Your SlideShare is downloading. ×
Hukum jual beli dalam islam
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Hukum jual beli dalam islam

4,468
views

Published on

Published in: Education

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
4,468
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
109
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1.  Farikha Aghna Rahmani (XI IPA 3/04) Siti Solikhah (XI IPA 3/ ) Ersan Dihan Al-Furqon (XI IPA 3/ ) Iqbal Saimima Almuntaha (XI IPA 3/35)
  • 2. Secara etimologis, jual beli berarti menukar harta Secara terminologi, jual beli dengan harta. memiliki arti penukaran selain Jual beli adalah menukar suatu dengan fasilitas dan barang dengan barang yang kenikmatan. lain atau uang dengan harga Jual beli adalah suatu kegiatan dasar saling rela merelakan. tukar menukar barang dengan barang lain dengan tata cara tertentu termasuk jasa dan juga penggunaan alat tukar sepertiJual beli adalah menukar suatu uang.barang dengan barang lain denganakad atau transaksi.
  • 3. Lafadz ijab qabul yaitu adalah ucapan Ada penjual dan pembeli Syarat bagi penjual dan transaksi antara yang menjual dan yang pembeli : membeli (penjual dan pembeli). Penjual atau pembeli harus  Ijab yaitu pernyataan penjual Misal “Saya jual barang ini dengan harga jual sekian.” dalam keadaan sehat • Qabul adalah pernyataan pembeli. akalnya dan dapat •Misal : “Saya beli barang ini dengan harga sekian.” membedakan (memilih). Dengan kehendak sendiri, keduanya saling Syarat ijab qabul : merelakan bukan karena •Tidak diselingi perkataan yang lain ketika jual beli terpaksa. •Tidak diselingi oleh diam yang lama diantara ijab qabul •Tidak boleh bertakliq Penjual dan pembeli sudah •Bersamaan ijab dan qabul dari segi maknanya walaupun baligh (dewasa) berlainan dari segi lafadznya  Ada barang atau jasa yang diperjualbelikan dan barang penukar Syarat uang dan benda yang diperjualbelikan : •Suci •Harus bermanfaat •Keadaan barang harus dapat diserahterimakan •Status barang yang dijual adalah milik/kepunyaan si penjual sendiri atau milik yang diwakilinya atau yang diberi kuasa •Barang yang diperjualbelikan adalah diketahui oleh penjual dan pembeli dengan jelas
  • 4.  Haram Jual beli haram hukumnya jika tidak memenuhi syarat/rukun jual beli atau melakukan larangan jual beli serta menjual atau membeli barang yang akan digunakan untuk hal buruk. Mubah Jual beli secara umum hukumnya adalah mubah karena merupakan hukum asli jual beli. Sunnah Jual beli kepada kerabat atau kepada orang yang membutuhkan barang tersebut. Wajib Jual beli menjadi wajib hukumnya tergantung situasi dan kondisi, yaitu seperti menjual harta anak yatim dalam keadaaan terpaksa.
  • 5. Ditinjau dari kaitannya dengan harga jual beli •Jual beli dengan harga pertama ditambah Ditinjau dari jual beli keuntungan. itu sendiri •Jual beli dengan harga membeli tanpa Nafiz yaitu bila semua tambahan. ketentuan jual beli •Jual beli dengan harga yang dikurangi dari terpenuhi pada saat akad harga pembeli. (transaksi). Mauquf yaitu bila salah satu •Jual beli dengan harga tanpa tambahan pihak menangguhkan dan pengurangan. terlaksananya jual beli pada saat transaksi. Ditinjau dari kaitannya dengan Fasid yaitu bila salah satu barang jual beli pihak tidak memenuhi ketentuan jual beli pada •Jual beli barang dengan barang, saat akad. biasanya disebut barter. Batil yaitu bila ketentuan •Jual beli harga dengan harga, biasanya jual beli tidak terpenuhi disebut pertukaran mata uang (money semuanya pada waktu changer). akad. •Jual beli harga dengan barang. •Jual beli barang dengan harga.
  • 6. Di bolehkannya khiyarKhiyar adalah memilih agar masing-masingantara dua alternative pihak (penjual ataumeneruskan untuk jual pembeli) tidakbeli atau menyesal apa yangmengurungkannya. telah di jual, atau di belinya. SebabHak untuk memilih penyesalan tersebut karena kurang hati-antara kedua hati, tergesa -gesakemungkinan atau karena faktortersebut lainnya.sepanjang masing-masing pihakdalammempertimbangkan.
