteri akan tahan lama tanpa makanan dan tidakmelakukan pembiekan, jika lingkungan di luar telahmembaik, maka dinding spora akan pecah danbentuk vegetatif akan keluar dan bakteri akanaktif kembali.
  9. 9. Faktor yang MempengaruhiPewarnaan Spora Fiksasi Waktu pengecatan tidak tepat Konsentrasi reagent Umur bakteri Nutrisi
  10. 10. Schaeffer Fulton Klein vedderFlemming Muller
  11. 11. Prinsip Alat dan Bahan Bagan KerjaHasil Pengamatan
  12. 12. Spora adalah mekanisme pertahanan daribakteri dimana keadaan lingkungan ekstrim(tidak memungkinkan bakteri hidup). Sporadilapisi oleh lilin, sehingga ketika dipanaskan lilinakan meleleh dan zat warna akan masuk, tetapiketika didinginkan lilin kembali mengeras danmembeku, zat warna akan terperangkap dalamlapisan tersebut sedangkan sel vegetatifdiwarnai oleh zat warna kedua. Schaeffer Fulton
  13. 13. Alat : Bahan : Kaca arloji  Pipet tetes  Lautan fisiologis Tabung  Ose  Suspensi bakteri 28 jam reaksi  Spirtus  Pensil glass  Air suling Rak tabung  Bak  Zat warna malasit hijau Pembakar pewarna  Zat warna safranin spirtus  Kertas  Alkohol Labu saring  Kapas semprot  Minyak imersi Schaeffer Fulton
  14. 14. Akalkohol70%
  15. 15. Schaeffer Fulton
  16. 16. Bacillus subtilis Escherichia coli Warna sel : merah Warna sel : merah Warna spora : hijau Schaeffer Fulton
  17. 17. Prinsip BahanCara Kerja
  18. 18. Spora kuman mempunyai dinding yangtebal sehingga diperlukan pemanasan agar pori-pori membesar zat warna fuchsin dapat masuk,dengan pencucian pori-pori kembali mengecilmenyebabkan zat warna fuchsin tidak dapatdilepas walaupun dilunturkan dengan asamalkohol, sedangkan pada badan bakteri warnafuchsin dilepaskan dan mengambil warna birudari methylen blue. Klein vedder
  19. 19. Bahan : Carbolfuchsin Methylen biru 1%. Asam sulfat 1%. Klein vedder
  20. 20. 1. Dibuat suspensi kuman, ditambah dengan carbol fuchsin sama banyak.2. Dipanaskan selama 6 menit pada api kecil atau pada penangas air 80c selama 10 menit.3. Dibuat sediaan dan dikeringkan.4. Dimasukkan kedalam H2SO4 1% selama 2 detik5. Dimasukkan kedalam alkohol sehingga tidak ada lagi warna merah mengalir.6. Sediaan dicuci dengan air.7. Diwarnai dengan methylen blue selama 1 menit kemudian dicuci dan dikeringkan.8. Diperiksa dibawah mikroskop. Klein vedder
  21. 21. Prinsip BahanCara Kerja
  22. 22. Bahan : Asamchromat 5% Carbolfuchsin Asamasetat 5% Methylenbiru 1% Chloroform Muller
  23. 23. 1. Buat sediaan dari biakan kuman yang umurnya 2 hari dalam bouillon (dari agar miring), sesudah di keringkan 3x, tetesi dengan chloroform selama 2 detik.2. Cuci dengan air, tetesi dengan asam chromat selama 2 detik.3. Cuci dengan air kran, bubuhi dengan carbol-fuchsin, uapkan (jangan mendidih) biarkan menguap selama 5 menit.4. Cuci dengan asam asetat 5%, kemudian dengan air.5. Bubuhi dengan methylen biru 1% kira-kira 2 detik.6. Methylen biru dibuang dan keringkan dengan kertas saring, periksa dengan mikroskop. Muller
  24. 24. -Thank you-

×