  • 7. Khiyar Majelis adalah memilih antara jadi Khiyar Aibi adalah si pembeli boleh jual beli atau tidak selama pembeli dan mengembalikan barang yang dibelinya penjual masih berada di tempat jual beli apabila pada barang itu diketahui ada (majelis). Jika keduanya sudah meninggalkan cacat yang mengurangi kualitas atau majelis ,dan sudah terjadi akad jual beli ,maka harga barang itu dan sewaktu aqad hilanglah hak khiyar. Rasullulah SAW. cacatnya itu sudah ada tetapi si bersabda : pembeli tidak tahu, atau terjadi sesudah aqad tetapi sebelum barang itu di terima. artinya : “Dua orang yang berjual beli boleh Jika cacat baru diketahui pembeli memilih (akan meneruskan jual beli atau setelah barang diterima, maka pembeli tidak) selama keduanya belum berpisah (dari hanya berhak meminta rugi sebanyak tempat jual beli)” (HR. Bukhari Muslim) kekurangan harga barang dengan sebab adanya cacat tersebut.Khiyar Syarat adalah memilih jadi jual beli atau tidak dengan mempertimbangkannya dalambeberapa hari. Setelah sampai hari yang telah ditentukan ,maka harus ada ketegasan jadi atautidaknya.Menurut sabda Nabi SAW, khiyar paling lama3 hari 3 malam.“Engkau boleh berhak melakukan khiyar di segala barang yang kamu beli selama tiga hari tigamalam” (HR.Baihaqi dan Ibnu Majah)
  • 8. Asas jual beli dalam Islam adalah saling merelakan, maka apabila terjadi penyesalan diantara kedua pihak yang berjual beli, disunatkan yang lain membatalkan akad jual beli antara keduanya. Rasulullah SAW bersabda :Artinya : “Abu Hurairah ra telah menceritakan, bahwa Nabi SAW telah bersabda: “Barang siapa mencabut jual belinya terhadap orang yang menyesal, maka Allah SWT akan mencabut kejatuhannya (kerugian dagangnya).” (HR. Bazzar)
  • 9.  Menjual air mani hewan jantan.  Menjual buah-buahan sebelum Rasulullah bersabda : dipetik atau dipanen sehingga dikhawatirkan rusak atau busuk. Artinya : Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya Nabi SAW melarang menjual pejantan.” (HR muslim dan Nasa’i) Menjual suatu barang yang dibelinya, sebelum barangnya diterima. Artinya : “Nabi SAW telah Rasulullah bersabda : melarang menjual buah-buahan sebelum tampak masak (pantas diambil).” (Muttafaq Alaih)Artinya : “Janganlah engkau menjual sesuatu yang engkau beli sebelum engkau terima.” (HR. Ahmad dan Baihaqi)
  • 10.  Membeli barang dengan harga lebih mahal daripada harga pasar dengan tujuan orang lain tidak dapat membeli barang tersebut. Membeli barang yang sudah dibeli orang lain, tetapi masih dalam masa khiyar. Membeli barang untuk ditahan atau ditimbun agara dapat dijual kembali dengan harga yang lebih mahal. Menjual barang yang berguna tapi kemudian ia jadikan alat maksiat oleh yang membelinya. Jual beli yang disertai unsur penipuan dari pihak penjual maupun dari pihak pembeli. Membeli barang dagangan dengan cara mencegat para penjual sebelum sampai ke pasar/kota sehingga ia tidak tahu harga pasar.
  • 11.  Jika akad jual beli itu menyulitkan ibadah, misalnya mengambil waktu shalat. Di antara jual beli yang di larang dalam Islam, yaitu menjual barang yang diharamkan. Di antara jual beli yang dilarang ialah, menjual berbagai macam alat musik. Di antara jual beli yang dilarang ialah, menjual gambar. Termasuk jual beli yang dilarang, yaitu menjual kaset-kaset berisi lagu-lagu cabul, suara penyanyi yang diiringi musik. Isinya bercerita tentang asmara, cinta atau menyanjung wanita. Termasuk jual beli yang dilarang adalah, menjual barang yang dimanfaatkan oleh pembeli untuk sesuatu yang haram. Termasuk jual beli yang dilarang, yaitu menjual barang yang tidak ia miliki.• Termasuk jual beli yang dilarang, yaitu menjual dengan cara menipu. Di antara jual beli yang terlarang, yaitu najasy (menawar harga tinggi untuk menipu pengunjung lainnya.
  • 12.  Dengan adanya peraturan jual beli ini, maka akan terhindarlah kejadian rampas merampas atau perampokan yang mana manusia ingin memiliki harata benda yang tiada padanya. Jual beli mengajarkan manusia supaya hidup bersatu padu. Dll.

×